Selasa, 09 Februari 2010

DAMPAK POLUSI TERHADAP LINGKUNGAN BIOTIK & ABIOTIK

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya ( Undang-Undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup Nomor 4 tahun 1982 )

Polusi udara, air dan tanah akan berdampak pada kesehatan manusia dan lingkungan. Dampak terhadap kesehatan manusia misalnya dapat menyebabkan iritasi, keracunan, bahkan kematian. Dampak pada lingkungan akibat pencemaran udara yaitu terjadinya hujan asam, efek rumah kaca, dan kerusakan lapisan ozon. Karbon dioksida, nitrogen oksida, hidrokarbon, sulfur oksida, debu, jelaga dan sebagainya merupakan polutan udara yang berpengaruh terhadap manusia, hewan, dan tanaman.

Tugas :

Sumber energi fosil selain menghasilkan energi, juga melepaskan gas karbon dioksida, nitrogen oksida, sulfur dioksida. Gas tersebut dapat menyebabkan pencemaran udara ( hujan asam dan pemanasan global )

Pertanyaan :

  1. Apa akibatnya bila terjadi hujan asam dan pemanasan global ?
  2. Bagaimana solusi yang bisa disarankan ?
  3. Ulasan minimal 200 kata, paling lambat posting komentar 28 Februari 2010.
  4. penulisan identitas : Kelas/nama/no absen



60 komentar:

  1. JAWABAN
    1.A.dampak hujan asam adalah hujan asam akan merusak tanaman,hujan asam mempengaruhi kualitas air permukaan,hujan asam dapat melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan,hujan asam bersifat korosif sehingga dapat merusak material dan bangunan.
    B.dampak pemanasan global adalah terjadinya pencairan es di kutub sehingga permukan air laut menjadi tinggi,terjadinya perubahan iklim regional dan global, terjadinya perubahan siklus hidupflora dan fauna,Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

    Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

    Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

    XI-AV1/ACHMAD YUNANTO/10

    BalasHapus
  2. 2.Solusi untuk pengurangan/pencegahan pada pemanasan global yaitu:
    Lalu apa yang bisa kita lakukan?

    Ada beberapa cara mudah yang bias kita lakukan, yaitu ;

    1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
    2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
    3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
    4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
    5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
    6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
    7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
    8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
    9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
    10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
    11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.
    sedangkan untuk pencegahan dampak hujan asam yaitu:
    Karena hujan asam berbahaya kita harus mencegahnya. caranya:

    1. Tidak berleihan menggunakan kendaraan yang mengeluarkan polusi
    2. Menyemprotkan kapur agar menetralkan hujan asam karena kapur bersifat basa bukan bersifat asam
    3. Tidak membuang sampah sembarangan dan menanam pohon (reboisasi)

    XI-AV1/ACHMAD YUNANTO/10

    BalasHapus
  3. JAWABAN
    1.A.dampak hujan asam adalah hujan asam akan merusak tanaman,hujan asam mempengaruhi kualitas air permukaan,hujan asam dapat melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan,hujan asam bersifat korosif sehingga dapat merusak material dan bangunan.
    B.dampak pemanasan global adalah terjadinya pencairan es di kutub sehingga permukan air laut menjadi tinggi,terjadinya perubahan iklim regional dan global, terjadinya perubahan siklus hidupflora dan fauna,Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

    Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

    Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

    XI-AV1/ACHMAD SAFIUDIN/09

    BalasHapus
  4. 2. Solusi Pemanasan Global (Global Warming)
    Greenpeace Indonesia mendesak pemerintah melindungi hutan di Papua. Perlindungan hutan diperlukan untuk menghambat pelepasan polusi hasil industri yang menyebabkan pemanasan global. Juru kampanye hutan Greenpeace, Bustar Maitar, mengatakan hutan Indonesia berperan penting menghambat pelepasan gas-gas yang menyebabkan polusi. Apalagi Indonesia negara ketiga terbesar yang menyumbang pencemaran udara melalui sisa buangan gas industri. Sebagian besar gas itu dihasilkan dari pembukaan lahan dan pembakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan.
    Greenpeace Indonesia mendukung masyarakat dan Pemerintah Daerah Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dalam melindungi hutan dan memanfaatkan hutan untuk kesejahteraan masyarakat lokal.
    Menurut Bustar, pemanfaatan hutan untuk kepentingan industri kayu dan perkebunan sama sekali tidak menguntungkan asyarakat di sekitar hutan. "Kami yakin Papua memiliki peluang untuk membuka jalur baru yang memungkinkan masyarakat mengelola hutannya untuk tujuan jangka panjang," kata Bustar, Selasa (21/8).
    Septer Manufandu, Sekretaris Eksekutif Forum Kerja Sama LSM Papua mengatakan, pemanasan global menyebabkan iklim di bumi tidak stabil. Perubahan iklim mengakibatkan meningkatnya permukaan air laut, banjir, kekeringan, serta menyusutnya luas area salju di pegunungan. (E1)hal-hal tersebut adalah solusi untuk pencegahan pemanasan global atau global warming.

    XI-AV1/ACHMAD SAFIUDIN/09

    BalasHapus
  5. JAWABAN
    1.A.dampak hujan asam adalah hujan asam akan merusak tanaman,hujan asam mempengaruhi kualitas air permukaan,hujan asam dapat melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan,hujan asam bersifat korosif sehingga dapat merusak material dan bangunan.
    B.dampak pemanasan global adalah terjadinya pencairan es di kutub sehingga permukan air laut menjadi tinggi,terjadinya perubahan iklim regional dan global, terjadinya perubahan siklus hidupflora dan fauna,Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

    Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

    Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

    XI-AV1/ACHMAD MUCHTASOR/06

    BalasHapus
  6. Bagi tumbuhan, hujan asam bersifat merusak dan menghambat pertumbuhan tanaman. Selain itu, kualitas air permukaan juga bisa menurun akibat hujan ini. Didalam tanah, hujan yang disebabkan oleh kadar SO2 dan NO2 yang berlebihan ini, juga dapat melarutkan logam-logam berat . Sedangkan dampaknya bagi tubuh manusia yaitu bersifat karsinogen sehingga dapat memicu terjadinya kanker dan keracunan, menimbulkan gatal-gatal atau bahkan kanker pada kulit manusia dan jika terkena tubuh kita, seperti mata dan sebagainya, kerusakan pun tidak bisa kita hindari.Seperti kita tahu, bahwa asam dapat bersifat korosif pada besi dan untuk waktu yang lama, batupun juga akan hancur karena derajat ke-asam-an yang tinggi.
    Sebelum kita mencari solusi yang terbaik untuk mencegah atau menghindari realitas ini, alangkah baiknya kita pahami tentang proses terjadinya hujan asam ini:
    Panas dari matahari yang terpancar ke bumi bergabung dengan berbagai sumber polutan. Contohnya, dari industry,transportasi, rumah tangga, nuklir serta pembakaran dari fosil-fosil, dan setelah itu mengalami tranformasi kimia (SO2→H2SO4 dan NO2→HNO3).
    Hasil dari transformasi ini dibagi 2 yaitu dekomposisi kering dan basah. Dekomposisi yang kering menjadi partikulat dan berakhir dalam bentuk gas yang tidak berbahaya. Sedangkan yang basah turun ke permukaan bumi dalam bentuk hujan asam.
    Setelah kita mengetahui daur terjadinya hujan asam, kita dapat mengambil alternatif solusinya dengan mudah. Contoh praktisnya adalah mengurangi pemakaian kendaraan pribadi untuk jarak yang dekat dan memaksimalkan pengunaan kendaraan umum/angkutan, memilih kendaraan bermotor yang sudah lolos uji emisi, dll

    Nama : Jonathan chris
    Kelas :XI AV 1
    No. Absen : 33

    BalasHapus
  7. 1 . dampak dari hujan asam yaitu terjadinya hujan asam harus diwaspadai karena dampak yang ditimbulkan bersifat global dan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. hujan asam memiliki dampak tidak hanya pada lingkungan biotik, namun juga pada lingkungan abiotik, antara lain :
    a . DANAU : kelebihan zat asam pada danau akan mengakibatkan sedikitnya species yang bertahan.

    b . TUMBUHAN DAN HEWAN : hujan sasm yang larut bersama nutrisi di dalam tanah akan menyapu kandungan tersebut sebelum pohon pohon menggunakannya untuk tubuh. sebagaimana tumbuhan, hewan juga memiliki ambang toleransi terhadap hujan asam. spesies hewan tanah yang mikroskopis akan akan langsung mati apabila pH tanah minengkat karena sifat hewan tsb sangat spesifik dan rentan terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim.

    c . KESEHATAN MANUSIA : hujan asam akan berdampak pada kesehatan manusia, termasuk faktor kepekaan seseorang. terutama pada orang lanjut usia, dan balita.

    d . KOROSI : hujan asam akan akan mempercepat proses pengaratan .

    2 . solusi yang didapat yaitu :
    a . menerapkan sistem tanam seribu pohon
    b . menggunakan kendaraan umum agar mengurangi polusi udara
    c . tidak menggunakan barang yang terbuat dari plastik
    d . menggunakan kendaraa yang sudah lolos uji emisi.

    XI AV 1 / ACHMAD ADITYA Q / 04

    BalasHapus
  8. CARA MENANGGULANGI GLOBAL WARMING
    Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam menghadapi dampak global warming, antara lain sebagai berikut

    1.Berkomitmen untuk tidak henti-hentinya dalam memberikan penyadaran dan memotivasi setiap masyarakat di tingkat akar rumput melalui khutbah/ceramah/nasehat agama serta acara-acara adat dan tradisi dan forum-forum lain di tingkat akar rumput dengan mengkampanyekan serta memberi contoh kepada umatnya untuk hidup bersih, sederhana, peduli lingkungan, menggunakan energi-energi alternatif, menanam pohon di lingkungannya, melakukan penghemat pemakaian bahan bakar fosil dan kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat memberikan perlindungan bumi dari pemanasan global sebagai bagian dari ajaran penting agama dan kearifan lokal.

    2.Meneguhkan komitmen untuk menjalin relasi dengan tokoh-tokoh agama dari negara lain untuk menuntut negara yang bersangkutan agar secara serius mengatasi dan mengantisipasi perubahan iklim global.

    3.Mendesak masyarakat International untuk melakukan koreksi mendasar terhadap tatanan ekonomi global yang kapitalistik sebagai pemicu terjadinya pemanasan global.

    4.Menuntut para pelaku ekonomi dunia sebagai pelaku perusakan alam Indonesia dan negara-negara industiri (industrial countries), khususnya Amerika Serikat dan Australia, untuk segera melakukan pemotongan secara besar-besaran (deeper cut) emisi gas rumah kaca, karena secara empiris 85% dari emisi dunia berasal dari negara-negara maju tersebut.

    5.Meminta pertanggungjawaban negara maju untuk memberikan kompensasi bagi negara-negara berkembang sebagai bentuk hibah untuk memperbaiki ekologi yang sekian ratus tahun telah mengeksploitasi sumber daya alam untuk kepentingan konsumsi negara maju sehingga menyebabkan negara berkembang mengalami kerusakan ekologi.

    6.Meminta kepada pemerintah untuk secara sungguh-sungguh berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan mengoreksi secara mendasar paradigma kebijakan pembangunan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai aspek lingkungan. Meninjau ulang peraturan perundang-undangan yang tidak mendukung kegiatan pelestarian lingkungan hidup. Ketegasan sikap pemerintah dalam penegakan hukum khususnya dalam menindak secara tegas serta menghukum seberat-beratnya para pelaku illegal logging dan para perusak lingkungan lainnya serta aparat yang terindikasi melakukan konspirasi bagi terjadinya illegal logging dan perusakan lingkungan lainnya.

    7.Mendorong kepada Pemerintah dan institusi pendidikan untuk memasukkan materi lingkungan hidup dan kearifan lokal kedalam kurikulum pendidikan pada setiap satuan pendidikan formal dan non-formal.


    XI AV 1 / ACHMAD RIZAL WAHYUDI / 8

    BalasHapus
  9. -hujan asam akan merusak tanaman krn tingkat keasaman tanah&air tinggi,dapat mempengaruhi kualitas air permukaan,dan dapat melarutkan logam2 berat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah&permukaan,bersifat korosif sehingga dapat merusak material dan bangunan

    -pemanasan global akan terjadi dampak yang begitu besar,seperti pencairan es dikutub,sehingga permukaan air laut menjadi tinggi,terjadi perusakan siklus hidup flora dan fauna.

    -solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah itu semua adalah:
    1.yaitu dengan tidak menebangi hutan secara liar
    2.gunakan kendaraan umum untuk mengurangi polusi udara
    3.gunakan langkah penanaman 1000 pohon
    4.gunakan listrik sehemat mungkin
    5.say no to plastik
    6.tidak membuang sampah sembarangan
    7.menggunakan kendaraan yang sudah lolos uji emisi
    dengan begitu inyaALLAH kita dapat mencegah pemanasan global . . .

    XIAV1/DANI/22

    BalasHapus
  10. ADI SUTEJO/XI AV-1/10

    1.A. Akibat bila terjadi hujan asam adalah hujan asam akan merusak tanaman,mempengaruhi kualitas air,dapat melarutkan logam2berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan, hujan asam dapat menyebabkan endapan logam beracun,seperti oksida merkuri dan aluminium oksida yang terlarut dlm air sehingga hewan dan tumbuha air dapat teracuni,dan dapat merusak material dan bangunan.
    B. akibat bila terjadi pemanasan global adalah terjadinya pencairan es di kutub sehingga permukaan air laut menjadi tinggi,terjadinya perubahan iklim regional dan global,terjadinya perubahan siklus hidup flora dan fauna.

    2.solusi yang bisa disarankan adalah:
    - tidak menebang pohon secara liar
    - tidak membangun gedung2 yang bertingkat
    tinggi/gedung pencakar langit
    - gunakan listrik sehemat mungkin
    - stop penggunaan ac
    - melakukan penanaman pohon sebanyak mungkin
    - melakukan uji emisi gas buang kendaraan
    bermotor
    - tdak menggunakan barang2 yang terbuat
    dari plastick

    BalasHapus
  11. ACH. MULKY AZIS/XI AV-1/02

    1.A. Akibat bila terjadi hujan asam adalah hujan asam akan merusak tanaman,mempengaruhi kualitas air,dapat melarutkan logam2berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan, hujan asam dapat menyebabkan endapan logam beracun,seperti oksida merkuri dan aluminium oksida yang terlarut dlm air sehingga hewan dan tumbuha air dapat teracuni,dan dapat merusak material dan bangunan.
    B. akibat bila terjadi pemanasan global adalah terjadinya pencairan es di kutub sehingga permukaan air laut menjadi tinggi,terjadinya perubahan iklim regional dan global,terjadinya perubahan siklus hidup flora dan fauna.

    2.solusi yang bisa disarankan adalah:
    - tidak menebang pohon secara liar
    - tidak membangun gedung2 yang bertingkat
    tinggi/gedung pencakar langit
    - gunakan listrik sehemat mungkin
    - stop penggunaan ac
    - melakukan penanaman pohon sebanyak mungkin
    - melakukan uji emisi gas buang kendaraan
    bermotor
    - tdak menggunakan barang2 yang terbuat
    dari plastick

    BalasHapus
  12. Dampak pemanasan global
    Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia. Dampak dari global warming tersebut antara lain :
    1. Iklim Mulai Tidak Stabil
    Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
    2. Peningkatan permukaan laut
    Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Suhu global cenderung meningkat

    3. Suhu global cenderung meningkat
    Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.
    4. Gangguan ekologis
    Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia.
    5. Pergeseran ekosistem
    Dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perbuhan ekosistem yang ekstreem ini. hal ini juga akan berdampak perubahan iklim (Climat change)yang bis berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan, DBD Kaitan dengan musim hujan tidak menentu)

    BalasHapus
  13. Dampak pemanasan global
    Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia. Dampak dari global warming tersebut antara lain :
    1. Iklim Mulai Tidak Stabil
    Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
    2. Peningkatan permukaan laut
    Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Suhu global cenderung meningkat

    3. Suhu global cenderung meningkat
    Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.
    4. Gangguan ekologis
    Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia.
    5. Pergeseran ekosistem
    Dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perbuhan ekosistem yang ekstreem ini. hal ini juga akan berdampak perubahan iklim (Climat change)yang bis berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan, DBD Kaitan dengan musim hujan tidak menentu)

    XI AV 1 / ACHMAD RIZAL WAHYUDI / 8

    BalasHapus
  14. Hujan asam
    Hujan asam ? mungkin istilah yang satu ini pada akhir-akhir ini jamak sekali kita dengar. Namun, apakah yang dimaksud dengan hujan asam itu ? hujan asam merupakan istilah fenomena turunnya asam dari atmosfer ke bumi dalam dalam keadaan basah. Namun, sebenarnya gas dan partikel yang mengandung asam juga dapat mengalami dekomposisi kering. Sehingga angin dapat membawa gas dan partikel tersebut mengenai apa saja yang dilalui oleh angin itu sendiri, misalnya bangunan, tumbuhan, dan lainnya.
    Penyebab utama penyebab terjadinya hujan asam adalah gas SO2 dan NO2 yang merupakan polutan di udara. Gas SO2 dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur terutama batu bara. Jadi, sebenarnya kita disadari atau tidak, sebenarnya kita ikut andil dalam terjadinya hujan asam tersebut, karena kendaraan bermotor yang kita gunakan sehari-hari, itu menghasilkan gas buang yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup yang ada di bumi ini. Sedangkan Nitrogen oksida terjadi saat panas pembakaran menyebabkan bersatunya oksigen dan nitrogen yang terdapat di udara. Gas-gas tersebut bereaksi dengan air, oksigen, dan berbagai zat lainnya di atmosfer bumi. Hasil reaksi tersebut menghasilkan asam, yaitu asam sulfat (H2SO4),



    Asam-asam tersebut larut dalam air hujan dan turun ke bumi. pH notmal air hujan adalah 5,6. Pencemaran udara SO2 dan NO2 yang menghasilkan asam dapat menyebabkan pH air hujan kurang dari 5,6 ddan menyebabkan air hujan asam.
     Dampak hujan asam hujan asam terhadap lingkungan adalah sebagai berikut :

    1. Hujan asam akan merusak tanaman. Tanaman akan tumbuh tidak normal, bahkan kering dan mati karena tingkat keasaman yang terkandug dalam tanah dan air sangat tinggi.
    2. Hujan asam dapat mempengaruhi kualitas air permukaan, air permukaan menjadi asam, hewan dan tumbuhan air yang tidak tahan terhadap kadar asam yang tinggi akan mengalami gangguan dan bahkan bisa mati.
    3. Hujan asam dapat melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kual;itas air tanah dan air permukaan. Hujan asam dapat menyebabkan endapan logam beracun, seperti oksida merkuri (HgO) dan aluninium oksida (Al2O3) yang terlarut dalam air sehingga hewan dan tumbuhan air dapat teracuni.
    4. Hujan asam bersifat korosif sehingga dapat merusak material dan bangunan.

    XI AV 1 / ACHMAD RIZAL WAHYUDI / 8

    BalasHapus
  15.  Cara menanggulanginya
    Sangat sulit melindungi lingkungan akibat hujan asam dan tidak mungkin kita terlepas dari dampak hujan asam. Namun, di bawah ini ada beberapa cara yang mungkin bisa dilakukan, antara lain :
    1. Untuk jangka pendek : Di beberapa danau, para ilmuwan telah mencoba mencegah terjadinya akibat hujan asam dengan cara menambahkan kapur, begitupun dengan cara petani yaitu menebarkan kapur di ladang mereka jika tanahnya terlalu asam. Hal ini mungkin akan membantu sementara. Namun, dengan menyebarkan kapur ke dalam danau itu biayanya mahal, sedangakn danau yang perlu dilayani jumlahnya beribu-ribu. Lebih lanjut, mungkin hutan-hutan yang ada di bumi ini pertumbuhannya menjadi lambat akibat hujan asam tersebut, tetapi tidak mungkin bagi kita menebarkan kapur ke seluruh wilayah hutan.
    2. Untuk jangka panjang : Satu-satunya cara menghentikan kerusakan akibat ulah hujan asam adalah dengan menghentikan sumber-sumbernya. Akan tetapi, sumber-sumber itu banyak dan tersebar luas. Mengurangi pembuangan sulfur dioksida dari pusat tenaga listrik akan memakan biaya beratus-ratus juta dolar. Mengurangi pengeluaran nitrogen oksida dari mobil-mobil akan membutuhkan biaya beratus juta dolar juga. Banyak dari uang tersebut harus dibayar oleh para konsumen dalam bentuk harga listrik dan harga mobil yang lebih mahal.
    3. Namun, hal yang paling jitu adalah berangkat dari kesadaran diri kita sendiri yaitu dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan penggunaan bahan bakar fosil untuk kegiatan yang tidak perlu, misalnya kita ingin bepergian ke tempat yang dekat dengan rumah kita, sebaiknya kita berjalan kaki atau bersepeda, itu lebih efektif daripada kita menggunakan kendaraan bermotor.

    XI AV 1 / ACHMAD RIZAL WAHYUDI / 8

    BalasHapus
  16. CARA MENANGGULANGI GLOBAL WARMING
    Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam menghadapi dampak global warming, antara lain sebagai berikut

    1.Berkomitmen untuk tidak henti-hentinya dalam memberikan penyadaran dan memotivasi setiap masyarakat di tingkat akar rumput melalui khutbah/ceramah/nasehat agama serta acara-acara adat dan tradisi dan forum-forum lain di tingkat akar rumput dengan mengkampanyekan serta memberi contoh kepada umatnya untuk hidup bersih, sederhana, peduli lingkungan, menggunakan energi-energi alternatif, menanam pohon di lingkungannya, melakukan penghemat pemakaian bahan bakar fosil dan kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat memberikan perlindungan bumi dari pemanasan global sebagai bagian dari ajaran penting agama dan kearifan lokal.

    2.Meneguhkan komitmen untuk menjalin relasi dengan tokoh-tokoh agama dari negara lain untuk menuntut negara yang bersangkutan agar secara serius mengatasi dan mengantisipasi perubahan iklim global.

    3.Mendesak masyarakat International untuk melakukan koreksi mendasar terhadap tatanan ekonomi global yang kapitalistik sebagai pemicu terjadinya pemanasan global.

    4.Menuntut para pelaku ekonomi dunia sebagai pelaku perusakan alam Indonesia dan negara-negara industiri (industrial countries), khususnya Amerika Serikat dan Australia, untuk segera melakukan pemotongan secara besar-besaran (deeper cut) emisi gas rumah kaca, karena secara empiris 85% dari emisi dunia berasal dari negara-negara maju tersebut.

    5.Meminta pertanggungjawaban negara maju untuk memberikan kompensasi bagi negara-negara berkembang sebagai bentuk hibah untuk memperbaiki ekologi yang sekian ratus tahun telah mengeksploitasi sumber daya alam untuk kepentingan konsumsi negara maju sehingga menyebabkan negara berkembang mengalami kerusakan ekologi.

    6.Meminta kepada pemerintah untuk secara sungguh-sungguh berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan mengoreksi secara mendasar paradigma kebijakan pembangunan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai aspek lingkungan. Meninjau ulang peraturan perundang-undangan yang tidak mendukung kegiatan pelestarian lingkungan hidup. Ketegasan sikap pemerintah dalam penegakan hukum khususnya dalam menindak secara tegas serta menghukum seberat-beratnya para pelaku illegal logging dan para perusak lingkungan lainnya serta aparat yang terindikasi melakukan konspirasi bagi terjadinya illegal logging dan perusakan lingkungan lainnya.

    7.Mendorong kepada Pemerintah dan institusi pendidikan untuk memasukkan materi lingkungan hidup dan kearifan lokal kedalam kurikulum pendidikan pada setiap satuan pendidikan formal dan non-formal.


    XI AV 1 / ACHMAD RIZAL WAHYUDI / 8

    BalasHapus
  17. 1 . dampak dari hujan asam yaitu terjadinya hujan asam harus diwaspadai karena dampak yang ditimbulkan bersifat global dan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. hujan asam memiliki dampak tidak hanya pada lingkungan biotik, namun juga pada lingkungan abiotik, antara lain :
    a . DANAU : kelebihan zat asam pada danau akan mengakibatkan sedikitnya species yang bertahan.

    b . TUMBUHAN DAN HEWAN : hujan sasm yang larut bersama nutrisi di dalam tanah akan menyapu kandungan tersebut sebelum pohon pohon menggunakannya untuk tubuh. sebagaimana tumbuhan, hewan juga memiliki ambang toleransi terhadap hujan asam. spesies hewan tanah yang mikroskopis akan akan langsung mati apabila pH tanah minengkat karena sifat hewan tsb sangat spesifik dan rentan terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim.

    c . KESEHATAN MANUSIA : hujan asam akan berdampak pada kesehatan manusia, termasuk faktor kepekaan seseorang. terutama pada orang lanjut usia, dan balita.

    d . KOROSI : hujan asam akan akan mempercepat proses pengaratan .

    2 . solusi yang didapat yaitu :
    a . menerapkan sistem tanam seribu pohon
    b . menggunakan kendaraan umum agar mengurangi polusi udara
    c . tidak menggunakan barang yang terbuat dari plastik
    d . menggunakan kendaraa yang sudah lolos uji emisi.


    XI AV 1 / FERDIAN HARDIYANTO / 28

    BalasHapus
  18. JAWABAN

    1. dampak pemanasan global antara lain : iklim mulai tidak stabil, peningkatan permukaan air laut, suhu global cenderung meningkat, gangguan ekologis, dampak sosial dan politik.
    dampak hujan asam antara lain : dapat mengganggu keseimbangan dalam ekosistem. Disamping mengganggu lingkungan biotik,hujan asam juga mengganggu lingkungan abiotik
    2. solusinya menurut saya adalah, dengan kita mengurangi takaran energi yang biasa kita pakai,terutama energi yang telah terbuang sia", dan dengan memperbaiki sumber energi kita yang rusak atau dengan membuat bibit" baru untuk membuat sebuah energi dengan cara ramah lingkungan.

    YUDHISTIRA ANANTO PUTRA/XII GB3/23

    BalasHapus
  19. 1. DAMPAK HUJAN ASAM:

    Terjadinya hujan asam harus diwaspadai karena dampak yang ditimbulkan bersifat global dan dapat menggangu keseimbangan ekosistem. Hujan asam memiliki dampak tidak hanya pada lingkungan biotik, namun juga pada lingkungan abiotik, antara lain :

    Danau
    Kelebihan zat asam pada danau akan mengakibatkan sedikitnya species yang bertahan. Jenis Plankton dan invertebrate merupakan mahkluk yang paling pertama mati akibat pengaruh pengasaman. Apa yang terjadi jika didanau memiliki pH dibawah 5, lebih dari 75 % dari spesies ikan akan hilang (Anonim, 2002). Ini disebabkan oleh pengaruh rantai makanan, yang secara signifikan berdampak pada keberlangsungan suatu ekosistem. Tidak semua danau yang terkena hujan asam akan menjadi pengasaman, dimana telah ditemukan jenis batuan dan tanah yang dapat membantu menetralkan keasaman.

    Tumbuhan dan Hewan
    Hujan asam yang larut bersama nutrisi didalam tanah akan menyapu kandungan tersebut sebelum pohon-pohon dapat menggunakannya untuk tumbuh. Serta akan melepaskan zat kimia beracun seperti aluminium, yang akan bercampur didalam nutrisi. Sehingga apabila nutrisi ini dimakan oleh tumbuhan akan menghambat pertumbuhan dan mempercepat daun berguguran, selebihnya pohon-pohon akan terserang penyakit, kekeringan dan mati. Seperti halnya danau, Hutan juga mempunyai kemampuan untuk menetralisir hujan asam dengan jenis batuan dan tanah yang dapat mengurangi tingkat keasaman.
    Pencemaran udara telah menghambat fotosintesis dan immobilisasi hasil fotosintesis dengan pembentukan metabolit sekunder yang potensial beracun. Sebagai akibatnya akar kekurangan energi, karena hasil fotosintesis tertahan di tajuk. Sebaliknya tahuk mengakumulasikan zat yang potensial beracun tersebut. Dengan demikian pertumbuhan akar dan mikoriza terhambat sedangkan daunpun menjadi rontok. Pohon menjadi lemah dan mudah terserang penyakit dan hama.
    Penurunan pH tanah akibat deposisi asam juga menyebabkan terlepasnya aluminium dari tanah dan menimbulkan keracunan. Akar yang halus akan mengalami nekrosis sehingga penyerapan hara dan iar terhambat. Hal ini menyebabkan pohon kekurangan air dan hara serta akhirnya mati. Hanya tumbuhan tertentu yang dapat bertahan hidup pada daerah tersebut, hal ini akan berakibat pada hilangnya beberapa spesies. Ini juga berarti bahwa keragaman hayati tamanan juga semakin menurun.

    Kadar SO2 yang tinggi di hutan menyebabkan noda putih atau coklat pada permukaan daun, jika hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan kematian tumbuhan tersebut. Menurut Soemarmoto (1992), dari analisis daun yang terkena deposisi asam menunjukkan kadar magnesium yang rendah. Sedangkan magnesium merupakan salah satu nutrisi assensial bagi tanaman. Kekurangan magnesium disebabkan oleh pencucian magnesium dari tanah karena pH yang rendah dan kerusakan daun meyebabkan pencucian magnesium di daun.

    Sebagaimana tumbuhan, hewan juga memiliki ambang toleransi terhadap hujan asam. Spesies hewan tanah yang mikroskopis akan langsung mati saat pH tanah meningkat karena sifat hewan mikroskopis adalah sangat spesifik dan rentan terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim. Spesies hewan yang lain juga akan terancam karena jumlah produsen (tumbuhan) semakin sedikit. Berbagai penyakit juga akan terjadi pada hewan karena kulitnya terkena air dengan keasaman tinggi. Hal ini jelas akan menyebabkan kepunahan spesies.



    abdul wachid/XI AV-1/02

    BalasHapus
  20. 2. sulusi untuk hujan asam :

    Usaha untuk mengendalikan deposisi asam ialah menggunakan bahan bakar yang mengandung sedikit zat pencemae, menghindari terbentuknya zat pencemar saar terjadinya pembakaran, menangkap zat pencemar dari gas buangan dan penghematan energi.
    a. Bahan Bakar Dengan kandungan Belerang Rendah
    Kandungan belerang dalam bahan bakar bervariasi. Masalahnya ialah sampai saat ini Indonesia sangat tergantung dengan minyak bumi dan batubara, sedangkan minyak bumi merupakan sumber bahan bakar dengan kandungan belerang yang tinggi.
    Penggunaan gas asalm akan mengurangi emisi zat pembentuk asam, akan tetapi kebocoran gas ini dapat menambah emisi metan. Usaha lain yaitu dengan menggunakan bahan bakar non-belerang misalnya metanol, etanol dan hidrogen. Akan tetapi penggantian jenis bahan bakar ini haruslah dilakukan dengan hati-hati, jika tidak akan menimbulkan masalah yang lain. Misalnya pembakaran metanol menghasilkan dua sampai lima kali formaldehide daripada pembakaran bensin. Zat ini mempunyai sifat karsinogenik (pemicu kanker).

    b. Mengurangi kandungan Belerang sebelum Pembakaran
    Kadar belarang dalam bahan bakar dapat dikurangi dengan menggunakan teknologi tertentu. Dalam proses produksi, misalnya batubara, batubara diasanya dicuci untukk membersihkan batubara dari pasir, tanah dan kotoran lain, serta mengurangi kadar belerang yang berupa pirit (belerang dalam bentuk besi sulfida( sampai 50-90% (Soemarwoto, 1992).

    c. pengendalian Pencemaran Selama Pembakaran
    Beberapa teknologi untuk mengurangi emisi SO2 dan Nox pada waktu pembakaran telah dikembangkan. Slah satu teknologi ialah lime injection in multiple burners (LIMB). Dengan teknologi ini, emisi SO2 dapat dikurangi sampai 80% dan NOx 50%.

    Caranya dengan menginjeksikan kapur dalam dapur pembakaran dan suhu pembakaran diturunkan dengan alat pembakar khusus. Kapur akan bereaksi dengan belerang dan membentuk gipsum (kalsium sulfat dihidrat). Penuruna suhu mengakibatkan penurunan pembentukan Nox baik dari nitrogen yang ada dalam bahan bakar maupun dari nitrogen udara.

    Pemisahan polutan dapat dilakukan menggunakan penyerap batu kapur atau Ca(OH)2. Gas buang dari cerobong dimasukkan ke dalam fasilitas FGD. Ke dalam alat ini kemudian disemprotkan udara sehingga SO2 dalam gas buang teroksidasi oleh oksigen menjadi SO3. Gas buang selanjutnya "didinginkan" dengan air, sehingga SO3 bereaksi dengan air (H2O) membentuk asam sulfat (H2SO4). Asam sulfat selanjutnya direaksikan dengan Ca(OH)2 sehingga diperoleh hasil pemisahan berupa gipsum (gypsum). Gas buang yang keluar dari sistem FGD sudah terbebas dari oksida sulfur. Hasil samping proses FGD disebut gipsum sintetis karena memiliki senyawa kimia yang sama dengan gipsum alam.

    d. Pengendalian Setelah Pembakaran
    Zat pencemar juga dapat dikurangi dengan gas ilmiah hasil pembakaran. Teknologi yang sudah banyak dipakai ialah fle gas desulfurization (FGD) (Akhadi, 2000. Prinsip teknologi ini ialah untuk mengikat SO2 di dalam gas limbah di cerobong asap dengan absorben, yang disebut scubbing (Sudrajad, 2006). Dengan cara ini 70-95% SO2 yang terbentuk dapat diikat. Kerugian dari cara ini ialah terbentuknya limbah. Akan tetapi limbah itu dapat pula diubah menjadi gipsum yang dapat digunakan dalam berbagai industri. Cara lain ialah dengan menggunakan amonia sebagai zat pengikatnya sehingga limbah yang dihasilkan dapat dipergunakan sebagi pupuk.

    abdul wachid/XI AV-1/02

    BalasHapus
  21. 1. Dampak pemanasan global

    Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia.

    Iklim Mulai Tidak Stabil

    Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.

    Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini)[29]. Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.
    [sunting]
    Peningkatan permukaan laut

    Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.

    Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.

    Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.

    Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.


    abdul wachid/XI AV-1/02

    BalasHapus
  22. 2. solusi untuk pemanasan global :

    Konsumsi total bahan bakar fosil di dunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan. Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan.

    Kerusakan yang parah dapat diatasi dengan berbagai cara. Daerah pantai dapat dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Cara lainnya, pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi. Beberapa negara, seperti Amerika Serikat, dapat menyelamatkan tumbuhan dan hewan dengan tetap menjaga koridor (jalur) habitatnya, mengosongkan tanah yang belum dibangun dari selatan ke utara. Spesies-spesies dapat secara perlahan-lahan berpindah sepanjang koridor ini untuk menuju ke habitat yang lebih dingin.
    Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.
    [sunting]
    Menghilangkan karbon

    Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.

    Gas karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat Enhanced Oil Recovery). Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, di mana karbon dioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.

    Salah satu sumber penyumbang karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. Pada saat itu, batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbon dioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbon dioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbon dioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbon dioksida sama sekali.

    abdul wachid/XI AV-1/02

    BalasHapus
  23. 1.a.dampak hujan asam
    Kesehatan Manusia

    Dampak deposisi asam terhadap kesehatan telah banyak diteliti, namun belum ada yang nyata berhubungan langsung dengan pencemaran udara khususnya oleh senyawa Nox dan SO2. Kesulitan yang dihadapi dkarenakan banyaknya faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang, termasuk faktor kepekaan seseorang terhadap pencemaran yang terjadi. Misalnya balita, orang berusia lanjut, orang dengan status gizi buruk relatif lebih rentan terhadap pencemaran udara dibandingkan dengan orang yang sehat.

    Berdasarkan hasil penelitian, sulphur dioxide yang dihasilkan oleh hujan asam juga dapat bereaksi secara kimia didalam udara, dengan terbentuknya partikel halus suphate, yang mana partikel halus ini akan mengikat dalam paru-paru yang akan menyebabkan penyakit pernapasan. Selain itu juga dapat mempertinggi resiko terkena kanker kulit karena senyawa sulfat dan nitrat mengalami kontak langsung dengan kulit.

    Korosi

    Hujan asam juga dapat mempercepat proses pengkaratan dari beberapa material seperti batu kapur, pasirbesi, marmer, batu pada diding beton serta logam. Ancaman serius juga dapat terjadi pada bagunan tua serta monument termasuk candi dan patung. Hujan asam dapat merusak batuan sebab akan melarutkan kalsium karbonat, meninggalkan kristal pada batuan yang telah menguap. Seperti halnya sifat kristal semakin banyak akan merusak batuan.

    Bangunan
    Deposisi asam baik basah maupun kering dapat merusak bangunan, patung, kendaraan bermotor dan benda yang terbuat dari batu, logam atau material lain bila diletekkan diarea terbuka untuk waktu yang lama. Kerusakan akibat korosi ini terbilang mahal apalagi bila terjadi pada kota-kota bersejarah. Kuil-kuil di Athena, Yunani dan Taj Majal di India kini mulai rusak akibat polusi asam.

    Pertanian

    Sebagian besar pertanian tidak terkena dampak yang signifikan dari deposisi asam. Bagian tanah pada lahan pertanian bahkan mampu untuk menyerap dan menetralisir asam. Akan tetapi lahan pertanian pada dataran tinggi dan pegunungan dapat terkena dampak deposisi asam. Lapisan tanah yang tipis kurang mampu menetralisir asam. Petani dapat mencegah kerusakan tanaman dari asam dengan cara menambahkan serpihan batu kapur (limestone) untuk menetralisir asam. Atau bila sejumlah besar nutrisi telah hilang karena deposisi asam, petani dapat menambahkan pupuk yang kaya akan nutisi

    andre eka w./XIAV 1/16

    BalasHapus
  24. 1.bpemanasan global (Global Warming) memberi dampak pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pada bidang kesehatan. The Washington Post menggambarkannya dalam sebuah diagram yang menarik:

    perubahan cuaca dan lautan, pergeseran ekosistem dan degradasi lingkungan.

    Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

    Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

    Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

    BalasHapus
  25. 1b.pemanasan global (Global Warming) memberi dampak pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pada bidang kesehatan. The Washington Post menggambarkannya dalam sebuah diagram yang menarik:



    Pada gambar di atas, kita dapat melihat bagaimana pemanasan global akan mempengaruhi perubahan lingkungan seperti: perubahan cuaca dan lautan, pergeseran ekosistem dan degradasi lingkungan.

    Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

    Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

    Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

    andre eka w./XI AV 1/16

    BalasHapus
  26. 2.A.
    A. pengendalian Pencemaran Selama Pembakaran
    Beberapa teknologi untuk mengurangi emisi SO2 dan Nox pada waktu pembakaran telah dikembangkan. Slah satu teknologi ialah lime injection in multiple burners (LIMB). Dengan teknologi ini, emisi SO2 dapat dikurangi sampai 80% dan NOx 50%.

    Caranya dengan menginjeksikan kapur dalam dapur pembakaran dan suhu pembakaran diturunkan dengan alat pembakar khusus. Kapur akan bereaksi dengan belerang dan membentuk gipsum (kalsium sulfat dihidrat). Penuruna suhu mengakibatkan penurunan pembentukan Nox baik dari nitrogen yang ada dalam bahan bakar maupun dari nitrogen udara.

    Pemisahan polutan dapat dilakukan menggunakan penyerap batu kapur atau Ca(OH)2. Gas buang dari cerobong dimasukkan ke dalam fasilitas FGD. Ke dalam alat ini kemudian disemprotkan udara sehingga SO2 dalam gas buang teroksidasi oleh oksigen menjadi SO3. Gas buang selanjutnya "didinginkan" dengan air, sehingga SO3 bereaksi dengan air (H2O) membentuk asam sulfat (H2SO4). Asam sulfat selanjutnya direaksikan dengan Ca(OH)2 sehingga diperoleh hasil pemisahan berupa gipsum (gypsum). Gas buang yang keluar dari sistem FGD sudah terbebas dari oksida sulfur. Hasil samping proses FGD disebut gipsum sintetis karena memiliki senyawa kimia yang sama dengan gipsum alam.

    B. Pengendalian Setelah Pembakaran
    Zat pencemar juga dapat dikurangi dengan gas ilmiah hasil pembakaran. Teknologi yang sudah banyak dipakai ialah fle gas desulfurization (FGD) (Akhadi, 2000. Prinsip teknologi ini ialah untuk mengikat SO2 di dalam gas limbah di cerobong asap dengan absorben, yang disebut scubbing (Sudrajad, 2006). Dengan cara ini 70-95% SO2 yang terbentuk dapat diikat. Kerugian dari cara ini ialah terbentuknya limbah. Akan tetapi limbah itu dapat pula diubah menjadi gipsum yang dapat digunakan dalam berbagai industri. Cara lain ialah dengan menggunakan amonia sebagai zat pengikatnya sehingga limbah yang dihasilkan dapat dipergunakan sebagi pupuk.
    Selain dapat mengurangi sumber polutan penyebab hujan asam, gipsum yang dihasilkan melalui proses FGD ternyata juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, misal untuk bahan bangunan. Sebagai bahan bangunan, gipsum tampil dalam bentuk papan gipsum (gypsum boards) yang umumnya dipakai sebagai plafon atau langit-langit rumah (ceiling boards), dinding penyekat atau pemisah ruangan (partition boards) dan pelapis dinding (wall boards).

    Amerika Serikat merupakan negara perintis dalam memproduksi gipsum sintetis ini. Pabrik wallboard dari gipsum sintetis yang pertama di AS didirikan oleh Standard Gypsum LLC mulai November tahun 1997 lalu. Lokasi pabriknya berdekatan dengan stasiun pembangkit listrik Tennessee Valley Authority (TVA) di Cumberland yang berkapasitas 2600 megawatt.

    Produksi gipsum sintetis merupakan suatu terobosan yang mampu mengubah bahan buangan yang mencemari lingkungan menjadi suatu produk baru yang bernilai ekonomi. Sebagai bahan wallboard, gipsum sintetis yang diproduksi secara benar ternyata memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan gipsum yang diperoleh dari penambangan. Gipsum hasil proses FGD ini memiliki ukuran butiran yang seragam. Mengingat dampak positifnya cukup besar, tidak mustahil suatu saat nanti, setiap PLTU batu bara akan dilengkapi dengan pabrik gipsum sintetis.

    C. Mengaplikasikan prinsip 3R (Reuse, Recycle, Reduce)
    Hendaknya prinsip ini dijadikan landasan saat memproduksi suatu barang, dimana produk itu harus dapat digunakan kembali atau dapat didaur ulang sehingga jumlah sampah atau limbah yang dihasilkan dapat dikurangi. Teknologi yang digunakan juga harus diperhatikan, teknologi yang berpotensi mengeluarkan emisi hendaknya diganti dengan teknologi yang lebih baik dan bersifat ramah lingkungan. Hal ini juga berkaitan dengan perubahan gaya hidup, kita sering kali berlomba membeli kendaraan pribadi, padahal transportasilah yang merupakan penyebab tertinggi pencemaran udara. Oleh karena itu kita harus memenuhi kadar baku mutu emisi, baik di industri maupun transportasi.

    ANDRE EKA W./XI AV 1/16

    BalasHapus
  27. Pengendalian Pemanasan Global

    Konsumsi total bahan bakar fosil di dunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan.

    Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan.

    Kerusakan yang parah dapat diatasi dengan berbagai cara. Daerah pantai dapat dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Cara lainnya, pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi. Beberapa negara, seperti Amerika Serikat, dapat menyelamatkan tumbuhan dan hewan dengan tetap menjaga koridor (jalur) habitatnya, mengosongkan tanah yang belum dibangun dari selatan ke utara. Spesies-spesies dapat secara perlahan-lahan berpindah sepanjang koridor ini untuk menuju ke habitat yang lebih dingin.

    Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.
    Menghilangkan karbon

    Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbondioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbondioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.

    Gas karbondioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat Enhanced Oil Recovery). Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, di mana karbondioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.

    Salah satu sumber penyumbang karbondioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. Pada saat itu, batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbondioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbondioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbondioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbondioksida sama sekali.

    Jika Anda sayang anak cucu … kurangi konsumsi BBM

    ANDRE EKA W./XI AV 1/16

    BalasHapus
  28. DAMPAK HUJAN ASAM DAN PEMANASAN GLOBAL DAN BEBERAPA SOLUSINYA
    Dampak Hujan Asam pada lingkungan biotic&abiotik: Danau
    Kelebihan zat asam pada danau akan mengakibatkan sedikitnya species yang bertahan. Jenis Plankton dan invertebrate merupakan mahkluk yang paling pertama mati akibat pengaruh pengasaman. Apa yang terjadi jika didanau memiliki pH dibawah 5, lebih dari 75 % dari spesies ikan akan hilang.
    Tumbuhan dan Hewan
    Hujan asam yang larut bersama nutrisi didalam tanah akan menyapu kandungan tersebut sebelum pohon-pohon dapat menggunakannya untuk tumbuh. Serta akan melepaskan zat kimia beracun seperti aluminium, yang akan bercampur didalam nutrisi. Sehingga apabila nutrisi ini dimakan oleh tumbuhan akan menghambat pertumbuhan dan mempercepat daun berguguran. Kesehatan Manusia Dapat merusak paru-paru dan penyakit yang lain.
    Korosi
    Hujan asam juga dapat mempercepat proses pengkaratan dari beberapa material.
    Upaya Pengendalian Deposisi Asam a. Bahan Bakar Dengan kandungan Belerang Rendah

    b. Mengurangi kandungan Belerang sebelum Pembakaran
    c. pengendalian Pencemaran Selama Pembakaran
    d. Pengendalian Setelah Pembakaran
    e. Mengaplikasikan prinsip 3R (Reuse, Recycle, Reduce)
    DAMPAK PEMANASAN GLOBAL dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi :
    (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai,
    (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara
    (c) gangguan terhadap permukiman penduduk,
    (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian,
    Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut :
    (a) meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir,
    (b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove,
    (c) meluasnya intrusi air laut,
    (d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan
    SOLUSI DAN CARA UNTUK MENGURANGINYA
    1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. 2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
    3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
    4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
    5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
    6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
    7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
    8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
    9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
    10. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.



    Ahmad mukhlasin/XI AV 1/13

    BalasHapus
  29. DAMPAK HUJAN ASAM DAN PEMANASAN GLOBAL DAN BEBERAPA SOLUSINYA
    Dampak Hujan Asam pada lingkungan biotic&abiotik: Danau
    Kelebihan zat asam pada danau akan mengakibatkan sedikitnya species yang bertahan. Jenis Plankton dan invertebrate merupakan mahkluk yang paling pertama mati akibat pengaruh pengasaman. Apa yang terjadi jika didanau memiliki pH dibawah 5, lebih dari 75 % dari spesies ikan akan hilang.
    Tumbuhan dan Hewan
    Hujan asam yang larut bersama nutrisi didalam tanah akan menyapu kandungan tersebut sebelum pohon-pohon dapat menggunakannya untuk tumbuh. Serta akan melepaskan zat kimia beracun seperti aluminium, yang akan bercampur didalam nutrisi. Sehingga apabila nutrisi ini dimakan oleh tumbuhan akan menghambat pertumbuhan dan mempercepat daun berguguran.
    Kesehatan Manusia Dapat merusak paru-paru dan penyakit yang lain.
    Korosi
    Hujan asam juga dapat mempercepat proses pengkaratan dari beberapa material.
    Upaya Pengendalian Deposisi Asam a. Bahan Bakar Dengan kandungan Belerang Rendah

    b. Mengurangi kandungan Belerang sebelum Pembakaran
    c. pengendalian Pencemaran Selama Pembakaran
    d. Pengendalian Setelah Pembakaran
    e. Mengaplikasikan prinsip 3R (Reuse, Recycle, Reduce)
    DAMPAK PEMANASAN GLOBAL dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi :
    (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai,
    (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara
    (c) gangguan terhadap permukiman penduduk,
    (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian,
    Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut :
    (a) meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir,
    (b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove,
    (c) meluasnya intrusi air laut,
    (d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan
    SOLUSI DAN CARA UNTUK MENGURANGINYA
    1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. 2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
    3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
    4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
    5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
    6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
    7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
    8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
    9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
    10. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.



    Ahmad mukhlasin/XI AV 1/13

    BalasHapus
  30. DAMPAK HUJAN ASAM DAN PEMANASAN GLOBAL DAN BEBERAPA SOLUSINYA
    Dampak Hujan Asam pada lingkungan biotic&abiotik: Danau
    Kelebihan zat asam pada danau akan mengakibatkan sedikitnya species yang bertahan. Jenis Plankton dan invertebrate merupakan mahkluk yang paling pertama mati akibat pengaruh pengasaman. Apa yang terjadi jika didanau memiliki pH dibawah 5, lebih dari 75 % dari spesies ikan akan hilang.
    Tumbuhan dan Hewan
    Hujan asam yang larut bersama nutrisi didalam tanah akan menyapu kandungan tersebut sebelum pohon-pohon dapat menggunakannya untuk tumbuh. Serta akan melepaskan zat kimia beracun seperti aluminium, yang akan bercampur didalam nutrisi. Sehingga apabila nutrisi ini dimakan oleh tumbuhan akan menghambat pertumbuhan dan mempercepat daun berguguran. Kesehatan Manusia Dapat merusak paru-paru dan penyakit yang lain.
    Korosi
    Hujan asam juga dapat mempercepat proses pengkaratan dari beberapa material.
    Upaya Pengendalian Deposisi Asam a. Bahan Bakar Dengan kandungan Belerang Rendah

    b. Mengurangi kandungan Belerang sebelum Pembakaran
    c. pengendalian Pencemaran Selama Pembakaran
    d. Pengendalian Setelah Pembakaran
    e. Mengaplikasikan prinsip 3R (Reuse, Recycle, Reduce)
    DAMPAK PEMANASAN GLOBAL dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi :
    (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai,
    (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara
    (c) gangguan terhadap permukiman penduduk,
    (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian,
    Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut :
    (a) meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir,
    (b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove,
    (c) meluasnya intrusi air laut,
    (d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan
    SOLUSI DAN CARA UNTUK MENGURANGINYA
    1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. 2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
    3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
    4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
    5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
    6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
    7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
    8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
    9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
    10. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.



    Ahmad mukhlasin/XI AV 1/13

    BalasHapus
  31. DAMPAK HUJAN ASAM DAN PEMANASAN GLOBAL DAN BEBERAPA SOLUSINYA
    Dampak Hujan Asam pada lingkungan biotic&abiotik: Danau
    Kelebihan zat asam pada danau akan mengakibatkan sedikitnya species yang bertahan. Jenis Plankton dan invertebrate merupakan mahkluk yang paling pertama mati akibat pengaruh pengasaman. Apa yang terjadi jika didanau memiliki pH dibawah 5, lebih dari 75 % dari spesies ikan akan hilang.
    Tumbuhan dan Hewan
    Hujan asam yang larut bersama nutrisi didalam tanah akan menyapu kandungan tersebut sebelum pohon-pohon dapat menggunakannya untuk tumbuh. Serta akan melepaskan zat kimia beracun seperti aluminium, yang akan bercampur didalam nutrisi. Sehingga apabila nutrisi ini dimakan oleh tumbuhan akan menghambat pertumbuhan dan mempercepat daun berguguran. Kesehatan Manusia Dapat merusak paru-paru dan penyakit yang lain.
    Korosi
    Hujan asam juga dapat mempercepat proses pengkaratan dari beberapa material.
    Upaya Pengendalian Deposisi Asam a. Bahan Bakar Dengan kandungan Belerang Rendah

    b. Mengurangi kandungan Belerang sebelum Pembakaran
    c. pengendalian Pencemaran Selama Pembakaran
    d. Pengendalian Setelah Pembakaran
    e. Mengaplikasikan prinsip 3R (Reuse, Recycle, Reduce)
    DAMPAK PEMANASAN GLOBAL dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi :
    (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai,
    (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara
    (c) gangguan terhadap permukiman penduduk,
    (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian,
    Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut :
    (a) meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir,
    (b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove,
    (c) meluasnya intrusi air laut,
    (d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan
    SOLUSI DAN CARA UNTUK MENGURANGINYA
    1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. 2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
    3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
    4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
    5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
    6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
    7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
    8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
    9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
    10. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.



    Ahmad mukhlasin/XI AV 1/13

    BalasHapus
  32. -hujan asam akan merusak tanaman krn tingkat keasaman tanah&air tinggi,dapat mempengaruhi kualitas air permukaan,dan dapat melarutkan logam2 berat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah&permukaan,bersifat korosif sehingga dapat merusak material dan bangunan

    -pemanasan global akan terjadi dampak yang begitu besar,seperti pencairan es dikutub,sehingga permukaan air laut menjadi tinggi,terjadi perusakan siklus hidup flora dan fauna.

    -solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah itu semua adalah:
    1.yaitu dengan tidak menebangi hutan secara liar
    2.gunakan kendaraan umum untuk mengurangi polusi udara
    3.gunakan langkah penanaman 1000 pohon
    4.gunakan listrik sehemat mungkin
    5.say no to plastik
    6.tidak membuang sampah sembarangan
    7.menggunakan kendaraan yang sudah lolos uji emisi
    dengan begitu inyaALLAH kita dapat mencegah pemanasan global . . .
    Andika Setiawan/XI AV1/14

    BalasHapus
  33. Dampak Pemanasan Global
    Persediaan Pangan Terancam
    Kenaikan suhu udara 1-2ºC akan menyebabkan produktivitas sereal merosot di belahan Bumi bagian selatan. Kenaikan suhu udara di atas 4ºC akan menurunkan produksi pangan di seluruh dunia.
    Kesehatan Memburuk
    Kenaikan suhu udara di atas 1ºC akan mengancam kondisi kesehatan sebagai akibat kekurangan gizi, penyakit diare, penyakit karena infeksi, kekeringan, panas tinggi, dan sebab-sebab lain.
    Persediaan Air Menipis
    Kenaikan suhu hingga 1ºC akan mengurangi persediaan air dan meningkatkan kekeringan di beberapa wilayah ekuator. Kenaikan suhu di atas 1ºC akan menimbulkan banjir, kekeringan, erosi, dan kualitas air yang semakin menurun. Naiknya air laut akan memperluas pengasinan air tanah sehingga menurunkan persediaan air tawar bagi daerah-daerah di pesisir pantai. Ratusan juta orang akan menghadapi kekurangan air.
    Perpindahan Penduduk dan Konflik
    Stres yang disebabkan oleh meningkatnya kekeringan, kekurangan air, dan banjir di daerah aliran sungai maupun di pesisir pantai akan memaksa penduduk mencari tempat tinggal baru, baik itu di dalam negaranya sendiri maupun memasuki negara lain. Hal ini dapat memicu konflik dan ketegangan antara penduduk lama maupun baru.
    Kepunahan Spesies Daratan
    Kenaikan suhu hingga 1ºC akan merusak banyak ekosistem, seperti yang sudah mulai terlihat sekarang. Kenaikan suhu di atas 1ºC akan menyebabkan 20-30% spesies terancam punah. Kenaikan suhu di atas 4ºC akan menyebabkan kepunahan hampir semua spesies di seluruh dunia.
    Rusaknya Ekosistem Laut
    Kenaikan suhu hingga 1ºC akan meningkatkan pemutihan karang. Kenaikan suhu dari 1-2ºC akan menyebabkan sebagian besar karang mengalami pemutihan. Kenaikan suhu di atas 2ºC akan menyebabkan matinya terumbu karang secara besar-besaran.
    Rusaknya Ekosistem Air Tawar
    Beberapa danau telah menunjukkan penyusutan jumlah ikan dengan kenaikan suhu yang mulai berjalan mendekati 1ºC seperti sekarang ini. Sejumlah spesies yang biasa dijumpai di daerah hangat berpindah menuju daerah kutub. Kenaikan suhu dari 2ºC hingga 3ºC menyebabkan siklus hidrologis bertambah besar, lebih banyak kekeringan, dan juga banjir. Sementara itu, kepunahan banyak spesies air tawar, perubahan struktur danau secara besar-besaran, meningkatnya pengasaman danau dapat terjadi pada kenaikan suhu di atas 4ºC.
    Pengasaman Laut
    Pengasaman laut sudah mulai terjadi, dan akan semakin bertambah dengan naiknya konsentrasi CO2 di atmosfer.

    BalasHapus
  34. Dampak pemanasan global :
    Pelepasan Metana dan Karbondioksida
    Suhu yang semakin memanas akan menyebabkan pelepasan metana dan karbondioksida dari lapisan es kutub, tanah gambut, tanah rawa, dan laut.
    Mencairnya Lapisan Es Greenland
    Sekarang ini lapisan es di Kutub Utara sudah mulai mencair. Kenaikan suhu di atas 1ºC hingga 4ºC akan mencairkan sebagian besar es dan air laut akan naik setinggi 2-7 meter selama berabad-abad hingga ribuan tahun. Kenaikan suhu di atas 4ºC akan menyebabkan es mencair hampir seluruhnya.
    Mencairnya Lapisan Es Antartika Barat
    Hilangnya beting es di beberapa tempat pada kenaikan suhu hingga 1ºC sudah terlihat. Kenaikan suhu di atas 2ºC akan menyebabkan sebagian wilayah es Antartika Barat mencair dan air laut akan naik setinggi 1,5-5 meter selama berabad-abad hingga ribuan tahun.
    Angin Topan
    Angin topan kategori 4-5 akan meningkat dengan kenaikan suhu hingga 2ºC dan dampaknya akan semakin berat dengan naiknya air laut. Kenaikan suhu di atas 2ºC semakin meningkatkan intensitas angin topan dan banyak jiwa terancam.
    Banjir Bandang
    Banjir bandang di banyak tempat akan makin sering terjadi akibat meningkatnya intensitas hujan. Banjir juga akan semakin sering terjadi di daerah dataran rendah.
    Gelombang Panas
    Stres panas dan gelombang panas semakin meningkat dengan naiknya suhu hingga 2ºC. Di atas suhu 2ºC, frekuensi gelombang panas akan meningkat dengan cepat dan mengakibatkan kematian, gagal panen, matinya tunas baru pepohonan, kebakaran hutan, dan kerusakan ekosistem.
    Kekeringan
    Kenaikan suhu udara hingga 2ºC menyebabkan kekeringan semakin sering dijumpai. Diperkirakan frekuensi dan intensitas kekeringan di wilayah ekuator semakin meningkat. Sementara itu, kenaikan suhu udara di atas 2ºC, akan menyebabkan kekeringan ekstrim meningkat dari 1% menjadi 30%.
    Kebakaran
    Meningkatnya frekuensi dan intensitas kebakaran di banyak tempat, khususnya di tempat-tempat dimana kekeringan terjadi, pada suhu yang naik hingga 2ºC. Kenaikan suhu di atas 2ºC semakin menambah besar frekuensi dan intensitas kebakaran, khususnya di hutan-hutan dan tanah gambut di belahan bumi bagian utara setelah mencairnya lapisan es.

    BalasHapus
  35. Solusi yang bisa disarankan untuk pemanasan global yaitu :
    A. Saat Berkendara
    1. Kecil itu indah
    Jika Anda harus mengemudi, sebuah mobil yang kecil dan hemat bahan bakar akan menghasilkan polusi emisi yang lebih sedikit daripada sebuah mobil 4 x 4 yang boros bensin – dan juga ia lebih mudah dikendarai dengan cepat. Berhati-hatilah karena meski mobil berbahan bakar diesel cenderung menghasilkan lebih sedikit CO2, tapi mobil ini menghasilkan lebih banyak polusi lain yang memperburuk penyakit asma dan masalah kesehatan lainnya.
    2. Matikan mesin mobil ketika Anda akan berhenti lebih dari dua menit
    3. Sewalah sepeda sebagai ganti mobil jika Anda akan berjalan-jalan ke daerah terdekat
    4. Gantilah bahan bakar Anda
    Berbagai jenis mobil sekarang bisa menggunakan bahan bakar bio dengan sedikit atau tanpa harus mengganti mesin. Bahan bakar bio diproduksi dari biji-bijian, minyak lobak atau gula bit, dan dengan menggunakan bahan bakar bio ini akan menghasilkan emisi yang lebih rendah.
    5. Bepergian yang Ramah Lingkungan
    Cobalah untuk berjalan kaki, menggunakan telekonferensi untuk rapat, atau pergi bersama-sama dalam satu mobil. Bila memungkinkan, gunakan kendaraan yang menggunakan bahan bakar alternatif.
    B. Makanan dan Minuman
    1. Mendaur ulang aluminium
    2. Beli Makanan Organik
    Tanah organik menangkap dan menyimpan CO2 lebih besar dari pertanian konvensional. The Soil Association menambahkan bahwa produksi secara organik dapat mengurangi 26% CO2 yang disumbang oleh pertanian.
    3. Jadilah Vegetarian
    Memproduksi daging sarat CO2 dan metana dan membutuhkan banyak air. Hewan ternak seperti sapi atau kambing merupakan penghasil terbesar metana saat mereka mencerna makanan mereka. Food and Agriculture Organization (FAO) PBB menyebutkan produksi daging menyumbang 18% pemanasan global, lebih besar daripada sumbangan seluruh transportasi di dunia (13,5%).
    C. Di Rumah
    2. Matikan lampu Anda!
    Sebagai perbandingan, lampu yang dinyalakan sepanjang malam ketika kantor kosong dapat memboroskan energi yang setara dengan energi yang digunakan untuk memanaskan air sebanyak 1000 cangkir kopi.
    3. Belilah bola lampu yang hemat energi
    4. Buatlah agar semuanya terlihat alami
    5. Jagalah pintu lemari es dan pendingin agar selalu tertutup rapat
    Lemari es yang pintunya dibuka setiap menit akan menghabiskan tiga kali lebih banyak energi untuk membuat lemari es itu dingin kembali.
    6. Jangan meninggalkan mesin yang masih terpasang
    D. Di Tempat Kerja
    1. Kurangi penggunaan kertas kantor
    2. Matikan peralatan kantor di malam hari
    E. LINGKUNGAN
    1. Perluasan hutan
    Hal ini jelas sangat penting untuk menanggulangi pemanasan global karena tumbuhan dapat melakukan sintesa untuk merubah zat-zat yang menimbulkan pemanasan global di sekeliling kita untuk jadi zat-zat yang tidak mempunyai efek negatif lagi. Tentunya selain itu,dengan banyaknya hutan,maka penyerapan air hujan akan lebih baik dan dapat menurunkan suhu di permukaan bumi.
    2. Penggunaan teknologi yang maju.
    Seperti kita ketahui,di beberapa negara maju,telah digunakan teknologi maju untuk mengurangi pemanasan global,yang bersifat ramah lingkungan dan juga bermanfaat dalam kehidupan manusia.
    3. Mengurangi penggunaan energi secara berlebihan.
    Di samping karena emisi gas buang. Ada fakta lain yang berhubungan dengan pemanasan global,yakni penggunaan energi yang berlebihan,entah itu dari konsumsi pabrik,atau dari yang lain. Karena salah 1 efek samping penggunaan energi adalah zat-zat sisa yang bisa mengakibatkan efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Maka ayo kita hemat penggunaan energi dan mari kita menggunakan sumber energi alternatif,seperti solar cell,yang tentunya akan dapat membantu mengurangi pembuangan zat-zat sisa hasil yang berbahaya.

    BalasHapus
  36. Dampak Hujan/Deposisi Asam bagi lingkungan biotik dan abiotik :
    Danau
    Kelebihan zat asam pada danau akan mengakibatkan sedikitnya species yang bertahan. Jenis Plankton dan invertebrate merupakan mahkluk yang paling pertama mati akibat pengaruh pengasaman. Apa yang terjadi jika didanau memiliki pH dibawah 5, lebih dari 75 % dari spesies ikan akan hilang.
    Tumbuhan dan Hewan
    Penurunan pH tanah akibat deposisi asam juga menyebabkan terlepasnya aluminium dari tanah dan menimbulkan keracunan. Akar yang halus akan mengalami nekrosis sehingga penyerapan hara dan iar terhambat. Hal ini menyebabkan pohon kekurangan air dan hara serta akhirnya mati. Hanya tumbuhan tertentu yang dapat bertahan hidup pada daerah tersebut, hal ini akan berakibat pada hilangnya beberapa spesies. Ini juga berarti bahwa keragaman hayati tamanan juga semakin menurun
    Kadar SO2 yang tinggi di hutan menyebabkan noda putih atau coklat pada permukaan daun, jika hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan kematian tumbuhan tersebut. Menurut Soemarmoto (1992), dari analisis daun yang terkena deposisi asam menunjukkan kadar magnesium yang rendah. Sedangkan magnesium merupakan salah satu nutrisi assensial bagi tanaman. Kekurangan magnesium disebabkan oleh pencucian magnesium dari tanah karena pH yang rendah dan kerusakan daun meyebabkan pencucian magnesium di daun.
    Sebagaimana tumbuhan, hewan juga memiliki ambang toleransi terhadap hujan asam. Spesies hewan tanah yang mikroskopis akan langsung mati saat pH tanah meningkat karena sifat hewan mikroskopis adalah sangat spesifik dan rentan terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim. Spesies hewan yang lain juga akan terancam karena jumlah produsen (tumbuhan) semakin sedikit. Berbagai penyakit juga akan terjadi pada hewan karena kulitnya terkena air dengan keasaman tinggi. Hal ini jelas akan menyebabkan kepunahan spesies.
    Kesehatan Manusia
    Berdasarkan hasil penelitian, sulphur dioxide yang dihasilkan oleh hujan asam juga dapat bereaksi secara kimia didalam udara, dengan terbentuknya partikel halus suphate, yang mana partikel halus ini akan mengikat dalam paru-paru yang akan menyebabkan penyakit pernapasan. Selain itu juga dapat mempertinggi resiko terkena kanker kulit karena senyawa sulfat dan nitrat mengalami kontak langsung dengan kulit.
    Korosi
    Hujan asam juga dapat mempercepat proses pengkaratan dari beberapa material seperti batu kapur, pasirbesi, marmer, batu pada diding beton serta logam. Hujan asam dapat merusak batuan sebab akan melarutkan kalsium karbonat, meninggalkan kristal pada batuan yang telah menguap. Seperti halnya sifat kristal semakin banyak akan merusak batuan.

    BalasHapus
  37. Upaya Pengendalian Deposisi/Hujan Asam:

    a. Bahan Bakar Dengan kandungan Belerang Rendah
    Usaha lain yaitu dengan menggunakan bahan bakar non-belerang misalnya metanol, etanol dan hidrogen. Akan tetapi penggantian jenis bahan bakar ini haruslah dilakukan dengan hati-hati, jika tidak akan menimbulkan masalah yang lain. Misalnya pembakaran metanol menghasilkan dua sampai lima kali formaldehide daripada pembakaran bensin. Zat ini mempunyai sifat karsinogenik (pemicu kanker).

    b. Mengurangi kandungan Belerang sebelum Pembakaran
    Kadar belarang dalam bahan bakar dapat dikurangi dengan menggunakan teknologi tertentu. Dalam proses produksi, misalnya batubara, batubara diasanya dicuci untukk membersihkan batubara dari pasir, tanah dan kotoran lain, serta mengurangi kadar belerang yang berupa pirit (belerang dalam bentuk besi sulfida( sampai 50-90% (Soemarwoto, 1992).

    c. pengendalian Pencemaran Selama Pembakaran
    Beberapa teknologi untuk mengurangi emisi SO2 dan Nox pada waktu pembakaran telah dikembangkan. Slah satu teknologi ialah lime injection in multiple burners (LIMB). Dengan teknologi ini, emisi SO2 dapat dikurangi sampai 80% dan NOx 50%.

    d. Pengendalian Setelah Pembakaran
    Zat pencemar juga dapat dikurangi dengan gas ilmiah hasil pembakaran. Teknologi yang sudah banyak dipakai ialah fle gas desulfurization (FGD) (Akhadi, 2000. Prinsip teknologi ini ialah untuk mengikat SO2 di dalam gas limbah di cerobong asap dengan absorben, yang disebut scubbing (Sudrajad, 2006). Dengan cara ini 70-95% SO2 yang terbentuk dapat diikat. Kerugian dari cara ini ialah terbentuknya limbah. Akan tetapi limbah itu dapat pula diubah menjadi gipsum yang dapat digunakan dalam berbagai industri.
    d. Mengaplikasikan prinsip 3R (Reuse, Recycle, Reduce)

    BalasHapus
  38. posting komentar tgl 27 Februari 2010, dengan nama imam. Ket :
    XI AV-1/IMAM SURYADI/31

    BalasHapus
  39. hujan asam bersifat merusak dan menghambat pertumbuhan tanaman. Selain itu, kualitas air permukaan juga bisa menurun akibat hujan ini. Didalam tanah, hujan yang disebabkan oleh kadar SO2 dan NO2 yang berlebihan ini, juga dapat melarutkan logam-logam berat . Sedangkan dampaknya bagi tubuh manusia yaitu bersifat karsinogen sehingga dapat memicu terjadinya kanker dan keracunan, menimbulkan gatal-gatal atau bahkan kanker pada kulit manusia dan jika terkena tubuh kita, seperti mata dan sebagainya, kerusakan pun tidak bisa kita hindari.

    Pencemaran udara telah menghambat fotosintesis dan immobilisasi hasil fotosintesis dengan pembentukan metabolit sekunder yang potensial beracun. Sebagai akibatnya akar kekurangan energi, karena hasil fotosintesis tertahan di tajuk. Sebaliknya tahuk mengakumulasikan zat yang potensial beracun tersebut.

    Dengan demikian pertumbuhan akar dan mikoriza terhambat sedangkan daunpun menjadi rontok. Pohon menjadi lemah dan mudah terserang penyakit dan hama.
    Penurunan pH tanah akibat deposisi asam juga menyebabkan terlepasnya aluminium dari tanah dan menimbulkan keracunan. Akar yang halus akan mengalami nekrosis sehingga penyerapan hara dan iar terhambat. Hal ini menyebabkan pohon kekurangan air dan hara serta akhirnya mati. Hanya tumbuhan tertentu yang dapat bertahan hidup pada daerah tersebut, hal ini akan berakibat pada hilangnya beberapa spesies. Ini juga berarti bahwa keragaman hayati tamanan juga semakin menurun.


    pemanasan global akan terjadi dampak yang begitu besar,seperti pencairan es dikutub,sehingga permukaan air laut menjadi tinggi,terjadi perusakan siklus hidup flora dan fauna.
    dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.


    solusi:
    - tidak menebang pohon secara liar
    - tidak membangun gedung2 yang bertingkat
    tinggi/gedung pencakar langit
    - gunakan listrik sehemat mungkin
    - stop penggunaan ac
    - melakukan penanaman pohon sebanyak mungkin
    - melakukan uji emisi gas buang kendaraan
    bermotor
    - tdak menggunakan barang2 yang terbuat
    dari plastick
    - menerapkan sistem tanam seribu pohon
    - menggunakan kendaraan umum agar mengurangi polusi udara
    - tidak menggunakan barang yang terbuat dari plastik
    - menggunakan kendaraa yang sudah lolos uji emisi.

    BalasHapus
  40. hujan asam bersifat merusak dan menghambat pertumbuhan tanaman. Selain itu, kualitas air permukaan juga bisa menurun akibat hujan ini. Didalam tanah, hujan yang disebabkan oleh kadar SO2 dan NO2 yang berlebihan ini, juga dapat melarutkan logam-logam berat . Sedangkan dampaknya bagi tubuh manusia yaitu bersifat karsinogen sehingga dapat memicu terjadinya kanker dan keracunan, menimbulkan gatal-gatal atau bahkan kanker pada kulit manusia dan jika terkena tubuh kita, seperti mata dan sebagainya, kerusakan pun tidak bisa kita hindari.

    Pencemaran udara telah menghambat fotosintesis dan immobilisasi hasil fotosintesis dengan pembentukan metabolit sekunder yang potensial beracun. Sebagai akibatnya akar kekurangan energi, karena hasil fotosintesis tertahan di tajuk. Sebaliknya tahuk mengakumulasikan zat yang potensial beracun tersebut.

    Dengan demikian pertumbuhan akar dan mikoriza terhambat sedangkan daunpun menjadi rontok. Pohon menjadi lemah dan mudah terserang penyakit dan hama.
    Penurunan pH tanah akibat deposisi asam juga menyebabkan terlepasnya aluminium dari tanah dan menimbulkan keracunan. Akar yang halus akan mengalami nekrosis sehingga penyerapan hara dan iar terhambat. Hal ini menyebabkan pohon kekurangan air dan hara serta akhirnya mati. Hanya tumbuhan tertentu yang dapat bertahan hidup pada daerah tersebut, hal ini akan berakibat pada hilangnya beberapa spesies. Ini juga berarti bahwa keragaman hayati tamanan juga semakin menurun.


    pemanasan global akan terjadi dampak yang begitu besar,seperti pencairan es dikutub,sehingga permukaan air laut menjadi tinggi,terjadi perusakan siklus hidup flora dan fauna.
    dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.


    solusi:
    - tidak menebang pohon secara liar
    - tidak membangun gedung2 yang bertingkat
    tinggi/gedung pencakar langit
    - gunakan listrik sehemat mungkin
    - stop penggunaan ac
    - melakukan penanaman pohon sebanyak mungkin
    - melakukan uji emisi gas buang kendaraan
    bermotor
    - tdak menggunakan barang2 yang terbuat
    dari plastick
    - menerapkan sistem tanam seribu pohon
    - menggunakan kendaraan umum agar mengurangi polusi udara
    - tidak menggunakan barang yang terbuat dari plastik
    - menggunakan kendaraa yang sudah lolos uji emisi.

    DWI RUDI/XIAV1/24
    maaf tadi salah

    BalasHapus
  41. Dampak hujan asam adalah hujan asam akan merusak tanaman,hujan asam mempengaruhi kualitas air permukaan,hujan asam dapat melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan,hujan asam bersifat korosif sehingga dapat merusak material dan bangunan.

    Dampak pemanasan global
    Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia. Dampak dari global warming tersebut antara lain :

    Suhu global cenderung meningkat
    Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.

    Pergeseran ekosistem
    Dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perbuhan ekosistem yang ekstreem ini. hal ini juga akan berdampak perubahan iklim (Climat change)yang bis berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan, DBD Kaitan dengan musim hujan tidak menentu)
    Iklim Mulai Tidak Stabil
    Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.

    -solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah itu semua adalah:
    1.yaitu dengan tidak menebangi hutan secara liar
    2.gunakan kendaraan umum untuk mengurangi polusi udara
    3.gunakan langkah penanaman 1000 pohon
    4.gunakan listrik sehemat mungkin
    5.say no to plastik
    6.tidak membuang sampah sembarangan
    7.menggunakan kendaraan yang sudah lolos uji emisi

    ACHMAD FUAD/11av1/05

    BalasHapus
  42. hujan asam bersifat merusak dan menghambat pertumbuhan tanaman. Selain itu, kualitas air permukaan juga bisa menurun akibat hujan ini. Didalam tanah, hujan yang disebabkan oleh kadar SO2 dan NO2 yang berlebihan ini, juga dapat melarutkan logam-logam berat . Sedangkan dampaknya bagi tubuh manusia yaitu bersifat karsinogen sehingga dapat memicu terjadinya kanker dan keracunan, menimbulkan gatal-gatal atau bahkan kanker pada kulit manusia dan jika terkena tubuh kita, seperti mata dan sebagainya, kerusakan pun tidak bisa kita hindari.

    Pencemaran udara telah menghambat fotosintesis dan immobilisasi hasil fotosintesis dengan pembentukan metabolit sekunder yang potensial beracun. Sebagai akibatnya akar kekurangan energi, karena hasil fotosintesis tertahan di tajuk. Sebaliknya tahuk mengakumulasikan zat yang potensial beracun tersebut.

    Dengan demikian pertumbuhan akar dan mikoriza terhambat sedangkan daunpun menjadi rontok. Pohon menjadi lemah dan mudah terserang penyakit dan hama.
    Penurunan pH tanah akibat deposisi asam juga menyebabkan terlepasnya aluminium dari tanah dan menimbulkan keracunan. Akar yang halus akan mengalami nekrosis sehingga penyerapan hara dan iar terhambat. Hal ini menyebabkan pohon kekurangan air dan hara serta akhirnya mati. Hanya tumbuhan tertentu yang dapat bertahan hidup pada daerah tersebut, hal ini akan berakibat pada hilangnya beberapa spesies. Ini juga berarti bahwa keragaman hayati tamanan juga semakin menurun.


    pemanasan global akan terjadi dampak yang begitu besar,seperti pencairan es dikutub,sehingga permukaan air laut menjadi tinggi,terjadi perusakan siklus hidup flora dan fauna.
    dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.


    solusi:
    - tidak menebang pohon secara liar
    - tidak membangun gedung2 yang bertingkat
    tinggi/gedung pencakar langit
    - gunakan listrik sehemat mungkin
    - melakukan sistim tebang pilih
    - melakukan uji emisi gas buang kendaraan
    bermotor
    - menerapkan sistem tanam seribu pohon
    - meminimalkan kendaraan bermotor agar mengurangi polusi udara
    - mengurangi pemakaian barang yang terbuat dari plastik
    - menggunakan kendaraan yang sudah menggunakan mesin yg mengeluarkan gas polutan yg minim.

    FAJAR ANDRIYAN/XI AV 1/26

    BalasHapus
  43. 1.a.dampak hujan asam
    Kesehatan Manusia

    Dampak deposisi asam terhadap kesehatan telah banyak diteliti, namun belum ada yang nyata berhubungan langsung dengan pencemaran udara khususnya oleh senyawa Nox dan SO2. Kesulitan yang dihadapi dkarenakan banyaknya faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang, termasuk faktor kepekaan seseorang terhadap pencemaran yang terjadi. Misalnya balita, orang berusia lanjut, orang dengan status gizi buruk relatif lebih rentan terhadap pencemaran udara dibandingkan dengan orang yang sehat.

    Berdasarkan hasil penelitian, sulphur dioxide yang dihasilkan oleh hujan asam juga dapat bereaksi secara kimia didalam udara, dengan terbentuknya partikel halus suphate, yang mana partikel halus ini akan mengikat dalam paru-paru yang akan menyebabkan penyakit pernapasan. Selain itu juga dapat mempertinggi resiko terkena kanker kulit karena senyawa sulfat dan nitrat mengalami kontak langsung dengan kulit.

    Korosi

    Hujan asam juga dapat mempercepat proses pengkaratan dari beberapa material seperti batu kapur, pasirbesi, marmer, batu pada diding beton serta logam. Ancaman serius juga dapat terjadi pada bagunan tua serta monument termasuk candi dan patung. Hujan asam dapat merusak batuan sebab akan melarutkan kalsium karbonat, meninggalkan kristal pada batuan yang telah menguap. Seperti halnya sifat kristal semakin banyak akan merusak batuan.

    Bangunan
    Deposisi asam baik basah maupun kering dapat merusak bangunan, patung, kendaraan bermotor dan benda yang terbuat dari batu, logam atau material lain bila diletekkan diarea terbuka untuk waktu yang lama. Kerusakan akibat korosi ini terbilang mahal apalagi bila terjadi pada kota-kota bersejarah. Kuil-kuil di Athena, Yunani dan Taj Majal di India kini mulai rusak akibat polusi asam.

    Pertanian

    Sebagian besar pertanian tidak terkena dampak yang signifikan dari deposisi asam. Bagian tanah pada lahan pertanian bahkan mampu untuk menyerap dan menetralisir asam. Akan tetapi lahan pertanian pada dataran tinggi dan pegunungan dapat terkena dampak deposisi asam. Lapisan tanah yang tipis kurang mampu menetralisir asam. Petani dapat mencegah kerusakan tanaman dari asam dengan cara menambahkan serpihan batu kapur (limestone) untuk menetralisir asam. Atau bila sejumlah besar nutrisi telah hilang karena deposisi asam, petani dapat menambahkan pupuk yang kaya akan nutisikonsumsi BBM

    BalasHapus
  44. achmad muchtasor./XIAV 1/06
    27 Februari 2010 18:05
    komet mengatakan...

    1.bpemanasan global (Global Warming) memberi dampak pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pada bidang kesehatan. The Washington Post menggambarkannya dalam sebuah diagram yang menarik:

    perubahan cuaca dan lautan, pergeseran ekosistem dan degradasi lingkungan.

    Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

    Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

    Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.
    21 Februari 2010 18:09
    komet mengatakan...

    1b.pemanasan global (Global Warming) memberi dampak pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pada bidang kesehatan. The Washington Post menggambarkannya dalam sebuah diagram yang menarik:



    Pada gambar di atas, kita dapat melihat bagaimana pemanasan global akan mempengaruhi perubahan lingkungan seperti: perubahan cuaca dan lautan, pergeseran ekosistem dan degradasi lingkungan.

    Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

    BalasHapus
  45. Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

    Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

    achmad n\muchtasor./XI AV 1/06
    27 Februari 2010 08:11
    komet mengatakan...

    2.A.
    A. pengendalian Pencemaran Selama Pembakaran
    Beberapa teknologi untuk mengurangi emisi SO2 dan Nox pada waktu pembakaran telah dikembangkan. Slah satu teknologi ialah lime injection in multiple burners (LIMB). Dengan teknologi ini, emisi SO2 dapat dikurangi sampai 80% dan NOx 50%.

    Caranya dengan menginjeksikan kapur dalam dapur pembakaran dan suhu pembakaran diturunkan dengan alat pembakar khusus. Kapur akan bereaksi dengan belerang dan membentuk gipsum (kalsium sulfat dihidrat). Penuruna suhu mengakibatkan penurunan pembentukan Nox baik dari nitrogen yang ada dalam bahan bakar maupun dari nitrogen udara.

    Pemisahan polutan dapat dilakukan menggunakan penyerap batu kapur atau Ca(OH)2. Gas buang dari cerobong dimasukkan ke dalam fasilitas FGD. Ke dalam alat ini kemudian disemprotkan udara sehingga SO2 dalam gas buang teroksidasi oleh oksigen menjadi SO3. Gas buang selanjutnya "didinginkan" dengan air, sehingga SO3 bereaksi dengan air (H2O) membentuk asam sulfat (H2SO4). Asam sulfat selanjutnya direaksikan dengan Ca(OH)2 sehingga diperoleh hasil pemisahan berupa gipsum (gypsum). Gas buang yang keluar dari sistem FGD sudah terbebas dari oksida sulfur. Hasil samping proses FGD disebut gipsum sintetis karena memiliki senyawa kimia yang sama dengan gipsum alam.

    BalasHapus
  46. B. Pengendalian Setelah Pembakaran
    Zat pencemar juga dapat dikurangi dengan gas ilmiah hasil pembakaran. Teknologi yang sudah banyak dipakai ialah fle gas desulfurization (FGD) (Akhadi, 2000. Prinsip teknologi ini ialah untuk mengikat SO2 di dalam gas limbah di cerobong asap dengan absorben, yang disebut scubbing (Sudrajad, 2006). Dengan cara ini 70-95% SO2 yang terbentuk dapat diikat. Kerugian dari cara ini ialah terbentuknya limbah. Akan tetapi limbah itu dapat pula diubah menjadi gipsum yang dapat digunakan dalam berbagai industri. Cara lain ialah dengan menggunakan amonia sebagai zat pengikatnya sehingga limbah yang dihasilkan dapat dipergunakan sebagi pupuk.
    Selain dapat mengurangi sumber polutan penyebab hujan asam, gipsum yang dihasilkan melalui proses FGD ternyata juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, misal untuk bahan bangunan. Sebagai bahan bangunan, gipsum tampil dalam bentuk papan gipsum (gypsum boards) yang umumnya dipakai sebagai plafon atau langit-langit rumah (ceiling boards), dinding penyekat atau pemisah ruangan (partition boards) dan pelapis dinding (wall boards).

    Amerika Serikat merupakan negara perintis dalam memproduksi gipsum sintetis ini. Pabrik wallboard dari gipsum sintetis yang pertama di AS didirikan oleh Standard Gypsum LLC mulai November tahun 1997 lalu. Lokasi pabriknya berdekatan dengan stasiun pembangkit listrik Tennessee Valley Authority (TVA) di Cumberland yang berkapasitas 2600 megawatt.

    Produksi gipsum sintetis merupakan suatu terobosan yang mampu mengubah bahan buangan yang mencemari lingkungan menjadi suatu produk baru yang bernilai ekonomi. Sebagai bahan wallboard, gipsum sintetis yang diproduksi secara benar ternyata memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan gipsum yang diperoleh dari penambangan. Gipsum hasil proses FGD ini memiliki ukuran butiran yang seragam. Mengingat dampak positifnya cukup besar, tidak mustahil suatu saat nanti, setiap PLTU batu bara akan dilengkapi dengan pabrik gipsum sintetis.

    C. Mengaplikasikan prinsip 3R (Reuse, Recycle, Reduce)
    Hendaknya prinsip ini dijadikan landasan saat memproduksi suatu barang, dimana produk itu harus dapat digunakan kembali atau dapat didaur ulang sehingga jumlah sampah atau limbah yang dihasilkan dapat dikurangi. Teknologi yang digunakan juga harus diperhatikan, teknologi yang berpotensi mengeluarkan emisi hendaknya diganti dengan teknologi yang lebih baik dan bersifat ramah lingkungan. Hal ini juga berkaitan dengan perubahan gaya hidup, kita sering kali berlomba membeli kendaraan pribadi, padahal transportasilah yang merupakan penyebab tertinggi pencemaran udara. Oleh karena itu kita harus memenuhi kadar baku mutu emisi, baik di industri maupun transportasi.

    BalasHapus
  47. achmad muchtasor./XI AV 1/06
    21 Februari 2010 18:14
    komet mengatakan...

    Pengendalian Pemanasan Global

    Konsumsi total bahan bakar fosil di dunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan.

    Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan.

    Kerusakan yang parah dapat diatasi dengan berbagai cara. Daerah pantai dapat dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Cara lainnya, pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi. Beberapa negara, seperti Amerika Serikat, dapat menyelamatkan tumbuhan dan hewan dengan tetap menjaga koridor (jalur) habitatnya, mengosongkan tanah yang belum dibangun dari selatan ke utara. Spesies-spesies dapat secara perlahan-lahan berpindah sepanjang koridor ini untuk menuju ke habitat yang lebih dingin.

    Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.
    Menghilangkan karbon

    Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbondioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbondioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.

    BalasHapus
  48. Gas karbondioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat Enhanced Oil Recovery). Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, di mana karbondioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.

    Salah satu sumber penyumbang karbondioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. Pada saat itu, batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbondioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbondioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbondioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbondioksida sama sekali.

    Jika Anda sayang anak cucu … kurangi konsumsi BBM

    BalasHapus
  49. 1.a.dampak hujan asam
    Kesehatan Manusia

    Dampak deposisi asam terhadap kesehatan telah banyak diteliti, namun belum ada yang nyata berhubungan langsung dengan pencemaran udara khususnya oleh senyawa Nox dan SO2. Kesulitan yang dihadapi dkarenakan banyaknya faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang, termasuk faktor kepekaan seseorang terhadap pencemaran yang terjadi. Misalnya balita, orang berusia lanjut, orang dengan status gizi buruk relatif lebih rentan terhadap pencemaran udara dibandingkan dengan orang yang sehat.

    Berdasarkan hasil penelitian, sulphur dioxide yang dihasilkan oleh hujan asam juga dapat bereaksi secara kimia didalam udara, dengan terbentuknya partikel halus suphate, yang mana partikel halus ini akan mengikat dalam paru-paru yang akan menyebabkan penyakit pernapasan. Selain itu juga dapat mempertinggi resiko terkena kanker kulit karena senyawa sulfat dan nitrat mengalami kontak langsung dengan kulit.

    Korosi

    Hujan asam juga dapat mempercepat proses pengkaratan dari beberapa material seperti batu kapur, pasirbesi, marmer, batu pada diding beton serta logam. Ancaman serius juga dapat terjadi pada bagunan tua serta monument termasuk candi dan patung. Hujan asam dapat merusak batuan sebab akan melarutkan kalsium karbonat, meninggalkan kristal pada batuan yang telah menguap. Seperti halnya sifat kristal semakin banyak akan merusak batuan.

    Bangunan
    Deposisi asam baik basah maupun kering dapat merusak bangunan, patung, kendaraan bermotor dan benda yang terbuat dari batu, logam atau material lain bila diletekkan diarea terbuka untuk waktu yang lama. Kerusakan akibat korosi ini terbilang mahal apalagi bila terjadi pada kota-kota bersejarah. Kuil-kuil di Athena, Yunani dan Taj Majal di India kini mulai rusak akibat polusi asam.

    Pertanian

    Sebagian besar pertanian tidak terkena dampak yang signifikan dari deposisi asam. Bagian tanah pada lahan pertanian bahkan mampu untuk menyerap dan menetralisir asam. Akan tetapi lahan pertanian pada dataran tinggi dan pegunungan dapat terkena dampak deposisi asam. Lapisan tanah yang tipis kurang mampu menetralisir asam. Petani dapat mencegah kerusakan tanaman dari asam dengan cara menambahkan serpihan batu kapur (limestone) untuk menetralisir asam. Atau bila sejumlah besar nutrisi telah hilang karena deposisi asam, petani dapat menambahkan pupuk yang kaya akan nutisi


    jefri anggara/XI AV 1/32

    BalasHapus
  50. 1.bpemanasan global (Global Warming) memberi dampak pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pada bidang kesehatan. The Washington Post menggambarkannya dalam sebuah diagram yang menarik:

    perubahan cuaca dan lautan, pergeseran ekosistem dan degradasi lingkungan.

    Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

    Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

    Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

    jefri anggara/XI AV-1/32

    BalasHapus
  51. Dampak hujan asam adalah hujan asam akan merusak tanaman,hujan asam mempengaruhi kualitas air permukaan,hujan asam dapat melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan,hujan asam bersifat korosif sehingga dapat merusak material dan bangunan.

    1 . dampak dari hujan asam yaitu terjadinya hujan asam harus diwaspadai karena dampak yang ditimbulkan bersifat global dan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. hujan asam memiliki dampak tidak hanya pada lingkungan biotik, namun juga pada lingkungan abiotik, antara lain :
    a . DANAU : kelebihan zat asam pada danau akan mengakibatkan sedikitnya species yang bertahan.

    b . TUMBUHAN DAN HEWAN : hujan sasm yang larut bersama nutrisi di dalam tanah akan menyapu kandungan tersebut sebelum pohon pohon menggunakannya untuk tubuh. sebagaimana tumbuhan, hewan juga memiliki ambang toleransi terhadap hujan asam. spesies hewan tanah yang mikroskopis akan akan langsung mati apabila pH tanah minengkat karena sifat hewan tsb sangat spesifik dan rentan terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim.

    c . KESEHATAN MANUSIA : hujan asam akan berdampak pada kesehatan manusia, termasuk faktor kepekaan seseorang. terutama pada orang lanjut usia, dan balita.

    d . KOROSI : hujan asam akan akan mempercepat proses pengaratan .

    Dampak pemanasan global adalah terjadinya pencairan es di kutub sehingga permukan air laut menjadi tinggi,terjadinya perubahan iklim regional dan global, terjadinya perubahan siklus hidupflora dan fauna,Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

    SOLUSI:
    1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
    2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
    3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
    4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
    5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
    6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
    7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
    8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
    9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
    10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
    11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.

    EKA FIRMANSYAH/11AV1/25

    BalasHapus
  52. solusi dari pemanasan global
    Ada beberapa cara mudah yang bias kita lakukan, yaitu ;

    1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
    2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
    3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
    4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
    5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
    6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
    7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
    8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
    9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
    10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
    11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.
    sedangkan untuk pencegahan dampak hujan asam yaitu:
    Karena hujan asam berbahaya kita harus mencegahnya. caranya:

    1. Tidak berleihan menggunakan kendaraan yang mengeluarkan polusi
    2. Menyemprotkan kapur agar menetralkan hujan asam karena kapur bersifat basa bukan bersifat asam
    3. Tidak membuang sampah sembarangan dan menanam pohon (reboisasi)

    jefri anggara/XI AV-1/32

    BalasHapus
  53. 2. sulusi untuk hujan asam :

    Usaha untuk mengendalikan deposisi asam ialah menggunakan bahan bakar yang mengandung sedikit zat pencemae, menghindari terbentuknya zat pencemar saar terjadinya pembakaran, menangkap zat pencemar dari gas buangan dan penghematan energi.
    a. Bahan Bakar Dengan kandungan Belerang Rendah
    Kandungan belerang dalam bahan bakar bervariasi. Masalahnya ialah sampai saat ini Indonesia sangat tergantung dengan minyak bumi dan batubara, sedangkan minyak bumi merupakan sumber bahan bakar dengan kandungan belerang yang tinggi.
    Penggunaan gas asalm akan mengurangi emisi zat pembentuk asam, akan tetapi kebocoran gas ini dapat menambah emisi metan. Usaha lain yaitu dengan menggunakan bahan bakar non-belerang misalnya metanol, etanol dan hidrogen. Akan tetapi penggantian jenis bahan bakar ini haruslah dilakukan dengan hati-hati, jika tidak akan menimbulkan masalah yang lain. Misalnya pembakaran metanol menghasilkan dua sampai lima kali formaldehide daripada pembakaran bensin. Zat ini mempunyai sifat karsinogenik (pemicu kanker).

    b. Mengurangi kandungan Belerang sebelum Pembakaran
    Kadar belarang dalam bahan bakar dapat dikurangi dengan menggunakan teknologi tertentu. Dalam proses produksi, misalnya batubara, batubara diasanya dicuci untukk membersihkan batubara dari pasir, tanah dan kotoran lain, serta mengurangi kadar belerang yang berupa pirit (belerang dalam bentuk besi sulfida( sampai 50-90% (Soemarwoto, 1992).

    c. pengendalian Pencemaran Selama Pembakaran
    Beberapa teknologi untuk mengurangi emisi SO2 dan Nox pada waktu pembakaran telah dikembangkan. Slah satu teknologi ialah lime injection in multiple burners (LIMB). Dengan teknologi ini, emisi SO2 dapat dikurangi sampai 80% dan NOx 50%.

    Caranya dengan menginjeksikan kapur dalam dapur pembakaran dan suhu pembakaran diturunkan dengan alat pembakar khusus. Kapur akan bereaksi dengan belerang dan membentuk gipsum (kalsium sulfat dihidrat). Penuruna suhu mengakibatkan penurunan pembentukan Nox baik dari nitrogen yang ada dalam bahan bakar maupun dari nitrogen udara.

    Pemisahan polutan dapat dilakukan menggunakan penyerap batu kapur atau Ca(OH)2. Gas buang dari cerobong dimasukkan ke dalam fasilitas FGD. Ke dalam alat ini kemudian disemprotkan udara sehingga SO2 dalam gas buang teroksidasi oleh oksigen menjadi SO3. Gas buang selanjutnya "didinginkan" dengan air, sehingga SO3 bereaksi dengan air (H2O) membentuk asam sulfat (H2SO4). Asam sulfat selanjutnya direaksikan dengan Ca(OH)2 sehingga diperoleh hasil pemisahan berupa gipsum (gypsum). Gas buang yang keluar dari sistem FGD sudah terbebas dari oksida sulfur. Hasil samping proses FGD disebut gipsum sintetis karena memiliki senyawa kimia yang sama dengan gipsum alam.

    jefri anggara/XI AV-1/32

    BalasHapus
  54. Dampak pemanasan global :
    Pelepasan Metana dan Karbondioksida
    Suhu yang semakin memanas akan menyebabkan pelepasan metana dan karbondioksida dari lapisan es kutub, tanah gambut, tanah rawa, dan laut.
    Mencairnya Lapisan Es Greenland
    Sekarang ini lapisan es di Kutub Utara sudah mulai mencair. Kenaikan suhu di atas 1ºC hingga 4ºC akan mencairkan sebagian besar es dan air laut akan naik setinggi 2-7 meter selama berabad-abad hingga ribuan tahun. Kenaikan suhu di atas 4ºC akan menyebabkan es mencair hampir seluruhnya.
    Mencairnya Lapisan Es Antartika Barat
    Hilangnya beting es di beberapa tempat pada kenaikan suhu hingga 1ºC sudah terlihat. Kenaikan suhu di atas 2ºC akan menyebabkan sebagian wilayah es Antartika Barat mencair dan air laut akan naik setinggi 1,5-5 meter selama berabad-abad hingga ribuan tahun.
    Angin Topan
    Angin topan kategori 4-5 akan meningkat dengan kenaikan suhu hingga 2ºC dan dampaknya akan semakin berat dengan naiknya air laut. Kenaikan suhu di atas 2ºC semakin meningkatkan intensitas angin topan dan banyak jiwa terancam.
    Banjir Bandang
    Banjir bandang di banyak tempat akan makin sering terjadi akibat meningkatnya intensitas hujan. Banjir juga akan semakin sering terjadi di daerah dataran rendah.
    Gelombang Panas
    Stres panas dan gelombang panas semakin meningkat dengan naiknya suhu hingga 2ºC. Di atas suhu 2ºC, frekuensi gelombang panas akan meningkat dengan cepat dan mengakibatkan kematian, gagal panen, matinya tunas baru pepohonan, kebakaran hutan, dan kerusakan ekosistem.
    Kekeringan
    Kenaikan suhu udara hingga 2ºC menyebabkan kekeringan semakin sering dijumpai. Diperkirakan frekuensi dan intensitas kekeringan di wilayah ekuator semakin meningkat. Sementara itu, kenaikan suhu udara di atas 2ºC, akan menyebabkan kekeringan ekstrim meningkat dari 1% menjadi 30%.
    Kebakaran
    Meningkatnya frekuensi dan intensitas kebakaran di banyak tempat, khususnya di tempat-tempat dimana kekeringan terjadi, pada suhu yang naik hingga 2ºC. Kenaikan suhu di atas 2ºC semakin menambah besar frekuensi dan intensitas kebakaran, khususnya di hutan-hutan dan tanah gambut di belahan bumi bagian utara setelah mencairnya lapisan es.

    XI AV-1/Bahrudin/20

    BalasHapus
  55. hujan asam bersifat merusak dan menghambat pertumbuhan tanaman. Selain itu, kualitas air permukaan juga bisa menurun akibat hujan ini. Didalam tanah, hujan yang disebabkan oleh kadar SO2 dan NO2 yang berlebihan ini, juga dapat melarutkan logam-logam berat . Sedangkan dampaknya bagi tubuh manusia yaitu bersifat karsinogen sehingga dapat memicu terjadinya kanker dan keracunan, menimbulkan gatal-gatal atau bahkan kanker pada kulit manusia dan jika terkena tubuh kita, seperti mata dan sebagainya, kerusakan pun tidak bisa kita hindari.

    Pencemaran udara telah menghambat fotosintesis dan immobilisasi hasil fotosintesis dengan pembentukan metabolit sekunder yang potensial beracun. Sebagai akibatnya akar kekurangan energi, karena hasil fotosintesis tertahan di tajuk. Sebaliknya tahuk mengakumulasikan zat yang potensial beracun tersebut.

    Dengan demikian pertumbuhan akar dan mikoriza terhambat sedangkan daunpun menjadi rontok. Pohon menjadi lemah dan mudah terserang penyakit dan hama.
    Penurunan pH tanah akibat deposisi asam juga menyebabkan terlepasnya aluminium dari tanah dan menimbulkan keracunan. Akar yang halus akan mengalami nekrosis sehingga penyerapan hara dan iar terhambat. Hal ini menyebabkan pohon kekurangan air dan hara serta akhirnya mati. Hanya tumbuhan tertentu yang dapat bertahan hidup pada daerah tersebut, hal ini akan berakibat pada hilangnya beberapa spesies. Ini juga berarti bahwa keragaman hayati tamanan juga semakin menurun.


    pemanasan global akan terjadi dampak yang begitu besar,seperti pencairan es dikutub,sehingga permukaan air laut menjadi tinggi,terjadi perusakan siklus hidup flora dan fauna.
    dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.


    solusi:
    - tidak menebang pohon secara liar
    - tidak membangun gedung2 yang bertingkat
    tinggi/gedung pencakar langit
    - gunakan listrik sehemat mungkin
    - stop penggunaan ac
    - melakukan penanaman pohon sebanyak mungkin
    - melakukan uji emisi gas buang kendaraan
    bermotor
    - tdak menggunakan barang2 yang terbuat
    dari plastick
    - menerapkan sistem tanam seribu pohon
    - menggunakan kendaraan umum agar mengurangi polusi udara
    - tidak menggunakan barang yang terbuat dari plastik
    - menggunakan kendaraa yang sudah lolos uji emisi.

    XI AV-1/DWI ASKAH T./23

    BalasHapus
  56. 1.a.dampak hujan asam
    Kesehatan Manusia

    Dampak deposisi asam terhadap kesehatan telah banyak diteliti, namun belum ada yang nyata berhubungan langsung dengan pencemaran udara khususnya oleh senyawa Nox dan SO2. Kesulitan yang dihadapi dkarenakan banyaknya faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang, termasuk faktor kepekaan seseorang terhadap pencemaran yang terjadi. Misalnya balita, orang berusia lanjut, orang dengan status gizi buruk relatif lebih rentan terhadap pencemaran udara dibandingkan dengan orang yang sehat.

    Berdasarkan hasil penelitian, sulphur dioxide yang dihasilkan oleh hujan asam juga dapat bereaksi secara kimia didalam udara, dengan terbentuknya partikel halus suphate, yang mana partikel halus ini akan mengikat dalam paru-paru yang akan menyebabkan penyakit pernapasan. Selain itu juga dapat mempertinggi resiko terkena kanker kulit karena senyawa sulfat dan nitrat mengalami kontak langsung dengan kulit.

    Korosi

    Hujan asam juga dapat mempercepat proses pengkaratan dari beberapa material seperti batu kapur, pasirbesi, marmer, batu pada diding beton serta logam. Ancaman serius juga dapat terjadi pada bagunan tua serta monument termasuk candi dan patung. Hujan asam dapat merusak batuan sebab akan melarutkan kalsium karbonat, meninggalkan kristal pada batuan yang telah menguap. Seperti halnya sifat kristal semakin banyak akan merusak batuan.

    Bangunan
    Deposisi asam baik basah maupun kering dapat merusak bangunan, patung, kendaraan bermotor dan benda yang terbuat dari batu, logam atau material lain bila diletekkan diarea terbuka untuk waktu yang lama. Kerusakan akibat korosi ini terbilang mahal apalagi bila terjadi pada kota-kota bersejarah. Kuil-kuil di Athena, Yunani dan Taj Majal di India kini mulai rusak akibat polusi asam.

    Pertanian

    Sebagian besar pertanian tidak terkena dampak yang signifikan dari deposisi asam. Bagian tanah pada lahan pertanian bahkan mampu untuk menyerap dan menetralisir asam. Akan tetapi lahan pertanian pada dataran tinggi dan pegunungan dapat terkena dampak deposisi asam. Lapisan tanah yang tipis kurang mampu menetralisir asam. Petani dapat mencegah kerusakan tanaman dari asam dengan cara menambahkan serpihan batu kapur (limestone) untuk menetralisir asam. Atau bila sejumlah besar nutrisi telah hilang karena deposisi asam, petani dapat menambahkan pupuk yang kaya akan nutisikonsumsi BBM.

    XI AV-1/BAHRUDIN/20

    BalasHapus
  57. solusi PEMANASAN GLOBAL:
    - tidak menebang pohon secara liar
    - tidak membangun gedung2 yang bertingkat
    tinggi/gedung pencakar langit
    - gunakan listrik sehemat mungkin
    - melakukan sistim tebang pilih
    - melakukan uji emisi gas buang kendaraan
    bermotor
    - menerapkan sistem tanam seribu pohon
    - meminimalkan kendaraan bermotor agar mengurangi polusi udara
    - mengurangi pemakaian barang yang terbuat dari plastik
    - menggunakan kendaraan yang sudah menggunakan mesin yg mengeluarkan gas polutan yg minim.

    SOLUSI DAN CARA UNTUK MENGURANGI HUJAN ASAM
    1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. 2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
    3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
    4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
    5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
    6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
    7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
    8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
    9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
    10. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.

    BalasHapus
  58. Habib Ahmad. D2 Maret 2010 06.44

    A. DAMPAK HUJAN ASAM
    dampak hujan asam dapat dirasakan oleh lingkungan abiotik maupun biotik:
    *bagi lingkungan abiotik.
    1. Bagi tumbuhan, hujan asam bersifat merusak dan menghambat pertumbuhan tanaman. Selain itu, kualitas air permukaan juga bisa menurun akibat terkontaminasi oleh kandungan asam yang berlebih Didalam tanah, hujan yang disebabkan oleh kadar SO2 dan NO2 yang berlebihan ini, juga dapat melarutkan logam-logam berat .
    2. Sedangkan dampaknya bagi tubuh manusia yaitu bersifat karsinogen sehingga dapat memicu terjadinya kanker dan keracunan,kemudian juga dapat menyebabkan gatal - gatal pada kulit.
    *bagi lingkungan abiotik.
    1. seperti yang telah kita ketahui asm juga bersifat korosif, sehingga akan mempercepat pengkaratan benda yang mengandung bahan besi.
    2. hujan asam inipun juga dapat mengahcurkan bebatuan, sehingga dapat berdampak pada bangunan - bangunan yang banyak berdiri di kota.

    Adapun saran?solusi u/ mengurangi hujan asam:
    1. tidak menggunakan kendaraan bermotor apabila tidak benar - benar diperlukan (misalnya, saat bepergian dlm jarak yang dekat cukup dengan manggunakan sepeda ontel atau berjalan kaki)
    2. menggunakan kendaraan yang telah lolos uji emisi.
    3. kurangi menggunakan bahan bakar fosil, cari alternatif yang lain.

    B. DAMPAK PEMANASAN GOBAL

    1. pemanasan global (Global Warming) memberi dampak pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pada bidang kesehatan.
    perubahan cuaca dan lautan, pergeseran ekosistem dan degradasi lingkungan.
    2. Menngkatnya suhu di bumi, Suhu yang semakin memanas akan menyebabkan pelepasan metana dan karbondioksida dari lapisan es kutub, tanah gambut, tanah rawa, dan laut.
    Mencairnya lapisan - lapisan Es.
    Sekarang ini lapisan es di Kutub Utara sudah mulai mencair. Kenaikan suhu di atas 1ºC hingga 4ºC akan mencairkan sebagian besar es dan air laut akan naik setinggi 2-7 meter selama berabad-abad hingga ribuan tahun. Kenaikan suhu di atas 4ºC akan menyebabkan es mencair hampir seluruhnya.
    3. Iklim Mulai Tidak Stabil
    Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
    4. Peningkatan permukaan laut
    Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Suhu global cenderung meningkat

    cara untuk menaggulamgi pemanasan global:
    - tidak melakukan penebangan hutan secara liar,karena hutan merupakan paru- paru dunia yang dapat mengurangi polusi diudara.
    - tidak membakar sampah secara sembarangan terutama membakar sampah plastik.
    - menggunakan kendaraan bermotor seefisien dan seefektif mungkin.
    - menggunakn sistem tebang pilih.
    - Juga tidak membangun bangunan - bangunan atau gedung yang bertingkat

    HABIB AHMAD. D
    XI AV 1
    29

    BalasHapus
  59. A. DAMPAK HUJAN ASAM
    dampak hujan asam dapat dirasakan oleh lingkungan abiotik maupun biotik:
    *bagi lingkungan abiotik.
    1. Bagi tumbuhan, hujan asam bersifat merusak dan menghambat pertumbuhan tanaman. Selain itu, kualitas air permukaan juga bisa menurun akibat terkontaminasi oleh kandungan asam yang berlebih Didalam tanah, hujan yang disebabkan oleh kadar SO2 dan NO2 yang berlebihan ini, juga dapat melarutkan logam-logam berat .
    2. Sedangkan dampaknya bagi tubuh manusia yaitu bersifat karsinogen sehingga dapat memicu terjadinya kanker dan keracunan,kemudian juga dapat menyebabkan gatal - gatal pada kulit.
    *bagi lingkungan abiotik.
    1. seperti yang telah kita ketahui asm juga bersifat korosif, sehingga akan mempercepat pengkaratan benda yang mengandung bahan besi.
    2. hujan asam inipun juga dapat mengahcurkan bebatuan, sehingga dapat berdampak pada bangunan - bangunan yang banyak berdiri di kota.

    Adapun saran?solusi u/ mengurangi hujan asam:
    1. tidak menggunakan kendaraan bermotor apabila tidak benar - benar diperlukan (misalnya, saat bepergian dlm jarak yang dekat cukup dengan manggunakan sepeda ontel atau berjalan kaki)
    2. menggunakan kendaraan yang telah lolos uji emisi.
    3. kurangi menggunakan bahan bakar fosil, cari alternatif yang lain.

    B. DAMPAK PEMANASAN GOBAL

    1. pemanasan global (Global Warming) memberi dampak pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pada bidang kesehatan.
    perubahan cuaca dan lautan, pergeseran ekosistem dan degradasi lingkungan.
    2. Menngkatnya suhu di bumi, Suhu yang semakin memanas akan menyebabkan pelepasan metana dan karbondioksida dari lapisan es kutub, tanah gambut, tanah rawa, dan laut.
    Mencairnya lapisan - lapisan Es.
    Sekarang ini lapisan es di Kutub Utara sudah mulai mencair. Kenaikan suhu di atas 1ºC hingga 4ºC akan mencairkan sebagian besar es dan air laut akan naik setinggi 2-7 meter selama berabad-abad hingga ribuan tahun. Kenaikan suhu di atas 4ºC akan menyebabkan es mencair hampir seluruhnya.
    3. Iklim Mulai Tidak Stabil
    Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
    4. Peningkatan permukaan laut
    Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Suhu global cenderung meningkat

    cara untuk menaggulamgi pemanasan global:
    - tidak melakukan penebangan hutan secara liar,karena hutan merupakan paru- paru dunia yang dapat mengurangi polusi diudara.
    - tidak membakar sampah secara sembarangan terutama membakar sampah plastik.
    - menggunakan kendaraan bermotor seefisien dan seefektif mungkin.
    - menggunakn sistem tebang pilih.
    - Juga tidak membangun bangunan - bangunan atau gedung yang bertingkat


    ach.ridwan k p
    XI av 1
    007

    BalasHapus
  60. mhn maaf aku ga ikut kuisnya, tapi ambil ilmunya aja dari baca-baca postingan ini juga komentnya, makasih.

    BalasHapus