Senin, 07 September 2020

Obituari : Pak Krido Saptomo yang selalu hadir


Menjelang dhuhur tadi (7/9/2020) berita duka menghampiri warga RT 08 RW 02 Medokan Ayu dan Keluarga besar Jamaah Mushola As-Suyudi.

Adalah Bapak Krido Saptomo, warga gang VIa no 2a meninggal dunia di Rumah Sakit Premier Nginden. Padahal malam sebelumnya masih sempat bercakap-cakap dengan almarhum sepulang sholat berjamaah di musholah As-Suyudi. Begitu pula Shubuh tadi masih sempat ikut sholat berjamaah.

Beliau sosok yang istiqomah mengikuti sholat jamaah, kegiatan amaliyah rutinan, hingga perayaan hari besar Islam yang diadakan di mushola As-Suyudi.

Di tengah kerja bakti malam untuk meratakan jalan di bawah gapura gang VI

Begitupula dengan agenda sosial kampung, selalu membersamai dalam rapat warga, kerjabakti, hajatan warga, bahkan menjenguk warga yang sakit opname di rumah sakit, hingga takziyah mengantarkan jenazah warga ke pemakaman

Kanan Berkopyah - Jaring aspirasi bersama anggota dewan di masa reses via zoom

Sosok yang sebetulnya kaya dengan pengalaman, karena diskusinya selalu argumentatif seakan menguasai tema yang dibicarakan. Walau terkadang bisa melebar dari topik yang dibahas.

Saat komen di WA grup, tak jarang almarhum melontarkan joke-joke ringan (lelucon kata) untuk mengimbangi percakapan warga yang mulai menyengit atau emosional, sehingga menjadi penawar untuk cooling down sesaat.

Dalam kondisi fisik yang kurang sehat, almarhum mempunyai semangat hidup untuk bisa beraktivitas seperti warga pada umumnya, saat Rombongan ziaroh tiga bus di tahun 2017 ke makam Gus Dur, Troloyo, hingga Bung Karno dan kampung coklat di Blitar, beliau tidak mengeluh selama diperjalanan

Berbaju kuning

Kebersamaan kerja bakti saat membuat kandang ternak qurban Idul Adha tahun 2020 menjadi saksi "keperkasaan" almarhum, walaupun sebelumnya sempat opname di rumah sakit karena infeksi paru-paru dan hasil tiga kali tes swab yang negatif.

Kini takdir jualah yang memisahkan kebersamaan, namun almarhum telah menuliskan sejarah tersendiri di hati para warga, khususnya oleh takmir dan jamaah mushola As-Suyudi, karena saat kami mengambil persaksian sebelum sholat Ghoib, tentang :
  1. Apakah almarhum orang yang baik ? Jawabnya : Inggih
  2. Apakah almarhum orang yang aktif berjamaah ? Jawabnya : Inggih
  3. Apakah almarhum orang yang aktif dalam kegiatan sosial di RT 08 ? Jawabnya : Inggih
Dengan jawaban yang serentak dan serempak tersebut, semoga menjadi pengantar dalam menghadap yang Maha Kuasa dalam keadaan jiwa yang tenang - Muthmainnah

Semoga Almarhum ditempatkan dalam bagian dari taman-taman Surga-Nya.

Selasa, 25 Agustus 2020

Memori Tokoh Rungkut Kidul


Dari kiri :
  • KH. Muhadjir Yusuf Achmaturmudzi
  • KH. Misbach Hudin
  • KH. M. Thowil Huda
  • KH. Said Aqil Sirodj (PBNU)
  • H. Abdul Fatah
  • H. Achmad Yasak
Mendapati foto para tokoh NU Rungkut Kidul di era tahun 90-an, ingin rasanya menuliskan kisah tentang perjuangan beliau-beliau sesuai dengan kesanggupan pengamatan dan pengalaman yang pernah membersamainya.

KH. Muhadjir Yusuf Achmaturmudzi
Beliau berprofesi sebagai guru di SDI Wachid Hasyim dan juga sebagai guru PNS di Madrasah Ibtidaiyah Negeri, tempat tinggalnya di jalan Zamhuri sekaligus pengasuh dari Taman Pendidikan Al-Qur'an Kyai Syuhadak.

Alhamdulillah saya pernah mendapatkan keberkahan ilmu Fikih, Qur'an Hadits, Ke-Nu-an, dan Aswaja saat beliau mengajar di SDI Wachid Hasyim

Dalam pengabdian di NU Rungkut Kidul sebagai pengurus Tanfidziyah, beliaupun sering berkhutbah di masjid Al-Musthofa, sekaligus penasehat kepanitian zakat infaq dan shodaqoh khususnya di bulan Ramadhan. 

Pada suatu kesempatan setelah distribusi zakat fitrah di masjid, saya pernah dipanggil oleh beliau dan duduk berdua di salah satu serambi masjid (kebetulan saat itu, saya sebagai pengurus IPNU Rungkut Kidul yang bertugas menyediakan dan menjual paket zakat fitrah). beliau menyampaikan detail tentang pengelolaan zakat fitrah beserta prioritas asnaf yang perlu diberikan zakatnya. di akhir diskusi berdua tersebut, ada satu kalimat yang beliau terucap "ini semua saya sampaikan agar generasi muda mengetahui cara pengelolaan zakat fitrah". seakan itu sebuah pesan terakhir sebelum dalam tahun yang sama beliau berpulang ke Rahmatullah (Al-Fatichah) 

KH. Misbach Hudin
Baliau alumni dari Pesantren Tambak Beras Jombang, keilmuannya sering diajarkan pada jamaah di masjid Al-Musthofa pada pengajian rutin Ahad pagi bakda shubuh. begitupula khutbah sholat Jum'at mapun Iedain.

Domisili beliau dekat makam kembar di sisi timur, dengan memiliki toko peralatan rumah tangga yang buka setiap harinya. di samping rumah beliau berdiri Musholah Al- Hidayah 

Perjuangan beliau pernah menjadi Rois Syuriah NU Rungkut Kidul, juga menjadi Ketua Yastamaa' (Yayasan Ta'mirul Masjid Al-Musthofa) sebuah lembaga yang mengurusi pendidikan : TK. Wachid Hasyim, SDI Wachid Hasyim dan SMP Al-Wachid. 

Saat beliau menjadi Rois sekitar tahun 2005, bersamaan pula saya mendapatkan amanah sebagai Ketua PR IPNU Rungkut Kidul, pesan beliau adalah menghidupkan kembali kader - kader muda NU di Rungkut Kidul, yang sempat mengalami kevakuman sejak tahun 2001

Beliau wafat tahun 2016 dalam usia sekitar 55-an dan di makamkan di makam kembar Rungkut kidul sisi barat (Al-Fatichah)

KH. M. Thowil Huda
Tempat tinggal beliau di gang III berdekatan dengan Musholla Abdul Ghoni, dan merupakan purna tugas dari kepegawaian Departemen Agama.

Sebagai sesepuh Rungkut Kidul dan NU menjadikan beliau sebagai tempat rujukan dalam mengambil keputusan, khususnya terkait dengan keagamaan

Pengalaman yang sangat berkesan adalah saat beliau menegur keras, ketika kami menggabungkan acara IPNU dan organisasi remaja lain dalam pentas seni yang menampilkan gabungan sholawat, tari, dan band, serta gamelan. beliau beralasan bahwa IPNU memiliki marwah yang menempatkannya harus murni sesuai dengan amaliyah dan tradisi NU.

Sebagai kader yang harus sami'na wa atho'na kepada kyai, maka teguran tersebut kami terima dengan lapang  dada, dan menjadikan IPNU - IPPNU mereposisi tugas dan perannya sebagai organisasi kader yang berbasis pada sekolah naungan NU dan kemasjidan, dan menjadikan SMP Al-Wachid sebagai pilot project pengkaderan

Pembukaan Makesta di SMP Al-Wachid

Materi di dalam kelas

Orientasi lapangan bersama CBP
(Corps Brigade Pembangungan)

Pertemuan terakhir saat beliau sama-sama menghadiri acara akad nikah kerabat di masjid Al-Mustofa pada Jumat, 07 Agustus 2020, beliau didapuk sebagai pemimpin doa setelah akad nikah

Kyai berpeci putih

Semoga Allah senantiasa menganugerahkan kesehatan jasmani dan ruhani kepada beliau (Al - Fatichah)

H. Abdul Fatah
Tidak banyak yang bisa dituliskan, karena saat beliau menjadi Ketua Yastamaa saya masih menempuh pendidikan di SDI Wachid Hasyim

Hanya saja rekan satu leting pernah menyampaikan bahwa abah-nya merupakan ketua yayasan, sedangkan saya lulus SD pada tahun 1994

Semoga amal perjuangan beliau diterima di-Sisi Allah SWT (Al-Fatichah)

H. Achmad Yasak
Tempat tinggal beliau di gang II, saat saya mendapatkan amanah sebagai Ketua PR IPNU Rungkut Kidul tahun 2005, beliau adalah Ketua Tanfidziyah sekaligus Ketua Takmir Masjid Al-Musthofa Rungkut Kidul

Beliau memberikan banyak perhatian kepada IPNU - IPPNU yang baru merintis kembali, diantaranya : mempersilakan salah satu ruang masjid untuk menjadi sekretariat, membelikan seragam untuk petugas pengatur shof dan menertibkan anak-anak kecil saat sholat teraweh di masjid.

Beliau mengajarkan kemandirian organisasi dan taktikal wirausaha dengan meminjamkan modal usaha pengadaan beras zakat fitrah. rekan - rekan IPNU - IPPNU mengorganisir dari pembelian beras di toko Bima Putra, menimbang, mengantongi hingga menjualnya kepada para muzakki pada malam penerimaan zakat fitrah di masjid Al-Musthofa. bakda sholat Iedul Fitri pinjaman modal segera kami kembalikan dan laba penjualan masuk ke dalam kas IPNU - IPPNU.

Begitu pula dalam dukungannya saat mempersilakan ruang lantai dua masjid sebagai tempat pelatihan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta)


Sebelum wafat, beliau dirawat di RSI Jemursari, sempat membersamainya saat detik - detik terakhir di penghujung usia hingga beliau menghadap  ke Rahmatullah (Al-Fatichah)

Rasanya tidak bisa kami ungkapkan kepada para tokoh dan sesepuh NU yang telah membentuk karakter, membangkitkan jiwa, serta kesetiaan pada organisasi beserta dinamikanya. kecuali ucapan jazakumulloh khoiron katsiro.

Semoga kami bisa mewarisi semangat perjuangannya dalam mengemban amanah.

Oleh : Onny Fahamsyah
(terlahir dan dilahirkan kembali di Rungkut Kidul)


Rabu, 19 Agustus 2020

Memaknai Tahun Baru Islam


Saat sahabat Ali bin Abi Tholib mengusulkan penanggalan tahun baru Islam berdasarkan dimulainya hijrah Rasulullah dari Mekkah ke Yatsrib (Madinah), sesungguhnya memiliki makna kontekstual bahwa umat islam harus senantiasa berhijrah menuju yang lebih baik dalam setiap waktu yang dimiliki.

Tetapi, dipakainya kalender masehi yang secara jamak dalam kehidupan umum, menyebabkan pergeseran paradigma bagi golongan muta-akhirin.

Kalender masehi menempatkan pemakaiannya untuk urusan duniawi : pekerjaan, pendidikan, dan perencanaan hiburan. Sedangkan mengingat almanak hijriyah untuk penentuan kegiatan keagamaan, bahkan tidak jarang ada "gerutuan" bila menjelang Ramadhan datang, seakan puasa menyandera kebebasan dalam beraktivitas. Maka Kalender Hijriyah seperti berputar dalam konotasi yang negatif

Bagi yang menyandarkan bahwa kehidupan ini hanyalah untuk "numpang ngombe mung sediluk" maka memanfaatkan sisa umur  untuk bercocok tanam dalam  memperbanyak amal ibadah pastilah cocok dalam mengenali "musim" dan memahami isi kalender Hijriyah.

Sandaran dalam menentukan waktu sholat,  agenda rutin setiap pekan dengan nutrisi ruhani setiap Jum'at. Puasa serta amaliyah sunnah bulanan (puasa ayamubidh), durasi tahunan dalam Ramadhan dan ibadah haji seperti ladang amal yang silih berganti menu, membuat para "salikin" akan sangat menikmati lezatnya pengembaraan dalam menuju Allah dengan perasan kerinduannya.

Nilai esoteris - holistik yang terkandung dalam kalender Hijriyah perlu kiranya ditransformasikan kepada rekan - saudara sesama muslim, sehingga ketika setiap 1 Muharrom menjadi libur nasional, sepatutnya diisi dengan kegiatan monumental untuk menandai datangnya tahun baru Islam. Atau justru saking sibuknya lupa bahwa besok tanggal merah itu libur apa ?

Menyikapi kondisi yang penuh ujian sejak pandemi Covid-19, membutuhkan sentuhan hati sekaligus mempertebal semangat religi. Agar semuanya tetap bersandar pada kepasrahan kepada Allah SWT. Disamping mengisi ruang waktu dengan nilai-nilai kebajikan yang senantiasa diinduksikan kepada lingkungan sebagai bentuk komitmen bahwa "mari kita jalani bersama"

Peringatan tahun baru Islam, 1 Muharrom 1442 H memiliki makna yang harus digaungkan khususnya kepada masyarakat muslim. Karena sejatinya dengan kalender hijriyah tersebut, kita mampu merencanakan sedari awal tentang amal ibadah dalam kurun waktu setahun.

Begitu pun dengan remaja yang memasuki akil baligh, secara taklif harus siap menjalankan beban kwajiban agama, yang kepadanya pena malaikat Rakib - Atid sudah mulai mencatat buku amalannya.

Bagi anak kecil, dengan mengedukasi kegiatan tersebut sebagai pembelajaran "pedagogis" untuk menanamkan wawasan kognitif terstruktur, apalagi sejak belajar dari rumah secara "daring" maka momen tersebut sebagai bentuk kegiatan empiris di luar kelas.

Isi yang menjadi konten kegiatan, merupakan sunnah yang didalilkan secara shahih maupun qiyas yang bisa menjadi rujukan dalam beristinbat / mengambil dasar hukumnya. Sebut saja adzan yang dilakukan di titik - titik batas wilayah RT 08, merujuk pada Imam an-Nawawi menyebutkan dalam al-Minhaj terkait adzan-adzan di luar shalat yang disunnahkan, Disunnahkan adzan selain shalat, yaitu saat adzan untuk bayi yang baru lahir, orang yang sedang bersedih hati, orang yang menderita penyakit epilepsi, orang yang sedang marah, orang atau binatang yang memiliki perangai buruk, saat perang sedang berkecamuk, saat kebakaran, dan dikatakan juga menurunkan mayat pada liang kubur dengan mengqiyaskan saat awal terlahirnya ke dunia, namun aku (an-Nawawi) menententang kesunnahannya dalam syarh al-‘Ubaab; saat terdapat gangguan jin berdasarkan hadis yang shahih di dalamnya, juga Adzan dan iqamah dalam penyambutan musafir. Setidaknya dengan adzan yang dikumandangkan sebagai penyejuk gejolak hati yang bersedih dikarenakan wabah pandemi.

Maksud Perjalanan keliling dengan bermotor atau sepeda angin untuk tetap menjaga physical distancing, begitu pula dengan makna bertaaruf untuk menyampaikan makna tersirat bahwa kita saling mengunjungi wilayah warga, silaturahim kepada masyarakat sekitarnya, dan mempererat kekeluargaan.

Puncak esensi kegiatan adalah doa yang dimunajatkan kepada Allah SWT tentang keselamatan kampung, keselamatan warganya, keselamatan harta bendanya, sedangkan bagi ketakmiran juga mengemban fungsi untuk menyebarkan kesalehan sosial di tengah masyarakat.

Akhirnya, pemaknaan peringatan tahun baru islam merupakan perencanaan untuk meningkatkan produktivitas diri dalam kualitas beragama. bila mampu memperbanyak amal ibadah yang mendatangkan pahala; atau setidaknya mengurangi segala yang berpotensi menjadikan maksiyat dan dosa.

Medokan Ayu, 1-2 Muharrom 1442 H

Onny Fahamsyah
Bidang Dakwah dan Pendidikan
Ketakmiran Musholah As-Suyudi


Janduman : mengulik masa lalu


Era foto yang menggunakan klise film membuat perencanaan kegiatan pasti menganggarkan dana dan personil panitia bidang dokumentasi, begitu juga kegiatan Masa Kesetiaan Anggota IPNU dan IPPNU Rungkut Kidul bertarikh 4-5 Maret 2006.

Hasil dokumentasi, tampak seorang pemateri yang merupakan tokoh senior IPNU Rungkut sedang menyajikan materi analisa diri. Beliau yang kita kenal dengan cak Ali Sa'du.

Pada kesempatan "janduman" tadi malam (18/8/2020) di gedung MWC NU Rungkut, kami bersua kembali dengan cerita-cerita romansa selama mengarungi perjalanan "ngopeni" NU di Rungkut.

Gayengnya diskusi dimulai dengan membicarakan  ketokohan KH. Chusaini Tiway yang makamnya berada di pemakaman Islam Kedung asem (depan sekolah Jiwanala). Selama ini warga NU Rungkut sering mengaitkan cak Ali memiliki "trah" dengan kyai kharismatik ini.


Alur kisah dimulai saat cak Ali mengurai pertemuan beliau dengan kyai Tiway yang dimintai untuk mengisi materi IPNU pada kisaran tahun 1988. Saat itu kyai Tiway sudah dalam kondisi sepuh dan sakit-sakitan.

Baca pula : sejarah berdirinya GP Ansor

Namun, ulasan sejarahnya menjadi sangat minim saat ingin mengulik peranan kyai Tiway dalam perjuangan kemerdekaan bangsa. Banyak anasir-anasir cerita bahwa sang kyai yang merupakan anggota laskar Hizbulloh pimpinan Kyai Masykur - Malang, hingga tokoh yang punya peranan dalam berdirinya Gerakan Pemuda Ansor, sehingga tak ayal setiap harlah ormas pemuda NU ini, makam beliau selalu diziarahi oleh anggota Ansor.

Diskusipun bergeser tentang "etnografi" Rungkut, termasuk sejak kapan NU masuk ke wilayah Rungkut. Umpan diskusi ini menjadi "santapan" menu argumentatif bagi Ustadz Yusuf, Ustadz Rozy, dan Ustadz Syafik yang merupakan akademisi muda yang juga hadir tadi malam.

Cak Ali melukiskan secara "genealogi" bahwa seberang timur ada makam Dewi Sekardadu yang merupakan ibunda dari Sunan Giri yang hidup di masa akhir Kerajaan Majapahit, hingga nama Pandugo yang identik dengan kata "mandeg" dan Penjaringan yang mirip dengan kata "jaring" ikan, seakan dengan dalil "cocokologi" bahwa orang Rungkut secara keturunan berasal dari kaum nelayan dari pesisir timur ?

Disatu sisi, ada yang berpendapat bahwa Kyai Tholabudin di Rungkut Lor, dan Kyai Nakidin di Rungkut Kidul merupakan sisa laskar pasukan Pangeran Diponegoro yang melarikan diri pasca berakhirnya perang Jawa 1825 - 1830 M. Sejak ditangkapnya Pahlawan dari Goa Selarong oleh Belanda di Magelang. Seakan ingin mentahbiskan bahwa warga Rungkut yang aseli adalah keturunan dari darah pejuang bangsa.

Di saat menghangatnya diskusi, muncul tawaran dari Ketua MWC NU Rungkut, Kyai Mujib. Agar kelak di bulan April tahun depan (bersamaan harlah Ansor), agar cak Ali siap untuk menjadi pemateri sarasehan tentang "masuknya NU di Rungkut dan sosok Kyai Tiway" yang akan dipaneliskan dengan DR. KH. Muhibbin Zuhri selaku Ketua PCNU kota Surabaya yang juga akademisi ini, sekaligus pernah menjadi sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur.

Tentu ini menjadi tugas bagi pengurus MWC NU Rungkut untuk menggali dan menyusun naskah ilmiah yang akan menjadi pencatatan sejarah para tokoh yang pernah memperjuangkan dan mengharumkan Nahdlatul Ulama di Rungkut ini.

Semoga Allah Memudahkan dan Meridloi

Oleh : Onny Fahamsyah
Wakil Sekretaris MWC NU Rungkut


Selasa, 11 Agustus 2020

Mata Kuliah Bahasa Indonesia


Standar Kompetensi : Mahasiswa mampu memahami berbagai kaidah tentang bahasa Indonesia ragam ilmiah serta penulisan karya ilmiah serta mampu menerapkannya dalam praktik penulisan karya ilmiah.
  1. Pengertian karya tulis ilmiah, Ciri-ciri karya tulis ilmiah, Jenis-Jenis karya tulis Ilmiah 
  2. Ciri-ciri Bahasa ilmiah 
  3. Tahap-tahap penulisan karya ilmiah. (1) Tahap persiapan (2) Pengumpulan data (3) Pengorganisasian dan pengonsepan (4) Pemeriksaan/penyuntingan (5) Penyajian
  4. Pemakaian tanda baca dalam bahasa Indonesia, Pemakaian ejaan dalam bahasa Indonesia.
  5. Kaidah penyerapan istilah asing, istilah asing dalam bidang tertentu (register). 
  6. Pilihan kata (diksi) dalam penulisan karya ilmiah
  7. Ketepatan makna dan bentuk kata baku dan tidak baku
  8. Prinsip-prinsip kalimat efektif : (1) prinsip kebakuan (2) prinsip kesepadanan (3) prinsip kesejajaran 
  9. Lanjutan prinsip - prinsip kalimat efektif : (4) prinsip penekanan (5) prinsip kehematan (6) prinsip kevariasian
  10. Pengertian paragraf, Ciri-ciri paragraf yang baik, Pengembangan paragraf
  11. Organisasi karangan : (1) Penentuan tema, topik, tesis, dan judul (2) Penulisan bagian pendahuluan karangan (3) Penulisan bagian isi karangan 
  12. lanjutan Organisasi karangan : (4) Penulisan bagian simpulan atau penutup (5) Penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka
  13. Kegiatan praktik menulis karya ilmiah : (1) Kegiatan prapenulisan (2) Penulisan draf (3) Revisi draf (peer review) 
  14. lanjutan kegiatan praktik menulis karya ilmiah : (4) Penyuntingan format dan bahasa (5) publikasi 

Daftar Pustaka :
  1. Prayitno, Harun Joko, dkk. 2000. Pembudayaan Penulisan Karya Ilmiah. Surakarta: Muham- madiyyah University Press. Arifin, E. Zainal. 1998. Dasar-Dasar Penulisan Karya ilmiah. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. 
  2. Widjono Hs. 2005. Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
  3. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdiknas. 2004. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan & Pedoman Umum pembentukan Istilah. Bandung: CV. Yrama Widya. 
  4. Pusat Bahasa Depdiknas. 2003. Pengindonesiaan Kata dan Ungkapan Asing. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 
  5. Pusat Bahasa Depdiknas. 2003. Buku Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 
  6. Alwi, Hasan, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Soeparno, dkk. Bahasa Indonesia untuk Ekonomi. Yogyakarta: Ekonisia. 
  7. Wibowo, Wahyu. 2005. Enam Langkah Jitu Agar Tulisan Anda Makin Hidup dan Enak Dibaca. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  8. Razak, A. 1992. Kalimat Efektif. Jakarta: Gramedia.
  9. Kuntarto, Niknik M. 2007. Cermat dalam Berbahasa Teliti dalam Berpikir. Jakarta: Mitra Wacana Media 
KUMPULAN : 

Jumat, 07 Agustus 2020

Merah Putih Berkibarlah selalu




Bila berziaroh ke makam kembar di sisi barat, bagian Rungkut Kidul. Terlihat bambu runcing berwarna kuning dengan bendera Merah Putih tertancap pada sebuah pusara.

Dari penelusuran beritanya, makam tersebut adalah milik Bapak Madenur. Seorang pejuang 1945 yang berdomisili hingga akhir hayatnya di Rungkut Kidul.


Menurut penuturan keluarganya yang masih hidup, Salah satu kisah heroiknya adalah saat masa pendudukan Jepang, kediamannya pernah dikepung oleh tentara Dai Nippon tersebut.

Mengetahui kedatangan tentara Jepang lengkap dengan bayonet di ujung senapan laras panjang, Bapak Madenur lalu sembunyi di bawah wuwungan rumahnya (batas antara atap dengan rangka genteng). Berdiri di antara kuda - kuda atap rumah.

Senapan dengan bayonet di ujungnya

Tentara "Sakura" yang tidak menemukannya di sela-sela ruang kamar, lalu mencoba spekulasi menusuk-nusuk bayonetnya pada atap rumah yang terbuat dari gedek (anyaman bambu). Tidak terbayangkan seandainya ujung bayonet menusuk bagian tubuh dari pejuang yang gigih membela bangsanya tersebut, atau bila tentara Jepang berhasil menangkapnya, pasti siksaan kejam para kempetai yang bermarkas di Kalisosok akan menderanya.

Setelah Indonesia Merdeka, Bapak Madenur melanjutkan kehidupannya dengan berjualan nasi rawon, pecel, lodeh dan es balok pada warung di dekat makam kembar, sebelum akhirnya di masa tua warungnya harus boyong ke rumahnya di Rungkut Kidul gg SS dikarenakan harga sewa warung dipinggir jalan semakin "meroket", dan tidak mampu untuk memenuhinya.

Semangat keperwiraan, berani berjuang, rela berkorban tanpa pamrih, dan tidak pernah mengharapkan tanda jasa demi bangsa dan negara patut menjadi teladan bagi generasi selanjutnya.

Dalam sanubarinya terpatri jiwa "Merah Putih" yang dibawa hingga menghadap kepada Sang Ilahi.

Sebagai generasi penerus, malu rasanya bila tidak mewarisi semangat Nasionalisme dan Patriotisme para pejuang, apalagi yang masih "enggan" untuk memasang bendera Merah Putih di depan rumahnya, itupun hanya setahun sekali di bulan Agustus. Sedangkan buah jerih payah para pejuang berupa alam kemerdekaan tinggal kita nikmati bersama

Kisah ini ditulis dalam menyongsong peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke - 75, di tengah musim pandemi Covid-19, kita sesama warga belum tentu bisa duduk bersama dalam malam tirakatan dan kirim doa.

Tetapi dalam setiap akhir membaca kisah kepahlawanan para pejuang kemerdekaan, tetap  terkirimkan doa untuk mereka

Merdeka...(Al-Fatichah)

Bersama isteri di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya

Bersama dengan cucu

Cicit - cicitnya berziarah di pusara





Senin, 03 Agustus 2020

Qurban di Mushola As-Suyudi



Kegiatan PHBI Idul Adha 1441 H di Musholah As-Suyudi barusan telah usai, ada pernak-pernak yang menarik untuk ditulis terkait pelaksanaannya.

Tapi pendekatan ilmiah lebih menjadi pilihan penulisan karena mengharapkan masyarakat berfikir rasional, logis, empati, dan membuka ruang mimbar pemikiran ilmu yang komprehensif.

Rapat pembentukan panitia mengamanahkan untuk menyusun panitia lengkap dengan job discription serta petunjuk teknis dan penganggaran yang diproyeksikan di awal.

Maka prinsip Balancescore card mulai bisa dirancang, dengan Perspektif keuangan. Dana taktis yang "dipinjamkan" dari kas mushola menjadikan modal awal panitia untuk menjalankan tugasnya, dengan harapan kualitas kinerja panitia mendapatkan "revenue" dari donatur dalam berinfaq dan mengamanahkan qurbannya di panitia musholah As-Suyudi.

Terbukti, walaupun musim pandemi Covid -19 yang kalangan pakar menilai resesi keuangan mencapai penurunan 5%, tetapi masyarakat di RT 08 RW 02 Medokan Ayu tetap antusias dalam berqurban. Tercatat ada lima ekor sapi, 16 ekor kambing dan infaq Rp. 6.700.000,- telah disampaikan oleh panitia dalam portopolio pelaporannya

"Persepektif Pelanggan" secara substansi adalah jamaah dan warga yang  menaruh kepercayaan kepada Ketakmiran Mushola As-Suyudi yang telah terbangun secara sosiologi dan antropologi dengan maturity (kematangan). sehingga kemajemukan menjadikan struktur masyarakat semakin kuat, disertai dengan kesadaran dalam nilai religius-spiritual yang semakin meningkat pula.

Pelaporan cepat yang "Quick Report" dan berkala menjadikan citra reputasi As-Suyudi sebagai wadah panitia - ketakmiran yang mulai bermetamorfosis dari  awalnya pelayanan beribadah lalu berekspansi dalam merawat kehidupan sosial seperti halnya lembaga filantropi.

Memberikan pelayanan para dhuafa mulai dirintis dalam menyerahkan kepala dan kulit hewan qurban. Selanjutnya para dhuafa bersepakat untuk menjualnya sebagai nilai ekonomis secara berkeadilan.

Untuk Perspektif Manajemen Internal, kepanitian senantiasa melakukan evaluasi dan benchmarking, selaksa tidak menutup mata akan dinamisasi perkembangan zaman yang semakin pesat.

Proses inovasi dengan menggiatkan media publikasi berbagai sektor, mulai tradisional kultural dari mulut ke mulut, edaran tertulis, baliho, hingga web blog dan Whattapp Grup

Begitu pula dalam transaksi pembayaran qurban dan infaq  bisa melalui panitia yang senantiasa berada di musholah saat bakda sholat berjamaah, maupun transfer antar bank. Sehingga memudahkan para donatur dalam mentasharufkan hartanya

Proses operasi diawali dengan pengadaan ternak sapi kolektif yang "purchasing"-nya melalui rapat penentuan survey yang mengedepankan demokrasi, sehingga didapat dua ekor sapi dari kandang peternak Bangkalan, dua ekor sapi dari stand Merr Rungkut, sedangkan seekor lagi merupakan sumbangan dari keluarga Bapak Bambang Ghoib.

Begitu pula dalam pengadaan kambing qurban dan konsumsi panitia dibelanjakan kepada mitra panitia, sehingga mendapatkan nilai ekonomis dan tetap memiliki mutu yang berkualitas.

Just in time, merupakan batasan waktu yang telah digariskan oleh panitia dengan mempertimbangkan jeda untuk sholat Jumat dan batas akhir pengerjaan yang tepat waktu.

Pengerjaan mulai dari penyembelihan, pengulitan, pencacahan tulang hingga pengemasan daging dan distribusi merupakan durasi waktu yang dikendalikan dengan cermat dengan target zero accident, walaupun pengerjaannya ada yang menggunakan mesin potong tulang.

Sehingga berakhirnya seluruh agenda kerja panitia beserta kebersihan areal mushola menjadikan tolak ukur ketepatan waktu seperti kereta cepat Shinkanzen - Jepang. Praktis pukul 16.30 sesuai jadwal, jalan 6c sudah bisa dibuka dan dilalui kembali oleh kendaraan warga.

Untuk layanan purna acara, meliputi distribusi sisa daging tetap mengedepankan akuntabilitas dari pelaporan penerimanya, baik yang mengajukan proposal resmi maupun spontanitas.

Sebuah testimoni bagi yang membantu menyebarkan sisa daging ke daerah Bakung - Kalirungkut, baik penerima maupun penyebarnya saling berangkulan tangis terharu, karena selama ini tidak pernah mendapatkan daging qurban di daerahnya, padahal mereka adalah kaum dhuafa yang salah satunya adalah janda tua penjual jamu keliling di sekitar Ubaya - Tenggilis.

Sebagai perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, bahwa melaksanakan tugas ketakmiran maupun kepanitiaan merupakan pekerjaan sosial yang retensi-nya harus tetap dipertahankan selamanya.

Tidak menampik bahwa kritikan yang muncul pasca kegiatan pasti ada, namun hal itu membuka ruang diskusi publik dalam mendapatkan solusi yang terbaik.

Pertumbuhan dalam setiap waktu perlu Project Re-enginering yang berkelanjutan, dengan tidak hanya cukup puas oleh pencapaian, tetapi harus perbaikan dan inovasi yang tiada henti.

Begitu pula pembelajaran untuk menginduksi kader muda dalam remaja musholah tetap harus dilakukan dalam menyiapkan kader penerus yang menjadi penggerak kehidupan sosial bermasyarakat untuk era-nya nanti.

Jadi Merayakan Hari Raya Idul Adha merupakan perayaan yang secara esensinya, semuanya harus ikut merayakan. Tidak terkecualipun.

Dan dengan tetap mengharapkan keridloan Allah SWT.

Rungkut, 16 Dzulhijjah 1441 H


Selasa, 14 Juli 2020

Rapat Dinas 14 Juli 2020



  1. Pembelajaran tatap muka bila zonanya level warna hijau permanen, tidak boleh berwarna kuning. Misalnya : Bila kecamatan Gubeng sudah hijau tapi sekitarnya masih merah, maka harus ijin kepada gugus tugas. Yang sekolah boarding school belum bisa mendatangkan siswa ke asrama
  2. Masa transisi zona yang warna hijau pembelajarannya separuh dari jumlah siswanya, jam waktunya tidak lama. Siswa bawa bekal makanan sendiri
  3. New normal pembelajarannya separuh, waktu agak lama, kantin boleh buka
  4. Bila sudah normal, maka pembelajarannya masuk seperti biasa lagi.
  5. Perencanaan hingga bulan Desember, adalah pembelajarannya dari rumah. Dengan aspek sikap terkait respon mengikuti pelajaran, disiplin dalam tugas.
  6. Untuk pengetahuan disampaikan materi kejuruan
  7. Keterampilan dengan memberikan tugas rangkuman, resume, materi baru untuk dikumpulkan sebagai portofolio
  8. Semester depan direncanakan dengan belajar praktek
  9. Belajar dari rumsh (BDR) mulai 20 Maret, hingga Desember (9 bulan) 
  10. Bila sebelum Desember sudah masuk masa transisi, maka ada perubahan untuk jadwal pembelajarannya.
  11. Ekstrakurikuler tidak bisa jalan, karena tidak boleh ada kerukunan.
  12. Rapat menggunakan webinar, vicon,
  13. Untuk kursus ditangani direktorat jenderal vokasi, link and match dengan induka (industri dan dunia kerja) diadakan MoU tentang : singkronisasi kurikulum yang juga diakui oleh industri, menjadi guru tamu, menerima anak didik magang, bersedia menjadi penguji kompetensi di sekolah, dan menerima tenaga kerja
  14. SMK membuat produk yang laku dijual, adalah SMK yang mempunyai pola pengelolaan BLUD, sehingga untuk memberikan pelayanan kepada anak didik dan gurunya
  15. Diharapkan anak yang masuk SMK punya kemantapan, lalu peminatan untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi, Wirausaha, atau bekerja.
  16. Bila mau usaha, maka diadakan pelatihan usaha, bila mau ke Perguruan Tinggi ada materi ke PT, begitu juga yang ingin bekerja di dalam maupun ke luar negeri
  17. Bila link and match sudah berjalan, maka maksimal lulusannya bisa terserap bekerja
  18. Guru PKK/ wirausaha menyampaikan materi yang bisa diterapkan dalam usaha dan menggandeng dengan pihak lain
  19. Tahun ini secara nasional ada SMK yang akan dijadikan BLUD sebanyak 512. Untuk SMK Negeri 5 Surabaya, menjadi rekomendasi untuk sekolah lain belajar ke sini.
  20. Untuk kegiatan yang di bengkel kompetensi keahlian membuat target untuk membuat barang yang laku dijual dan ada wujud kegiatan.
  21. Jatim ada 20 SMK, dan akan ditambah 30, sehingga diharapkan menjadi 50 SMK BLUD di Jawa Timur
  22. Sekolah sebagai pusat keunggulan, Centre of Excelent (COE) maka sekolah itu boleh melakukan proses barang jadi, pelatihan, dan menjadi sekolah mandiri.
  23. Ada bagian industri yang bisa digarap di SMK, dan industri bisa mengeluarkan sertifikat kompetensi standar industri, misalnya : kompetensi pengelasan
  24. Bila tidak ada UN, maka kelulusan ditentukan dengan portofolio yang berasal dari sertifikat kompetensi yang dimiliki siswa
  25. Semester depan, siswa bisa masuk praktek walaupun jumlahnya separoh siswa, masuk jam 7 hingga jam 11
  26. Untuk mesin dan manufaktur ke arah CNC dengan ada pelatihan guru di industri, guru pengajarnya harus memiliki sertifikat dari industri
  27. Pelatihan membuat RPP, moodle, Aktivitas pekerjaan jurnal ditulis dalam masterweb, dan pembelajarannya boleh dengan aplikasi daring yang bisa dilakukan
  28. Untuk prakerin fokus yang di Surabaya, bila perusahaannya di Sidoarjo maka diharapkan setiap hari pulang pergi dan tidak indekos
  29. Beberapa hal yang dilakukan pendidik : mengetahui "passion" siswa, dengan membuat buku pribadi siswa, dan disisipkan materi motivasi untuk tidak jenuh dan bosan dengan tidak bisa bertatap muka.
  30. Pengkondisian suasana industri diterapkan di sekolah seperti Paving cat hijau untuk pejalan kaki, warna abu-abu untuk motor dan mobil, juga gerbang masuk dan keluar terpisah.
Tanggapan Sesi tanya jawab :
  1. Siswa baru bisa dihadirkan untuk pengenalan lingkungan dan waktunya tidak terlalu lama ke sekolah
  2. Bagi siswa yang sudah naik kelas, bisa dihadirkan bergelombang dengan pengenalan materi yang diajarkan dan pembagian raport secara berkelompok dan tidak lama waktunya
  3. Untuk prakerin belum bisa diputuskan
  4. Untuk jurusan bisa menghasilkan produk harus ada dukungan, misalnya : alat cuci tangan dengan sensor. Sehingga bisa direncanakan dari jurusan dan pihak sekolah mendukung bahan dan perencanaan teknis lainnya
  5. LSP dari Dirjen vokasi SMK menyampaikan bahwa uji kompetensinya dilakukan oleh asesor dari guru dan dari industri
  6. Notulen rapat akan diunggah ke info stemba
  7. Secara rutin rapat dengan kakomli, sehingga kakomli bisa menyampaikan ke anggotanya, begitu juga kepada koordinator mapel wajib A dan wajib B
  8. Kekurangan guru belum bisa menambah GTT di jurusan walaupun PNS banyak yang pensiun karena ada moratorium penerimaan GTT. Sehingga solusinya pengurangan jumlah kelas penerimaan siswa baru
  9. Untuk anggaran rapid tes dan swab tidak ada, namun diusulkan ke APBD. Karena BOS hanya anggarannya untuk cuci tangan
  10. Untuk zebra cross bisa ditindaklanjuti pembuatannya
  11. Untuk LSP, ditunggu sampai 24 Juli 2020, bila daerah zona hijau boleh diajukan pelaksanaan LSP. Selain warna tersebut tidak diperbolehkan
  12. Sekolah sudah membelikan kamera video dan tripodnya untuk evaluasi. Saat guru mengajar divideo rekaman, lalu oleh MGMP internal sekolah bisa menjadi media evaluasi bersama. Dan bisa digunakan untuk media pembelajaran.




Senin, 13 Juli 2020

Tutorial Membuat Tugas di Classroom


Masuk ke dalam kelas yang dikelola, pilih tugas kelas pada tengah bawah :


Tekan tanda plus pada kanan bawah :
Muncul tampilan :


Pada kolom judul ditulis dengan tema tugas
Misal : Tugas MPLS Selasa, 14 Juli 2020


Lalu posting, dengan menekan tanda segitiga kanan atas.
Pada tampilan akan muncul :

Daftar tampilan tugas yang berhasil dibuat oleh guru

Pada tampilan forum di siswa, muncul tugas yang bisa dilihat oleh semua siswa



Cara siswa mengerjakan :
Tampilan tugas pada layar forum siswa akan muncul tema tugas yang diberikan oleh guru


Tampak tampilan pada forum, lalu klik tulisan 'Ditugaskan'
Sehingga muncul tampilan berikut :


Tekan pada yang ditunjukan oleh anak panah :


Sehingga muncul tampilan :
Klik tanda [+] untuk tambahan lampiran foto pada file yang tersimpan

Pada kolom komentar diisi : no absen dan nama siswa



Kirim dengan menekan tombol 'serahkan'
Bila tampilan layar pada siswa sesuai di bawah ini, berarti sudah berhasil terkirim responsi tugas ke gurunya



Kembali ke Akunnya Guru
Pada forum akan muncul tampilan :

Diserahkan 1 : menunjukan bahwa sudah ada 1 siswa yang menyerahkan ke guru
Ditugaskan 4 : artinya masih ada 4 siswa yang belum mengirimkan tugasnya

Klik postingan tersebut, sehingga muncul tampilan :


Lalu klik pada siswa yang telah tugas 'Diserahkan'


Guru bisa memberikan jawaban tugas siswa dengan menilai hasil kirimannya, lalu tekan 'dikembalikan'.
Akan nampak tampilan pada layar guru, dengan nilai yang telah diberikan :



Sedangkan pada layar siswa, akan tampak pula nilai tugas yang diberikan gurunya :



(Mohon maaf bila ada akun personil yang lain muncul pada penulisan ini, hanya sebagai simulasi adanya) dan dimaklumi...🙏🙏🙏



Sabtu, 11 Juli 2020

Tutorial Gabung kelas & Posting Classroom


Cara Gabung Kelas
Pastikan bahwa pada gawai / laptop sudah memiliki aplikasi classroom. Klick tanda [+] kanan atas, ada pilihan gabung kelas dan diklik


Masukan kode kelas yang diundangkan dari walikelas. ( ada tujuh digit ) tunggu proses hingga tampak nama siswa sudah masuk dalam kelas yang mengundang.

Misalnya pada kelas X KI 2 tampak sudah bergabung 28 siswa.


Atau bisa kita lihat nama - nama siswa dengan klick kelas tersebut, lalu klick anggota pada menu kanan bawah

Tampak nama pengajar dan siswanya

Cara posting tulisan
Posisikan tampilan pada template Forum (klick kiri bawah)

Klick Forum (kiri bawah)

Tulislah perintah yang akan diposting pada kolom [ bagikan dengan kelas ]

Tanda panah untuk kolom menuliskan perintah / info ke siswa


Pada kolom [ bagikan dengan kelas ] : silakan menuliskan teks perintah / info ke siswa

Tanda klips/lampiran (kanan atas) untuk :
Cara posting gambar / foto / video

Pilih file foto atau Video pada tempat penyimpanan di gawai atau laptop anda

Bila sudah lengkap ingin posting : teks, foto, video, tekan tanda seperti tanda segitiga / perintah posting.

Icon untuk posting

Maka hasil postingan anda akan tampak pada template forum.

Postingan yang berhasil, akan muncul di template forum


Agar memudahkan kodifikasi feedback tugas per-sesi, siswa diharapkan posting jawabannya di kolom [ tambahkan komentar kelas ] di bawah postingan kita tadi.








Jumat, 10 Juli 2020

Tutorial Buat Kelas Google Classroom


Untuk membuat classroom, bisa mengikuti petunjuk di bawah ini :

Pertama, Install Classroom pada playstore dan ikuti petunjuk aplikasi penginstalan.



Bila sudah ready, cara membuat kelas dengan masuk dalam aplikasi classroom :



Tekan tanda plus kanan atas, pilih buat kelas. Muncul tampilan menu :



Setelah dicentang, klick lanjutkan

Muncul tampilan kelas yang berhasil dibuat
Untuk mengetahui kode kelas yang akan dibagikan ke siswa, tekan tanda gerigi (pengaturan) pada kanan atas

Kode kelas (dibawah tulisan UMUM) biasanya terdiri tujuh digit