Jumat, 17 Mei 2024

Modul Pengolahan Limbah

Pada akhir fase F, peserta didik mampu memahami pengertian dan klasifikasi limbah (air limbah, udara emisi, limbah B3 dan non B3), pencegahan polusi industri, waste management, recycling dan pengolahan limbah (fisika, kimia, dan biologis)

  1. memahami pengertian dan klasifikasi limbah
  2. memahami pencegahan polusi industri
  3. memahami waste managemen, recycling, dan pengolahan limbah
Limbah adalah zat yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga). Limbah dapat berupa sampah, air kakus, dan air limbah. Dalam pengertian yang lebih luas, limbah adalah sisa proses produksi, bahan yang tidak mempunyai nilai, tidak berharga, atau barang rusak/cacat dalam proses produksi

Limbah dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan sifat dan karakteristiknya. Berikut adalah beberapa klasifikasi limbah yang umum digunakan :

  1. Limbah Daur Ulang: Limbah yang dapat didaur ulang menjadi barang-barang bernilai ekonomis tinggi dan dapat dilakukan pada level rumah tangga
  2. Limbah Berbahaya (B3): Limbah yang beracun dan berbahaya, seperti limbah industri, yang harus diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia
  3. Limbah Biodegradable (Limbah yang Mudah Terurai): Limbah yang dapat diolah menjadi pupuk yang berguna bagi tanaman
  4. Limbah Umum: Limbah yang paling sering ditemui di level rumah tangga, yang dapat diolah menjadi barang-barang bernilai ekonomi


Selain itu, limbah juga dapat diklasifikasikan berdasarkan sumbernya:
  1. Limbah dari Sumber Spesifik: Limbah yang dihasilkan dari suatu industri atau kegiatan tertentu
  2. Limbah dari Sumber yang Tidak Spesifik: Limbah yang tidak dapat diidentifikasi sumbernya
Dalam konteks pertanian, limbah dapat diklasifikasikan menjadi enam kelompok berdasarkan sifatnya:
  1. Sampah Organik Mudah Busuk (Garbage): Limbah padat semi basah yang umumnya berasal dari sektor pertanian dan makanan
  2. Sampah Organik Tak Membusuk (Rubbish): Limbah padat yang tidak mudah membusuk
  3. Sampah Abu (Ashes): Limbah padat yang berupa abu
  4. Sampah Bangkai Binatang (Dead Animal): Limbah padat yang berupa bangkai binatang
  5. Sampah Sapuan (Street Sweeping): Limbah padat yang berupa sisa pengumpulan sampah di jalan

LKPD :
Melakukan perbandingan antara lingkungan yang bersih dan yang dipenuhi oleh sampah

Guru menyiapkan beberapa gambar lingkungan dengan dua kondisi yang berbeda: gambar pertama menunjukkan lingkungan yang bersih dan gambar kedua menunjukkan lingkungan yang dipenuhi oleh sampah

Anak mengidentifikasi perbedaan di antara kedua lingkungan tersebut dan mengemukakan perasaan mereka saat melihat perbedaan kedua lingkungan tersebut.

Contoh gambar:

pertanyaan pemantik: 
Apa yang kamu lihat di gambar pertama?
Apa yang kamu lihat di gambar kedua?
Apa perbedaan dari kedua gambar tersebut?
Apa yang kamu rasakan saat melihat gambar pertama?
Apa yang kamu rasakan saat melihat gambar kedua?

Sampah alami dan sampah plastik
Peserta didik, dengan dipandu oleh guru, melakukan identifikasi dengan membandingkan sampah yang mudah hancur (sampah organik) dengan sampah yang tidak mudah hancur (sampah anorganik)

Peserta didik menyiapkan berbagai jenis sampah yang dapat ditemukan sehari-hari: daun kering, potongan sisa buah dan/atau sayur, ranting, sobekan kertas, snack bungkusan plastik, dll.

Peserta didik diminta untuk mencoba mengkategorikan berbagai jenis material tersebut ke dalam dua jenis: sampah yang berasal dari alam dan sampah yang berasal dari manusia, dengan cara yang mereka pilih. 

Peserta didik dapat menggambar atau menyortir berbagai jenis sampah menjadi kategori yang berbeda.

Peserta didik menyiapkan tempat/karung/polybag untuk digunakan peserta didik dalam memisahkan sampah organik (yang mudah terurai) dan sampah anorganik (yang tidak mudah terurai)

Pertanyaan pemantik:
Apa perbedaan sampah alami dan sampah yang dihasilkan manusia?
Darimana kedua jenis sampah tersebut berasal?
Jenis sampah yang mana yang lebih banyak kamu temukan di sekitarmu?

  1. Jenis dan sumber pencemaran
  2. Dasar- dasar Pengolahan limbah cair secara fisika
  3. Pengolahan limbah cair dengan metode adsorpsi
  4. Pengolahan limbah cair yang mengandung minyak secara fisika
  5. Pengolahan limbah cair secara kimia
  6. Pengolahan limbah cair secara biologi dengan metode suspended growth 
  7. Pengolahan limbah cair secara biologi dengan metode attached growth
  8. Sumber dan jenis pencemaran udara serta dampaknya
  9. Pengendalianpencemaran udara dengan metode absorbsi
  10. Pengendalian pencemaran udara menggunakan scrubber
  11. Pengolahan sampah pasar dan limbah pertanian
  12. Pengolahan limbah padat industri
  13. Perhitungan pada unit pengolah limbah
  14. Perancangan unit pengolahan limbah

Jenis-jenis pencemaran lingkungan yang diketahui meliputi:
  1. Pencemaran Air: Pencemaran air terjadi ketika zat-zat polutan seperti insektisida, kotoran, limbah, pupuk, dan sampah masuk ke dalam sumber air. Contoh sumber pencemaran air adalah limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian
  2. Pencemaran Udara: Pencemaran udara terjadi ketika zat-zat polutan seperti gas dan partikel masuk ke dalam udara. Contoh sumber pencemaran udara adalah penggunaan alat-alat tertentu seperti AC, kendaraan bermotor, dan hair dryer, serta aktivitas yang dilakukan oleh manusia seperti membakar sampah, menggunakan pestisida, dan aktivitas pabrik yang menimbulkan asap
  3. Pencemaran Tanah: Pencemaran tanah terjadi ketika ada benda asing yang masuk ke dalam tanah, seperti limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian. Contoh sumber pencemaran tanah adalah limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian
Sumber pencemaran lingkungan dapat berasal dari dua faktor utama: peristiwa alam dan ulah manusia. Peristiwa alam memang tidak dapat dicegah, namun ulah manusia dapat dikendalikan agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan

LKPD
LKPD (Lembaga Kerja Peserta Didik) mencakup berbagai jenis pencemaran lingkungan, termasuk:
  1. Pencemaran Udara: Pencemaran udara disebabkan oleh emisi gas-gas berbahaya seperti CO2, NO2, dan SO2 dari sumber-sumber seperti kendaraan bermotor, pabrik-pabrik, dan pembakaran bahan bakar fosil. Dampaknya dapat berupa penurunan kualitas udara, meningkatkan risiko penyakit paru-paru, dan mengganggu keseimbangan ekosistem
  2. Pencemaran Air: Pencemaran air disebabkan oleh bahan-bahan kimia, organik, dan fisik yang masuk ke dalam air, seperti limbah industri, limbah rumah tangga, dan bahan kimia yang tidak diperlukan. Dampaknya dapat berupa penurunan kualitas air, mengganggu kehidupan biota air, dan berpotensi mengancam kesehatan manusia
  3. Pencemaran Tanah: Pencemaran tanah disebabkan oleh penumpukan bahan-bahan berbahaya seperti logam berat, pestisida, dan bahan kimia lainnya yang dapat masuk ke dalam tanah melalui limbah industri, limbah rumah tangga, dan aktivitas pertanian yang tidak berkelanjutan. Dampaknya dapat berupa penurunan kualitas tanah, mengganggu kehidupan biota tanah, dan berpotensi mengancam kesehatan manusia
  4. Pencemaran Suara: Pencemaran suara disebabkan oleh kebisingan yang berlebihan dari sumber-sumber seperti kendaraan bermotor, pabrik-pabrik, dan konstruksi. Dampaknya dapat berupa gangguan keseimbangan ekosistem, meningkatkan risiko penyakit, dan mengganggu kualitas hidup manusia
  5. Pencemaran Lahan: Pencemaran lahan disebabkan oleh aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan seperti deforestasi, perambahan hutan, dan penggunaan lahan yang tidak berkelanjutan. Dampaknya dapat berupa penurunan kualitas lingkungan, mengganggu kehidupan biota, dan berpotensi mengancam kesehatan manusia
  6. Pencemaran Biologi: Pencemaran biologi disebabkan oleh penyebaran penyakit dan virus melalui kontaminasi air, udara, dan tanah. Dampaknya dapat berupa penyebaran penyakit, meningkatkan risiko penyakit, dan mengganggu keseimbangan ekosistem
  7. Pencemaran Kimia: Pencemaran kimia disebabkan oleh penyebaran bahan-bahan kimia berbahaya seperti pestisida, herbisida, dan bahan kimia lainnya yang dapat masuk ke dalam lingkungan melalui limbah industri, limbah rumah tangga, dan aktivitas pertanian yang tidak berkelanjutan. Dampaknya dapat berupa penurunan kualitas lingkungan, mengganggu kehidupan biota, dan berpotensi mengancam kesehatan manusia
  8. Pencemaran Fisik: Pencemaran fisik disebabkan oleh penyebaran bahan-bahan fisik berbahaya seperti radioaktif, ionisasi, dan bahan fisik lainnya yang dapat masuk ke dalam lingkungan melalui aktivitas industri, pertanian, dan konstruksi. Dampaknya dapat berupa penurunan kualitas lingkungan, mengganggu kehidupan biota, dan berpotensi mengancam kesehatan manusia
  9. Pencemaran Biotik: Pencemaran biotik disebabkan oleh penyebaran biota berbahaya seperti hama, penyakit, dan virus melalui kontaminasi air, udara, dan tanah. Dampaknya dapat berupa penyebaran penyakit, meningkatkan risiko penyakit, dan mengganggu keseimbangan ekosistem
  10. Pencemaran Ekosistem: Pencemaran ekosistem disebabkan oleh penyebaran bahan-bahan berbahaya yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem, seperti penyebaran bahan kimia, fisik, dan biotik yang dapat mengganggu kehidupan biota dan keseimbangan lingkungan. Dampaknya dapat berupa penurunan kualitas lingkungan, mengganggu kehidupan biota, dan berpotensi mengancam kesehatan manusia
Dalam LKPD, jenis-jenis pencemaran lingkungan ini diperlakukan sebagai bagian dari pendidikan lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan siswa dalam menghadapi masalah pencemaran lingkungan serta mengembangkan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut



Dasar- dasar Pengolahan limbah cair secara fisika
Dasar-dasar pengolahan limbah cair secara fisika melibatkan prinsip-prinsip fisika yang digunakan untuk mengolah limbah cair dengan cara memperlambat intensitas aliran air limbah, sehingga partikel padat di dalam air dapat dipisahkan. Proses ini efektif untuk mengolah limbah yang tidak mengandung polutan berbahaya seperti pasir, minyak, atau lemak. Namun, untuk limbah yang termasuk dalam kategori berbahaya, pengolahan biologi dan kimia diperlukan.
Tahapan pengolahan limbah cair secara fisika meliputi:
  1. Screening atau Penyaringan: Tahap pertama adalah menyaring seluruh air limbah sebelum masuk ke tangki pengumpulan. Tujuan utama adalah memisahkan air limbah dengan zat padat yang terbawa saat pembuangan dari pabrik atau hunian agar air limbah dapat diproses dengan lebih efisien. Biaya yang dibutuhkan untuk proses ini cukup terjangkau karena air limbah yang diproses hanya membutuhkan alat penyaring berukuran silica yang disebut sebagai sand filter
  2. Pretreatment atau Tahap Awal: Setelah penyaringan, tahap pengolahan air limbah selanjutnya adalah menyalurkan limbah cair langsung menuju ke bak atau tangki yang berguna untuk memisahkan partikel berukuran yang lebih besar. Proses ini memungkinkan air limbah untuk diproses lebih lanjut dengan cara yang lebih efektif
Pengolahan limbah cair secara fisika juga dikenal sebagai primary treatment atau pengolahan primer. Metode ini memanfaatkan prinsip fisika seperti gerak dan gravitasi untuk menjernihkan air sisa limbah agar saat dikeluarkan tidak lagi berbahaya

Dalam pengolahan limbah cair secara fisika, beberapa prosedur yang digunakan meliputi filtrasi, pengambilan buih, pengabangan, serta sedimentasi. Proses ini efektif untuk mengolah limbah yang mengandung material padat seperti lumpur, serat, bulu, atau kotoran lainnya

Pengolahan limbah cair secara fisika memiliki beberapa kelebihan, seperti biaya yang relatif rendah dan proses yang relatif cepat. Namun, metode ini memiliki beberapa kelemahan, seperti tidak efektif untuk mengolah limbah yang mengandung polutan berbahaya dan tidak dapat menghilangkan zat kimia yang terkandung dalam air limbah

LKPD
filtrasi sederhana


Pengolahan limbah cair dengan metode adsorpsi
Pengolahan limbah cair dengan metode adsorpsi adalah proses yang efektif dalam mengurangi konsentrasi zat-zat berbahaya dan beracun dalam air limbah. Metode ini melibatkan interaksi antara zat-zat berbahaya dengan partikel-partikel adsorben, seperti karbon aktif dan zeolit, yang dapat menyerap dan mengikat molekul-molekul berbahaya. Dengan demikian, adsorpsi dapat membantu mengurangi tingkat pencemaran air limbah dan memenuhi standar baku mutu lingkungan.
Dalam beberapa penelitian, adsorpsi telah digunakan untuk mengolah limbah cair industri, seperti limbah cair dari industri cat dan limbah cair dari industri batik cap khas Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi dapat mengurangi konsentrasi zat-zat berbahaya dan beracun dalam air limbah, seperti COD dan TSS, serta mengurangi tingkat pencemaran air limbah secara signifikan

Selain itu, adsorpsi juga dapat digunakan untuk mengolah limbah cair laboratorium yang mengandung logam berat seperti Pb, Cu, dan Cd. Penelitian telah menunjukkan bahwa adsorpsi menggunakan karbon aktif dan zeolit dapat mengurangi konsentrasi logam berat dalam air limbah laboratorium, sehingga memenuhi standar baku mutu lingkunganDalam beberapa penelitian, adsorpsi juga digunakan dalam kombinasi dengan proses lain, seperti ultra violet, untuk meningkatkan efisiensi pengolahan air limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi adsorpsi dan ultra violet dapat mengurangi konsentrasi zat-zat berbahaya dan beracun dalam air limbah secara lebih efektif

Dalam sintesis, pengolahan limbah cair dengan metode adsorpsi adalah proses yang efektif dan dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pengolahan limbah cair industri dan laboratorium. Dengan demikian, adsorpsi dapat menjadi alternatif penting dalam upaya mengurangi pencemaran air limbah dan memenuhi standar baku mutu lingkungan.

LKPD :
Prosedur pengolahan limbah cair dengan metode adsorpsi melibatkan beberapa langkah yang bertujuan untuk mengurangi konsentrasi zat-zat berbahaya dan beracun dalam air limbah. Berikut adalah langkah-langkah yang umum dilakukan dalam prosedur ini:
  1. Pengumpulan dan Pengolahan Bahan: Bahan-bahan yang digunakan sebagai adsorben, seperti karbon aktif, zeolit, atau bahan lainnya, dikumpulkan dan diolah untuk memastikan kualitasnya sebelum digunakan dalam proses pengolahan.
  2. Pengolahan Air Limbah: Air limbah yang akan diolah diberikan pada kolom adsorpsi yang diisi dengan adsorben. Air limbah ini dapat berasal dari berbagai sumber, seperti limbah cair laboratorium, limbah cair industri, atau limbah cair rumah tangga.
  3. Variasi Konsentrasi: Untuk memahami pengaruh konsentrasi air limbah pada proses adsorpsi, variasi konsentrasi air limbah yang akan diolah dapat dilakukan. Misalnya, konsentrasi 500 mg/l, 750 mg/l, dan 1000 mg/l dapat digunakan dalam penelitian ini.
  4. Penggunaan Adsorben: Adsorben yang digunakan dapat berupa karbon aktif, zeolit, atau bahan lainnya yang memiliki sifat fisik dan kimia yang sesuai untuk mengadsorpsi zat-zat berbahaya dan beracun dalam air limbah.
  5. Pengukuran Hasil: Hasil pengolahan air limbah dengan metode adsorpsi dapat diukur melalui berbagai parameter, seperti konsentrasi zat-zat berbahaya dan beracun, nilai BOD (Biological Oxygen Demand), nilai COD (Chemical Oxygen Demand), dan tingkat keberhasilan pengolahan.
  6. Optimasi Proses: Berdasarkan hasil pengukuran, proses pengolahan dapat dioptimalkan dengan mengubah variasi konsentrasi air limbah, jenis adsorben yang digunakan, atau waktu kontak antara air limbah dan adsorben.
  7. Penggunaan Ultraviolet (UV): Untuk meningkatkan efisiensi pengolahan, proses pengolahan air limbah dapat dilanjutkan dengan penggunaan ultraviolet (UV). Proses UV dapat membantu dalam menghancurkan molekul-molekul organik yang tidak dapat diadsorpsi oleh adsorben.
Dengan demikian, prosedur pengolahan limbah cair dengan metode adsorpsi dapat membantu dalam mengurangi konsentrasi zat-zat berbahaya dan beracun dalam air limbah, sehingga mengurangi potensi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas air limbah yang dihasilkan.


Pengolahan limbah cair yang mengandung minyak secara fisika
Pengolahan limbah cair yang mengandung minyak secara fisika melibatkan beberapa tahapan yang bertujuan untuk memisahkan minyak dari air limbah. Berikut adalah beberapa metode yang umum digunakan:
  1. Screening atau Penyaringan Awal: Tahap pertama dalam pengolahan limbah cair yang mengandung minyak secara fisika adalah dengan melakukan penyaringan awal. Proses ini melibatkan penggunaan alat penyaring yang dapat memisahkan partikel-partikel besar seperti kayu, plastik, dan lain-lain dari air limbah. Hal ini membantu mengurangi beban kerja pada proses pengolahan yang akan datang dan juga mengurangi biaya operasional
  2. Filtrasi atau Penyaringan: Setelah penyaringan awal, air limbah yang mengandung minyak kemudian dialiri melalui filter yang dapat memisahkan minyak dari air. Filter ini biasanya terbuat dari bahan seperti silica yang dapat menahan partikel-partikel kecil seperti minyak, tetapi membiarkan air melaluinya
  3. Sedimentasi atau Pengendapan: Tahap lain dalam pengolahan limbah cair yang mengandung minyak secara fisika adalah dengan melakukan sedimentasi. Proses ini melibatkan penggunaan bak yang memungkinkan partikel-partikel yang lebih berat seperti minyak untuk mengendap di dasar bak, sehingga air limbah yang lebih jernih dapat dipisahkan
  4. Penggunaan Alat Pengolah Fisika: Selain metode di atas, beberapa alat pengolah fisika lain yang dapat digunakan untuk memisahkan minyak dari air limbah termasuk pompa sentrifugal, alat pengolah minyak, dan lain-lain. Alat-alat ini dapat membantu memisahkan minyak dengan cara mengumpulkan partikel-partikel yang lebih berat dan menghilangkan mereka dari air limbah
Dalam beberapa kasus, pengolahan limbah cair yang mengandung minyak secara fisika dapat dilakukan dengan menggunakan kombinasi beberapa metode di atas. Hal ini membantu meningkatkan efisiensi pengolahan dan mengurangi biaya operasional

LKPD


Prosedur pengolahan limbah cair secara kimia melibatkan beberapa tahapan yang bertujuan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid), logam-logam berat, dan bahan-bahan organik yang terkandung dalam air limbah. Berikut adalah beberapa metode yang umum digunakan dalam proses pengolahan limbah cair secara kimia:
  1. Teknik Clarifier Lamella: Dalam tahap ini, limbah air diaduk dalam mesin clarifier lamella untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap. Proses ini melibatkan penginjeksian zat kimia koagulan melalui pipa ke dalam wadah dengan dosis 60-200 ppm, serta penggunaan static mixer atau agitator dengan kecepatan yang cepat untuk mengaduk limbah
  2. Metode Pembakaran Limbah (Insinerasi): Metode ini melibatkan pembakaran limbah cair secara langsung untuk menghilangkan bahan-bahan organik dan mengurangi volume limbah. Namun, metode ini memiliki kekurangan, seperti emisi gas berbahaya dan kontribusi pada peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer
  3. Metode Solidifikasi: Metode ini melibatkan penggunaan bahan kimia untuk mengubah limbah cair menjadi bentuk padat yang lebih mudah untuk disimpan dan dibuang. Proses ini melibatkan penambahan bahan kimia yang dapat mengikat partikel-partikel limbah, sehingga membentuk suatu massa padat yang dapat dipisahkan dari air
  4. Proses Pengadukan Secara Kimia: Dalam tahap ini, limbah air diaduk dengan menggunakan static mixer atau agitator untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap. Proses ini dilakukan dengan menggunakan dosis polimer yang dapat berbeda-beda, tergantung pada jenis limbah dan tujuan pengolahan
  5. Proses Reaksi Bahan Kimia: Setelah tahap pengadukan, terjadi reaksi antara limbah dengan bahan kimia yang ditambahkan. Waktu reaksi ini disebut sebagai waktu tinggal, yang sangat penting dalam desain mesin clarifier lamella karena jika terlalu lama dapat menyebabkan pemborosan biaya, sedangkan jika terlalu lambat, proses sedimentasi tidak berjalan maksimal
  6. Proses Filtrasi Tahap Akhir: Tahap akhir pengolahan limbah cair secara kimia melibatkan proses penyaringan lanjut menggunakan multimedia filter untuk menghilangkan kotoran yang masih tersisa dalam air bersih
  7. Penyisihan: Proses penyisihan melibatkan penggunaan bahan kimia untuk menghilangkan material organik dan zat berbahaya yang terkandung dalam limbah cair. Proses ini dilakukan dengan menggunakan karbon sebagai bahan penyerap, serta elektrolit untuk mengendapkan partikel yang tidak mudah larut
Dalam pengolahan limbah cair secara kimia, perlu diingat bahwa setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya, serta harus disesuaikan dengan kebutuhan instalasi pengolahan air limbah yang spesifik. Oleh karena itu, penting untuk memilih metode yang tepat dan dilakukan dengan baik untuk mengurangi dampak negatif limbah cair pada lingkungan hidup.


Pengolahan limbah cair secara biologi dengan metode suspended growth adalah proses yang melibatkan pertumbuhan mikroorganisme pengurai dalam keadaan tersuspensi dalam air limbah. Dalam proses ini, mikroorganisme hidup di dalam air limbah dengan bantuan aliran udara (oksigen) yang dihasilkan oleh distributor oksigen yang diletakan di dasar bak penampungan atau kolam limbah. Hal ini memungkinkan percampuran yang merata antara mikroorganisme dengan air limbah, memungkinkan proses degradasi bahan organik yang lebih efektif

Dalam proses suspended growth, mikroorganisme pengurai tumbuh dalam keadaan tersuspensi dalam air limbah, memungkinkan kontak yang lebih baik antara mikroorganisme dan bahan organik yang perlu diolah. Hal ini memungkinkan proses degradasi yang lebih cepat dan lebih efektif, serta menghasilkan produk sampingan yang lebih sedikit dibandingkan dengan metode lainNamun, proses suspended growth juga memiliki beberapa kelemahan. Salah satu kelemahan adalah bahwa mikroorganisme yang tumbuh dalam keadaan tersuspensi dapat lebih mudah terpengaruh oleh perubahan kondisi lingkungan, seperti perubahan suhu atau pH, yang dapat mempengaruhi efisiensi pengolahan limbah

Dalam praktek, proses suspended growth digunakan dalam berbagai aplikasi pengolahan limbah, seperti pengolahan limbah domestik, industri, dan pertanian. Contoh aplikasi yang umum adalah dalam sistem pengolahan air limbah yang menggunakan teknologi activated sludge, di mana mikroorganisme pengurai tumbuh dalam keadaan tersuspensi dalam air limbah yang dialirkan ke dalam bak penampungan atau kolam limbah.Dalam sintesis, pengolahan limbah cair secara biologi dengan metode suspended growth adalah proses yang efektif dalam mengolah limbah cair, tetapi memerlukan perawatan yang lebih baik dan pengawasan kondisi lingkungan yang lebih ketat untuk memastikan efisiensi pengolahan yang optimal.

LKPD
Pengolahan limbah cair secara biologi dengan metode suspended growth melibatkan proses pertumbuhan mikroorganisme pengurai dalam keadaan tersuspensi dalam air limbah. Berikut adalah langkah-langkah yang umum dilakukan dalam proses ini:
  1. Pengumpulan Limbah: Limbah cair yang akan diolah dikumpulkan dan dialirkan ke dalam sistem pengolahan.
  2. Pengaduk: Air limbah yang mengandung mikroorganisme pengurai dialirkan ke dalam sebuah tangki yang dilengkapi dengan pengaduk. Pengaduk ini membantu mikroorganisme untuk tetap tersuspensi dalam air limbah dan memastikan bahwa mereka mendapatkan oksigen yang diperlukan untuk proses penguraian.
  3. Penguraian: Mikroorganisme pengurai tumbuh dan berfungsi untuk menguraikan bahan organik yang terkandung dalam air limbah. Proses ini memerlukan oksigen yang dihasilkan oleh pengaduk dan dapat berlangsung dalam waktu yang relatif singkat.
  4. Pengumpulan Lumpur: Lumpur yang dihasilkan dari proses penguraian dikumpulkan dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti penggunaan sebagai pupuk organik atau untuk mengurangi volume limbah yang harus diolah.
  5. Pengolahan Lanjutan: Lumpur yang dikumpulkan kemudian dialirkan ke dalam sistem pengolahan lanjutan, seperti sistem pengolahan anaerobik atau sistem pengolahan aerobik, untuk mengurangi kandungan BOD dan TSS yang masih tinggi.
  6. Pengawasan Kualitas: Proses pengolahan limbah cair secara biologi dengan metode suspended growth dilakukan dengan pengawasan kualitas yang ketat untuk memastikan bahwa kualitas air limbah yang dihasilkan memenuhi standar yang ditetapkan. Parameter-parameter yang umum diawasi meliputi BOD, TSS, pH, dan kandungan nutrien.
Dalam proses ini, penggunaan teknologi yang tepat dan pengawasan yang ketat sangat penting untuk memastikan efisiensi dan keberhasilan pengolahan limbah cair secara biologi dengan metode suspended growth


Pencemaran udara adalah masuknya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfer yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan dan menurunkan kualitas udara. Dampaknya dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan manusia dan lingkungan.

Sumber Pencemaran Udara

Pencemaran udara dapat disebabkan oleh dua faktor: faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam meliputi aktivitas gunung berapi yang mengeluarkan abu dan gas vulkanik, kebakaran hutan, dan kegiatan mikroorganisme. Faktor manusia meliputi berbagai kegiatan yang dapat menghasilkan polutan, seperti:
  1. Pembakaran bahan bakar fosil yang menghasilkan oksida sulfat, yang dapat bereaksi dengan air hujan untuk membentuk asam sulfat dan membuat pH perairan asam, mengganggu ekosistem.
  2. Kegiatan industri, seperti emisi pabrik, yang menghasilkan karbon monoksida, nitrogen dioksida, chlorofluorocarbon, sulfur dioksida, hidrokarbon, partikulat, timah, dan carbon diaoksida.
  3. Transportasi, seperti emisi kendaraan bermotor, yang menghasilkan karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan partikulat.
  4. Pembangkit listrik, industri, dan rumah tangga, yang dapat menghasilkan polutan seperti karbon monoksida, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan partikulat.

Dampak Pencemaran Udara

Pencemaran udara memiliki beberapa dampak yang signifikan:
  1. Efek terhadap Ekosistem: Pencemaran udara dapat mengganggu ekosistem dengan menghasilkan asam sulfat yang membuat pH perairan asam, mengganggu produktivitas ikan.
  2. Efek terhadap Kesehatan: Pencemaran udara dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti bronkitis kronis, kanker paru-paru, silikosis, asma, dan eksema, serta kekurangan oksigen dalam tubuh.
  3. Efek terhadap Kualitas Udara: Pencemaran udara dapat menurunkan kualitas udara, membuatnya tidak sehat untuk dihuni oleh manusia.

Jenis Pencemaran Udara

Pencemaran udara dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis: pencemaran primer dan pencemaran sekunder. Pencemaran primer adalah zat polutan yang timbul secara langsung dari sumber pencemaran udara, sedangkan pencemaran sekunder adalah substansi polutan yang terbentuk atas reaksi polutan primer.

Pengawasan dan Pengendalian Pencemaran Udara

Untuk mengatasi pencemaran udara, diperlukan pengawasan dan pengendalian yang efektif. Hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi emisi polutan dari sumber-sumbernya, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kualitas udara yang baik, serta meningkatkan teknologi pengendalian polusi.

Prosedur penanganan pencemaran udara melibatkan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan mengatasi polusi udara. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:
  1. Mengurangi Penggunaan Bahan yang Sulit Terurai: Mengurangi penggunaan bahan yang sulit terurai, seperti bahan plastik, dapat membantu mengurangi jumlah limbah yang tidak dapat diurai dan berkontribusi pada pencemaran udara
  2. Menggunakan Kendaraan Ramah Lingkungan: Menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan, seperti kendaraan listrik, dapat mengurangi emisi gas yang berbahaya dan mengurangi polusi udara
  3. Mengurangi Pemakaian Kendaraan Bermotor: Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dapat membantu mengurangi emisi gas yang berbahaya dan mengurangi polusi udara
  4. Kurangi Merokok: Kurangi atau tidak melakukan merokok dapat membantu mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh asap rokok
  5. Jangan Membakar Sampah: Jangan membakar sampah, karena asap yang dihasilkan dapat berbahaya dan berkontribusi pada pencemaran udara
  6. Menggunakan Produk Ramah Lingkungan: Menggunakan produk yang ramah lingkungan, seperti produk yang tidak menghasilkan emisi gas berbahaya, dapat membantu mengurangi polusi udara
  7. Menanam Pohon: Menanam pohon dapat membantu mengurangi polusi udara dengan mengabsorpsi gas berbahaya dan mengurangi efek rumah kaca
  8. Tidak Membakar Hutan: Tidak membakar hutan dapat membantu mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh kebakaran hutan
  9. Daur Ulang Sampah: Daur ulang sampah dapat membantu mengurangi jumlah limbah yang tidak dapat diurai dan berkontribusi pada pencemaran udara
  10. Memasang Alat Penyaring Udara: Memasang alat penyaring udara dapat membantu mengurangi polusi udara dengan menghilangkan partikel-partikel berbahaya dari udara
Dengan melakukan langkah-langkah ini, kita dapat berkontribusi pada pengurangan dan pengatasi pencemaran udara, serta menjaga kualitas udara yang lebih baik untuk kesehatan dan lingkungan

Pengendalian pencemaran udara dengan metode absorpsi adalah salah satu strategi yang digunakan untuk mengurangi konsentrasi polutan di udara. Metode ini melibatkan penggunaan bahan kimia yang dapat menyerap atau mengikat polutan, seperti gas atau partikel, dari udara. Bahan kimia ini kemudian dapat diolah dan dibuang secara aman, mengurangi efek negatif pencemaran udara pada lingkungan dan kesehatan manusia.Dalam konteks pengendalian pencemaran udara, absorpsi dapat digunakan untuk mengurangi emisi gas berbahaya seperti sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NOx), dan partikulat (PM). Gas-gas ini dapat diserap oleh bahan kimia seperti larutan alkali, seperti larutan natrium hidroksida (NaOH), yang digunakan dalam proses sampling udara. Larutan ini akan mengubah NO2 dari udara menjadi ion nitrit yang kemudian dapat dianalisis menggunakan voltammetri gelombang persegi impinger.Selain itu, metode absorpsi juga dapat digunakan dalam teknologi pengolahan udara yang lebih kompleks, seperti flue gas desulfurization (FGD), yang digunakan untuk mengurangi emisi SO2 dari pembakaran bahan bakar yang mengandung sulfur. Dalam FGD, gas flue yang mengandung SO2 diserap oleh bahan kimia seperti limestone (kalsium karbonat) atau lime (kalsium oksida), menghasilkan produk sampingan yang lebih aman dan tidak berbahayaDalam pengendalian pencemaran udara, absorpsi juga dapat digunakan dalam kombinasi dengan metode lain, seperti adsorpsi dan kondensasi, untuk meningkatkan efisiensi pengurangan polutan. Kombinasi ini dapat membantu mengurangi konsentrasi polutan di udara dengan lebih efektif dan efisien.Dalam sintesis, pengendalian pencemaran udara dengan metode absorpsi adalah strategi yang efektif untuk mengurangi konsentrasi polutan di udara, terutama gas berbahaya dan partikulat. Metode ini dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pengolahan udara industri dan pengendalian pencemaran udara di perkotaan, serta dapat dikombinasikan dengan metode lain untuk meningkatkan efisiensi pengurangan polutan.

Metode absorpsi adalah salah satu strategi yang digunakan dalam pengendalian pencemaran udara untuk mengurangi konsentrasi polutan di udara. Proses absorpsi melibatkan kontak antara campuran gas yang mengandung polutan dengan larutan kimia tertentu di dalam suatu aiat. Tujuan dari proses absorpsi adalah untuk mengubah polutan menjadi bentuk yang tidak berbahaya atau yang dapat diolah lebih lanjut.Dalam konteks pengendalian pencemaran udara, absorpsi dapat digunakan untuk mengurangi emisi gas berbahaya seperti sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NOx), dan partikulat (PM). Gas-gas ini dapat diserap oleh bahan kimia seperti larutan alkali, seperti larutan natrium hidroksida (NaOH), yang digunakan dalam proses sampling udara. Larutan ini akan mengubah NO2 dari udara menjadi ion nitrit yang kemudian dapat dianalisis menggunakan voltammetri gelombang persegi impinger

Larutan absorben yang digunakan dalam proses sampling adalah larutan NaOH. Larutan ini akan mengubah NO2 dari udara menjadi ion nitrit. Nitrit yang telah terabsorbsi kemudian dianalisis menggunakan voltammetri gelombang persegi impinger. Adapun reaksi terbentuknya ion nitrit yaitu:
NO2+2NaOHNaNO2+NaOH
Dalam sintesis, metode absorpsi digunakan dalam pengendalian pencemaran udara untuk mengurangi konsentrasi polutan di udara dengan mengubah polutan menjadi bentuk yang tidak berbahaya atau yang dapat diolah lebih lanjut. Proses ini dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pengolahan udara industri dan pengendalian pencemaran udara di perkotaan, serta dapat dikombinasikan dengan metode lain untuk meningkatkan efisiensi pengurangan polutan.


Pengendalian pencemaran udara menggunakan scrubber
Pengendalian pencemaran udara menggunakan scrubber adalah strategi yang efektif untuk mengurangi polusi udara yang dihasilkan oleh aktivitas industri. Scrubber adalah alat sistem udara buang yang berfungsi sebagai pengendali pencemaran udara, membersihkan gas buang sebelum diemisikan ke atmosfer. Cara kerja scrubber melibatkan penghisapan udara menggunakan blower, kemudian disemprot air untuk menghilangkan polutan. Udara yang telah disaring dilepas ke lingkungan lewat cerobong setelah disaring menggunakan filter High Efficiency Particulate Air (HEPA).Scrubber dapat membantu para pemilik industri untuk membersihkan limbah gas yang menjadi ancaman bagi kebersihan dan pelestarian lingkungan. Polusi dari pabrik sangat membahayakan kesehatan dan mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitarnya. Adanya scrubber dapat menetralkan polusi hasil buangan dari industri supaya tidak mencemari lingkungan. Teknologi ini juga dapat digunakan untuk mengendalikan emisi gas yang saat ini semakin marak terjadi.Dalam beberapa jenis, scrubber dapat dibedakan menjadi dry scrubber, wet scrubber, scrubber venturi, dan scrubber cyclone. Dry scrubber menggunakan zat kering seperti hidrogen sulfida untuk membersihkan gas-gas asam, sedangkan wet scrubber menggunakan cairan seperti air. Scrubber venturi digunakan untuk membersihkan partikel debu, padatan, aerosol, dan uap pada gas buang industri. Scrubber cyclone digunakan untuk membersihkan partikel-partikel pada gas tanpa memakai filter melalui proses sentrifugal.Penggunaan scrubber sangat penting dalam mengurangi polusi udara, terutama di kawasan industri yang berada di Jakarta dan sekitarnya. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan telah mengumumkan bahwa industri berat wajib menggunakan alat pengendali emisi itu untuk mengurangi polusi udara Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.Dalam beberapa industri, seperti industri pangan dan pertanian, industri pengolahan kimia, elektroplating, tanaman asam, pupuk, pabrik baja, dan peraspalan, scrubber digunakan untuk menghilangkan berbagai macam polutan udara. Penggunaan scrubber efektif untuk menghilangkan polutan, baik yang organik maupun anorganik, serta partikel-partikel yang membahayakan lingkungan.Penggunaan scrubber secara signifikan dapat mengurangi dampak pencemaran yang berasal dari emisi gas buang dari kapal ke udara, seperti emisi SOx sebanyak 95% dan PM sebanyak 60%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan scrubber dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi polusi udara yang dihasilkan oleh aktivitas kapal.Dalam sintesis, pengendalian pencemaran udara menggunakan scrubber adalah strategi yang sangat penting dan efektif dalam mengurangi polusi udara yang dihasilkan oleh aktivitas industri dan kapal. Scrubber dapat membantu mengurangi polusi udara dengan cara membersihkan gas buang sebelum diemisikan ke atmosfer, serta menghilangkan berbagai macam polutan udara

Pengolahan sampah pasar dan limbah pertanian
Pengolahan limbah padat industri
Perhitungan pada unit pengolah limbah
Perancangan unit pengolahan limbah




wikipedia
Gramedia
mutucertification
ruangguru



Rabu, 15 Mei 2024

Job Fair


  1. Rencana Selasa 11 Juni 2024, karena Dana kemungkinan sudah cair
  2. Targetnya mendatangkan 200 peserta
  3. Jumlah DUDI minimal 10
  4. Lulusan baru masih hangat - hangatnya
  5. Merekrut DU/DI bersedia ke sekolah, dengan Teknik perekrutan walaupun hanya lowongan kerja dua kandidat 
  6. Mengajak outsourcing dengan mengadakan pelatihan softskill sekaligus perekrutan 
  7. Model kegiatan : Job Fair dilaksanakan di lapangan parkir dekat masjid, di aula seremoni pembukaan dengan pelatihan narasumber serta 200 peserta 
  8. Parkir berada di tengah lapangan



Selasa, 14 Mei 2024

Diklat

DIKLAT PENYUSUNAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF, PENERAPAN MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA SISWA UNTUK MENGOPTIMALKAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA

SMKN 1 MOJOANYAR KAB. MOJOKERTO 

14 MEI 2024


Bp. Mudianto, S.Pd.,MM 

Sambutan Kecabdin Mojokerto 

  1. Sejak Januari 2024 menjadi kepala cabang dinas Mojokerto 
  2. Berkolaborasi mencerdaskan anak bangsa
  3. Tahapan PPPK tidak usah resah, yang penting dapat SK, tempat dan gaji terlebih dulu. Sekolah harus mengentry AGTK. Selanjutnya dilakukan pemetaan. Bila memang dibutuhkan pada sekolah lain maka bisa dibuatkan Surat Perintah Tugas untuk mengajar di sekolah lain tersebut 
  4. Bagi yang GTT melakukan tugas sepenuh hati, seperti pengamatan "drone" dari atas
  5. Guru adalah profesi yang diminati banyak orang. Karena jika mengajar dengan baik maka akan mendapatkan gaji dan ganjaran. Sehingga menjadi profesi yang mulia
  6. Sebagai guru apakah sudah bermanfaat ? Mencerdaskan anak-anak saya (siswa) ? Bukan saja menggugurkan kewajiban saja, tapi ada hasil yang ditunjukkan.
  7. Sekolah dengan perusahaan secara prinsip lembaga sama, tapi ada perbedaan. Bagi tidak masuk di perusahaan maka gajinya dipotong, beda dengan di sekolah tidak dipotong. Apalagi tukang bangunan yang tidak kerja maka tidak dapat gaji di hari tersebut. Maka syukurilah yang ada
  8. Tidak ada PNS yang masih mengajar juga di swasta 
  9. Bila sudah diangkat menjadi PPPK maka dapodiknya ditarik ke negeri 
  10. Lulusan harus mencerminkan kemampuan dari semua guru mapel yang diajarkan
  11. Maka setiap tahun harus tracer study, 455 alumni harus diketahui dan terukur serapannya. Sehingga pembelajarannya diketahui on the tracknya
  12. Tracer study dilakukan saat siswa naik ke kelas XII, melibatkan semua guru. Setiap guru bisa mendampingi 10 siswa. Sehingga cepat melaporkan data perkembangan siswa. Pola menggunakan falsafah "bola salju" 
  13. Lulusan SMK tahun 2024 di Mojokerto sebanyak 9000 siswa. Sedangkan lahan pekerjaan belum tentu menyerap semuanya. Untuk memenangkan Persaingan tersebut dengan cara berfikir dan bekerja di atas target.
  14. Setiap siswa yang sedang praktikum difoto lalu dimasukan dalam dokumen keepeer, menjadi bukti fisik bila HRD melakukan rekrutmen (dokumen pendamping ijazah)
  15. Jadilah Trandsetter jangan menjadi follower 

Materi Narasumber  :
Kecerdasan Buatan AI dalam Transformasi Pembelajaran 


Disampaikan oleh :
Akhmad Waras, S.Pd., M.Pd
Pengawas Sekolah 
  1. Sekolah wajib melakukan Digitalisasi, agar memiliki kemampuan dan kehadirannya ditunggu siswanya
  2. Tujuan AI : Menambah referensi, perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, Aksesmen/penilaian 
  3. Platform AI : ChatGPT, Perplexity, Gamma.App, Classpoint
Arsip  :

Selasa, 07 Mei 2024

Kunjungan Industri Madukismo

Pukul 21.50 wib dengan 11 bus berangkat menuju ke Jogja segenap kelas X SMK Negeri 1 Mojoanyar dalam program kunjungan industri, bagi jurusan Kimia Industri dan Kimia Analisa menuju ke Pabrik Gula Madukismo 

Pukul 03.17 telah sampai di Parangtritis, diawali bersih diri dan sholat shubuh berjamaah dilanjutkan wisata ke pantainya.


"Garam akan terurai dan pasir akan mengikis. Tapi, kenangan itu bertahan selamanya"

Selanjutnya menuju ke rumah makan Numani untuk menikmati makan pagi, tahun 2019, 2023 dan sekarang 2024 kesini lagi..... betul-betul Numani 😁

Sejurus berikutnya menuju PT. Madubaru yang merupakan gabungan dari PG. Madukismo dan PS. Madukismo (Alkohol)

Penjelasan oleh Pak Machmud melalui media slide power point ternyata belum bisa membuat peserta didik "bernyali" tanya dari KI, padahal sudah dibekali contekan pertanyaan.....Entah apa penyebabnya 🤷 

  1. Mengapa gula dibuat dari tanaman tebu, apa tidak bisa dari tanaman lain ?
  2. Dalam proses pembuatannya apa dipengaruhi oleh pertumbuhan mikroba
  3. Apa yang menjadi penyebab bahwa gula menjadi kebutuhan pokok masyarakat
  4. Bagaimana Reaksi pada sulfitasi (pemurnian) 
  5. Apa jenis gula pada Madukismo ini SHS (Superior Hofd Suiker)
Pada Alkohol 
  1. Apa Fungsi NPK dan Asam Sulfat pada bagian pemasakan
  2. Pada sistem peragian, apa sistem kontinyu atau batch
  3. Bagaimana cara menumbuhkan mikroba ragi
Atau peserta didik sudah "gagal fokus" karena mau diajak keliling naik kereta odong-odong oleh pihak perusahaan 


Beban moral kalau ditanya ortu sepulang Jogja dapat wawasan apa ? Maka dengan semangat untuk mengurai pertanyaan yang telah dibuat sendiri dan dijawab sendiri🤭

Alhamdulillah ternyata peserta didik bus 9 fokus menyimak sampai ketiduran pulas, setelah dijelaskan  :
  1. Pabrik Gula sebetulnya hanya mengambil kandungan gula pada tanaman tebu yang kemudian dikristalkan agar mudah pengemasannya dan awet tidak mudah rusak. Namun tanaman yang bisa dibuat gula selain tebu adalah bit gula yang tumbuh banyak di India dan Brazil.
  2. Gula merupakan bahan makanan pokok yang dikonsumsi manusia untuk masakan maupun minuman, maka sejak dulu menjadi incaran bagi orang eropa juga, maka di Indonesia jaman penjajahan Belanda diterapkan Sistem Tanam Paksa dalam Suiker Contracten "Kontrak-Kontrak gula" yang menyebabkan penindasan petani lokal. Van de Putte tokoh oposisi Hindia Belanda menentang kebijakan Kerajaannya sendiri yang berujung mendapatkan simpati popularitas politik sehingga menjadi Perdana Menteri di kala itu........(Nyinggung sejarah dikit)
  3. Fungsi NPK dan Asam Sulfat dalam pencampuran tetes untuk menjadi Alkohol untuk mengisolasi dan pertumbuhan Mikroba Sacharomyces cerevisae, sehingga fermentasi bisa menghasilkan alkohol dengan kadar 95%
  4. Mikrobanya sendiri didatangkan langsung sejak tahun 1955 dari Machine Fabrick Sangerhausen, Jerman Timur bersamaan instalasi konstruksi mesin peralatan hingga sekarang masih hidup, walaupun pernah terjadi gempa Jogja tahun 2006 yang menyebabkan padamnya listrik, tapi ruang inkubasinya tetap dijaga jangan sampai mati listriknya.
Bp. Saiful Arif - Bp. Machmud 

Sedari keberangkatan rombongan, Tour Leader bus belum pernah menceritakan tentang sejarah dan wawasan Jogja, iba rasanya melihat peserta didik dengan begitu polosnya menikmati perjalanan hanya berkaraoke semata.

Teringat di Bandung saat melewati lorong di Jalan Asia Afrika, Pidi Baiq melukiskan "Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan yang bersamaku ketika sunyi"
(Maka setiap daerah punya kenangan bagi penyintasnya)

Mengawali berbagi wawasan kepada peserta didik diatas bus tentang Jogja, adalah tentang Keistimewaan-nya.

Mengapa Jogja disebut Daerah Istimewa ? Ternyata mereka belum bisa menjawab

Lalu ketika NKRI diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta, wilayahnya berdasarkan apa ? 
itupun mereka terbelalak seakan pertanyaan sepele tapi bikin mikir lama menjawabnya.

Maka penjelasan dirunut mulai wilayah NKRI adalah bekas jajahan Hindia-Belanda, sedangkan Negara Malaysia adalah bekas jajahan Inggris 

Akan tetapi ada wilayah NKRI yang tidak pernah takluk dan dijajah Belanda, adalah Aceh dan Jogjakarta. Sedangkan Sultan Jogjakarta saat proklamasi dikumandangkan, bersedia mengintegrasikan wilayah Kesultanan Jogjakarta menjadi bagian NKRI.

Begitu pula saat Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah,  yang merupakan Sultan Aceh terakhir ditangkap dan dipenjara oleh Belanda, beliau tidak pernah menandatangi penaklukan wilayah kerajaan Aceh, bahkan memerintahkan Tengku Chik di Tiro melanjutkan kepemimpinannya sebagai Wali Nanggroe, dan seterusnya. 

Maka saat Proklamasi Kemerdekaan RI, rakyat Aceh juga mengintegrasikan diri yang didukung oleh pemuka masyarakatnya seperti Tengku Daud Beureuh. 
(Bisa bercerita begini karena pernah ke Aceh dalam perhelatan Perhimpunan Mahasiswa Teknik Indonesia tahun 2002)

Karena kesediaan Aceh dan Jogjakarta mengintegrasikan menjadi bagian NKRI, maka pemerintah memberikan kedudukan Daerah Istimewa kepada kedua daerah tersebut.

Selanjutnya pembicaraan tentang Jogja dilanjutkan dengan spill agresi militer Belanda kedua yang menyebabkan ibukota NKRI di Jogja jatuh. Segenap pemimpin RI ditawan saat itu dari Istana Negara. Namun Jenderal Sudirman tidak mau menyerahkan diri dan tetap gerilya dengan menjadikan pulau Jawa sebagai "Mandalayuda"

Laskar pejuang dan TNI tidak tinggal diam, maka disusunlah Serangan Umum 1 Maret 1949 yang menyebabkan Jogja dapat direbut kembali walaupun durasinya enam jam, tapi sudah memberikan sinyal politik internasional bahwa Republik Indonesia masih ada.

Narasi awal itulah yang menyebabkan peserta didik minta diantarkan mengunjungi Istana Negara dan Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949, begitu pula benteng Vredeburg. Namun benteng ini belum bisa dikunjungi karena dalam tahap renovasi oleh Indonesian Heritage Agency, yaitu lembaga di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, mewadahi ragam museum dan cagar budaya nasional yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Parkir bus Kaos Oblong yang menjadi pengakhir cerita di atas bus, di sini rombongan makan siang dan sholat sebelum nantinya akan mengunjungi pusat oleh-oleh bakpia Wong

Kaos Oblong 

Belanja Bakpia Wong 

Menuju perjalanan ke Bakpia Wong, adek Abil dari Surabaya menelpon minta oleh-oleh celana. Kebetulan ternyata store ini juga menjual pakaian selain aneka jenis kue dan jajanan. Teringat dengan mbak Ais, maka dibelikan juga Hoodie yang sekira cocok untuknya. 

Tak terasa ternyata rupiah yang dibelanjakan termasuk banyak, sehingga kasir mengemas barang pembelian dalam kardus yang besar 

Insiden Kecil

Dengan menenteng kardus besar menjadikan pusat perhatian, seakan memborong banyak jajan. Namun yang menjadi kelupaan adalah pada kardus belum tertulis identitas.

Khawatir tertukar, maka bergegas mengambil bolpoin di atas bus dan segera menuliskan identitas pada kardus yang tersimpan pada lambung bagasi bus.

Namun, perut tiba-tiba mules dan bergegas menuju ke toilet dengan ijin terlebih dahulu ke rekan guru yang berdiri di sekitar toilet tersebut 

Ternyata banyak siswa yang mengantre mandi, seakan cuek dengan gurunya yang berseragam katelpack oranye sedang menahan mules perutnya.

Setelah menunaikan "hajat" akhirnya segera menuju ke parkiran, tapi bus 9 sudah mengaspal di jalan raya. Tidak kehilangan akal segera menumpang ke bus 1 yang ternyata mendapat sambutan berupa "gojlokan"

Menumpang Bus 1

Berita tentang ditinggalkannya pak Onny mendadak viral dan menjadi guyonan selama diperjalanan. Namun setiap kejadian tetap diambil hikmahnya. 

Belajar berbesar hati, bahwa kelak kita akan ditinggal dan meninggalkan. Dan itu pasti akan terjadi

"Banyak orang yang akan keluar masuk dalam pintu hati kita, namun sahabat sejati yang akan tetap selamanya di hati"

Sore di Malioboro 

Setelah semua bus parkir di Abu Bakar Ali, rombongan peserta didik ingin diantarkan menuju destinasi benteng Vredeburg, Istana Negara di Jogja, dan Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 yang jarak tempuh berjalan memakan waktu 20 menit.

Awalnya banyak yang ikut, namun seiring perjalanan hanya menyisakan empat siswa saja. Banyak yang tidak kuat berjalan alasannya capek....🚶🚶🚶🚶

Selain "eman" mumpung di Jogja tidak banyak mengeksplorasi wisatanya, juga menjadi catatan tentang kondisi fisik jasmani yang harus ditingkatkan.

Cepat Bertindak 

Menjelang maghrib semua rombongan sudah meninggalkan Malioboro menuju resto di daerah Kartasura, namun di sekitar daerah Lanud Adisucipto salah satu bus mogok sehingga penumpangnya harus dititipkan ke beberapa bus yang lain.

Pihak travel segera mengutus bus pengganti dan bertemu di Kartasura dengan pengawalan patwal polisi.

Dengan kesigapan bertindak, urusan penumpang selesai namun mengakibat kepulangan ke Mojokerto akhirnya melambat hingga dua jam setengah

Residu yang tersisa 

Keterlambatan pulang menjadikan orang tua mengeluh karena sudah lama menunggu putra-putrinya sejak jam 11 malam. walaupun sudah diberi serlok sehingga bisa memantau perjalanan bus dan jarak tempuhnya.

Belum lagi ada yang kehilangan celana seragam khusus sejak di Parangtritis dan juga oleh-oleh dengan total 200ribuan yang belum ada solusinya, walaupun sudah diumumkan ke semua rombongan dan mengkonfirmasi ke guru pendampingnya.

Terkadang insiden kecil menjadikan pelajaran bahwa kesempurnaan rencana, masih tetap ada khilaf dan cela

"Sebuah tulisan tidak mampu mendefinisikan semua kejadian, tapi biarlah bergerak bebas untuk menemukan pembacanya."

Mojokerto - Jogjakarta - Mojokerto - Surabaya
7-9 Mei 2024

Minggu, 05 Mei 2024

Penanaman Mikroba

I.    TUJUAN

  • Menumbuhkan mikrobi aerob dengan cara biakan agar tegak dan biakan agar miring
  • Untuk mengetahui sifat, bentuk, jumlah, warna dalam biakan agar tegak dan agar miring
TEORI DASAR

Media Agar Tegak adalah media agar dalam petridis yang diletakkan secara tegak pada waktu pendinginan, media agar tegak merupakan salah satu cara yang mudah untuk kulturisasi mikroba terutama yang bersifat aerob dan anaerob fakultatif.

Media Agar Miring adalah media agar dalam tabung reaksi yang diletakkan miring akan mengeras sehingga akan terlihat permukaan miring dengan demikian mempermudah inokulasi dengan jarum ose. Agar miring merupakan salah satu cara yang mudah untuk kulturisasi mikroba terutama yang bersifat aerob dan anaerob fakultatif 

I.       ALAT DAN BAHAN

ALAT :

Cawan petri

Inkubator

Pembakar spiritus

Jarum ose

Tabung reaksi

Timbangan digital

Corong

Pengaduk

LAF

 Autoklaf

Kaca arloji


BAHAN :

Media Nutrien Agar

Kertas pH

 Alkohol 70%

Tisu

Aquades

Kapas

Biakan Agar Miring (Tabung Reaksi)

1.) Siapkan tabung reaksi, Buatlah media Nutrien Agar

2.) Goreskan biakan mikroba dengan menggunakan jarum ose tumpul yang telah disterilkan dengan cara dibuat zig-zag

3.) Inkubasikan dan masukkan di inkubator

4.) Amati setelah 2x24 jam, catat dan gambar hasil pengamatan

 Teknik Penanaman  Mikroba (Petridis) :

  1. Siapkan petridis yang telah disterilkan
  2. Tuangkan media agar yang telah dibuat kedalam petridis tersebut
  3. Kerjakan masing-masing petridis sebagai berikut :
  4. Kelompok 1 dan 2 = Setelah dingin pipet ditetesi  air sumur, lalu tutup kembali
  5. Kelompok 2 dan 4 = Setelah dingin pipet ditetesi dengan air selokan lalu tutup kembali
  6. Kelompok 5 dan 5 = Setelah dingin pipet ditetesi dengan air AMDK lalu tutup kembali
  7. Simpanlah petridis tersebut pada suhu 32 derajad Celsius
  8. Setelah 48 jam amati perubahan yang terjadi
  9. Catat hasilnya dan sesuaikan dengan gambar dibuku
Catatlah dari koloni-koloni yang diperiksa :

  • Bentuk koloni dilihat dari atas
  • Bentuk koloni dilihat dari samping
  • Bentuk koloni dilihat dari tepi bagian dalam petridis
  • Bentuk koloni dilihat dari permukaan koloni
  • Warna koloni
  • Timbul gas /tidak pada cawan petri
TUGAS
  1. Apakah fungsi agar-agar pada pembuatan media
  2. Faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme? Jelaskan
  3. Kenapa pada pembuatan media PH nya harus netral
  4. Gambarkan grafik pertumbuhan koloni dan sebutkan fase-fasenya
  5. Adakah hubungan antara waktu inkubasi (istilah dalam kedokteran) dengan kecepatan biak suatu mikroorganisme



Selasa, 30 April 2024

Magang ke Jepang

Bagi peserta didik Jurusan Kimia Industri kelas XII yang berminat magang ke Jepang, maka dapat mendaftarkan diri.

Persiapan yang ditanggung oleh biaya sekolah meliputi  :

  1. Medical checkup 
  2. Pelatihan bahasa jepang
  3. Pelatihan budaya 
  4. Pelatihan softskill 
Bila dikemudian hari calon peserta tidak jadi berangkat, tidak apa-apa dan tidak ada kwajiban mengembalikan biaya pelatihan 

Untuk komunikasi bisa gabung WAG :


Yang mendaftarkan diri mohon mengisikan data : 

Nama
Alamat rumah
No. Telpon
SMA/SMK
Jurusan 
Negara
Jabatan 
Email

Kuota Minimal 10 siswa dari KI, bila tidak memenuhi akan dibuka ke Jurusan lain


Yang telah mendaftarkan diri :

(1)
Nama : ANGI DEAR ANGGRAINI
Alamat : Rt. 04 Rw. 05 Dsn. Ngembetsari, Ds. Gebangmalang, Kec. Mojoanyar, Kab. Mojokerto
No.telp : 081515659008
SMK/SMA : SMK
Jurusan : Kimia Industri
Negara : Jepang
Jabatan : Siswa
Email : angi.dear.a@gmail.com

(2)
Nama : Dimas Ardiansyah
Alamat : Dusun Ngrayung Rt.07/Rw.03 Desa Kepuhpandak Kec. Kutorejo 
No.telp : 085648650148
SMK/SMA : SMK
Jurusan : Kimia Industri
Negara : Jepang
Jabatan : Siswa
Email : Dimas.4rdiansyah@gmail.com

(3)
Nama      : Ahmad Arya Geraldy
Alamat :Desa Gayaman, Dusun Tambakrejo,RT.05/RW.03,Kec.Mojoanyar,Kab.Mojokerto
No.telp    : 089678053346
SMK        : SMK
Jurusan  : Kimia Industri 
Negara    : Jepang
Jabatan   : Siswa
Email       : ahm4dar7a@gmail.com

(4)
Nama : ACHMAD AL FATTAH KHOIRUL NIZAM
Alamat : DS. MEJOYO DSN. MEJOYO / RT. 007 RW. 001, KEC. BANGSAL KAB. MOJOKERTO
No.telp : 0896-8542-7345
SMK : SMK
Jurusan : KIMIA INDUSTRI
Negara : JEPANG
Jabatan : SISWA
Email : Achmadkn74@gmail.com

(5)
Nama : Ainun astafir jennah
Alamat : Jln. Sunan Muria Ds. Klantingsari Dsn. Wonosari Rt06 Rw02 
No. Telp : 085748038253
SMK/SMA : SMK
Jurusan : Kimia Industri
Negara : Jepang
Jabatan : Siswa
Email : ainunastafirjannah@gmail.com

(6)
Nama : Nia Amelia 
Alamat : Dsn. Bungkem Ds. Kwedenkembar RT. 003 RW. 007 Kec. Mojoanyar Kab. Mojokerto
No. Telp : 0881026787203
SMK/SMA : SMK
Jurusan : Kimia Industri
Negara : Jepang
Jabatan : Siswa
Email : niamelia295@gmail.com

(7)
Nama : Sharira Angel Islami
Alamat rumah : Dsn Kangkungan RT 09/RW 03 Desa Kemantren Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto
No. Telpon : 089514624537
SMA/SMK : SMK Negeri 1 Mojoanyar
Jurusan : Kimia Industri
Negara : Jepang
Jabatan : Siswa
Email : shariraangel@gmail.com

(8)
Nama : Muhammad Zidan Dwi Agus Yulianto 
Alamat rumah : dsn sebani, desa sebani, RT 23 RW 03, kec tarik, kab. Sidoarjo 
No. Telpon : 0881036539686
SMA/SMK : SMKN 1 MOJOANYAR 
Jurusan : Kimia industri 
Negara : jepang 
Jabatan : pelajar 
Email : muhammadzidanday@gmail.com

(9)
Nama : Yossy Maretha
Alamat rumah : Dsn.Gambiran Ds.Kwatu Rt.16/Rw.02 Kec.Mojoanyar Kab.Mojokerto
No. Telpon : 089676850030
SMA/SMK : SMK
Jurusan : Kimia Industri
Negara : Jepang
Jabatan : Siswa
Email : yossymaretha0@gmail.com

(10)
Nama: Satria Deva Adi Saputra 
Alamat rumah: Ds Gebang Malang Rt 3 Rw 5
No. Telpon:088217969341
SMA/SMK: SMK
Jurusan :Kimia Industri 
Negara: Jepang
Jabatan :Siswa
Email:saputrasatria843@gmail.com

(11)
Nama : Mohammad Tiksa Marselio 
Alamat rumah : Ds. Sumberwono Dsn. Wonorejo Rt.04/Rw.01 Kec.Bangsal Kab.Mojokerto
No. Telpon : 085706698727
SMA/SMK : SMK Negeri 1 Mojoanyar 
Jurusan : Kimia Industri 
Negara : Jepang
Jabatan : Siswa
Email : abdillahirk@gmail.com

(12)
Nama: MOKHAMAD KHOIRUL WAQID 
Alamat rumah: dsn.kalicangkring ds.kaligoro kec.kutorejo kab.mojokerto
No. Telpon: 089524999672
SMA/SMK: SMKN 1 Mojoanyar 
Jurusan: kimia industri 
Negara: jepang 
Jabatan: siswa
Email: mokhamadkhoirul28@gmail.com


(13)
Nama: Muhammad Alfin Akhsan
Alamat rumah:Ds,leminggir Dsn,lemiring RT/23 RW/06 Kec, mojosari Kab, mojokerto
No. Telpon:085657058717
SMA/SMK:SMK
Jurusan:Kimia industri
Negara:jepang
Jabatan:siswa
Email:zacky.za76@gmail.com

(14)
Nama:Firman Taufik Hidayat 
Alamat rumah: Dsn.sawahan DS.sidomulyo RT.02 RW.01 kec.bangsal
No. Telpon: 083846213127
SMA/SMK: SMKN 1 MOJOANYAR 
Jurusan : kimia industri 
Negara: Jepang
Jabatan : siswa
Email : firmantaufikhidayat36@gmail.com

(15)
Nama : Agnesya Putri Agustin 
Alamat rumah : Rt.03 Rw.01 Dsn.Wunut Ds.Wunut Kec.Mojoanyar Kab.Mojokerto
No. Telpon :085960416216
SMA/SMK : SMK
Jurusan : Kimia industri 
Negara : Jepang
Jabatan : Siswa
Email : nesaari578@gmail.com

(16)
Nama:Rizky Robbi Izzati Triansyah Ibrahim Noor
Alamat rumah:ds.Bangsal Dsn.Bangsal Rt.11/Rw.02 kec. Bangsal Kab.Mojokerto Jawa timur
No. Telpon:085708662534
SMA/SMK:SMK
Jurusan:Kimia Industri
Negara:Jepang
Jabatan:Siswa
Email:rizkyrobbi354@gmail.com

(17)
Nama : Vanisa Meisya Putri
Alamat rumah: Dsn Kauman Ds. Bangsal RT 05 RW 01 Kec Bangsal
No. Telpon : 0858-5969-2085
SMA/SMK : SMK
Jurusan : Kimia Industri
Negara : Jepang
Jabatan : SISWA
Email: mtea3066@gmail.com

(18)
Nama : Anggita Yuanas Tasya
Alamat : Dsn.Gambiran RT.15 RW.02 Ds.Kwatu Kec.Mojoanyar Kab.Mojokerto
No. Telp : 0895429575900
SMA/SMK : SMK
Jurusan : Kimia Industri 
Negara : Jepang 
Jabatan : siswa
Email : anyuantsa@gmail.com

(19)
Nama:Aline Desvia Larasati
Alamat rumah:Dsn.Pendowo, Ds. Ngrowo RT 20 RW 05,Kec.Bangsal, Kab. Mojokerto
No. Telpon:08819024143
SMA/SMK:SMK
Jurusan:Kimia Industri
Negara:Indonesia
Jabatan:Siswa
Email:alinedesvialarasati9b06@gmail.com

(20)
Nama : Aliyah Nur Afifah
Alamat : Dsn. Babatan Ds. Ngarjo RT.11 RW.03 Kec. Mojoanyar Kab. Mojokerto
No Telepon : 085806482381
SMA/SMK : SMK
Jurusan : Kimia Industri
Negara : Jepang
Jabatan : Siswa
Email : aliyahnurafifah9@gmail.com

SMK PK

Laporan SMK PK :
  1. Sosialisasi program SMK PK reguler, maksimal 7 hari setelah dana masuk (14 Mei 2024)
  2. Sebesar 150 juta persiapan magang ke luar negeri 
  3. Sebesar 250 juta peningkatan pembelajaran 

Program PK

  1. Sosialisasi program PK Reguler, untuk semua lini dari cabdin
  2. Sosialisasi Kerjasama DUDI
  3. Workshop penyelarasan Dunia kerja

Khusus guru KI

  1. Sosialisasi kepada stakeholder sekolah (Mei, Kurikulum)
  2. Sinkronisasi kurikukum, mengundang perusahaan 
  3. Perancangan PKL
  4. Penandatanganan SPK
  5. Praktisi mengajar (Pak fadil), Praktisi dunia kerja mengajar -> dr BPPPMPV cianjur ke siswa sekitar 10 hari
  6. Peningkatan kompetensi tendik selaras dudi -> di balai besar minimal 2 guru Upskilling -> biaya ditanggung balai besar + Pelaksanaan RTL
  7. Workshop RTL 2 hari
  8. Pelaksanaan guru magang di dunia kerja, durasi 1 bulan untuk 7 orang 
  9. Workshop penguatan kelembagaan bkk 
  10. Tracer study 
  11. Job fair, ditangani bkk, pendamping utama dari KI 
  12. Pengembangan Tefa, Pengoraniasasian tefa, Penguatan kemitraan, Penguatan PK -> MoU 
  13. Workshop pembelajaran Tefa, Penanggung jawab masing-masing tefa
  14. Workshop pembelajaran tefa
  15. Workshop komite sekolah
  16. Penyiapan magang luar negeri siswa -> Jepang, Khusus KI minimal 10 siswa, Fisik siswa, MCU, Bahasa, budaya
  17. Aspek kepemimpinan Kepsek
  18. Workshop kapabilitas GTK
  19. Workshop Proses hasil pembelajaran di balai besar, 1 kepsek, 1 pengawas, 1 wakakur, 2 KI, diseminasi ke semua guru
  20. Workshop penguatan kewirausahaan Guru produktif + IPAS
  21. Implementasi ke PKK Guru PKK + guru KI
  22. Pengembangan literasi numerasi. Guru bahasa dan guru KI. Guru MTK + KI
  23. Uji kemahiran bahasa Indonesia. Target 200 siswa terutama KI+ 5 guru
  24. Penerbitan buku karya siswa + guru, ber ISBN. Min 10 buku
  25. Penguatan P5
  26. Pembentukan komuitas belajar
Rencana magang ke Jepang  :
  1. Muhammad Zidan Dwi Agus Yulianto dari XII Ki 2 
  2. Nia Amelia dari XII KI 3
  3. Angi dari 12 KI 1
  4.  Satria Deva Adi Saputra dari 12 KI 3
Nomor 
Lampiran
Perihal : Permohonan Magang Guru

Yth. Bapak Pimpinan PT. Sunrise Steel 
Jl. Bypass Mojokerto KM.54. Sooko Padangan 
Di Mojokerto 

Dengan Hormat,
Sehubungan terpilihnya SMK Negeri 1 Mojoanyar sebagai Sekolah Pusat Keunggulan oleh Kemendikbud yang mengamanahkan program magang guru

Sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang mata pelajaran yang diampu oleh guru, kami mohon kesediaan bapak pimpinan menerima 2-3 orang guru Mata Pelajaran Kimia Industri untuk melaksanakan magang/praktek kerja yang berkaitan dengan Operasi Teknik Kimia dan Laboratorium Kimia di tempat perusahaan yang bapak pimpin

Adapun kegiatan yang dimaksud akan dilaksanakan selama 1 (satu) bulan Juli 2024

Demikian Surat Permohonan ini disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya dihaturkan terimakasih 

Kepala SMK Negeri 1 Mojoanyar 
Hidayat S.Pd.,M.Pd.
NIP. 19720124 199802 1 002

Monitoring HAP Mei 2024




Home visit 

Home visit 

Home visit 

Menjenguk siswa opname RS Emma

Telah dilaksanakan home visit ke Rumah Roqiib Priyo Saputro, dengan hasil :
1. Ibunya sudah meninggal dunia
2. Tidak bertemu dengan ayahnya, karena bekerja sebagai sopir berangkat pukul 03.00 - bakda Maghrib 
3. Roqiib tidak sekolah karena mengaku sakit tipes, tapi belum pernah periksa ke dokter 
4. Matanya kuning-kemerahan entah apa penyebabnya. Dugaan terpapar layar handphone karena di rumahnya ada wifi
5. Kulit tangan dan kakinya tampak sehat, dan tidak ada tampak tanda-tanda "penyakit kuning"

Akhirnya pertemuan dilanjutkan ke rumah bapak Ketua RT sebagai bukti fisik kedatangan visiting dan tanda tangan SPPD

Senin, 29 April 2024

Halal bihalal PKK RT 08

Ahad, 28 April 2024 didapuk oleh ibu PKK untuk mengisi kultum pada acara rutinan. Bersamaan dengan acara Halal bihalal 

Part 1 : Mimpi Seorang Raja

Part 2 : Bulu Kemoceng 

Part 3 : Burung Beo pak Kyai


Sabtu, 27 April 2024

Silmi ke Abah Mukhalil



Purna tugas pasti mempunyai kesan yang mendalam terhadap orang - orang yang ditinggalkannya. Begitu pula kebersamaan yang sekilas dengan setiap Selasa selalu makan siang dengan menu lontong balap di warung Mak Tin depan sekolah seakan menjadi topik utama saat bersua kembali, Jumat 26/04/2024 

SMK Nasional Dawarblandong - Kabupaten Mojokerto menjadi tempat hikmah Abah Mukhalil dalam melanjutkan pengabdiannya pasca pensiun dari SMKN 1 Mojoanyar 

Kamis, 25 April 2024

Mengunjungi Gelaran LKS di Madiun


Rabu, 24 April 2024 meluncur rombongan ke Madiun bakda dhuhur dengan tujuan memberikan dukungan moral ke tim Mojoanyar 

Seperti diketahui sebelumnya bahwa untuk plating plastik ABS tidak bisa menempel sehingga membuat gundah