Senin, 13 Juli 2026

Tugas Pengganti XII TKI 2


 #. 1. Orientasi Tempat PKL

Ketentuan Tugas :

  1. Kerjakan pada kolom komentar
  2. Tuliskan nama, dan nomor Absen
  3. Uraikan tempat PKL kalian meliputi : Nama perusahaan, Alamat lengkap, Tahapan proses industri kimia, reaksi kimia pada reaktor utama, dan sekarang kalian sedang mengerjakan apa pada tempat PKL tersebut
  4. Batas pengumpulan posting jawaban pada Ahad, 19 Juli 2026

25 komentar:

  1. Naufal Arif Ramadhan/ XII TKI 2/1214 Juli 2026 pukul 09.25

    Nama Perusahaan
    PT Surveyor Indonesia Cabang Surabaya.

    Alamat Lengkap
    Jl. Raya Margorejo Indah No 51, Kec Wonocolo, Surabaya, Jawa timur 60238

    Tahapan Proses Industri Kimia
    PT Surveyor Indonesia merupakan perusahaan jasa inspeksi, pengujian, sertifikasi, dan konsultansi. Pada laboratorium lingkungan, tahapan kerjanya meliputi:

    1. Penerimaan dan registrasi sampel.
    2. Persiapan sampel
    3. Analisis laboratorium sesuai parameter uji.
    4. Pengolahan dan verifikasi data hasil pengujian.
    5. Penyusunan laporan hasil uji.


    Reaksi Kimia pada Reaktor Utama
    Tidak ada reaktor utama karena PT Surveyor Indonesia cabang Surabaya bukan perusahaan manufaktur yang memproduksi bahan kimia. Kegiatan laboratorium lebih berfokus pada analisis menggunakan reaksi kimia skala laboratorium, seperti pengujian kadar COD pada air, kadar amonia, kadar Cl2 serta pengujian kadar logam pada air maupun udara dan analisis menggunakan instrumen sesuai parameter pengujian.

    Saat ini saya melaksanakan kegiatan di laboratorium dengan membantu proses pengujian sampel air dan udara. Kegiatan yang dilakukan meliputi persiapan sampel, preparasi sampel sampai pengujian parameter kualitas air dan udara, pencatatan hasil analisis, serta mempelajari penerapan metode uji sesuai standar yang berlaku.

    BalasHapus
  2. Safira al qomariyah/11 TKI 2/2014 Juli 2026 pukul 12.14

    Nama: Safira al qomariyah
    kelas: 11 tki 2
    absen: 20

    Saya melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT Tunas Baru Lampung Tbk Unit Sidoarjo, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan minyak kelapa sawit menjadi minyak goreng beserta berbagai produk turunannya. Dalam proses produksinya, perusahaan menerapkan serangkaian proses fisika dan kimia untuk menghasilkan produk yang memenuhi standar kualitas serta keamanan pangan.

    Identitas Perusahaan
    Nama Perusahaan: PT Tunas Baru Lampung Tbk Unit Sidoarjo
    Alamat Perusahaan: Jl. Raya Gedangan No. 147A, Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

    Tahapan Proses Industri
    1. Penerimaan Bahan Baku
    Crude Palm Oil (CPO) diterima dari pemasok kemudian disimpan di dalam tangki penyimpanan sebelum diproses lebih lanjut.
    2. Degumming
    Tahap ini bertujuan menghilangkan gum, fosfolipid, serta berbagai pengotor yang dapat memengaruhi kualitas minyak.
    3. Netralisasi (Neutralization)
    Proses penurunan kadar asam lemak bebas (Free Fatty Acid/FFA) dilakukan menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH).
    4. Bleaching
    Minyak dimurnikan dengan menggunakan bleaching earth untuk menghilangkan zat warna dan pengotor yang masih tersisa.
    5. Filtrasi
    Bleaching earth beserta pengotor dipisahkan dari minyak melalui proses penyaringan.
    6. Deodorizing
    Tahap ini dilakukan dengan suhu tinggi dan kondisi vakum untuk menghilangkan bau serta senyawa volatil yang tidak diinginkan.
    7. Fraksinasi (Apabila Diperlukan)
    Minyak dipisahkan menjadi fraksi cair dan fraksi padat guna memperoleh karakteristik produk sesuai kebutuhan.
    8. Pengemasan dan Distribusi
    Produk yang telah memenuhi standar mutu dikemas dan selanjutnya didistribusikan kepada konsumen.

    Reaksi Kimia pada Tahap Netralisasi
    Pada proses netralisasi terjadi reaksi antara asam lemak bebas dengan natrium hidroksida (NaOH) sehingga terbentuk sabun (soap stock) dan air.
    Persamaan reaksi:
    RCOOH + NaOH → RCOONa + H₂O
    Keterangan:
    RCOOH = Asam lemak bebas (FFA)
    NaOH = Natrium hidroksida
    RCOONa = Sabun (soap stock)
    H₂O = Air

    Menurut pemahaman saya, tahap netralisasi merupakan salah satu proses yang sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap mutu minyak yang dihasilkan. Kandungan FFA yang tinggi dapat mempercepat kerusakan minyak dan menyebabkan produk tidak memenuhi standar kualitas. Oleh sebab itu, pengendalian jumlah NaOH, suhu proses, serta kondisi operasi harus dilakukan secara tepat agar penurunan FFA berlangsung secara optimal tanpa menimbulkan kehilangan minyak yang berlebihan.
    Kegiatan Selama Praktik Kerja Lapangan
    Selama menjalani PKL, saya ditempatkan di bagian Quality Control (QC) Laboratorium. Tugas yang saya lakukan meliputi pengambilan sampel, pengujian mutu minyak maupun bahan proses, serta pencatatan hasil analisis laboratorium. Beberapa parameter yang dianalisis antara lain Free Fatty Acid (FFA), Iodine Value (IV), Peroxide Value (PV), pH, Total Dissolved Solids (TDS), serta parameter mutu lainnya yang digunakan untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai standar perusahaan. Melalui kegiatan tersebut, saya memperoleh pengalaman dalam menerapkan teknik analisis laboratorium sekaligus memahami pentingnya pengendalian mutu dan pengawasan proses untuk menjaga kualitas produk akhir.

    BalasHapus
  3. Safira Al Qomariyah/ 12 TKI 2/2014 Juli 2026 pukul 12.15

    Nama: Safira al qomariyah
    kelas: 12 tki 2
    absen: 20

    Saya melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT Tunas Baru Lampung Tbk Unit Sidoarjo, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan minyak kelapa sawit menjadi minyak goreng beserta berbagai produk turunannya. Dalam proses produksinya, perusahaan menerapkan serangkaian proses fisika dan kimia untuk menghasilkan produk yang memenuhi standar kualitas serta keamanan pangan.

    Identitas Perusahaan
    Nama Perusahaan: PT Tunas Baru Lampung Tbk Unit Sidoarjo
    Alamat Perusahaan: Jl. Raya Gedangan No. 147A, Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

    Tahapan Proses Industri
    1. Penerimaan Bahan Baku
    Crude Palm Oil (CPO) diterima dari pemasok kemudian disimpan di dalam tangki penyimpanan sebelum diproses lebih lanjut.
    2. Degumming
    Tahap ini bertujuan menghilangkan gum, fosfolipid, serta berbagai pengotor yang dapat memengaruhi kualitas minyak.
    3. Netralisasi (Neutralization)
    Proses penurunan kadar asam lemak bebas (Free Fatty Acid/FFA) dilakukan menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH).
    4. Bleaching
    Minyak dimurnikan dengan menggunakan bleaching earth untuk menghilangkan zat warna dan pengotor yang masih tersisa.
    5. Filtrasi
    Bleaching earth beserta pengotor dipisahkan dari minyak melalui proses penyaringan.
    6. Deodorizing
    Tahap ini dilakukan dengan suhu tinggi dan kondisi vakum untuk menghilangkan bau serta senyawa volatil yang tidak diinginkan.
    7. Fraksinasi (Apabila Diperlukan)
    Minyak dipisahkan menjadi fraksi cair dan fraksi padat guna memperoleh karakteristik produk sesuai kebutuhan.
    8. Pengemasan dan Distribusi
    Produk yang telah memenuhi standar mutu dikemas dan selanjutnya didistribusikan kepada konsumen.

    Reaksi Kimia pada Tahap Netralisasi
    Pada proses netralisasi terjadi reaksi antara asam lemak bebas dengan natrium hidroksida (NaOH) sehingga terbentuk sabun (soap stock) dan air.
    Persamaan reaksi:
    RCOOH + NaOH → RCOONa + H₂O
    Keterangan:
    RCOOH = Asam lemak bebas (FFA)
    NaOH = Natrium hidroksida
    RCOONa = Sabun (soap stock)
    H₂O = Air

    Menurut pemahaman saya, tahap netralisasi merupakan salah satu proses yang sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap mutu minyak yang dihasilkan. Kandungan FFA yang tinggi dapat mempercepat kerusakan minyak dan menyebabkan produk tidak memenuhi standar kualitas. Oleh sebab itu, pengendalian jumlah NaOH, suhu proses, serta kondisi operasi harus dilakukan secara tepat agar penurunan FFA berlangsung secara optimal tanpa menimbulkan kehilangan minyak yang berlebihan.
    Kegiatan Selama Praktik Kerja Lapangan
    Selama menjalani PKL, saya ditempatkan di bagian Quality Control (QC) Laboratorium. Tugas yang saya lakukan meliputi pengambilan sampel, pengujian mutu minyak maupun bahan proses, serta pencatatan hasil analisis laboratorium. Beberapa parameter yang dianalisis antara lain Free Fatty Acid (FFA), Iodine Value (IV), Peroxide Value (PV), pH, Total Dissolved Solids (TDS), serta parameter mutu lainnya yang digunakan untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai standar perusahaan. Melalui kegiatan tersebut, saya memperoleh pengalaman dalam menerapkan teknik analisis laboratorium sekaligus memahami pentingnya pengendalian mutu dan pengawasan proses untuk menjaga kualitas produk akhir.

    BalasHapus
  4. Putra Nabhan Z.A XI TKI 214 Juli 2026 pukul 18.12

    Laporan Tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL)

    PUTRA NABHAN ZULFADLI AKMAL – XII TKI-2/15

    A. Nama Perusahaan

    PT Petrokimia Gresik

    B. Alamat Lengkap

    Kompleks Pabrik PT Petrokimia Gresik, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61119.

    C. Tahapan Proses Industri Kimia (Proses Produksi Aluminium Fluorida/AlF₃)

    Produksi Aluminium Fluorida (AlF₃) merupakan salah satu proses pada lini produk non-pupuk yang memanfaatkan asam fluosilikat sebagai hasil samping dari pabrik asam fosfat. Tahapan produksinya meliputi:

    1. Persiapan Bahan Baku
    Asam fluosilikat (H₂SiF₆) dialirkan dari unit pemurnian pabrik asam fosfat, sedangkan aluminium hidroksida [Al(OH)₃] diambil dari gudang penyimpanan. Sebelum digunakan, kedua bahan baku diperiksa di laboratorium untuk memastikan kualitas, kadar air, dan kemurniannya sesuai dengan spesifikasi proses.

    2. Proses Reaksi
    Aluminium hidroksida dimasukkan secara bertahap ke dalam reaktor yang telah berisi larutan asam fluosilikat. Reaksi berlangsung pada suhu sekitar 90–100°C dengan pengadukan terus-menerus agar pencampuran merata dan reaksi berlangsung secara optimal.

    3. Pemisahan Silika
    Campuran hasil reaksi kemudian dialirkan ke unit filter press untuk memisahkan endapan silika (SiO₂) dari larutan Aluminium Fluorida. Silika dimanfaatkan sebagai produk sampingan, sedangkan filtrat diteruskan ke tahap berikutnya.

    4. Kristalisasi
    Larutan Aluminium Fluorida dimasukkan ke dalam kristalisator dan didinginkan secara bertahap. Selama proses ini terbentuk kristal Aluminium Fluorida trihidrat (AlF₃·3H₂O) dengan ukuran yang relatif seragam.

    5. Kalsinasi dan Pengeringan
    Kristal yang terbentuk dipisahkan kembali melalui proses filtrasi, kemudian dikeringkan menggunakan rotary kiln pada suhu sekitar 500–600°C. Tahap ini bertujuan menghilangkan air kristal sehingga dihasilkan Aluminium Fluorida (AlF₃) anhidrat dengan tingkat kemurnian yang tinggi.

    6. Pengemasan Produk
    Produk akhir didinginkan, diayak untuk memperoleh ukuran partikel yang seragam, kemudian dikemas dalam karung berlapis kedap udara, diberi label sesuai standar mutu, dan disimpan di gudang produk non-pupuk.

    D. Reaksi Kimia pada Reaktor Utama

    Pada reaktor utama, asam fluosilikat bereaksi dengan aluminium hidroksida membentuk Aluminium Fluorida, silika, dan air. Persamaan reaksinya adalah:

    H₂SiF₆ + 2Al(OH)₃ → 2AlF₃ + SiO₂ + 4H₂O

    E. Deskripsi Aktivitas PKL Saat Ini

    Selama melaksanakan PKL, saya ditempatkan di Departemen Laboratorium Uji Kimia PT Petrokimia Gresik yang berada di bawah Kompartemen Operasi Pabrik. Kegiatan yang saya lakukan berfokus pada pengendalian mutu (Quality Control) pada Divisi Bahan Masuk melalui analisis laboratorium terhadap beberapa jenis bahan baku (bahan pengisi dan bahan penolong) yang akan masuk pabrik yaitu:

    1. Pengujian Bahan Baku
    Membantu melakukan analisis terhadap bahan baku yang masuk ke pabrik, seperti pengukuran densitas, konsentrasi asam, dan kadar pengotor untuk memastikan kualitas bahan sebelum digunakan dalam proses produksi.

    2. Pengujian Produk Pupuk
    Melaksanakan pengujian mutu berbagai produk pupuk, seperti Urea, ZA, dan NPK Phonska, guna memastikan kandungan unsur hara telah memenuhi standar mutu perusahaan.

    3. Pengujian Produk Non-Pupuk
    Saat ini saya lebih banyak menangani pengujian Aluminium Fluorida (AlF₃). Pengujian yang dilakukan meliputi analisis kadar AlF₃, kadar air bebas, serta Loss on Ignition (LOI) menggunakan metode gravimetri dan volumetri sesuai prosedur standar yang diterapkan oleh perusahaan.

    BalasHapus
  5. Sefanny Salwa Ramadhani/XII TKI-2/2114 Juli 2026 pukul 21.42

    Nama : Sefanny Salwa Ramadhani
    Absen : 21

    *Profil Perusahaan*
    PT Surveyor Indonesia Cabang Surabaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa inspeksi, pengujian, sertifikasi, dan konsultasi teknis. Perusahaan ini menyediakan layanan pengujian kualitas berbagai jenis sampel, termasuk pengujian laboratorium kimia dan lingkungan.

    *Alamat*
    Jl. Margorejo Indah No. 51, Kelurahan Margorejo, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60238. PT. Surveyor Indonesia Cabang Surabaya

    *Tahapan Proses Industri Kimia*
    Tahapan proses yang dilakukan meliputi :
    - Penerimaan sampel,
    - preparasi sampel,
    - proses pengujian menggunakan metode analisis kimia (sesuai parameter yang diminta),
    - pengolahan data hasil pengujian,
    - pembuatan laporan hasil analisis.

    *Reaksi Kimia pada Reaktor Utama*
    PT Surveyor Indonesia tidak memiliki reaktor utama karena bukan industri produksi kimia, melainkan perusahaan jasa pengujian laboratorium. Reaksi kimia yang dilakukan hanya terdapat pada proses analisis laboratorium sesuai dengan metode pengujian yang digunakan. Beberapa metode yang sering digunakan, antara lain pH meter, gravimetri, spektrofotometri UV-Vis, dan AAS.

    *Kegiatan yang Sedang Dikerjakan di tempat PKL*
    Saya ditempatkan di laboratorium lingkungan dan saat ini saya melakukan kegiatan pengujian sampel air dari berbagai lokasi berdasarkan parameter uji yang tersedia di PT Surveyor Indonesia Cabang Surabaya. Ada beberapa jenis sampel air yang sering saya uji, yaitu air limbah industri, air limbah domestik, air laut, dan air sungai. Saya juga melakukan pendataan dan pencatatan sampel yang masuk ke laboratorium untuk memastikan data sampel tersusun dengan baik. Selain sampel air, ada juga sampel udara ambien yang diuji menggunakan metode AAS.

    BalasHapus
  6. Rafi Aditya Abdullah/XII TKI 2/1715 Juli 2026 pukul 08.22

    1. Nama Perusahaan / Instansi
    Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Unit Kerja: Laboratorium Pakan Ternak

    2. Alamat Lengkap
    Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 202, Gayungan, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur 60235.

    3. Tahapan Proses Industri Kimia (Alur Kerja Laboratorium)
    Meskipun bertempat di laboratorium pengujian, alur kerja di Laboratorium Pakan Ternak ini tetap menerapkan prinsip komparasi proses teknik kimia (analisis kuantitatif dan kualitatif) yang terbagi menjadi beberapa tahapan:
    Tahap Preparasi Sampel (Pre-Treatment): Proses pengecilan ukuran pakan menggunakan alat grinding, pengayakan, dan homogenisasi sampel agar siap direaksikan dengan bahan kimia penunjang.
    Tahap Proses Pemisahan & Destruksi (Core Process): Proses pemisahan atau pemecahan senyawa kompleks dalam pakan. Meliputi destruksi asam menggunakan suhu tinggi untuk analisis protein/mineral, serta ekstraksi padat-cair menggunakan pelarut organik non-polar (metode Soxhlet untuk kadar lemak).
    Tahap Pengukuran & Analisis (Measurement): Proses penentuan kuantitas analat menggunakan metode Gravimetri (kadar air dan abu), Volumetri/Titrasi (protein), maupun instrumentasi modern seperti Spektrofotometri (untuk fosfor dan mineral).
    Tahap Pasca-Proses: Pengolahan data hasil uji, verifikasi akurasi melalui uji banding, serta pengelolaan limbah sisa reagen kimia laboratorium.

    4. Reaksi Kimia pada Reaktor Utama
    Tidak ada reaktor utama karena Laboratorium Pakan Ternak Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur bukan perusahaan manufaktur atau pabrik yang memproduksi bahan kimia maupun pakan secara massal. Kegiatan di tempat PKL ini lebih berfokus pada pelayanan analisis dan pengujian mutu pakan menggunakan reaksi kimia skala laboratorium. Aktivitas yang dilakukan meliputi analisis kuantitatif seperti pengujian proksimat (kadar air, abu, protein, lemak, dan serat) untuk keperluan uji banding, pengujian kadar mineral (kalsium dan fosfor), serta analisis keamanan pakan (deteksi MBM, Aflatoksin, dan melamin) menggunakan metode konvensional maupun instrumen laboratorium.

    5. Kegiatan yang Sedang Dikerjakan Saat Ini
    Saat ini, fokus aktivitas operasional yang saya lakukan di laboratorium meliputi:
    Fokus Utama (Uji Banding Proksimat): Melakukan preparasi hingga pengujian penuh analisis proksimat pakan yang mencakup penentuan kadar air, kadar abu, kadar protein kasar, kadar lemak kasar, dan serat kasar. Data pengujian ini dipersiapkan secara presisi untuk keperluan uji banding laboratorium guna menjaga validitas sistem mutu.
    Fokus Kedua (Analisis Mineral & Safety Pakan): Mempelajari sekaligus mempraktikkan pengujian kadar mineral spesifik (Kalsium dan Fosfor) serta melakukan screening keamanan pakan dari kontaminan berbahaya, seperti identifikasi MBM (Meat and Bone Meal) untuk mencegah pemalsuan bahan baku, serta deteksi cemaran Aflatoksin dan Melamin.

    BalasHapus
  7. Michelin Dwi Kartika Hekneno/ XII TKI 2/ 0615 Juli 2026 pukul 18.37

    Nama: Michelin Dwi Kartika Hekneno
    Absen: 06

    URAIAN TEMPAT PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)

    Saya melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di PT Tunas Baru Lampung Tbk Gedangan, sidoarjo. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang agroindustri, khususnya pengolahan minyak sawit menjadi berbagai produk pangan. Di Perusahaan ini memproduksi minyak goreng, margarin, shortening, dan produk turunan minyak nabati lainnya. Perusahaan ini menerapkan berbagai proses fisika dan kimia untuk menghasilkan produk yang memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.

    • Nama Perusahaan
    PT Tunas Baru Lampung Tbk unit sidoarjo
    • Alamat perusahaan
    Jl. Raya Surabaya - Malang No.147a, Megersari, Gedangan, Kec. Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61254

    Tahapan proses industri kimia

    1. Penerimaan Bahan Baku
    RBDPO, palm stearin, palm olein, emulsifier, garam, air, vitamin, pewarna, dan perisa diperiksa kualitasnya sebelum digunakan.
    2. Penimbangan (Batching)
    Bahan ditimbang sesuai formulasi agar komposisi produk konsisten.
    3. Pencampuran (Mixing)
    Fase minyak dan air dicampur dengan emulsifier untuk membentuk emulsi W/O yang stabil.
    4. Emulsifikasi
    Campuran dihomogenkan agar air tersebar merata dan menghasilkan tekstur margarin.
    5. Pendinginan dan Kristalisasi
    Emulsi didinginkan menggunakan SSHE hingga terbentuk kristal lemak yang memberi tekstur padat dan mudah dioles.
    6. Kneading
    Margarin diaduk kembali agar kristal lemak merata dan tekstur menjadi lembut.
    7. Holding/Tempering
    Produk didiamkan agar struktur kristal stabil selama penyimpanan.
    8. Pengemasan (Packaging)
    Margarin dikemas secara otomatis dan diperiksa berat, kondisi kemasan, serta kode produksi.
    9. Quality Control
    Sampel diuji di laboratorium untuk memastikan mutu sesuai standar sebelum dipasarkan.

    Reaksi Kimia pada Reaktor Utama

    Pada proses produksi margarin di PT Tunas Baru Lampung Tbk, proses pembentukan margarin sendiri tidak melibatkan reaksi kimia utama karena prosesnya berupa pencampuran (mixing), emulsifikasi, pendinginan, dan kristalisasi lemak. Oleh karena itu, tidak terdapat reaktor kimia yang mengubah struktur molekul minyak selama pembuatan margarin.

    Reaksi kimia yang berkaitan dengan bahan baku margarin terjadi pada tahap pemurnian (refining) minyak sawit, yaitu reaksi netralisasi antara asam lemak bebas (Free Fatty Acid/FFA) dengan larutan natrium hidroksida (NaOH).
    Persamaan reaksi:
    RCOOH + NaOH → RCOONa + H₂O
    Keterangan:
    • RCOOH = asam lemak bebas yang terdapat dalam minyak sawit.
    • NaOH = natrium hidroksida (soda kaustik).
    • RCOONa = sabun (soapstock) yang akan dipisahkan dari minyak.
    • H₂O = air.
    Tujuan reaksi ini adalah menurunkan kadar asam lemak bebas (FFA) sehingga minyak menjadi lebih murni, memiliki kualitas yang lebih baik, serta memenuhi persyaratan sebagai bahan baku pembuatan margarin. Setelah proses refining selesai, minyak digunakan dalam proses pembuatan margarin yang selanjutnya hanya mengalami proses fisik tanpa reaksi kimia utama.

    Kegiatan yang sedang saya kerjakan selama PKL

    Saat ini saya ditempatkan di bagian Quality Control (QC) Laboratorium tepat nya di bagian Lab Margarin. Selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan di Laboratorium Quality Control Margarin, saya mempelajari prosedur pengambilan sampel dan metode pengujian kualitas bahan baku, produk proses, serta produk jadi. Saya membantu melakukan pengujian sesuai prosedur laboratorium, mencatat hasil analisis, membersihkan dan menyiapkan peralatan laboratorium, serta mempelajari penggunaan instrumen laboratorium sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
    Beberapa parameter mutu yang diamati di Laboratorium QC Margarin antara lain:
    Kadar Air (Moisture Content), Kadar Garam (Salt Content), pH Fase Air, Total Dissolved Solids (TDS), Kadar Asam Lemak Bebas (Free Fatty Acid/FFA), Bilangan Peroksida (Peroxide Value/PV), Iodine Value (IV), Warna Produk, Tekstur atau Konsistensi, Titik Leleh (Melting Point), dan parameter kualitas lainnya untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai standar perusahaan.

    BalasHapus
  8. Mochammad Farel Putra Ibrahim / XII TKI 2 / 0715 Juli 2026 pukul 20.38

    Nama: Mochammad Farel Putra Ibrahim
    Absen: 07

    - Nama Perusahaan

    PT Sumatraco Langgeng Makmur

    - Alamat Perusahaan

    PT Sumatraco Langgeng Makmur merupakan perusahaan yang berlokasi di Jalan Kalianak Barat Nomor 60, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasi perusahaan cukup strategis karena berada di kawasan industri sehingga memudahkan proses pengadaan bahan baku, kegiatan produksi, serta pendistribusian produk kepada pelanggan.

    - Tahapan Proses Industri Kimia

    Proses pembuatan garam beryodium di PT Sumatraco Langgeng Makmur diawali dengan penerimaan bahan baku berupa garam dari pemasok. Sebelum digunakan, garam terlebih dahulu diperiksa untuk memastikan kualitasnya telah memenuhi persyaratan perusahaan. Jika diperlukan, garam akan melalui proses pencucian dan pengeringan agar kebersihan serta kadar airnya sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

    Tahap berikutnya adalah proses fortifikasi atau iodisasi, yaitu penambahan larutan kalium iodat (KIO₃) ke dalam garam menggunakan peralatan yang telah diatur agar dosis penambahannya sesuai standar. Setelah penambahan dilakukan, garam dicampur menggunakan mesin hingga kalium iodat dapat terdistribusi secara merata ke seluruh bagian garam.

    Setelah proses pencampuran selesai, produk tidak langsung dikemas, tetapi terlebih dahulu dilakukan pengujian oleh bagian Quality Control (QC). Pengujian yang dilakukan meliputi analisis kadar yodium, kadar air, dan kadar natrium klorida (NaCl). Hasil analisis tersebut menjadi dasar untuk menentukan apakah produk telah memenuhi standar mutu perusahaan maupun ketentuan yang berlaku.

    Apabila hasil pengujian telah memenuhi spesifikasi, garam kemudian dikemas menggunakan kemasan yang telah ditentukan. Setelah proses pengemasan selesai, dilakukan pemeriksaan ulang terhadap kondisi kemasan untuk memastikan tidak terdapat kebocoran, sobekan, atau cacat lainnya yang dapat memengaruhi kualitas produk. Produk yang telah lolos pemeriksaan selanjutnya disimpan di gudang sebelum didistribusikan ke berbagai daerah.

    - Reaksi Kimia pada Proses Utama

    Pada proses produksi garam beryodium di PT Sumatraco Langgeng Makmur tidak terjadi reaksi kimia yang menghasilkan senyawa baru. Proses yang dilakukan lebih mengarah pada proses fortifikasi, yaitu penambahan senyawa kalium iodat (KIO₃) sebagai sumber yodium ke dalam garam konsumsi. Tujuan dari proses tersebut adalah meningkatkan kandungan yodium pada garam sehingga dapat memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Setelah proses fortifikasi selesai, dilakukan pengujian laboratorium untuk memastikan bahwa kadar yodium tersebar secara merata dan produk tetap memenuhi spesifikasi kualitas sebelum dipasarkan.

    - Kegiatan yang Dilaksanakan Selama Praktik Kerja Lapangan

    Selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL), saya ditempatkan pada bagian Quality Control (QC). Selama berada di bagian tersebut, saya mempelajari sekaligus membantu pelaksanaan pengendalian mutu terhadap produk garam beryodium yang dihasilkan perusahaan.

    Kegiatan yang saya lakukan meliputi pengambilan sampel garam dari proses produksi untuk dijadikan bahan analisis di laboratorium. Sampel tersebut kemudian diuji untuk mengetahui kadar yodium, kadar air, dan kadar NaCl menggunakan metode analisis yang diterapkan oleh perusahaan. Selain melakukan pengujian laboratorium, saya juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kemasan produk agar tidak ditemukan kebocoran, kerusakan, atau cacat yang dapat memengaruhi kualitas produk selama penyimpanan maupun distribusi.

    Seluruh hasil pengujian dan pemeriksaan dicatat pada lembar kerja sebagai dokumentasi pengendalian mutu. Dalam setiap kegiatan, saya juga menerapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), seperti menggunakan alat pelindung diri (APD), menjaga kebersihan area kerja, serta mengikuti seluruh instruksi kerja yang berlaku di laboratorium dan area produksi. Melalui kegiatan PKL ini, saya memperoleh pengalaman mengenai proses pengendalian mutu di industri garam beryodium serta memahami pentingnya menjaga kualitas produk sebelum sampai ke tangan konsumen.

    BalasHapus
  9. Shinta Aulia Ramadhani XII-TKI2/2315 Juli 2026 pukul 21.09

    Nama: Shinta Aulia Ramadhani
    No.Absen:23

    Saya melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT. Sumatraco Langgeng Makmur, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan produksi garam industri dan garam konsumsi. Perusahaan ini beralamat di Jl. Kalianak Barat No. 60, Kalianak, Kecamatan Asem Rowo, Kota Surabaya, Jawa Timur. Selama PKL, saya mempelajari proses produksi garam serta kegiatan pengendalian mutu (quality control) untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas.

    Tahapan proses industri kimia di PT. Sumatraco Langgeng Makmur secara umum meliputi penerimaan bahan baku garam, pencucian (washing) untuk menghilangkan kotoran, pengeringan (drying), penghancuran dan pengayakan sesuai ukuran, penambahan bahan aditif seperti iodium atau anti-caking agent sesuai jenis produk, pencampuran (mixing), kemudian pengemasan (packing) dan penyimpanan sebelum didistribusikan.

    Pada proses pencampuran garam beriodium, reaksi kimia utama bukan merupakan reaksi pembentukan senyawa baru, melainkan proses penambahan kalium iodat (KIO₃) ke dalam garam agar memenuhi standar kadar iodium. Senyawa KIO₃ tercampur secara merata dengan kristal garam (NaCl) sehingga menghasilkan garam konsumsi beriodium.

    • Kegiatan yang sedang dilakukan saat ini:

    Saat ini, saya sedang mengerjakan uji kadar air pada produk garam. Mulai dengan menimbang cawan kosong, lalu menambahkan sampel garam 10gram, setelah ditimbang sampel garam tersebut dioven selama 1 jam, setelah 1 jam sampel garam diambil dan ditimbang lagi untuk mengetahui berat nya setelah dioven. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kadar air dalam garam sehingga kualitas produk tetap terjaga, garam tidak mudah menggumpal, dan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan perusahaan. Melalui kegiatan ini, saya memperoleh pengalaman dalam melakukan analisis laboratorium, menggunakan peralatan pengujian, serta memahami pentingnya pengendalian mutu pada industri kimia.

    BalasHapus
  10. Widya Zaskia Putri 28/XII KI 216 Juli 2026 pukul 19.49

    - Nama Perusahaan: Balai Laboratorium Bea dan Cukai Surabaya.

    - Alamat: Jl. Perak Timur No. 498, Perak Utara, Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur.

    - Tahapan Proses: Penerimaan sampel, preparasi sampel, pengujian dengan instrumen laboratorium, pengolahan data, dan pelaporan hasil analisis.

    - Reaktor Utama: Laboratorium Bea dan Cukai tidak memiliki reaktor utama karena bukan industri produksi, melainkan laboratorium pengujian.

    - Tugas PKL: Saya menguji mutu sampel minyak goreng. Diuji kadar air, FFA, IV, PV, Bilangan Penyabunan dan beberapa uji sampel lainnya menggunakan alat Lovibond, FTIR, XRF dan lain-lain. Adapun membantu preparasi sampel sebelum diuji lebih lanjut oleh analis yang lain.

    BalasHapus
  11. Marysa Firdaust/04 XII TKI 217 Juli 2026 pukul 07.31

    Nama Perusahaan/Instansi
    UPT Laboratorium Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur Unit Perak.

    Alamat Lengkap
    Jl. Kalimas Baru No. 54, Perak Utara, Kec. Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur.

    Tahapan Proses Industri Kimia
    UPT Laboratorium Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur Unit Perak merupakan laboratorium pengujian yang melayani analisis kualitas air dan sampel lingkungan. Tahapan kegiatan laboratorium meliputi:
    1. Penerimaan dan registrasi sampel.
    2. Persiapan dan preparasi sampel.
    3. Pengujian sampel sesuai parameter yang dianalisis.
    4. Pengolahan dan verifikasi data hasil pengujian.
    5. Penyusunan laporan hasil uji.

    Reaksi Kimia pada Reaktor Utama
    Tidak terdapat reaktor utama karena UPT Laboratorium Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur Unit Perak bukan merupakan industri manufaktur yang memproduksi bahan kimia. Kegiatan laboratorium lebih berfokus pada analisis kimia skala laboratorium, seperti pengujian kesadahan, klorida, fluorida, nitrat, nitrit, kromium heksavalen, logam, dan parameter kualitas air lainnya menggunakan metode titrimetri, spektrofotometri UV-Vis, serta instrumen laboratorium sesuai standar pengujian.

    Saat ini saya melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di UPT Laboratorium Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur Unit Perak. Kegiatan yang saya lakukan meliputi membantu penyusunan Laporan Hasil Uji (LHU), menginput dan memeriksa data hasil pengujian, menyusun dokumen administrasi laboratorium, serta mempelajari alur pengujian sampel air mulai dari penerimaan sampel, preparasi, analisis, hingga pelaporan hasil sesuai prosedur dan standar yang berlaku.

    Selain itu, saya juga membantu proses preparasi sampel dan mengamati pelaksanaan pengujian beberapa parameter kualitas air sebagai bagian dari pembelajaran di laboratorium.

    BalasHapus
  12. Zhafira Eka N.A./XII TKI 2/3218 Juli 2026 pukul 13.59

    Nama Perusahaan :
    PT. Sucofindo (PERSERO) Cabang Surabaya

    Alamat Lengkap :
    Jl. Ahmad Yani Nomor 315, Dukuh Menanggal, Gayungan, Surabaya

    Tahapan Proses Industri Kimia :
    1. penerimaan dan pencatatan sampel
    2. preparasi sampel
    3. pengujian sesuai parameter
    4. pengolahan data dan pelaporan hasil analisa

    Reaksi Kimia pada Reaktor Utama :
    PT Sucofindo tidak ada reaktor utama. Kegiatan laboratorium berfokus pada pengujian mutu, keamanan, dan kandungan suatu produk. Metode yang digunakan diantaranya, gravimetri, titrimetri, spektrofotometri UV-Vis, AAS, ICP, dll.

    Kegiatan yang sedang dikerjakan di Tempat PKL :
    Saya melakukan pengujian cemaran logam berat pada berbagai sampel pangan. Kegiatannya mulai dari preparasi sampel, pengeringan, pengabuan, penyaringan, pembuatan larutan standar dan blanko, hingga menyiapkan sampel untuk dianalisis. Saya juga melakukan uji yang lain, seperti uji kadar gula, kadar NaCl, kadar abu, dan parameter lainnya.

    BalasHapus
  13. Halim Putra Arianto/02/XII TKI 218 Juli 2026 pukul 15.04

    -Nama Perusahaan: Balai Laboratorium Bea dan Cukai Surabaya.
    -Alamat: Jl. Perak Timur No. 498, Perak Utara, Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur.
    -Tahapan Proses: Proses kerja di laboratorium dimulai dari penerimaan sampel, kemudian sampel dipreparasi sesuai kebutuhan. Setelah itu dilakukan pengujian menggunakan berbagai alat laboratorium. Hasil pengujian kemudian diolah dan dicatat sebagai laporan hasil analisis.
    -Reaktor Utama: Balai Laboratorium Bea dan Cukai Surabaya tidak memiliki reaktor utama karena merupakan laboratorium pengujian, bukan tempat untuk proses produksi.
    -Tugas PKL: Selama PKL saya membantu melakukan pengujian pada beberapa sampel, terutama minyak goreng. Pengujian yang dilakukan meliputi kadar air, FFA, IV, PV, Bilangan Penyabunan, serta beberapa pengujian lainnya. Saya juga membantu menyiapkan atau mempreparasi sampel sebelum diuji lebih lanjut oleh analis menggunakan alat seperti Lovibond, FTIR, XRF, dan alat laboratorium lainnya.

    BalasHapus
  14. MOREFEL LAPUZA DIONANANTA/0818 Juli 2026 pukul 21.24

    Laporan Tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL)

    MOREFEL LAPUZA DIONANANTA– XII TKI-2/08

    A. Nama Perusahaan

    PT Petrokimia Gresik

    B. Alamat Lengkap

    Kompleks Pabrik PT Petrokimia Gresik, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61119.

    C. Tahapan Proses Industri Kimia (Proses Produksi Aluminium Fluorida/AlF₃)

    Produksi Aluminium Fluorida (AlF₃) merupakan salah satu proses pada lini produk non-pupuk yang memanfaatkan asam fluosilikat sebagai hasil samping dari pabrik asam fosfat. Tahapan produksinya meliputi:

    1. Persiapan Bahan Baku
    Asam fluosilikat (H₂SiF₆) dialirkan dari unit pemurnian pabrik asam fosfat, sedangkan aluminium hidroksida [Al(OH)₃] diambil dari gudang penyimpanan. Sebelum digunakan, kedua bahan baku diperiksa di laboratorium untuk memastikan kualitas, kadar air, dan kemurniannya sesuai dengan spesifikasi proses.

    2. Proses Reaksi
    Aluminium hidroksida dimasukkan secara bertahap ke dalam reaktor yang telah berisi larutan asam fluosilikat. Reaksi berlangsung pada suhu sekitar 90–100°C dengan pengadukan terus-menerus agar pencampuran merata dan reaksi berlangsung secara optimal.

    3. Pemisahan Silika
    Campuran hasil reaksi kemudian dialirkan ke unit filter press untuk memisahkan endapan silika (SiO₂) dari larutan Aluminium Fluorida. Silika dimanfaatkan sebagai produk sampingan, sedangkan filtrat diteruskan ke tahap berikutnya.

    4. Kristalisasi
    Larutan Aluminium Fluorida dimasukkan ke dalam kristalisator dan didinginkan secara bertahap. Selama proses ini terbentuk kristal Aluminium Fluorida trihidrat (AlF₃·3H₂O) dengan ukuran yang relatif seragam.

    5. Kalsinasi dan Pengeringan
    Kristal yang terbentuk dipisahkan kembali melalui proses filtrasi, kemudian dikeringkan menggunakan rotary kiln pada suhu sekitar 500–600°C. Tahap ini bertujuan menghilangkan air kristal sehingga dihasilkan Aluminium Fluorida (AlF₃) anhidrat dengan tingkat kemurnian yang tinggi.

    6. Pengemasan Produk
    Produk akhir didinginkan, diayak untuk memperoleh ukuran partikel yang seragam, kemudian dikemas dalam karung berlapis kedap udara, diberi label sesuai standar mutu, dan disimpan di gudang produk non-pupuk.

    D. Reaksi Kimia pada Reaktor Utama

    Pada reaktor utama, asam fluosilikat bereaksi dengan aluminium hidroksida membentuk Aluminium Fluorida, silika, dan air. Persamaan reaksinya adalah:

    H₂SiF₆ + 2Al(OH)₃ → 2AlF₃ + SiO₂ + 4H₂O

    E. Deskripsi Aktivitas PKL Saat Ini

    Selama melaksanakan PKL, saya ditempatkan di Departemen Laboratorium Uji Kimia PT Petrokimia Gresik yang berada di bawah Kompartemen Operasi Pabrik. Kegiatan yang saya lakukan berfokus pada pengendalian mutu (Quality Control) pada Divisi Bahan Masuk melalui analisis laboratorium terhadap beberapa jenis bahan baku (bahan pengisi dan bahan penolong) yang akan masuk pabrik yaitu:

    1. Pengujian Bahan Baku
    Membantu melakukan analisis terhadap bahan baku yang masuk ke pabrik, seperti pengukuran densitas, konsentrasi asam, dan kadar pengotor untuk memastikan kualitas bahan sebelum digunakan dalam proses produksi.

    2. Pengujian Produk Pupuk
    Melaksanakan pengujian mutu berbagai produk pupuk, seperti Urea, ZA, dan NPK Phonska, guna memastikan kandungan unsur hara telah memenuhi standar mutu perusahaan.

    3. Pengujian Produk Non-Pupuk
    Saat ini saya lebih banyak menangani pengujian Aluminium Fluorida (AlF₃). Pengujian yang dilakukan meliputi analisis kadar AlF₃, kadar air bebas, serta Loss on Ignition (LOI) menggunakan metode gravimetri dan volumetri sesuai prosedur standar yang diterapkan oleh perusahaan.

    BalasHapus
  15. Yusuf Fachri N.R.A /2919 Juli 2026 pukul 07.49

    Nama Perusahaan :
    Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya (Instalasi Ngagel)

    Alamat Lengkap :
    PDAM ngagel Tirto, Ngagelrejo, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur

    Tahapan Proses Industri Kimia :
    1. Penerimaan dan pencatatan sampel.
    2. Persiapan sampel dan peralatan pengujian.
    3. Pengujian sesuai parameter yang ditentukan.
    4. Pencatatan hasil dan pelaporan kepada analis.

    Reaktor Utama :
    Laboratorium Mikrobiologi PDAM Ngagel tidak memiliki reaktor utama karena kegiatannya berfokus pada pengujian dan analisis kualitas air, bukan proses produksi yang melibatkan reaksi kimia dalam suatu reaktor.

    Kegiatan yang Sedang Dikerjakan di Tempat PKL :
    Saya menerima dan mencatat sampel yang masuk ke laboratorium, kemudian melakukan persiapan serta sterilisasi alat yang akan digunakan. Untuk pengujian mikrobiologi, saya melakukan penyaringan sampel menggunakan metode Membrane Filter (MF), menempatkan media ke dalam inkubator, dan keesokan harinya melakukan pengamatan serta pencatatan hasil pengujian. Selain itu, saya juga melakukan praktikum Most Probable Number (MPN) untuk analisis bakteri, serta membantu pengujian parameter kimia seperti nitrit (NO₂⁻), nitrat (NO₃⁻), dan flourida (F-) menggunakan spektrofotometer.

    BalasHapus
  16. Nayla Safiratul Janna Arifin/13 /XII TKI-219 Juli 2026 pukul 08.53

    Nama perusahaan : PT HAP( HASIL ABADI PERDANA )
    Alamat :Jl. Raya Rungkut Industri II No.8, Kendangsari, Kec. Tenggilis Mejoyo, Surabaya, Jawa Timur 60292


    Tahapan proses industri kimia di PT. Hasil Abadi Perdana secara umum meliputi penerimaan bahan baku berupa Crude Palm Oil (CPO), pemeriksaan kualitas bahan baku, proses degumming untuk menghilangkan gum dan fosfolipid, netralisasi (neutralization) untuk menurunkan kadar asam lemak bebas (Free Fatty Acid/FFA), bleaching untuk menghilangkan zat warna dan pengotor, filtrasi untuk memisahkan bleaching earth, deodorizing untuk menghilangkan bau dan senyawa volatil sehingga dihasilkan Refined Bleached Deodorized Palm Olein (RBDPO), dilanjutkan dengan proses blending untuk menghasilkan produk sesuai spesifikasi, seperti BPO, kemudian pengemasan (packing) dan penyimpanan sebelum didistribusikan.

    Pada proses pemurnian minyak sawit, reaksi kimia utama terjadi pada tahap netralisasi, yaitu reaksi antara asam lemak bebas (FFA) dengan natrium hidroksida (NaOH):

    RCOOH + NaOH → RCOONa + H₂O

    Reaksi tersebut bertujuan menurunkan kadar FFA sehingga kualitas minyak menjadi lebih baik, lebih stabil, dan memenuhi standar mutu perusahaan. Selain itu, kandungan Phosphorus Content juga dikendalikan melalui proses degumming karena fosfor yang terlalu tinggi dapat menurunkan kualitas minyak serta mengganggu proses pemurnian berikutnya.

    • Kegiatan yang sedang dilakukan saat ini:

    Saat ini, saya sedang melakukan pengujian Free Fatty Acid (FFA) dan Phosphorus Content pada sampel minyak CPO, RBDPO, dan BPO di Laboratorium Quality Control (QC) PT. Hasil Abadi Perdana. Pengujian FFA bertujuan untuk mengetahui kadar asam lemak bebas yang terdapat pada minyak, sedangkan pengujian Phosphorus Content dilakukan untuk mengukur kandungan fosfor sebagai indikator keberhasilan proses degumming. Hasil analisis digunakan untuk memastikan bahwa kualitas minyak telah memenuhi spesifikasi dan standar mutu perusahaan sebelum diproses lebih lanjut atau dipasarkan. Melalui kegiatan ini, saya memperoleh pengalaman dalam melakukan analisis laboratorium, mengoperasikan peralatan pengujian, melakukan perhitungan hasil analisis, serta memahami pentingnya pengendalian mutu (quality control) dalam industri pengolahan minyak sawit.

    BalasHapus
  17. Meylisa Sabila Qasim/XII TKI 2/0519 Juli 2026 pukul 09.58

    ‎Nama: Meylisa Sabila Qasim
    ‎Absen: 05
    ‎• Nama Perusahaan: PT Dupan Anugerah Lestari (bagian dari Saraswanti Group).
    ‎• Alamat Kantor Operasional/Pabrik: Kawasan Industri Saraswanti, Jl. Raden Patah, Dusun Adi Sono, Lebaksono, Kec. Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
    ‎Kantor Cabang: AMG Tower, Jl. Dukuh Menanggal No. 1-A, Lt. 19, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur.
    ‎• Tahapan Proses Produksi:
    ‎1. Persiapan & Melting: Bahan baku (Urea, Fosfat, KCl) disiapkan sesuai formulasi, kemudian urea dilelehkan untuk memicu pembentukan ikatan kompleks di dalam reaktor.
    ‎2. Granulasi: Campuran homogen dari reaktor dibentuk menjadi butiran (granule).
    ‎3. Pengeringan & Pendinginan: Butiran dikondisikan untuk mencapai kadar air dan kekerasan optimal agar memiliki sifat slow release.
    ‎4. Pengayakan & Coating: Produk diayak untuk menyeragamkan ukuran, lalu dilapisi (coating) agar kualitas tetap terjaga selama penyimpanan.
    ‎• Reaksi Kimianya: Reaksi utama di dalam reaktor adalah pembentukan ikatan kompleks fisikokimia antara urea, fosfat, dan kalium klorida yang menghasilkan massa plastis. Persamaannya adalah:
    ‎(NH4)2HPO4 + CO(NH2)2 + KCl → [N – P− K Complex] + panas
    ‎Proses ini melibatkan kontrol suhu dan rasio bahan baku yang presisi untuk memastikan stabilitas unsur hara dan efektivitas sifat slow release pada produk akhir.
    ‎• Kegiatan Laboratorium (QC):
    ‎Fokus utama PKL adalah pengendalian mutu melalui analisis sampel bahan baku, produk in-process, dan produk jadi. Analisis ini memastikan kandungan unsur hara (N, P, K, mikro), kadar air, serta efektivitas slow release sesuai dengan spesifikasi. Pengujian ketat dilakukan terhadap kekerasan dan kelarutan butiran untuk menjamin kualitas produk sebelum dikemas dan didistribusikan.

    BalasHapus
  18. Shindy Febryanti | XII TKI 2/2219 Juli 2026 pukul 13.39

    • Nama Perusahaan
    PT. Sucofindo Analytical Laboratories

    • Alamat Lengkap
    Jl. Ahmad Yani No.315, Dukuh Menanggal, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60234

    • Tahapan Proses Industri Kimia
    Sebagai perusahaan jasa inspeksi dan sertifikasi komersial, proses kimia yang berjalan di laboratorium PT SUCOFINDO mengikuti alur penanganan dan pengujian komoditas pangan dari berbagai industri klien luar:
    1. Penerimaan & Kodifikasi Sampel
    2. Preparasi Sampel Pangan
    3. Analisis & Pengujian Parameter
    4. Verifikasi Data & Pelaporan

    • Reaksi Kimia pada Reaktor Utama
    Mengingat PT SUCOFINDO Cabang Surabaya bergerak di bidang jasa inspeksi dan sertifikasi, instansi ini tidak mengoperasikan reaktor kimia skala industri seperti pada pabrik manufaktur. Proses kimia yang berlangsung sepenuhnya bersifat analitis di dalam laboratorium. Reaksi kimia diaplikasikan dalam skala kecil untuk keperluan pengujian sampel makanan dari klien, contohnya adalah reaksi destruksi senyawa nitrogen pada analisis protein, serta reaksi degradasi kimiawi pada pemisahan komponen serat pangan (Total Dietary Fiber).

    • Kegiatan yang Sedang Dikerjakan saat Ini
    Saat ini, saya terlibat aktif sebagai praktikan laboratorium di bawah bimbingan instruktur industri yang berfokus pada analisis mutu pangan dan karakterisasi gizi pada berbagai produk makanan komersial. Rincian aktivitas yang sedang dikerjakan meliputi:
    1. Analisis Proksimat Sampel Makanan: Melaksanakan pengujian mutu standar secara simultan yang meliputi Moisture Content (MC) hingga mencapai bobot konstan, kadar abu menggunakan metode pengabuan kering di dalam muffle furnace, serta uji kadar lemak dengan metode ekstraksi Soxhlet.
    2. Analisis Senyawa Kompleks & Serat: Mengeksekusi tahapan pengujian kadar serat kasar serta pengujian Total Dietary Fiber (TDF) untuk menentukan total serat pangan pada berbagai matriks sampel makanan.
    3. Tindakan Korektif & Penjaminan Mutu (Quality Control): Terlibat dalam proses analisis ulang (re-analysis) pada parameter kadar air yang menunjukkan hasil presisi kurang baik demi menjaga akurasi data laboratorium sebelum diserahkan kepada industri klien.

    BalasHapus
  19. Nasywa Salsabila Istiabudi/XII TKI 2/1119 Juli 2026 pukul 14.23

    Instansi
    UPA Laboratorium Terpadu Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

    Alamat Lengkap
    Gedung Giri Reka, Kampus UPN "Veteran" Jawa Timur, Jl. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur 60294.

    Tahapan Kegiatan Laboratorium
    Karena UPA Laboratorium Terpadu UPN "Veteran" Jawa Timur merupakan laboratorium pendidikan, penelitian, dan pengujian, maka kegiatan yang dilakukan lebih berfokus pada proses analisis laboratorium dibandingkan proses produksi industri. Tahapan kegiatan laboratorium meliputi:

    1.Penerimaan dan registrasi sampel
    2.Preparasi sampel
    3.Analisis sample sesuai parameter pengujian
    4.Pengolahan dan interpretasi data

    Reaksi Kimia pada Reaktor Utama
    Di UPA Laboratorium Terpadu UPN "Veteran" Jawa Timur tidak terdapat reaktor utama untuk proses produksi industri, karena kegiatan yang dilakukan berfokus pada praktikum, penelitian, dan analisis laboratorium. reaksi kimia yang dilakukan bergantung pada jenis penelitian atau praktikum yang sedang berlangsung.

    Kegiatan saya saat ini sedang melakukan preparasi sampel daun melakukan ekstraksi dengan pelarut aseton, dan mengoperasikan instrumen spektrofotometer UV-Vis untuk mengukur serta mencatat nilai absorbansi guna menghitung kadar klorofil total secara kuantitatif.

    BalasHapus
  20. Nicky Perdani A T_1419 Juli 2026 pukul 20.47

    ‎Nama Perusahaan: PT Dupan Anugerah Lestari (Saraswanti Group).

    ‎Alamat Kantor Operasional/Pabrik: Kawasan Industri Saraswanti, Jl. Raden Patah, Dusun Adi Sono, Lebaksono, Kec. Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. 

    ‎Kantor Cabang: AMG Tower, Jl. Dukuh Menanggal No. 1-A, Lt. 19, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur.
    ‎Tahapan Proses Produksi:

    ‎Fase 1 (Persiapan & Melting): Tahap awal melibatkan penimbangan bahan baku (Urea, Fosfat, KCl) sesuai dosis formulasi. Urea kemudian dicairkan secara termal agar komponen-komponen tersebut dapat saling berikatan membentuk massa kompleks di dalam reaktor.

    Fase 2 (Granulasi): Campuran plastis dan homogen dari reaktor diproses lebih lanjut untuk diubah bentuknya menjadi butiran-butiran pupuk.

    Fase 3 (Pengeringan & Pendinginan): Butiran pupuk dikeringkan dan didinginkan secara bertahap. Hal ini krusial untuk mengunci tingkat kekerasan butiran dan memastikan kadar airnya mendukung sifat slow release.

    Fase 4 (Screening & Coating): Langkah terakhir adalah pemisahan ukuran butiran melalui pengayakan agar seragam. Sebelum dikemas, granule dilapisi zat khusus (coating) untuk mencegah penggumpalan dan menjaga stabilitas unsur hara selama distribusi.

    ‎Reaksi Kimianya: Reaksi utama di dalam reaktor adalah pembentukan ikatan kompleks fisikokimia antara urea, fosfat, dan kalium klorida yang menghasilkan massa plastis. Persamaannya adalah:
    ‎(NH4)2HPO4 + CO(NH2)2 + KCl → [N – P− K Complex] + panas
    ‎Proses ini melibatkan kontrol suhu dan rasio bahan baku yang presisi untuk memastikan stabilitas unsur hara dan efektivitas sifat slow release pada produk akhir.

    ‎Kegiatan Laboratorium :
    Kegiatan praktikan selama PKL difokuskan pada manajemen mutu produk melalui serangkaian pengujian laboratorium. Analisis dilakukan secara bertahap mulai dari bahan baku masuk, proses produksi (in-process), sampai produk jadi. Pengujian ini bertujuan memastikan bahwa spesifikasi kandungan hara (N, P, K, dan unsur mikro), kadar air, kekerasan, kelarutan, serta kemampuan slow release telah memenuhi standar baku perusahaan sebelum didistribusikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sisca Ramadhani/XII TKI 2/2420 Juli 2026 pukul 07.17

      1. Nama Perusahaan

      PT Sumatraco Langgeng Makmur

      2. Alamat Lengkap

      PT Sumatraco Langgeng Makmur berlokasi di Jl. Kalianak Barat No. 60, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya, Jawa Timur.

      3. Tahapan Proses Industri Kimia

      Proses produksi garam beryodium di PT Sumatraco Langgeng Makmur dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

      1. Penerimaan garam sebagai bahan baku disertai pemeriksaan kualitas awal.
      2. Pencucian dan pengeringan garam apabila kondisi bahan baku memerlukannya.
      3. Penambahan kalium iodat (KIO₃) pada garam melalui proses iodisasi.
      4. Proses pencampuran hingga kalium iodat terdistribusi secara merata dalam garam.
      5. Pengujian kualitas produk oleh bagian Quality Control (QC), meliputi kadar yodium, kadar air, dan kadar NaCl.
      6. Pengemasan garam menggunakan kemasan yang telah ditentukan perusahaan.
      7. Pemeriksaan kondisi kemasan untuk memastikan produk aman, tidak bocor, dan tidak mengalami kerusakan.
      8. Penyimpanan produk jadi sebelum didistribusikan ke pasar.

      4. Reaksi Kimia pada Proses Utama

      Produksi garam beryodium tidak melibatkan reaksi kimia yang menghasilkan senyawa baru. Proses yang dilakukan berupa iodisasi, yaitu penambahan kalium iodat (KIO₃) ke dalam garam (NaCl) agar kadar yodium memenuhi ketentuan yang berlaku. Setelah proses tersebut selesai, dilakukan pengujian laboratorium sebagai langkah pengendalian mutu sebelum produk dipasarkan.

      5. Kegiatan yang Saya Lakukan Selama PKL

      Selama menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), saya ditempatkan di bagian Quality Control (QC) dengan tugas sebagai berikut:

      - Melakukan analisis kadar air pada sampel garam di laboratorium.
      - Memeriksa kualitas kemasan untuk memastikan kemasan dalam kondisi baik, tidak bocor, dan tidak rusak.
      - Mengambil sampel garam dari proses produksi sebagai bahan pengujian.
      - Menguji kadar yodium untuk memastikan kandungannya sesuai dengan standar perusahaan.
      - Melakukan analisis kadar NaCl menggunakan metode yang diterapkan di laboratorium perusahaan.
      - Mencatat dan mendokumentasikan seluruh hasil pengujian serta hasil pemeriksaan kemasan sebagai data pengendalian mutu.
      - Selalu menerapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama bekerja di area laboratorium maupun produksi.

      Hapus
    2. Sisca Ramadhani/XII TKI 2/2420 Juli 2026 pukul 07.19

      1. Nama Perusahaan

      PT Sumatraco Langgeng Makmur

      2. Alamat Lengkap

      PT Sumatraco Langgeng Makmur berlokasi di Jl. Kalianak Barat No. 60, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya, Jawa Timur.

      3. Tahapan Proses Industri Kimia

      Proses produksi garam beryodium di PT Sumatraco Langgeng Makmur dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

      1. Penerimaan garam sebagai bahan baku disertai pemeriksaan kualitas awal.
      2. Pencucian dan pengeringan garam apabila kondisi bahan baku memerlukannya.
      3. Penambahan kalium iodat (KIO₃) pada garam melalui proses iodisasi.
      4. Proses pencampuran hingga kalium iodat terdistribusi secara merata dalam garam.
      5. Pengujian kualitas produk oleh bagian Quality Control (QC), meliputi kadar yodium, kadar air, dan kadar NaCl.
      6. Pengemasan garam menggunakan kemasan yang telah ditentukan perusahaan.
      7. Pemeriksaan kondisi kemasan untuk memastikan produk aman, tidak bocor, dan tidak mengalami kerusakan.
      8. Penyimpanan produk jadi sebelum didistribusikan ke pasar.

      4. Reaksi Kimia pada Proses Utama

      Produksi garam beryodium tidak melibatkan reaksi kimia yang menghasilkan senyawa baru. Proses yang dilakukan berupa iodisasi, yaitu penambahan kalium iodat (KIO₃) ke dalam garam (NaCl) agar kadar yodium memenuhi ketentuan yang berlaku. Setelah proses tersebut selesai, dilakukan pengujian laboratorium sebagai langkah pengendalian mutu sebelum produk dipasarkan.

      5. Kegiatan yang Saya Lakukan Selama PKL

      Selama menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), saya ditempatkan di bagian Quality Control (QC) dengan tugas sebagai berikut:

      - Melakukan analisis kadar air pada sampel garam di laboratorium.
      - Memeriksa kualitas kemasan untuk memastikan kemasan dalam kondisi baik, tidak bocor, dan tidak rusak.
      - Mengambil sampel garam dari proses produksi sebagai bahan pengujian.
      - Menguji kadar yodium untuk memastikan kandungannya sesuai dengan standar perusahaan.
      - Melakukan analisis kadar NaCl menggunakan metode yang diterapkan di laboratorium perusahaan.
      - Mencatat dan mendokumentasikan seluruh hasil pengujian serta hasil pemeriksaan kemasan sebagai data pengendalian mutu.
      - Selalu menerapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama bekerja di area laboratorium maupun produksi.

      Hapus
  21. Qhitara Queen Tessa Adindiya Diva 1620 Juli 2026 pukul 07.19

    Uraian Tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL)
    Saya melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT Sumatraco Langgeng Makmur yang bergerak di bidang pengolahan garam konsumsi dan garam industri.
    Alamat perusahaan: Jl. Kalianak Barat No. 60, Surabaya, Jawa Timur.
    Tahapan proses industri kimia di perusahaan ini dimulai dari penerimaan bahan baku garam, kemudian dilakukan proses pencucian untuk menghilangkan kotoran. Setelah itu garam dikeringkan, dihaluskan, dan diayak sesuai ukuran yang diinginkan. Selanjutnya dilakukan proses iodisasi dengan penambahan kalium iodat (KIO₃) agar garam mengandung yodium. Tahap terakhir adalah pengemasan dan penyimpanan sebelum produk didistribusikan.
    Reaksi kimia pada proses utama yaitu penambahan larutan kalium iodat (KIO₃) ke dalam garam pada proses iodisasi. Proses ini bertujuan menghasilkan garam beryodium yang memenuhi standar mutu.
    Selama PKL saya ditempatkan di bagian Quality Control (QC) Gudang T4. Tugas yang saya kerjakan antara lain melakukan pengecekan kualitas garam, memeriksa kondisi produk dan kemasan, memastikan produk sesuai dengan standar perusahaan, serta membantu mencatat hasil pemeriksaan sebagai laporan QC.

    BalasHapus
  22. Sisca Ramadhani/XII TKI 2/2420 Juli 2026 pukul 07.21

    1. Nama Perusahaan

    PT Sumatraco Langgeng Makmur

    2. Alamat Lengkap

    PT Sumatraco Langgeng Makmur berlokasi di Jl. Kalianak Barat No. 60, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya, Jawa Timur.

    3. Tahapan Proses Industri Kimia

    Proses produksi garam beryodium di PT Sumatraco Langgeng Makmur dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

    1. Penerimaan garam sebagai bahan baku disertai pemeriksaan kualitas awal.
    2. Pencucian dan pengeringan garam apabila kondisi bahan baku memerlukannya.
    3. Penambahan kalium iodat (KIO₃) pada garam melalui proses iodisasi.
    4. Proses pencampuran hingga kalium iodat terdistribusi secara merata dalam garam.
    5. Pengujian kualitas produk oleh bagian Quality Control (QC), meliputi kadar yodium, kadar air, dan kadar NaCl.
    6. Pengemasan garam menggunakan kemasan yang telah ditentukan perusahaan.
    7. Pemeriksaan kondisi kemasan untuk memastikan produk aman, tidak bocor, dan tidak mengalami kerusakan.
    8. Penyimpanan produk jadi sebelum didistribusikan ke pasar.

    4. Reaksi Kimia pada Proses Utama

    Produksi garam beryodium tidak melibatkan reaksi kimia yang menghasilkan senyawa baru. Proses yang dilakukan berupa iodisasi, yaitu penambahan kalium iodat (KIO₃) ke dalam garam (NaCl) agar kadar yodium memenuhi ketentuan yang berlaku. Setelah proses tersebut selesai, dilakukan pengujian laboratorium sebagai langkah pengendalian mutu sebelum produk dipasarkan.

    5. Kegiatan yang Saya Lakukan Selama PKL

    Selama menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), saya ditempatkan di bagian Quality Control (QC) dengan tugas sebagai berikut:

    - Melakukan analisis kadar air pada sampel garam di laboratorium.
    - Memeriksa kualitas kemasan untuk memastikan kemasan dalam kondisi baik, tidak bocor, dan tidak rusak.
    - Mengambil sampel garam dari proses produksi sebagai bahan pengujian.
    - Menguji kadar yodium untuk memastikan kandungannya sesuai dengan standar perusahaan.
    - Melakukan analisis kadar NaCl menggunakan metode yang diterapkan di laboratorium perusahaan.
    - Mencatat dan mendokumentasikan seluruh hasil pengujian serta hasil pemeriksaan kemasan sebagai data pengendalian mutu.
    - Selalu menerapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama bekerja di area laboratorium maupun produksi.

    BalasHapus
  23. Richelsea Kirania Putri A / XII TKI 2 / 1820 Juli 2026 pukul 13.48

    Nama Instansi :
    laboratorium pengujian terpadu UPN "Veteran" Jawa Timur

    Alamat Lengkap :
    Jalan Raya Rungkut Madya, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur 60294.

    Tahapan Proses Industri Kimia :
    1. Penerimaan sampel
    2. Identifikasi
    3. preparasi sampel
    4. proses pengujian/analisis
    5. pengolahan data
    6. verifikasi hasil pengujian

    Reaksi kimia pada reaktor utama :
    Reaktor utama di Laboratorium UPN "Veteran" Jawa Timur merupakan peralatan yang digunakan untuk melaksanakan berbagai proses reaksi kimia sesuai dengan kebutuhan praktikum, penelitian, maupun pengujian. Oleh karena itu, tidak terdapat satu reaksi kimia utama yang berlangsung secara tetap pada reaktor tersebut. Jenis reaksi yang dilakukan bergantung pada tujuan kegiatan, bahan baku yang digunakan, serta parameter proses yang ingin di Uji.

    Kegiatan yang sedang saya lakukan di tempat PKL ini yaitu Menerima Sampel dari costumer, memberikan kode sampel, serta memastikan kondisi sampel sesuai dengan persyaratan pengujian. Selain itu saya juga membantu pelaksanaan pengujian menggunakan instrumen UV-vis spectrophotometer dan FTIR. Selain itu, saya juga melakukan rekap data sampel yang telah masuk.

    BalasHapus