Rabu, 31 Desember 2025

Ke Malang

Senin, 28/12/2025 selepas bunda pulang jaga shift malam selanjutnya meluncur ke Malang dengan komposisi Abi, Bunda, Ais, Abil, Mama Pin dan Papa Samsul.

Sampai di rumah mas Nopal pukul 11.00 bersilaturahmi dengan mama Tatik dan keluarga, karena setelah pernikahan mbak Nisfa baru kali ini bisa berkunjung. Setelah sholat dhuhur dan makan siang agenda berikutnya Check in ke hotel 

Dalam perjalanan melewati Ijen, Bunda Sri minta diantarkan ke Retawudeli, toko roti yang terkenal sejak jaman kolonial Belanda. Kondisi bangunannya masih khas zaman kolonial yang ceritanya daerah tersebut merupakan pemukiman orang-orang Belanda. Dari harganya memang relatif di atas rata-rata 


Setelah belanja, berikutnya menuju ke hotel UrbanView Griya Surya di dekat hutan kota Merbabu dan pasar rakyat oro-oro Dowo, Klojen, Malang

sore selepas sholat Asar mencari makanan di sekitar pasar oro-oro dowo, Abil ingin pop mie dengan menyusuri jalan dan mendapati toko sembako, sekaligus pulangnya membeli tahu goreng krispi dengan bumbu petisnya


KAYU TANGAN

Sehabis menunaikan sholat maghrib, dipandu mas Nopal dan mbak Nisfa berkeliling ke Kayutangan. sebuah tempat keramaian seperti Malioboro Jogjakarta atau Jalan Tunjungan di Surabaya dengan berbagai macam menu makanan dan minuman yang ditawarkan



untuk Dinner di sebuah resto yang menyajikan nasi goreng dan es doger. Setelah itu naik angkutan bebek - bebekan seperti karnaval, kecuali Abil, Abi, dan Mas Nopal yang lebih memilih duduk di pinggir jalan sambil melihat lalu lalang orang lewat


Pasar Klojen

Penasaran bunda Sri tentang Pasar Klojen yang legendaris membuat Selasa pagi ke lokasi dengan naik Gojek Mobil karena menurut cerita pasar tersebut ramai dikunjungi hingga parkirnya penuh. jarak dari hotel sebetulnya hanya 3 km tetapi tidak mau ambil resiko tersesat dan kesulitan parkir bila pakai mobil pribadi

Sampai di pasar, langsung berburu jajanan seperti pisang goreng dan ote-ote khas Malang yang besar ukurannya, jajanan sejenis takoyaki, dan kue lumpur. juga menikmati dawet yang diminum di bedak penjualnya serta nasi pecel untuk pengisi sarapan paginya

Jatim Park 1

Destinasi Wisata yang diingikan sebagai pengisi liburan dipilihlah jatim Park 1 dengan pertimbangan Abil ingin berenang. Permbelian tiket online lebih murah ketimbang beli di loket. perjalanan pertama masuk ke musium tubuh yang berisi berbagai pengetahun tentang organ tubuh manusia, lengkap dengan miniatur dan penyakit yang menyertai pada organ tersebut. di dalam juga ada pemeriksaan golongan darah gratis.

Selanjutnya masuk ke dalam wahana pengetahuan budaya, sains, sejarah, dan aneka permainan. Namun saat memasuki spot permainan hujan turun dengan derasnya, sehingga permainan yang menggunakan listrik di areal terbuka untuk sementara waktu dinonaktifkan, padahal mbak Aisyah ingin permainan yang menantang andrenalin

Sepeda Tali

Sepeda Tali 

Ayunan 

Adek Abil memilih permainan ketangkasan seperti melempar bola, memanah dan lempar bola basket dengan mendapatkan gantungan kunci berbentuk ikan hiu

Bunda Sri penasaran dengan wahana labirin, setelah dimasuki berupa ruang kaca yang menimbulkan efek pemantulan bayang yang berjumlah banyak dan harus melewati hingga menuju pintu keluar dengan hati-hati


















Haji

Usaha melahirkan pribadi berakhlak mulia, berjiwa sosial tinggi, dan memiliki kedalaman spiritual 


Langkah setelah mendapat konfirmasi dari Kemenhaj kota Surabaya selanjutnya :

Ke puskesmas untuk cek kesehatan 

  • Sampel yang diambil meliputi darah, kencing, dan dahak (puasa dulu sebelumnya)
  • Tes psikologi dan interview 
  • Pemeriksaan dokter 
  • Pemeriksaan Hba1c dan foto thorax di labkes luar puskesmas 
  • Bila ada temuan parameter pengujian di luar batas, maka dirujuk ke RS untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan lebih lanjut. Lalu tes lagi, karena pegawai puskesmas akan menginput data sesuai parameter yang ditetapkan pemerintah RI dan Saudi. 
  • Bila CAJ lolos tes kesehatan, maka mendapatkan status istitoah pada aplikasi satu haji dan bisa melakukan pelunasan. 

Ke kantor Kemenhaj di jalan Pregolan, konsultasi tentang :

  • Jasa pembuatan paspor via Bp. Ruslan. Maka diberi map Perdim yang merupakan blangko isian identitas sekaligus dokumen yang harus dilampirkan 
  • Bila map Perdim tersebut sudah sesuai, selanjutnya jadwal foto di kantor imigrasi Juanda 

Pembuatan paspor di kantor imigrasi Juanda

  • Pukul 08.00 sudah harus di kantor imigrasi Juanda sesuai jadwalnya, Proses pembuatan didampingi Bp. Ruslan 
  • Petugas imigrasi melakukan interview seputar identitas dan kegunaan paspor, lalu foto dan perekaman sidik jari 
  • Paspor yang sudah jadi dibawa Bp. Ruslan untuk disimpan di kantor Pregolan dan proses biometrik berikutnya 

Daftar KBIH Nuril Hayat 

  • Membawa foto copy identitas dan dokumen haji, pas foto wajah 80% background putih 
  • Membayar yang muka keikutsertaan KBIH
  • Penjelasan biaya total meliputi ; biaya ikut KBIH, DAM, dan operasional Haji.
  • Bila ditahun tersebut CAJ batal/tunda keberangkatan haji, maka uang muka tidak hilang dan masih tersimpan di KBIH. Bisa digunakan pada tahun keberangkatan dan menambah kekurangan bila ada kenaikan pembiayaannya di tahun tersebut.

Pelunasan 

  • Pelunasan pada bank sesuai setoran awal BPIH
  • Membawa foto copy identitas dan dokumen haji
  • Pelunasan bisa dilakukan bila status CAJ sudah istitoah pada aplikasi satu haji
  • Pada rekening Haji sudah terisi uang yang cukup untuk transfer pelunasan biaya haji pada tahun tersebut 

Biometrik untuk visa

  • Biometrik bisa dilakukan bila paspor sudah jadi dan bisa dilakukan di kantor Pregolan 
  • Petugas akan memasukan data biometrik CAJ dari foto wajah dan sidik jari. Bila pemerintah Saudi Arabia approve, maka buktinya dikirim pada email CAJ

Timeline 

Ahad, 04 Januari 2026 manasik haji di Nurul Hayat 




Materi Manasik haji :



Senin, 05 Januari 2026
Setelah bunda sri berhasil istitoah kesehatan pada Jumat sore, maka hari Senin meluncur ke BSI Mulyosari untuk melakukan pelunasan haji, namun saat itu kesulitan pelunasan karena terjadi gagal sistem, dari Kemenaj disarankan untuk pilih BSI tempat pembukaan no rekeningnya. maka meluncurlah ke kantor BSI Jemursari. akan tetapi di sinipun infonya juga  terjadi gagal sistem dan pelayanan pelunasan haji dibatasi waktunya sampai jam 15.00 wib

Selasa, 06 Januari 2026
Keesokannya datang lagi ke BSI Jemur untuk mencoba lagi pelunasan, tetap sama keadaannya diblokir, walaupun dari pihak Pregolan menyatakan sudah buka blokir 

Disini ketemu Cak Pur yang merupakan teman IPNU sewaktu masih muda yang sekarang menjadi driver di BSI Jemur. Mohon kepadanya untuk dibantu mengawal pelunasan haji, Alhamdulillah beliaunya bersedia. Sekaligus menitipkan berkas ke Teller untuk sewaktu-waktu bisa diinputkan pelunasan bila sudah bisa online.

Rabu, 07 Januari 2026
Sekitar jam 8 pagi sudah menghubungi Teller BSI, muncul catatan berikut :

Problem : 000005 - Nomor porsi tidak berhak melunasi
Tindakan : Cabang mengarahkan Jamaah untuk melakukan Konfirmasi kembali ke kemenag apakah porsinya sudah berhak lunas atau tidak, atau termasuk kepada pelunasanan tahap ke-2

Dari saran BSI tersebut, selanjutnya menghubungi Pregolan untuk konfirmasi. Namun, suatu jawaban diluar prediksi bahwa istri porsinya tidak bisa pelunasan tahun ini dan segera mengambil blangko permohonan tunda keberangkatan ke tahun 2027. Sebuah jawaban yang bikin keluarga panas keadaan emosionalnya

Kamis, 08 Januari 2026

Kondisi keluarga masih diliputi perasaan kecewa, tapi butuh kesabaran dan segera menguasai keadaan. Apalagi dari pihak istri yang mencicil beli oleh-oleh untuk tamu kepulangan membuat perasaan tidak menentu. Dihadapan keluarga cooling down dulu dan tidak membahas tentang haji seharian itu. 

Tapi diam-diam tetap menghubungi teller BSI, siapa tahu ada kejutan di hari ini. 

Jumat. 09 Januari 2026

Berangkat kerja dengan perasaan tidak menentu, cek online istitoah masih blokir, sekira pukul 09.30 kyai Milik menelpon untuk segera ke BSI dan pelunasan. 

Secepat kilat dan arah pulang ke Rungkut Kidul menelpon cak Pur untuk mengabari teller agar menginput pelunasan dari rekening istri dan Alhamdulillah berhasil dibayarkan lunas oleh teller, sedangkan kwitansinya bisa diambil setelah istirahat sholat jumat. 

Pukul 11.30 ibu Hj. Sururil mengabari agar segera melakukan pelunasan untuk istri karena blokir telah terbuka, sebuah hadiah Jum'at berkah di hari Sayyidul Ayyam.

Setelah bisa pelunasan Haji, selanjutnya pemberkasan ke KBiH Nurul Hayat dengan mencantumkan syarat pengumpulan pelunasan :
  1. FC SPPH 2 lembar
  2. FC BPIH Setoran Awal 2 lembar
  3. BPIH Lunas, apabila mendapatkan bukti pelunasan lebih dari 1 lembar dan minta tolong foto sudah ditempelkan di lembar pelunasan. 
  4. FC BPIH Lunas (lembar 1) 2 lembar
  5. FC KTP 2 lembar (tidak dipotong, ukuran A4)
  6. Foto Haji Terbaru (close up 80%) 3x4= 7 lembar
  7. Foto Haji Terbaru (close up 80%) 4x6= 3 lembar
  8. Paspor Asli yg masih berlaku dan
  9. Print Out bukti Saudi Visa bio
Untuk berkasnya dimasukkan ke dalam map plastik dan diberi nama CJH


Manasik Haji Pertemuan ke-9 yang akan dilaksanakan pada :









Bekal Hati Berjumpa Nabi



Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kota Tahun 1447 H / 2026 M

"Haji ramah lansia, disabilitas dan perempuan"

Kantor Kementerian Haji dan umroh kota Surabaya. Convention Hall, 03 Februari 2026

Mabrur menurut Imam Nawawi :
  1. Mabrur sebelum haji
  2. Mabrur pada saat melaksanakan ibadah haji
  3. Mabrur bakda haji
  4. Menjaga mabrur haji, menjaga amalan Istiqomah 
Sambutan Bu. Sururil Faizin, Kakanwil HU Kota Surabaya 


Jumlah jamaah haji Surabaya sebanyak 2518 yang tersebar dalam 31 kecamatan. Untuk manasik pagi ini terdiri dari dua sesi :
  • Sesi 1 sejumlah 1200 orang
  • Sesi 2 sejumlah 1218 orang 

Sambutan DR. M. As'adul Anam (Kakanwil Haji dan Umroh Jawa Timur)

  1. Haji tidak cukup hanya dengan uang, sehat. Tapi juga harus di-Ilmu-i
  2. Haji tahun ini diurusi kementrian HU, FKKBIHU sebagai panitianya
  3. Jaga kebugaran, kesehatan, jalan sehat 20 menit setiap pagi, dan menjaga asupan makanan 
Materi :

Kebijakan Penyelenggaraan ibadah Haji embarkasi Surabaya tahun 1447 H / 2025 M

Tujuan yang ingin dicapai (Tri Sukses)

1.) Sukses ritual haji. Supaya ibadahnya sukses, maka harus di-Ilmu-i 
  • Kepuasan makanan, transportasi, dan pemondokan
  • Kepuasan ibadah harus diukur juga
  • Istinja' harus disempurnakan
  • Praktek thawaf rombongan, sebelum melewati garis hijau jangan berniat thawaf 
2.) Sukses Ekosistem Ekonomi Haji
  • Biaya operasional haji 18-20 Triliun, uang yang beredar di Saudi Arabia kembali ke Indonesia. Misalnya bumbu masak ratusan ton, beras dari Indonesia, lauk pauk, ikan patin dari Pasuruan
  • 31 UMKM Jatim siap mengikuti  Ready to Eat (RTE)
3.) Sukses peradaban dan keadaban
  • Meningkatkan rasa nasionalisme, misalnya KH. Hasyim Asy'ari setelah dari Mekkah membentuk NU, KH. Ahmad Dahlan membentuk Muhammadiyah, dan HOS Cokroaminoto membentuk Syarikat Islam 
  • Niat ikhlas ibadah hanya untuk Allah 
  • Mendapatkan kemakmuran, kepedulian sosial bagi masyarakat yang kurang mampu 
  • Dinamika perjalanan haji, melibatkan banyak pihak dan kementerian, ragam status sosial (menanggalkan semua predikat)
  • Berada dalam satu tempat dan satu waktu, resiko lalu lintas
  • Mengurus banyak orang (kebijakan murur dan tanazul) maka bila diperintahkan segera diikuti dan jangan protes 
  • Mengelola banyak uang (200 Triliun) dikelola oleh BPKH
  • Di negara orang, beda budaya dan bahasa 
Keterangan  :
  • Waiting list sebanyak 5,5 Juta
  • Jawa Timur paling banyak 1,290 juta 
  • Kuota Haji Indonesia pertahun 221.000 jamaah 
  • Kuota Jatim 42.409 jamaah 
  • Jama'ah 3.9943 orang 
  • Lansia 2.120 orang
  • Pembimbing 135 orang
  • PHD 221 orang 
  • Mewujudkan keadilan, Jatim memiliki masa tunggu paling banyak, disusul Jateng, dan Jabar. Maka seharusnya lebih banyak mendapatkan kuota pertahunnya. Sehingga didapatkan dari 35ribu menjadi 42ribu
  • Menghilangkan disparitas antar propinsi, sekarang disamakan masa tunggu 27 tahun 
Sambutan Bp. Chandra Sulistio Reksoprodjo
Direktur Bina Petugas Haji Reguler 


  • Setelah 80 tahun merdeka, baru punya kementrian Haji dan umroh 
  • Di dunia, yang memiliki Kementrian Haji dan umroh hanya Saudi Arabia dengan Indonesia 
Perlu diingat :
  1. Berhati-hati dalam medsos. Karena Saudi sangat serius, saking canggihnya bis melacak HP kita. Sampaikan narasi yang baik, jangan keburukannya 
  2. Bila sudah dapat kartu nusuk, dijaga dengan baik karena pengganti paspor (simpan dalam tas paspor)
  3. Kalau sudah di Mekkah, jangan keluar dari kota Mekkah sampai prosesi Haji selesai. Karena menjelang puncak haji semakin yang datang dan semakin ketat pengawasannya
  4. Jaga diri pada tiga hari menjelang Arofah - Muzdalifah - Mina, karena jamaah haji banyak yang terserang batuk
  5. Manives daftar jamaah harus sama dalam daftar bus transportasi, tidak boleh pindah bus. Urutan tempat duduknya juga harus sama
  6. Dam hanya bisa dilakukan pada pihak resmi, yaitu A'dahi pemerintah Saudi Arabia atau BAZNAS untuk pemerintah RI 
Kebijakan pelayanan kesehatan haji kota Surabaya.

Pemeriksaan Kesehatan Haji :
  1. Minimal tiga bulan keberangkatan 
  2. Minimal dalam dua tahun sebelum keberangkatan, calon jamaah koreksi kesehatan 
  3. Pemeriksaan sesuai domisili 
  4. Kesehatan Fisik (70%), pemeriksaan kognitif - berfikir (gambar jam), pemeriksaan kesehatan mental (ingat tanggal lahir), orientasi dan demensia 
Basic Medical check up :
  1. Identitas jamaah haji 
  2. Anamnesis
  3. Pemeriksaan fisik 
  4. Penunjang 
  5. Kehamilan (Plano tes)
Pemeriksaan pada Embarkasi, layak terbang atau tidak ? Misalnya kehamilan 1 bulan

Status Istitoah pendamping :
  1. Obat (hitung kebutuhan obatnya)
  2. Orang
  3. Alat tertentu 
Hasil pemeriksaan hingga 22 Januari 2026, kota Surabaya :
  • 2484 jamaah Istitoah 
  • 488 jamaah tanpa istitoah pendamping 
Vaksinasi Haji Wajib :
  • Meningitis 
  • Polio 
  • Covid
Vaksinasi yang dianjurkan :
  • Influenza 
  • Pneumonia 

Materi Koordinasi & Organisasi 
Oleh : Drs. KH. M. Molik Latif (KBIH Nurul Hayat)


Syarat Kemabruran Haji :
  1. Paham ilmu manasik haji 
  2. Niat semata-mata memenuhi panggilan Allah (Bukan karena ingin dipanggil pak Haji, Abah, Kak Toan)
  3. Ketaatan pada hal-hal teknis pelaksanaan 

Kloter : dibentuk atas usulan KBIH-KBIH, dalam setiap kloter ada 381 jamaah, terdiri dari :
  • Petugas Haji Indonesia sebagai Ketua Kloter
  • Pembimbing ibadah 
  • Tenaga kesehatan ( 1 dokter, dan 1 perawat )
  • Kapala Rombongan menaungi 40 jamaah
  • Kepala regu menaungi 10 jamaah









Beberapa Hal terkait Manasik Haji Tingkat Kecamatan yang diselenggarakan oleh Kementrian Haji dan Umroh Kota Surabaya (Tanggal 7,8,9, dan 10 Pebruari 2026) :

  1. Bagi bapak - ibu yang belum mendapat undangan fisik, tetapi ingin hadir di kegiatan ini, silahkan hadir saja di tempat sesuai dengan domisili yang tertera di SPPH (domisili saat mendaftar haji) 
  2. Bagi bapak - ibu yang mutasi dari luar kota Surabaya, tempat manasiknya di kecamatan sesuai dengan alamat mutasi yang dituju. 
  3. Bapak - ibu yang ada udzur, boleh untuk tidak hadir. Karena manasik tingkat kecamatan itu adalah hak jamaah. Namanya "hak", boleh diambil boleh juga tidak diambil. Tidak ada sangsi apapun bagi yang berhalangan hadir. 
  4. Himbauan hadir karena tentu majelis manasik tingkat kecamatan ini ada kebarokahan majelis ilmu dan keutamaan Silaturrahim dengan jamaah haji lain satu kecamatan yang sama. 
Semoga semua jamaah KBIHU NH tahun 2026 sehat selalu dan jangan lupa bahagia.😊

#KBIHUNHOnokAe
#HajiBahagia

Materi Manasik Haji tingkat Kecamatan 



Materi Wukuf (berdiam di Arofah)
Yang harus dikenali diri pada saat di Arofah :
  1. Menulis daftar dosa-dosa yang diingat (dua hari sebelum keberangkatan ke Arofah)
  2. Sukses wukuf bukan dengan mengingat amal kebaikan 
  3. Sukses wukuf adalah yang menemukan dirinya kotor
  4. Jam tiga sore, catatan dosa kita buka, mohonkan ampun kepada Allah agar dihapuskan dosa-dosa yang pernah dilakukan
  5. Setelah itu lembaran dosa kita sobek, bakar, dan buang ke tempat sampah 
  6. Jam empat sore menelpon/Vidcon dengan anak-keluarga di Indonesia untuk mengamini doanya yang sedang dipanjatkan di Padang Arafah 

"Puncak penghambaan adalah menjalankan ibadah yang tidak bisa diterima oleh akal" merupakan bentuk kepatuhan mutlak (ta'abbudi) kepada Allah SWT. Dalam pemikiran Imam Al-Ghazali, konsep ini berkaitan erat dengan ketaatan yang tulus tanpa menuntut rasionalisasi atas perintah ilahi.

Kondisi di Mina
  • Kondisi yang paling tidak ideal 
  • Tidak cukup untuk menampung 221.000 jama'ah haji Indonesia 
  • Ada yang tidur di dalam tenda dan ada yang di luar 
  • Wajibnya : lempar jumroh aqobah tanggal 10 Dzulhijjah dan Mabid di Mina
  • Konsumsi berupa nasi kotak 
  • Kebahagiaan dikaitkan dengan rasa syukur, terima dengan ikhlas akomodasi selama di Mina
  • Resep Kesehatan : hindari minuman dingin dan jus kemasan kotak (ada pengawet) beresiko "Konser Batuk"
  • Saat lempar jumroh, bukan semata-mata ingat melempar setan yang menggoda Nabi Ibrahim yang mau menyembelih Nabi Ismail. Tapi membuang setan kesombongan, kikir, dan semua keburukan pada diri kita
Tahalul Awal menandai berakhirnya ihram, disarankan yang pria gundul, karena :
  1. Doa Rasulullah bagi pria yang gundul saat tahalul 
  2. Rambut tahalul menjadi cahaya di akhirat, semakin banyak yang dicukur semakin bercahaya 
  3. Gundul sebagai bentuk totalitas penghambaan kepada Allah
Lempar Jumroh bisa diwakilkan dengan catatan :
  • Sakit 
  • Pakai kursi roda 
  • Lansia
  • Satu orang bisa mewakili 1,2,3 orang






Foto Manasik Haji di Asrama Haji, 
Ahad, 05 April 2026

Visa

Foto pelepasan jamaah haji di Kacabdin Surabaya - Sidoarjo 

File google Drive 

Tutorial pakai Ihrom 

RANGKAIAN PERJALANAN & KEGIATAN IBADAH HAJI

Dokumentasi :

Hari Ke-1 (Senin, 04 Mei 2026) 
Pukul 01.30 dini hari telah terbangun dari tidur "ayam-ayam" yakni tidur yang kurang nyenyak karena kecapekan tetapi ada sesuatu yang terus difikirkan. 

Pukul 02.30 rombongan empat mobil dari Medokan Ayu meluncur dengan tujuan utama ke Masjid Akbar untuk mengikuti proses pelepasan calon jamaah haji KBIH Nurul Hayat yang mencapai 312 orang, dari total jumlah satu kloter sebanyak 379 orang. hal ini merupakan jumlah terbesar di Surabaya. 

Personil yang ikut dari Medokan Ayu, meliputi :
  1. Onny Fahamsyah
  2. Sri Hartini
  3. Bu. Tum
  4. Mbak Aisyah
  5. Adek Abil
  6. Om Puji
  7. Tante Fia
  8. Irsyad
  9. Aqila
  10. Lek Arif
  11. Pak Hakam
  12. Pak Yusuf
  13. Pak Toto
  14. Pak Seger
  15. Pak Latif
  16. Pak Wintono
  17. Pak Bambang
  18. Pak Budirama
  19. Pak Romi 6a
Laju rombongan berhenti di Rungkut kidul untuk minta doa restu ke ayah Siaman, sekaligus menjemput mama Ipin, lalu datang lagi rombongan lek Minto dari Kedungasem. Sedangkan Dik Yuli yang bersama uti Juanda akan menyusul ke lokasi dengan pertimbangan penyiapan anak-anaknya yang masih kecil. 

Serambi masjid Al-Akbar 



Prosesi Pelepasan 
Pukul 00.00 dinihari di masjid Akbar sudah mulai dengan pembacaan Khotmil Qur'an 


Bertemu Bu. Wiwik dan Pak Hadi (Stemba)

Bu. Romlah (SMK Prapanca 1)


Lambaian tangan 

Selanjutnya Abil kembali pulang ke pesantren bersama ustadz Wildan dan diajak makan pagi di sebuah tempat makan.


Di Asrama Haji, Jamaah akan dicek kesehatan kembali untuk memastikan layak terbang, bagi wanita yang ketahuan hamil dipastikan untuk menunda keberangkatan sedangkan bagi yang tampak pucat akan ditangani pada ruang khusus, bila ternyata membutuhkan transfusi darah makan segera akan ditangani.


Pada masa karantina, jamaah sudah mendapatkan makanan dan uang living cost dengan mata uang SAR. Sekaligus membeli paket datanya untuk provider selama di Saudi Arabia. 

Bersama Prof. Renanto (Guru Besar Teknik Kimia ITS)

Hari Ke-2 (Selasa, 05 Mei 2026) 

Dini hari semua rombongan dikumpulkan di Hall Muzdalifah, setelah pengecekan paspor dan dokumen jamaah diangkut dengan bus menuju bandara Juanda. 

Di Juanda pun masih pemeriksaan kembali dengan petugas dari Saudi Arabia, kemudian menunggu sebentar boarding pass lalu masuk ke dalam kabin pesawat terbang 

Di atas pesawat 

Penerbangan menggunakan maskapai Saudia Arabia, dan sampai di bandara Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz Madinah pukul 14.40 dan langsung menuju ke Hotel dengan menggunakan bus yang telah disiapkan oleh Syarikah.



Hotel Dar Iman Intercontinental, merupakan hotel 🌟🌟🌟🌟🌟 dengan fasilitas mewah untuk ukuran haji reguler, karena yang biasanya menginap di sini adalah haji plus.

Bersama petugas Kloter 

Dengan tarif kisaran Rp. 3-5 juta semalam, apalagi untuk kamar VIP suites, rasanya uang daftar haji cukup sebanding bila berada 9 hari di sini. 

Rasa syukur semakin bertambah karena pintu belakang hotel sudah menghadap gate 329 masjid Nabawi, banyak jamaah mengejar sholat arbain 

drg. Fahmi (Jasnu)


Hari Ke-3 (Rabu, 06 Mei 2026) 

Setelah menunaikan sholat shubuh, bunda mencoba memasuki Raudah dengan aplikasi kartu nusuk. Sedangkan Abi mencoba menyampaikan salam kepada Baginda Rasulullah dari luar bangunan kubah hijau lalu bergegas menuju pemakaman Baqi. 

Dengan rute lintasan yang telah tertata rapi, peziarah Baqi' dapat mengelilingi pemakaman sambil melihat areal makam yang meninggi dengan tanah uruk yang masih baru. Namun disini setiap lahat telah ditandai dengan batu di bagian kepala dan kaki walaupun tidak dituliskan nama jenazah yang dimakamkan di situ.

Teriring lantunan tahlil dan doa mengingat kembali memori hikayat tentang sahabat Rasulullah yang dimakamkan di Baqi Gharqat ini, mulai Sayidah Aisyah dan seluruh istri Nabi kecuali Sayidah Khadijah di Ma'la, Makkah.

Begitu pula sang Khalifah Ustman bin Affan, Sayidah Fatimah putri Rasulullah dan ribuan sahabat, sebuah perkampungan yang indah di alam barzah berdampingan dengan sang Baginda. Semoga diri ini kelak menjadi bagian warga Baqi Gharqat bertetangga dengan sang Nabi, menunggu ziaroh dari anak keturunan dari Indonesia hingga hari kebangkitan nanti.

Orientasi Madinah

Tsaqifah Bani Saidah 



adalah sebuah balai pertemuan kaum Ansar di Madinah yang menjadi saksi musyawarah penentuan kepemimpinan Islam pertama pasca-wafatnya Nabi Muhammad SAW. 

Ketika Nabi Muhammad SAW wafat pada tahun 632 M, sebagian kaum Ansar berkumpul di Saqifah Bani Sa'idah untuk bermusyawarah dan awalnya mencalonkan Sa'ad bin Ubadah sebagai pemimpin. Mengetahui hal tersebut, Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Abu Ubaidah bin Jarrah segera mendatangi lokasi pertemuan

Melalui musyawarah, Umar bin Khattab menegaskan bahwa kepemimpinan umat harus berasal dari kaum Muhajirin karena posisi mereka yang sentral dalam dakwah di awal masa Islam, sebelum akhirnya membaiat Abu Bakar sebagai khalifah. Peristiwa ini menjadi simbol awal Khulafaur Rasyidin dan menunjukkan praktik musyawarah (syura) yang demokratis dalam Islam.

Saat ini, area Saqifah Bani Sa'idah telah diubah menjadi sebuah taman publik kecil atau plaza terbuka. Berada tepat di sisi barat laut kompleks Masjid Nabawi di Madinah.



Masjid Ali bin Abi Thalib 


  • Letak Geografis : Berada di area pusat kota Madinah, sangat dekat dengan Masjid Nabawi.
  • Nilai Historis : Berdiri di atas lahan yang diyakini sebagai bekas rumah Khalifah Ali bin Abi Thalib dan istrinya, Fatimah Az-Zahra. Lokasi ini juga merupakan tempat Nabi Muhammad SAW biasa melaksanakan Salat Id dan istisqa (salat minta hujan).
  • Arsitektur: Bangunannya berbentuk persegi panjang tampil dengan dominasi warna putih yang sederhana

Masjid Abu Bakar 


Berikut adalah detail penting mengenai masjid ini:
  • Lokasi : Terletak di kawasan pusat kota Madinah, berjarak sangat dekat (hanya terpaut beberapa puluh meter) dari sudut barat daya Masjid Nabawi.
  • Nilai Sejarah : Berdasarkan catatan sejarah, lokasi ini dulunya adalah tempat di mana Rasulullah SAW pernah menunaikan salat Hari Raya (Id) bersama Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan umat Islam.
  • Arsitektur : Masjid ini berbentuk persegi dan dibangun menggunakan batu basal hitam dengan sentuhan cat putih pada bagian dalam serta menaranya

Masjid Ghomamah

Adalah salah satu masjid bersejarah paling penting di Madinah, terletak hanya sekitar 300 meter di sebelah barat daya Masjid Nabawi. Nama "Ghamamah" berarti awan, merujuk pada peristiwa ketika Rasulullah ﷺ memimpin Salat Istisqa (salat meminta hujan) dan awan mendung datang menaungi beliau








Hari Ke-4 (Kamis, 07 Mei 2026) 
Pagi sudah siap seluruh rombongan untuk mengikuti City Tour Madinah, diawali dengan rute menuju kebun kurma.




Pada destinasi ini menyempatkan untuk membeli kurma Ajwa Aliya seharga SAR 80. Yang merupakan varietas kurma premium dari Madinah, khususnya dari dataran tinggi Aliyah, yang dikenal berukuran lebih besar, berwarna hitam pekat, dan memiliki tekstur lembut dengan rasa manis yang khas. 

Kurma ini sering dikaitkan dengan hadits Nabi sebagai penawar racun dan sihir, menjadikannya kurma yang paling dicari dan bernilai tinggi.

Beli juga manisan buah tin, aprikot dan lainnya yang berjumlah dua kilogram dengan harga rata-rata perkilonya SAR 50

Adapula hati onta untuk kesehatan dan juga garam arab yang berfungsi untuk campuran mandi dengan rasa asin yang bercampur dengan belerang 

Perjalanan berikutnya ke Masjid Quba untuk menunaikan shalat tahiyatul masjid dan Sholat dhuha dua rokaat, berharap Allah membalasnya dengan pahala seperti umroh

Jabal Uhud

Berikutnya berziarah ke makam syuhada Uhud, sebuah pertempuran yang dipimpin oleh Rasulullah dengan mengandung banyak hikmah dalam tiap fasenya
  1. Pembalasan kekalahan kaum kafir Qurays dalam perang Badar membuat mereka mampu menghimpun 3000 orang pasukan yang menyerbu Madinah kembali
  2. Sedangkan kaum muslimin di Madinah, awalnya menghimpun 1000 pasukan, namun dalam perjalanan ke Uhud sejumlah 300 orang berbalik pulang karena hasutan dari pengecut
  3. Rasulullah dan pasukannya sehari  terlebih dahulu sampai ke Uhud dan mengatur strategi,  menjadikan Jabal Uhud yang memanjang hingga 7 meter sebagai benteng alami yang tidak bisa ditembus dari belakang. menempatkan 50 pemanah di bukit Rumat, dan pasukan muslim menghadap ke barat, sedangkan pasukan kafir menghadap ke timur yang menyebabkan mereka silau saat berperang di siang hari


Ke Raudhoh
Bersama dengan rombongan NH via syarikah, akhirnya bisa masuk ke dalam Raudhoh. Fase awal menunggu waktu attendance di dekat toilet 202 atau gate 367 

bersama kyai Molik

Akhirnya tiba di Raudhoh dan mengambil posisi di tembok sebelah kanan areal makan Rasulullah dengan pertimbangan berkah di dalam Raudhoh dan dekat dengan Rasulullah. Sebuah kedekatan yang menyatu perasaan rindu untuk sang kekasih, dalam sujud tak kuasa air mata berlinang deras membersamai setiap hantaran doa yang dimunajatkan kepada Allah SWT. 

Sekitar 10 menit, selanjutnya berjalan menuju ke akses jalan melewati makam Rasulullah, Sayidina Abu Bakar dan Sayidina Umar bin Khattab. setelah senandung sholawat dan salam, menyampaikan harapan kepada Rasulullah, Seakan-akan beliau menerima kedatangan kami yang jauh dari negeri seberang, Ya Rasulullah :
  1. Kami jauh dari negeri Indonesia, dengan pengorbanan berziarah ke makam panjenengan dengan membawa banyak dosa dan khilaf, namun tetap tidak berhenti berharap agar kelak di akhirat nanti diakui sebagai umat panjenengan. 
  2. Kamipun berharap kelak di penghujung usia kami, Allah mewafatkan dalam keadaan Chusnul Khotimah.  bersyukur sekali bisa di makamkan di Pemakaman Baqi, agar bisa bertetangga dengan panjenengan di alam Barzah hingga bersama-sama saat dibangkitkan kelak di dibangkitkan
  3. Kamipun berharap mendapatkan tegukan air telaga Kautsar panjenengan, juga syafaat panjenengan saat kami harus meniti shirot, panggil kami dengan kelembutan keselamatan agar mampu melewati ujian tersebut dapat mencapai surga dan berkumpul dengan panjenengan bersama orang-orang yang ditakdirkan di dalamnya. 

Hari ke - 5 (Jum'at, 08 Mei 2026)
Setelah melaksanakan sholat shubuh, bergegas balik ke hotel untuk mempersiapkan makan pagi, ternyata konsumsi sudah di meja kamar. Pagi itu bercengkrama dengan rekan jamaah sembari mencari solusi untuk pak Ali yang belum bisa masuk ke Raudoh. dengan usia yang mencapai 70 tahun, meyakini kalau tidak masuk Raudhoh merasa Hajinya tidak bernilai apa-apa

Pak Novi yang merupakan seorang letkol yang berdinas di TNI AL berkenan memberikan Nusuk Raudhohnya bakda ashar, dengan penuh kesabaran perwira teknik dari Madura itu mengantar pak Ali hingga check poin awal dan menunggunya di pintu keluar akses Raudhoh. sore sebelum maghrib terkonfirmasi kalau pak Ali telah melewati rute ke Raudhoh dengan lancar dan perasaan hati yang riang gembira. 

Hari ini menyempatkan kembali ziarah ke makam Baqi, sebagai pembiasan sepekan sekali agar senantiasa ingat pada kematian dan mengisi sisa umur dengan amalan yang sholeh. 




Maghrib disambung Isya sholat berjamaahnya mendapatkan tempat di lantai dua dengan terlebih dahulu menggunakan eskavator,  sepulangmya ketemu dengan dokter Sukma yang sedang tarik tunai di lobi hotel. 

bersama dokter Sukma

Hari Ke-6 (Sabtu, 09 Mei 2026

Berbagi segera ke masjid Nabawi dan mendapatkan shaft dekat Raudhoh, sehingga tampak makam Rasulullah. Dalam momentum I'tikaf fikiran melanglang buana teringat cerita rumah tangga baginda dengan Sayidah Aisyah. Kamar sederhana tersebut pernah ditempati seorang pemimpin yang sabda dan perbuatan menjadi teladan seantero hingga akhir dunia kelak. 

Visitasi Bimbad sektor Madinah 


Hasil rapat Visitasi Bimbad Sektor 2 Madinah pada Sabtu, 9 Mei 2026 :
  1. Pihak Bimbad sektor tidak bisa menjanjikan Tasreh Kolektif kepada dimulai sub 50, SUB51, dan seterusnya karena yang masuk by system adalah jamaah yang di atas 60 thn dengan kuota yang terbatas sehingga bila dapat jatah kuota, timsus roudho lebih banyak menggunakan itu untuk lansia, demensia, dan risti dan mendahulukan kloter² yang datang sebelumnya.yang segera ada pendorongan ke Makkah 
  2. Bimbad Sektor mengarahkan untuk memaksimalkan aplikasi nusuk roudho mandiri, karena banyak yang berhasil. (kemarin-hari ini masih maintenance)
  3. Pendorongan atau pergeseran dari Madinah ke Makkah akan diberitahukan H-2.
  4. Minimal 8 jam sebelum pendorongan atau pergesaran dari Makkah ke Madinah Koper Besar Sudah harus di depan kamar masing²., yang nantinya akan langsung diambil oleh PPIH Akomodasi.
  5. Koper Kecil dan tas yang selain tas besar pada saat pendorongan atau pergeseran, ikut bersama Bis jamaah yang menuju Makkah.
  6. Pastikan untuk membawa kartu nusuk haji, bila belum terbit kartu fisik nusuknya minimal kartu nusuk online nya aktif yang ada di aplilasi nusuk, maka dipastikan jamaah aman.
  7. Jamaah wajib sudah berpakaian ihram dan karu-karom membantu Bimbad Kloter untuk memastikan jamaah yang di bus-nya tidak memakai pakaian selain kain ihram dan mengingatkan kembali larangan² saat sudah berihram.
  8. membantu Bimbad Kloter untuk membimbing niat ihram wajib nantinya di Bir Ali di atas bus masing² jamaah.

Meneguhkan kembali komitmen :

  • Sampai hari ini, onny Fahamsyah tetap menempatkan Sri Hariini sebagi istri yang sah.
  • Kekurangan yang terjadi pada istri, tetap dihadapi tanpa kekerasan fisik dan verbal
  • Karena Onny Fahamsyah menyakini, bahwa istri dan anak-anak yang telah dilahirkan.....adalah yang harus diperjuangkan dan dipertanggung jawabkan kelak diakherat
  • Abi adalah orang biasa, yang juga punya kekurangan, khilaf dan dosa.... tapi bantu pula untuk saling menyempurnakan
  • Begitu pula dari sekian banyak kekurangan pasangannya, tetap mencari-cari KEBAIKANNYA.... karena itulah sarana pengikat kuat berpasangan
  • Abi bukanlah tipe orang yang lelah dengan pasangannya lalu berlepas dan berpindah ke lainnya
  • Tapi tetap menjaganya hingga takdir Allah yang bisa membentuk pasangan tersebut menjadi kuat dan serasi
  • Pasangan yang kuat tidak dilahirkan dari kenyamanan dan kemapanan semata. tetapii juga tumbuh dari aral, badai, tantangan, dan rintangan.... Hingga Allah memberikan petunjuk untuk menapaki fase-fase berikutnya dengan keberkahan
  • Di Bumi Nabi ini, di pelataran masjid Nabawi, dengan Rasulullah SAW sebagai Saksi...... Onny Fahamsyah bersumpah bahwa "Sri Hartini adalah istri yang sah, terus diperjuangkan, dibahagiakan hingga berharap menjadi istriku kelak di Surga"
Bakda Jum'at dijamu oleh Kyai Molik menikmati oven kepala dan daging kambing.

Dengan cara masaknya 

sajian masakannya


Hari ke-7 (Ahad, 10 Mei 2026)

PENGUMUMAN CITY TOUR MADINAH Ke-2
Dresscode : Baju Biru Tosca & Topi NH

Destinasi :

1.) Masjid Quba, Kita kembali lagi ke Masjid pertama yang dibangun Rasulullah ﷺ. Sholat 2 rakaat di sini berpahala seperti 1 kali umrah.

 Dalam Masjid Quba


Sumur Cincin

Sumur bersejarah yang berasal dari masa sebelum Islam, terletak di sebelah barat daya Masjid Quba, sedikit ke arah selatan. Sumur ini juga disebut ‘Sumur Cincin’, karena cincin Nabi ﷺ jatuh ke dalamnya pada masa khalifah yang lurus, Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu.

Sumur ini berkaitan dengan sejarah Nabi yang mulia. Nabi ﷺ pernah duduk di tepi sumur (pada tempat penampungan air di antara dua sisi sumur), dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu di sebelah kanan beliau, Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu di sebelah kiri beliau, dan Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu duduk di hadapan mereka. Nabi ﷺ memberi mereka kabar gembira berupa surga.”


2.) Bir Al Ghors
Sumur bersejarah yang digunakan Rasulullah ﷺ untuk berwudhu dan beliau berwasiat agar saat wafat beliau dimandikan dengan air sumur ini. (tidak dapat dikunjungi karena keterbatasan waktu) 

3.) Kebun & Bir Salman Al-Farisi
Tempat perjuangan Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu dalam menebus kemerdekaannya (tidak dapat dikunjungi karena keterbatasan waktu) 

4.) Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd
Pusat percetakan Al-Qur’an terbesar di dunia. InsyaAllah jamaah mendapat Al-Qur’an gratis.

Dalam kunjungan, rombongan dapat melihat langsung printing Al-Qur'an tapi sayang tidak ada guide yang menjelaskan pabrik ini proses dan sejarahnya, pengunjung hanya menyusuri jalan setapak satu baris dan pada exit diberi al-qur'an juz 30. 

Tak lupa membeli Al-Quran ukuran besar dengan harga SAR 30, yang mana ditempat lain seharga SAR 80

5.) Kebun Kurma
Tempat membeli dan mencicipi aneka kurma khas Madinah. 


untuk momen ini langsung menikmati bakso yang penjualnya dari Sunda. Seporsi bakso daging onta ini bertarif SAR 20 dan segelas Jus delima harganya SAR 10


Pada momen itu bertemu dengan mas Agung alumni Kimia Industri tahun 1996 yang sekarang bekerja di Pabrik Ammonium Nitrat, Kalimantan yang memproduksi bahan peledak untuk blasting industri pertambangan

Bersama mas Agung 



Menikmati Karak Ekspres 

Istri mengajak berdua sembari makan produk Karak Ekspres berupa ayam dan roti dengan saus bawang putihnya. Duduk di selasar toko dengan memandang lalu lalang orang di depan gerbang masjid Nabawi. Terasa nikmat malam itu.

Mencoba menolong orang kehilangan HP

Saat sedang asyik bercengkrama dengan cemilan ayam goreng dan roti, tiba-tiba datang seorang wanita dengan wajah panik karena kehilangan handphone dan sudah lapor polisi, polisi akan menindaklanjuti laporan bila ada kontak person dengan nomor Arab Saudi.

Perempuan yang berasal dari Embarkasi Lombok itu mencoba minta PPIH yang dikenal, siapa tahu punya kenalan dengan petugas dari Indonesia yang memiliki nomor Arab Saudi



Saking ingin menyakinkan, wanita tersebut memfoto nusuknya melalui HP saya, langsung saya kirimkan ke dokter Fahmi dan ditindaklanjuti ke ustadz Heri selaku Bimbad Kloter untuk dicarikan solusinya 


Dengan menggunakan HP milik saya, wanita tersebut mencoba menghubungi suaminya yang masih di dalam masjid Nabawi, tapi nihil karena suaminya tidak membalas telpon tersebut 

Sesaat melintas sekelompok orang memakai baju PPIH dan mencoba minta tolong kepadanya tetapi hasilnya nihil juga, karena petugas kesehatan tersebut baru datang di Madinah dan belum kenal dengan petugas sektor ataupun nomor kontak Saudi Arabia 

Dengan perasaan kesal, wanita tersebut berlalu pergi meninggalkan kami semua yang ada di pelataran masjid Nabawi. Semoga beliau mendapatkan solusi terbaik nantinya


Tidur di pintu 920

Pukul 23.30 selepas berduaan bersama istri, kembali ke kamar masing-masing sejenak kemudian istri menelpon untuk memberikan lipsglos agar bibir tidak pecah-pecah. Segera saya respon dan bergegas ke depan lift untuk menyambutnya, setelah lipsglos diterima tapi sial, karena :
  1. Hp yang saya bawa harusnya terkoneksi tathering dengan HPnya Abil yang terisi paket data. Sehingga ketika keluar kamar otomatis internet nya putus saat tidak dibawa keduanya
  2. Lupa membawa kunci kartu kamar, sehingga tidak bisa membukanya dari luar 
  3. Bila mengetuk pintu, khawatir membangunkan tidur sesama jamaah yang di dalam. Belum lagi modelnya suites jarak antar ruang jauh dari pintu kamar 
  4. Bila turun pakai lift ke lobby, khawatir bermasalah di dalam. Karena lift akan berjalan bila ditapping dengan kartu kamar 
  5. Bila turun ke Lobby pakai tangga darurat rasanya koq berat, awang-awangen

Mencoba tidur di kursi depan lift dengan posisi duduk, kepala bersandar pada kursi. Tetapi dari arah lift selalu terdengar bunyi tali seling yang membentur halus sehingga membuat tidak konsentrasi tidur.

Akhirnya bergeser di depan pintu 920 dan tidur bersandar pada tembok di sebelah kirinya, pukul 02.30 terdengar dari dalam orang yang sedang menata gelas segera kuketuk pintunya ternyata pak Suyuri kaget setelah membukanya dari dalam.




Hari ke-8 (Senin, 11 Mei 2026)

Pukul 09.00 diklasifikasikan koordinasi Karom - Karu terkait pergeseran ke Mekkah :
  1. InsyaAllah akan didorong Ke Mekkah pada Rabu, 13 Mei 1026 siang hari, sehingga sholatnya Jamak Takdir
  2. Sudah memakai pakaian Ihrom dari hotel, serta mentaati larangan Ihrom

PROSES PERGESERAN JAMAAH NH Kloter 51 SUB
Madinah → Makkah
Rabu–Kamis, 13–14 Mei 2026

Rabu, 13 Mei 2026
  1. Pukul 06.30 WAS Jamaah berkumpul di lobby hotel untuk melaksanakan ziarah wada’ kepada Rasulullah SAW
  2. Pukul 09.00 WAS Koper besar diletakkan di depan kamar masing-masing untuk proses pengangkutan.
  3. Pukul 11.00 WAS Persiapan mandi sunnah ihram.
  4. Pukul 12.18 WAS Sholat Dzuhur dan Ashar dilaksanakan dengan jamak taqdim.
  5. Pukul 13.00 WAS Jamaah mulai mengenakan pakaian ihram.
  6. Pukul 17.00 WAS Perjalanan menuju Masjid Bir Ali (Dzulhulaifah) untuk mengambil miqot.
  7. Setibanya di Bir Ali, jamaah melaksanakan sholat sunnah Tahiyyatul Masjid 2 rakaat.
  8. Jamaah berniat umroh bersama, mengikuti panduan niat melalui voice note di grup WA jamaah.
  9. Setelah niat, seluruh jamaah mulai memasuki keadaan ihram dan menjaga larangan-larangan ihram.
  10. Sholat Maghrib dan Isya’ direncanakan dengan jamak takhir.
  11. Tiba di Makkah dan proses pembagian kamar hotel.
  12. Sholat Maghrib dan Isya’ dilaksanakan secara jamak takhir di Hotel Moro Al Alameyah.
  13. Jamaah beristirahat untuk persiapan umroh wajib.
Kegiatan untuk Kamis, 14 Mei 2026
  1. Sholat Subuh berjamaah di hotel.
  2. Pukul 07.00 WAS Jamaah berkumpul di lobby hotel untuk persiapan pelaksanaan umroh wajib.
  3. Pelaksanaan umroh di Masjidil Haram : ThawafSa’i, Tahallul
  4. Setelah selesai umroh, jamaah kembali ke hotel menggunakan Bus Sholawat No. 3 dari Terminal Syib Amir menuju Hotel Moro Al Alameyah.
  5. Jamaah mengganti pakaian biasa dan beristirahat.

Semoga seluruh rangkaian perjalanan diberikan kelancaran, kesehatan, kemudahan ibadah, serta memperoleh umroh yang maqbul dan mabrur.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

#HajiBahagia
#NHOnokAe


Resume hasil Rapat PPIH KL SUB 51 bersama karu karom :
  1. Koper Besar harus sudah diletakkan di depan kamar masing-masing maksimal pukul 09.00
  2. Koper Besar akan diangkut oleh Tim Akomodasi dari PPIH dan akan dinaikkan ke Truk Pengangkut dan dibawah ke Hotel Moro Alamiyah
  3. Koper Kecil dibawah oleh masing² Jamaah dan akan dinaikkan ke bus alBarokah bersama jamaah
  4. Sewa Tenaga Pendorong Jamaah atau Kursi Roda untuk Risti dan Lansia akan dikoordinir oleh Landis Sektor 3 Makkah dan seluruh pembayarannya resmi mendapatkan bukti pembayaran dari Sektor yang telah dibayarkan jamaah ke Ketua Kloter atau Bimbad Kloter dg bukti pembayaran.
  5. Tenaga Pendorong Resmi dari Syarikah Haji Saudi yang telah bekerja sama dg PPIH Daker Makkah.
  6. Pendorongnya sudah ditentukan oleh petugas haji Saudi dan bukan dari Muqimin, sehingga bila jamaah merasa kwatir walaupun sebenarnya Aman dan Amanah, dianjurkan untuk menyertakan pendamping dari keluarga jamaah
  7. Pasport Jamaah waktu keberangkatan dari Madinah dipegang oleh masing² Supir Bus dan nantinya akan diberikan ke Syarikah ketikah sudah sampai Hotel Makkah, selang seminggu kemudian pihak syarikah akan memberikan pasport tersebut ke masing² jamaah di hotel (info dari PPIH yg sudah dahulu berangkat ke Makkah).
  8. Pelaksanaan Umroh Wajib untuk Jamaah Non Kursi Roda akan dilaksanakan setelah shubuh.
  9. Pelaksanaan Umroh Wajib untuk Jamaah Kursi Roda bisa dilaksanakan malam hari dan akan didampingi oleh Bimbad Kloter dan TKHI Kloter.
  10. Niat Umroh dilaksanakan di atas Bus yg dipandu oleh masing² Karom atau Karu dan mengingatkan kalau sekiranya takut nanti tidak bisa melaksanakan umroh wajib dg sempurna bisa menggunakan niat Istiroth dan bila nantinya memang terjadi hal² yang tidak diinginkan (misalnya haid atau halangan lainnya), jamaah bisa tahallul dan tidak terkena dam.
  11. Setiap Karom dan karu membantu Bimbad Kloter selalu  mengingatkan jamaah untuk tidak melakukan hal² yang dilarang waktu melakukan ibadah umroh wajibnya, misalnya pakai wangi²an setelah niat ihram, memakai pakain selain kain ihram bagi jamaah laki² dll.
  12. Karena kita berangkat dari Madinah sore pukul 17.00 dan sampai di Bir Ali kemungkinan masih belum masuk magrib, maka shalat magrib dan Isya' nya di hotel Moro Al alamiyah.
  13. Insya Allah dalam perjalanan kita dari Madinah ke Makkah kita akan Transit sekali di Rest Area, maka bapak ibu bisa ke Tolilet dan harap berhati² akan kesucian kain ihram serta pakainnya dan bisa makan dan minum di rest area tersebut secara mandiri, kita akan dapat jatah permakanan ketika sudah sampai di hotel, in sya Allah.
  14. Sesampainya kita di Hotel in sya Allah pembagian kamar sudah by name, dan bisa dilakukan penyesuaian setelah dipastikan semua jamaah sudah mendapatkan kamar masing²

Hari ke-9 (Selasa, 12 Mei 2026)

Karena malamnya mengkonsumsi obat asam mefenamat untuk nyeri pada paha dan betis serta cutrizin karena alergi di kulit maka perasaan mengantuk berat setelah shubuh. Setelah menikmati menu makan pagi dan minum vitamin dilanjutkan tidur nyenyak hingga pukul 10.00 was

Setelah bangun bergegas mandi dan segera ke Nabawi menunaikan ibadah shalat dhuhur, setelahnya itu diajak bunda Sri untuk beli parfum karpet dan jajan di Supermarket bin Dawood.

Sekalian membeli sandal untuk bunda karena miliknya hilang sewaktu sholat di pelataran masjid Nabawi, akan tetapi di dalam tas selempangnya ada sandal cantik seperti milik orang Turki. Karena khawatir Ghosob maka beli baru, sedangkan sandal yang ada di tasnya segera di kembalikan pada tempat sholatnya tadi

Berkunjung ke Raudoh via PPIH

Bersama Bimbad Kloter Ustadz Herry Siswanto 







JELANG BERPISAH DENGAN RASULULLAH SAW

Ada satu momen yang tak pernah benar-benar siap dihadapi, mau berapa lama pun kita disana, saat langkah kaki perlahan menjauh dari Madinah.

Di kota itu, hati seperti menemukan rumahnya. Di dekat Rasulullah SAW, jiwa yang lelah terasa dipeluk, tanpa suara, tanpa syarat 

Kita berdiri di sana, menyampaikan salam dan banyak sekali terimakasih. Dengan hati bergetar, air mata jatuh tak tertahankan, semua tertumpahkan disana.

Dan ketika saatnya harus berpamitan pulang, rasanya bukan sekadar meninggalkan sebuah kota, tapi seperti meninggalkan sebagian hatiku yang lain. Ada rindu yang tiba-tiba tumbuh, bahkan sebelum benar-benar berpisah.

Dan ada doa yang terus terulang,
“Ya Allah… jangan jadikan ini pertemuan terakhirku dengan Rasul-Mu. Pantaskan diri ini untuk selalu Kau undang kesini, dan bantu diri ini tuk menjalani kehidupan sebaik mungkin agar Kau Ridhoi hamba bisa berjumpa denganMu dan Rasulullah kelak di SyurgaMu"_ 🙏😭🤍

#HajiBahagia


Membeli parfum Reef yang lagi viral 




Hari ke-10 (Rabu, 13 Mei 2026)
Pukul 06.45 ziaroh wada

Pukul 16.30 bergeser ke Mekkah dan sampai di Moro Alameyah hotel pukul 22.30

Hari Ke-11 (Kamis, 14 Mei 2026)
Setelah sarapan pagi, rombongan dikumpulkan terlebih dahulu di musholla hotel untuk mendapatkan pengarahan, bersamaan ada empat mahasiswa dari Universitas Al-Azhar Mesir yang akan menjadi muthowif bagi rombongan yang belum ada pembimbing. Untuk rombongan 4 mendapatkan muthowif yang bernama Khotib. Merupakan mahasiswa jurusan Hukum Islam yang berdarah Madura - Manado

Bus sholawat dengan kode nomer 3 mengantar rombongan dari hotel menuju terminal Syib Amir yang berjarak 4 km. Namun karena arahnya memutar seakan rutenya jauh dan cukup bisa menidurkan sejenak di atas perjalanan 

Aktivitas thowaf 


Selepas thowaf dan sholat sunah dua rakaat, menengadahkan doa pada tempat mustajabah, menghantarkan pengharapan akan kebaikan hidup untuk semua keluarga



Pada momen spesial ini, meluangkan berfoto pada bangunan yang menjadi simbol Qiblat umat Islam sedunia ketika sholat.



Melepas dahaga dengan mereguk air zam-zam sembari mengingat kembali perjuangan Rasulullah ketika berdakwah di Mekkah serta perlakuan keji kaum kafir Quraisy. 


Saat Rasulullah bersujud ke arah Ka'bah, kepala dan tubuhnya ditimpa kotoran onta sehingga berlumuranlah jubahnya....

Fatimah, putri beliau yang masih kanak-kanak tak rela ayahnya diperlakukan seperti itu, dengan tangan mungilnya membersihkan kotoran tersebut. Sebuah epik perjuangan bagi seorang anak bagaimana memperjuangkan risalah agama yang dibawa oleh ayahandanya tersebut.


Hari Ke-12 (Jum'at, 15 Mei 2026)

Setelah sholat shubuh, bunda mengajak melihat pasar krempyeng di sisi kiri hotel dengan menawarkan gorengan ote-ote tiga biji seharga SAR 5. Bu. Urifa teman satu regu membelikan oleh-oleh berupa boneka onta dengan harga rupiah yang relatif murah,, penjual di Arab sini menyebut mata uang Indonesia dengan sebutan Jokowi. Ada toko yang menjual dagangannya seharga SAR 2 atau Rp. 10.000,- berupa aneka tasbih, gantungan kunci, celak dan siwak

Setelah makan pagi, bergegas mandi dan bersuci untuk bersiap menuju masjid Al-Harom, mengingat pukul 08.00 was operasional bus sholawat akan berhenti dan akan aktif kembali setelah bongkaran sholat Jum'at.

Naik Bus Sholawat kode nomer 3 

Sesampainya di pelataran luar masjid Al-haram, rasa bahagia mulai merekah di depan pintu masuk seakan menjadi bagian jamaah dari berbagai dunia bagi masjid yang namanya tertulis dalam kitab suci Al-Quran tersebut 


Namun, kebahagiaan tersebut terkikis dalam setiap blok akses diblokir oleh petugas dengan alasan sudah penuh di dalam, sehingga tidak terasa berjalan keluar dari pintu berikutnya. 

Kami datang 

Rekan Mufti yang menguasai bahasa Arab mencoba bertanya ke Askar dijawab dengan senyum hormat oleh petugas dan mengapresiasi dengan mengajak bersalaman berulang kali, padahal biasanya petugas akan mengarahkan jamaah dengan lugas dan tegas tanpa ekspresi senyum, setelah ditanyakan mengapa Askar koq senang tadi, jawabnya, "sebelum bertanya saya mengucapkan permisi kepadanya" 

Dengan perjuangan berkeliling mencari kesempatan, akhirnya ada ruang yang diberikan petugas untuk areal sholat membuat secercah kebahagiaan tumbuh kembali, rasa syukur nikmat saat sebelum mengawali duduk dengan dua rakaat sholat tahiyatul masjid 

Sore harinya mencuci pakaian yang telah dipakai untuk selanjutnya dijemur di rooftop hotel lantai 16




Hari Ke-13 (Sabtu, 16 Mei 2026)

Agenda resmi KBIHU NH berupa dzikir bersama dan orientasi kota Mekkah pukul 07.30 di Musholla Hotel. Beberapa poin penting diantaranya :
  1. Pengertian tentang tanah Harom, yang berarti disucikan 
  2. Beribadah di dalamnya terhitung 100.000 kali lipat 
  3. Beribadah bukan hanya perkara sholat dan infaq, sedekah berupa senyum yang tulus merupakan ibadah
  4. Rasulullah menyukai orang yang membantu menyelesaikan hajat orang lain ketimbang I'tikaf di masjidmya
  5. Pengarahan teknis untuk persiapan city tour kota Mekkah dan umroh Sunnah 

Bakda Isya menyempatkan membeli mie, buah tomat di Hypermart Bin Dawood yang dekat dengan hotel, berjalan cukup lima menit sudah sampai.

Kondisi tubuh sudah mulai meriang karena beberapa waktu mengkonsumsi kurma dingin dan minum zam-zam yang dingin, sehingga setelah cek kesehatan di faskes lantai MZ tampak memerah di daerah tenggorokan alias radang. Oleh petugas diberi obat cetirizin dan parasetamol 

Hari ke-14 (Ahad, 17 Mei 2026)

Berpagi setelah subuh berjalan-jalan ke pasar krempyeng dekat hotel, membeli kerupuk, ote-ote, donat, serban dan gamis untuk oleh-oleh. Karena semalam telah minum obat radang maka kondisi mengantuk menggelayuti, sehingga memilih untuk lekas balik ke hotel untuk makan lalu tidur.


Pukul 08.30 bangun untuk visitasi petugas kloter berkumpul di musholla hotel. Dengan para petugas saling memperkenalkan diri dan ice breaking yang membuat kondisi yang awalnya mengantuk menjadi cerah kembali

Cuci dan Jemur 





Sholat di masjid Jamiul Imamain

Syaikh Yahya 


Hari ke-15 (Senin, 18 Mei 2026)

Pukul 06.00 sudah di atas bus untuk orientasi kota Mekkah dan Armuzna. Destinasi pertama melewati jamarat di Mina. Bangunan yang digunakan untuk melempar jumroh ini berkisar pembangunannya menelan Rp. 34 Triliun yang fungsinya hanya saat musim haji.

Perjalanan berikutnya ke Jabal Tsur, tempat Rasulullah bersembunyi bersama Sayidina Abu Bakar saat mendapatkan perintah untuk berhijrah. Kediaman Rasulullah di tempati tidur oleh Sayyidina Ali sedangkan Rasulullah menjemput Abu Bakar yang rumahnya di daerah Misfalah. 

Gunungnya seperti punuk unta 

Saat pemuda kafir Quraisy mengepung rumah Rasulullah, dengan membaca petikan ayat dalam surat Yasin ayat 9 menyebabkan semua pemuda kafir Quraisy itu terlelap dalam pengepungan. Namun setelah terbangun mereka tetap melakukan pengejaran


Abu Bakar dalam gua Tsur menutupi semua lubang dengan sobekan bajunya, dengan harapan tidak ada hewan berbisa yang masuk, namun ternyata ada satu lubang yang terbuka dan dimasuki ular, dengan kaki kirinya Abu Bakar menutup lubang tersebut hingga terpatok ular berbisa tersebut, sedangkan kaki kanannya sebagai sandaran tidur Rasulullah karena kecapekan.

Rasa sakitnya yang luar biasa tidak sampai menggerakan kakinya karena khawatir Rasulullah terbangun, tapi tak terasa air mata menetes jatuh ke pipi Rasulullah dan menyebabkan beliau terbangun.

Rasulullah terbangun, dan berujar kepada Abu Bakar apakah engkau takut diburu dan hendak di bunuh pemuda kafir Quraisy itu ? Rasulullah bersabda.


Mengetahui tangisan itu disebabkan sakitnya dipatok ular berbisa, maka Rasulullah dengan media ludahnya dapat menyembuhkan luka tersebut 

Rasulullah dan Abu Bakar di gua Tsur selama tiga hari dan tiga malam, orang - orang yang berjasa dalam persembunyian di gua Tsur :

Abdullah bin Abu Bakar 

Ia merupakan putra Abu Bakar yang bertugas sebagai informan penting. Ia melaporkan setiap perkembangan situasi yang terjadi di kota Makkah. Sepanjang hari ia menelisik semua pembicaraan semua orang Qurasy terkait Rasul Saw dan sahabat tercintanya itu. Sore harinya ia datang ke gua Tsur dan melaporkan semua informasi yang didapatkan kepada Rasul dan ayahnya. Ia bertahan di gua hingga malam, sehingga tidak ada yang curiga bahwa ia tidak di Makkah pada malam hari itu.

Asma binti Abu Bakar

Ia juga merupakan putri Abu Bakar as-Shiddiq. Ia bertugas mengikuti Abdullah saat menuju gua Tsur sambil membawa makanan untuk ayahnya dan Rasulullah. Makanan ini lah yang membuat kedua orang mulia ini bertahan di dalam gua hingga tiga hari 

Amir bin Fuhairah 

Amir adalah budak Abu Bakar yang setiap hari menggembala kambing yang dimiliki Abu Bakar. Pada saat Rasul dan Abu Bakar di gua Tsur, ia membawa kambing-kambingnya menuju gua Tsur. Kambing-kambing itulah yang menyuplai minuman kepada Rasul dan Abu Bakar. Malam harinya ia kembali mengikuti langkah kaki Abdullah dan Asma. Sehingga langkah kaki kambing-kambing itu menghapus jejak kaki Abdullah dan Asma, hingga tak ada seorang pun yang tahu.

Abdullah bin al-Urayqath 

Ia bertugas membawa unta yang telah disiapkan Abu Bakar untuk membawa Rasul dan Abu Bakar keluar dari gua. Ia juga yang menuntun kedua orang mulia itu untuk hijrah menuju kota Yatsrib, Madinah. Dia lah sang penunjuk jalan hijrah Rasulullah Saw ke Madinah.

Perlindungan Allah SWT : 

Atas izin Allah SWT, tepat di depan mulut gua, laba-laba membuat sarang dan burung merpati bertelur. Ini mengelabui kaum Quraisy sehingga mereka meyakini gua tersebut tidak berpenghuni.

Destinasi berikutnya menuju jabal Rahmah tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa setelah terpisah 40 tahun lamanya. Saat itu Nabi Adam diturunkan di India sedangkan Siti Hawa di Jeddah. 

Berikutnya melewati Jabal Nur yang berada di dalamnya Gua Hira, Rasulullah di sini berkhalwat memikirkan masyarakat Quraisy yang semakin rusak hingga turunlah Wahyu yang pertama QS Iqra' ayat 1-5

Orientasi Armuzna

Umroh Sunnah 




Hari ke-16 (Selasa, 19 Mei 2026)

Bangun pagi mendapai kaki sebelah kanan bengkak dengan nanah mengalir dari benjolan kecil meruntus.


Segera setelah shubuh menuju ruang medis di lantai MZ. Setelah cek gula darah 121 dan tensi 121/71 maka dari dokter jaga memberi obat gatal dan antibiotik. Sambil disarankan menghubungi dokter Kloter untuk perawatan lukanya 

Pukul 09.30 dokter Arin berkunjung untuk merawat luka, membersihkan luka terlebih dahulu kemudian mengoleskan povidone iodine kemudian menutupnya dengan kassa steril dan perban. Tidak boleh kena air. Dan memberikan obat oral 5 jenis, sebagai pengganti dari obat yang diberikan dokter jaga pagi tadinya.


Metronidazole 500 mg :

adalah obat antibiotik golongan antimikroba yang berfungsi untuk mengobati berbagai infeksi akibat bakteri dan parasit. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit

Co-amoxiclav  :

adalah obat antibiotik kombinasi (amoksisilin dan asam klavulanat) yang digunakan untuk membasmi berbagai infeksi bakteri. Obat resep ini sangat efektif untuk mengatasi infeksi pada saluran pernapasan, saluran kemih, telinga, kulit, serta tulang dan sendi


Methylprednisolone 4 mg  :

adalah obat golongan kortikosteroid kuat yang berfungsi untuk meredakan peradangan, menekan sistem kekebalan tubuh, dan mengatasi reaksi alergi.

Cetirizine hydrochloride  :

adalah obat antihistamin generasi kedua yang digunakan secara luas untuk meredakan berbagai gejala alergi. Obat ini bekerja dengan cara memblokir zat histamin, yaitu senyawa alami di dalam tubuh yang memicu reaksi alergi saat terpapar zat pemicu (alergen)

Paracetamol 500 mg  :

adalah obat bebas yang berfungsi untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan hingga sedang seperti sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri otot. Obat ini umumnya bekerja dalam 30–60 menit


Sejak itu mulai sholat dhuhur dengan tayamum, karena kondisi masih nyeri maka sholatnya menggunakan kursi.

Memang dengan ujian sakit sebagai penggugur dosa asalkan dijalaninya dengan sabar dan ridlo, sekalian muhasabah. Luka yang hampir tidak pernah terjadi sewaktu di Indonesia, kini terjadi dengan begitu ekstremnya seakan tanah suci Mekkah menjadi tempat menyucikan diri, membersihkan jiwa dan raga yang bergelayut dosa dengan tidak hanya lisan dan sholat taubat semata.

Ada dosa yang begitu mudah dilakukan sewaktu di tanah air dan menyepelekan itu berulang kali, sehingga menjelang keberangkatan haji muncul perasaan bagaimana Allah akan membalas dosa itu, semoga Allah mengampuni dosa yang pernah saya lakukan dan memberikan kesembuhan sehingga mampu menjalani puncak haji Armuzna dengan sebaik-baik keadaan.

Insiden lift macet 

Dengan semakin banyaknya jamaah, maka setiap waktu akan dan setelah sholat jama'ah akan dipenuhi penumpang, seperti halnya lift nomer 5 yang diisi dengan 20 penumpang yang overload dari kapasitas 15 orang ketentuannya.



Hari ke-17 (Rabu, 20 Mei 2026)

"Jangan berfikir bahwa yang didapatkan hari ini berupa pangkat dan kenikmatan adalah doamu semata, tapi itu dari doa orang tua yang telah dilantunkan bertahun-tahun sebelumnya."




Bila ada yang menyakiti, maka maafkan kesalahannya, dan doakan dengan kebaikan 

Kadangkala omongan kita tanpa sadar melukai perasaan orang lain disekitarnya dengan luka hati yang paling dalam

Pentingnya visi dalam aktivitas sehingga mulai ada perencanaan dari awal, agar tidak baru tersadar bila sudah di tengah perjalanan 

Senam anti pikun, dengan menggunakan jemari tangan :

1. 2. 3. 4
5. 4. 3. 1

5. 4. 3. 1
2. 3. 4. 5. 1

Ustadz Molik :

Arofah itu mengenali dan berdiam diri, KBIHU NH menyiapkan ceklis harian ibadah selama ibadah haji dan juga menyiapkan tool dengan menuliskan catatan dosa untuk memohonkan ampun kepada Allah SWT

Mabit di Mina

Keuntungan 
  • Karena mandatori, makan di sediakan pemerintah 
  • Ketua Kloter, Bimbad, Medis bermarkas di sini
  • Berdiam di sini sudah terhitung sebagai mabid yang merupakan wajib haji
  • Bagi yang lansia dan Resti, lempar jumrohnya bisa diwakilkan 

Kerugian 
  • Tempat tidur berdesakan 
  • Toilet antrian panjang 
  • Jarak ke Jamarot 5 km, PP menjadi 10 km

Tanazul di Hotel 

Keuntungan 
  • Bisa istirahat di hotel dengan nyaman 
  • Toilet pribadi masing-masing kamar
  • Jarak ke Jamarot dekat yaitu 1,5 km

Kerugian 
  • Makan mengupayakan sendiri, karena macet dan krodit maka tidak ada Syarikah yang bersedia kirim ke hotel 
  • Mabit di Mina dengan Keleleran di sekitar Jumroh Aqobah pada malam harinya (Bila semalam tidak ikut mabid karena udzur maka dendanya 1 Mud makanan pokok atau SAR 20)
  • Tim medis berbagi nakes, kemungkinan satu perawat yang mendampingi
Dari pertimbangan jamaah banyak yang memutuskan untuk Murur di Muzdalifah dan Tanazul saat Mabid di Mina 

Pukul 15.15 was, perawat mas Arda melakukan perawatan luka di dalam kamar. Tampak luka yang masih basah dengan kerak kulit bergelambir dibersihkan dengan kapas lalu diusapkan (sensasi seperti dikuliti) awalnya perih dengan kotoran tersebut menempel di kapas. Selanjutnya pada luka diberi salep gel bening kemudian ditutup kembali 



Foto bersama Pandu Saudia Arabia 

Selepas Maghrib mengantar istri belanja sovenir di toko "dua realan" sebelah kiri hotel. Saat istri asyik memilih barang yang dicarinya, lewat barisan pandu remaja yang didampingi pembinanya. Namun, ada satu remaja tersebut belok dan memilih-milih cincin dan alat counter dzikir. Pembinanya berulang kali meneriaki namanya agar segera berjalan terus, tapi remaja tersebut tidak menggubrisnya. 

Setelah istri selesai belanja, segera kembali ke hotel karena isya akan segera tiba dan menyempatkan berfoto di ruas jalan sekitar hotel menginap.

Saat sedang fokus mau mengambil gaya, muncul sekelompok remaja pandu dari arah belakang dan langsung menimbrung foto, mereka serasa gembira bersama.


Setelah adegan foto bersama, remaja di sebelah kiri memegang kepalaku lalu menciumnya. Rasanya itu tanda salam hormat adat timur tengah 

Hari ke-18 (Kamis, 21 Mei 2026)

Bakda Shubuh kondisi mengantuk sambil membaca dzikir dan bersandar di tembok musholla hotel. 

Antara sadar dan terlelap tampak areal pemakaman luas yang rapi dengan nisan putih dibagian kepalanya, sejenak kemudian diri ini seakan masuk ke dalam lapisan bawah tanah dan terbaring kemudian dari bawah tampak payung seperti di pelataran masjid Nabawi namun bentuknya bundar seperti daun semanggi yang berwarna emas. Segera tersadar dalam kondisi ini, kemudian beranjak kembali ke kamar hotel. (Entah apa maksudnya dari yang barusan terjadi)

Sehari ini tanpa sadar hanyut dalam emosi :
  1. Salah paham dengan istri terkait waqaf Al-Qur'an di masjid Harom 
  2. Urusan nilai di jurusan Teknik Kimia stemba melalui media wa, padahal sebelum berangkat ke tanah suci sudah coba diselesaikan dengan rekan sejawat 
  3. Miskoordinasi tentang belanja ke Bin Dawood bersama istri dan anggota jamaah lainnya 
Sehingga menyebabkan saat di dalam bin Dawood terasa perut begah, bersendawa, dan badan terasa keremeng-keremeng......, belum lagi sebelumnya BAB tidak lancar dan cenderung diare. Apakah ini tanda IBS kambuh dengan pemicu emosi ataukah efek obat luka bernanah. Segera setelah balik ke hotel menelan herbal ekstrak zaitun dan kondisi perut mulai stabil kembali 

Hari ke-19 (Jum'at, 22 Mei 2026)

Berpagi pukul 02.00

Dengan menaiki bus sholawat kode 3 tiba di Syib Amir dengan tujuan sholat di atas rooftop Masjidil Harom, dengan view bangunan sekitar zam-zam tower menambah keindahan 






Doa Wisuda 

Bersamaan siswa XII KI 1 yang selama ini sebagai wali kelasnya mengikuti wisuda kelulusan, namun tidak bisa membersamai. Hanya dengan video doa menghantarkan mereka mencapai paripurna di SMK Negeri 5 Surabaya 





Ketemu Budi

Mengelilingi masjid Harom sambil menikmati kebersamaan 




Materi Khutbah Jum'at 
  1. Lailatul Qadar malam terbaik tapi dirahasiakan waktunya, tapi Arofah jelas waktu dan tempatnya, maka manfaatkan betul momen tersebut untuk berdoa kepada Allah SWT 
  2. Selama berhaji ditata dalam Niat, Syariat, dan Tujuan. Niat semata-mata karena Allah, bukan niat jalan-jalan. Syariatnya dipenuhi Rukun, Wajib, dan Sunnah haji, Tujuan bukan ingin dipanggil pak Haji atau Bu. Hajjah karena ibadah haji rentan dengan riya'. Berbeda dengan ibadah puasa hanya Allah dan dirinya yang tahu.
  3. Hikmah gerakan Haji, Thawaf yang selalu bergerak seiring dengan gerakan planet pada tata Surya menandakan sebagai manusia senantiasa aktif bergerak dalam kehidupan. 
  4. Sa'i menandakan perjuangan dan ikhtiar hidup, (Siti Hajar berlari ke Safa - Marwah mencari air untuk minum putranya tapi tidak menemukannya, Tapi dirinya yakin bahwa Allah ada di sana)
  5. Jumroh adalah simbol perlawanan terhadap iblis yang senantiasa menggoda
  6. Air zam-zam adalah mukjizat dari ribuan tahun lalu yang masih mengalir untuk diminum oleh jutaan orang yang tidak pernah habis


Hari ke-20 (Sabtu, 23 Mei 2026)

Entah karena efek obat atau aktivitas sebelumnya, pagi ini kantuk berat. Dua alarm HP segera di-off walaupun berdering, begitu pula sholat shubuh yang biasanya masih bisa wirid kini terdampar di tembok musholla hotel bahkan terkadang terlentang.


Bunda bersama warga 348 jalan-jalan di pasar pagi ditemani pak Uyun dan mas Mufti 


REKAPAN PERJALANAN HAJI ARMUZNA  
KBIHU NURUL HAYAT




1.) Tanggal 8 Dzulhijjah / 25 Mei – jam 16.30 Persiapan Menuju Arafah
Jamaah bersiap di hotel untuk berniat menuju Arafah. Setelah persiapan selesai, jamaah diberangkatkan menggunakan bus menuju Arafah.

2.) Tanggal 9 Dzulhijjah – Wukuf di Arafah
Jamaah melaksanakan wukuf di Arafah mulai waktu Dzuhur hingga Maghrib.

Setelah Maghrib, jamaah menunggu penjemputan bus. Insya Allah bus akan menjemput sekitar pukul 00.00 malam untuk diberangkatkan menuju Mina.

3.) Perjalanan Menuju Mina
Sekitar pukul 00.00 malam jamaah mulai bergerak menuju Mina menggunakan bus. Insya Allah jamaah diperkirakan tiba di Mina sebelum waktu Subuh.

4.) Pembagian Kelompok Jamaah di Mina

A. Kelompok Resti, Lansia, dan Disabilitas
Kelompok ini akan tetap tinggal di Mina. Untuk pelaksanaan lempar jumrah, akan dibadalkan. Jamaah kelompok ini tetap berada di Mina hingga nafar awal atau nafar tsani sesuai jadwal penjemputan bus.

B. Kelompok Kuat dan Sehat
Setelah tiba di Mina pada pagi hari, kelompok ini langsung bergerak menuju Jamarat untuk melaksanakan lempar Jumrah Aqabah.

Setelah selesai melaksanakan lempar jumrah, jamaah langsung menuju hotel. Malam harinya, bakda maghrib menuju Mina untuk mabit malam tgl 11 hingga jam tengah malam.

C. Kelompok Tengah (Kloter Kedua)
Kelompok ini bergerak pada malam hari sekitar pukul 22.30 menuju Jamarat.

Kelompok ini sudah dihitung melaksanakan mabit, kemudian melaksanakan lempar Jumrah Aqabah, lalu langsung kembali menuju hotel.

5. Tanggal 11 Dzulhijjah
Dua kelompok jamaah yang kembali ke hotel, baik kelompok pagi maupun kelompok malam, pada tanggal 11 Dzulhijjah sekitar pukul 23.00 akan bersama-sama bergerak menuju Jamarat untuk melaksanakan lempar jumrah tanggal 11.

Setelah itu jamaah menunggu hingga waktu syuruq, kemudian melaksanakan lempar jumrah untuk tanggal 12 Dzulhijjah.

Selesai melaksanakan rangkaian jumrah, jamaah kembali menuju hotel.





DRESCODE SELAMA PUNCAK HAJI

Tanggal 08 - 10 Dzulihijah 
  • Ibu-Ibu : baju Putih dan jilbab biru yang dipakai saat keberangkatan di Al Akbar
  • Bapak-bapak : Baju Ihram 
Tanggal 10 Dzulihijah malam (Mabit Pertama bagi yang pulang ke Hotel pagi Hari)
  • Ibu-Ibu : baju Tozca dan Jilbab Tosca
  • Bapak-bapak : Baju Tozca dengan topi NH 

Tanggal 11 Dzulhijah malam (Mabit ke 2 ) bagi semua jamaah yang mabit/keleleran di Jamarat
  • Ibu-ibu : Baju Hitam Jilbab Moca
  • Bapak-bapak : Kaos Hitam NH dan Topi NH

Hari ke-21 (Ahad, 24 Mei 2026)

Bakda menunaikan shalat subuh di musholla hotel, dilanjutkan dengan kultum. Da'i dari Jambi - Sumatera 


Wasiat Jibril kepada Rasulullah Saw :
  1. Menjaga kaum wanita, karena jaman jahiliah tidak ada nilainya. Rasulullah bersabda, wanita adalah tiang agama. Hal yang wajar bila ada perbedaan, seperti Siti Hajar yang di tempatkan di tempat berdebu ini (Mekkah). Nabi Ibrahim mengatakan ini perintah Allah. Jaga istri baik-baik ajarkan dengan kesabaran.
  2. Perbaikilah hubungan dengan tetangga. Setelah pulang haji harus beda sebelum haji, tingkatkan kepedulian, Karena bisa jadi comberan dan sampah mengenai tetangga sekitar kita.
  3. Jangan kamu tinggalkan sholat berjamaah. Karena hal itu diwariskan Rasulullah, sebab hati tetap menyatu dan saling mengenal dengan sesamanya
Seharian digunakan untuk istirahat, recovery menjelang Armuzna besok, sekalian mengolesi salep fusibact dengan berharap luka di kaki sembuh sehingga kuat kembali menapak.

Salep Fusibact kisaran harga SAR 19 (Rp. 90.000,-)


Sore pukul 17.00 was menyempatkan ke bin Dawood membeli roti untuk tambah perbekalan Armuzna

Background Jamarot

Kembali ke hotel melewati ruas jalan yang dari kejauhan tampak Jamarot, tempat untuk melempar jumroh. Sejarahnya Nabi Ibrahim yang hendak menyembelih Nabi Ismail digoda oleh Iblis, sehingga dilemparinya dengan batu.


Momen tersebut diabadikan menjadi rangkaian ibadah haji dengan niat melempar setan yang ada di dalam diri kita sendiri, sekaligus simbol perlawanan terhadap setan yang senantiasa akan selalu menggoda manusia 




Hari ke-22 (Senin,  25 Mei 2026)

ARAFAH YANG DINANTI

Di Padang Arafah, di bawah langit senja, Hati berdebar, jiwa meronta.
Menanti fajar, menanti jumpa,
Dengan Sang Pencipta, di hari penuh cinta.

Kain putih, menyelimuti raga,
Menyatukan langkah, tanpa beda.
Raja dan rakyat, miskin dan kaya,
Berdiri sama, di hadapan-Nya.

Arafah saksi, pengakuan dosa,
Mohon ampunan, di bawah naungan-Nya. Air mata menetes, hati berbisik,
Ya Allah, ampuni dosa hamba yang kelam ini.

Di Arafah, semua kembali setara,
Tiada lagi batas, tiada lagi lara.
Hanya cinta dan ketulusan yang tersisa,
Menyambut datangnya sang Ilahi tercinta.

Ya Allah, sambutlah doa kami,
Berikan kami kekuatan, di hari suci ini.
Ya Allah, Bimbinglah kami, agar kami bisa Kembali ke jalan hidup yang engkau ridhoi


Voice : Molik Latief

#hajj #haji2026 #hajibahagia #umroh

Pukul 10.00 seluruh jamaah KBIHU Nurul Hayat dikumpulkan kembali di MO untuk pembekalan lagi. Intinya rencana teknis pemberangkatan menuju Arofah. 




Pukul 14.00 Jamaah segera turun dari hotel dan bersiap menunggu bus penjemputan menuju Arofah. 


Dalam perjalanan terjadi pengecekan nusuk berulangkali karena sebelumnya ada "penyusup" di bus rombongan NH dan kedapatan tidak memakai kartu nusuk sehingga diturunkan oleh petugas 


Memasuki Arofah bus berputar - putar dikarenakan sopirnya juga belum mengetahui Markaz 81. Tetapi ada hikmahnya dilewatkan tenda 111 yang diperuntukkan bagi Haji Khusus dengan tempat gazebo yang teduh dan rapi, terasa sangat nyaman untuk ukuran aktivitas di tengah lokasi yang panas ekstrem.

Begitu pula saat bus salah jalur sehingga harus mundur dan masuk kembali ke Jalur utama, Ustadz Rifa'i mengatakan agar saat waktunya wukuf jangan sampai satu kaki keluar dari batas tanah Arofah yang menyebabkan hajinya menjadi batal (Nauzubillah)


Hari ke-23 (Selasa, 26 Mei 2026)

DOA DI TANAH SUCI

Bismillahirrahmanirrohiim,
Alhamdulillahi Robbil’aalamiin. Hamdan yuwaafii ni’amahu wa yukafii maziidahu Yaa rabbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhika wa’adzimi sulthaanik. Allahuma sholli ‘alaa sayyidina Muhammadin wa’ala aali sayyidinaa Muhammad.

Yaa Allah Yaa Rahman Yaa Rahiim,
Kami bersimpuh menghadap ke hadirat-Mu, untuk memanjatkan puji syukur atas segala limpahan rahmat, hidayah, dan inayah yang telah Engkau curahkan kepada kami dan keluarga kami. Karena itu Yaa Allah, masukkan kami dengan rahmat-Mu kepada golongan ahli syukur, golongan orang-orang yang selalu mensyukuri nikmat-Mu, bukan golongan orang yang mengingkari nikmat-Mu.

Yaa Allah Yaa ‘Aziizu Yaa Ghoffaar,
Kami adalah makhluk yang hina, penuh khilaf, dan berlumuran dosa. Tak terhitung, betapa seringnya kami tak mengindahkan perintah-Mu, dan tak terhitung pula seringnya kami melanggar larangan-Mu. Karena itu Yaa Allah, Ampunilah segala dosa dan khilaf kami, dosa-dosa yang terdahulu maupun yang akan datang, yang rahasia maupun yang terang-terangan, yang tidak kami sengaja dan lebih-lebih dosa-dosa kami yang kami sengaja. Ampunilah kami Yaa Allah, ampuni pula dosa kedua orang tua kami, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami sejak kecil. Muliakan orang tua kami di dunia dan di akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.

Yaa Allah Yang Maha Mendengar,
Bimbing hati kami dan keluarga kami menghadapi fitnah zaman, jangan Engkau biarkan kami terperosok ke jurang kenistaan. Jadikan keluarga kami keluarga yang sakinah, mawaddataw wa rohmah dengan rahmat dan kasih sayang-Mu. Karuniakan pada kami anak-anak yang sholeh dan sholihah, anak-anak yang menyejukkan hati kami. Yaa Allah, jadikan mereka ahli ibadah, ahli sholat, ahli puasa, ahli zakat. Dan takdirkan anak keturunan kami dapat berziarah ke Rumah-Mu yang Suci dan ke makam Rosulullah Muhammad SAW. Karuniakan pada mereka jodoh yang lebih mendekatkan mereka pada-Mu, bukan suami atau istri yang justru akan menjauhkan anak kami dari tuntunan-Mu dan jauh dari siraman kasih sayang-Mu.

Yaa Allahu Yaa Rozaaq,
Cukuplah kehidupan keluarga kami dengan rizki-Mu yang halal dan barokah, dan jauhkan kami dari sesuatu yang Engkau haramkan. Karuniakan kepada kami kemudahan atas segala urusan kami. Dan kami mohon Engkau bimbing hati kami Yaa Rob, agar setiap nikmat rizki-Mu menjadikan hamba semakin tawaddu’ dan semakin taqorrub kepada-Mu.... Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Rizki dan Maha Pemurah.

Yaa Allahu Yaa Kariim,
Kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari harta yang tidak barokah, dari qolbu yang tidak khusuk, hati yang riya’, nafsu yang tidak pernah merasa puas. Rob.... lembutkan hati kami Yaa Latiif... Ijinkan kami membuang kejelekan hati kami, hati yang riya’, sombong, iri, dengki, tidak ikhlas.... Hanya dengan bimbingan-Mu Yaa Allah kami dapat melakukan itu.
Yaa Allah, karuniakan kepada kami hati yang taqwa, jiwa yang tenang, hati yang bersih, sisa umur yang barokah. Dan saatnya Engkau ambil diri kami Yaa Allah, ambillah diri kami saat berada dalam puncak keimanan kami.... Ambil diri kami dalam keadaan khusnul khotimah..... Jangan Engkau ambil diri kami saat kami berlumuran dosa dan maksiat....

Yaa Allah Yaa Wahhaab,
Karuniakan kepada kami haji yang mabrur, usaha yang diterima, dosa yang diampuni, amal sholeh yang diterima dan perdagangan yang tidak akan merugi. Wahai Dzat yang mengetahui sesuatu yang ada dalam hati, keluarkanlah kami Yaa Allah.. dari kegelapan kepada tempat yang terang benderang.

Yaa Allah Yang Maha Pengasih,
Limpahkan rahmat dan hidayah-Mu pada saudara-saudara kami agar mereka senantiasa berada dalam bimbingan-Mu, beribadah kepada-Mu, dan terpelihara dari perbuatan yang keji. Cukupkan rizki-Mu untuk saudara-saudara kami, dan takdirkan mereka untuk dapat memenuhi panggilan-Mu menunaikan ibadah haji, sebelum ajal datang menjemput mereka...

Yaa Allah Yaa Rabbi,
Kabulkanlah doa kami... hanya kepada-Mu lah kami memohon, hanya kepada-Mu kami berpengharapan, dan hanya kepada-Mu pula kami berserah diri.

Kultum Pagi 

Ustadz Heri Latief menjelaskan tentang makna QS. Insyiroh dengan membagi keberkahan menjadi tiga lapis

Lapis 1 : ayat 1-4
Lapis 2 : ayat 5-6
Lapis 3 : ayat 7-8

Penjelasan Lapis 1 :

Rasulullah Tersakiti dengan ucapan orang, Allah telah melapangkan dadanya

Menurutmu apakah dilapangkan dadanya dengan Islam dan yang bukan, apakah sama ? Beda

Beban Rasulullah selalu memikirkan umatnya, sehingga umatnya semua masuk surga

Walaupun dengan 3 cara :
1. Tanpa hisab
2. Dihisap tapi diringankan 
3. Dihisap lalu masuk surga

Para Nabi di Padang Mahsyar, mengurusi urusan sendiri - sendiri. Sedangkan Rasulullah malah memikirkan umatnya.

Terima apa yang ada, jangan mencari yang tidak ada

Lapis kedua :

Bila ada kesulitan, yakin ada dua kemudahan

Rawat harapan, karena orang yang bahagia adalah yang memiliki harapan. Bayar les mahal untuk anak karena ada harapan, beda kehilangan 10ribu tapi tidak ada jluntrung


Lapis 3 : saya harus hadapi masalah, lalu bawa ke dalam doa. 

Kerjakan satu persatu, Allah tidak menyuruh untuk membereskan semuanya, hadapi satu persatu lalu bawa ke dalam doa

Semakin besar masalahnya, lalu dihadapi maka juga semakin besar doanya


Khutbah Arofah 



Video call dengan Kyai Molik 



Bersama profesor 


Prof. Ardianto (warek II Unair)



Ketemu ustadz Umar - SMKN 6 Surabaya 




Hari ke-24 (Rabu, 27 Mei 2026)

Dini hari 01.00 melewati Muzdalifah dan berniat Murur Mabit diatas bus penjemputan, hal ini dikarenakan bila penjemputan di atas 23.30 was atau separuh malam (5 jam) terhitung dari Maghrib, maka jamaah tersebut mengikuti Murur Mabit dan tidak dikenai Dam.

Sewaktu melewati Muzdalifah, tampak lautan manusia memenuhi areal terbuka. Bahkan ada rombongan yang terus bergerak seperti mencari lahan untuk tempatnya Mabit 

Berbeda dengan rombongan Murur Mabit langsung diantar ke tenda di Mina. Di sini rombongan terbagi menjadi tiga kategori :
  • Tipe A : Bagi yang Resti, lansia, dan disabilitas yang tidak memungkinkan berjalan ke jamarat dengan jarak 4,5 km, yang selama hari tasyrik dan mengambil Nafar Awwal berada di tenda Mina, sedangkan untuk lempar Jumroh dibadalkan
  • Tipe B : Bagi yang normal dan punya ketahanan tubuh maka setelah turun bus langsung bergerak ke Jamarat untuk lempar jumroh Aqobah kemudian tanazul ke hotel, kepadanya mereka masih dibebani kewajiban untuk Mabit di Mina dengan Keleleran di sekitar Jamarot.
  • Tipe C : Bagi yang Resti dan Lansia tapi masih punya kekuatan menempuh ke jamarat maka istirahat sehari di tenda Mina, dan akan berangkat ke Jamarat pukul 21.30 untuk lempar Jumroh lalu tanazul ke hotel yang berjarak 1,5 km
Kondisi di Tenda Mina suasana luang karena tipe B telah ke hotel, begitu pula makanan melimpah sehingga membantu ibu ketua kloter memisahkan lauk RTE untuk dikonsumsi waktu berikutnya.


Meluangkan waktu sore dengan berkeliling melihat suasana tenda Arofah 



Pukul 21.00 berangkat rombongan tipe C bergerak ke Jamarot untuk melempar jumroh Aqobah, berjarak sekitar 5 km dengan waktu tempuh kurang lebih 1,4 jam. Perjalanan kali ini terasa menyenangkan

Keberangkatan ke Jamarot 



Hari ke-25 (Kamis, 28 Mei 2026)

Memasuki pukul 00.05 telah melaksanakan lempar Jumroh Aqobah pada lantai 3, kondisi suasana sepi menyebabkan leluasa jamaah melempar, tetapi karena berdiri di pinggir sumur tugunya masih ada yang lemparannya tidak presisi sehingga mengenai kepala, lumayan clekit.....😁

Tujuh lemparan batu untuk melempar setan-setan pada  :
  1. Kepala, fikiran yang kotor dengan memprasangkai buruk takdir dari Allah, prasangka buruk terhadap orang lain, ujub, sum'ah, takabur, riya', hasud, iri dengki dan semua penyakit hati lainnya
  2. Mata, memandang maksiat dan tidak halal
  3. Telinga, mendengarkan ghibah, musik yang melenakan, senang mendengar orang lain susah, dan susah bila mendengar orang lain bahagia
  4. Hidung, pernah mencium yang tidak halal, mengendus - endus kesalahan orang lain kemudian menyebarkannya. 
  5. Mulut, berkata kasar dan menyakiti hati orang lain, egois maunya menang sendiri, tidak mau dikalahkan, dan sulit menerima nasehat dari orang lain
  6. Tangan, memegang yang tidak halal, mengambil milik orang lain yang belum meminta keridhaannya
  7. Kaki, melangkah ke tempat maksiat, masih berat untuk silaturahmi ke saudara dan handai tolan

Tahallul Awwal




Al-Baik

Sore itu bunda mengirimi makanan siap saji  yang viral di Arab Saudi, yaitu Al-Baik


Dengan menu ayam goreng, burger dan kentang disajikan dengan saos dan mayones bawang putih menghadirkan cita rasa nikmat, paket makanan ini dijual SAR 79


Rombongan berangkat 

Tanazul dan Mabit Keleleran di Mina
By : Kyai Molik





Oleh-oleh terbesar dari Mina ternyata sebuah kesadaran baru.
Bahwa manusia ternyata tidak membutuhkan sebanyak yang selama ini ia kira.

Di Mina, jamaah NH mabit dg tidur hanya beralaskan plastik. Ada yang berbagi tikar. Ada yang menjadikan tas sebagai bantal. Ada yang sama sekali tanpa bantal. Di bawah atap langit atau beton cor. Di atas paving yang keras.

Kalau kondisi seperti itu dipindahkan ke rumah, mungkin kita akan protes.
Kalau hotel memberikan fasilitas seperti itu, mungkin kita akan meminta ganti rugi.
Tapi anehnya, di Mina tidak.

Tidak ada yang merasa dipermalukan.
Tidak ada yang merasa direndahkan.
Tidak ada yang berkata, "Saya menyesal berangkat haji."

Justru yang muncul adalah rasa syukur.
Karena di Mina, ukuran kenyamanan berubah.
Yang dicari bukan empuknya kasur.
Yang dicari adalah diterimanya ibadah.

Yang diharapkan bukan nyenyaknya tidur.
Yang diharapkan adalah ampunan Allah.

Mina mengajarkan bahwa kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh ketebalan spring bed.
Tidak pula oleh jumlah bantal yang menopang kepala.

Di hadapan Allah, direktur tidur di atas paving yang sama dengan petani.
Pengusaha berdesakan dengan guru ngaji.

Semua menjadi jamaah.
Semua menjadi hamba.
Tidak ada ruang VIP menuju surga bagi jamaah reguler.

Mungkin inilah salah satu rahasia mengapa jutaan orang selalu rindu berhaji lagi. 
Padahal mereka tahu akan berjalan jauh.
Akan berdesakan.
Akan antre.
Akan tidur seadanya.
Namun tidak ada yang kapok.
Karena yang lelah adalah badan. Yang bahagia adalah jiwa.

Dan kebahagiaan jiwa selalu lebih kuat daripada keluhan fisik.

Saat pulang nanti, kasur di rumah terasa lebih empuk.
Bantal terasa lebih nyaman.
Air dingin terasa lebih nikmat.
Makanan sederhana terasa lebih istimewa.

Mina telah mendidik kita untuk kembali menghargai hal-hal kecil yang selama ini dianggap biasa.

Di atas alas plastik itu kita belajar syukur.
Di atas paving itu kita belajar sabar.
Di tengah keterbatasan itu kita belajar ikhlas.

Dan mungkin, justru karena itulah banyak jamaah yang ketika mengenang Mina tidak berkata:
"Betapa susahnya waktu itu."
Tetapi berkata:
"Ya Allah, kapan aku bisa kembali ke sana..." ❤️🕋

#HajiaBahagia

Hari ke-26 (Jum'at, 29 Mei 2026)

Sambil menunggu waktu Thulu' bercengkrama dengan sesama jamaah NH yang ternyata pejabat Imigrasi Pusat, beliau bersama pak Jaya Mahendra yang juga merupakan siswa Bu. Wahyu Fajar saat di SMATag Surabaya 


Dari beliau mendapatkan cerita pengalaman saat menempuh sekolah kedinasan di Imigrasi, siapa tahu dari anak-anak ada yang berminat kelak


Lempar Jumroh Ula, Wustho, Aqobah 

Lempar Jumroh oleh Bunda Sri 

Lempar Jumroh oleh Abi

Pagi sepulang lempar Jumroh langsung tidur dengan pulasnya hingga menjelang sholat Jum'at. 

Malam harinya setelah sholat Isya menikmati menu tanah air, ada nasi goreng, nasi kuning, ote-ote dan bakso.

Baso ala Prindavan 



Hari ke-27 (Sabtu, 30 Mei 2026)

Rapat koordinasi tentang persiapan Thawaf Ifadah 


Untuk mengantisipasi bus sholawat yang berkemungkinan penuh diserbu sesama jamaah, maka diputuskan untuk Thawaf Ifadah dan Sa'i ke Masjidil Harom sewa bus sendiri dengan iuran perjamaah SAR 15 atau Rp. 75.000,-

JJS

Bakda Ashar sekelompok kecil menuju Jamarot untuk mengobati keingin-tahuan rekan Jamaah yang selama hari tasyrik bermabit di tenda Mina sedangkan lempar Jumrohnya dibadalkan


Bu. Urifa dan Pak Sunari beserta istri sore itu di tugu Jamarot Wustho tampak sumringah, sekalian mengetahui letak persembunyian rekan-rekan jamaah yang mengambil Tanazul dan keleleran di sekitar Jamarot saat Kewajiban mabit di Mina.



Bagi yang Jumrohnya dibadalkan, momen itu disertai adegan "sensasi" melempar jumroh dengan menemukan kerikil di lantai, serasa melempar jumroh sungguhan 

Sedangkan bagi yang telah tuntas lempar Jumrohnya, beradegan antusias dan emosional melempar "setan-setan" di depannya 

Eit....eit.......ada yang jatuh

Lemparan bertubi-tubi 

Untuk tugu Jamarot Ula ditunjukkan dari kejauhan, sedangkan saat di Tugu Aqobah sekilas kami sampaikan kejadian Nabi Ibrahim yang digoda Iblis saat mau menyembelih putranya, Nabi Ismail 

Sambil menjelaskan tentang Baitul Aqobah Pertama dan Kedua sebagai awal penyebaran Islam di Yatsrib sebelum Rasulullah akhirnya berhijrah ke sana dan berganti nama Madinah (bisa jadi yang dipakai "keleleran" Jamaah, dahulunya berdiri manusia mulia selain Rasulullah ada Mushab bin Umair, Abbas bin Abdul Muthalib dan utusan haji dari Bani Aus dan Khazraj yang berbait kepada Rasulullah SAW)

Selepas mengantar kebahagiaan di tugu Jamarot, kelompok kecilpun balik ke hotel dengan terlebih dahulu membeli Al-Baik dan berfoto sunset matahari yang tenggelam di antara cakar langit Makkah yang menjulang 

"Brand Ambassador Al-Baik" 😁

Nugget ayam 



Hari ke-28 (Ahad, 31 Mei 2026)

AGENDA JAMAAH NH SAMPAI KEPULANGAN
  1. Senin, 1 Juni 2026 (Jam 00.30 dini Hari) Thowaf Ifadhah dan Sai
  2. Rabu, 3 Juni 2026 TASYAKKURAN HAJI (Pembacaan Sholawat Nabi dan Makan-makan)
  3. Kamis, 4 Juni 2026 UMROH SUNNAH KE 2 PAKET KBIHU NH
  4. Sabtu , 6 Juni 2026 UMRAH SUNNAH KE 3 PAKET KBIHU NH
  5. Ahad, 7 Juni 2026 CITY TOUR KE KOTA THOIF (PAKET KBIHU NH)
  6. Senin, 8 Juni 2026 UMROH SUNNAH ke 4 (MANDIRI pilihan bagi yang mau ikut saja) 
  7. Selasa, 9 Juni 2026 PENGARAHAN KEPULANGAN 
  8. Rabu, 10 Juni 2026 UMROH SUNNAH ke 5 (MNADIRI pilihan yang mau ikut saja)
  9. Jumat, 12 Juni 2026 PENIMBANGAN KOPER
  10. Sabtu/Ahad, 13 atau 14 Juni 2026 (tentatif) THOWAF WADA' 
  11. Ahad, 14 Juni 2026 Pukul 00.45 WAS TERBANG KE TANAH AIR
  12. Ahad, 14 Juni 2026 Pukul 18.05 Wib Landing Juanda (Insya Allah) 

Disclaimer : Jadwal di atas sewaktu-waktu bisa berubah sesuai dg situasi dan kondisi.

Kepulangan Kloter SUB 51
  1. Penimbangan Koper Kamis, 11 Juni 2026. Pukul 08.00 WAS
  2. Chek-out Hotel Sabtu, 13 Juni 2026, Pukul 17.45 WAS
  3. Take Off Pesawat Ahad, 14 Juni 2026 Pukul 00.45 WAS di Bandara Jedah
  4. Estimasi Landing Ahad, 14 Juni 2026 Pukul 18.05 di Bandara Juanda

Pukul 22.00 di depan Hotel Moro Alalameyah



Tiga Bungkus Kerupuk

Bus shalawat belum jalan.
Sebagian jamaah ingin segera thawaf ifadah.
Menunggu bisa lama.

KBIHU bergerak.
Mencarikan sewa bus.
Memanfaatkan jaringan yang sudah lama terbangun di Makkah.

Harga sewa sekitar 600 riyal.
Jika satu bus diisi 45 jamaah, urunannya hanya sekitar 15 riyal per orang.
Seharga tiga bungkus kerupuk. 🤭🤣

Tentu harus atas dasar musyawarah. Jamaah setuju. Biaya setuju. Semua transparan.

Kalau tidak, niat membantu bisa berubah tuduhan pungli.

Padahal fungsi seperti ini sulit dilakukan petugas PPIH. Bukan karena tidak mau. Tapi karena ruang geraknya terbatas.

Di sinilah KBIHU mengambil peran. Membantu jamaah.
Sekaligus membantu negara. 

Kerja-kerja kecil.
Yang sering tidak terlihat.
Tapi sering sangat terasa manfaatnya. 
Hidup KBIHU.. 💪
Shollu 'alan Nabi.. 

#HajiBahagia


Hari ke-29 (Senin, 01 Juni 2026)

Dini hari mulailah bergerak Jamaah Haji NH melaksanakan Thawaf Ifadah dan Sai untuk menuntaskan serangkaian rukun haji yang pada adzan awal pertama telah usai semua dilaksanakan. 




Sebagian jamaah ada yang langsung pulang ke hotel, adapula yang menunggu sholat shubuh di masjid Harom dengan melaksanakan Qiyamullail Lail pada serambi lantai dua bukit Marwah 


Selepas shubuh dilanjutkan berjalan mengelilingi Masjidil Harom dan berfoto di depan Grand Zam-zam tower dan Pintu King Abdulaziz Azis, sebuah pintu yang akan tampak bangunan Ka'bah dari luar masjid Al-haram 



Sejurus berikutnya bunda ingin membeli minuman dan souvenir yang lagi viral, apalagi bukan minuman kopi dan teh bermerk 1/2 M. Sebuah produk yang hanya ada di Mekkah, Madinah, dan Jeddah yang menjadi ikon favorit bagi jamaah haji atau umroh dari Indonesia 


Antre 1/2 M

Dalam kondisi belum Thulu', antrean sudah memadat hingga menutupi eskalator, sambil menunggu istri yang sedang antri dan Bu. Urifah yang menemaninya, maka sayapun naik ke lantai berikutnya untuk melantunkan doa pagi ke dalam masjid Abu Bakar Ashiddiq.




Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq di Makkah adalah masjid bersejarah yang diyakini berdiri di atas bekas rumah sahabat Rasulullah, Abu Bakar. Terletak di lantai 4 kompleks Makkah Towers, masjid ini menghadap langsung ke Masjidil Haram (menghadap pintu 79) dan menjadi lokasi awal hijrah Nabi Muhammad


Saat itu, kediaman Rasulullah di daerah Hujun (sekitar Bukit Marwah) telah dikepung oleh sekelompok pemuda yang hendak membunuhnya, tempat tidur Rasulullah ditempati oleh Sayidina Ali kemudian dengan Fadilah QS Yasin ; 9 menyebabkan pemuda yang mengepung rumah Rasulullah tertidur pulas, sehingga Rasulullah dapat mudah melewatinya.

Berikutnya Rasulullah menjemput sahabatnya yang setia di daerah Misfalah dengan harapan bersedia menemani perintah hijrah ke Yatsrib. Sahabatnya tersebut langsung setuju untuk menemani hijrah tanpa pikir panjang. Putrinya yang bernama Aisyah yang baru saja dinikahinya hanya mampu melihat dua sosok yang dicintainya itu, Ayahanda dan suaminya dari pintu rumah hingga kedua sosok  bayangannya lenyap ditelan malam menembus terjalnya bebatuan dan sahara pasir menuju jarak 450 km. 

Sahabat setia itu adalah Abu Bakar Ashiddiq. Ra. Situs rumah yang menjadi kenangan itu telah diabadikan menjadi masjid yang pengimamannya langsung mengikuti Masjidil Harom 


Hari ke-30 (Selasa, 02 Juni 2026)

Pukul 15.00 rombongan diajak ke pasar Kaikiyah yang merupakan pasar grosir terbesar di Mekkah. Terdiri dari tiga lantai yang menjual berbagai oleh-oleh. Di sini menyempatkan beli surban Kashmiri, Yaman, Gamis, dan Abaya.


Pukul 17.30 bergerak ke museum Wahyu dengan tiket masuk SAR 15. Di dalam pengunjung disuguhi dengan pemutaran video mulai Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Isa dan Nabi  Muhammad SAW. 

Replika Gua Hira 

Juga menampilkan contoh penulisan mushaf Utsmani yang pertama kali belum ada khot tanda baca, juga salinan kumpulan hadist yang ditulis oleh Bukhari Muslim serta tulisan Qur'an yang dijahit oleh seorang wanita dari Pakistan 

Di akhir kunjungan museum ditunjukkan replika yang dibuat mendekati bentuk aseli dari Gua Hira 

Pendakian Ke Gua Hira 

Keluar dari museum, disebelah kanan masuk gerbang pendakian ke Gua Hira. Mencoba untuk mendaki tapi dua trap tangga setelah toserba memutuskan untuk balik karena kondisi napas sudah mulai Sengol dan pandangan gliyeng

Gemerlap lampu merupakan rute pendakian 

Hari ke-31 (Rabu, 03 Juni 2026)

Tasyakuran Haji bakda dhuhur dengan diawali pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW 




Adapun menu syukurannya berupa Al- Baik dengan roti, kentang, dan ayam di dalamnya 




Hari ke-32 (Kamis, 04 Juni 2026)

Pukul 06.00 telah berangkat melaksanakan Umroh Sunnah dengan mengambil miqat di masjid Aisyah Tan'iem. 

Batas tanah haram dengan tanah halal

Masjid Aisyah di Tan'iem 


Awal perjalanan thowaf aman-aman saja, namun pada putaran ketiga ada insiden kecil antara jamaah Indonesia dari KBIH lain dengan Jamaah sepuh dari Aljazair yang berujung saling sikut. Dengan cepat langsung dipisah dengan teriakan sholawat Nabi, beruntung tidak berujung panjang karena para pemuda dari Aljazair sudah mulai naik pitam dan segera ditenangkan. Rombongan NH lanjut thowaf 

Setelah thowaf mengambil foto di depan Ka'bah untuk pembuatan kalender NH bergambar jamaah haji tahun 2026



Video Umroh Sunnah

Hari ke-33 (Jum'at, 05 Juni 2026)

Jum'at jam 07.00 pagi sebetulnya ada janjian ngopi dengan drg. Fahmi di kedai depan hotel M. Tetapi karena sehabis sarapan pagi leyeh-leyeh ketiduran bangun 10.00. 

Waktu luang sebelum sholat Jum'at akhirnya dipakai untuk mencuci dan jemur pakaian 


SERBA- SERBI

Kenapa badan seperti terhuyung :

Perasaan terhuyung-huyung, pusing, atau keliyengan yang sering dialami jemaah di Madinah (dan Mekkah) umumnya disebabkan oleh faktor fisik dan lingkungan, bukan hal mistis.

Berikut adalah penyebab utamanya:
  1. Dehidrasi Tanpa Rasa Haus: Udara di Madinah sangat kering. Tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat (walaupun tidak terasa basah karena langsung menguap) dan pernapasan. Kurangnya asupan air menyebabkan volume darah menurun, yang mengakibatkan pusing dan perasaan keliyengan.
  2. Kelelahan Fisik: Aktivitas ibadah yang padat, ditambah berjalan kaki jarak jauh dari hotel ke Masjid Nabawi, bisa membuat tubuh kelelahan.
  3. Perubahan Tekanan & Suhu: Perpindahan drastis dari suhu dingin AC (di dalam masjid/hotel) ke suhu panas terik di luar dapat mempengaruhi tekanan darah dan membuat tubuh terasa limbung.
  4. Faktor Listrik Statis : Udara kering juga meningkatkan listrik statis. Saat bersentuhan dengan orang lain atau benda logam, sering terjadi lonjakan listrik statis yang terasa seperti tersetrum, yang bisa mengejutkan dan membuat merasa tidak seimbang
Cara Mengatasinya :
  1. Minum Air Zam-zam Teratur: Jangan menunggu haus. Minum sedikit demi sedikit namun sering.
  2. Gunakan Pelembab: Gunakan lip balm atau lotion untuk mengatasi kulit kering dan mengurangi listrik statis.
  3. Istirahat Cukup : Jangan memaksakan diri jika merasa lelah.Penting untuk menjaga stamina agar tetap fit selama beribadah.
Foto bersama orang dari berbagai negeri 

Orang Guinea

"Ayatollah"

Arti Jubah Hitam (Jubah Ulama Syiah)
  • Simbol Duka dan Kesetiaan : Jubah hitam (dan sorban hitam) yang dikenakan oleh sebagian ulama Syiah, termasuk Pemimpin Tertinggi, adalah simbol duka cita atas kesyahidan Imam Hussein bin Ali, cucu Nabi Muhammad, dalam Pertempuran Karbala.
  • Wibawa dan Kekuasaan : Dalam politik Iran, jubah hitam melambangkan otoritas spiritual dan religius, menempatkan pemakainya sebagai pewaris ajaran Islam dan pemimpin umat
  • Legitimasi Teokratis : Sistem Iran (Wilayat al-Faqih) menempatkan Ayatullah sebagai pelaksana kekuasaan Tuhan di bumi. Keputusan mereka dianggap memiliki legitimasi ilahi.
Sorban Putih vs. Hitam : 
Ini adalah pembeda utama. 
  • Sorban Putih : Dikenakan oleh ulama yang bukan keturunan langsung Nabi Muhammad SAW.
  • Sorban Hitam : Dikenakan oleh ulama yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW (Sayyid/Habib).


Bangsa Iran

orang Persia

Niger

Kwara state, dekat Nigeria

Aljazair


Afganistan, etnis Tajik, Taliban




Inventarisasi Dosa
  1. Kepada orang tua : Membentak, tidak menuruti perintahnya, 
  2. Kepada Istri
  3. Kepada Anak
  4. Kepada Saudara 
  5. Kepada tetangga 
  6. Kepada rekan kerja
  7. Kepada orang tua

Kebaikan Pasangan 
  1. Fisik
  2. Materi
  3. Harta
  4. Pelayanan 

Menjadi Manusia Baru
  1. Sholat 
  2. Puasa
  3. Sedekah 
  4. Zakat 
  5. Muamalah :

Memberi makan merpati di jendela 



Samir Ahmed Barqah, seorang peneliti yang berspesialisasi dalam sejarah Makkah, mengatakan : “Merpati Masjidilharam disebut merpati demam karena cara mereka terbang di sekitar tempat perlindungan Allah yang aman; mereka disebut merpati suaka karena betapa yakinnya merpati itu akan keselamatan mereka di Makkah .


Barqah menambahkan: “Beberapa telah menelusuri asal usul merpati suaka jauh ke belakang. Merpati yang sarangnya di mulut gua Gunung Thawr (Tsur) saat Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah. “Sebagai hadiah, Tuhan menghadiahi merpati ini dan keturunannya dengan membiarkan mereka hidup aman di tempat suci Makkah.”

Di sisi lain, Sejarawan Sheikh Mohammed Tahir Al-Kurdi mengatakan merpati suaka dapat ditelusuri ke keturunan burung ababil, yang dikirim oleh Tuhan untuk menghancurkan dan mengusir tentara bergajah yang dipimpin oleh Abrahah Al-Ashram yang akan menghancurkan Ka'bah.

Ada yang percaya bahwa merpati suaka adalah keturunan dari dua merpati yang ada di Bahtera Nuh. Namun, kepercayaan ini disebutkan dalam buku sejarah dan perlu dicermati.”

Laporan Dam Tamattu'




Laporan Qurban Achmad Dzulfiqar Sabil 




Haji yang Mabrur adalah mereka yang pulang dengan hati yang bersih, membawa  perubahan positif serta menjadi teladan dalam masyarakat