Tugas #. 1. Orientasi Tempat PKL
Ketentuan Tugas :
- Kerjakan pada kolom komentar
- Tuliskan nama, dan nomor Absen
- Uraikan tempat PKL kalian meliputi : Nama perusahaan, Alamat lengkap, Tahapan proses industri kimia, reaksi kimia pada reaktor utama, dan sekarang kalian sedang mengerjakan apa pada tempat PKL tersebut
- Batas pengumpulan posting jawaban pada Ahad, 19 Juli 2026
Tugas #. 2.

Laporan Tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL)
BalasHapusALDYANSYAH PUTRA XII TKI-1/03
A. Nama Perusahaan
PT Petrokimia Gresik
B. Alamat Lengkap
Kompleks Pabrik PT Petrokimia Gresik, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61119
C. Tahapan Proses Industri Kimia (I
Alur Produksi Aluminium Fluorida / AlF3)
Sebagai bagian dari lini produk non-pupuk, proses produksi AlF3 memanfaatkan produk sampingan dari pabrik asam fosfat. Alur prosesnya dimodifikasi dan dioptimalkan sebagai berikut:
1. Penerimaan dan Preparasi Bahan Baku
Asam fluosilikat (H2SiF6) cair dialirkan dari unit pemurnian pabrik asam fosfat, sementara padatan aluminium hidroksida [Al(OH)3] disiapkan dari gudang penyimpanan. Laboratorium melakukan uji awal untuk memastikan kadar air dan kemurnian bahan baku memenuhi standar umpan reaktor.
2. Reaksi Utama (Tahap Reaktor)
Padatan Al(OH)3 dimasukkan secara bertahap ke dalam reaktor utama yang berisi larutan H2SiF6. Proses ini dijaga pada suhu operasi optimal sekitar 90 hingga 100 derajat Celsius dengan pengadukan konstan menggunakan mixer untuk memastikan konversi reaksi berjalan sempurna.
3. Pemisahan Silika (Filtrasi I)
Buburan hasil reaksi yang mengandung larutan AlF3 dan endapan silika (SiO2) dialirkan menuju unit filter press. Di tahap ini, endapan silika dipisahkan sebagai produk sampingan, sementara filtrat jernih berupa larutan AlF3 ditampung untuk proses berikutnya.
4. Kristalisasi Bertahap
Larutan jernih AlF3 dialirkan ke dalam tangki kristalisator. Suhu larutan diturunkan secara terkontrol dan didiamkan selama waktu retensi tertentu agar terbentuk kristal aluminium fluorida trihidrat (AlF3.3H2O) dengan ukuran butiran yang seragam.
5. Kalsinasi dan Pengeringan (Tanur Putar)
Kristal AlF3.3H2O yang terbentuk disaring kembali (Filtrasi II) lalu diumpankan ke dalam rotary kiln (tanur putar). Proses kalsinasi dilakukan pada suhu tinggi mencapai 500 hingga 600 derajat Celsius untuk menghilangkan air kristal secara total, sehingga diperoleh produk akhir berupa padatan Aluminium Fluorida (AlF3) anhidrat murni.
6. Pengemasan dan Gudang Produk Jadi
Produk AlF3 anhidrat didinginkan, dilewatkan ke unit pengayakan untuk penyeragaman ukuran, kemudian dikemas ke dalam wadah karung berlapis yang kedap udara, diberi label penandaan mutu, dan disimpan di gudang penampungan produk non-pupuk.
D. Reaksi Kimia pada Reaktor Utama
Di dalam reaktor utama, asam fluosilikat direaksikan dengan aluminium hidroksida untuk menghasilkan aluminium fluorida, silika, dan air dengan persamaan reaksi sebagai berikut:
H2SiF6 + 2Al(OH)3 -> 2AlF3 + SiO2 + 4H2O
E. Deskripsi Aktivitas PKL Saat Ini
Saat ini, saya ditempatkan di Departemen Laboratorium Uji Kimia PT Petrokimia Gresik yang berada di bawah Kompartemen Operasi Pabrik. Aktivitas harian yang sedang saya kerjakan berfokus pada pengendalian mutu (Quality Control) melalui pengujian laboratorium terhadap tiga kategori sampel utama, yaitu:
1. Sampel Bahan Baku Masuk: Membantu pengujian karakteristik fisik dan kimia bahan baku industri yang masuk ke pabrik, seperti analisis densitas, konsentrasi asam, dan kadar pengotor (impurities).
2. Sampel Produk Pupuk: Melakukan pengujian mutu produk pupuk seperti Urea, ZA, dan NPK Phonska untuk memastikan spesifikasi unsur haranya sesuai dengan standar mutu komersial.
3. Sampel Produk Non-Pupuk: Secara spesifik, saat ini saya sedang menguji sampel produk Aluminium Fluorida (AlF3). Analisis yang saya lakukan meliputi pengujian kadar kemurnian AlF3, kadar air bebas, serta kadar hilang pijar (Loss on Ignition) pada suhu tinggi menggunakan metode gravimetri dan volumetri sesuai dengan metode standar yang ditetapkan perusahaan.
NAMA: Briena Radinka H.
BalasHapusABSEN: 12
PERUSAHAAN: PT Petrokimia Gresik
ALAMAT: Kompleks Pabrik PT Petrokimia Gresik, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61119.
1. Tahapan Proses Industri Kimia (Alur Produksi Aluminium Fluorida/AlF₃)
Sebagai salah satu produk non-pupuk, Aluminium Fluorida (AlF₃) diproduksi dengan memanfaatkan asam fluosilikat (H₂SiF₆) sebagai hasil samping pembuatan asam fosfat. Tahapan prosesnya meliputi:
1) Penerimaan dan Preparasi Bahan Baku
Asam fluosilikat (H₂SiF₆) dan aluminium hidroksida [Al(OH)₃] disiapkan serta diuji kualitasnya di laboratorium untuk memastikan bahan baku memenuhi standar sebelum diproses.
2) Reaksi Utama (Tahap Reaktor)
Aluminium hidroksida direaksikan dengan asam fluosilikat di dalam reaktor pada suhu sekitar 90–100°C dengan pengadukan terus-menerus hingga terbentuk larutan Aluminium Fluorida.
3) Pemisahan Silika (Filtrasi I)
Hasil reaksi dialirkan ke filter press untuk memisahkan endapan silika (SiO₂) sebagai produk samping, sedangkan larutan AlF₃ diteruskan ke tahap berikutnya.
4) Kristalisasi
Larutan AlF₃ didinginkan secara bertahap di dalam kristalisator hingga terbentuk kristal Aluminium Fluorida trihidrat (AlF₃·3H₂O) dengan ukuran yang seragam.
5) Kalsinasi dan Pengeringan
Kristal AlF₃·3H₂O disaring kemudian dipanaskan di dalam rotary kiln pada suhu sekitar 500–600°C untuk menghilangkan air kristal sehingga diperoleh Aluminium Fluorida (AlF₃) anhidrat.
6) Pengemasan dan Gudang Produk Jadi
Produk AlF₃ anhidrat didinginkan, diayak agar ukuran partikel seragam, kemudian dikemas, diberi label mutu, dan disimpan di gudang produk non-pupuk.
2. Reaksi Kimia pada Reaktor Utama
Di dalam reaktor utama, asam fluosilikat direaksikan dengan aluminium hidroksida sehingga menghasilkan aluminium fluorida, silika, dan air dengan persamaan reaksi:
H₂SiF₆ + 2Al(OH)₃ → 2AlF₃ + SiO₂ + 4H₂O
3. Deskripsi Aktivitas PKL Saat Ini
Saat ini saya ditempatkan di Departemen Laboratorium Uji Kimia PT Petrokimia Gresik pada bagian analisis non-pupuk. Kegiatan yang saya lakukan meliputi pengujian:
A) Sampel gypsum dengan parameter Sulfur, CW, Cl WS, F Total, P Total, pH, PWS, IR, dan CaO.
B) Sampel kaptan dengan parameter logam ringan dan logam berat.
C)Sampel Aluminium Fluorida (AlF₃) dengan parameter H₂O, Bulk Density, LOI (Loss on Ignition), SiO₂, P₂O₅, dan Purity.
Laporan Tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL)
BalasHapusANGKASA BAGUS SADEWA XII TKI-1/06
A. Nama Perusahaan
PT Wilmar Nabati Indonesia (Departemen Volac)
B. Alamat Lengkap
Jl. Kapten Darmo Sugondo No. 56, Kelurahan Indro, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61124.
C. Tahapan Proses Industri Kimia, Alur Produksi Megalac (Calcium Salt of Fatty Acids)
1. Penerimaan dan Penyimpanan Bahan Baku.
Bahan baku utama berupa PFAD (Palm Fatty Acid Distillate), kalsium hidroksida (Ca(OH)₂), air, dan BHT (Butylated Hydroxytoluene) diterima sesuai spesifikasi mutu perusahaan. Seluruh bahan baku disimpan pada tangki atau tempat penyimpanan masing-masing sebelum digunakan dalam proses produksi.
2. Proses Pencampuran (Mixing).
PFAD, Ca(OH)₂, air, dan BHT dialirkan menuju unit mixer. Pada tahap ini seluruh bahan dicampur menggunakan pengaduk hingga terbentuk campuran yang homogen sehingga reaksi pembentukan calcium salt of fatty acids berlangsung secara optimal.
3. Reaktor (Pendinginan dan Pembentukan Produk).
Campuran hasil reaksi dialirkan menuju reaktor, yang berfungsi sebagai tempat pendinginan produk. Pendinginan dilakukan menggunakan udara dingin yang dihasilkan oleh sistem chiller water. Di dalam reaktor juga terdapat crusher yang berfungsi mencacah produk agar tidak menggumpal serta menghasilkan ukuran yang lebih seragam sebelum diproses ke tahap berikutnya.
4. Lamb Breaker.
Produk yang keluar dari reaktor kemudian dialirkan menuju Lamb Breaker. Peralatan ini berfungsi untuk menghancurkan atau memecah gumpalan-gumpalan produk yang masih terbentuk sehingga ukuran produk menjadi lebih seragam dan mempermudah proses pengemasan.
5. Pengemasan (Packaging).
Produk Megalac yang telah memenuhi spesifikasi dialirkan ke mesin packaging. Produk kemudian dikemas ke dalam karung dengan berat sesuai standar perusahaan, diberi identitas produk, dan dilakukan pemeriksaan akhir sebelum dipindahkan ke gudang.
6. Penyimpanan Produk Jadi.
Produk Megalac yang telah dikemas disusun di gudang penyimpanan sesuai prosedur perusahaan untuk menjaga kualitas produk hingga siap didistribusikan kepada pelanggan.
D. Reaksi Kimia pada Proses Produksi
Pada proses produksi Megalac terjadi reaksi pembentukan garam kalsium asam lemak (calcium salt of fatty acids) antara asam lemak bebas yang berasal dari PFAD dengan kalsium hidroksida.
2RCOOH + Ca(OH)₂ → (RCOO)₂Ca + 2H₂O
Reaksi tersebut menghasilkan calcium salt of fatty acids yang merupakan bahan utama Megalac. Produk ini memiliki sifat rumen protected fat, sehingga lemak tidak mudah terdegradasi di dalam rumen dan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber energi bagi ternak ruminansia.
E. Deskripsi Aktivitas PKL Saat Ini
Saat ini saya ditempatkan di Plant Produksi dan Packaging Departemen Volac PT Wilmar Nabati Indonesia. Selama kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL), saya mempelajari serta membantu pelaksanaan proses produksi dan pengemasan produk Megalac. Aktivitas yang saya lakukan meliputi:
1. Mengamati proses produksi
Mengamati proses produksi mulai dari persiapan bahan baku, proses pencampuran (mixing), proses pendinginan di reaktor, proses Lamb Breaker, hingga proses packaging sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan.
2. Membantu kegiatan produksi
Membantu operator dalam memantau jalannya proses produksi, menjaga kebersihan area kerja, serta memastikan proses berlangsung sesuai prosedur dan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
3. Membantu proses packaging.
Melakukan pemeriksaan kondisi kemasan, membantu proses penimbangan produk, pengoperasian mesin pengemasan sesuai arahan operator, pemberian label pada kemasan, serta penyusunan produk jadi di area gudang sebelum didistribusikan kepada pelanggan.
4. Mempelajari penerapan K3 dan sistem kerja industri
Mempelajari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penggunaan alat pelindung diri (APD), serta sistem kerja yang diterapkan pada proses produksi dan pengemasan untuk menjaga keselamatan pekerja dan kualitas produk.
Laporan Tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL)
BalasHapusDEWA PRADITYA PUJIONO/18
A. Nama Perusahaan
PT Wilmar Nabati Indonesia (Departemen Volac)
B. Alamat Lengkap
Jl. Kapten Darmo Sugondo No. 56, Kelurahan Indro, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61124.
C. Tahapan Proses Industri Kimia, Alur Produksi Megalac (Calcium Salt of Fatty Acids)
1. Penerimaan dan Penyimpanan Bahan Baku
Bahan baku utama berupa PFAD (Palm Fatty Acid Distillate), kalsium hidroksida (Ca(OH)₂), air, dan BHT (Butylated Hydroxytoluene) diterima sesuai spesifikasi mutu perusahaan. Seluruh bahan baku disimpan pada tangki atau tempat penyimpanan masing-masing sebelum digunakan dalam proses produksi.
2. Proses Pencampuran (Mixing)
PFAD, Ca(OH)₂, air, dan BHT dialirkan menuju unit mixer. Pada tahap ini seluruh bahan dicampur menggunakan pengaduk hingga terbentuk campuran yang homogen sehingga reaksi pembentukan calcium salt of fatty acids berlangsung secara optimal.
3. Reaktor (Pendinginan dan Pembentukan Produk)
Campuran hasil reaksi dialirkan menuju reaktor, yang berfungsi sebagai tempat pendinginan produk. Pendinginan dilakukan menggunakan udara dingin yang dihasilkan oleh sistem chiller water. Di dalam reaktor juga terdapat crusher yang berfungsi mencacah produk agar tidak menggumpal serta menghasilkan ukuran yang lebih seragam sebelum diproses ke tahap berikutnya.
4. Lamb Breaker
Produk yang keluar dari reaktor kemudian dialirkan menuju Lamb Breaker. Peralatan ini berfungsi untuk menghancurkan atau memecah gumpalan-gumpalan produk yang masih terbentuk sehingga ukuran produk menjadi lebih seragam dan mempermudah proses pengemasan.
5. Pengemasan (Packaging)
Produk Megalac yang telah memenuhi spesifikasi dialirkan ke mesin packaging. Produk kemudian dikemas ke dalam karung dengan berat sesuai standar perusahaan, diberi identitas produk, dan dilakukan pemeriksaan akhir sebelum dipindahkan ke gudang.
6. Penyimpanan Produk Jadi
Produk Megalac yang telah dikemas disusun di gudang penyimpanan sesuai prosedur perusahaan untuk menjaga kualitas produk hingga siap didistribusikan kepada pelanggan.
D. Reaksi Kimia pada Proses Produksi
Pada proses produksi Megalac terjadi reaksi pembentukan garam kalsium asam lemak (calcium salt of fatty acids) antara asam lemak bebas yang berasal dari PFAD dengan kalsium hidroksida.
2RCOOH + Ca(OH)₂ → (RCOO)₂Ca + 2H₂O
Reaksi tersebut menghasilkan calcium salt of fatty acids yang merupakan bahan utama Megalac. Produk ini memiliki sifat rumen protected fat, sehingga lemak tidak mudah terdegradasi di dalam rumen dan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber energi bagi ternak ruminansia.
E. Deskripsi Aktivitas PKL Saat Ini
Saat ini saya ditempatkan di Plant Produksi dan Packaging Departemen Volac PT Wilmar Nabati Indonesia. Selama kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL), saya mempelajari serta membantu pelaksanaan proses produksi dan pengemasan produk Megalac. Aktivitas yang saya lakukan meliputi:
1. Mengamati proses produksi
Mengamati proses produksi mulai dari persiapan bahan baku, proses pencampuran (mixing), proses pendinginan di reaktor, proses Lamb Breaker, hingga proses packaging sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan.
2. Membantu kegiatan produksi
Membantu operator dalam memantau jalannya proses produksi, menjaga kebersihan area kerja, serta memastikan proses berlangsung sesuai prosedur dan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
3. Membantu proses packaging
Melakukan pemeriksaan kondisi kemasan, membantu proses penimbangan produk, pengoperasian mesin pengemasan sesuai arahan operator, pemberian label pada kemasan, serta penyusunan produk jadi di area gudang sebelum didistribusikan kepada pelanggan.
4. Mempelajari penerapan K3 dan sistem kerja industri
Mempelajari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penggunaan alat pelindung diri (APD), serta sistem kerja yang diterapkan pada proses produksi dan pengemasan untuk menjaga keselamatan pekerja dan kualitas produk.
Cahaya Clarissa P.H/13
BalasHapus》Nama Perusahaan
PT Genau Loka Gantari (Genau Lab)
》Alamat Lengkap
Jl. Jambangan Kebon Agung No. 86, Jambangan, Kota Surabaya, Jawa Timur 60232.
Perusahaan ini merupakan laboratorium lingkungan yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan melayani pengujian kualitas air, udara, emisi, limbah, tanah, serta higiene industri.
》Tahapan Proses Industri Kimia
1. Penerimaan sampel dari pelanggan.
2. Registrasi dan pemberian kode identitas sampel.
3. Preparasi sampel sesuai metode pengujian.
4. Analisis sampel menggunakan instrumen laboratorium (misalnya spektrofotometer UV-Vis, AAS, ICP, GC, atau alat lain sesuai parameter uji).
5. Pengolahan dan verifikasi data hasil analisis.
6. Penyusunan Laporan Hasil Uji (LHU).
》Reaksi Kimia pada Reaktor Utama
PT Genau Loka Gantari merupakan laboratorium pengujian, sehingga tidak memiliki reaktor utama seperti pada pabrik kimia. Reaksi kimia yang dilakukan umumnya berupa reaksi analisis, misalnya proses titrasi asam–basa, reaksi oksidasi–reduksi pada analisis COD, serta pembentukan kompleks warna pada pengujian parameter kualitas air sesuai metode SNI atau APHA. Reaksi tersebut digunakan untuk menentukan kadar suatu parameter dalam sampel, bukan untuk menghasilkan produk kimia.
》Kegiatan yang Sedang Dikerjakan Selama PKL
Selama PKL saya ditempatkan pada parameter logam. Kegiatan yang saya lakukan meliputi membantu preparasi sampel, menyiapkan larutan standar dan blanko, melakukan pengenceran sampel, membantu pengoperasian instrumen Inductively Coupled Plasma (ICP) di bawah bimbingan analis, serta mencatat dan memeriksa hasil analisis kandungan logam pada sampel sesuai prosedur laboratorium.
DINDA NAZILATUL FAJRI/20
BalasHapus1. Nama Perusahaaan : lab PDAM ngagel surabaya
2. Alamat : Jl. Penjernihan No.1, Ngagelrejo, Kec. Wonokromo, Surabaya
3. Tahapan proses industri kimia: >> penerimaan sampel dari pelanggan luar kota maupun dalam kota
>> registrasi pemberian kode melalui admin
>> analisis sampel dari 4 lab yaitu spektro, lanjut ke kimia, lalu ke fisika, dan ke mikrobiologi
4. reaksi kimia pada reaktor utama
>> 1. Oksidasi Zat Organik (Pre-Treatment)Air baku Sungai Surabaya mengandung polutan organik yang tinggi. Sebelum masuk ke bak sedimentasi utama, zat kimia ditambahkan untuk mengoksidasi senyawa tersebut:Pembubuhan Kalium Permanganat (KMnO₄) / Ozon (O₃): Zat ini bertindak sebagai oksidator kuat untuk mengikat dan memecah zat organik terlarut, zat besi (Fe²⁺), mangan (Mn²⁺), serta menurunkan parameter COD dan amonia.Reaksi Mangan: KMnO₄ mereduksi mangan terlarut menjadi mangan dioksida (MnO₂) yang mengendap dalam bentuk padatan sehingga mudah disaring.2. Destabilisasi Koloid dan Hidrolisis (Koagulasi)Di dalam reaktor utama (Clearator), ion positif dari bahan kimia koagulan bereaksi dengan ion negatif dari kotoran atau lumpur mikroskopis di air baku. IPAM Ngagel secara umum menggunakan koagulan berbasis aluminium seperti Aluminium Sulfat / Tawas (Al₂(SO₄)₃).Saat tawas dilarutkan ke dalam air, terjadi reaksi hidrolisis yang menghasilkan ion kompleks bermuatan positif: Produk Al(OH)₃ (Aluminium Hidroksida) membentuk endapan gelatin atau gumpalan seperti lendir tak larut.Pelepasan Ion Asam (H⁺): Reaksi ini melepaskan ion hidrogen (H⁺) yang menurunkan pH air baku menjadi lebih asam.
5. kegiatan yang sedang saya lakukan saat ini di pkl di tempatkan berada di lab KIMIA yaitu standarisasi KMnO4 dan DO dan uji sampel dengan TDS meter
ZAHRA HERLINDA IRFANI XII TKI 1/33
BalasHapusNama Perusahaan:
DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN GRESIK
Alamat: JL. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.102B Kembangan, Kec. Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Tahapan Proses Industri Kimia:
Tahapan proses yang dilakukan di laboratorium DLH Kabupaten Gresik meliputi penerimaan sampel, registrasi sampel, preparasi sampel, analisis sesuai parameter yang diuji, pengolahan data hasil pengujian, validasi hasil, dan pelaporan.
Reaksi Kimia pada Reaktor Utama:
Karena Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik merupakan laboratorium pengujian lingkungan, tidak terdapat reaktor utama atau proses reaksi kimia industri seperti pada pabrik. Analisis dilakukan menggunakan berbagai metode pengujian sesuai standar untuk mengetahui kualitas air, udara, maupun limbah.
Saat ini yang sedang saya lakukan:
Saat ini saya sedang mengerjakan parameter Pb Udara dan Udara (SO₂, NO₂, O₃, H₂S, dan Amonia). Kegiatan yang saya lakukan meliputi menyiapkan alat dan reagen, membantu preparasi sampel, melakukan analisis kadar timbal (Pb) pada sampel udara sesuai SOP, mencatat hasil pengujian, serta menjaga kebersihan dan ketertiban laboratorium.
Aisyah Ratri Adaninggar/02
BalasHapus1. Nama Tempat PKL
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto.
2. Alamat Lengkap
Jl. Pemuda No.55A, Bulanan, Randubango, Kec. Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
3. Tahapan Proses
1. Sampel diterima dan dicatat.
2. Sampel disiapkan sesuai parameter yang akan diuji.
3. Sampel dianalisis di laboratorium menggunakan alat dan reagen yang sesuai.
4. Hasil pengujian diukur menggunakan alat laboratorium.
5. Data hasil pengujian dicatat dan dibuat laporan.
4. Reaksi Kimia pada Reaktor Utama
Pada pengujian COD, sampel direaksikan dengan kalium dikromat (K₂Cr₂O₇) dan asam sulfat (H₂SO₄), kemudian dipanaskan menggunakan COD Reactor. Zat organik dalam sampel akan teroksidasi, sedangkan ion dikromat (Cr⁶⁺) berubah menjadi ion krom (Cr³⁺).
5. Kegiatan yang Sedang Dikerjakan
Selama PKL saya ditempatkan di Laboratorium Lingkungan pada parameter Chemical Oxygen Demand (COD). Kegiatan yang saya lakukan antara lain menyiapkan sampel, membuat blanko, menambahkan reagen, melakukan proses digesti menggunakan COD Reactor, mengukur absorbansi dengan spektrofotometer, serta mencatat hasil pengujian.
Andi Azahra Jannati/05
BalasHapusTempat PKL:
Universitas institut teknologi sepuluh Nopember ( Departemen Teknik Kimia )
Alamat Lengkap:
Gedung O Lantai II, Kampus ITS Sukolilo, Jalan Teknik Kimia, Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60111.
3. Tahapan Proses Industri Kimia pada Pengujian PSA, Zeta Potential, dan FTIR
Penerimaan Sampel
• Sampel diterima dari klien.
• Dilakukan pencatatan identitas dan • • • pemberian kode sampel.
• Preparasi Sampel
• Sampel disiapkan sesuai kebutuhan pengujian.
• Untuk PSA dan Zeta Potential, sampel biasanya didispersikan dalam media cair.
• Untuk FTIR, sampel dapat diuji dalam bentuk serbuk, film, cairan, atau pelet.
Pengujian Particle Size Analyzer (PSA)
• Sampel dimasukkan ke alat PSA.
• Dilakukan pengukuran distribusi ukuran partikel berdasarkan prinsip hamburan cahaya (light scattering).
• Hasil berupa ukuran partikel rata-rata dan distribusi ukuran partikel.
• Pengujian Zeta Potential
Sampel yang telah terdispersi dimasukkan ke alat Zeta Potential Analyzer.
• Alat mengukur muatan permukaan partikel melalui pergerakan partikel dalam medan listrik.
• Hasil berupa nilai potensial zeta yang menunjukkan tingkat kestabilan dispersi atau suspensi.
• Pengujian FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy)
Sampel ditempatkan pada holder atau ATR crystal.
• Spektrum inframerah direkam pada rentang bilangan gelombang tertentu.
• Data spektrum digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsi dan karakteristik ikatan kimia dalam sampel.
• Pengolahan Data
Data hasil pengujian dianalisis menggunakan perangkat lunak instrumen.
• Hasil dibandingkan dengan standar atau kebutuhan klien.
• Pembuatan Laporan
Data hasil analisis dirangkum dalam laporan resmi.
• Laporan diverifikasi sebelum diserahkan kepada klien.
Tahapan Proses Industri Kimia pembuatan sabun cair, sabun batang, ekstraksi minyak kemiri, dan batch distilasi
1. Penerimaan dan persiapan bahan baku.
2. Penimbangan bahan sesuai formulasi.
3. Proses pencampuran (mixing) atau ekstraksi sesuai metode yang digunakan.
4. Pengendalian kondisi operasi seperti suhu, waktu, dan kecepatan pengadukan.
5. Pengambilan produk hasil proses.
Pengujian kualitas produk.
6. Pengemasan dan penyimpanan produk
Reaksi Kimia pada Reaktor Utama
Pembuatan Sabun Cair dan Sabun Batang
Reaksi utama yang terjadi adalah reaksi saponifikasi antara minyak/lemak dengan basa kuat (NaOH atau KOH).
Trigliserida + NaOH → Sabun (garam natrium asam lemak) + Gliserol
Pembuatan Minyak Kemiri dengan Solid-Liquid Extraction
Tidak terjadi reaksi kimia utama, melainkan proses pemisahan komponen minyak dari biji kemiri menggunakan pelarut berdasarkan prinsip ekstraksi padat-cair.
Batch Distilasi
Tidak terjadi reaksi kimia, melainkan proses pemisahan komponen berdasarkan perbedaan titik didih.
Kegiatan yang Sedang Dikerjakan di Tempat PKL :
Sebelumnya saya ditempatkan di Laboratorium TAKI dan membantu pengujian sampel klien menggunakan instrumen Particle Size Analyzer (PSA), Zeta Potential Analyzer, dan FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) untuk karakterisasi material dan analisis sifat fisik maupun kimia sampel.
Tetapi Saat 1 bulan ini saya ditempatkan di Laboratorium Operasi Teknik Kimia (OTK). Kegiatan yang sedang saya kerjakan adalah menyusun dan mengembangkan prosedur praktikum, meliputi:
Praktikum pembuatan sabun cair.
Praktikum pembuatan sabun batang.
Praktikum pembuatan minyak kemiri menggunakan alat Solid-Liquid Extraction.
Praktikum pemisahan menggunakan alat Batch Distillation.
Selain itu, saya juga melakukan persiapan alat dan bahan, penyusunan prosedur kerja, perhitungan kebutuhan bahan, serta evaluasi tahapan proses agar praktikum dapat berjalan dengan baik dan aman.
AULIA NABILLA RAHMADHAN XII TKI-1/10
BalasHapusA. Nama Perusahaan
UPT Laboratorium ESDM (Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Energi dan Sumber Daya Mineral).
B. Alamat Lengkap
Jl. Perak Timur No.320, RT.006/RW.03, Perak Utara, Kec. Pabean Cantian, Surabaya, Jawa Timur 60165
C. Tahapan Proses Pengujian Laboratorium
UPT Laboratorium ESDM merupakan laboratorium yang bergerak di bidang pengujian kualitas air dan bahan galian. Kegiatan di laboratorium ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sampel berdasarkan metode pengujian yang telah ditetapkan. Sebelum dilakukan pengujian, setiap sampel yang masuk terlebih dahulu diterima, dicatat, dan diberi identitas sesuai jenis pengujiannya. Setelah itu sampel dipersiapkan sesuai kebutuhan, misalnya disaring, diawetkan menggunakan asam nitrat (HNO₃), atau dilakukan destruksi apabila diperlukan.
Setelah proses preparasi selesai, sampel diuji sesuai parameterp yang diminta. Pengujian parameter fisika meliputi kekeruhan, warna, daya hantar listrik (DHL), pH (derajat keasaman), Total Dissolved Solids (TDS), serta organoleptik yang meliputi bau dan rasa. Untuk parameter kimia digunakan beberapa metode, yaitu metode volumetri untuk pengujian kadar klorida (Cl⁻), kesadahan total sebagai CaCO₃, dan angka permanganat (KMnO₄). Selain itu digunakan instrumen spektrofotometer UV-Visible untuk menguji nitrit (NO₂⁻), nitrat (NO₃⁻), sulfat (SO₄²⁻), dan fluorida (F⁻), serta instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) untuk analisis logam tembaga (Cu), besi (Fe), dan mangan (Mn). Setelah semua pengujian selesai, hasil analisis diolah, diperiksa kembali, kemudian dibuat laporan hasil pengujian (LHU).
D. Reaksi Kimia pada Reaktor Utama
UPT Laboratorium ESDM merupakan laboratorium pengujian sehingga tidak memiliki reaktor utama seperti pada industri manufaktur. Reaksi kimia yang terjadi adalah reaksi yang digunakan dalam proses analisis setiap parameter. Sebagai contoh, pada pengujian sulfat terjadi pembentukan endapan barium sulfat (BaSO₄), sedangkan pada pengujian nitrit terbentuk senyawa berwarna yang kemudian diukur menggunakan spektrofotometer UV-Visible untuk mengetahui kadar nitrit dalam sampel.
E. Deskripsi Aktivitas PKL Saat Ini
Saat ini saya melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di bagian Laboratorium Pengujian Air UPT Laboratorium ESDM. Selama masa PKL saya masih berada pada tahap pembelajaran. Setelah dinyatakan lulus tes lisan dan tes penggunaan pipet volumetrik, saya mulai membantu kegiatan pengujian di laboratorium.
Kegiatan yang saya lakukan saat ini lebih banyak membantu pengujian parameter fisika, terutama pengukuran pH menggunakan pH meter dan daya hantar listrik (DHL) menggunakan conductivity meter.
AQILA MADU TRIONO XII TKI 1/08
BalasHapusA. Nama Perusahaan
UPT laboratorium ESDM (Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Energi dan Sumber Daya Mineral).
B. Alamat Lengkap
Jl. Perak Timur No.320, RT.006/RW.03, Perak Utara, Kec. Pabean Cantian, Surabaya, Jawa Timur 60165
C. Tahapan Proses Pengujian Laboratorium
UPT Laboratorium ESDM adalah laboratorium yang bergerak di bidang pengujian kualitas air dan bahan galian yang bertujuan untuk mengetahui kualitas sampel berdasarkan metode pengujian yang telah ditetapkan. Sebelum dilakukan pengujian, setiap sampel yang datang terlebih dahulu diterima, dicatat pengujian apa saja yg diinginkan oleh pemohon dan diberi kode sesuai dengan tanggal sampel, jumlah sampel, serta jenis pengujiannya.
Setelah pemberian kode pada sampel air, sampel diuji sesuai parameter yang diminta oleh pemohon. Dimulai dari pengujian parameter fisika, ketika sampel sudah masuk ke Laboratorium, hal pertama yang di uji ialah suhu dari sampel air tersebut yang diukur menggunakan termometer. Setelah diukur suhunya, dilanjut dengan pengukuran daya hantar listriknya (DHL) menggunakan conductivy meter, mengukur derajat keasaman (pH) menggunakan pH meter, serta mengukur kekeruhan menggunakan turbidy meter dari sampel. Dilanjut dengan pengujian warna, organoleptik bau dan rasa. Beberapa di lakukan dengan pengujian Total Dissolved Solids (TDS).
Untuk parameter kimia digunakan sebuah metode, yaitu metode volumetri untuk pengujian kadar klorida (Cl⁻), kesadahan total sebagai CaCO₃, dan nilau permanganat (KMnO₄). Selain itu digunakan instrumen berupa spektrofotometer UV-VIS untuk menguji Kromium Heksavalen (Cr6+), Nitrit (NO₂⁻), Sulfat (SO₄²⁻), dan Fluorida (F⁻), instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) untuk analisis logam tembaga (Cu), besi (Fe), dan mangan (Mn), dan Kolori meter untuk analisis Nitrat (NO3-). Setelah semua pengujian selesai, hasil analisis dicatat, diperiksa kembali, kemudian dibuat Laporan Hasil Uji (LHU) yang akan dikirim/diberikan kepada pemohon.
D. Reaksi Kimia pada Reaktor Utama
UPT Laboratorium ESDM merupakan laboratorium pengujian sehingga tidak memiliki reaktor utama seperti pada industri manufaktur. Reaksi kimia yang terjadi adalah reaksi yang digunakan dalam proses analisis setiap parameter. Sebagai contoh, pada pengujian sulfat terjadi pembentukan endapan barium sulfat (BaSO₄), sedangkan pada pengujian nitrit terbentuk senyawa berwarna yang kemudian diukur menggunakan spektrofotometer UV-Visible untuk mengetahui kadar nitrit dalam sampel.
E. Deskripsi Aktivitas PKL Saat Ini
Saat ini saya melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di bagian Laboratorium Pengujian Air UPT Laboratorium ESDM. Selama masa PKL saya sudah di letakkan di beberapa bagian yaitu bagian pengujian analisa fisika, serta bagian titrasi/volumetri. sebelum di bagi kebagian tertentu, saya di tes pengetahuan tentang 19 parameter yang ada pada laboratorium serta melaksanakan tes pipet menggunakan pipet pump lalu me-miniskuskan menggunakan jari tangan. Sehingga saya sudah mulai membantu kegiatan pengujian di laboratorium selama hampir 3 minggu.
Kegiatan yang saya lakukan ini lebih banyak membantu melakukan pengujian metode volumetrik/titrasi , yaitu untuk mengetahui kadar kesadahan total CaCO3, Kadar Cl-, serta Nilai Permanganat dalam sampel air bersih. Terkadang jugajuga ketika saya sedang tidak melakukan pengujian dengan metode volumetrik/titrasi, saya membantu melakukan pengujian analisa fisika
CECILLIA SALSABILA PUTRI S/14
BalasHapusTempat PKL saya adalah PT Genau Loka Gantari (GENAU Lab), yaitu laboratorium pengujian lingkungan, K3, dan sanitasi yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur, serta memiliki cabang di Makassar. GENAU Lab telah terakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional), teregistrasi di KLHK, dan memiliki SKP PJK3 dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Alamat perusahaan: Jl. Jambangan Kebon Agung No. 86, Jambangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur.
Tahapan proses di PT Genau Loka Gantari meliputi penerimaan sampel, registrasi sampel, preparasi sampel, analisis laboratorium, verifikasi hasil pengujian, penyusunan Laporan Hasil Uji (LHU), hingga penerbitan laporan kepada pelanggan. Perusahaan melayani pengujian kualitas air, udara ambien, emisi, higiene industri, limbah B3, dan berbagai parameter lingkungan lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia.
PT Genau Loka Gantari merupakan laboratorium jasa pengujian sehingga tidak memiliki reaktor utama seperti pada industri manufaktur. Namun, dalam kegiatan analisis laboratorium terdapat berbagai reaksi kimia yang digunakan sesuai metode pengujian, seperti reaksi asam-basa, oksidasi-reduksi, dan kompleksometri.
Saat ini, saya melaksanakan PKL pada bagian Admin Laporan Hasil Uji (LHU). Tugas yang saya kerjakan meliputi penginputan data hasil pengujian berdasarkan job number, melakukan pengecekan kelengkapan data, berkoordinasi dengan pembimbing, serta membantu proses penyusunan dan pelaporan LHU.
Selain itu, saya juga mempelajari berbagai regulasi dan parameter pengujian yang digunakan di PT Genau Loka Gantari. Beberapa regulasi yang dipelajari antara lain:
- Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 Lampiran III Tabel 6 untuk air limbah.
- Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 68 Tahun 2016 untuk air limbah domestik.
- Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 Lampiran 3 untuk air bersih/higiene sanitasi.
- Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 Lampiran 1 untuk air minum.
Dari regulasi tersebut, saya mempelajari berbagai parameter pengujian, seperti pH, suhu, BOD, COD, TSS, amonia (NH3), fosfat (PO4), E. coli, Total Coliform, TDS, nitrat, nitrit, Cr(VI), Fe, Mn, klorin bebas (Free Cl2), fluorida, arsen (As), kadmium (Cd), timbal (Pb), aluminium (Al), minyak dan lemak, MBAS, fenol, sulfat, sulfida, serta berbagai parameter mikrobiologi seperti swab permukaan, makanan dan minuman, bakteri patogen, metode CFU, dan MPN.
Saya juga mempelajari klasifikasi pengujian yang digunakan di PT Genau Loka Gantari, seperti AAQ dan IAQ untuk udara, EAQ untuk emisi, serta ALI, AHS, AL, AP, dan AM untuk pengujian air. Melalui kegiatan PKL ini, saya memperoleh pemahaman mengenai hubungan antara regulasi, parameter pengujian, serta proses penyusunan Laporan Hasil Uji (LHU) yang sesuai dengan standar yang berlaku.
Intan Azka Arviani (27)
BalasHapusA. Nama Perusahaan/Instansi
UPA Laboratorium Pengujian Terpadu (LPT) Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur.
B. Alamat Lengkap
Jl. Raya Rungkut Madya No. 1, Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur 60294.
C. Tahapan Proses
1. Penerimaan sampel dari pelanggan internal maupun eksternal.
2. Registrasi sampel dan pemberian kode identitas.
3. Preparasi sampel sesuai dengan metode pengujian yang berlaku.
4. Pengujian sampel di Laboratorium Uji Instrumen menggunakan instrumen seperti GC-MS dan SEM-EDX.
5. Pengujian sampel di Laboratorium Teknologi Pangan, meliputi analisis kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, gula reduksi, vitamin C, aktivitas antioksidan, dan parameter mutu pangan lainnya.
6. Pengujian sampel di Laboratorium Uji Sumber Daya Lahan, meliputi analisis tanah, pupuk organik, pupuk anorganik, pupuk cair, jaringan tanaman, N-total, dan parameter kesuburan tanah lainnya.
7. Pengujian di Gedung Research Center, yang berfokus pada pengujian Energi Baru Terbarukan (EBT), analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis, serta pengujian kualitas air.
8. Pengolahan dan verifikasi hasil analisis.
D. Reaksi Kimia pada Reaktor Utama
UPA Laboratorium Pengujian Terpadu beserta unit Laboratorium Uji Instrumen, Laboratorium Teknologi Pangan, Laboratorium Uji Sumber Daya Lahan, dan Gedung Research Center tidak memiliki reaktor utama seperti pada industri manufaktur karena kegiatan utamanya berfokus pada pengujian dan analisis laboratorium. Reaksi kimia yang dilakukan merupakan bagian dari metode analisis, seperti proses destruksi pada metode Kjeldahl, reaksi asam-basa pada titrasi, reaksi oksidasi-reduksi, pembentukan kompleks, ekstraksi, serta reaksi kimia lainnya yang disesuaikan dengan parameter pengujian masing-masing laboratorium.
E. Kegiatan yang Sedang Dikerjakan Selama PKL
Selama PKL, saya berada di Laboratorium Teknologi Pangan sebagai penempatan utama. Kegiatan yang saya lakukan meliputi preparasi sampel, pengujian kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, gula reduksi, vitamin C, aktivitas antioksidan, pencatatan hasil analisis, serta membantu pencatatan dan verifikasi hasil analisis. Selain itu, saya juga membantu kegiatan mahasiswa dan dosen di Laboratorium Uji Sumber Daya Lahan, seperti preparasi sampel serta analisis tanah, pupuk, dan jaringan tanaman untuk keperluan penelitian maupun praktikum.
Devita Apriliana (17)
BalasHapusTempat PKL:
Universitas institut teknologi sepuluh Nopember ( Departemen Teknik Kimia )
Alamat Lengkap:
Gedung O Lantai II, Kampus ITS Sukolilo, Jalan Teknik Kimia, Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60111.
1. Tahapan Proses Industri Kimia pada Pengujian PSA, Zeta Potential, dan FTIR
Penerimaan Sampel
•Sampel diterima dari klien.
•Dilakukan pencatatan identitas dan • • • pemberian kode sampel.
•Preparasi Sampel
•Sampel disiapkan sesuai kebutuhan pengujian.
•Untuk PSA dan Zeta Potential, sampel biasanya didispersikan dalam media cair.
•Untuk FTIR, sampel dapat diuji dalam bentuk serbuk, film, cairan, atau pelet.
Pengujian Particle Size Analyzer (PSA)
•Sampel dimasukkan ke alat PSA.
•Dilakukan pengukuran distribusi ukuran partikel berdasarkan prinsip hamburan cahaya (light scattering).
•Hasil berupa ukuran partikel rata-rata dan distribusi ukuran partikel.
•Pengujian Zeta Potential
Sampel yang telah terdispersi dimasukkan ke alat Zeta Potential Analyzer.
•Alat mengukur muatan permukaan partikel melalui pergerakan partikel dalam medan listrik.
•Hasil berupa nilai potensial zeta yang menunjukkan tingkat kestabilan dispersi atau suspensi.
•Pengujian FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy)
Sampel ditempatkan pada holder atau ATR crystal.
•Spektrum inframerah direkam pada rentang bilangan gelombang tertentu.
•Data spektrum digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsi dan karakteristik ikatan kimia dalam sampel.
•Pengolahan Data
Data hasil pengujian dianalisis menggunakan perangkat lunak instrumen.
•Hasil dibandingkan dengan standar atau kebutuhan klien.
•Pembuatan Laporan
Data hasil analisis dirangkum dalam laporan resmi.
•Laporan diverifikasi sebelum diserahkan kepada klien.
Tahapan Proses Industri Kimia pembuatan larutan reagen di laboratorium pengajaran.
> step pertama: mengecek bahan-bahan yang akan digunakan saat praktikum dimulai.
> step kedua: membersikan meja untuk menyiapkan larutan reagen yg akan digunakan.
> step ketiga: mencuci botol-botol reagen/botol kosong untuk membuat reagen yg belum ada atau kosong.
> step keempat: mengecek larutan reagen yg ada isinya, masi layak digunakan atau tidak. jika tidak layak/tidak bisa digunakan, makan larutan akan dibuang kelimbah dan membuat ulang larutan tersebut. contoh (HCL, H2SO4, NiSO4).
> step kelima: setelah membuat ulang larutan tersebut, dan gabungkan sesuai modul yg ada di kertas. lalu selanjutnya membuat larutan reagen baru yg belum ada dimeja khusus reagen menggunakan botol kosong yg sudah dicuci.
Davin Junio Caesaro (16)
BalasHapusNama Perusahaan/Instansi :
Laboratorium Sumber Daya Lahan(SDL) Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
(Jl. Raya Rungkut Madya No. 1, Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur 60294.)
>Tahapan Proses
Kegiatan pengujian di Laboratorium SDL diawali dengan penerimaan sampel dari pelanggan internal maupun eksternal. Sampel kemudian diregistrasi dan diberi kode identitas sebelum dilakukan preparasi sesuai metode pengujian. Setelah itu, sampel dianalisis pada laboratorium yang sesuai, yaitu Laboratorium Uji Instrumen, Laboratorium Teknologi Pangan, Laboratorium Uji Sumber Daya Lahan, atau Gedung Research Center. Hasil pengujian selanjutnya diolah, diperiksa, dan diverifikasi sebelum diterbitkan sebagai laporan hasil analisis.
>Reaksi Kimia pada Reaktor Utama
Laboratorium SDL tidak memiliki reaktor seperti industri pabrik pada umumnya karena kegiatannya berfokus pada pengujian dan analisis laboratorium. Reaksi kimia yang dilakukan merupakan bagian dari metode analisis, seperti proses destruksi pada metode Kjeldahl, reaksi asam-basa pada titrasi, reaksi oksidasi-reduksi, pembentukan kompleks, ekstraksi, serta reaksi kimia lainnya yang disesuaikan dengan parameter pengujian masing-masing laboratorium.
Di tempat magang saya Laboratorium SDL lakukan untuk belajar seperti bagaimana preparasi sampel berjenis tanah padatan dimana perlu adanya tindakan penumbukan dengan alat laboratorium mortar dan alu. Di Laboratorium peserta PKL belajar untuk menangani sampel berjenis tanah, jaringan tanaman maupun pupuk padatan atau cair melalui banyak parameter analisis :
C-Organik, pH H2O, N-total, P-tersedia, tekstur tanah, analisis kadar air dan parameter lainnya yang berbasis uji logam yang terkandung.
Tugas saya merekap data analisis yang telah dilakukan bersama rekan dan melakukan verifikasi lanjutan dengan pembimbing setempat sebagai bentuk tanggung jawab pengendalian hasil akhir analisis sampel.
1. Identitas diri
BalasHapus- Nama = Keyla Adrika Rosdiana
- Nomor Absen = 29
2. Uraian Tempat PKL
- Nama Perusahaan = UPTD Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto
- Alamat Lengkap = Jl. Pemuda No.55B, Bulanan, Randubango, Kec. Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur 61382.
3. Tahapan Proses (Siklus Analisis di Laboratorium)
- Preparasi Sampel: Proses destruksi (penghancuran matriks sampel) menggunakan asam kuat pekat untuk melarutkan analit logam.
- Kalibrasi Instrumen: Pembuatan deret larutan standar untuk membentuk kurva kalibrasi pada alat instrumen.Pengukuran/Running:
- Pembacaan kadar sampel menggunakan instrumen AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer).
- Perhitungan & Pelaporan: Pengolahan data hasil pembacaan alat menjadi laporan data uji lingkungan.
4. Reaksi Kimia Utama
Pada pengujian logam terjadi pada proses Destruksi Sampel (Disgestion) menggunakan asam kuat Asam Nitrat/ HNO3
5. Pekerjaan yang Sedang Dilakukan Sekarang
- Mempelajari pengoperasian instrumen AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) untuk analisis parameter 10 logam berat (Fe, Mg, Mn, Co, Cr, Cd, Ni, Zn, Pb, Cu) dan Pb udara, serta mempelajari prosedur pembuatan kurva kalibrasi standar.
INDRI INDIRA I./26
BalasHapus1. Nama Perusahaan : PT Genau Loka Gantari (Genau Laboratory).
2. Alamat Lengkap : Jl. Jambangan Kebon Agung No. 86, Jambangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur 60232.
3. Tahapan Proses Industri Kimia (Alur Pengujian Sampel Air di Laboratorium)
- Penerimaan dan Registrasi Sampel: Sampel air (limbah, bersih, atau permukaan) dari pelanggan diterima, diberi kode unik, dan dicatat parameter uji yang diminta.
- Preparasi Sampel: Proses pengondisian sampel, seperti penyaringan awal untuk memisahkan makro-padatan atau pengaturan suhu agar sesuai dengan standar pengujian SNI.
- Analisis Instrumentasi dan Volumetri: Pengukuran langsung parameter fisik dan elektrokimia menggunakan alat multimeter laboratorium, serta titrasi kimia untuk parameter berbasis volumetri.
- Validasi dan Pelaporan Data: Data hasil ukur diperiksa oleh penyelia laboratorium, dibandingkan dengan standar baku mutu KLHK atau Permenkes, lalu diterbitkan dalam bentuk sertifikat hasil uji.
4. Reaksi Kimia pada Reaktor Utama (Prinsip Kimia pada Pengujian Alkalinitas)
Karena tempat PKL berbentuk laboratorium analisis lingkungan dan tidak memiliki reaktor pabrik besar, gelas beaker atau erlenmeyer pengujian digunakan sebagai media reaksi utama. Salah satu reaksi kimia kuantitatif terpenting yang dilakukan dalam pengujian sampel air adalah Reaksi Titrasi Asam-Basa untuk menentukan nilai Alkalinitas
(kandungan bikarbonat):
HCO3- + H+ -> H2O + CO2
Keterangan Reaksi: lon bikarbonat (HCO3-) di dalam sampel air dinetralisasi menggunakan larutan standar asam kuat (H+ seperti HCI atau H2SO4). Titik akhir reaksi ditandai dengan perubahan warna indikator (seperti metil jingga atau fenolftalein) pada pH spesifik, yang menjadi dasar perhitungan kapasitas penetralan asam pada air tersebut.
5. Aktivitas PKL yang Sedang Dilakukan
Saat ini, aktivitas fokus pada analisis laboratorium untuk karakterisasi mutu air baku dan air limbah melalui pengujian parameter fisika-kimia kritikal:
- Analisis Fisika-Kimia: Mengukur nilai derajat keasaman (pH), kekeruhan (Turbidity), total padatan terlarut (TDS), kadar garam (Salinitas), serta Daya Hantar Listrik (DHL) menggunakan instrumen laboratorium modern.
- Analisis Volumetri & Elektrokimia: Melakukan titrasi asam-basa untuk menentukan kapasitas penetralan asam (Alkalinitas) sampel, serta mengukur potensial reduksi-oksidasi dengan sensor ORP (Oxidation-Reduction Potential).
- Manajemen Data: Mencatat data hasil running pengujian ke dalam logbook laboratorium untuk divalidasi dan dibandingkan dengan regulasi baku mutu lingkungan yang berlaku.
Bilqis Salsabila Nurhidayah
BalasHapusXII TKI 1 || 11
UPTD Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto.
Jl. Pemuda No.55B, Bulanan, Randubango, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur 61382.
A. Tahapan Proses Industri Kimia (Proses Pengujian Laboratorium) :
1. Penerimaan dan registrasi sampel.
2. Preparasi sampel sesuai parameter yang akan diuji.
3. Pengujian parameter TDS (Total Dissolved Solids) menggunakan metode gravimetri melalui proses penguapan dan pemanasan hingga diperoleh berat konstan.
4. Pengujian parameter TSS (Total Suspended Solids) menggunakan metode gravimetri melalui proses penyaringan, pengeringan, dan penimbangan residu.
5. Pengujian parameter Cl₂ (Klorin) menggunakan reagen Hach dan pembacaan hasil dengan Portable Spectrophotometer Hach DR1900.
6. Pencatatan, verifikasi, dan pelaporan hasil pengujian.
B. Reaksi Kimia pada Pengujian Utama :
Pada pengujian klorin (Cl₂), klorin bebas dalam sampel bereaksi dengan air membentuk asam hipoklorit (HOCl), kemudian HOCl bereaksi dengan reagen DPD sehingga menghasilkan perubahan yang dapat diukur menggunakan Portable Spectrophotometer Hach DR1900.
Reaksi: Cl₂ + H₂O ⇌ HOCl + HCl
Sedangkan pada pengujian TDS dan TSS dengan metode gravimetri tidak terjadi reaksi kimia utama, melainkan proses fisika berupa filtrasi, penguapan, pengeringan, dan penimbangan hingga diperoleh berat konstan.
C. Kegiatan yang Sedang Dikerjakan Selama PKL :
Saat ini saya melakukan pengujian kualitas air pada parameter TDS (Total Dissolved Solids), TSS (Total Suspended Solids), dan Cl₂ (Klorin) sesuai metode pengujian laboratorium. Saya melakukan preparasi sampel, proses pemanasan, penyaringan, penimbangan, serta pengoperasian Portable Spectrophotometer Hach DR1900 untuk analisis klorin. Selain itu, saya juga mengikuti kegiatan pengukuran tingkat kebisingan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh laboratorium. Untuk menambah pengetahuan, saya juga berdiskusi dengan teman-teman PKL yang menangani parameter lain, seperti COD, logam, dan parameter lingkungan lainnya, sehingga dapat memahami berbagai metode pengujian yang digunakan di laboratorium. Saya juga membantu pencatatan dan pelaporan hasil pengujian.
Elya nuraini XII TKI-1/ 21
BalasHapus1. Nama perusahaan:
PT Unilab Perdana (Kantor Cabang Surabaya)
2. Alamat Lengkap:
Ruko Section One Kavling B-3, Jl. Rungkut Industri Raya No. 1, Surabaya, Jawa Timur
3. Tahapan Proses Industri Kimia (Jasa Analisis Laboratorium Mikrobiologi):
A. Sterilisasi Alat dan Media: Memastikan semua cawan petri, tabung reaksi, pipet, serta media pertumbuhan bakteri (seperti Lactose Broth atau Nutrient Agar) dalam kondisi steril menggunakan otoklaf (suhu 121°C).
B. Preparasi dan Inokulasi Sampel: Mempersiapkan sampel air/lingkungan dan memasukkannya ke dalam media pembiakan bakteri secara aseptis (di dekat api bunsen atau di dalam Laminar Air Flow).
C. Inkubasi: Menyimpan sampel yang telah diinokulasi ke dalam inkubator pada suhu dan waktu tertentu (misalnya 35°C–44°C selama 24–48 jam) untuk merangsang pertumbuhan mikroorganisme.
D. Pengamatan dan Perhitungan: Mengamati perubahan fisik (seperti terbentuknya gas, kekeruhan, atau koloni bakteri) untuk dihitung jumlah mikrobanya.
4. Reaksi Kimia pada Reaktor Utama:
Di laboratorium mikrobiologi, "reaktor" skala kecilnya adalah media pertumbuhan bakteri dan tabung reaksi tempat terjadinya reaksi biokimia metabolisme mikroorganisme, contohnya:
- Reaksi Fermentasi Karbohidrat (pada Uji MPN): Bakteri golongan coliform memfermentasi laktosa pada media menjadi asam dan gas karbondioksida (CO_2). Terbentuknya gas di dalam tabung Durham menunjukkan reaksi positif.
- Reaksi Enzimatis Spesifik: Interaksi antara enzim yang dihasilkan bakteri dengan zat warna/indikator di dalam media pertumbuhan (misalnya pada media membran filter) yang menghasilkan perubahan warna visual pada koloni bakteri.
5. Pekerjaan yang Sedang Dikerjakan Saat Ini:
Saat ini saya sedang berada di laboratorium mikrobiologi dan sedang melakukan pengujian sampel air dengan parameter MPN (Most Probable Number) untuk mendeteksi keberadaan bakteri Coliform/E. coli melalui metode tabung ganda, serta menggunakan metode Membran Filter untuk menyaring sampel air dan menumbuhkan koloni mikroba secara langsung di atas media agar khusus guna menghitung jumlah koloninya.
Gusti Ayu Putu Keisya A.M XII TKI-1\25
BalasHapusA. Nama Perusahaan
UPT Laboratorium ESDM (Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Energi dan Sumber Daya Mineral).
B. Alamat Lengkap
Jl. Perak Timur No.320, RT.006/RW.03, Perak Utara, Kec. Pabean Cantian, Surabaya, Jawa Timur 60165
C. Tahapan Proses Pengujian Laboratorium
UPT Laboratorium ESDM merupakan laboratorium yang bergerak di bidang pengujian kualitas air dan bahan galian. Kegiatan di laboratorium ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sampel berdasarkan metode pengujian yang telah ditetapkan. Sebelum dilakukan pengujian, setiap sampel yang masuk terlebih dahulu diterima, dicatat, dan diberi identitas sesuai jenis pengujiannya. Setelah itu sampel dipersiapkan sesuai kebutuhan, misalnya disaring, diawetkan menggunakan asam nitrat (HNO₃), atau dilakukan destruksi apabila diperlukan.
Setelah proses preparasi selesai, sampel diuji sesuai parameterp yang diminta. Pengujian parameter fisika meliputi kekeruhan, warna, daya hantar listrik (DHL), pH (derajat keasaman), Total Dissolved Solids (TDS), serta organoleptik yang meliputi bau dan rasa. Untuk parameter kimia digunakan beberapa metode, yaitu metode volumetri untuk pengujian kadar klorida (Cl⁻), kesadahan total sebagai CaCO₃, dan angka permanganat (KMnO₄). Selain itu digunakan instrumen spektrofotometer UV-Visible untuk menguji nitrit (NO₂⁻), nitrat (NO₃⁻), sulfat (SO₄²⁻), dan fluorida (F⁻), serta instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) untuk analisis logam tembaga (Cu), besi (Fe), dan mangan (Mn). Setelah semua pengujian selesai, hasil analisis diolah, diperiksa kembali, kemudian dibuat laporan hasil pengujian (LHU).
D. Reaksi Kimia pada Reaktor Utama
UPT Laboratorium ESDM merupakan laboratorium pengujian sehingga tidak memiliki reaktor utama seperti pada industri manufaktur. Reaksi kimia yang terjadi adalah reaksi yang digunakan dalam proses analisis setiap parameter. Sebagai contoh, pada pengujian sulfat terjadi pembentukan endapan barium sulfat (BaSO₄), sedangkan pada pengujian nitrit terbentuk senyawa berwarna yang kemudian diukur menggunakan spektrofotometer UV-Visible untuk mengetahui kadar nitrit dalam sampel.
E. Deskripsi Aktivitas PKL Saat Ini
Saat ini saya melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di bagian Laboratorium Pengujian Air UPT Laboratorium ESDM. Selama masa PKL saya masih berada pada tahap pembelajaran (tes lisan)