Rabu, 28 Desember 2011

TUGAS UTILITAS KE-4

UNTUK MAHASISWA TEKNIK KIMIA KELAS (H) MALAM :
  1. Buatlah power point dari judul tugas di bawah ini
  2. Sifat tugas adalah pribadi
  3. Kirimkan attachfile ke : onny.fahamsyah@gmail.com
  4. Paling lambat sudah terkirim pada hari Selasa 3 Januari 2012, karena akan anda presentasikan pada pertemuan kuliah selanjutnya.
  5. Judul dan Nama Mahasiswanya :
    Pengertian boiler dan material penyusunnya ( Sudaryanto, Yusron Ilmi )
    Tipe-Tipe Boiler ( Wahyuningtyas )
    Sistem pembakarannya ( Bhima Brahmana, Lutfi Gunawan )
    Bagian – Bagian umum  Boiler ( Nur Komari, Rio Nugroho )
    Konstruksi  superheted steam boiler ( Novia Zulianty, Maskan )
    Konstruksi  hydronic steam boiler ( Dian Caturwulan, Djohan  Ardiansyah )
    Menghitung Efisiensi operasi  (Wiwik Indahsari )
    Kebutuhan bahan bakar ( Rinda Yolanda, Ratna Fauziyah )
    Pemeliharaan  Boiler ( Moch. Fadhol, Yulian Schilacci )
    Metode cleaning pada boiler ( Ratna Arief, Tri Ulfatul )
    Bahan-bahan untuk pembersihan ( Achmad Yudha )
    Jelaskan beserta gambar pada asesoris boiler ( Reisakti Mulya Parnino )


TUGAS KIMIA FISIKA KE-3 & 4

UNTUK MAHASISWA TEKNIK KIMIA KELAS (H) MALAM

Tugas ke-3 : kerjakan soal-soal pada buku diktat anda hal 356 no : 38, 39, 40

Tugas ke-4 : kerjakan soal pada buku diktat anda hal 356 no. 42

Kirimkan dengan attachfile ke : onny.fahamsyah@gmail.com

Rabu, 14 Desember 2011

KIMIA FISIKA I, TUGAS KE-2

UNTUK KELAS (H) MALAM
Short Test tentang besaran termodinamika dan kesetimbangan,
Coba anda kerjakan dari buku textbook hal 356, no 43.

Jawaban dikirim dengan attacfile ke : onny.fahamsyah@gmail.com
Paling lambat tanggal 19 Desember 2011
Jangan lupa tulis Nama dan NPM anda

TUGAS PERANCANGAN BEJANA KE-3

UNTUK KELAS (H) MALAM
Suatu tangki mempunyai H=x ft, total W=y lb; jumlah leg ada 4 buah, digunakan bentuk Beam, ukuran 12 in, berat 50 lb/ft, Axisnya 2-2. tentukan ukuran beamnya apa sudah efisien, yaitu kurang dari 20%, bila belum coba anda trial.

Ket : untuk nilai x dan y dari NPM anda.
misal : 08.2010.1.01474
maka x tahun anda masuk =2010. maka dihitung 10 ft 
maka y adalah angka dibelakang NPM = 1.01474 lb

kerjakan pada MS-Word, dan kirim attachfile pada : onny.fahamsyah@gmail.com. 
Paling lambat 19 Desember 2011, Jangan lupa tulis Nama dan NPM anda.

TUGAS UTILITAS 3

UNTUK KELAS (H) MALAM
Buatlah power poin dari tema di bawah ini, dengan sifat tugas adalah pribadi :

Pengertian listrik arus AC dan DC (Sudaryanto; Bhima Brahmana)

Pemasangan instalasi listrik pada pabrik (Yusron Ilmi; Lutfi Gunawan)

Kebutuhan suplai listrik dalam pabrik (Achmad Yuda; Reisakti)


Tahanan dan impedansi 3 fase (Ratna Arief; M. Fadol)

Kebutuhan penerangan (Tri Ulfatul; Yulian Schilacci)

Lumen dan cara menghitungnya (Rinda Yolanda; Wahyuningtyas)

Flux dan cara menghitungnya (Ratna Fauziyah; Dian Caturwulan)

Pengetahuan motor listrik (Wiwik Indahsari; Novia Zulianty)

Siklus dan kogenerasi motor listrik (Nur Komari; Djohan Ardiansyah)

Pengetahuan motor bakar & combined cycle (Maskan; Rio Nugroho)
Segera kirimkan ke E-mail: onny.fahamsyah@gmail.com, paling lambat tanggal 18 Desember 2011, karena materi tersebut akan anda presentasikan pada :  21 dan 28 Desember 2011. Jangan lupa tulis Nama dan NPM anda.

Kamis, 08 Desember 2011

KIMIA FISIKA I, TUGAS KE-1


KELAS (H) MALAM 
  1. Hitung perubahan entropi pada ekspansi reversibel isotermal, dari 5 mol gas ideal volume 10 liter menjadi 100 liter, 300 K 
  2. Diketahui berat H2SO4 25% dari berat total larutan, hitunglah molaritas larutan tersebut bila berat total larutan adalah 1178,3 gram
  3. Dikirim dalam bentuk Ms-Word, Attachfile ke email :
    onny.fahamsyah@gmail.com,
    Paling lambat Hari Selasa, 13 Desember 2011
    Jangan Lupa : Kode Tugas (KF-a), Nama, NPM.

TUGAS PERANCANGAN BEJANA KE-2


 
Kelas (H) malam

Asumsi penguat keliling berbentuk stiffener Channel 7 in; Axis I-I;  I=24,1 In4; Ay=3,58 in2 (area of section); t=750oF; P= 14,7 lb/in2; ts=7/16, tentukan properti yang dianjurkan.

Kirimkan jawaban Ms-Word dengan Attachfile pada email : onny.fahamsyah@gmail.com

Tulis kode tugas : PB ke-2, Nama, NPM

Paling lambat tanggal 18 Desember 2011 sudah terkirim.

TUGAS UTILITAS KE-2


KELAS (H) MALAM

Buatlah power point yang meliputi :
Definisi
Gambar dan penjelasan
Cara kerja
Contoh perhitungan daya, atau perhitungan lainnya bila ada
Pemeliharaan

Dikirim  Attachfile ke email : onny.fahamsyah@gmail.com, Paling lambat Hari Selasa, 13 Desember 2011
Jangan Lupa : Kode Tugas (TURBIN), Nama, NPM.

Sifat Tugas adalah PRIBADI, Bukan Berkelompok, dengan Materi tugas :
  •  Turbin Gas = Yusron Ilmi, Ratna Fauziyah
  • Turbin Air Reaksi (Francis, Kaplan, Tyson, Kincir air) = Lutfi Gunawan, Dian Caturwulan
  • Turbin Air Impuls ( Turgo, Michel-Banki)= Achmad Yuda, Wiwik Indahsari
  • Turbin Reaksi (The Lawn Sprinkler)= Reisakti, Novia zulianty
  • Mesin Jet= Ratna Arief, Nur Khomari
  • Mesin Turbo Jet Nuklir= M. Fadhol, Djohan Ardiansyah
  • Turbo Fan= Tri Ulfatul, Maskan
  • Turbo Prop= Yulian Schilacci, Rio Nugroho
  • Turbo Shaft= Rinda Yolanda, Sudaryanto
  • Turbin Roda Pelton= Wahyuningtyas, Bhima Brahmana

Senin, 05 Desember 2011

TUGAS PERANCANGAN BEJANA


Soal Untuk Kelas Malam (H)
12 in ekstra heavy joint stub-end nozzle dengan spesifikasi SA-105. Grade I akan diletakkan dalam suatu vessel dengan din=60 in. Tebal shell 3/4 in. Material dari shell dan reinforcement terbuat dari bahan dengan spesifikasi SA-201 Grade B. Vessel dioperasikan dengan tekanan 250 Psi dan 700oF. Tidak ada tambahan untuk korosi. Cek perlu penguatan atau tidak ?

Langkah pengerjaan Tugas :
  1. Jawaban dikirim melalui attachfile ke E-mail : onny.fahamsyah@gmail.com
  2. Subyek e-mail ditulis : tugas perancangan bejana
  3. Tulis Nama, Npm, Kelas
  4. segera dikerjakan, karena tugas-tugas yang lainnya segera akan dipostingkan.



Kamis, 01 Desember 2011

TUGAS UTILITAS KE-1


Untuk Mahasiswa ITATS kelas H (malam)
Buatlah portofolio tentang penanganan korosi, dengan meliputi :
  1. Bab I PENDAHULUAN (Latar Belakang Masalah)
  2. Bab II DASAR TEORI
  3. Bab III PENYELESAIAN


Jawaban  diposting pada artikel di bawah ini, dengan ketentuan :
  1. Tuliskan terlebih dahulu Nama dan NPM, dan kode tugas : KOROSI
  2. Kirimkan tugas secepatnya, karena tugas-tugas berikutnya akan menyusul dikemudian hari 
Bila mahasiswa yang belum melaksanakan UTS-UTILITAS dan berkeinginan untuk melaksanakan UTS susulan harap segera menyelesaikan administrasinya, selanjutnya mengerjakan tugas UTS susulan, yaitu  :

Membuat portofolio makalah  proses penjernihan air, yang meliputi : Bagan alir, Penjelasan bagian-bagian proses alir, cara-cara regenerasi kation dan anion tower, serta tuliskan reaksi-reaksi kimianya bila ada.

Jawaban melalui posting komentar dibawah ini, dengan menuliskan  Kode tugas : UTS Susulan, Nama, NPM.

Posting jawaban selambat-lambatnya satu minggu setelah konfirmasi dengan dosen pengampu mata kuliah Utilitas.

Kamis, 17 November 2011


PROSES PEMBESARAN
Size erlargement adalah suatu pengerjaan untuk mengubah benda yang berukuran kecil menjadi benda yang berukuran lebih besar

FLOKULASI
 Penggabungan beberapa partikel menggabung menjadi satu sehingga ukurannya besar.

FUSI
Proses pemanasan sementara partikel-partikel kecil sehinga sebagian menjadi cair, cairan ini kemudian mengikat zat padat lainnya menjadi satu, sehingga ukurannya menjadi besar.

PENGOMPAKAN

Briket
Suatu bentuk tertentu yang dibuat dengan mengompakkan granul menjadi satu, campuran pertikel-partikel itu kemudian dipres dalam cetakkan yang bentuknya tertentu.Pelet Menekan bahan-bahan itu dalam cetakkan yang berlubang-lubang , kemudian bahan yang keluar dari lubang lubang tadi dipotong sehingga terjadilah bentuk pelet

Tablet
Mengisikan bahan-bahan yang berbentuk serbuk kedalam cetakkan, kemudian dipres

Granulasi
Butir-butir kecil yang mempunyai ukuran dan bentuk tertentu



Rabu, 16 November 2011

UTILITAS

Mempelajari utilitas akan berhubungan dengan sesuatu yang berkenaan dengan support dalam industri manufaktur, sehingga dalam pembelajarannya  mempunyai deskripsi singkat : bahwa mata kuliah ini disampaikan melalui  tatap muka dan membahas tentang pengetahuan dasar sistem utilitas untuk pabrik kimia yang berhubungan dengan pengolahan air baku, sistem pendingin, turbin, listrik, korosi dan boiler

Tujuan Instruksional Umum : agar mahasiswa memahami dan mampu merancang sistem pengolahan air untuk kebutuhan utilitas di industri

Selasa, 19 Juli 2011

MATERI KIMIA KELAS XI SMK PRAPANCA 2 SURABAYA


Materi kimia tentang Larutan elektrolit dan non elektrolit dapat diunduh, dan kerjakan soal-soal di bawah ini :
  1. berikan contoh larutan asam yang merupakan elektrolit kuat
  2. berikan contoh larutan asam yang merupakan elektrolit lemah
  3. berikan contoh larutan basa yang merupakan elektrolit kuat
  4. berikan contoh larutan basayang merupakan elektrolit lemah
  5. berikan contoh larutan non elektrolit
berikan jawaban dalam posting blog ini, dengan menambahkan nama dan kelasnya

MATERI KIMIA KELAS XII SMK PRAPANCA 2 SURABAYA


Untuk lebih meningkatkan pembelajaran kimia tentang materi Laju Reaksi dapat mengunduh materi LAJU REAKSI, dan kerjakan tugas di bawah ini :
1. beri contoh sehari-hari pengaruh konsentrasi dalam laju reaksi
2. beri contoh sehari-hari pengaruh suhu dalam laju reaksi
3. beri contoh sehari-hari pengaruh tekanan dalam laju reaksi
4. beri contoh sehari-hari pengaruh katalis dalam laju reaksi
5. beri contoh sehari-hari pengaruh luas permukaan dalam laju reaksi
Jawablah melalui posting blog ini, dengan mencantumkan nama dan kelasnya.

Selasa, 05 April 2011

MATERI KIMIA KELAS XI

Pelajaran kimia untuk siswa kelas XI perlu perluasan dengan berbagai materi tambahan, oleh sebab itu siswa diharapkan dapat mencari berbagai referensi untuk memperkaya pengetahuan.

Di bawah ini merupakan salah satu materi yang bisa menjadi acuan untuk mempelajari mata pelajaran kimia untuk semester genap. Selamat belajar dan semoga sukses.


TERMOKIMIA
LAJU REAKSI
KESETIMBANGAN

Selasa, 29 Maret 2011

LOMBA KARYA INOVATIF

Dalam perkembangan dinamika keilmuan sekarang mengarah yang berhubungan dengan prestasi, hal ini sebagai unjuk kerja keberhasilan proses pembelajaran di unit tingkat satuan pendidikan, sekaligus sebagai promosi dan prestisius.

Sehubungan dengan peringatan DIES NATALIS SMK NEGERI 5 SURABAYA KE-XXXVI, Maka mengharapkan perwakilan kelas X dan XI untuk berpatisipasi aktif dalam lomba KARYA INOVATIF.

Kegiatan tersebut juga dalam pencarian bibit-bibit penulis yang nantinya dapat mewakili STEMBA dalam ajang lomba sejenis yang lebih luas lagi tingkatannya, mengingat delegasi Karya Ilmiah Siswa dalam Lomba Kompetensi tingkat Jawa Timur pada 7-10 Maret 2011 di kota Malang hanya mampu menduduki peringkat Juara Harapan II.

keterangan lebih lanjut dapat membuka KISI-KISI LOMBA KARYA INOVATIF
CONTOH PAPER KARYA TULIS
CONTOH POWER POIN PRESENTASI KARYA TULIS
HASIL FINAL LOMBA KARYA INOVATIF, 21 MEI 2011

Rabu, 13 Oktober 2010

SEKOLAH ZAMAN KOLONIAL BELANDA

Mengulas kembali jejak sejarah pendidikan di zaman penjajahan Belanda, menghasilkan perbandingan yang begitu jauh dengan sistem pendidikan di era kemerdekaan dan reformasi dewasa ini, begitu sulitnya kaum pribumi untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan usia dan dan daya nalarnya. Malah justru bangsa kita banyak yang harus gigit jari dipinggirkan karena perbedaan kelas dengan kaum penjajah. Di bawah ini diturunkan sekilas tentang jenjang pendidikan yang pernah ada di Nusantara pada zaman kolonial Belanda.

Sekolah kelas dua atau sekolah ongko loro merupakan sekolah rakyat atau sekolah dasar dengan masa pendidikan selama tiga tahun dan tersebar di seluruh pelosok desa. Maksud dari pendidikan ini adalah dalam rangka sekedar memberantas tidak bisa membaca dan berhitung. Bahasa pengantarnya adalah bahasa daerah dengan guru tamatan dari HIK. Bahasa Belanda merupakan mata pelajaran pengetahuan dan bukan sebagai mata pelajaran pokok sebagai bahasa pengantar. Namun setelah tamat sekolah ini murid masih dapat meneruskan pada schakel school selama 5 tahun yang tamatannya nantinya akan sederajad dengan Hollandse Indische school

Pada tahun 1848 dikeluarkan peraturan pendidikan dasar untuk Bumiputra, di mana akan didirikan sekolah dasar di seluruh pelosok Hindia Belanda. Untuk memenuhi keperluan guru, maka didirikan Hollandsche Indische Kweekschool (HIK) atau Sekolah Guru Bantu (SGB)

Hollandsch-Inlandsche School (HIS) adalah sekolah pada zaman penjajahan Belanda. Didirikan di Indonesia pada tahun 1914  seiring diberlakukannya politik etis, sekolah ini ada pada jenjang pendidikan rendah (Lager Onderwijs) atau setingkat dengan pendidikan dasar sekarang. HIS termasuk sekolah rendah dengan bahasa pengantar bahasa Belanda (Westersch Lager Onderwijs), bedakan dengan Inlandsche School yang menggunakan bahasa daerah. Sekolah ini diperuntukkan bagi golongan penduduk keturunan Indonesia asli, sehingga disebut juga Sekolah Bumiputera Belanda. Pada umumnya disediakan untuk anak-anak dari golongan bangsawan, tokoh-tokoh terkemuka, atau pegawai negeri. Lama sekolahnya adalah tujuh tahun.

Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) adalah bagian dari sistem pendidikan zaman kolonial Belanda di Indonesia. Pada masa sekarang ini, MULO setara dengan SMP ( sekolah Menengah Pertama ). Meer Uitgebreid Lager Onderwijs berarti “Pendidikan Dasar Lebih Luas”. MULO menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Pada akhir 30-an, sekolah-sekolah MULO sudah ada hampir di setiap ibukota kabupaten di Jawa. Hanya beberapa kabupaten di luar Jawa yang mempunyai MULO.

HCS atau Hollandsch-Chineesche School adalah sekolah-sekolah yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia khususnya untuk anak-anak keturunan Tionghoa di Hindia Belanda saat itu. Sekolah-sekolah ini pertama kali didirikan di Jakarta pada tahun 1908, terutama untuk menandingi sekolah-sekolah berbahasa Mandarin yang didirikan oleh Tionghoa Hwee Koan sejak 1901 dan yang menarik banyak peminat. Sebagai perbandingan, pada tahun 1915 sekolah-sekolah berbahasa Mandarin mempunyai 16.499 siswa. Sementara sekolah-sekolah berbahasa Belanda hanya mempunyai 8.060 orang siswa. HCS menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantarnya.

ELS singkatan dari Eurepeesche Lagere school adalah sekolah dasar pada zaman kolonial Belanda di Indonesia. ELS menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Awalnya hanya terbuka bagi warga Hindia Belanda, sejak tahun 1903 kesempatan belajar juga diberikan kepada orang-orang pribumi yang mampu dan warga Tionghoa. Setelah beberapa tahun, pemerintah Belanda beranggapan bahwa hal ini ternyata berdampak negatif pada tingkat pendidikan di sekolah-sekolah HIS dan ELS kembali dikhususkan bagi warga Belanda saja.

School  tot Opleiding van Indische Artsen ( STOVIA ) merupakan sekolah pendidikan Dokter Hindia untuk pendidikan dokter pribumi di Batavia. Sekarang sekolah ini telah menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sejarah pendiriannya bermula dari kekhawatiran akan kurangnya tenaga juru kesehatan untuk menghadapi berjangkitnya berbagai macam penyakit di wilayah jajahannya. Bermula dikeluarkan keputusan  Gubernemen no. 22 mengenai kursus juru kesehatan Hindia Belanda. Selanjutnya ditingkatkan kualitasnya melalui Surat Gubernemen no.10 menjadi sekolah Dokter Djawa. Tetapi sebagian besar lulusannya menjadi Dokter Djawa yang pekerjaannya sebagai mantra cacar. Pada tahun 1889 namanya diubah menjadi school tot opleiding van Inlandsche Geneeskundigen (sekolah ahli ilmu kedokteran pribumi) lalu pada tahun 1898 diubah lagi menjadi school tot Opleiding Inlandsche Artsen (sekolah dokter pribumi) akhirnya pada tahun 1913 diubahlah kata Inlandsche (pribumi) menjadi Indische ( Hindia ) yang siapapun dapat menempuhnya asalkan lulus tes ujian masuk dan menanggung biaya sendiri

Refrensi : Anindra Yudya Pradana; Veel Zoeken van Aroemdaloe 

Senin, 11 Oktober 2010

Rumitnya Membenahi Masalah Air Perkotaan

16 Dec 2009 
Koran Jakarta Nasional


Di perkotaan persoalan air masih sulit teratasi. Bukan hanya minimnya pasokan air bersih serta pengambilan air tanah secara berlebihan, tetapi juga perilaku boros masyarakat dalam menggunakan air menjadikan persoalan semakin rumit.

Tidak satu pun makhluk hidup yang bisa hidup tanpa air, apalagi manusia. Dalam kesehariannya, manusia tidak bisa hidup jauh-jauh dari air. Air tidak hanya untuk dikonsumsi, tetapi juga untuk keperluan lainnya, semisal memasak, mandi, mencuci, atau menyiram tanaman.Sayangnya, pada kenyataannya, air yang berperan penting dalam kehidupan manusia itu belum dikelola dengan baik, bahkan di negeri ini sistem manajemen air cenderung masih asal-asalan.

Salah satu bukti dari buruknya sistem pengelolaan air ialah penggunaan air tanah yang berlebihan. Menurut pakar lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Surjono Hadi Sutjahjo, penggunaan air tanah yang berlebihan bisa mengakibatkan permukaan tanah mengalami subsiden atau penurunan, lika kondisi itu dibiarkan terus-menerus, kota-kota besar seperti Jakarta akan mengalami intrusi air laut atau penggenangan pada permukaan tanah oleh air laut.Dampak eksploitasi air tanah akan semakin besar manakala pihak-pihak yang melakukan aktivitas itu, seperti kalangan industri manufaktur, industri pariwisata, dan masyarakat, mengeksploitasi secara berlebihan. Beberapa produsen air minum kemasan, misalnya, kerap mengambil air yang berada di lapisan akuifer dalam. Sebenarnya air yang ada di lapisan itu tidak boleh diambil. Pasalnya, hal itu dapat mengakibakan siklus hidrologi terganggu dan ketersediaan air tanah menipis.

Eksploitasi air tanah yang berlebihan juga bisa mengakibatkan rongga-rongga kosong yang ada di dalam tanah akan diisi langsung oleh air laut. Ujung-ujungnya air tanah akan terasa asin karena telah bercampur dengan air laut. Hal itu bisa terjadi jika air laut telah mendekati jarak 10 kilometer dari bibir pantai. Air tanah yang juga berfungsi sebagai penyuplai mata air untuk keperluan konsumsi masyarakat pun menjadi tidak laik dan perlu diolah lagi.
Persoalan tidak hanya menyangkut air tanah. Air di permukaan yang berupa air danau, sungai, dan rawa kini terancam tercemar karena membeludaknya sampah di perairan itu. Contoh paling nyata bisa dilihat di beberapa sungai di Jakarta. Sampah kerap terlihat memenuhi kali-kali dan menghambat aliran air. Volume sampah bahkan terus bertambah karena masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran kali menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Akibatnya, ekosistem sungai terancam, kualitas air bersih tereduksi, dan timbul banjir. Bukan hanya itu, hal tersebut juga menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit seperti demam berdarah dan diare yang bisa menurunkan kualitas kesehatan masyarakat. Kepala Pusat Limnologi Lem-
baga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Gadis Sri Haryani mengutarakan dalam kurun 30 hingga 50 tahun ke depan, jumlah kebutuhan akses air bersih akan meningkat.Hal itu berkorelasi positif dengan bertambahnya jumlah penduduk kota besar dunia, khususnya Asia. Ironisnya, jumlah ketersediaan air bersih justru
tidak bertambah.Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali berpotensi pula menambah kotoran dan polusi terhadap sumber-sumber air bersih yang ada, seperti air tanah dan air permukaan di luar perkotaan. "Badan air seperti sungai, selokan, rawa, dan danau di kota besar masih terus-menerus dijadikan lokasi akhir pembuangan sampah dan mengalirkan limbah yang pada akhirnya terakumulasi di laut," ujar Gadis.

Perilaku Boros

Krisis pasokan air bersih disebabkan pula oleh perilaku masyarakat yang kerap boros dalam menggunakan air. Menurut Umar Anggara Jenie, Kepala LIPI, masyarakat belum bisa memanfaatkan air dengan seefisien mungkin."Sebuah pencucian mobil atau motor bisa menggunakan berliter-Hter air tawar dalam satu hari. Hal itu merupakan pemborosan," ujarnya.Saat ini, persoalan air telah mencapai titik yang memprihatinkan. Air tidak lagi menjadi sumber daya alam tak terbatas.Jika kondisi itu dibiarkan, tentu saja bisa mengancam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang sifatnya holistik. UNESCO, badan PBB yang menaungi persoalan pendidikan dan lingkungan, mencoba menempuh solusi yang berlandaskan pada tiga elemen, yaitu penggunaan air secara rasional, ekoteknologi, dan ekohidrologi.

Penggunaan air secara rasional merujuk pada manajemen permintaan akan air bersih dan pemberian edukasi kepada masyarakat akan pentingnya penghematan air. "Setelah diberikan landasan pendidikan, seharusnya tidak ada lagi orang yang menghamburkan air bersih untuk membilas kotoran atau melakukan pencucian kendaraan bermotor," terang Hubert Gijzen, Regional Director and Representative UNESCO for Indonesia.Landasan lainnya, yakni ekoteknologi, merupakan faktor perantara antara ekologi dan ekonomi. Jadi, faktor ekologi tetap dapat menjadi sebuah produk sumber daya ekonomi tetapi tidak menggoyahkan stabilitas lingkungan. Salah satu bentuk pengaturan air berdasarkan ekoteknologi ialah pembudidayaan bibit pakan ikan di tambak.

Adapun landasan ekohidrologi ialah mengedepankan proses pengembalian sungai dan kali ke habitat lautan. Ekohidrologi sebenarnya telah menjadi wacana yang berkembang sejak 10 tahun yang lalu dan merupakan ilmu yang mempelajari interaksi proses hidrologi dengan dinamika biologi dalam berbagai kondisi spatial (ruang) dan temporal (waktu). Jadi, dalam ekohidrologi, pemecahan masalah lingkungan, terutama air, didasarkan pada kemampuan untuk memelihara proses sirkulasi air secara evolu-sioner dan dua dimensi.Konsep ekohidrologi yang diajukan UNESCO salah satunya adalah tidal flushing. Tidal flushing merupakan sebuah aksi air laut memasuki muara dua kali dalam sehari saat air pasang. Saat memasuki muara atau delta, air laut akan memperbarui salinitas dan nutrisi pada muara serta memindahkan racun yang terdapat di muara tersebut. Konsep itu telah dipraktikkan di Birmingham, Inggris.

Lantas, konsep apa yang cocok diterapkan di Jakarta? Hubert menyatakan memang agak sulit membenahi tata kota perairan di Jakarta. "Begitu kompleksnya masalah sungai di Jakarta sehingga jika satu masalah dibenahi, malah memunculkan masalah lain yang berlipat-lipat di wilayah lain," katanya.Oleh karena itu, ujarnya, implementasi program-program pembenahan perairan yang dies-timasikan berbiaya 1 juta dollar AS di I.ik.u i.i tidak bisa dilepaskan dari aspek sosial. Hal penting lainnya, masyarakat mesti diajak untuk bersama-sama mengatasi persoalan. hag/L-2

Selasa, 28 September 2010

Kreatifitas Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah yang merupakan hasil penelitian ilmiah dari remaja yang peduli terhadap lingkungan dan ilmu pengetahuan untuk dituangkan menjadi tulisan ilmiah.

Dalam sejarahnya Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) atau Youth Science Club (YSC) awalnya dibentuk untuk remaja yang berusia sekitar 12-18 tahun oleh UNESCO pada tahun 1963, tetapi pada tahun 1970 batasan umur tersebut dirubah menjadi 12-21 tahun. Youth Science Club (YSC) di Indonesia dikenal dengan nama Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang terbentuk atas inisiatif remaja Indonesia sendiri. Diawali pada tahun 1969, Koran Harian Berita Yudha membentuk Remaja Yudha Club (RYC). Selanjutnya setelah difasilitasi oleh LIPI dan mengalami berbagai perkembangan, Remaja Yudha Club berubah menjadi Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).http://blog.its.ac.id/masukajadhe

Remaja yang masih fresh pemikirannya dan berjiwa berpetualang sangat potensial untuk menyelami berbagai dinamika pengembangan diri, akan lebih bermanfaat bila Kelompok iImiah Remaja (KIR) sebagai wadah untuk menampung para cendekia muda.

Mari Kawula muda Siswa-Siswi SMK Negeri 5 berfikir dan beraktivitas bersama dalam KIR yang merupakan ajang untuk membuktikan bahwa kalian adalah generasi muda yang terbaik di zamannya.....kami tunggu partisipasinya.

untuk jadwal pelaksanaannya dapat didownload pada RENCANA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER


Sabtu, 31 Juli 2010

INSTRUMENTASI INDUSTRI

Perkembangan Industrialisasi dewasa ini tumbuh dengan pesat serta diiringi pula pembenahan piranti alat kimia beserta pengukurannya.

Dengan penggunaan instrumentasi sebagai medium pengukuran kualitas produk industri yang semakin canggih menumbuhkan pemahaman dan semangat belajar bagi kalangan akademisi maupun praktisi. misalnya peralatan sudah menggunakan otomatisasi-komputasi yang semakin memudahkan kinerja manusia, namun bila tidak dibarengi dengan penguasaan prinsip ilmiah dan teori dasar aplikasi sistem maka problem yang muncul dalam mengopersikannya akan mengalami kesulitan dalam mencari trouble-shooting dan pengembangan ilmu pengetahuan tentang alat tersebut lebih lanjut.

TUGAS kepada Siswa X KI 1 dan 2 :
  1. Tulislah Kelas, Nama, Nomor Absen dan Tema Tugas yang telah dibagi
  2. Kirimkan materi tugas kelompok sebelum tanggal 2 Agustus 2010
  3. Bagi yang mengirimkan tidak sesuai dengan tanggal tersebut di atas, maka akan diberikan tugas tambahan