Jumat, 10 April 2026

CERAMAH

WALIMAH NIKAH

Mitsaqon Gholidza ( Perjanjian Agung )

 (مِيْثَاقًا غَلِيْظًا) secara bahasa berarti Perjanjian yang sangat kuat, berat dan kokoh. Dalam konteks Islam, istilah ini merujuk pada ikatan pernikahan yang agung (QS. An-Nisa: 21), yang bukan hanya janji antarmanusia, melainkan komitmen suci di hadapan Allah SWT yang melibatkan tanggung jawab besar dunia akhirat.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai Mitsaqan Ghalidza:
Makna Kedalaman: Mitsaq berarti perjanjian/ikatan, sementara Ghalidza berarti berat, kuat, atau kokoh.

Konteks dalam Al-Qur'an: Istilah ini disebutkan tiga kali dalam Al-Qur'an:

QS. An-Nisa': 21: Ikatan pernikahan antara suami dan istri.

QS. An-Nisa': 154: Perjanjian Nabi Musa dan Bani Israil.

QS. Al-Ahzab: 7: Perjanjian para nabi dengan Allah SWT.

Pernikahan sebagai Mitsaqan Ghalidza:
  • Bukan Main-main: Pernikahan adalah perjanjian serius yang tidak boleh dipermainkan dan bertujuan untuk seumur hidup.
  • Implikasi Berat: Karena ikatan ini sangat kuat, konsekuensi pelanggarannya pun berat, sehingga menuntut tanggung jawab penuh dari kedua belah pihak.
  • Tanda Kekuasaan Allah: Akad nikah menempatkan pasangan dalam ikatan suci yang diatur oleh hukum Allah.
Dengan demikian, menyebut pernikahan sebagai mitsaqon gholidzo menegaskan bahwa pernikahan adalah amanah mulia yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh



Kuade

kuat Madeg Dewe

kuat Dadi Wong Sugih

kuat dadi wong panggede


Sabarnya Nabi Adam

Godaan Nabi Yusuf 

Kasih Sayang Siti Kadijah

Ciri-Ciri Rumah Tangga Bahagia


WALIMAH KHITAN

HALAL BI HALAL


Ustadz Hanan Attaki


Semua yang bertambah usia, akan belajar memilih tenang.... 

Dulu kita mudah tersinggung, mudah menjelaskan diri dan ingin dimengerti semua orang

Tapi waktu berlahan mengajarkan kita, tidak semua manusia datang membawa ketenangan

Ada yang hadir hanya untuk menguras pikiran, melelahkan hati dan membuat hidup kehilangan damai

Maka sekarang kita mulai paham, bahwa menghindar bukan berarti takut

Kadang itu bentuk menjaga diri agar batin tidak habis karena hal yang tidak pantas diperjuangkan

Tidak semua ucapan harus dibalas dan tidak semua sikap perlu dilawan

Dan tidak semua hubungan harus dipertahankan sampai hancur

Semakin dewasa, kita lebih memilih diam daripada sibuk membuktikan siapa diri kita

Karena tenang itu mahal, dan hati yang damai tidak layak diserahkan pada orang yang terus melukai

2 komentar:

  1. https://drive.google.com/drive/folders/1pR_H3yKV-R48TAouMJz3bjMg3L2hApkU

    BalasHapus
  2. https://forms.gle/ZqYG14dy8Dd5Yi4h8

    BalasHapus