Jumat, 04 November 2022

IODOMETRI



IODOMETRI

Adalah suatu titrasi yang bertujuan menentukan titer larutan yodium, sedangkan larutan peniternya adalah natrium tio sulfat (Na₂S₂O3)

Indikator yang digunakan amylum

Reaksi dasar yang terjadi :

I2 + 2 Na₂S₂O3 → 2 NaI + Na₂S406

Reaksi di atas dapat pula dinyatakan dalam reaksi oksidasi maupun reaksi reduksi dengan reaksi sbb :

Iodium yang terbentuk dalam reaksi di atas adalah ekuivalen dengan zat asalnya,

Banyaknya tiosulfat yang diperlukan berrkuivalen dengan iodiumnya

Atau ekuivalen iodium = ekuivalen tiosulfat = ekuivalen zat asal

Pada pelaksanaan titrasi penambahan tiosulfat harus tetes demi tetes, sehingga titrasi dapat berjalan dengan baik.

Perlu diperhatikan bahwa dalam titrasi ini untuk larutan tiosulfat tidak boleh dalam suasana asam kuat / pekat, karena akan bisa terjadi belerang

Juga titrasi antara yodium dengan larutan tiosulfat penambahan amylum harus dilaksanakan setelah kadar yodium dalam larutan kecil sekali.

Bila larutan yodium masih besar dan ditambahkan amylum, maka akan terbentuk yod-amylum

Semua yodometri harus dalam suasana netral atau asam lemah, sebab bila suasananya basa, yodium berubah menjadi hipoyodit yang teroksidasi membentuk yodat, Reaksinya sbb:

Beberapa zat yang kadarnya dapat ditentukan secara yodometri, antara lain

1. Kapur klor

Karena kapur klor adalah CaO.Cl₂ tak murni dan dapat digunakan untuk mematikan kuman di dalam air. jika dicampur dengan asam sulfat encer dan suatu yodida akan menghasilkan yodium yang dapat dititer dengan natrium tio sulfat, reaksinya sbb


2. Cupri Sulfat

Kupri sulfat dengan kalium iodida menghasilkan Yodium


3. Senyawa besi (III)

Besi (III) sulfat dengan asam yodida menghasilkan Yodium


4. Standarisasi Na₂S₂O3 dengan KIO3

Dalam hal ini kita ambil KIO3 yang murni dan dilarutkan dalam aquades. Kemudian ditambah dengan KI dan asam asetat, lalu larutan dititrasi dengan Na₂S₂O3 sampai warna kuning muda, tambahkan amylum dan dititrasikan kembali sampai warna biru hilang.

IODIMETRI

Larutan standarnya adalah yodium

Contoh soal

1. Ditimbang 4 gram kapur klor dan dilarutkan dalam 250 mL air. Sebanyak 50 mL larutan kapur klor ini dicampur dengan asam sulfat encer dan kalium yodida secukupnya. Iodium yang terbentuk memerlukan 24 mL natrium tiosulfat 0,25 N. Berapa kadar CaOCl₂ dalam kapur klor tersebut ?


2. Sebanyak 350 mgram KIO3 murni dilarutkan dalam 100 cc air, masukkan dalam erlenmeyer. pipet 25 cc, tambahkan 10 cc KI 1 N, kemudian 10 cc H₂SO4 0,1 N 9 atau asam cuka) 

Kemudian dititrasi dengan Na₂S₂O3 memerlukan 21,4 cc Na₂S2O3. Hitung normalitas Na₂S₂O3



IDENTIFIKASI MASALAH

  1. Peserta didik masih memiliki semangat belajar yang rendah, terbukti ada yang ketinggalan banyak tagihan laporan hasil praktikum
  2. Kemampuan dasar Matematika masih rendah, perhitungan pecahan dan desimal mengalami kesulitan
  3. Peserta didik kesulitan dalam menghafal unsur-unsur kimia, nama-nama alat laboratorium
  4. Belum maksimal memanfaatkan perpustakaan sekolah ataupun ruang baca, buku yang dipinjamkan ke masing-masing siswa tidak banyak yang membacanya

Analisis identifikasi masalah

  1. Peserta didik tidak semangat dan aktif mengikuti pembelajaran dan kebanyakan diam saat ditanya kembali tentang materi yang dipelajari, saat apersepsi banyak yang lupa terhadap materi / praktikum sebelumnya
  2. Peserta didik tidak banyak berlatih dengan teman atau mandiri untuk mengulang pelajaran, memasukan angka pada rumus perhitungan masih salah disertai satuan-satuannya, sekaligus cara perhitungan perkalian dan pembagian pecahan
  3. Peserta didik masih belum hapal ujian lisan dalam menyebutkan unsur-unsur dan peralatan laboratorium
  4. Perpustakaan dan ruang baca sepi dari kunjungan siswa, bergitu juga buku yang dipinjamkan ke pribadi siswa terlihat masih rapi (seperti tidak pernah dibaca)
  5. Siswa kurang memiliki rasa peduli atau komitmen terhadap tugas yang diberikan
  6. Siswa kurang memperhatikan penjelasan guru ketika pembelajaran
  7. Selalu berupaya mencontek hasil pekerjaan siswa lain dalam menyelesaikan tugas
  8. Siswa kurang memiliki dorongan rasa ingin tahu yang tinggi


JENIS MASALAH

Kesulitan belajar siswa termasuk siswa berkebutuhan khusus dan masalah pembelajaran (berdiferensiasi) di kelas berdasarkan pengalaman mahasiswa saat menjadi GURU

Masalah yang diidentifikasikan

  1. Masih ada siswa kelas V yang belum bisa perkalian dasar dengan lancar
  2. Masih ada siswa kelas V yang masih belum lancar membaca

 Analisis identifikasi masalah

  1. Peserta didik tidak aktif mengulang pelajaran atau mengikuti les/ bimbel
  2. Peserta didik tidak berlatih membaca untuk mengulang materi dan lebih memilih bermain. 


Jenis permasalahan

Membangun relasi/hubungan dengan siswa dan orang tua siswa.


Masalah yang diidentifikasikan

Hubungan komunikasi antar guru dan orangtua peserta didik terkait pembelajaran masih kurang dan terbatas

 Analisis identifikasi masalah

  1. Orangtua yang sibuk bekerja dan kurang memperhatikan pola belajar anaknya
  2. Beberapa orangtua tidak hadir saat diundang oleh sekolah
Alam komunitas belajar berbasis proyek yang efektif
dapat dituliskan sebagai berikut.
a. Rancang, kelola, awasi dan perbaiki proyek, dan
pemecahan masalah yang dibangun oleh mereka
sendiri.
b. Bekerja secara kolaboratif dan mengambil
keuntungan dari keahlian yang menyebar dari
komunitas yang membolehkan perbedaan,
kreativitas, dan fleksibilitas dalam belajar.
c. Belajar topik yang dipilih sendiri dan identifikasi isu
mereka apakah berkaitan dengan permasalahan dan
identifikasi sumber-sumber yang relevan.
d. Gunakan berbagai macam teknologi macam untuk
membangun pengetahuan lebih dari sekedar teknologi
sebagai knowledge teller.
e. Dorong pemikiran mahasiswa menjadi visible sehingga
mereka dapat memperbaiki pengetahuan, pemikiran,
dan argumen yang dimiliki (Lin, dkk, 1996).
Dalam komunitas belajar, mahaiswa diberi peluang
untuk merancang dan mengelola proyek dan pemecahan

Kamis, 03 November 2022

ORIENTASI PPG

Laporan Ketua Bidang Study PPG UNM

MC. Hasnawati 

DR. DARMAWAN

Dipertemukan secara virtual untuk mengikuti PPG di UNM

Pelaksanaan PPG dalam jabatan k1 angkatan 2 berdasarkan peraturan direktur jenderal GTK no. 286/HK.04/01/2022 tentang petunjuk teknis pelaksanaan PPG dalam jabatan bagi guru yang diangkat sampai akhir 2015

Tujuan kegiatan

Meningkatkankan pengalaman faktual mahasiswa tentang proses pembelajaran inovatif dan numerasi dan administrasi sekolah lainnya sebagai pengalaman 

Memiliki sikap keterampilan yang diperlukan profesi berbasis literasi dan numerasi 

Mempraktikkan rencana aksi berbasis HOTS pedagogik dan knowledge sebagai tuntutan guru

Jumlah mahasiswanya PPG k1 A2 berjumlah 1567 orang dengan sebaran bidang studi

Teknik kimia 63 mahasiswa

Asal daerah 32 propinsi

Pelaksanaan 4 November 2022 hingga bulan Februari 2023

Terselenggaranya dari semua pihak, termasuk pimpinan UNM



REKTOR UNM PROF. HUSAIN SYAM

Andi Muadz



Menjawab kekurangan guru  selama ini, sekitar 45000 setiap tahun karena pensiun

Seorang belum boleh melakukan proses pembelajaran jika belum bersertifikat pendidik, akhirnya perguruan tinggi diberi tugas melaksanakan PPG dalam jabatan

Menjadi guru sebetulnya adalah panggilan jiwa, karena akan merapkan pegagogik, pengelolaaan kelas, dan strategi pembelajaran. Yakinkan bahwa terlahir sebagai seorang guru, pekerjaan guru adalah mulia. inilah yang terbaik bagi diri kita. sehingga dalam jiwa terpatri menjadi guru yang profesional

Setelah mengikuti profesi guru, melekat keteladanan bertindak secara sosial dan mendapatkan gelar Gr

Pembelajar yang berkualitas menjadi pembeda dari yang belum bersertifikasi. tetap harus belajar seumur hidup. tidak boleh berhenti belajar. insan pembelajar

Praktek guru abad 21 :

  1. Melek terhadap perkembangan teknologi, revolusi industri 4.0 harus memahami dan menguasai teknologi sehingga mampu mengenali potensi diri dan siswa
  2. Mengajar tidak hanya dalam kelas, pembelajaran kampus merdeka belajar tidak sekedar dalam ruang kelas, tapi bisa berkreasi di luar kelas. 
  3. Berharap ada konsep wirausaha, sehingga mengembangkan dalam bisnisnya maupun pembelajarannya
Memberikan pemahaman kepada peserta, bahwa ini adalah proses yang tidak sama dengan proyek atau diklat yang lain. 

Tingkat kelulusan PPG di UNM pada tahun 2021 sebanyak 82,73 persen, sehingga pada tahun ini diharapkan lulus 100%

Ketika menyampaiakan materi, para dosen diharapkan telah menyampaikan transfer materi dengan baik kepada peserta PPG


Materi 1 : tata kelola administrasi kegiatan PPG

(Andi Muhammad Irfan)

yang terverifikasi 1675 yang terlapor diri

prosedur yang dilakukan : belajar mandiri, analisis, uji kompetensi, praktek pembelajaran,  mengumpulkan tugas-tugas

dari administrasi : melakuakn kegiatan hingga pembelajaran, pendalaman materi, menyebutkan masalah, perangkat pembelajaran, uji kompetensi, praktek pemnbelajaran masuk ke akun masing-masing (jangan sampai lupa password)

semua transaksi diambil pada sistem akun masing-masing, belum mendapatkan surat bila belum tervalidasi

pada PPI apakah disekolah tempat mengajar atau pilih di sekolah lain. maka akan menadapatkan surat tugas yang akan didonload. setelah mengupload dengan tanda tangan kepala sekolah

setalah lulus filenya bisa didownload pada akunnya dan yang aselinya akan dikirimkan

syarat untuk mengikuti ujian :

mendaftar pada laman dengan surat keterangan bebas study, sudah menyelesaikan tagihan PPI, dan nilai-nilai pembelajaran selama ini belajar mandiri, analisis, perangkat, uji komprehensif, praktek pembelajaran

menanyakan admin kelas apakah sudah memasukan ke sistem UNM, sehingga admin kelas harus menyelesaikan tagihan-tagihan

mekanisme pengintegralan nilai akademik PPG daljab 2022

  1. belajar mandiri 
  2. analisis materi pembelajaran berbasis masalah
  3. literasi
  4. numerasi
  5. evaluasi uji komprehensif, minimal nilai 70 sehingga bisa masuk ke praktek pembelajaran

Rubrik penilaian akademik secara indeks : misalnya A, B, 

Tugas pada LMS harus dikerjakan

  • belajar mandiri pada LK 01, nilai PPK 1,2,3 disatukan dibagi 3 (rata-rata)
  • desain pembelajaran inovatif ada empat PPK, tiga jam 3 jam, dan 6 jam sinkronous
  • uji komprehensif diperoleh dari dosen pertama dan kedua (dari pendalaman materi dan teori-teorinya)
  • penilaian rencana aksi dan evaluasi
  • refleksi komprehensif dan rencana tingkat lanjut

Materi : DR. Muh. Faisal

Penguasaan materi sudah dibuktikan SEBELUM peserta masuk dalam PPG Dalam Jabatan. 

Karena itu dalam proses PPG Dalam Jabatan, peserta PPG Dalam Jabatan haruslah lebih fokus kepada permasalahan pembelajaran yang mereka temui di konteks kelas dan/atau sekolahnya dan upaya pemecahan masalah tersebut.

Langkah pendalaman materi :
Identifikasi masalah
Eksplorasi penyebab
Penentuan penyebab masalah 

Identifikasi masalah :

Jenis masalah :

Pedagogik, literasi, dan numerasi
Masalah yang diidentifikasi :

Kemandirian belajar siswa rendah 

ANALISIS IDENTIFIKASI MASALAH:

  • Siswa kurang memiliki keberanian untuk mengajukan atau menjawab pertanyaan dengan percaya diri.
  • Siswa tidak bersikap tenang di dalam mengerjakan segala sesuatu dalam pembelajaran.
  • Siswa kesulitan menyelesaikan tugas lebih awal. 
  • Siswa tidak memiliki kemampuan dalam memimpin. 
  • Siswa kurang memiliki rasa peduli atau komitmen terhadap tugas yang diberikan.
  • Siswa kurang memperhatikan penjelasan guru ketika pembelajaran, Selalu berupaya mencontek hasil pekerjaan siswa lain dalam menyelesaikan tugas 
  • Siswa kurang memiliki dorongan rasa ingin tahu yang tinggi.

Jenis Permasalahan

  1. Pedagogik, literasi, dan numerasi.
  2. Kesulitan belajar siswa termasuk siswa berkebutuhan khusus dan masalah pembelajaran (berdiferensiasi) di kelas.
  3. Membangun relasi/hubungan dengan siswa dan orang tua siswa.
  4. Pemahaman/pemanfaatan model-model pembelajaran inovatif berdasarkan karakteristik materi dan siswa.
  5. Materi terkait literasi numerasi, advanced material, miskonsepsi, HOTS
  6. Pemanfaatan teknologi/inovasi dalam pembelajaran.

Hari ke 4-9 :
Eksplorasi Penyebab Masalah 
  1. Mengelompokkan masalah yang telah diidentifikasi
  2. Hasil eksplorasi penyebab masalah (hasil kajian literatur)
  3. Analisis Eksplorasi penyebab masalah 
  4. Wawancara terkait masalah yang teridentifikasi dengan guru, kepala sekolah, rekan sejawat 
  5. Melakukan wawancara ke pengawas sekolah dan pakar (hari ke-7)
  6. Melakukan diskusi dari kajian literatur 

Contoh :
Analisis Eksplorasi Penyebab Masalah

Masalah Setelah dilakukan analisis terhadap
hasil kajian literatur dan hasil wawancara, serta dikonfirmasi melalui observasi dapat diketahui bahwa penyebab munculnya masalah rendahnya kemandirian belajar siswa saya adalah:
  1. Penumbuhkembangan aspek afektif khususnya sikap: percaya diri,tanggung jawab, dan kedisiplinan selama ini masih kurang mendapat perhatian yang optimal.
  2. Strategi pembelajaran yang cenderung digunakan dalam proses pembelajaran kurang mendukung tumbuhnya kemandirian belajar siswa.
LK 1.3 : Penentuan Penyebab Masalah
  • Hasil eksplorasi penyebab masalah (pokok penyebab masalah dari LK 1.2)
  • Akar penyebab masalah
  • Analisis akar penyebab masalah 
Langkah IV : hari ke-13

LK. 2.1 : ekplorasi alternatif solusi
  • Masalah terpilih yang akan diselesaikan
  • Akar penyebab masalah
  • Mengkaji literatur minimal 3
  • Analisis alternatif solusi
  • Solusi yang relevan
  • Analisis penentuan solusi
Analisis Alternatif Solusi

Berdasarkan hasil eksplorasi, alternatif
solusi yang sesuai atau memungkinkan
untuk diterapkan di kelas saya adalah
sebagai berikut :
  1. Penerapan model Problem Centered Learning (PCL)
  2. Penerapan model Problem Based Learning
  3. Penerapan model pembelajaran flipped classroom
  4. Penerapan model Active Learning tipe Card Sort 
  5. Penerapan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP)
  6. Penerapan model pembelajaran berbasis projek.
Catatan: Setiap alternatif solusi disertai dengan analisis pros dan cons.

Ini Komprehensif :

PENGERTIAN
Uji komprehensif merupakan penilaian yang dilakukan secara menyeluruh tentang kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah, penyebab, penentuan solusi terhadap masalah yang diidentifikasi, serta kemampuan mahasiswa dalam merancangrencana aksi dan rencana evaluasi.

Selain itu, uji komprehensif juga dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan Literasi-Numerasi, HOTS dan TPACK yang bersumber dari perangkat pembelajaran yang dihasilkan dari tahapan pembuatan rencana aksi dan rencana evaluasi.

Dengan demikian, uji komprehensif merupakan proses mengukur kesiapan dan kecukupan kompetensi mahasiswa sebelum mengikuti PPL (praktik pembelajaran inovatif).

Hari ke-19 : (Rencana Aksi I)
  • Tinjauan diskusi pilihan solusi
  • Analisis kurikulum, prota promes
Hari ke-20 
  1. Menyusun RPP
  2. Menyusun bahan ajar
  3. Menyusun media

Praktik Pembelajaran Inovatif
Tagihan Desain Pembelajaran Inovatif 


DR. AHMAD ZAKI

setting belajarnya ada dua bagian 
  • 57 hari dalam belajar di LMS
  • 138 hari dalam belajar di LMS
tahun ini UNM total 1567 peserta terbagi menjadi 46 kelas
pembelajaran dimulai tanggal 4 Nopember 2022

aktivitas belajar mandiri, ada modul 6 set
akan ditagih saat belajar pertama LMS
finalisasi tagihan LK. 01 dalam bentuk pdf



LMS
Pendahuluan
Orientasi
Pengantar
Pendalaman materi

Rabu, 02 November 2022

Deskripsi

Deskripsi :

Sesuai dengan Dapodik, sebagai guru non PNS di SMK Negeri 5 Surabaya. Tahun ini dengan mengikuti implementasi kurikulum merdeka mengampu mapel Dasar Program Keahlian Kamia Analisis (36 Jampel) dan Teknik Informatika (8 Jampel).

Dengan berlatar belakang S-1 Teknik Kimia dan S-2 Magister Teknik Industri serta pernah magang di PT. Petrokimia Gresik (6 bulan) dan PT. Barata Indonesia - Industri pengecoran logam (3 bulan), membuat suasana pembelajaran menyenangkan, siswa sangat antusias dalam belajar sambil mendapatkan wawasan dunia industri sebagai bekal saat mereka lulus nantinya

Walaupun jam pembelajaran overload, tetapi saya menjalankan penugasan dari pimpinan SMK Negeri 5 Surabaya dengan ihlas dikarenakan banyak rekan guru senior yang purna tugas, disertai ikhtiar dan doa semoga saya bisa diangkat menjadi ASN-PPPK agar bisa lebih luas dalam berkiprah di dunia pendidikan. Untuk ikut serta membantu mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Sekaligus sebagai pahala jariyah ilmu untuk bekal saat menghadap kehadirat Allah SWT kelak diakhirat.

Untuk berbagi pengalaman, mendokumentasikan jejak digital dalam web blog pribadi : www.onnyfahamsyah.blogspot.com


Riwayat Pendidikan

Riwayat Kerja

Pengalaman Organisasi

Pengalaman kursus/ pelatihan

Pengalaman pengembangan profesi





Jumat, 28 Oktober 2022

Argentometri



Dalam kimia analitik argentometri adalah jenis titrasi yang melibatkan ion perak (I). ini digunakan untuk menentukan ion halida (Cl-, Br-, I-) dalam sampel. Larutan sampel dititrasi terhadap larutan perak nitrat dengan konsentrasi yang diketahui. Ion klorida bereaksi dengan ion perak(I) untuk menghasilkan perak klorida yang tidak larut :

Ag+ (aq) + Cl (aq) → AgCl (s) (K = 5.88 × 109)


Metode Volhard

Contoh titrasi belakang, metode Volhard, dinamai Jacob Volhard, melibatkan penambahan kelebihan perak nitrat ke analit; perak klorida disaring, dan sisa perak nitrat dititrasi terhadap amonium tiosianat dengan besi amonium sulfat sebagai indikator yang membentuk [Fe(OH2)5(SCN)]2+ berwarna merah darah pada titik akhir :

Ag+ (aq) + SCN (aq) → AgSCN (s) (Ksp = 1.16 × 10−12)


Fe(OH)(OH2)2+5 (aq) + SCN (aq)→ [Fe(OH2)5(SCN)]2+ + OH


Metode Mohr

Dalam metode Mohr, dinamai Karl Friedrich Mohr, Kalium kromat adalah indikator, memberikan kromat perak merah setelah semua ion klorida bereaksi :

2Ag+ (aq) + CrO2−4 (aq) → Ag2CrO4 (s) (Ksp = 1.1 × 10−12)

Solusinya harus mendekati netral, karena perak hidroksida terbentuk pada pH tinggi, sedangkan kromat membentuk H2CrO4 pada pH rendah, mengurangi konsentrasi ion kromat, dan menunda pembentukan endapan. Karbonat dan fosfat mengendap dengan perak, dan harus absen untuk mencegah hasil yang tidak akurat.

Metode Mohr dapat diadaptasi untuk menentukan kandungan klorin total sampel dengan menyalakan sampel dengan kalsium, kemudian asam asetat. Kalsium asetat "memperbaiki" klorin bebas, mengendapkan karbonat, dan menetralkan larutan yang dihasilkan. Ferric acetate menghilangkan fosfat. Semua klorida dilarutkan dari residu, dan dititrasi.


Prinsip :

AgNO3 akan bereaksi dengan NaCl membentuk endapan AgCl yang berwarna putih. Bila semua Cl sudah habis bereaksi dengan Ag+ dari AgNO3, maka kelebihan sedikit Ag+ akan bereaksi dengan CrO2 dari indikator K₂CrO4 yang ditambahkan, ini berarti titik akhir titrasi telah dicapai, yaitu bila terbentuk warna merah bata dari endapan Ag₂CrO4.

Reaksinya :

Ag + Cl  → AgCl (putih)

Ag + CrO² → Ag₂CrO, (merah bata)


Tingkat keasaman (pH) larutan yang mengandung NaCl berpengaruh pada titrasi. Titrasi dengan metode Mohr dilakukan pada pH 8. Jika pH terlalu asam (pH<6), sebagian indikator K₂CrO, akan berbentuk HCrO4-, sehingga larutan AgNO, lebih banyak yang dibutuhkan untuk membentuk endapan Ag2CrO4-


Pada pH basa (pH>8), sebagian Ag' akan diendapkan menjadi perak karbonat atau perak hidroksida, sehingga larutan AgNO, sebagai penitrasi lebih banyak yang dibutuhkan.


Contoh Metode Volhard :

PENENTUAN KADAR NaCI DALAM GARAM DAPUR

Tujuan :

Menetapkan kadar NaCl dalam garam dapur dengan cara menstandardisasi larutan garam dapur

menggunakan Argentometri metode Volhard.


Cara Kerja :

  1. Larutkan 1,00 gram sampel garam dapur (telah dikeringkan dalam oven selama 1 jam, suhu 110°C) dengan aquades di dalam labu ukur 250 mL.
  2. Ambil 25,00 mL larutan tersebut dengan pipet volume tuangkan ke dalam labu erlenmeyer 250 ml.
  3. Tambahkan 1 mL asam nitrat 4 M dan 5 mL larutan Fe(NH4)2SO4 1N.
  4. Tambahkan larutan standar AgNO3 (dalam keadaan berlebih tetapi harus diketahui volumenya dengan pasti) ke dalam larutan yang ada dalam erlenmeyer.
  5. Tambahkan 15 mL nitro benzena, kemudian labu erlenmeyer ditutup dan dikocok secara merata sehingga semua endapan AgCl dilapisi oleh nitro benzena.
  6. Sisa AgNO3 yang bereaksi dengan ion klorida (CI) dititrasi dengan larutan standar NH₂SCN
  7. menggunakan indikator larutan Fe(NH4)SO4 1 N sebanyak 5 mL. Titik akhir titrasi dicapai pada saat pertama kali terbentuk warna merah coklat.
  8. Percobaan dilakukan 3 kali
  9. 8. Hitung kadar (%) NaCl dalam garam dapur dengan persamaan :










Metode Fajans


Dalam metode Fajans, dinamai Kazimierz Fajans, biasanya diklorofluorescein digunakan sebagai indikator; titik akhir ditandai dengan suspensi hijau yang berubah merah muda. Sebelum titik akhir titrasi, ion klorida tetap berlebih. Mereka teradsorpsi pada permukaan AgCl, memberikan muatan negatif pada partikel. Melewati titik ekivalen, ion-ion perak(I) berlebih menyerap pada permukaan AgCl, memberikan muatan positif. Pewarna anionik seperti diklorofluorescein tertarik ke partikel, dan mengalami perubahan warna setelah adsorpsi, mewakili titik akhir. Eosin (tetrabromofluorescein) cocok untuk titrasi terhadap anion bromida, iodida, dan tiosianat, memberikan titik akhir yang lebih tajam daripada dichlorofluorescein. Ini tidak cocok untuk titrasi terhadap anion klorida karena ia berikatan dengan AgCl lebih kuat daripada klorida


Prinsip :
Pada titrasi Argentometri dengan metode Fajans ada dua tahap untuk menerangkan titik akhir titrasi dengan indikator absorpsi (fluorescein).

Selama titrasi berlansung (sebelum TE) ion halida (X) dalam keadaan berlebih dan diabsorbsi pada permukaan endapan AgX sebagai permukaan primer.

Ag+  + X-→ AgX : X- Na+

Setelah titik ekivalen tercapai dan pada saat pertama ada kelebihan AgNO, yang ditambahkan Ag akan berada pada permukaan primer yang bermuatan positif menggantikan kedudukan ion halida (X). 

Bila hal ini terjadi maka ion indikator (Ind) yang bermuatan negatif akan diabsorpsi oleh Ag+ (atau oleh permukaan absorpsi).

AgX: Ag+  + Ind
(merah muda)

Jadi titik akhir titrasi tercapai bila warna merah telah terbentuk.


SUMBER : 
  1. WIKIPEDIA
  2. Panduan belajar siswa









Kamis, 27 Oktober 2022

Wisata Religi Surabaya-Gresik-Lamongan

 Destinasi :

  1. Makam Sunan Ampel Surabaya
  2. Makam Sunan Giri Gresik
  3. Makam Sunan Derajat Lamongan
  4. Wisata Bahari Lamongan
Pelaksanaan ;
Ahad, 27 Nopember 2022

Berangkat pukul 06.00 wib di depan TK. Al-Fajar (parkir motor di satpam YKP)

Kuota : 1 bus (60 orang)

Infaq Kegiatan : Rp. 100.000,- (orang)
Termasuk :
  1. Transportasi bus
  2. Parkir bus
  3. Fee Parkir motor pemberangkatan 
  4. Biaya tol
  5. Infaq makam
  6. Sarapan pagi
  7. Fee sopir 

Tidak termasuk :
  1. Tiket masuk WBL
  2. Transportasi dari bus ke lokasi (bila ada) contohnya  ke makam Sunan Giri 

Personal panitia  :
  1. Bapak Budirama
  2. Bapak Abdul Latif
  3. Bapak Onny Fahamsyah 
Anggaran Dana :

Pemasukan dari 60 peserta 
= 60 x Rp. 100.000,-
= Rp. 6000.000,-

Pengeluaran bus 1 :
  • Transportasi bus.....Rp. 4.000.000,-
  • Parkir bus.....Rp. 200.000,-
  • Fee Parkir motor pemberangkatan.....Rp 200.000,-
  • Biaya tol.....Rp. 200.000,-
  • Infaq makam.....Rp. 100.000,-
  • Sarapan pagi (62 x Rp. 8000.....Rp. 500.000,-
  • Fee sopir & kernet.....Rp. 300.000,-
  • Dana Taktis.....Rp. 200.000,-
Sub Total Pengeluaran : Rp. 6.000.000,-

Asumsi pengeluaran bus 2 : (35 seat)
  • Transportasi bus.....
  • Parkir bus.....Rp. 200.000,-
  • Fee Parkir motor pemberangkatan.....Rp 100.000,-
  • Biaya tol.....Rp. 200.000,-
  • Infaq makam.....Rp. 100.000,-
  • Sarapan pagi (37 x Rp. 8000.....Rp. 296.000,-
  • Fee sopir & kernet.....Rp. 300.000,-
  • Dana Taktis.....Rp. 200.000,-
Pemasukan :
  1. Pembayaran infaq 87 peserta.....Rp. 8.700.000,-
  2. Taktis kas Musholla As-Suyudi.....Rp. 4.000.000,-
Total : Rp. 12.700.000,-


Asumsi pengeluaran 
  1. Transportasi bus.....Rp. 7.600.000,-
  2. Parkir bus.....Rp. 730.000,-
  3. Fee Parkir motor.....Rp 200.000,-
  4. Biaya tol.....Rp. 200.000,-
  5. Infaq makam.....Rp. 200.000,-
  6. Sarapan pagi (95 x Rp. 8000.....Rp. 760.000,-
  7. Fee sopir & kernet.....Rp. 600.000,-
  8. Obat P3K.....Rp. 100.000,-
  9. Perbaikan rumput.....Rp. 150.000,-
  10. Spanduk.....Rp. 159.000,-
  11. Lain-lain (refund Pasuruan).....Rp. 600.000,-
Total Pengeluaran  : Rp. 11.299.000,-

Saldo : Rp. 1.401.000,-

Asumsi terpenuhi bila peserta bayar minimal 60 orang (dibantu kas Musholla As-Suyudi Rp. 4.000.000,-)

Rundown Kegiatan :
  1. Pukul 05.30-06.00 berkumpul di depan TK Al-Fajar
  2. Pukul 06.00 - 07.00 menuju makam sunan Ampel
  3. 07.00 - 08.00 Tahlil dan doa di makam sunan Ampel
  4. 08.00 - 09.00 menuju makam sunan giri
  5. 09.00 - 10.00 tahlil dan doa di makam sunan giri
  6. 10.00 - 12.00 perjalanan ke makam sunan derajat
  7. 12.00 - 13.00 sholat dan tahlil di makam sunan derajat
  8. 13.00 - 13.15 perjalanan ke WBL
  9. 13.15 - 16.00 eksplorasi wisata di WBL
  10. 16.15 - 18.30 perjalanan pulang ke Surabaya
  11. 18.30 sampai kembali di TK Al-Fajar Medokan Ayu 
WBL Lamongan 

Makam Sunan Ampel 

Makam Sunan Giri 

Makam Sunan Derajat 

Aktivitas :
  1. Pak Budirama men-DP bus 1 sebesar 1 juta
  2. Pak Onny men-DP bus 2 sebesar 1 juta
  3. Pak Onny membayar pembuatan spanduk Rp. 159.000,-
  4. Mas Dewa bayar 2 seat ke pak Budirama

Pemetaan tempat duduk 

Bus 1 :
  1. Bapak Huriyanto✔️
  2. Bapak Huriyanto✔️
  3. Bapak Haris 99 (req duduk depan)✔️
  4. Bapak Haris 99✔️
  5. Bapak Abdul Latif✔️
  6. Bapak Abdul Latif✔️
  7. Bapak Budirama✔️
  8. Bapak Budirama✔️
  9. Bapak Budirama✔️
  10. Bapak Budirama ✔️
  11. Bapak Tjipto✔️
  12. Bapak Tjipto✔️
  13. Bapak Tjipto ✔️
  14. Bapak Ismail 6a✔️
  15. Bapak Pongki 6d✔️
  16. Bapak Pongki 6d✔️
  17. Bapak Pongki 6d✔️
  18. Bapak Pongki 6d✔️
  19. Didik W gg 11✔️
  20. Yetty gg 11✔️
  21. Bapak Toto 6a✔️
  22. Bapak Toto 6a✔️
  23. Bapak Rifa'i 6b✔️
  24. Bapak Rifa'i 6b✔️
  25. Bapak Hakam 6a✔️
  26. Bapak Hakam 6a✔️
  27. Bapak Hakam 6a✔️
  28. Bapak Kusno 6b✔️
  29. Bapak Kusno 6b✔️
  30. Cak Pii gg 9✔️
  31. Cak Pii gg 9✔️
  32. Cak Pii gg 9✔️
  33. Cak Mar 6a✔️
  34. Cak Mar 6a✔️
  35. Cak Mar 6a✔️
  36. Cak Mar 6a✔️
  37. Bapak Eko 6a✔️
  38. Bapak Eko 6a✔️
  39. Mbah Saniati✔️
  40. Faruq✔️
  41. Mbak Wati✔️
  42. Bapak Seger 6b✔️
  43. Bapak Seger 6b✔️
  44. Mas Dewa✔️
  45. Mas Dewa ✔️
  46. Yayan✔️


Bus 2 :
  1. Pak Djoko Sudarto (req duduk depan)✔️
  2. Pak Djoko Sudarto✔️
  3. Bapak Onny✔️
  4. Bapak Onny✔️
  5. Bapak Onny✔️
  6. Bapak Onny✔️
  7. Bu. Tum✔️
  8. Bu. Sum✔️
  9. Bapak Hadi Ilham 6raya✔️
  10. Bapak Hadi Ilham 6raya✔️
  11. Bapak Hadi Ilham 6raya✔️
  12. Attar 6b✔️
  13. Attar 6b✔️
  14. Attar 6b✔️
  15. Attar 6b✔️
  16. Uti Wisam 6b✔️
  17. Mbah Hardy✔️
  18. Bapak Hariyadi✔️
  19. Bapak Hariyadi✔️
  20. Bapak Hariyadi ✔️
  21. Bapak Sukardi 6b✔️
  22. Bapak Sukardi 6b✔️
  23. Bapak Sukardi 6b✔️
  24. Bapak Jainul✔️
  25. Bu. Jainul✔️
  26. Sultan✔️
  27. Vita 6a/54✔️
  28. Bapak Harman✔️
  29. Bapak Harman✔️
  30. Bapak Pardi 6c✔️
  31. Bapak Said 6c✔️
  32. Bapak Said 6c✔️
  33. Bapak Said 6c✔️
  34. Bu. Tarmi 6b✔️
  35. Kaji Darul✔️
  36. Suami mbak Ifa 6raya✔️
  37. Pak Samsul 6b✔️
  38. Pak Samsul 6b✔️
  39. Bapak Andry 6d✔️
  40. Ibu Ragil 6c✔️
  41. Mbak Luluk (Bu Ragil 6c)✔️
  42. Bapak Nardi 6raya✔️
  43. Bapak Tri Kerupuk 6d✔️












Rabu, 26 Oktober 2022

MAIL MERGE

Mail Merge adalah fitur yang dapat kalian gunakan untuk menghasilkan surat, amplop, undangan, dan lain-lain secara berulang, tetapi terdapat beberapa komponen yang berbeda misalnya nama dan alamat yang dituju.

Dalam hal ini, kita tidak perlu membuat dokumen sebanyak jumlah nama/tujuannya, tetapi hanya cukup menggunakan satu dokumen Word dan daftar nama/ alamat yang dapat disimpan dalam daftar, basis data, atau spreadsheet. Langkah-Langkah Aktivitas 

  1. Buka Excel. 
  2. Buatlah tabel yang berisi data nama siswa, alamat, nama orang tua, kurang lebih seperti contoh di bawah ini. 
  3. Simpanlah file Excel tersebut. 
  4. Buka Word. 
  5. Buatlah dokumen surat kurang lebih seperti pada contoh berikut ini
  6. Klik Mailings Select recipients Use an existing list. 
  7. Carilah file excel yang telah dibuat sebelumnya pada langkah 1-3. 
  8. Klik Open pilih sheet yang sesuai klik OK. 
  9. Letakkan kursor pada sebelah kanan ‘Yth.’. 
  10. Klik Insert Merge Field pilih Hubungan. 
  11. Ulangi langkah 9 dan 10 untuk bagian-bagian lain dari dokumen surat sehingga diperoleh hasil seperti gambar berikut. 
  12. Untuk melihat hasilnya, klik Preview Result. Tampilan hasil seperti pada gambar berikut. 
  13. Gerakkan panah ke kiri dan ke kanan untuk melihat tampilan data lainnya. Data pada setiap baris akan ditampilkan satu per satu.
Kerjakan quis :

Hasilnya ditulis pada kolom komentar di postingan ini

Senin, 24 Oktober 2022

Preparasi Sampel

 

Tujuan :

  1. Mempreparasi sampel garam kasar
  2. Melakukan preparasi sampel dengan baik dan benar
  3. Bertujuan untuk mempersiapkan sampel agar siap uji
Teori dasar :

Sampling atau preparasi sampel secara umum sebagai suatu proses pengambilan sebagian kecil contoh dari suatu material sehingga karaktersitik contoh material tersebut mewakili keseluruhan material. 

Sampling bukanlah suatu pengembangan modern tetapi pendahuluan metode statistik dan kontrol kualitas dalam berbagai industri telah berperan banyak terhadap kedudukannya saat ini.

suatu proses sampling terdiri atas langkah-langkah sampling yang berhasil. Suatu unit sampling dapat didefinisikan sebagai besar paket minimum materi yang diambil dari suatu sub sampel. sub sampel adalah suatu sampel bruto dengan ukuran lebih kecil

Preparasi sampel adalah proses persiapan suatu sampel agar layak untuk diuji di laboratorium. Maksudnya adalah preparasi bertujuan untuk mempersiapkan suatu zat yang akan dianalisis di laboratorium. hal ini disebabkan dalam analisa kimia terkadang terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum sampel itu diuji, antara lain adalah ukuran sampel terdapat dua syarat yang harus dipenuhi dalam prosedur pengambilan sampel, yaitu representatif  (dapat memenuhi/mewakili karakteristik populasi) besarnya memadai. 

Dikatakan representatif apabila ciri-ciri sampel sama atau hampir sama dengan ciri-ciri populasi. dengan sampel yang representatif maka informasi yang dihasilkan relatif sama dengan informasi yang dikandung populasi.

Sampling dibagi menjadi empat, yaitu :
  1. Sampling lapangan
  2. Sub sampling
  3. Bahan uji dari sampling
  4. Menyiapkan arsip sampling
Alat dan Bahan :
  1. Mortar & Alu
  2. Kertas
  3. Spatula Logam
  4. Neraca Analitik
  5. Plastik
  6. Sendok Makan
  7. Garam grosok / garam kasar
Prosedur Percobaan :
  1. Persiapan alat dan bahan
  2. Masukan garam grosok ke mortar lalu gerus dan hancurkan hingga halus
  3. Letakkan hasil tumbukkan atau gerusan garam tadi ke atas kertas lalu homogenkan
  4. Buat garam tersebut melingkar lalu menjadi empat bagian
  5. Ambil 2 bagian secara diagonal dan masukan ke dalam plastik menggunakan sendok
  6. Buat garam menjadi 4 dan ambil 2 bagian secara diagonal, dan masukan ke plastik menggunakan sendok
  7. Ratakan garam yang telah halus dengan spatula, ambil 4 bagian secara vertikal dari kiri - kanan lalu letakkan ke gelas arloji hingga beratnya 50 - 100 gram
  8. Timbang dengan neraca analitik, tambahkan jika kurang dari 50 gram dan kurangi jika lebih dari 100 gram

Pertanyaan :
  1. Apa yg dimaksud dengan sampel ?
  2. Apakah tujuan pengambilan sampel ?
  3. Apa yang dimaksud dengan preparasi sampel ?
  4. Langkah apa yang dilakukan untuk melaksanakan preparasi sampel ?
  5. Tuliskan lima langkah langkah utama pengambilan sampel ?
  6. Bagaimana cara menentukan jumlah sampel dalam penelitian ?
  7. Apa fungsi mortar dan alu ?

Kromatografi Kertas

 


Tujuan ;

  1. Untuk menambahkan campuran dengan cara kromatografi kertas
  2. Untuk menganalisis warna primer atau sekunder pada percobaan dengan menggunakan tinta
Teori Dasar :

Kromatografi Kertas adalah sebuah teknik dalam penelitian yang digunakan untuk memisahkan komponen campuran menjadi bagian-bagian partikel penyusun komponen campuran dengan melihat karakteristiknya seperti ukuran, massa, bentuk, dan lainnya.

Campuran terdiri atas dua atau lebih zat tunggal yang masih memiliki sifat-sifat lainnya. Suatu zat dapat dipisahkan dari campurannya karena mempunyai perbedaan sifat komponen campuran. Hal ini dinamakan dasar pemisahan. Beberapa dasar pemisahan campuran antara lain sebagai berikut :
  1. Ukuran partikel
  2. Titik didih
  3. Perbedaan larutan
  4. Pengendapan
  5. Difusi
  6. Absorbsi
Alat dan Bahan :
  1. Beaker glass 
  2. Kertas saring
  3. Lidi
  4. Stabilo lima warna / spidol warna
  5. Air
Spidol warna 


Stabilo lima warna 





Prosedur :
  1. Menyiapkan beaker glass, Mengisi air setinggi 1 cm dari dasar beaker
  2. Memberi titik noda pada kertas saring di tengah (1 cm dari bawah)
  3. Menggantung kertas saring yang sudah diberi noda stabilo ke dalam beaker glass 
  4. Menunggu noda tidak terlihat ke atas lagi
  5. Membiarkan sampai kering


Soal wawasan :
  1. Apa yang dimaksud dengan metode kromatografi ?
  2. Bagaimana prinsip kerja dari kromatografi ?
  3. Apa saja yang dapat dipisahkan dengan kromatografi ?
  4. Apa Manfaat dari kromatografi ?
  5. Bagaimana Penerapan kromatografi dalam kehidupan sehari hari ?
  6. Apa saja kekurangan kromatografi kertas ?
  7. Apa yang dimaksud dengan fase diam pada kromatografi ?
  8. Kromatografi modern apa saja ?
  9. Apa itu uji KLT ?
  10. Bagaimana cara menghitung nilai Rf ? dan berapa nilai Rf yang baik ?

contoh perhitungan :




kerjakan kuis di bawah ini :
 

https://quizizz.com/join?gc=13292883


kirim nilai dan identitas siswa pada komentar di bawah ini 

Jumat, 21 Oktober 2022

Permanganometri


PERMANGANOMETRI

Adalah oksidimetri yang menggunakan kalium permanganat sebagai larutan titrasi

KMnO4 adalah suatu zat padat hitam larut dalam air, larutannya berwarna ungu dan bertindak sebagai oksidator.

Permanganometri digunakan untuk mencari titer suatu zat yang bersifat sebagai reduktor, dalam suasana asam (menggunakan asam sulfat 4N), setengah reaksi reduksinya dalam suasana asam adalah

MnO4 + 8H+ + 5e→ Mn2+ + 4H₂O

Beberapa reduktor yang kadarnya dapat ditentukan dengan menggunakan larutan kalium permanganat, antara lain :


Asam oksalat (H₂C₂O4)

H₂C₂O4 → 2H+  + 2CO₂ + 2e


Senyawa besi (II)

Fe2+ → Fe3+


senyawa sulfit

SO3 2- + H2O → SO4 2- + 2H+  + 2e


hidrogen peroksida

H2O2 → 2H+ + O2 + 2e


karena permanganometri termasuk oksidimetri, maka untuk mengubah mol reduktor atau oksidator menjadi ekivalen berdasarkan pada banyaknya elektron yangdilepaskan atau yang diikat.

Contoh: 1 mol ion MnO4- = 5 ek 1 mol C₂0₂²- = 2 ek

Pada titrasi permanganometri ini tidak perlu ditambahkan suatu indikator, karena KMnO4 sendiri berwarna ungu, dan pada saat titik akhir dicapai terjadi perubahan warna (warna ungu hilang)

Larutan KMnO4 selalu memakai H₂SO4 encer sebagai suasana asam, karena asam-asam lain tidak memenuhi syarat sebagai pelarut. Pelarut yang baik adalah pelarut yang tidak ikut bereaksi


Contoh soal

Untuk menentukan kadar H₂O₂ dalam larutan perhidrol, maka ditimbang 10 gram larutan perhidrol dan diendapkan dengan air menjadi 100 mL. Dipipet 25 mL dan dititrasi dengan larutan KMnO4 dalam lingkungan asam H₂SO4. pada titrasi ini diperlukan 20 mL KMnO4 0,25 N. Hitung kadar H₂O₂ dalam larutan perhidrol tsb.

Penyelesaian :