Rabu, 29 Oktober 2025
Wisuda S-1 Bunda
Kamis, 16 Oktober 2025
Pelatihan Kewirausahaan Bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI)
- Rabu, 15 Oktober 2025
- 09.00 - selesai
- Technopak Lt. 2
- Bpk. Ibu guru (data terlampir)
- Note: Peserta mohon membawa gadget dan alat tulis
Senin, 13 Oktober 2025
OTK - Penukar Ion
Tujuan praktikum
- Melunakan air : Menghilangkan ion kesadahan seperti kalsium dan magnesium dari air dengan menggantinya menggunakan ion lain seperti natrium atau hidrogen
- Menentukan kadar ion : Mengukur konsentrasi ion dalam suatu larutan setelah proses pertukaran.
Peralatan dan bahan :
- Resin penukar kation: Mengandung ion positif seperti hidrogen atau natrium untuk menukar kation.
- Resin penukar anion: Mengandung ion negatif seperti hidroksida atau klorida untuk menukar anion.
- Kolom penukar ion: Tabung tempat resin dimasukkan.
- Alat pengukur: pH meter, konduktometer, dan tds meter
- Bahan kimia sampel air yang akan diolah (misalnya larutan CaCl2) untuk kesadahan
- larutan HCl atau basa NaOH untuk regenerasi resin.
- Kolom diisi dengan resin penukar ion dan dicuci dengan larutan pembersih untuk menghilangkan kontaminan dan mengaktifkan resin.
- Regenerasi: Resin diaktifkan menggunakan larutan asam atau basa. Untuk resin penukar kation biasanya menggunakan HCl, Untuk resin penukar anion menggunakan NaOH.
- Proses Pertukaran Ion : Sampel air dilewatkan melalui kolom.
- Analisis Hasil : Air diuji parameter-parameternya (pH, kesadahan, kekeruhan) setelah melalui proses pertukaran ion.
- Regenerasi Berulang: Resin dapat digunakan berulang kali. Setelah resin jenuh, proses regenerasi dapat diulang untuk mengaktifkan kembali resin.
- Uji Kualitatif (opsional): Menambahkan reagen (misalnya calsium chlorida) ke dalam sampel air sebelum dan sesudah perlakuan. Reaksi yang terjadi akan menunjukkan perubahan kesadahan.
OTK - (Grinding & Sizing) Pembuatan Merica Bubuk Secara Sederhana
Tujuan :
Mengetahui cara membuat merica bubuk dengan peralatan sederhana sehingga menghasilkan bubuk yang halus dan seragam
Alat :
- Saringan teh
- Blender bumbu
- Cobek
- Alat penggerus (ulekan)
- Sendok
- Mangkuk kecil
Bahan :
- Merica
Langkah Kerja:
- Siapkan seluruh alat dan bahan.
- Masukkan merica ke dalam cobek.
- Hancurkan merica dengan alat penggerus hingga halus.
- Saring merica yang sudah dihancurkan menggunakan saringan teh agar teksturnya halus dan merata.
- Kumpulkan bubuk merica dalam mangkuk kecil, lalu timbang perolehannya
- Ulangi percobaan dengan alat blender bumbu. Bandingkan hasilnya
MODUL PRAKTIKUM: ANALISIS BILANGAN REYNOLDS (Reynolds Number)
Setelah menyelesaikan praktikum ini, Anda diharapkan mampu:
Menganalisis secara kuantitatif pengaruh kecepatan aliran (v), diameter pipa (D), dan viskositas fluida (nu) terhadap besarnya Bilangan Reynolds (Re).
Mengidentifikasi dan mengkategorikan rejim aliran (laminar, transisi, dan turbulen) secara visual maupun matematis.
Bilangan Reynolds (Re) adalah parameter tak berdimensi yang membandingkan gaya inersia (inertia force) terhadap gaya viskos (viscous force):
Aliran Laminar (Re < 2300): Gaya viskos mendominasi. Fluida bergerak mulus sejajar dalam lapisan-lapisan (laminae).
Aliran Transisi (2300 < Re < 4000): Kondisi kritis di mana aliran tidak stabil dan berfluktuasi antara laminar dan turbulen.
Aliran Turbulen (Re > 4000): Gaya inersia mendominasi. Aliran acak, penuh pusaran (eddies), dan terjadi percampuran momentum yang intensif.
Aparatus Osborne Reynolds / Fluid Friction Apparatus: Pipa transparan lengkap dengan sistem injeksi pewarna (dye injection).
Bangku Hidrolik (Hydraulic Bench): Tangki air, pompa sirkulasi, dan katup pengatur aliran utama.
Manometer U / Pressure Transducer: Mengukur beda tekanan (🛆h) sepanjang pipa.
Alat Ukur Tambahan: Stopwatch, Termometer, dan Gelas Ukur Volumetrik.
PROSEDUR KERJA PRAKTIKUM
Langkah 1:
Persiapan Alat & Bleeding Air : Menstabilkan aliran dan membuang jebakan udara.Periksa ketersediaan air pada tangki penampung hydraulic bench.
Nyalakan pompa air dan buka katup utama agar air mengisi head tank hingga melimpah secara konstan (steady).
Bleeding Air: Buka katup buang udara pada selang manometer untuk membuang seluruh gelembung udara yang terjebak.
Diamkan air di dalam tangki selama 3–5 menit agar tidak ada turbulensi sisa di dalam penampung.
Periksa ketersediaan air pada tangki penampung hydraulic bench.
Nyalakan pompa air dan buka katup utama agar air mengisi head tank hingga melimpah secara konstan (steady).
Bleeding Air: Buka katup buang udara pada selang manometer untuk membuang seluruh gelembung udara yang terjebak.
Diamkan air di dalam tangki selama 3–5 menit agar tidak ada turbulensi sisa di dalam penampung.
Ukur suhu air (T) pada tangki menggunakan termometer.
Catat nilai massa jenis (rho) dan viskositas dinamik (mu) berdasarkan tabel standar sifat fisik air sesuai suhu terukur.
Buka katup injeksi pewarna secara perlahan hingga terbentuk benang pewarna di tengah pipa transparan.
Atur Debit Rendah: Buka katup pengatur aliran sedikit demi sedikit sampai terbentuk garis pewarna yang lurus mulus (Laminar).
Catat beda tinggi tekan (🛆h) pada manometer.
Ukur debit aliran (Q) dengan metode volumetrik: catat waktu (t) yang dibutuhkan air untuk mencapai volume tertentu (V) pada tangki ukur (Q = V/t).
Atur Debit Sedang & Tinggi: Perbesar debit aliran secara bertahap hingga benang pewarna mulai bergelombang (Transisi) dan akhirnya pecah menyebar (Turbulen).
Catat data V, t, 🛆h dan bentuk visual tinta pada setiap variasi debit (minimal 8–10 variasi data).
Tutup katup injeksi pewarna dan bersihkan sisa pewarna dengan mengalirkan air jernih.
Tutup katup pengatur aliran, matikan saklar pompa, dan cabut kabel daya.
Buka katup drainase untuk mengosongkan tekanan sisa pada manometer.
Suhu Air (T): ....................͒C
Massa Jenis Air (ρ): ............kg/m^3
Viskositas Dinamik (μ):............Pa.s
Diameter Pipa (D): .............m
Panjang Pipa (L):....................m
OTK - Prinsip Peralatan Absorpsi
Tujuan :
- Mempelajari prinsip kerja proses absorpsi gas ke dalam cairan.
- Mengetahui pengaruh volume cairan penyerap terhadap proses absorpsi.
- Mengamati hasil proses penyerapan gas oleh cairan dengan variasi waktu.
Alat :
1. Botol bekas air mineral
2. Selang kecil
3. Gelas beaker
4. Gelas ukur
5. Corong
6. Pengaduk kaca
7. Stopwatch
8. Plastisin atau lem silikon
Bahan :
1. Air
2. Cuka dapur (asam asetat)
3. Soda kue (natrium bikarbonat / NaHCO₃)
4. Sabun cair
Prosedur kerja :
- Siapkan semua alat dan bahan sesuai kebutuhan.
- Lubangi tutup botol dan pasangkan selang kecil sebagai saluran gas masuk dan keluar.
- Masukkan larutan penyerap (campuran air dan sedikit cuka) ke dalam botol.
- Siapkan sumber gas dengan mereaksikan soda kue dan cuka di gelas beaker terpisah.
- Hubungkan selang dari gelas beaker yang menghasilkan gas ke botol berisi cairan penyerap.
- Amati gelembung gas yang terbentuk di dalam botol selama proses berlangsung.
- Catat waktu hingga gelembung berhenti atau jumlah gelembung berkurang.
- Ulangi percobaan dengan variasi volume larutan penyerap atau waktu kontak berbeda.
Analisis Fenomena Reaksi
Langkah pertama dalam pembahasan adalah menjelaskan reaksi kimia yang mendasari terbentuknya gas:
CH3COOH{(aq)} + NaHCO3{(s)} menjadi CH3COONa{(aq)} + H2O{(l)} + CO2{(g)}
- Pembentukan Gas : Laju produksi CO2 sangat bergantung pada konsentrasi cuka dan luas permukaan soda kue. Semakin cepat reaksi berlangsung, semakin tinggi tekanan parsial CO2 yang harus diserap.
- Peran Air dan Cuka sebagai Absorben : Air murni bertindak sebagai pelarut fisik, sedangkan larutan cuka memiliki sifat kimia yang berbeda (karena adanya pengaruh ion asetat).
- Difusi CO2 dari badan utama gas ke antarmuka gas-cair.
- Pelarutan CO2 ke dalam lapisan film cair.
- Difusi CO2 dari antarmuka ke badan utama cairan.
- Absorpsi oleh Air: Merupakan proses absorpsi fisik murni. Kelarutan CO2 dalam air mengikuti Hukum Henry (p = H.x). Efektivitasnya bergantung penuh pada suhu dan tekanan.
- Absorpsi oleh Cuka : Karena cuka sudah mengandung asam asetat, terdapat efek "Common Ion Effect" atau perubahan pH yang memengaruhi kelarutan CO2. Secara termodinamika, kehadiran solut lain dalam air (seperti asam) cenderung menurunkan kelarutan gas dibandingkan dalam air murni (salting-out effect).
- Tahap Awal : Laju absorpsi maksimal karena gradien konsentrasi (C^* - CL) besar.
- Tahap Akhir: Semakin lama waktu praktikum, konsentrasi CO2 terlarut di dalam air/cuka mendekati titik jenuh. Laju absorpsi akan melambat secara asimtotik hingga mencapai kesetimbangan
- Viskositas: Larutan cuka memiliki viskositas yang sedikit berbeda dari air murni, yang memengaruhi koefisien difusi (DAB)
- Kelarutan gas: Jelaskan apakah hasil Anda sesuai dengan teori kelarutan gas dalam larutan asam.
- Temperatur: Apakah reaksi antara soda kue dan cuka bersifat eksotermik? Jika suhu sistem meningkat, kelarutan gas dalam cairan akan menurun.
OTK - Ekstraksi Padat - Cair Pembuatan Minyak Kacang Tanah
Tujuan
Membuat minyak kacang tanah dengan cara ekstraksi soxhlet
Alat dan Bahan
Alat :
- Labu ekstraksi
- Labu distilasi
- Soxhlet
- Pendingin balik
- Pendingin leibig
- Adaptor
- Pompa air
- Selang pendingin
- Pemanas listrik
- Labu erlenmeyer
- Gelas ujur
- Buret
- Piknometer
- Statif & klem
- Cawan porselin
- Neraca
- Oven
- Desikator
Bahan :
- Pelarut (n-Heksan)
- kacang tanah
- Aquades
- Air pendingin
Cara Kerja
a. Persiapan bahan
- Timbang ±40 gr bahan kacang tanah
- Haluskan bahan dengan blender hingga berbentuk serbuk.
- Masukkan serbuk ke dalam selongsong ektraksi atau bungkus dengan kertas saring.
b. Proses ekstraksi menggunakan Soxhlet.
- Masukkan pelarut (±150 mL heksana) dalam labu alas bulat.
- Hubungkan labu dengan alat sokhlet, lalu pasang kondensor diatasnya.
- Nyalakan pemanas hingga pelarut mendidih dan sirkulasi berlangsung.
- Biarkan ekstraksi berlangsung selama±2 jam hingga minyak larut
- Setelah selesai, pisahkan pelarut dari minyak menggunakan destilasi liebieg
OTK- Ekstraksi Iodin dari larutan garam menggunakan minyak goreng
Tujuan Praktikum
- Menunjukkan prinsip dasar ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut non-polar (minyak)
- Mengamati perpindahan zat iodin dari air ke minyak melalui perubahan warna
- Melatih keterampilan dalam pemisahan dua pelarut yang tidak saling bercampur
- Siapkan 100 ml larutan air garam dengan 1 sendok teh garam.
- Tambahkan 5-10 tetes larutan iodin (Tincture atau Betadine), aduk hingga Homogen
- Tuangkan larutan kedalam botol transparan atau corong pisah
- Tambahkan 50 ml minyak goreng ke dalam campuran tersebut
- Kocok perlahan selama 1 menit, jangan terlalu keras agar tidak menghasilkan emulsi
- Diamkan ± 10 menit hingga terbentuk kedua lapisan jelas : lapisan atas (minyak) berubah warna menjadi kuning - coklat menunjukkan tanda iodin berpindah; lapisan bawah (Air) kehilangan warna menunjukkan tanda iodin telah diekstrak
- Pisahkan kedua lapisan dan bandingkan warna sebagai hasil ekstraksi.
OTK - Mixing
Tujuan Percobaan :
- Mempelajari proses pencampuran dua jenis cairan
- Mengetahui apakah dua cairan dapat bercampur secara homogen
- Mengamati pengaruh waktu dan kecepatan pengadukan terhadap hasil pencampuran
- Gelas beaker
- Gelas ukur
- Pengaduk stirer
- Pengaduk mekanik
- Stopwatch
- Corong
- Botol ukur (opsional)
- Pipet tetes
- Air
- Minyak goreng
- Alkohol / etanol
- Pewarna makanan
- Sabun cair
- Gula pasir
- Siapkan alat dan bahan sesuai kebutuhan
- Ukur volume masing-masing cairan yang akan dicampur
- Tuangkan cairan kedalam gelas beaker, salah satu lebih dahulu
- Tambahkan pewarna pada salah satu cairan agar mudah diamati
- Aduk campuran menggunakan pengaduk secara perlahan selama 3 menit
- Amati apakah campuran menjadi homogen atau terpisah kembali
- Ulangi dengan waktu pengadukan berbeda. atau tambahkan sabun cair, dan amati hasilnya
Kamis, 09 Oktober 2025
OTK - Absorpssi Gas CO2 pada Larutan NaOH
Alat
1. Alat Absorpsi dengan kolom isian
2. Gelas kimia 400ml
3. Erlenmeyer asah 250ml
4. Buret 50ml
5. Labu semprot
6. Corong kaca
7. Gelas ukur
8. Pipet ukur
9. Pipet volume
10. Pipet Filler
Bahan
1. Indikator pp
2. NaOH 0,1N
3. NaOH 1N
4. Aquadest
Prosedur Kerja
1. Siapkan seluruh pelaratan yang dibutuhkan, yaitu kolom absorpsi berisi material isian (packing), gelas kimia, erlenmeyer asah, buret, pipet ukur dan pipet volume, gelas ukur, corong kaca, labu semprot, serta pipet filler.
2. Siapakan pula bahan-bahan yang perlu, yaitu larutan NaOH 0,1N dan 1N, indikator fenolftalein (PP), serta aquadest untuk pelarut dan pembilasan.
3. Pasang kolom absorpsi secara vertikal dan isi kolom dengan material isian hingga sekitar tiga perempat tinggi kolom. Pastikan pisisi alat sudah stabil dan tidak mengalami kebocoran.
4. Siapkan larutan NaOH 0,1N di dalam gelas kimia, lalu alirkan larutan tersebut dari bagian atas kolom secara perlahan. Alirkan larutan tersebut dan bagian atas kolom secara perlahan. Alirkan dapat dilakukan menggunakan pompa kecil atau secara gravitasi, dan aturan agar konstan secara merata.
5. Sementara itu, alirkan gaa CO2 dari bagian bahwa kolom secara berlawanan arah (countet-current). Gas CO2 dapat berasal dari tabung CO2 dengan pengatur tekanan, atau dari hasil sublimasi dry ice yang diarahkan ke dalam kolom.
6. Biarkan gas CO2 dan larutan NaOH berinteraksi dalam kolom isian selama kurang lebih 5 hingga 10 menit, hingga larutan keluar dari bagian bawah kolom
7. Tampung Larutan hasil keluar dari kolom ke dalam erlenmeyer asah 250ml untuk di analisi lebih lanjut melalui proses titrasi.
8. Ambil sampel larutan hingga absorpsi menggunakan pipet volume sebanyak 25ml, lalu tambahkan 2-3 tetes indikator pp. Campuran akan berwarna merah muda jika masih mengandung basa (NaOH)
9. Lakukan titrasi terhadap larutan tersebut menggunakan larutan asam standar (misalnya HCL 0,1N) yang dituang melalui buret. Titrasi dilakukan hingga larutan berbah warna menjadi bening, yang menunjukan titik akhir titrasi.
10. Catat volume HCL yang digunakan dalam titrasi, lalu hitung konsentrasi NaOH yang terisisa dan volume CO2 yang berhasil diserap. Lakukan perhitungan efisiensi penyerapan berdasarkan data yang diperoleh.
Selasa, 07 Oktober 2025
PIK - Proses ekstaksi minyak atsiri jagung dari tepung maizena
Tujuan :
- Mengetahui secara garis besar proses pengekstrakan menggunakan soxhlet skala lab
- Dapat mengonversi proses pengambilan minyak jagung skala Lab menjadi Skala industri kimia (edible oil)
Alat :
- Statif klem
- kondensor
- Pompa air
- Wadah untuk penangas es
- Termometer (opsional)
- Statif klem
- Selang inlet & outlet kondensor
- Pompa air
- Wadah untuk penangas es
- Termometer (opsional)
- Bulp (opsional)
- Three way adapter
- Receiver adapter
- Erlenmeyer/bekerglas
bahan :
- Tepung maizena 30gr
- Pelarut n-Hexane 320ml
- Air bersih
- Es batu
- Kertas saring/selongsong
- benang/wol
Prosedur kerja:
a) ekstraksi
- Siapkan alat bahan
- Siapkan penangas
- Siapkan penangas es dengan wadah yang diisi air bersih dan es batu
- Pasang selang air di pompa untuk kondensor
- Masukkan pompa ke dalam penangas es
- Bungkus tepung maizena 30gr dalam selongsong/pocongan kertas saring
- Pasang labu alas bulat yang sudah diisi 320ml pelarut n-Hexane ke penangas
- Sambungkan tabung Soxhlet ke labu alas bulat
- Masukkan selongsong serbuk jagung
- Pasang kondensor diatas soxhlet
- Pasang statif klem, jepitkan ke kondensor
- Hubungkan selang air pada inlet dan outlet kondensor yang sudah disambungkan pada pompa air dalam penangas es
- Hidupkan pompa dahulu
- Kemudian hidupkan heater, setting dan kontrol suhu 65°C-70°C
- Berlangsung 3 jam, amati proses agar pelarut tak menguap
b) distilasi
- Siapkan alat bahan
- Siapkan penangas
- Siapkan penangas es dengan wadah yang diisi air bersih dan es batu
- Pasang selang air di pompa untuk kondensor
- Masukkan pompa ke dalam penangas es
- Pasang labu alas bulat yang berisi hasil leaching ke penangas
- Pasang three way adapter pada labu alas bulat
- Pasang termometer pada three way adapter
- Kemudian hubungkan kondensor Liebig pada three way adapter
- Lalu pasang statif klem, dan jepitkan pada kondensor
- Pasangkan selang air pada inlet dan outlet kondensor
- Hubungkan receiver adapter dengan ujung kondensor
- Tepat di bawah receiver adapter tempatkan erlenmeyer/beker glass sebagai penampung distilat
- Pertama, nyalakan pompa air dahulu
- Kemudian nyalakan mantle heat
- Kontrol suhu kisaran 65°C-70°C
- Amati proses hingga distilat berhenti menetes maka menjadi titik akhir distilasi.
PIK - pembuatan besi dari pasir besi
Tujuan :
- Mengetahui proses pengolahan pasir besi menjadi besi melalui tahapan pemisahan dan reduksi.
- Memahami reaksi kimia yang terjadi selama proses reduksi oksida besi menjadi logam besi.
- Mempelajari cara kerja alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan besi.
Alat :
- Kaleng bekas
- Magnet
- Torch gas
- batang pengaduk
Bahan :
- pasir besi
Prosedur :
- kumpulkan pasir besi ke dalam wadah
- lelehkan dengan torch gas
- tunggu hingga meleleh, kemudian aduk menggunakan batang pengaduk
- cetak menggunakan pasir
- dinginkan besi yang sudah tercetak
PIK - Pembuatan kompos organik
Tujuan :
- Mengetahui proses pembuatan kompos organik
- Mempelajari peran mikroorganisme dalam dekomposisi bahan organik
- Melatih keterampilan dalam mengolah limbah organik
Alat :
- skop (bawa sendiri)
- wadah 1 (bawa sendiri)
Bahan :
- Tanah bekas 1,5kg (tidak ada)
- sampah-sampah organik (kulit buah, kulit bawang, sisa sayuran, sampah-sampah kebun) (bawa sendiri)
- kardus 1kg (bawa sendiri)
Prosedur Kerja :
- Masukkan Tanah bekas 1,5kg ke dalam wadah sebagai alas
- Masukkan sampah-sampah organik limbah rumah tangga seperti (kulit buah, kulit bawang, sisa sayuran, sampah-sampah kebun)
- Kemudian tambahkan dengan tanah bekas 1,5kg agar komposnya lebih cepat terurai
- Setelah itu aduk hingga tercampur dengan rata
- Lalu tutup dan biarkan sampai 3 bulan
PIK - Pembuatan Karet Tiruan dari Slime
Tujuan :
- Menunjukkan reaksi kimia dengan melihat perubahan dari cairan menjadi padatan elastis.
- Membuat bahan seperti karet dengan menghasilkan bahan lentur dari bahan sederhana.
- Melatih keterampilan praktikum : mencampur, mengamati, dan mencatat hasil.
Alat :
- Wadah / mangkok (bawa sendiri)
- pengaduk (bawa sendiri)
- cup untuk hasil jadi (bawa sendiri)
Bahan :
- lem putih cair 50 ml (bawa sendiri)
- Slime activator 10 ml (tidak ada)
- essens/pewangi 2 tetes (tidak ada)
Langkah-Langkah :
- Tuang lem putih ke dalam wadah.
- Tambahkan slime activator
- Aduk lem & slime activator yang sudah dituang.
- Jika sudah mulai menggumpal, aduk menggunakan tangan.
- Tambahkan essens/pewangi agar tidak bau lem.
- Karet tiruan siap diuji – misalnya ditarik, dibentuk, atau dibanting ringan.
PIK - Sugar Glass
Tujuan :
- Mengamati perubahan wujud zat sebagai simulasi proses pembuatan kaca.
- Memahami prinsip pemanasan dan pendinginan cepat seperti pada industri kaca.
- Melatih keterampilan serta keamanan kerja di laboratorium.
Bahan :
- Gula pasir: 50 gram (bawa sendiri)
- Corn syrup (sirup jagung): 30 mL (tidak ada)
- Air: 15 mL (bawa sendiri)
- acetic acid : 2 tetes (ada di sekolah)
- Minyak: 1mL (bawa sendiri)
Alat:
- Panci kecil(ada di sekolah)
- Termometer(ada di sekolah)
- Sendok tahan panas (ada disekolah)
- loyang tipis dioles minyak (bawa sendiri)
- Kompor listrik kecil (ada di sekolah)
- pipet tetes (ada di sekolah)
Prosedur Kerja :
- Campur semua bahan ke dalam panci dan aduk rata gula pasir: 50 gram, Corn syrup (sirup jagung): 30 mL, Air: 15 mL, acetic acid : 2 tetes, Minyak: 1mL
- Panaskan dengan api sedang sambil diaduk perlahan.
- Pantau suhu hingga 150 °C dengan termometer (hard-crack stage).
- Matikan api, lalu tuang cairan ke cetakan yang sudah dioles minyak.
- Biarkan mendingin ±20–30 menit hingga mengeras bening seperti kaca
PIK - Pembuatan lem perekat dari styrofoam dan bensin
Tujuan :
- memberikan solusi untuk memanfaatkan limbah styrofoam yang sulit terurai menjadi produk yang berguna.
- menciptakan inovasi lem perekat serbaguna dengan biaya yang relatif murah dari bahan yang mudah didapat.
- memanfaatkan sifat kimia bensin (mengandung senyawa hidrokarbon) sebagai pelarut yang efektif untuk melunakkan dan melarutkan struktur polimer pada styrofoam.
alat :
- Alat pengaduk (sendok bekas)
- wadah (gelas plastik, atau wadah lain yang sudah tidak terpakai)
bahan :
- styrofoam (1 gabus dibagi jadi 3) tidak ada
- bensin (per kelompok 150ml, beli 1 liter) tidak ada
prosedur :
- Pastikan semua alat dan bahan sudah tersedia di area yang memiliki ventilasi baik.
- Tuang bensin secukupnya ke dalam wadah yang telah disiapkan.
- Masukkan potongan-potongan kecil styrofoam secara bertahap ke dalam bensin.
- Aduk campuran tersebut dengan alat pengaduk. Styrofoam akan segera melunak dan terlarut, berubah wujud dari padat menjadi cairan kental.
- Lanjutkan penambahan styrofoam hingga mencapai kekentalan yang diinginkan. Semakin banyak styrofoam yang ditambahkan, semakin kental lem yang dihasilkan.
- Setelah konsistensi tercapai, lem yang dihasilkan siap digunakan untuk merekatkan berbagai material seperti kertas, karton
PIK - polimer Plastik dari tepung singkong (Bioplastik)
Tujuan :
- Memahami proses pembuatan bioplastik dari tepung singkong.
- Menyadari pentingnya inovasi untuk mengurangi limbah plastik sintetis.
- Mendorong pemanfaatan singkong sebagai bahan lokal yang ramah lingkungan.
Alat :
- Spatula Kayu ( tidak ada)
- Panci (Tidak ada)
- Cetakan datar (tidak ada)
- Hotplate
- Gelas ukur
- Timbangan digital
Bahan :
- Tepung singkong ±20 gram (tidak ada)
- Aquades
- Asam asetat ±5ml
- Gliserin ±5ml (tidak ada)
Prosedur kerja :
- Timbang ±20 gram tepung singkong
- Masukkan tepung singkong ke wadah tahan panas
- Tambahkan air secara perlahan sambil diaduk agar tidak menggumpal
- Tambahkan Cuka dan Gliserin
- Panaskan campuran diatas hotplate, aduk terus menerus selama 10-15 menit, hingga campuran menjadi kental dan transparan seperti gel
- Setelah cukup kental, tuangkan campuran ke atas cetakan datar, dan ratakan menggunakan spatula
- Biarkan Bioplastik mengering pada suhu ruang selama 24-48 jam, setelah kering, lepaskan plastik dari cetakan.
- Amati sifat sifat fisiknya: Fleksibilitas, kekuatan tarik, dil
Senin, 06 Oktober 2025
PIK - Pembuatan Cabai Bubuk pada praktikum pengolahan pangan
Tujuan :
- Mengetahui proses pengolahan cabai menjadi bubuk sebagai bentuk pengawetan pangan.
- Melatih keterampilan praktis dalam pengolahan pangan sederhana
- Mempelajari teknik pengeringan dan penggilingan cabai yang tepat.
Alat :
- Dehydrator(ada)
- Grinder(ada)
- Panci(bawa sendiri)
- Saringan(bawa sendiri)
- Mangkok (bawa sendiri)
- Sendok(bawa sendiri)
- Kompor/Hot plate(ada)
- Wadah/tempat tertutup (bawa sendiri)
Bahan
- 100 gram cabe merah(bawa sendiri)
- 50 gram cabe rawit merah(bawa sendiri)
- 1/2 sdt kaldu bubuk(bawa sendiri)
- 1/2 sdt bawang putih bubuk(bawa sendiri)
- garam & gula secukupnya(bawa sendiri)
- Air 500ml(ada)
- Perasaan lemon 1 sdm(bawa sendiri)
- Tisu (bawa sendiri)
Prosedur Kerja :
- Siapkan 100 gram cabe merah dan 50gram cabe rawit merah
- Cuci cabai menggunakan air yang sudah diberi garam, dan perasan lemon
- Keringkan cabai menggunakan tisu
- Rebus selama 4-5 menit lalu keringkan cabai menggunakan tisu
- Masukkan ke dalam dehydrator dengan suhu 80°C selama 3 jam dan cek secara berkala
- Setelah itu haluskan menggunakan blender atau grinder
- Tambahkan 1/2 sdt kaldu bubuk, 1/2 sdt bawang putih bubuk, dan garam gula secukupnya lalu aduk secara merata.M
- Masukkan ke dalam wadah tertutup, cabai bubuk siap untuk dikonsumsi.















.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)