Selasa, 29 September 2026

Webinar MGMP Teknik Kimia


Secara spesifik, tujuan diadakannya seminar ini antara lain:

  1. Menganalisis Format dan Kisi-Kisi Soal: Membedah struktur ujian, indikator pencapaian, serta distribusi materi kejuruan agar peserta memahami pemetaan kompetensi yang diuji.
  2. Meningkatkan Strategi dan Efisiensi Pengerjaan Soal: Memberikan trik, metode pemecahan masalah (seperti analisis studi kasus/soal berbasis HOTS), dan manajemen waktu yang tepat saat menghadapi ujian.
  3. Memahami Standar Evaluasi dan Asesmen: Bagi tenaga pendidik atau penyusun soal, seminar ini bertujuan menyelaraskan pemahaman mengenai standar capaian pembelajaran kejuruan sesuai kurikulum yang berlaku.
  4. Menyiapkan Mental dan Validasi Kesiapan Peserta: Membantu peserta didik mengukur tingkat kesiapan diri serta mengidentifikasi area materi kejuruan yang masih perlu dipelajari lebih lanjut.
  5. Penyelarasan Kompetensi dengan Kebutuhan Industri/Akademik: Memastikan bahwa materi kejuruan yang diujikan relevan dengan standar kualifikasi teknis yang dibutuhkan di dunia kerja maupun jenjang pendidikan berikutnya.

Apa itu TKA SMK.........?

Tes Kemampuan Akademik (TKA) Teknik Kimia Industri merupakan instrumen penilaian untuk mengukur penguasaan keilmuan dasar murid dalam memahami menerapkan dan menganalisis konsep dasar Teknik Kimia Industri

Perbandingan antara TKA (Tes Kemampuan Akademik) Kejuruan dan UKK (Uji Kompetensi Keahlian) pada SMK:

1.) TKA Kejuruan (Tes Kemampuan Akademik Kejuruan)

  • Fokus Utama: Mengukur penguasaan teori dan konsep akademik kejuruan (pengetahuan dasar & penerapan logika keilmuan bidang keahlian).
  • Bentuk Ujian: Tes tertulis (pilihan ganda, pilihan ganda kompleks/PGK, MCMA, atau essay penalaran) yang menguji pemahaman konsep, rumus, prinsip kerja, dan analisis kasus industri.
  • Penyelenggara: Umumnya diselenggarakan di tingkat satuan pendidikan/pemerintah sebagai bagian dari asesmen akademik standar nasional atau sekolah.
  • Output: Nilai angka akademik yang mencerminkan tingkat pemahaman teori kejuruan peserta didik.

2.) UKK (Uji Kompetensi Keahlian)

  • Fokus Utama: Mengukur keterampilan praktis, psikomotorik, dan kesiapan kerja sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) atau standar dunia kerja/industri.
  • Bentuk Ujian: Praktik unjuk kerja (hands-on) di laboratorium/bengkel, pembuatan produk, demonstrasi SOP, uji instrumen, hingga wawancara teknis.
  • Penyelenggara: Diselenggarakan oleh sekolah yang bekerjasama dengan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) atau LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) dengan mengikutsertakan penguji internal dan penguji eksternal dari industri.
  • Output: Sertifikat Kompetensi (Sertifikat Garuda/LSP atau Sertifikat Industri) yang menyatakan peserta didik "Kompeten" atau "Belum Kompeten" pada skema keahlian tertentu.

Kedua ujian ini saling melengkapi: TKA Kejuruan memastikan siswa memahami dasar teori dan logika keilmuannya, sedangkan UKK membuktikan bahwa siswa mampu menerapkan teori tersebut dalam wujud keterampilan kerja nyata di dunia industri.

Dasar TKA :

  1. Permendiknas no. 9 tahun 2025
  2. Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menegah BKPDM  (No. 14 hal 57) 
  3. Pusmendik

Point Of View...........

Penguatan materi fase E


Konsep dasar teknik kimia industri
  1. Wawasan kerja bidang teknik kimia industri
  2. Proses produksi pada industri kimia
  3. Kesehatan dan keselamatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH)
  4. Penguasaan ilmu kimia dan 
  5. Mikrobiologi

Materi :

https://pusmendik.kemendikdasmen.go.id/tka/tka/view/mata-pelajaran-pilihan/sma/teknik-kimia-industri-smk-mak


Prototype Soal

Elemen :  
(Terlampir laman pusmendik)

Sub Elemen : 
(Terlampir laman Pusmendik)

Kompetensi :
(Terlampir laman Pusmendik)

Level Kognitif :
(Terlampir laman Pusmendik)

Bentuk Soal :

1.) Pilihan Ganda Biasa
Soal pilihan ganda (multiple choice) adalah salah satu bentuk tes objektif yang menyajikan suatu pernyataan atau pertanyaan (disebut pokok soal/stem) yang diikuti oleh beberapa pilihan jawaban (disebut pilihan/options). Dari opsi tersebut, peserta tes diminta memilih satu jawaban yang paling tepat atau benar.

Pilihan Ganda Biasa (Biasa/Standard): Mengisi satu jawaban benar dari 5 opsi (A–E untuk SMA/SMK/Perguruan Tinggi).

2.) PGK Kategori
Pilihan Ganda Kompleks (PGK) Kategori (sering juga disebut sebagai PGK Tabel atau PGK Matriks) adalah bentuk soal pilihan ganda kompleks yang menyajikan suatu stimulus/deskripsi, diikuti oleh beberapa pernyataan dan pilihan kategori yang harus ditentukan oleh siswa untuk setiap pernyataan tersebut

Format umum PGK Kategori disajikan dalam bentuk matriks/tabel:

Stimulus: Berupa deskripsi, data hasil laboratorium, grafik, studi kasus, atau prosedur teknis.

Pernyataan (Rows): Beberapa butir pernyataan yang berhubungan dengan stimulus.

Kategori Opsi (Columns): Dua atau lebih pilihan kategori mutlak, misalnya:

  • Benar / Salah (paling umum)
  • Sesuai / Tidak Sesuai

  • Ya / Tidak

  • Kategori Prosedural (misal: Langkah Sterilisasi / Langkah Inokulasi / Langkah Analisis)

3.) PGK MCMA 
adalah singkatan dari pilihan ganda Kompleks dengan Model Multiple Choice Multiple Answer.

yaitu jenis soal TKA (Tes Kemampuan Akademik) yang memiliki lebih dari satu jawaban benar.

Karakteristiknya :
  • Pilihan Jawaban: Peserta didik harus memilih atau mencentang semua opsi yang dianggap benar (bisa dua, tiga, atau lebih dari total opsi yang tersedia). 
  • Jumlah Opsi: Biasanya terdiri dari 5 pilihan jawaban per soal. 
  • Perbedaan dengan Pilihan Ganda Biasa: Pilihan ganda biasa atau Pilihan Ganda Sederhana (PGS) hanya memiliki satu jawaban benar mutlak, sementara MCMA menuntut ketelitian lebih karena kunci jawaban tidak hanya satu.

Indikator :
Penulisan indikator yang benar harus menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang dapat diukur, bersifat spesifik, dan hanya memuat satu tindakan dalam satu rumusan
Indikator Soal (Mengikuti pola ABCD: Audience, Behavior, Condition, Degree)
  • A (Audience): Siapa yang belajar? (Contoh: Peserta didik / Siswa)
  • B (Behavior): Perilaku/kemampuan apa yang diukur? (Contoh: Mengidentifikasi komponen ekosistem)
  • C (Condition): Dalam kondisi/aktivitas apa kemampuan itu ditunjukkan? (Contoh: Setelah mengamati video pembelajaran)
  • D (Degree): Seberapa baik atau akurat siswa melakukannya? (Contoh: Dengan benar / Minimal 3 komponen)
contoh :
Disajikan narasi mengenai suatu reaksi kimia di industri, peserta didik mampu mengidentifikasi penulisan persamaan reaksi yang setara sesuai dengan hukum kekekalan massa dengan benar.

Telaah :
  • Disajikan narasi mengenai suatu reaksi kimia di industri (condition) 
  • Peserta didik  (Audiens) 
  • Mampu mengidentifikasi penulisan persamaan reaksi yang setara sesuai dengan hukum kekekalan massa (Behaviour) 
  • Dengan benar (Degree) 

Kesimpulan 

Saran 

  1. Penyusunan internal contoh soal
  2. Workshop Nasional menyusun bank soal

Senin, 28 September 2026

Tugas Pengganti PKK kelas XI TKI 2

 


Tugas #. 1. Hak Atas Kekayaan Intelektual 

  1. Buatlah PPT bertemakan Hak Atas Kekayaan Intelektual dengan minimal 10 slide
  2. Kerjakan secara pribadi
  3. Hasil PPT dikirimkan pada google drive di bawah ini


Sabtu, 26 September 2026

Ziaroh Wali Ponorogo - Kediri

Sabtu, 26 September 2026 bersama satu bus rombongan kemasjidan Darul Ilmi dan manajemen SMK Negeri 5 Surabaya berziaroh ke makam waliyullah :

  1. Batara Katong
  2. Kyai Ageng Muhammad Besari
  3. Gus Miek

Kegiatan Ziaroh Wali memiliki tujuan : 

1.) Dzikir mayyit, mengingat kematian sekaligus wahana untuk selalu mempebanyak perbuatan kebaikan. Para wali telah wafat ratusan tahun yang lalu, namun masih diziarahi hingga sekarang karena jasanya dalam menyebarkan islam

2.) Tasyakur, sebagai media rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan berupa iman dan islam, tak lepas dari perjuangan wali Allah. Rasa syukur dengan  keberadaan para wali merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT

3.) Tabaruk dan wasilah dengan hajat yang dimunajahkan, semoga Allah memgabulkan 

Makam Batara Katong

Pukul 10.30 bus telah sampai di jalan raya Niken Gandini, Ponorogo. Peziarah turun dan selanjutnya berjalan memasuki gang dengan jarak kurang lebih 400 meter. 

Sebelum memasuki kompleks makam, terdapat pendopo dan toilet serta tempat wudlu bagi peziarah yang ingin istirahat sebentar

Kisah

Batara Katong yang masih keturunan dari Brawijaya V merupakan penyebar agama islam di daerah Plampitan, Sedino, Jenangan Ponorogo.

Selanjutnya ke makam Kyai Ageng Muhammad Besari - Tegalsari, Ponorogo.

Makam Kyai Ageng Muhammad Besari

Kyai Ageng Muhammad Besari mengalir dalam tubuhnya keturunan dari Prabu Brawijaya Majapahit dan Kanjeng Nabi Muhammad SAW


Gapura ini menjadi pintu masuk utama menuju Kompleks Makam Agung Kiai Ageng Muhammad Besari yang bergaya klasik kuno abad ke-18, mencerminkan perpaduan kuat antara budaya Islam Nusantara dan arsitektur tradisional Jawa (mirip langgam candi bentar pembagi halaman)

Arsitektur Klasik: Gapura ini tersusun dari susunan bata merah kuno tanpa plester yang tebal, menciptakan nuansa spiritual dan historis yang sangat kental begitu peziarah melangkah masuk. 

Simbol Akulturasi: Struktur gapura menyerupai bangunan gerbang era peralihan Hindu-Buddha ke Islam di tanah Jawa, yang sering menjadi spot foto favorit para peziarah sebelum memasuki area makam dzuriyah (keturunan). 

Gerbang Utama Peziarah: Terletak di sebelah kompleks masjid, gapura ini menjadi titik transisi bagi pengunjung yang ingin berziarah ke makam sang mahaguru ulama kharismatik penyebar Islam di Ponorogo

Berikutnya ke makam Gus Miek - Kediri, dari lokasi bus menuju lokasi menggunakan shuttle odong-odong dengan sekali berangkat Rp. 5.000,-

Makam Gus Miek - Tambak Ploso Kediri

Gus Miek merupakan putra dari Kyai Ahmad Jazuli Utsman dengan Bu. Nyai Rodiyah, dengan cerita karomah yang telah banyak diketahui oleh orang 


Sebelum pulang ke Surabaya, makan malam ke warung sate bu. Binti dekat dengan pesantren Queen Ploso Kediri.


Menu yang disajikan berupa sate kambing, ayam, dan gule kambing dengan minum jeruk hangat

Kamis, 17 September 2026

Pelatihan AI

 

Tujuan Pembelajaran : 

  1. Memahami dan menjelaskan apa itu Kecerdasan Buatan (AI)
  2. Membedakan antara AI, otomatisasi, dan algoritma
  3. Mengidentifikasi subbidang utama AI (misalnya, Machine Learning, Deep Learning, Jaringan Saraf Tiruan) beserta penerapannya di dunia nyata
  4. Mengidentifikasi bagaimana AI memengaruhi kehidupan sehari-hari dan pembelajaran

Sesi 1 :

Mengapa
Bagian ini menunjukkan bagaimana AI terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, membantu peserta didik memahami signifikansinya serta dampaknya yang lebih luas terhadap masyarakat. Hal ini membangun landasan untuk meningkatkan kesadaran akan peran teknologi dalam mengatasi tantangan di dunia nyata.

Poin-Poin Utama
  • Definisi AI
  • Pentingnya AI dalam lanskap digital saat ini
  • Pengenalan istilah-istilah umum (misalnya: algoritma, otomatisasi, dll.)


materi :



Sesi 2

Mengapa
Memahami dasar-dasar dan sejarah AI dapat meluruskan berbagai kesalahpahaman umum serta memberikan konteks penting mengenai evolusi teknologi ini. Pemahaman latar belakang ini memungkinkan pembelajar untuk mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai sekaligus tantangan yang masih ada di bidang ini.

Poin-Poin Utama
  • Perbedaan antara AI, otomatisasi, dan instruksi sederhana (algoritma)
  • Sejarah singkat dan evolusi AI
  • Apa itu Berpikir Analitis?
  • Apa itu Berpikir Struktural?
  • Mengapa keterampilan-keterampilan ini penting saat bekerja dengan AI

Login masuk :

Onnyfahamsyah1981@gmail.com


Sertifikat Pelatihan


Kamis, 27 Agustus 2026

Konsep Musda MGMP Teknik Kimia Jawa Timur




LATAR BELAKANG

Pengembangan kompetensi guru kejuruan khususnya di bidang Teknik Kimia merupakan hal krusial untuk menjawab tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi industri modern. 

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Teknik Kimia hadir sebagai wadah strategis bagi para pendidik untuk saling berbagi pengetahuan, kurikulum, serta menyelaraskan pembelajaran dengan Kebutuhan Dunia Kerja dan Dunia Industri (DUDIKA).

Untuk menyegarkan roda organisasi dan menyusun program kerja yang adaptif, maka perlu dilaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) MGMP Teknik Kimia Provinsi Jawa Timur yang bertempat di SMKN 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto sebagai salah satu pusat pendidikan kejuruan Teknik Kimia di wilayah ini.


TUJUAN KEGIATAN

  1. Penguatan Wadah Silaturahmi: Mempererat jaringan kerja sama dan ruang berbagi pengalaman antar-guru mata pelajaran di wilayah Jawa Timur
  2. Penyusunan Program Kerja: Merumuskan agenda dan program kerja strategis yang berfokus pada peningkatan kompetensi profesional serta pedagogik guru
  3. Pengembangan Kurikulum & Pembelajaran: Menyelaraskan strategi pembelajaran, asesmen, dan implementasi kurikulum terkini di tingkat daerah.
  4. Pertanggungjawaban Pengurus: Menilai dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus masa bakti sebelumnya.
  5. Pemilihan Pengurus Baru: Memilih dan menetapkan ketua serta pengurus MGMP baru untuk periode berikutnya.

TEMA KEGIATAN

"Penguatan Peran MGMP Teknik Kimia dalam Mewujudkan Lulusan SMK yang Berdaya Saing, Inovatif, dan Siap Kerja di Era Industri 4.0"


WAKTU & TEMPAT

Juma'at
Oktober - November 2026
Pukul 07.00 - selesai
Aula Pertemuan SMKN 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto


PESERTA 

Peserta kegiatan ini adalah Guru Mata Pelajaran Produktif Teknik Kimia (Teknik Kimia Industri, Kimia Analis, Analisis Pengujian Laboratorium.) tingkat SMK Negeri dan Swasta se-Provinsi Jawa Timur

SUSUNAN ACARA

Registrasi Peserta & Check-in
07.00 - 08.00 Mengisi daftar hadir dan penerimaan seminar kit.

Pembukaan, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya & Sambutan.
08.00 - 09.00 Sambutan Ketua Panitia, Sambutan Ketua MGMP Teknik Kimia Jawa Timur, Sambutan Kepala SMKN 1 Mojoanyar sekaligus membuka acara secara resmi.

Pleno I: LPJ Kepengurusan
09.00 - 09.30 Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Lama dan Pandangan Umum Peserta.

Pleno II: Pemilihan Ketua & Pengurus Baru
09.30 - 10.00 Musyawarah pemilihan Ketua MGMP Teknik Kimia periode baru dan pembentukan formatur.

Pleno III: Penyusunan Program Kerja Strategis
10.00 - 11.30 Diskusi kelompok/pemetaaan kebutuhan pembaruan modul, Pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan kerja sama DUDIKA.

ISHOMA 
11.30 - 13.00 Istirahat, ibadah, makan siang, dan foto bersama.

KUNJUNGAN INDUSTRI
13.00 - 17.00 Kunjungan industri ke wilayah Mojokerto dan sekitarnya (Penyulingan Minyak Kayu Putih/Pembuatan krupuk kecek) dan ke pusat oleh-oleh khas Mojokerto (Sayonara)

RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
  1. Konsumsi Peserta & Undangan.....80 orang
  2. Snack Pembukaan.....80 orang
  3. Banner / Spanduk Kegiatan.....1 buah
  4. Seminar kit & ATK.....80 orang
  5. Biaya operasional dan kebersihan
  6. Biaya sewa angkutan untuk kunjungan industri dan pusat oleh-oleh Mojokerto
SUMBER DANA : 

Kas MGMP/Iuran Anggota/Peserta/ Sponsor/Dukungan Sekolah tuan rumah.

PENUTUP 

Demikian proposal Musyawarah Daerah (Musda) MGMP Teknik Kimia ini dibuat. Besar harapan kami kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan kejuruan di Jawa Timur

Panitia Pelaksana Musda MGMP Teknik Kimia

Rabu, 26 Agustus 2026

Alat Industri Kimia


Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata kuliah Alat Industri Kimia (AIK) dirancang untuk membekali mahasiswa S1 Teknik Kimia dengan pemahaman mendalam tentang prinsip kerja, kriteria pemilihan (design & selection), serta operasi alat-alat proses kimia.

Prasyarat: Azas Teknik Kimia, Termodinamika Teknik Kimia, Peristiwa Perpindahan (Transport Phenomena)

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)

  • Mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai jenis peralatan industri kimia.
  • Mampu menganalisis prinsip kerja dan persamaan dasar transfer massa, panas, serta momentum pada alat proses.

  • Mampu melakukan perhitungan dimensi dasar dan menentukan spesifikasi teknis peralatan industri kimia.

  • Mampu memilih jenis peralatan yang tepat berdasarkan karakteristik bahan dan kondisi proses.


Perkuliahan :

Pertemuan 1 : (Bintang)
Pengantar & Klasifikasi AIK
Peran AIK dalam flowsheet industri kimia, kriteria pemilihan bahan konstruksi (material of construction).

Pertemuan 2 : (Dhimas)
Alat Transportasi Fluida : Pompa (sentrifugal, positive displacement), dan perhitungannya.

Pertemuan 3 : (Fani, Levi)
Alat Transportasi Fluida : Kompresor, blower, fan, dan perhitungannya.

Pertemuan 4 : (Dinda, Ice)
Alat Penyimpanan & Penanganan Padatan : Tangki penyimpanan fluida (tekanan atmosferik & bertekanan), silo, hopper.

Pertemuan 5 : (Bya)
Alat Penyimpanan & Penanganan Padatan :  Conveyor (belt, screw, bucket elevator)

Pertemuan 6 : (Marsa)
Alat Pengurangan Ukuran (Size Reduction) : Crusher, mill, grinder, serta kriteria seleksi berdasarkan sifat mekanik bahan.

Pertemuan 7 : (Ananda)
Alat Pemisahan Mekaniks : Screen, cyclone, bag filter, centrifuge, dan pemisah gravitasi (settling tank).

Pertemuan 8 :
Alat Penukar Panas (Heat Exchangers) : Shell & tube, plate heat exchanger

Pertemuan 9 :
Alat Penukar Panas (Heat Exchangers) : Reboiler, kondensor, dan pendingin (coolers).

Pertemuan 10 :
Alat Evaporasi : Single/multiple effect evaporator, crystallizer jenis batch dan kontinu.

Pertemuan 11 :
Kristalisasi : Crystallizer jenis batch dan kontinu.

Pertemuan 12 :
Alat Pemisahan Kontak Fasa : Kolom distilasi, kolom absorpsi/stripping, dan pemilih penyeleksi tray vs packing.

Pertemuan 13 :
Alat Pengeringan (Dryers) : Spray dryer, rotary dryer, tray dryer, dan kesetimbangan kelembapan.

Pertemuan 14 :
Integrasi Alat & Keselamatan Operasi : Aspek keselamatan (HAZOP dasar), piping and instrumentation diagram (P&ID).

Pengumpulan Tugas PPT

Daftar Pustaka :

Buku Teks Utama (Buku Wajib)

  • Coulson, J. M., & Richardson, J. F. (2019). Coulson and Richardson's Chemical Engineering: Volume 6 - Chemical Engineering Design (6th ed.). Butterworth-Heinemann. (Buku rujukan utama untuk perancangan, pemilihan, dan spesifikasi teknis berbagai peralatan industri kimia).

  • Sinnott, R., & Towler, G. (2020). Chemical Engineering Design: Principles, Practice and Economics to Plant and Process Design (6th ed.). Butterworth-Heinemann. (Buku acuan standar internasional untuk analisis dan kriteria pemilihan alat industri).

  • McCabe, W. L., Smith, J. C., & Harriott, P. (2005). Unit Operations of Chemical Engineering (7th ed.). McGraw-Hill Education. (Sangat baik untuk memahami prinsip kerja operasional unit pemisahan, pengeringan, dan perpindahan bahan).


Buku Pendukung Spesifik Alat & Operasi

  • Kern, D. Q. (1965). Process Heat Transfer. McGraw-Hill Education. (Rujukan klasik yang sangat detail khusus untuk evaluasi dan perancangan alat penukar panas / Heat Exchanger).

  • Perry, R. H., & Green, D. W. (2019). Perry's Chemical Engineers' Handbook (9th ed.). McGraw-Hill Education. (Handbbook wajib untuk melihat data properti bahan, konstanta fisik, serta grafik performa peralatan).

  • Walas, S. M. (1990). Chemical Process Equipment: Selection and Design. Butterworth-Heinemann. (Sangat praktis untuk menentukan dimensi dasar, pemilihan tipe alat, dan kriteria komersial).

  • Geankoplis, C. J. (2003). Transport Processes and Separation Process Principles (4th ed.). Prentice Hall. (Membahas prinsip fenomena perpindahan yang melandasi operasi pompa, kolom absorpsi, distilasi, dan membran).


=====================================================================

Peran Alat Industri Kimia dalam Flowsheet (Process Flow Diagram - PFD)

  • Flowsheet atau PFD adalah representasi visual dari seluruh tahapan proses kimia yang mengubah bahan baku (raw material) menjadi produk akhir.


  • Fungsi Alat Utama:

    • Persiapan & Penanganan Bahan (Material Handling): Mengatur laju alir, tekanan, dan fase bahan (Pompa, Kompresor, Conveyor, Tangki Penyimpan).

    • Pemisahan Termo-Mekanis (Unit Operations): Memisahkan campuran berdasarkan sifat fisika (Kolom Distilasi, Absorber, Ekstraktor, Kristalisator, Filter).

    • Reaksi Kimia (Unit Processes): Tempat terjadinya transformasi molekul (Reaktor Tangki Berpengaduk/CSTR, Reaktor Pipa/PFR, Reaktor Katalitik).

    • Penukar Panas (Heat Exchangers): Mengatur energi/suhu sistem (Heater, Cooler, Boiler, Condenser).


Kriteria Pemilihan Bahan Konstruksi (Material of Construction / MOC)

Pemilihan material yang tepat bertujuan menjamin keselamatan proses, memperpanjang umur alat, dan mengoptimalkan biaya.


  • Ketahanan Terhadap Korosi & Reaktivitas Kimia:

    • Kompatibilitas material terhadap fluid yang ditangani (asam, basa, pelarut organik, gas reaktif).

    • Memperhitungkan laju korosi yang diizinkan (corrosion allowance).

  • Sifat Mekanis (Mechanical Properties):

    • Kekuatan Tarik (Tensile Strength) & Yield Strength: Menahan tekanan operasi (operating pressure).

    • Daktilitas & Ketangguhan (Toughness): Menghindari keretakan mendadak akibat beban impak.

    • Keras (Hardness): Ketahanan terhadap erosi akibat aliran fluida berkecepatan tinggi atau slurry.

  • Ketahanan Sifat Termal:

    • Stabilitas material pada suhu ekstrem (suhu kriogenik vs suhu tinggi).

    • Konduktivitas termal (penting untuk penukar panas) dan koefisien muai panjang.

  • Kemampuan Fabrikasi (Fabricability):

    • Kemudahan material untuk dilas (weldability), dibentuk (formability), atau permesinan (machinability).

  • Faktor Ekonomi:

    • Biaya material awal (capital cost) vs biaya perawatan/umur pakai (lifecycle cost).

    • Ketersediaan material di pasar lokal/global.


Jenis Material yang Sering Digunakan

Jenis MaterialKarakteristik UtamaContoh Pengaplikasian
Carbon Steel (Baja Karbon)Murah, kuat, mudah difabrikasi, korosif terhadap asam.Tangki minyak, pipa air, reaktor non-korosif.
Stainless Steel (304, 316)Tahan korosi (karena lapisan oksida kromium), lebih mahal.Reaktor organik, peralatan makanan/farmasi, asam lemah.
Logam Khusus (Titanium, Nickel/Haselloy)Sangat tahan korosi & suhu sangat tinggi, sangat mahal.Penanganan zat asam kuat (HCl, HNO3), fluida bersuhu tinggi.
Non-Logam (Polimer, FRP, Keramik)Ringan, tahan zat kimia tertentu, batas suhu rendah.Pipa asam/basa, pelapis (lining) tangki penyimpanan.

Soal 1

Analisis Hirarki dan Fungsi Alat dalam Flowsheet

Dalam sebuah Process Flow Diagram (PFD) pabrik pembuatan Etil Asetat dari Asam Asetat dan Etanol, terdapat berbagai jenis unit peralatan utama.

  1. Kelompokkan alat-alat utama yang ada dalam pabrik tersebut ke dalam 4 kategori fungsi utama dalam unit operasi (Fluids Handling, Heat Transfer, Mass Transfer/Separation, Chemical Reaction).

  2. Jelaskan bagaimana kegagalan operasional pada salah satu alat pemisahan (Distillation Column) dapat mengganggu neraca massa dan energi pada unit alat di hilir (downstream) maupun hulu (upstream).


Soal 2

Evaluasi Kriteria Pemilihan Material Konstruksi

Dalam memilih Material of Construction (MoC) untuk reaktor kimia bernilai tinggi, seorang Chemical Process Engineer harus mempertimbangkan 3 aspek utama: Ketahanan Kimia, Sifat Mekanis/Termal, dan Ekonomi/Fabrikasi.

  1. Jelaskan perbedaan fenomena korosi lokal Pitting Corrosion dan Stress Corrosion Cracking (SCC). Mengapa kedua fenomena ini sangat berbahaya jika terjadi pada reaktor bertekanan tinggi?

  2. Mengapa pertimbangan Capital Cost (biaya investasi awal material) tidak boleh menjadi satu-satunya parameter tunggal dalam menentukan material reaktor? Hubungkan penjelasan Anda dengan konsep Lifetime Cost / Total Cost of Ownership.


Soal 3

Transisi dari PFD ke P&ID dan Pemilihan Material Pipaan

Pada tahap perancangan Piping & Instrumentation Diagram (P&ID), pemilihan material perpipaan (Piping Class/Specification) dilakukan secara terperinci.

  1. Sebutkan 3 informasi krusial terkait sifat fluida dan kondisi operasi yang wajib ada pada Equipment Spec Sheet sebelum seorang Piping Engineer memilih MoC pipa!

  2. Mengapa fluida cryogenic seperti Nitrogen Cair ($-196^\circ\text{C}$) dilarang keras dialirkan menggunakan pipa berbahan dasar Carbon Steel, dan material apa yang seharusnya digunakan? Jelaskan ditinjau dari perubahan sifat mekanis material tersebut!


===============================================================================

Pompa

Soal 1

Dalam kondisi operasi seperti apa Anda akan memilih menggunakan pompa positive displacement dibandingkan pompa sentrifugal?

Soal 2

Apa yang dimaksud dengan Net Positive Suction Head Available (NPSH_A) dan mengapa parameter ini sangat penting diperhatikan dalam perancangan sistem pemompaan?


Soal 3

Fenomena apakah yang akan terjadi jika NPSH A lebih kecil daripada NPSH R (Required), dan sebutkan dampak negatifnya terhadap pompa!

Soal 4

Air dipompa dari tangki penampung terbuka di bawah menuju tangki bertekanan di atas melalui pipa besi sepanjang 50 meter dengan diameter konstan 0.05 meter

  • Ketinggian permukaan tangki atas adalah 10 meter di atas tangki bawah.
  • Laju alir massa air adalah 10 kg/s
  • Total kerugian gesek (friction losses, hf) di dalam pipa dan komponen fitting diperkirakan sebesar 3.5 J/kg
  • Tekanan di permukaan tangki bawah adalah 1 atm dan di tangki atas adalah 2 atm, di mana 1 atm sebanding 101,325  Pa
Gunakan Persamaan Bernouli yang dimodifikasi (Neraca Energi Mekanik) untuk menghitung Total Head Pompa (H) dalam satuan meter fluida ( J/kg atau m).

===============================================================================================

Pertemuan ke-3 

1.) Jelaskan perbedaan mendasar antara fan, blower, dan kompresor berdasarkan batasan rasio tekanan (pressure ratio) dan kenaikan tekanan (pressure rise) yang dihasilkan. Berikan masing-masing satu contoh aplikasinya di industri proses kimia!

2.) Bandingkan prinsip kerja antara kompresor sentrifugal dan kompresor aksial. Pada kondisi operasi seperti apa sebuah pabrik kimia harus memilih kompresor aksial dibandingkan kompresor sentrifugal? Jelaskan kelebihan dan kekurangan utamanya

3.) Apa yang dimaksud dengan fenomena surging dan choking pada operasional kompresor? Jelaskan apa penyebab utama terjadinya kedua fenomena tersebut dan bagaimana dampaknya terhadap keandalan mekanis alat serta sistem perpipaan di sekitarnya.

4.) Definisikan apa yang dimaksud dengan efisiensi adiabatik (isentropik) dan efisiensi mekanis pada sebuah kompresor. Bagaimana kedua efisiensi ini mempengaruhi total daya listrik yang harus disuplai ke motor penggerak (driver)?

5.) Udara (M = 28,97 g/mol, kapasitas panas spesifik k = 1,4) masuk ke dalam sebuah kompresor pada suhu 25 derajad Celsius dan tekanan 100 kPa dengan laju alir massa kg/s. Gas dikompresi secara politropik dengan indeks n = 1,25 hingga tekanan akhir 800 kPa

  • Tentukan suhu gas keluar kompresor (T2).
  • Hitung daya poros (shaft power) yang diperlukan jika efisiensi politropik keseluruhan dianggap 82%.
==========================================================================================