Dua pekan lalu, Abil menghubungi dengan informasi dirinya diajukan oleh Sabeum untuk ikut kejuaraan Tae Kwondo piala Bupati Gresik tahun 2026
Setelah memastikan ke Sabeum Aldi, maka segera mentransfer biaya pertandingan dan pembelian doboknya. Begitu pula ustadzah Elvi selalu wali kelasnya menegaskan pula.
Sabtu, 08 Agustus 2026 pagi telah sampai di Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) - Gresik untuk melihat Adek Abil bertanding di kelas Kyorugi Festival.
Yang menjadi berbeda dengan pertandingan lainnya, adalah :
- Merupakan pengalaman pertama bagi Abil dalam pertandingan resmi kejuaraan.
- Yang menjadi lawan kali ini adalah Hasbi, yang merupakan bestie di pondoknya. Perang batin seakan menyelimuti dua remaja tersebut
- Walaupun begitu, jiwa sportivitas harus dijunjung tinggi. Pertandingan harus menunjukkan performa terbaik dari hasil latihan selama ini.
Dalam kesempatan sebelum pertandingan, motivasi diberikan untuk menaikan mental bertanding. Sosok lawan yang selama latihan selalu menghujamkan tendangan yang menyakitkan belum tentu mustahil untuk dikalahkan. Pasti ada celah yang terbuka, karena yang terpenting akurasi-presisi tendangan yang dinilai.
Ketika turun ke gelanggang, tidak boleh bertanding setengah hati, harus fight sebagai petarung. Karena tidak boleh ada tendangan lawan yang telak masuk, begitu pula raihan poin harus diupayakan karena untuk menciptakan naluri meraih juara
Dalam nomor pertandingan ke-75, Abil turun dari sudut merah. Badan kedua atlet yang jumbo seperti tampak clash of the titans
Ronde 1 :
Saat keduanya bertemu di matras, memang tampak canggung, entah sungkan atau telah merasakan bobot tendangan keduanya saat latihan. belum lagi kali ini disaksikan oleh keluarganya masing-masing.....grogi kayaknya
Teriakan mbak Aisyah memecah keheningan suasana, keduanya mulai adu tendangan. Lawan yang tendangan lurus menghujam dada sempat beberapa kali ditolak dengan tangan, bersamaan pula kombinasi tendangan kanan-kiri dari Abil masuk ke perut lawan, pelan tapi pasti poin untuknya.
Tali pengikat pelindung tangan kurang kuat mencengkram, sehingga membuat terlepas dan dibetulkan kembali. Kelengahan terjadi setelahnya itu, belum dalam kondisi fokus sebuah tendangan tepat masuk ke wajah yang membuat Abil terhuyung dan mendapatkan hitungan wasit. Ronde pertama milik lawan
Ronde 1
Ronde 2 :
Setelah merasakan adu kekuatan di ronde 1, Abil memasuki arena dengan kaki mantap untuk mengejar ketinggalan poin. Naluri bertandingnya mulai tumbuh. Di ronde ini tampak tendangannya masuk walaupun tidak keras. Begitu pula dirinya mulai bisa melepaskan dari tekanan dan dominasi lawan. Beberapa momen dirinya yang berposisi menyerang. Wal hasil ronde ini menjadi milik Abil dan kedudukannya menjadi imbang.
Ronde 2
Ronde 3 :
Karena mampu menyamakan kedudukan, membuat kepercayaan dirinya meningkat. Menatap ronde penentuan dengan kemenangan. Ternyata setiap tendangannya yang lurus, serta kombinasi kanan-kiri kerap masuk ke lawan, sedangkan serangan lawan sering dapat ditangkis dengan tangan ataupun adu kaki.
Dalam satu serangan sporadis, dirinya mampu mendaratkan tendangan bertubi-tubi di dada lawan. Beruntung saat jeda untuk mengambil nafas, serangan lawan dapat dihalau dengan mudah dan tidak membahayakan.
Fix no debat, ronde ini menjadi milik Abil sekaligus merebut kemenangan dalam pertandingan ini. Kepadanya berhak mendapatkan medali emas yang sekaligus prestasi bergengsi pertama untuknya.
Namun saat meninggalkan arena, Abil tampak terhuyung dan napas tersengal-sengal. Segera tim medis memberikan selang oksigen ke hidungnya.
Abi dan Mbak Ais mendatanginya, dengan sentuhan telapak tangan di dada menghantarkan energi untuk mengatakan, "kami bersamamu". Sejenak kemudian nafasnya mulai stabil dan tangis cegukan tadi ternyata menangisi lawannya, karena nama Hasbi selalu disebutnya. Setelah dinetralkan nafas dan psikologinya, Abil sendiri melepas selang oksigen dihidungnya dan segera Abi perintahkan untuk menemui karibnya itu.
Abil segera lari ke Tribun menemui Hasbi dan bundanya, di sana mereka saling berpelukan dan mengikhlaskan hasil pertandingan tadi, di sini kami disuguhi jiwa sportivitas. Walaupun masih kadet pemula tapi menunjukan bagaimana caranya menghargai lawan dengan baik.
Ronde 3
Setelah pertandingan itu, mereka berdua tampak bersama kembali. Seakan melupakan pertandingan yang barusan terjadi. Ternyata Abil mampu melewati masa sulitnya dalam "perang batin" yang berkecamuk dalam dirinya. Dan ternyata kamu telah mampu memenanginya semua.
Selamat untuk Achmad Dzulfiqar Sabil, raih prestasimu tertinggi selanjutnya. Tidak salah Abi menyematkan nama pedang Rasulullah yang diberikan kepada Sayidina Ali pada namamu, semoga engkau mewarisi sifat-sifat beliau berdua yang memiliki keberanian namun rendah hati, tawadhu' dan penuh kasih sayang.
Mendadak jadi official
Dukungan langsung sang kakak