Unesa
Elemen
3. Dasar Kimia
Sub Elemen
- prinsip Kimia Dasar
- Kimia organik dasar
- Kimia an organik dasar
Kompetensi
- Menerapkan prinsip Kimia Dasar untuk menyelesaikan permasalah di bidang industri kimia
- Menerapkan Kimia Organik dasar untuk menyelesaikan permasalah di bidang industri kimia
- Menerapkan Kimia Anorganik Dasar untuk menyelesaikan permasalah di bidang industri kimia
Batasan :
- Penulisan tata nama senyawa berdasarkan rumus kimianya, penyetaraan persamaan reaksi, penulisan persamaan reaksi, hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap, hukum kelipatan perbandingan, hukum perbandingan volume dalam perhitungan kimia, konsep mol dalam perhitungan kimia dalam persamaan reaksi, perhitungan konsentrasi larutan dalam berbagai satuan, pembuatan larutan standar dan melakukan standarisasi, tidak termasuk perhitungan Stoikiometri untuk mendeteksi losses
- Pengujian keberadaan unsur C, H, dan O dalam senyawa karbon, perbedaan senyawa organik dengan anorganik, penggolongan senyawa hidrokarbon berdasarkan kejenuhan ikatan dan tata namanya, konsep isomer dan penerapannya pada sifat senyawa karbon, kegunaan dan komposisi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari, identifikasi gugus fungsi dalam suatu senyawa, perbedaan alkohol primer, sekunder, tersier, penulisan senyawa isomer dan memberi nama senyawa turunan hidrokarbon, sifat-sifat dan kegunaan serta dampak senyawa turunan hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari. tidak termasuk manipulasi rantai karbon dan gugus fungsi guna menciptakan produk bernilai tambah tinggi. Di industri plastik, obat-obatan, bahan bakar, hingga kosmetik.
- Laju reaksi, Pengaruh konsentrasi, luas permukaan sentuh, temperatur dan tekanan serta volume terhadap laju reaksi dari teori tumbukan, pengaruh katalisator terhadap laju reaksi, penentuan orde reaksi dan tetapan laju reaksi suatu reaksi berdasarkan data eksperimen, persamaan hukum laju reaksi suatu reaksi kimia, penerapan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari, reaksi kesetimbangan dan keadaan setimbang, faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan, harga tetapan kesetimbangan (Kc), harga tetapan kesetimbangan parsial gas (Kp), hubungan antara Kc dengan Kp, penerapan kesetimbangan kimia pada bidang industri, sifat koligatif larutan, pengaruh zat terlarut terhadap sifat koligatif larutan, perhitungan penurunan tekanan uap jenuh larutan elektrolit dan non elektrolit, perhitungan kenaikan titik didih larutan elektrolit dan non elektrolit, penentuan harga Mr zat terlarut berdasarkan persamaan kenaikan titik didih larutan, perhitungan penurunan titik beku larutan elektrolit dan non elektrolit, penentuan tekanan osmotik larutan elektrolit dan non elektrolit, penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan reaksi redoks dengan reaksi bukan redoks, membedakan reaksi redoks dengan reaksi bukan redoks; penyetarakan reaksi redoks dengan metode setengah reaksi dan perubahan bilangan oksidasi; persamaan sel elektrokimia; penentuan potensial reduksi pada beberapa reaksi redoks; proses terjadinya korosi pada logam, cara-cara mencegah atau menghambat terjadinya proses korosi; reaksi elektrolisis pada lelehan dan beberapa larutan; penerapan hukum Faraday untuk menghitung massa endapan yang dihasilkan pada elektrolisis; penerapan konsep reaksi redoks untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. dan elektrokimia. tidak termasuk Kimia Koordinasi dan Kompleks Logam, struktur kristal dan cacat kristal logam atau mineral, Proses perpindahan elektron dalam skala besar.
Elemen
4. Dasar Mikrobiologi
Sub Elemen
- Prinsip Mikrobiologi
- Sterilisasi
- Uji sterilisasi
Kompetensi
- Memahami dan menerapkan teknik dasar analisisnya mikrobiologi, pembuatan media
- Memahami dan menerapkan sterilisasi basah dan kering
- Memahami dan menerapkan analisa angka lempeng total pada koliform, kapang, khamir, dan pewarnaan bakteri
Batasan
- Konsep Mikrobiologi, penerapan mikrobiologi di industri, identifikasi bakteri dan kapang, media pertumbuhan mikroba tidak termasuk media dengan bahan bakar produksi skala besar.
- Teknik sterilisasi metode pemanasan kering dan pemanasan basah, isolasi metode tuang, Isolasi metode gores, isolasi metode sebar, isolasi metode tabur, dan inokulasi tidak termasuk proses penghancuran seluruh bentuk kehidupan mikroorganisme, termasuk spora bakteri yang sangat tahan panas.
- Penentuan jumlah bakteri/kapang dengan metode angka lempeng total atau total plate count tidak termasuk teknik kuantifikasi dan identifikasi mikroba untuk memastikan produk industri (makanan, obat, kosmetik) aman dikonsumsi dan memenuhi standar regulasi (seperti BPOM atau SNI).
Elemen
5. Teknik dasar pekerjaan laboratorium
Sub Elemen
- Penggunaan peralatan dasar laboratorium
- Pelaksanaan analisis dasar laboratorium.
Kompetensi
- Memahami dan menerapkan penggunaan peralatan dasar laboratorium
- Memahami dan menerapkan analisis dasar laboratorium yaitu titrimetri dan gravimetri
Batasan
- Penggunaan peralatan laboratorium kimia dengan menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja
- perbedaan analisis volumetri dengan analisis gravimetri;
- perbedaan asidimetri dengan alkalimetri;
- Penentuan kadar suatu zat dalam sampel berdasar data analisis volumetri;
- Analisis volumetri dalam menentukan kadar zat dalam sampel;
- Langkah-langkah analisis gravimetri dengan metode pengendapan;
- Perhitungan faktor gravimetri suatu unsur dalam endapan;
- Penentuan kadar suatu zat dalam sampel berdasar data analisis gravimetri;
- Macam-macam metode gravimetri;
- Analisis gravimetri dalam menentukan kadar zat dalam sampel;
- Tidak termasuk : mengelola limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) sesuai regulasi pemerintah untuk menghindari sanksi hukum dan pencemaran lingkungan. Penggunakan alat digital (instrumental) untuk analisis volumetri dengan analisis gravimetri;
====================================================================================================================================================
Prototype
No : 14
Elemen : 3 (Dasar Kimia )
Sub Elemen : 7 (Kimia Anorganik Dasar)
Kompetensi :
Mengidentifikasi, menganalisis, menghitung, dan menerapkan Kimia Anorganik Dasar untuk menyelesaikan permasalah di bidang industri kimia
Level Kognitif :
Pengetahuan dan Pemahaman
(Knowing and Understanding)
Bentuk Soal :
Pilihan Ganda
Indikator
Disajikan narasi mengenai suatu reaksi kimia di industri, peserta didik mampu mengidentifikasi penulisan persamaan reaksi yang setara sesuai dengan hukum kekekalan massa dengan benar.
Prototype Soal
Pada produksi asam sulfat, tahap penting adalah oksidasi belerang dioksida (SO2) menjadi belerang trioksida (SO3). Persamaan reaksi yang benar menurut hukum Lavoisier adalah...
A.) 2SO2(g) + O2(g) --> 2SO3(g)
B.) S(s) + O2(g) --> SO3(g)
C.) SO2(g) + O2(g) --> SO3(g)
D.) 2SO2(g) + 2O2(g) --> S2O3(g)
E.) 2SO2(g) + 1/2O2(g) --> SO3(g)
Kunci : A
Pembahasan
A.) Persamaan ini setara dengan 2 atom S dan 6 atom O di setiap ruas
B.) Tidak sesuai dengan reaksi belerang dioksida (SO2) menjadi belerang trioksida (SO3).
C.) Persamaan ini tidak setara dengan atom S dan atom O di setiap ruas
D.) Persamaan ini tidak setara dengan atom S dan atom O di setiap ruas
E.) Persamaan ini tidak setara dengan atom S dan atom O di setiap ruas
=======================================================================================
Prototype
No : 15
Elemen : 3
(Dasar Kimia)
Sub Elemen : 7
Kimia Anorganik Dasar
Kompetensi :
Mengidentifikasi, menganalisis, menghitung, dan menerapkan Kimia Anorganik Dasar untuk menyelesaikan permasalah di bidang industri kimia
Level Kognitif
Aplikasi (Applying)
Bentuk Soal
Pilihan Ganda
Indikator
Disajikan data konsentrasi stok dan volume yang diinginkan, peserta didik mampu menghitung volume pelarut yang dibutuhkan dalam proses pengenceran untuk pembuatan larutan standar di laboratorium.
Prototype Soal
Tersedia larutan stok HCl 5 M. Jika ingin dibuat 250 mL larutan HCl 0,5 M, berapa volume aquades yang diperlukan untuk proses pengenceran tersebut?
A.) 225 mL
B.) 50 mL
C.) 200 mL
D.) 25 mL
E.) 250 mL
Kunci : A
Pembahasan
A.)
Vol1 x M1 = Vol2 x M2
======================================================================================================
Prototype
No : 16
Elemen
Dasar Kimia
Sub Elemen
Kimia Anorganik Dasar
Kompetensi
Mengidentifikasi, menganalisis, menghitung, dan menerapkan Kimia Anorganik Dasar untuk menyelesaikan permasalah di bidang industri kimia
Level Kognitif
Penalaran (Reasoning)
Bentuk Soal
PGK Kategori
Indikator
Disajikan beberapa pernyataan terkait sifat koligatif larutan atau faktor laju reaksi, peserta didik mampu menganalisis sifat kolegatif larutan dengan benar.
Prototype Soal
Seorang praktikan sedang merancang sebuah sistem pendingin sekunder yang menggunakan larutan glikol dalam air dan mengamati kinetika korosi pada pipa logam yang digunakan. Berdasarkan fenomena sifat koligatif dan laju reaksi, manakah pernyataan berikut yang benar?
A. Penambahan etilen glikol ke dalam air akan menurunkan tekanan uap larutan, yang secara termodinamika mengakibatkan titik didih larutan menjadi lebih rendah dibandingkan air murni pada tekanan atmosfer yang sama.
B. Pada konsentrasi molal yang sama, larutan CaCl2 akan memberikan penurunan titik beku yang lebih besar dibandingkan larutan NaCl karena memiliki faktor Van't Hoff (i) yang lebih besar, dengan asumsi terionisasi sempurna.
C. Menurut hukum Raoult, larutan ideal yang memiliki interaksi antarmolekul sejenis (A-A) lebih kuat daripada interaksi tak sejenis (A-B) akan menunjukkan deviasi positif, sehingga tekanan uap total lebih tinggi dari yang diprediksi.
D. Peningkatan suhu pada sistem pendingin tidak hanya meningkatkan energi kinetik partikel tetapi juga menurunkan energi aktivasi (Ea) reaksi korosi, sehingga laju reaksi meningkat sesuai dengan persamaan Arrhenius.
E. Dalam proses osmosis, pelarut akan berpindah dari larutan dengan tekanan osmotik rendah ke larutan dengan tekanan osmotik tinggi melalui membran semipermeabel hingga mencapai kesetimbangan hidrostatik.
Kunci
Pernyataan yang benar adalah: B, C, dan E.
Pembahasan
Pernyataan A (SALAH): Penurunan tekanan uap mengakibatkan kenaikan titik didih (Tb), bukan penurunan. Hal ini terjadi karena larutan membutuhkan suhu lebih tinggi agar tekanan uapnya mencapai tekanan atmosfer.
Pernyataan B (BENAR): Sifat koligatif bergantung pada jumlah partikel. CaCl2 menghasilkan 3 ion (i=3), sedangkan NaCl menghasilkan 2 ion (i=2). Jadi, ∆Tf = Kf . m . i untuk CaCl2 lebih besar.
Pernyataan C (BENAR): Jika interaksi A-B lebih lemah dari A-A atau B-B, molekul lebih mudah lepas ke fase gas (deviasi positif), sehingga tekanan uap nyata > tekanan uap ideal.
Pernyataan D (SALAH): Suhu tidak mengubah energi aktivasi (Ea). Suhu meningkatkan jumlah partikel yang memiliki energi cukup untuk melewati hambatan Ea. Ea hanya bisa diubah dengan penambahan katalis.
Pernyataan E (BENAR): Tekanan osmotik rendah berarti konsentrasi zat terlarut rendah (pelarut tinggi). Osmosis adalah perpindahan pelarut dari konsentrasi zat terlarut rendah ke tinggi.
==============================================================================================
Prototype
No : 17
Elemen
Dasar Kimia
Sub Elemen
Kimia Anorganik Dasar
Kompetensi
Mengidentifikasi, menganalisis, menghitung, dan menerapkan Kimia Anorganik Dasar untuk menyelesaikan permasalah di bidang industri kimia
Level Kognitif
Penalaran (Reasoning)
Bentuk Soal
MCMA
Indikator
Disajikan skema sel volta atau sel elektrolisis beserta data potensial reduksi standar, peserta didik mampu menganalisis proses redoks yang terjadi di elektroda serta memprediksi produk reaksi untuk memecahkan masalah efisiensi pada proses elektrokimia industri.
Prototype Soal
Dalam sebuah unit pemurnian logam di industri, sebuah sel elektrolisis digunakan untuk memurnikan tembaga kotor (anode) menjadi tembaga murni (katode) menggunakan larutan CuSO4. Di dalam tembaga kotor tersebut, terdapat pengotor berupa logam Perak (Ag) dan Besi (Fe).
Agar proses pemurnian berjalan efisien dan menghasilkan tembaga dengan kemurnian tinggi di katode, analisislah pernyataan-pernyataan berikut dan pilihlah semua jawaban yang benar!
Kunci
A. Logam Besi (Fe) dari tembaga kotor akan ikut teroksidasi menjadi ion Fe2+ di anode karena memiliki potensial reduksi yang lebih negatif daripada tembaga.
B. Logam Perak (Ag) akan teroksidasi di anode dan mengotori lapisan tembaga murni di katode jika tegangan sel dinaikkan terlalu tinggi
C. Lumpur anode yang mengendap di dasar sel kemungkinan besar mengandung logam Perak (Ag) karena Perak lebih sulit teroksidasi dibandingkan Tembaga.
D. Ion Fe2+ yang berada di dalam larutan tidak akan mengendap di katode selama konsentrasi ion Cu2+ masih mencukupi, karena Cu2+ lebih mudah tereduksi.
E. Untuk meningkatkan efisiensi energi, tegangan luar yang diberikan harus diatur serendah mungkin namun tetap berada di atas ambang batas oksidasi tembaga dan besi secara bersamaan.
Pembahasan
Jawaban yang benar adalah: A, C, dan D.
Analisis:
Pernyataan A (Benar): Fe memiliki E° paling negatif (-0,44 V), sehingga Fe paling mudah teroksidasi dibandingkan Cu dan Ag. Di anode, Fe akan berubah menjadi ion Fe2+
Pernyataan B (Salah): Perak (Ag) memiliki E° paling positif (+0,80 V), artinya ia paling sulit teroksidasi. Dalam proses pemurnian tembaga standar, Ag biasanya tidak teroksidasi melainkan jatuh sebagai lumpur anode.
Pernyataan C (Benar): Karena E° Ag (+0,80 V) lebih besar dari Cu (+0,34 V), Ag bersifat inert dalam kondisi sel ini dan akan mengendap sebagai lumpur berharga di bawah anode.
Pernyataan D (Benar): Meskipun Fe2+ ada di larutan, di katode terjadi kompetisi reduksi. Karena E° Cu (+0,34 V) jauh lebih positif daripada Fe (-0,44 V), maka Cu akan lebih dulu tereduksi (mengendap) di katode, sehingga kemurnian tembaga terjaga.
Pernyataan E (Salah): Efisiensi pemurnian justru tercapai jika tegangan diatur hanya cukup untuk mengoksidasi Cu dan Fe, namun tidak sampai mengoksidasi Ag, agar pengotor Ag tetap berupa padatan (lumpur) dan tidak masuk ke larutan.
==========================================================================================================
Prototype
No : 18
Elemen
Dasar Mikrobiologi
Sub Elemen
Prinsip Mikrobiologi
Kompetensi
Memahami, menerapkan, dan mengevaluasi teknik dasar analisisnya mikrobiologi, pembuatan media
Level Kognitif
Pengetahuan dan Pemahaman
(Knowing and Understanding)
Bentuk Soal
Pilihan Ganda
Indikator
Disajikan deskripsi mengenai jenis-jenis media pertumbuhan mikroba, peserta didik mampu memahami fungsi spesifik dari media selektif atau media diferensial dalam teknik isolasi bakteri dengan benar.
Prototype Soal
Media Blood Agar dapat menunjukkan kemampuan bakteri dalam melakukan hemolisis (pemecahan sel darah merah). Berdasarkan fungsi tersebut, Blood Agar termasuk dalam kategori media...
A. selektif
B. transport
c. diferensial
d. sintesis
e. kolektif
Kunci :
C. diferensial
Pembahasan
A. Salah
Blood agar tidak menghambat pertumbuhan bakteri pada umumnya, justru menyediakan nutrisi tambahan.
B. Salah
C. Benar
Blood agar membedakan bakteri berdasarkan kemampuannya melisiskan sel darah merah (alfa, beta, atau gama hemolisis).
D. Salah
E. Salah
================================================================================================
Prototype
No : 19
Elemen
Dasar Mikrobiologi
Sub Elemen
Prinsip Mikrobiologi
Kompetensi
Memahami, menerapkan, dan mengevaluasi teknik dasar analisisnya mikrobiologi, pembuatan media
Level Kognitif
Aplikasi (Applying)
Bentuk Soal
PGK Kategori
Indikator
Disajikan beberapa pernyataan terkait prosedur penyiapan alat dan bahan pembuatan media, peserta didik mampu mengevaluasi teknik sterilisasi yang tepat (panas kering, panas basah, atau filtrasi) untuk berbagai komponen media pertumbuhan skala laboratorium.
Prototype Soal
Dalam pembuatan media yang mengandung susu, sering kali terjadi koagulasi jika disterilkan dengan suhu 121°C. Evaluasi teknik apa yang paling tepat untuk meminimalkan kerusakan protein tersebut?
A. Meningkatkan tekanan autoklaf menjadi 2 atm agar lebih cepat.
B. Hanya menggunakan air suling tanpa perlu mensterilkan susunya
C. Menggunakan teknik Tyndalisasi (pemanasan bertahap 100°C selama 3 hari berturut-turut).
D. Mensterilkan susu dengan oven suhu 170°C.
E. Pemanasan suhu 100°C pada panci terbuka
Kunci
C.
Pembahasan
A. Peningkatan tekanan akan meningkatkan suhu, yang justru akan mempercepat kerusakan protein susu.
B.
C. Tyndalisasi menggunakan suhu yang lebih rendah secara berulang untuk membunuh sel vegetatif yang tumbuh dari spora tanpa merusak protein susu secara drastis.
D.
E.
=======================================================================================================================================
Prototype
No : 20
Elemen
Dasar Mikrobiologi
Sub Elemen
Prinsip Mikrobiologi
Kompetensi
Memahami, menerapkan, dan mengevaluasi teknik dasar analisisnya mikrobiologi, pembuatan media
Level Kognitif
Penalaran (Reasoning)
Bentuk Soal
Pilihan Ganda
Indikator
Disajikan data hasil pengamatan pertumbuhan mikroba yang tidak sesuai target, peserta didik mampu menganalisis penyebab kegagalan tersebut berdasarkan data hasil pengamatan yang disajikan.
Prototype Soal
Data hasil titrasi menunjukkan kadar asam laktat dalam pembuatan yogurt sangat rendah setelah 24 jam inkubasi pada suhu ruang (25°C), padahal targetnya adalah yogurt yang kental dan asam. Analisis penyebab kegagalan yang paling logis adalah.
A. Suhu inkubasi tidak mencapai suhu optimal untuk aktivitas bakteri termofilik seperti S. thermophilus.
B. Wadah yang digunakan untuk fermentasi terlalu tertutup rapat.
C. Jumlah starter (bibit) yang dimasukkan melebihi dosis yang dianjurkan.
D. Susu yang digunakan mengandung kadar lemak yang terlalu tinggi.
E. Proses pengadukan terlalu cepat
Kunci
A
Pembahasan
A. Bakteri starter yogurt bersifat termofilik (37-45°C), sehingga suhu ruang akan sangat memperlambat produksi asam laktat.
B.
C.
D.
E.
=================================================================================================
No : 21
Elemen
Dasar Mikrobiologi
Sub Elemen
Teknik Sterilisasi
Kompetensi
Memahami, menerapkan, dan mengevaluasi sterilisasi basah dan kering, serta analisa angka lempeng total pada koliform, kapang, khamir, dan pewarnaan bakteri
Level Kognitif
Aplikasi (Applying)
Bentuk Soal
Pilihan Ganda
Indikator
Disajikan narasi tentang jenis sampel yang akan dianalisis untuk starilisasi, peserta didik mampu menentukan parameter suhu dan tekanan yang tepat pada penggunaan Oven untuk mencapai sterilitas yang optimal.
Prototype Soal
Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai kondisi sterilitas optimal di dalam oven untuk sampel berupa alat gelas yang terbungkus kertas perkamen?
A. Suhu 170°C; Tekanan 1 atm; Waktu 1 jam
B. Suhu 200°C; Tekanan 2 atm; Waktu 30 menit
C. Suhu 100°C; Tekanan 0 atm; Waktu 2 jam
D. Suhu 121°C; Tekanan 15 psi; Waktu 15 menit
E. Suhu 250°C, Tekanan 2 bar, Waktu 45 menit
Kunci
A.
Pembahasan
A. Ini adalah parameter ideal di mana kertas perkamen belum hangus namun mikroba sudah mati.
B.
C.
D.
E.
======================================================================================================================================
Prototype
No : 22
Elemen
Dasar Mikrobiologi
Sub Elemen
Teknik Sterilisasi
Kompetensi
Memahami, menerapkan, dan mengevaluasi sterilisasi basah dan kering, serta analisa angka lempeng total pada koliform, kapang, khamir, dan pewarnaan bakteri
Level Kognitif
Aplikasi (Applying)
Bentuk Soal
PGK Kategori
Indikator
Disajikan ilustrasi atau deskripsi prosedur inokulasi, peserta didik mampu memahami langkah-langkah kerja yang benar antara metode tuang (pour plate), gores (streak plate), dan sebar (spread plate) untuk mendapatkan koloni yang terpisah.
Prototype Soal
Jika seorang siswa melakukan metode 'pour plate' namun suhu media agar yang dituang masih terlalu panas (di atas 60°C), apa kemungkinan hasil yang akan diperoleh?
A. Koloni hanya akan tumbuh di permukaan agar saja.
B. Media agar tidak akan pernah memadat.
C. Jumlah koloni yang tumbuh sangat sedikit atau tidak ada karena bakteri mati terkena panas.
D. Bakteri akan tumbuh lebih cepat karena suhu hangat.
E. Mikroba akan berkembang di pinggir cawan petri
Kunci
C
Pembahasan
C. Suhu media yang terlalu panas saat pencampuran sampel dapat menyebabkan kematian sel mikroba.
=============================================================================================================================================
Prototype
No : 23
Elemen
Dasar Mikrobiologi
Sub Elemen
Teknik Sterilisasi
Kompetensi
Memahami, menerapkan, dan mengevaluasi sterilisasi basah dan kering, serta analisa angka lempeng total pada koliform, kapang, khamir, dan pewarnaan bakteri
Level Kognitif
Penalaran (Reasoning)
Bentuk Soal
MCMA
Indikator
Disajikan data hasil pengamatan cawan petri (jumlah koloni) dan faktor pengenceran pada uji ALT, peserta didik mampu menganalisis jumlah mikroba serta mengevaluasi kelayakan mutu produk berdasarkan batas cemaran mikroba yang ditetapkan.
Prototype Soal
Data uji ALT sampel 'Ikan Kaleng' menunjukkan hasil 6,5 x 10^4 cfu/g. Jika batas maksimum cemaran mikroba (BMCM) menurut SNI adalah 5,0 x 10^5 cfu/g, evaluasi manakah yang tepat?
A. Produk dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) karena mengandung bakteri.
B. Hasil uji menunjukkan produk memiliki mutu mikrobiologi yang baik secara kuantitatif.
C. Produk dinyatakan memenuhi syarat (MS) karena hasil uji lebih kecil dari BMCM.
D. Produk harus segera ditarik dari peredaran untuk dilakukan sterilisasi ulang.
E. Produk boleh diedarkan
Kunci
B, C, E
Pembahasan
A. Produk pangan olahan diperbolehkan mengandung mikroba selama tidak melebihi batas aman yang ditetapkan.
B. Semakin jauh hasil uji di bawah batas maksimum, semakin tinggi margin keamanan produk tersebut.
C. Secara kuantitatif, nilai 6,5x10^4 masih berada di bawah ambang batas 5,0x10^5
D.
E.
==================================================================================================================
Prototype
No : 24
Elemen
Teknik dasar pekerjaan laboratorium
Sub Elemen
Penggunaan Peralatan dan Analisis Dasar Laboratorium
Kompetensi
Memahami, mengklasifikasikan, dan menerapkan penggunaan peralatan dan analisis dasar laboratorium
Level Kognitif
Aplikasi (Applying)
Bentuk Soal
Pilihan Ganda
Indikator
Disajikan deskripsi pengukuran sampel asam/basa, peserta didik mampu menerapkan langkah operasional penggunaan neraca analitik atau pH meter sesuai SOP untuk mendapatkan data yang akurat.
Prototype Soal
Setelah elektroda pH meter dicelupkan ke dalam larutan buffer pH 4 dan dibilas, langkah operasional apa yang benar sebelum elektroda dimasukkan ke dalam sampel larutan asam berikutnya?
A. Langsung memasukkan elektroda ke sampel tanpa dikeringkan agar tetap basah.
B. Mengeringkan elektroda dengan cara menyeka perlahan menggunakan tisu halus tanpa digosok.
C. Menggosok elektroda dengan kain kasar agar sisa buffer hilang total.
D. Membiarkan elektroda kering di udara terbuka selama 5 menit.
E. Dibilas dengan aquabides agar larutan buffer hilang
Kunci
B.
Pembahasan
A. Kurang tepat
Sisa air bilasan (aquades) yang menempel dapat mengencerkan sampel dan mengubah nilai pH yang terbaca.
B. Menyeka tanpa menggosok mencegah timbulnya muatan statis pada membran kaca elektroda.
=====================================================================================================================================================================
Prototype
No : 25
Elemen
Teknik dasar pekerjaan laboratorium
Sub Elemen
Penggunaan Peralatan dan Analisis Dasar Laboratorium
Kompetensi
Memahami, mengklasifikasikan, dan menerapkan penggunaan peralatan dan analisis dasar laboratorium
Level Kognitif
Aplikasi (Applying)
Bentuk Soal
Pilihan Ganda
Indikator
Disajikan langkah-langkah kerja analisis kuantitatif secara acak, peserta didik mampu mengklasifikasi prosedur analisis titrimetri (seperti standarisasi larutan) atau analisis gravimetri (seperti pemijaran endapan) hingga tahap perhitungan kadar dengan benar.
Prototype Soal
Seorang siswa melakukan titrasi asam basa. Data yang diperoleh : massa baku primer (asam oksalat) = 0,6300 g, volume labu ukur = 100 ml, volume pipet volume (sampel) = 10 mL, dan rata-rata volume titran (NaOH) = 10,5 mL. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam perhitungan untuk mencari normalitas NaOH adalah...
A. Menghitung mol ekivalen NaOH
B. Membagi volume titran dengan volume sampel
C. Menentukan Normalitas larutan asam oksalat baku primer
D. Menghitung berat molekul NaOH
E. Mengencerkan Asam Oksalat dari reagen yang lebih pekat sebelumnya
Kunci
C
Pembahasan
A. Kurang tepat
Mol ekivalen NaOH baru bisa dicari setelah normalitasnya ditemukan atau melalui kesetaraan dengan baku primer.
B.
C. Jawaban yang benar
Sebelum menggunakan rumus titrasi
V1×N1 =V2×N2,
konsentrasi baku primer harus diketahui terlebih dahulu dari data penimbangan.
D.
E.