Sore itu, Pak Bd menjemput untuk mengajak ke suatu tempat dengan hajatan syukuran ulang tahun ke-8 sebuah usaha jual beli mobil bekas
Yang berbeda kali ini, tempatnya adalah coffe bar dan karaoke di daerah Jemursari Surabaya. Awal datang, sebelum pintu masuk telah disediakan menu makan lontong balap dan rawon ireng. Setelah menyantap lontong balap dengan sambel petisnya sejurus kemudian masuk ke dalam bar tersebut
Suasana temaram dengan gelegar musik jedag-jedug menyambut siapapun yang masuk ke areal bawah dengan banyak meja yang telah dikelilingi pengunjung undangan.
Sedangkan kami digiring ke lantai dua dengan bilik jamuan kacang, jeruk Santang, pastel, dan air mineral. Untuk sholat Maghrib harus keluar bar menuju pom bensin terdekat
Pukul 19.00, dari bilik lantai dua terdengar bunyi jos dan klentingan tutup botol jatuh ke lantai menandai pesta dimulai dengan iringan musik yang dipandu MC di atas panggung, menambah hinggar suasana dengan kepulan asap rokok, tampak wanita - wanita berdandan cantik mendampingi pengunjung yang duduk memutari meja sembari bersulang botol, inikah yang disebut wanita pesulang.......dari atap bilik terjadi perang batin, apakah asma Ilahi dan Rasul akan berkumandang pada tempat yang berpadu dengan alkohol, musik, dan aurat wanita yang terbuka......? sempat ada perasaan gentar sekilas, tetapi bila mengenang perjuangan Rasulullah di Thaif bersama Zaid bin Haritsah menambah kepecayaan diri kembali, apalagi kedatangan di sini diniati untuk mendoakan shohibul hajat, usaha dan keluarganya.
Sembari belajar untuk tidak merasa sok suci, namun tetap pengendalian diri agar tidak jatuh dalam lembah kemaksiatan tanpa memamdang sekeliling sebagai manusia pendosa. Karena bagi pribadi yang bertaubat tentunya Allah lebih mencintai daripada hambanya yang merasa lebih baik dan suci.. Materi khutbah Jumat kemarin tentang lathiful akhfa tentang penyucian diri dari takabur, sum'ah, berbangga diri seakan menjadi pertarungan tersendiri secara spiritual.
Terngiang pula kisah Abu Yazid Al-Busthami dan anjing : saat berjalan, abu Yazid mengangkat jubahnya untuk menghindari anjing yang dianggap najis, anjing itu tiba-tiba berkata (atas izin Allah), "Jika tubuhku najis, basuhlah 7 kali dengan air dan tanah, ia akan suci. Namun, jika najis kesombongan di hatimu karena merasa lebih mulia dariku, tidak akan suci walau dibasuh dengan tujuh samudera."
Tepat pukul 20.00 opening diawali dengan pembacaan doa, ucapan salam dijawab dengan riuh pengunjung seakan tanpa peduli, perlahan kata demi kata dirangkai