Rabu, 01 April 2026

Membangun Ruang Digital yang aman untuk anak


"Ruang digital aman, anak nyaman "

Peran orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam perlindungan anak di ruang digital

oleh Prof. Martadi - Unesa


  1. Mengapa anak perlu perlindungan di ruang digital 
  2. Bagaimana bentuk perlindungan
  3. Bagaimana berbagi peran
Tantangan bangsa Indonesia ke depan, Yaitu Megatren 2025 :
  • Laju inovasi teknologi
  • Masyarakat terdiri dari kelompok masyarakat modern, terbuka, dan hiperinovatif, dan masyarakat yang konservatif (kolot) dan masih percaya dukun
  • Larut dalam religius dan kearifan lokal
Digital seperti dua sisi mata uang, ada sisi positif dan negatif. Maka akan lebih bermakna bila mampu menyeimbangkan negatif-positif. 

sisi positif :
  • Jualan anime game roblox, pengusaha jual beli game online
  • Siswa SMA memiliki omzet penjualan online 1 milyar per bulan
  • Penulis novel di wattpad
  • Menyanyikan lagu Mandarin di medsos
  • Aksi bersih-bersih lingkungan hingga viral
sisi negatif : 
  • Pengeboman sekolah sendiri di Jakarta
  • Cyber Bullying
  • kecanduan game online hingga meninggal
Alasan orang tua memberikan gadget kepada anak :
  1. Pendidikan dan pembelajaran
  2. Hiburan dan penenang anak yang aktif
  3. Faktor kesibukan orang tua
  4. Komunikasi dan koneksi
  5. Ketertarikan terhadap teknologi
Kapan usia boleh pegang gawai :
  • Sebelum usia 14 tahun (menurut Bill Gates) 
  • SD kelas atas (kids & tech) 
  • Untuk Ponsel minimum 14 tahun, Medsos 16 tahun (the anxious generation zach) 

Catur Pusat Pendidikan berperan dalam mendidik anak :
  1. Orang tua sebagai madrasah pertama dan utama 
  2. Satuan Pendidikan
  3. Masyarakat
  4. Media (anak bisa "misuh" walaupun guru dan orang tua tidak mengajarinya. 
"Anak adalah cermin orang tua", anak cenderung meniru perilaku, akhlak, aqidah dari induk terdekatnya



Dari Hadits Rasulullah SAW :



Anak belajar melalui 4N :



Metode membatasi penggunaan gadget :
  1. Keteladanan
  2. Komitmen
Bagaimana melindungi anak, sesuai permenkomdigi No. 09 tahun 2026 :
  1. Batas usia sebelum 18 tahun (harus dibatasi penggunaannya) 
  2. pertimbangan aspek usia
  3. Ekosistem aman dari Industri pembuat aplikasi, Pemerintah dan orang tua
  4. Areal untuk anak usia 3 tahun : harus aktif dalam pengembangan motorik, pembuat aplikasi menilai sendiri kelayakan sebelum dirilis
Tujuh ancaman utama yang wajib dicegah, yaitu Platform :
  1. Kontak asing
  2. Konten berbahaya
  3. Ekplorasi belanja
  4. Pencurian data
  5. Penyebab kecanduan adiksi 
  6. Pennyebab gangguan mental
  7. Penyebab gangguan fisik
Langkah antisipasi :
  1. Mematuhi batasan penggunaan
  2. Jangan "royal" terhadap update status
  3. Mengaktifkan fitur pengamanan (cek, blokir) 
  4. Pengawasan aktivitas anak
  5. Mengatur waktu hanya dua jam perhari
  6. Mengaktifkan gerakan Surabaya tanpa gawai
Untuk Guru dan Kasek :
  1. Penggunaan Platform yang aman untuk pembelajaran
  2. Melindungi data pribadi
  3. Kebijakan minim gawai (sama sekali tidak boleh murid bawa gawai di sekolah). pastikan ada Pokja yang menangani
  4. Melindungi diri resiko digital (gelisah bila tidak pegang gawai) 
  5. Literasi digital
  6. Pakta Integritas
  7. Siswa dilibatkan sebagai agen perubahan
  8. Budaya sekolah aman, nyaman, dengan minim gawai (anak mempunyai aktivitas lain yang menyenangkan selain gawai) 
Peran Masyarakat :

Terbentuknya kampung pancasila yang mendampingi penggunaan gawai dengan aman, melibatkan PKK, Posyandu, Karang Taruna dan Tokoh Masyarakat

Materi : Ekploitasi anak di ruang digital
oleh Kombespol Ganis Sedyaningrum
Direktorat PPA dan PPP Polda Jatim



Tingkat penetrasi internet di Indonesia tahun 2025 mencapai 85 ℅ dari jumlah warga Indonesia

Kerentanan anak di dunia digital :
  • Konten ilegal (bisa jadi korban maupun pelaku) 
  • Grooming yaitu video bugil dengan membuka gadget dikamarnya lalu difoto/video kemudian dijual
  • Kasus pemboman SMA 72 Jakarta, berawal dari problem orang tua, anak tidak punya tempat untuk curhat
  • Kasus pembunuhan orang tua oleh anaknya yang berusia 12 tahun
  • Bullying sehingga menjadi depresi bagi korbannya
  • Game Online
  • Mi-Chat
  • Pornografi

Bila ada kejahatan digital, segera laporkan ke pihak yang berwajib

Deklarasi Digital Aman, Anak Nyaman


Sambutan Walikota Surabaya
Dr. Eri Cahyadi, ST.,MT.
  • Ujian terbesar yang baru disadari yang bisa merusak generasi muda adalah gawai, karena orang tua kalah pinter dengan anaknya
  • Kesibukan orang tua dalam pekerjaan lupa dengan anaknya, sehingga untuk menenangkan anaknya diberi HP
  • Hari ini, history HP anak banyak isinya mesum dan porno
  • Ospek siswa baru, juga melibatkan ospek orang tuanya
  • Kenakalan Gangster yang pegang HP, bawa sajam, sangat berbahaya, tapi tidak bisa ditangkap karena di bawah umur dan orang tuanya hanya bisa menangis
  • Ada walikota ingin viral, pakai medsos. Maka tunggu kehancuran sistem pengelolaan pemerintahan
  • Pembatasan gawai bukan perjuangan yang mudah, maka butuh niat dan perjuangan bersama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar