Senin, 27 Juli 2026

Tugas KKA XTKI2

 


Materi :

  1. Elemen berfikir komputasional
  2. Elemen Literasi digital
  3. Elemen jaringan komputer
  4. Elemen algoritma pemrogaman
  5. Elemen analisis data
  6. Elemen literasi dan etika kecerdasan arftifisial
  7. Elemen pemanfaatan dan pengembangan kecerdasan artifisial


Tugas # 1. Buatlah video perkenalan diri dengan maksimal durasi 30 detik. Konten berisi : Nama Murid, Nomor Absen, dan Motto hidup

Dikirimkan pada link google drive di bawah ini

https://drive.google.com/drive/folders/1h0qiIiWNmhMeOq_wH7YsUZPMHAETsmPI


Tugas #. 2. PPT Berfikir Komputasional

  1. Buatlah PPT bertemakan berfikir komputasional dengan minimal 10 slide
  2. Kerjakan secara pribadi
  3. Hasil PPT dikirimkan pada google drive di bawah ini

Sabtu, 18 Juli 2026

Ke Jogja

Pagi pukul 06.30 bersama satu rombongan bus keluarga besar MTsN 3 Surabaya bertolak ke Jogja untuk pelepasan bu. Asmiati yang bertugas ke MTsN 1 Surabaya.

Pukul 11.00 sampai lokasi pictnik land dengan wahana untuk spot foto yang menampilkan bangunan bersejarah dari belahan dunia.

Ala Timur Tengah

Coloseum Romawi

Merlion Singapura



Ikon Kingkong

Golongan suwek-suwek




Untuk makan siang menikmati menu olahan ndeso dengan view pekarangan durian dan sawah, dilanjutkan bersantai di Pinus Pengger.



Pukul 14.30 beralih ke Bakpia 25, karena sudah sering bawa oleh-oleh bakpia tapi jarang yanh makan, membuat enggan belanja di situ

Pukul 17.00 sampai di hotel Kalya Kota Gede mendapatkan kamar 202. Dengan fasilitas bintang ⭐⭐⭐ 


Acara Gala dinner dimulai pukul 19.00 dengan sebelumnya makan malam. Pada momen yang bertajuk pisah kenang memberikan sambutan mewakili komite
  • Indikator pemimpin yang baik adalah di belakangnya tidak banyak yang menggunjing keburukanya 
  • Dengan durasi kepemimpinan 4 tahun 7 bulan sudah terbukti keberhasilan dalam pembangunan fisik dan prestasi anak didik dalam berbagai even lomba

Video dari Sanram Travel



Merapi Tour


Musium Sisa Hartaku

Tim suwek Roso-Roso
The Lost World Park



Jeep








Kamis, 16 Juli 2026

Tugas Pengolahan Limbah XI TKI 1



Tugas #.1 : Pengamatan Lingkungan

Ketentuan :

  1. Kerjakan pada kolom komentar postingan web blog ini
  2. Tuliskan pada kiri atas dengan judul tugas tersebut
  3. Tuliskan Nama dan nomor absen
  4. Bentuk Tugas : buatlah essay tentang potensi limbah di sekitar rumah kalian. Dan usulan saran untuk mengolah limbah tersebut.

Tugas #.2 : Praktikum

Judul Praktikum : Klasifikasi Limbah Lingkungan Sekolah/Bengkel Berdasarkan Wujud dan Sifatnya

Tujuan Praktikum

  1. Siswa mampu mengidentifikasi berbagai jenis limbah yang dihasilkan di lingkungan sekitar sekolah atau bengkel praktik.
  2. Siswa mampu mengklasifikasikan limbah berdasarkan wujudnya (padat, cair, gas).
  3. Siswa mampu mengelompokkan limbah berdasarkan sifatnya (organik, anorganik, B3 - Bahan Berbahaya dan Beracun).

Alat, Bahan, dan Keselamatan Kerja
  1. Sarung tangan karet/latex, 
  2. masker medis, 
  3. pinset/pencapit panjang, 
  4. Tiga kantong sampah berbeda warna, 
  5. papan jalan (clipboard), 
  6. alat tulis, 
  7. kamera/HP.
  8. Sampel limbah di area sekolah,
  9. kantin, atau 
  10. bengkel jurusan.
  11. Wajib memakai masker dan sarung tangan. Dilarang menyentuh limbah B3 secara langsung atau mencium bau limbah dari jarak dekat. Cuci tangan dengan sabun setelah praktikum.
Langkah Kerja :

1.Persiapan dan Penggunaan APD:
Wajib sebelum turun ke lapangan.

Kenakan sarung tangan karet dan masker dengan benar. Siapkan alat tulis dan pastikan kantong sampah/wadah penampung sudah diberi label: Organik, Anorganik, dan B3.

2.Pengumpulan Sampel (Sampling):

Kunjungi tiga titik lokasi yang berbeda (misalnya: area kantin, halaman sekolah, dan bengkel praktik jurusan). Ambil minimal 3 jenis sampel limbah berbeda dari setiap lokasi menggunakan pinset/pencapit.

3.Identifikasi Wujud Limbah :
Lakukan di area terbuka.

Letakkan sampel di atas alas yang aman. Amati wujud fisiknya secara langsung. Catat apakah limbah tersebut berbentuk padat (kertas, logam), cair (air cucian, sisa oli), atau gas (asap knalpot/las - amati sumbernya saja, tidak perlu ditangkap).

4.Analisis Sifat Limbah:

Gunakan literatur atau modul untuk menentukan sifat sampel. Kelompokkan ke dalam: Organik (mudah membusuk/terurai), Anorganik (sulit terurai seperti plastik/kaca), atau B3 (beracun/berbahaya seperti aki bekas, sisa cat, oli).

5.Pemilahan dan Pendokumentasian:

Foto setiap sampel beserta label klasifikasinya untuk lampiran laporan. Masukkan sampel limbah padat ke dalam kantong sampah yang sesuai dengan sifatnya.

6.Pembersihan Area dan Diri (Clearance):

Buang kantong sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sekolah sesuai kategorinya. Lepas APD, buang masker ke tempat sampah, dan cuci tangan menggunakan sabun hingga bersih.

Tabel Pengamatan

Gunakan format tabel berikut pada buku laporan praktikum untuk mencatat hasil observasi:

  • No.
  • Nama sampel limbah
  • Foto sampel limbah
  • Lokasi Ditemukan
  • Wujud (padat/cair/gas)
  • Sifat (organik/anorganik/B3)
  • Potensi Bahaya

Pertanyaan Diskusi (Post-Test)

Setelah mengisi tabel pengamatan, diskusikan pertanyaan berikut bersama kelompok:

  1. Berdasarkan sampel yang ditemukan, limbah dengan wujud dan sifat apa yang paling mendominasi lingkungan sekolah/bengkel?
  2. Pilih satu limbah anorganik dari tabel Anda. Jelaskan bagaimana limbah tersebut bisa dimanfaatkan atau didaur ulang!
  3. Khusus Jurusan: Jelaskan prosedur standar (SOP) penanganan satu jenis limbah B3 yang paling sering dihasilkan oleh jurusan Anda!

Tugas #. 3 Praktikum

Judul Praktikum : Uji Karakteristik Air Limbah dan Toksisitas Sederhana Terhadap Organisme Air

prinsip: Karakterisasi fisik-kimia dilakukan untuk mengetahui kualitas fisik dan beban pencemar awal limbah. Uji toksisitas akut (bioassay) memanfaatkan respons biologis organisme air (Daphnia magna atau benih ikan) untuk mengukur tingkat bahaya limbah cair melalui penentuan nilai LC50 (Lethal Concentration 50%), yaitu konsentrasi limbah yang menyebabkan kematian 50% populasi uji dalam jangka waktu tertentu (biasanya 24–96 jam).

Tujuan:

  1. Menentukan parameter fisik dan kimia utama sampel air limbah (Suhu, pH, Kekeruhan, EC/TDS, dan DO).
  2. Menentukan tingkat toksisitas akut air limbah terhadap organisme air uji.
  3. Mengidentifikasi nilai LC50 sampel air limbah terhadap organisme uji.
Persiapan Alat, Bahan, dan K3:
Wajib dilakukan sebelum memulai analisis.

  • K3: Gunakan jas laboratorium, sarung tangan nitril/latex, dan goggles. Lakukan penanganan sampel berbau di dalam fume hood.
  • Alat: pH meter, DO meter/set titrasi Winkler, konduktivitimeter, turbidimeter, gelas kimia (250 mL & 1000 mL), pipet ukur, aerator, dan wadah akuarium uji.
  • Bahan: Sampel air limbah, akuades, larutan buffer pH (4, 7, 10), dan 60 ekor organisme uji yang sehat (Daphnia magna atau ikan Guppy/Mas berukuran homogen).

Pengukuran Karakteristik Air Limbah:
Parameter Fisik & Kimia Sampel.

  1. Suhu: Ukur langsung di tempat/saat sampel dibuka menggunakan termometer (°C).
  2. pH: Kalibrasi pH meter dengan larutan buffer, celupkan elektroda ke sampel hingga pembacaan stabil.
  3. Kekeruhan: Bilas kuvet turbidimeter, isi dengan sampel, dan baca nilai dalam satuan NTU.

  4. TDS & EC: Ukur Daya Hantar Listrik (EC dalam µS/cm) dan Total Dissolved Solids (TDS dalam mg/L) dengan konduktivitimeter.

  5. DO Awal: Ukur Oksigen Terlarut (DO) sampel murni dan air pengencer (mg/L).


Preparasi Larutan Uji Toksisitas:Pembuatan Variasi Konsentrasi.
  1. Siapkan 6 wadah uji (kapasitas 250–500 mL).

  2. Buat seri pengenceran limbah dengan air kontrol (air ter-aerasi bebas klorin):

    • Wadah 0 (Kontrol): 0% limbah (100% air kontrol)

    • Wadah 1: 6,25% limbah

    • Wadah 2: 12,5% limbah

    • Wadah 3: 25% limbah

    • Wadah 4: 50% limbah

    • Wadah 5: 100% limbah (limbah murni)


Pelaksanaan Uji Bioassay:
Pendedahan dan pengamatan mortalitas.

  1. Masukkan 10 ekor organisme uji secara hati-hati ke dalam masing-masing wadah.
  2. Catat jumlah organisme yang hidup, abnormal (hilang keseimbangan/pasif), dan mati pada interval 24 jam, 48 jam, 72 jam, dan 96 jam.

  3. Ambil organisme yang mati segera agar tidak membusuk dan merusak kualitas air uji.







Evaluasi & Analisis Data (LC50)

  1. Persyaratan Uji Valid: Uji dianggap valid apabila mortalitas pada Kontrol (0%) tidak melebihi 10% di akhir periode pengujian.

  2. Penentuan LC50:

    • Plot persentase mortalitas pada sumbu Y dan $\log_{10}(\text{Konsentrasi})$ pada sumbu X.

    • Gunakan analisis persamaan regresi linier atau analisis Probit untuk mendapatkan titik konsentrasi di mana mortalitas mencapai tepat 50%.

  3. Kategori Toksisitas (Menurut Kriteria EPA/OECD):

    • LC50 < 1%: Sangat Toksik

    • LC50 1% – 10%: Toksik

    • LC50 10% – 100%: Moderat / Cukup Toksik

    • LC50 > 100%: Tidak Toksik





Tugas # 4. Menganalisis dampak limbah Non-B3

Prosedur Praktikum: Analisis Dampak Limbah Non-B3 terhadap Lingkungan

Tujuan Praktikum

  1. Mengidentifikasi jenis dan karakteristik limbah non-B3 (organik dan anorganik) di lingkungan sekitar.

  2. Menganalisis dampak fisik, kimia, dan biologi akibat penumpukan limbah non-B3 terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

  3. Merumuskan usulan penanganan serta alternatif pemanfaatan limbah non-B3 secara efisien.


Alat, Bahan, dan Keselamatan Kerja (K3)

  • Alat : Papan jalan (clipboard), alat tulis, kamera/HP untuk dokumentasi, sarung tangan karet/latex, masker medis, dan pinset/pencapit panjang.

  • Bahan : Sampel limbah non-B3 (sisa makanan, plastik, kertas, daun kering, dll.) di area pemukiman/sekolah.

  • Keselamatan Kerja (K3) :

    • Wajib menggunakan masker dan sarung tangan selama kegiatan sampling.

    • Dilarang menyentuh atau menghirup bau limbah secara langsung.

    • Cuci tangan hingga bersih menggunakan sabun setelah seluruh kegiatan praktikum selesai.


Langkah Kerja
  1. Persiapan APD dan Alat Opsional: Kenakan masker dan sarung tangan karet sebelum turun ke lokasi pengamatan. Siapkan lembar observasi dan alat dokumentasi.

  2. Pengamatan dan Pengumpulan Sampel Field Work: Kunjungi 2–3 titik lokasi pengamatan (misalnya : TPS sekitar, kantin, atau saluran air pemukiman). Amati dan catat jenis limbah non-B3 yang mendominasi.

  3. Identifikasi Karakteristik Limbah: Klasifikasikan limbah ke dalam dua kategori utama:

    • Organik: Sisa makanan, sayuran, daun kering (mudah membusuk/terurai).

    • Anorganik: Plastik, kaleng, kardus, botol kaca (sulit/tidak dapat terurai secara alami).

  4. Analisis Dampak Lingkungan: Amati dampak nyata atau potensi gangguan dari limbah tersebut di lokasi pengamatan, meliputi:
  • Dampak Fisik: Estetika lingkungan terganggu, saluran air tersumbat/potensi banjir, timbul bau tidak sedap.
  • Dampak Biologi/Kesehatan: Munculnya sarang penyakit (vektor nyamuk, lalat, tikus), perkembangbiakan bakteri patogen.

Pendokumentasian : Ambil foto setiap jenis limbah beserta lokasi penumpukannya sebagai bukti analisis laporan.

Pembersihan (Clearance): Rapikan kembali area observasi, buang sarung tangan dan masker sekali pakai ke tempat sampah, lalu cuci tangan menggunakan sabun hingga bersih.


TABEL PENGAMATAN ANALISIS

NO󠀩󠀪

JENIS/ NAMA LIMBAH

KATEGORI ( ORGANIK / ANORGANIK )

LOKASI DITEMUKAN

DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN / KESEHATAN

USULAN PENANGANAN / SOLUSI


CONTOH :

1. Sisa makanan atau dapur / organik / TPS atau Kantin /   Timbul bau busuk, mengundang lalat & vektor penyakit / Pembuatan komposter atau pakan maggot (BSF)


Pertanyaan Diskusi (Post-Test)

  1. Mengapa limbah organik non-B3 yang dibiarkan menumpuk secara terbuka dapat menimbulkan masalah pencemaran lingkungan baru ?

  2. Jelaskan dampak jangka panjang dari limbah plastik non-B3 jika terurai menjadi mikroplastik di ekosistem perairan !

  3. Berikan rekomendasi penerapannya dengan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk menguraikan permasalahan limbah anorganik di lingkungan sekitar Anda !





Tugas # 5. Menganalisis Parameter Pencemaran Air

Tugas # 6. Menganalisis Penyebab terjadinya polusi udara

Tugas # 7. Melaksanakan Proses penanganan sampah yang tepat

Tugas # 8. Menganalisis pengolahan limbah cair

Tugas # 9. Menganalisis pengolahan limbah padat

Tugas # 10. Mengidentifikasi waste management

Tugas OTK XI TKI 1

 


Tugas # 1. Buatlah video perkenalan diri dengan maksimal durasi 20 detik. Konten berisi : Nama Murid, Nomor Absen, dan Motto hidup

Dikirimkan pada link google drive di bawah ini

https://drive.google.com/drive/folders/1RAGlCCSDiSJvllY64dvUyHzBbB4GDOOy


Daftar Pembagian Kelompok


Materi Pembelajaran :

  1. Start-up dan Shutdown  
  2. Aliran Fluida 
  3. Absorpsi 
  4. Adsorbsi 
  5. Mixing 
  6. Ekstraksi Cair - Cair 
  7. Ekstraksi Padat - Cair
  8. Grinding - Sizing 
  9. Reverse osmosis 

Tugas # 2. PPT Berkelompok 

1.) Dari kelompok yang telah terbentuk selanjutnya membuat PPT sesuai urutan kelompok dan tema. Misalnya kelompok 1 membuat tema materi 1

2.) Konten materi bisa disadur dari buku OTK yang telah dipinjami oleh perpustakaan sekolah

3.) PPT yang telah jadi, dikirimkan pada link Google drive berikut :


4.) Pertemuan berikutnya sudah mulai presentasi kelompok

Tugas # 4 :
Kuis Start up dan Shut down


Hasil terbaik dikirim screenshot :


Tugas # 5 :
Praktikum Bilangan Reynolds

Rabu, 15 Juli 2026

EJIES



Judul Inovasi: Singkat, jelas, dan menggambarkan solusi yang ditawarkan.

Optimalisasi Literasi Digital Pendidik: Membangun Ekosistem Satu Guru Satu Blog

Identitas Diri: Nama pengusul/sekolah dan data pendukung lainnya.

Latar Belakang: Alasan mendasar mengapa inovasi tersebut dikembangkan oleh sekolah.


Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di abad ke-21 telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai sektor kehidupan, tak terkecuali dalam bidang pendidikan.

Transformasi digital menuntut adanya perubahan paradigma pembelajaran, dari yang bersifat konvensional (berpusat pada ruang kelas fisik) menjadi lebih fleksibel, terbuka, dan terhubung secara global. Dalam lanskap baru ini, literasi digital bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kompetensi esensial yang mutlak harus dikuasai oleh seorang pendidik.

Guru di era modern tidak hanya berperan sebagai agen penyampai informasi, tetapi juga sebagai fasilitator, kreator, dan kurator pengetahuan

Sayangnya, realita di lapangan sering kali menunjukkan adanya kesenjangan (gap) antara tuntutan zaman dengan tingkat literasi digital pendidik. Banyak guru yang telah mampu mengoperasikan perangkat digital dasar dan menggunakan internet untuk mencari informasi, namun masih sebatas menjadi konsumen konten (content consumer), bukan sebagai kreator konten (content creator)

Pengalaman mengajar, strategi pedagogik, dan refleksi pembelajaran sering kali hanya tersimpan dalam ingatan atau catatan usang yang tidak dapat diakses oleh publik. Akibatnya, potensi penyebaran praktik baik (best practices) di dunia pendidikan menjadi sangat terbatas.




Tujuan dan Sasaran Inovasi: Target perubahan yang ingin dicapai beserta kelompok yang menjadi sasaran.

Deskripsi Inovasi: Penjelasan rinci mengenai konsep, metode, atau teknologi yang digunakan.

Mekanisme/Organisasi: Struktur atau alur kerja yang disusun untuk menjalankan inovasi tersebut.

Aspek/Materi yang Dikembangkan: Fokus spesifik dari inovasi yang dibuat.

Kerjasama Pemangku Kepentingan: Keterlibatan pihak luar (misalnya komite sekolah, dunia usaha, atau masyarakat) dalam implementasi inovasi.

Ketercapaian dan Kendala: Indikator keberhasilan yang telah dicapai serta solusi alternatif untuk mengatasi kendala di lapangan.

Dampak atau Hasil yang Diharapkan: Proyeksi manfaat jangka pendek maupun jangka panjang.


Rencana Implementasi dan Keberlanjutan: Langkah strategis agar inovasi tetap berjalan dan berdampak di masa depan.

Dokumentasi Pendukung: Bukti fisik berupa foto kegiatan, diagram, atau tabel


Tugas Pengolahan Limbah XI TKI 2

 


Tugas #.1 : Pengamatan Lingkungan

Ketentuan :

  1. Kerjakan pada kolom komentar postingan web blog ini
  2. Tuliskan pada kiri atas dengan judul tugas tersebut
  3. Tuliskan Nama dan nomor absen
  4. Bentuk Tugas : buatlah essay tentang potensi limbah di sekitar rumah kalian. Dan usulan saran untuk mengolah limbah tersebut.


Tugas #.2 : Praktikum

Judul Praktikum : Klasifikasi Limbah Lingkungan Sekolah/Bengkel Berdasarkan Wujud dan Sifatnya

Tujuan Praktikum

  1. Siswa mampu mengidentifikasi berbagai jenis limbah yang dihasilkan di lingkungan sekitar sekolah atau bengkel praktik.
  2. Siswa mampu mengklasifikasikan limbah berdasarkan wujudnya (padat, cair, gas).
  3. Siswa mampu mengelompokkan limbah berdasarkan sifatnya (organik, anorganik, B3 - Bahan Berbahaya dan Beracun).

Alat, Bahan, dan Keselamatan Kerja
  1. Sarung tangan karet/latex, 
  2. masker medis, 
  3. pinset/pencapit panjang, 
  4. Tiga kantong sampah berbeda warna, 
  5. papan jalan (clipboard), 
  6. alat tulis, 
  7. kamera/HP.
  8. Sampel limbah di area sekolah,
  9. kantin, atau 
  10. bengkel jurusan.
  11. Wajib memakai masker dan sarung tangan. Dilarang menyentuh limbah B3 secara langsung atau mencium bau limbah dari jarak dekat. Cuci tangan dengan sabun setelah praktikum.
Langkah Kerja :

1.Persiapan dan Penggunaan APD:
Wajib sebelum turun ke lapangan.

Kenakan sarung tangan karet dan masker dengan benar. Siapkan alat tulis dan pastikan kantong sampah/wadah penampung sudah diberi label: Organik, Anorganik, dan B3.

2.Pengumpulan Sampel (Sampling):

Kunjungi tiga titik lokasi yang berbeda (misalnya: area kantin, halaman sekolah, dan bengkel praktik jurusan). Ambil minimal 3 jenis sampel limbah berbeda dari setiap lokasi menggunakan pinset/pencapit.

3.Identifikasi Wujud Limbah :
Lakukan di area terbuka.

Letakkan sampel di atas alas yang aman. Amati wujud fisiknya secara langsung. Catat apakah limbah tersebut berbentuk padat (kertas, logam), cair (air cucian, sisa oli), atau gas (asap knalpot/las - amati sumbernya saja, tidak perlu ditangkap).

4.Analisis Sifat Limbah:

Gunakan literatur atau modul untuk menentukan sifat sampel. Kelompokkan ke dalam: Organik (mudah membusuk/terurai), Anorganik (sulit terurai seperti plastik/kaca), atau B3 (beracun/berbahaya seperti aki bekas, sisa cat, oli).

5.Pemilahan dan Pendokumentasian:

Foto setiap sampel beserta label klasifikasinya untuk lampiran laporan. Masukkan sampel limbah padat ke dalam kantong sampah yang sesuai dengan sifatnya.

6.Pembersihan Area dan Diri (Clearance):

Buang kantong sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sekolah sesuai kategorinya. Lepas APD, buang masker ke tempat sampah, dan cuci tangan menggunakan sabun hingga bersih.

Tabel Pengamatan

Gunakan format tabel berikut pada buku laporan praktikum untuk mencatat hasil observasi:

  • No.
  • Nama sampel limbah
  • Foto sampel limbah
  • Lokasi Ditemukan
  • Wujud (padat/cair/gas)
  • Sifat (organik/anorganik/B3)
  • Potensi Bahaya

Pertanyaan Diskusi (Post-Test)

Setelah mengisi tabel pengamatan, diskusikan pertanyaan berikut bersama kelompok:

  1. Berdasarkan sampel yang ditemukan, limbah dengan wujud dan sifat apa yang paling mendominasi lingkungan sekolah/bengkel?
  2. Pilih satu limbah anorganik dari tabel Anda. Jelaskan bagaimana limbah tersebut bisa dimanfaatkan atau didaur ulang!
  3. Khusus Jurusan: Jelaskan prosedur standar (SOP) penanganan satu jenis limbah B3 yang paling sering dihasilkan oleh jurusan Anda!


Tugas #. 3 Praktikum

Judul Praktikum : Uji Karakteristik Air Limbah dan Toksisitas Sederhana Terhadap Organisme Air

prinsip: Karakterisasi fisik-kimia dilakukan untuk mengetahui kualitas fisik dan beban pencemar awal limbah. Uji toksisitas akut (bioassay) memanfaatkan respons biologis organisme air (Daphnia magna atau benih ikan) untuk mengukur tingkat bahaya limbah cair melalui penentuan nilai LC50 (Lethal Concentration 50%), yaitu konsentrasi limbah yang menyebabkan kematian 50% populasi uji dalam jangka waktu tertentu (biasanya 24–96 jam).

Tujuan:

  1. Menentukan parameter fisik dan kimia utama sampel air limbah (Suhu, pH, Kekeruhan, EC/TDS, dan DO).
  2. Menentukan tingkat toksisitas akut air limbah terhadap organisme air uji.
  3. Mengidentifikasi nilai LC50 sampel air limbah terhadap organisme uji.
Persiapan Alat, Bahan, dan K3:
Wajib dilakukan sebelum memulai analisis.

  • K3: Gunakan jas laboratorium, sarung tangan nitril/latex, dan goggles. Lakukan penanganan sampel berbau di dalam fume hood.
  • Alat: pH meter, DO meter/set titrasi Winkler, konduktivitimeter, turbidimeter, gelas kimia (250 mL & 1000 mL), pipet ukur, aerator, dan wadah akuarium uji.
  • Bahan: Sampel air limbah, akuades, larutan buffer pH (4, 7, 10), dan 60 ekor organisme uji yang sehat (Daphnia magna atau ikan Guppy/Mas berukuran homogen).

Pengukuran Karakteristik Air Limbah:
Parameter Fisik & Kimia Sampel.

  1. Suhu: Ukur langsung di tempat/saat sampel dibuka menggunakan termometer (°C).
  2. pH: Kalibrasi pH meter dengan larutan buffer, celupkan elektroda ke sampel hingga pembacaan stabil.
  3. Kekeruhan: Bilas kuvet turbidimeter, isi dengan sampel, dan baca nilai dalam satuan NTU.

  4. TDS & EC: Ukur Daya Hantar Listrik (EC dalam µS/cm) dan Total Dissolved Solids (TDS dalam mg/L) dengan konduktivitimeter.

  5. DO Awal: Ukur Oksigen Terlarut (DO) sampel murni dan air pengencer (mg/L).


Preparasi Larutan Uji Toksisitas:Pembuatan Variasi Konsentrasi.
  1. Siapkan 6 wadah uji (kapasitas 250–500 mL).

  2. Buat seri pengenceran limbah dengan air kontrol (air ter-aerasi bebas klorin):

    • Wadah 0 (Kontrol): 0% limbah (100% air kontrol)

    • Wadah 1: 6,25% limbah

    • Wadah 2: 12,5% limbah

    • Wadah 3: 25% limbah

    • Wadah 4: 50% limbah

    • Wadah 5: 100% limbah (limbah murni)


Pelaksanaan Uji Bioassay:
Pendedahan dan pengamatan mortalitas.

  1. Masukkan 10 ekor organisme uji secara hati-hati ke dalam masing-masing wadah.
  2. Catat jumlah organisme yang hidup, abnormal (hilang keseimbangan/pasif), dan mati pada interval 24 jam, 48 jam, 72 jam, dan 96 jam.

  3. Ambil organisme yang mati segera agar tidak membusuk dan merusak kualitas air uji.







Evaluasi & Analisis Data (LC50)

  1. Persyaratan Uji Valid: Uji dianggap valid apabila mortalitas pada Kontrol (0%) tidak melebihi 10% di akhir periode pengujian.

  2. Penentuan LC50:

    • Plot persentase mortalitas pada sumbu Y dan $\log_{10}(\text{Konsentrasi})$ pada sumbu X.

    • Gunakan analisis persamaan regresi linier atau analisis Probit untuk mendapatkan titik konsentrasi di mana mortalitas mencapai tepat 50%.

  3. Kategori Toksisitas (Menurut Kriteria EPA/OECD):

    • LC50 < 1%: Sangat Toksik

    • LC50 1% – 10%: Toksik

    • LC50 10% – 100%: Moderat / Cukup Toksik

    • LC50 > 100%: Tidak Toksik


Tugas # 4. Menganalisis dampak limbah Non-B3

Prosedur Praktikum: Analisis Dampak Limbah Non-B3 terhadap Lingkungan

Tujuan Praktikum

  1. Mengidentifikasi jenis dan karakteristik limbah non-B3 (organik dan anorganik) di lingkungan sekitar.

  2. Menganalisis dampak fisik, kimia, dan biologi akibat penumpukan limbah non-B3 terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

  3. Merumuskan usulan penanganan serta alternatif pemanfaatan limbah non-B3 secara efisien.


Alat, Bahan, dan Keselamatan Kerja (K3)

  • Alat : Papan jalan (clipboard), alat tulis, kamera/HP untuk dokumentasi, sarung tangan karet/latex, masker medis, dan pinset/pencapit panjang.

  • Bahan : Sampel limbah non-B3 (sisa makanan, plastik, kertas, daun kering, dll.) di area pemukiman/sekolah.

  • Keselamatan Kerja (K3) :

    • Wajib menggunakan masker dan sarung tangan selama kegiatan sampling.

    • Dilarang menyentuh atau menghirup bau limbah secara langsung.

    • Cuci tangan hingga bersih menggunakan sabun setelah seluruh kegiatan praktikum selesai.


Langkah Kerja
  1. Persiapan APD dan Alat Opsional: Kenakan masker dan sarung tangan karet sebelum turun ke lokasi pengamatan. Siapkan lembar observasi dan alat dokumentasi.

  2. Pengamatan dan Pengumpulan Sampel Field Work: Kunjungi 2–3 titik lokasi pengamatan (misalnya : TPS sekitar, kantin, atau saluran air pemukiman). Amati dan catat jenis limbah non-B3 yang mendominasi.

  3. Identifikasi Karakteristik Limbah: Klasifikasikan limbah ke dalam dua kategori utama:

    • Organik: Sisa makanan, sayuran, daun kering (mudah membusuk/terurai).

    • Anorganik: Plastik, kaleng, kardus, botol kaca (sulit/tidak dapat terurai secara alami).

  4. Analisis Dampak Lingkungan: Amati dampak nyata atau potensi gangguan dari limbah tersebut di lokasi pengamatan, meliputi:
  • Dampak Fisik: Estetika lingkungan terganggu, saluran air tersumbat/potensi banjir, timbul bau tidak sedap.
  • Dampak Biologi/Kesehatan: Munculnya sarang penyakit (vektor nyamuk, lalat, tikus), perkembangbiakan bakteri patogen.

Pendokumentasian : Ambil foto setiap jenis limbah beserta lokasi penumpukannya sebagai bukti analisis laporan.

Pembersihan (Clearance): Rapikan kembali area observasi, buang sarung tangan dan masker sekali pakai ke tempat sampah, lalu cuci tangan menggunakan sabun hingga bersih.


TABEL PENGAMATAN ANALISIS

NO󠀩󠀪

JENIS/ NAMA LIMBAH

KATEGORI ( ORGANIK / ANORGANIK )

LOKASI DITEMUKAN

DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN / KESEHATAN

USULAN PENANGANAN / SOLUSI


CONTOH :

1. Sisa makanan atau dapur / organik / TPS atau Kantin /   Timbul bau busuk, mengundang lalat & vektor penyakit / Pembuatan komposter atau pakan maggot (BSF)


Pertanyaan Diskusi (Post-Test)

  1. Mengapa limbah organik non-B3 yang dibiarkan menumpuk secara terbuka dapat menimbulkan masalah pencemaran lingkungan baru ?

  2. Jelaskan dampak jangka panjang dari limbah plastik non-B3 jika terurai menjadi mikroplastik di ekosistem perairan !

  3. Berikan rekomendasi penerapannya dengan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk menguraikan permasalahan limbah anorganik di lingkungan sekitar Anda !