Senin, 27 Juli 2026

Tugas KKA XTKI2

 


Materi :

  1. Elemen berfikir komputasional
  2. Elemen Literasi digital
  3. Elemen jaringan komputer
  4. Elemen algoritma pemrogaman
  5. Elemen analisis data
  6. Elemen literasi dan etika kecerdasan arftifisial
  7. Elemen pemanfaatan dan pengembangan kecerdasan artifisial


Tugas # 1. Buatlah video perkenalan diri dengan maksimal durasi 30 detik. Konten berisi : Nama Murid, Nomor Absen, dan Motto hidup

Dikirimkan pada link google drive di bawah ini

https://drive.google.com/drive/folders/1h0qiIiWNmhMeOq_wH7YsUZPMHAETsmPI


Tugas #. 2. PPT Berfikir Komputasional

  1. Buatlah PPT bertemakan berfikir komputasional dengan minimal 10 slide
  2. Kerjakan secara pribadi
  3. Hasil PPT dikirimkan pada google drive di bawah ini

Tugas #. 3. Membuat penyelesaian masalah dengan berfikir komputasional
  1. Ambil masalah yang harus dikerjakan di lingkungan rumah
  2. Susunlah berdasarkan langkah : Dekomposisi, Pengenalan Pola, Abstraksi, Algoritma
  3. Kirimkan pada kolom komentar di bawah ini, di awali nama murid dan nomor absennya

Tugas #. 4
Membuat 10 butir soal pilihan ganda dengan alternatif jawaban a,b,c,d,e beserta kunci jawabannya

Kirimkan pada kolom komentar di bawah ini, di awali nama murid dan nomor absennya

Contoh. Soal 

Proses memecahkan masalah yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola dinamakan ... 

A. Abstraksi

B. Dekomposisi

C. Pengenalan Pola

D. Algoritma

E. Evaluasi

Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Dekomposisi adalah fondasi berpikir komputasional yang berfokus pada pemecahan masalah besar/kompleks menjadi sub-masalah kecil agar lebih gampang diselesaikan satu per satu.

27 komentar:

  1. Radyanti Mayang Hapsari/20

    Masalah: Air Keruh, Cucian Tertunda

    1. Dekomposisi:
    -Air keran keluar dalam keadaan keruh.
    -Air perlu ditunggu sampai jernih.
    -Kegiatan mencuci baju menjadi tertunda.
    -Air yang masih keruh tidak digunakan untuk mencuci.

    2. Pengenalan Pola:
    Air keran sering menjadi keruh pada waktu tertentu dan biasanya akan kembali jernih setelah dibiarkan beberapa saat.

    3. Abstraksi:
    Masalah utama adalah air keran yang keruh sehingga kegiatan mencuci harus menunggu sampai air menjadi jernih.

    4. Algoritma:
    1.Membuka keran dan memeriksa kondisi air.
    2.Jika air keruh, menunggu beberapa saat.
    3.Memeriksa kembali kondisi air.
    4.Jika air sudah jernih, mulai mencuci baju.
    5.Jika masih keruh, menunggu sampai air jernih.

    BalasHapus
  2. Raditya Ivano/19

    Masalah: Mencuci Baju di Rumah

    1. Dekomposisi
    Memecah kegiatan mencuci baju menjadi beberapa bagian:
    - Mengumpulkan baju kotor.
    - Memisahkan baju berdasarkan warna.
    - Memeriksa saku baju.
    - Menyiapkan deterjen dan air.
    - Mencuci baju.
    - Membilas baju.
    - Memeras baju.
    - Menjemur baju.

    2. Pengenalan Pola
    Pola yang sering dilakukan saat mencuci baju:
    - Baju putih dipisahkan dari baju berwarna.
    - Baju yang sangat kotor membutuhkan lebih banyak waktu untuk dicuci.
    - Deterjen digunakan untuk membantu menghilangkan kotoran.
    - Setelah dicuci, baju harus dibilas sampai bersih.
    - Baju yang sudah bersih dijemur sampai kering.

    3. Abstraksi
    Mengambil hal-hal yang penting dan mengabaikan hal yang tidak diperlukan.
    Hal yang penting dalam mencuci baju adalah baju kotor, air, deterjen, proses mencuci, membilas, dan menjemur.

    4. Algoritma
    Langkah-langkah mencuci baju:
    - Kumpulkan semua baju kotor.
    - Pisahkan baju putih dan baju berwarna.
    - Periksa semua saku baju.
    - Masukkan baju ke dalam mesin cuci atau wadah cucian.
    - Tambahkan air dan deterjen secukupnya.
    - Cuci atau kucek baju sampai bersih.
    - Bilas baju dengan air bersih.
    - Peras baju.
    - Jemur baju di tempat yang terkena - sinar matahari atau memiliki sirkulasi udara yang baik.
    - Setelah kering, angkat dan lipat baju.

    BalasHapus
  3. Gilang Ranadhan/02

    Permasalahan : Meja belajar berantakan setelah digunakan.

    1. Dekomposisi

    - Buku berserakan.

    - Alat tulis tidak dikembalikan ke tempatnya.

    - Kertas-kertas tidak tertata.

    - Ada sampah di atas meja.

    - Barang yang tidak diperlukan masih diletakkan di meja.


    2. Pengenalan Pola

    Setelah diperhatikan, meja biasanya berantakan karena:

    - Setelah belajar, barang langsung ditinggal.

    - Buku dan alat tulis tidak langsung dirapikan.

    - Sampah sering lupa dibuang.

    - Barang yang sudah tidak digunakan tetap diletakkan di meja.

    3. Abstraksi

    Dari semua masalah tersebut, masalah utamanya adalah barang-barang tidak dikembalikan ke tempatnya setelah selesai belajar.

    Solusinya: Membiasakan diri merapikan meja setiap selesai belajar agar meja tetap bersih dan nyaman digunakan.

    4. Algoritma

    Langkah-langkah untuk mengatasi meja yang berantakan:

    1. Lihat barang-barang yang ada di atas meja.

    2. Pisahkan buku, alat tulis, kertas, dan sampah.

    3. Buang sampah ke tempat sampah.

    4. Simpan buku ke rak atau tempatnya.

    5. Masukkan alat tulis ke tempat pensil.

    6. Rapikan kertas-kertas yang masih diperlukan.

    7. Singkirkan barang yang tidak diperlukan dari meja.

    8. Bersihkan permukaan meja.

    9. Cek kembali apakah meja sudah rapi.

    10. Biasakan merapikan meja setiap selesai belajar.

    BalasHapus
  4. Husein Rozaq Al Mubarok/031 September 2026 pukul 17.35

    Permasalahan: Sepeda motor kotor sehingga perlu dicuci agar bersih.

    1. Dekomposisi
    Masalah dibagi menjadi beberapa bagian:
    1. Menyiapkan alat dan bahan.
    2. Membasahi sepeda motor.
    3. Membersihkan bagian-bagian yang kotor.
    4. Membilas sepeda motor.
    5. Mengeringkan sepeda motor.

    2. Pengenalan Pola
    Sepeda motor biasanya kotor pada bagian roda, ban, spakbor, bodi, jok, dan bagian bawah motor. Kotoran yang menempel lebih lama biasanya lebih sulit dibersihkan.

    3. Abstraksi
    Hal yang paling penting adalah menghilangkan kotoran, membersihkan seluruh bagian motor, membilas sisa sabun, dan mengeringkannya agar motor kembali bersih.

    4. Algoritma
    Langkah-langkah mencuci sepeda motor:
    1. Siapkan ember, air, sabun khusus kendaraan, spons, sikat, dan kain lap.
    2. Parkirkan motor di tempat yang aman dan teduh.
    3. Basahi seluruh bagian motor dengan air.
    4. Bersihkan bodi motor menggunakan spons dan sabun.
    5. Sikat bagian roda, ban, dan bagian bawah motor yang kotor.
    6. Bilas seluruh bagian motor sampai bersih dari sabun.
    7. Keringkan motor menggunakan kain lap.
    8. Periksa kembali apakah masih ada bagian yang kotor.
    9. Jika sudah bersih dan kering, simpan motor di tempat yang aman.

    BalasHapus
  5. Permasalahan: Tugas Sekolah Menumpuk

    1. Dekomposisi
    -Menentukan prioritas tugas berdasarkan skala, tingkat kesulitan, dan deadlinenya
    -Menentukan alat tulis/alat-alat yang akan dibutuhkan

    2. Pengenalan Pola
    -Suatu tugas biasanya memiliki sumber informasi mengenai jawaban untuk membantu proses pengerjaan
    -Tugas menumpuk biasanya disebabkan karena sering menunda-nunda dalam mengerjakan tugas ataupun diberi tugas berjumlah banyak dalam waktu berdekatan
    -Dalam kondisi ekstrem, penambahan waktu kerja mungkin terpaksa untuk dilakukan karena deadline sudah di depan mata

    3. Abstraksi
    -Mengabaikan faktor-faktor yang mungkin menghambat pekerjaan seperti:
    a.) Ajakan bermain;
    b.) Notifikasi handphone; Atau
    c.) Distraksi lainnya

    4. Algoritma
    Langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas menumpuk:
    1.) Kelompokkan setiap tugas dalam prioritasnya berdasarkan skala, tingkat kesulitan, dan deadlinenya
    2.) Siapkan media (buku, kertas, dsb) dan alat tulis atau alat bantu lainnya (bolpoin, spidol, pensil, dsb)
    3.) Mulai kerjakan tugas dengan prioritas paling tinggi menuju ke prioritas paling rendah
    4.) Kerjakan secara berkala dan perlahan untuk meminimalisir kesalahan kerja
    5.) Periksa kembali seluruh tugas untuk memastikan tidak ada kesalahan kerja dalam setiap tugas yang telah dikerjakan
    6.) Kumpulkan tugas - tugas tersebut sesuai deadline atau sebelum deadline jika mampu

    BalasHapus
  6. Shifandira Crystalica Putri Hariyono/273 September 2026 pukul 16.55

    ​Permasalahan: Kamar tidur berantakan dan berdebu

    ​1. Dekomposisi
    -​Menyiapkan alat dan bahan kebersihan.
    -​Memilah dan membereskan barang-barang yang berserakan.
    ​-Merapikan tempat tidur.
    ​-Membersihkan debu pada meja dan rak.
    ​-Menyapu lantai kamar.

    ​2. Pengenalan Pola
    Barang yang paling sering berserakan biasanya adalah buku, alat tulis, dan pakaian kotor. Debu paling cepat menumpuk di atas meja belajar dan sudut ruangan. Merapikan tempat tidur dan meja lebih baik dilakukan terlebih dahulu sebelum menyapu agar debu yang jatuh ikut terbuang.

    ​3. Abstraksi
    Fokus utama adalah mengembalikan barang ke tempat semula, membuang sampah, merapikan kasur, dan memastikan lantai bersih dari debu. Mengabaikan hal-hal yang tidak perlu seperti mengubah tata letak lemari atau merapikan isi dalam laci yang tidak berantakan.

    ​4. Algoritma
    ​-Siapkan alat kebersihan seperti sapu, kain lap/kemoceng, dan tempat sampah.
    ​-Ambil sampah yang ada di kamar dan buang ke tempat sampah.
    ​-Kumpulkan pakaian kotor lalu masukkan ke dalam keranjang cucian.
    ​-Tata buku dan alat tulis secara rapi di atas meja belajar atau rak.
    ​-Rapikan tempat tidur dengan mengibaskan sprei, menata bantal, dan melipat selimut.
    ​-Bersihkan debu pada permukaan meja dan rak menggunakan kain lap/kemoceng.
    ​-Sapu lantai kamar dari bagian dalam/sudut menuju ke arah pintu keluar.
    ​-Periksa kembali apakah kamar sudah rapi, bersih, dan nyaman.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Risa Melani Putri/23
    Masalah: Sampah Rumah Tangga Menumpuk

    Dekomposisi:
    Sampah sering tidak langsung dibuang.
    Sampah organik dan anorganik tercampur.
    Tempat sampah cepat penuh.
    Rumah menjadi kurang bersih.

    Pengenalan Pola:
    Sampah menumpuk jika tidak dibuang setiap hari.
    Sampah lebih mudah dikelola jika dipisahkan.

    Abstraksi: Masalah utama adalah sampah tidak dipilah dan tidak dibuang secara rutin.

    Algoritma:
    -Kumpulkan sampah.
    -Pisahkan sampah organik dan anorganik.
    -Masukkan ke tempat sampah masing-masing.
    -Buang sampah yang sudah penuh.
    -Bersihkan tempat sampah.
    -Ulangi setiap hari.

    BalasHapus
  9. Mesya Indhi Safira/8
    Permasalahan : mencuci piring
    Dekomposisi (Memecah Tugas): Kelompokkan cucian menjadi 3 tingkat berdasarkan noda :
    • Ringan (gelas, sendok), Sedang (piring, mangkuk), dan Berat (wajan berminyak, panci).
    • Pisahkan alat pembersihnya: Spons lembut untuk gelas/piring, dan sikat kawat (steel wool) khusus untuk wajan/panci.

    Pengenalan Pola (Strategi Noda): Cuci gelas terlebih dahulu agar tidak ketularan minyak dari piring. Rendam piring berkerak dengan air hangat agar nodanya melunak.

    Abstraksi (Fokus Inti): Buang semua sisa makanan padat ke tong sampah sebelum masuk bak cuci. Jangan biarkan sampah menyumbat saluran air atau mengotori air sabun.

    Algoritma (Langkah Kerja):
    - Buang sisa makanan yang ada di piring

    - Susun cucian di bak berdasarkan kelompok. Dan siapkan alat cuciannya

    - Sabuni dengan urutan: Gelas, Piring, Wajan.

    - Bilas dengan air mengalir sampai piring bersih.

    - Tiriskan secara terbalik di rak.

    BalasHapus
  10. Sifa Aluna Sagita 28/29
    Masalah: Mengepel Lantai di Rumah

    1. Dekomposisi
    •Memecah masalah besar menjadi beberapa bagian kecil:
    •Menyiapkan alat dan bahan, seperti pel, ember, air, dan cairan pembersih.
    •Menyapu lantai terlebih dahulu agar debu dan kotoran hilang.
    •Mengisi ember dengan air dan mencampurkan cairan pembersih.
    •Mengepel lantai dari bagian yang paling jauh menuju pintu.
    •Membilas dan memeras pel secara berkala.
    •Menunggu lantai hingga kering dan mengembalikan peralatan ke tempatnya.

    2. Pengenalan Pola
    Menemukan pola yang sering terjadi saat membersihkan rumah. Lantai biasanya lebih cepat kotor di area yang sering dilewati, seperti ruang tamu, dapur, dan dekat pintu. Selain itu, jika lantai tidak dibersihkan secara rutin, kotoran akan semakin menumpuk sehingga membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak untuk membersihkannya.

    3. Abstraksi
    Memusatkan perhatian pada hal-hal penting dalam kegiatan mengepel, yaitu lantai yang kotor, alat dan bahan yang diperlukan, urutan membersihkan lantai, serta waktu yang tepat untuk membersihkannya. Hal-hal yang tidak berhubungan langsung dengan proses mengepel tidak perlu diperhatikan.

    4. Algoritma
    Langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah:
    1. Siapkan pel, ember, air, dan cairan pembersih.
    2. Rapikan barang-barang yang berada di lantai.
    3. Sapu lantai terlebih dahulu.
    4. Isi ember dengan air dan cairan pembersih.
    5. Celupkan pel ke dalam ember, lalu peras hingga tidak terlalu basah.
    6. Pel lantai secara merata, mulai dari bagian yang paling jauh menuju pintu.
    7. Bilas dan peras pel jika sudah kotor.
    8. Ulangi hingga seluruh lantai bersih.
    9. Biarkan lantai mengering.
    10. Bersihkan dan simpan kembali peralatan yang digunakan.

    BalasHapus
  11. Naura Asyifa Fisabilillah X TKI 2/145 September 2026 pukul 18.04

    Masalah: Sampah di Rumah Sering Menumpuk
    1. Dekomposisi (Memecah masalah menjadi bagian-bagian kecil):
    - Sampah sering tidak dibuang pada tempatnya.
    - Sampah organik dan anorganik masih tercampur.
    - Tempat sampah jarang dikosongkan.
    - Tidak ada jadwal rutin membuang sampah.
    2. Pengenalan Pola (Mencari pola yang sering terjadi):
    - Sampah biasanya menumpuk setelah waktu makan.
    - Sampah rumah tangga bertambah setiap hari.
    - Tempat sampah lebih cepat penuh ketika tidak segera dibuang.
    - Sampah yang tercampur membuat proses pemilahan menjadi lebih sulit.
    3. Abstraksi (Mengambil hal-hal yang paling penting dan mengabaikan hal yang tidak diperlukan):
    Masalah utama adalah sampah tidak dipilah dan tidak dibuang secara rutin, sehingga menyebabkan sampah menumpuk di rumah.
    4. Algoritma (Langkah-langkah untuk mengatasi masalah):
    1) Siapkan tempat sampah organik dan anorganik.
    2) Buang sampah sesuai jenisnya.
    3) Periksa tempat sampah setiap hari.
    4) Jika sudah penuh, segera keluarkan sampah.
    5) Pisahkan sampah yang masih dapat didaur ulang.
    6) Buang sampah ke tempat pembuangan sesuai jadwal.
    7) Bersihkan tempat sampah secara rutin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syahnaz Mahira Machfud/30

      Masalah: Mencari Barang yang Hilang di Kamar

      1. Dekomposisi (Memecah proses pencarian barang menjadi beberapa bagian yang lebih kecil):

      - Mengidentifikasi ciri-ciri barang yang hilang, seperti ukuran, bentuk, dan warna.
      - Mengingat waktu dan tempat terakhir barang digunakan.
      - Membagi kamar menjadi beberapa zona pencarian.
      - Memeriksa tempat penyimpanan utama, seperti meja, lemari, atau laci.•
      - Memeriksa tempat barang mungkin terselip, seperti sela-sela tempat tidur dan bagian bawah tumpukan barang.

      2. Pengenalan Pola (Mengenali pola yang sering terjadi ketika barang hilang):

      - Barang biasanya tertinggal di tempat terakhir kali digunakan.
      - Barang kecil sering terselip di sela-sela tempat tidur, di bawah meja, atau di antara tumpukan barang.
      - Barang sering ditemukan di tempat yang biasa digunakan untuk menyimpannya.
      - Area yang berantakan memiliki kemungkinan lebih besar menjadi tempat barang terselip.
      - Pencarian secara acak dapat membuat kamar semakin berantakan dan menyebabkan tempat yang sama diperiksa berulang kali.

      3. Abstraksi
      Memusatkan perhatian pada informasi yang penting dan mengabaikan hal yang tidak berkaitan dengan pencarian.

      Informasi penting meliputi:

      • Ciri-ciri fisik barang, seperti ukuran, bentuk, dan warna.
      • Tempat serta waktu terakhir barang digunakan.
      • Tempat yang biasa digunakan untuk menyimpan barang.
      • Zona kamar yang belum diperiksa.

      Hal yang dapat diabaikan meliputi:

      • Rasa panik yang dapat mengganggu konsentrasi.
      • Barang lain yang tidak sedang dicari.
      • Tempat yang sudah diperiksa secara menyeluruh dan dipastikan kosong.

      4. Algoritma (Langkah-langkah sistematis untuk mencari barang yang hilang):

      1. Tentukan ciri-ciri barang yang dicari, seperti bentuk, ukuran, dan warna.
      2. Ingat kembali kapan dan di mana barang tersebut terakhir digunakan.
      3. Periksa tempat yang biasa digunakan untuk menyimpan barang.
      4. Bagi kamar menjadi beberapa zona, seperti meja belajar, tempat tidur, lemari, dan area lantai.
      5. Mulai pencarian dari zona tempat barang terakhir digunakan atau zona yang paling mungkin.
      6. Periksa permukaan, laci, sela-sela, bagian bawah furnitur, dan tumpukan barang secara teliti.
      7. Rapikan barang secara bertahap selama melakukan pencarian.
      8. Tandai zona yang sudah diperiksa agar tidak diperiksa kembali.
      9. Jika barang ditemukan, hentikan pencarian dan simpan barang di tempat yang mudah diingat.
      10. Jika belum ditemukan, lanjutkan ke zona berikutnya hingga seluruh kamar selesai diperiksa.
      11. Apabila barang tetap tidak ditemukan, periksa ruangan lain atau tanyakan kepada orang yang mungkin melihat atau memindahkannya.

      Hapus
  12. Safa Amirah Arya Putri/25
    Masalah: Membuat Kopi Hitam yang Pas (Tidak Terlalu Pahit atau Hambar)

    Solusi Menggunakan 4 Fondasi Berpikir Komputasional
    1. Dekomposisi
    Memecah proses menyeduh kopi menjadi elemen-elemen kecil:
    Bahan: Bubuk kopi, air, dan gula.
    Peralatan: Cangkir, sendok, dan pemanas air.
    Variabel: Suhu air, rasio (takaran) kopi dan air, serta waktu penyeduhan.
    2. Pengenalan Pola
    Mengingat atau mengamati pola rasa berdasarkan pengalaman sebelumnya:
    Air yang mendidih langsung dari kompor (100°C) bikin kopi terasa hangus/pahit.
    * Mengaduk terlalu sebentar membuat bubuk kopi menggumpal dan rasanya hambar.
    * Jenis kopi *dark roast* butuh air yang sedikit kurang panas dibanding *light roast*.
    3. Abstraksi (Fokus pada Hal Penting)
    Mengesampingkan hal-hal yang tidak memengaruhi rasa kopi:
    Fokus: Perbandingan takaran bubuk kopi dengan air, suhu air, dan durasi pengadukan.
    Abaikan: Warna cangkir yang dipakai, bentuk sendok pengaduk, atau merk kompor.
    4. Perancangan Algoritma (Menyusun Langkah-Langkah)
    Urutan langkah presisi untuk menyeduh kopi:
    1. Langkah 1: Masukkan 2 sendok teh (10 gram) bubuk kopi ke dalam cangkir.
    2. Langkah 2: Didihkan air, lalu matikan api dan diamkan selama 1 menit (agar suhunya turun ke sekitar 90°C-95°C).
    3. Langkah 3: Tuang 150 ml air panas ke dalam cangkir secara perlahan dengan gerakan memutar.
    4. Langkah 4: Diamkan selama 30 detik agar kopi terekstraksi
    5. Langkah 5: Tambahkan 1 sendok teh gula (opsional), lalu aduk perlahan selama 15 detik.
    6. Langkah 6: Diamkan selama 2 menit sampai ampas kopi mengendap di dasar cangkir sebelum diminum.

    BalasHapus
  13. Yulia Wulandari Nastiti X TKI-2/33
    Masalah: Tanaman di Rumah Sering Layu Karena Lupa Disiram
    1. Dekomposisi:
    Tanaman membutuhkan air untuk tumbuh dan tetap segar.
    Tanaman di rumah tidak selalu disiram setiap hari.
    Kesibukan sekolah atau kegiatan lainnya membuat kegiatan menyiram tanaman sering terlupakan.
    Tanah yang terlalu kering membuat tanaman kekurangan air.
    Tanaman yang kekurangan air dapat menjadi layu dan pertumbuhannya terganggu.
    Setiap tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda.
    Tidak adanya jadwal penyiraman membuat perawatan tanaman menjadi tidak teratur.
    2. Pengenalan Pola: Tanaman biasanya mulai terlihat layu ketika tidak mendapatkan air dalam waktu yang cukup lama. Kondisi tanah juga menjadi lebih kering, terutama saat cuaca panas. Masalah ini sering terjadi karena kegiatan menyiram tanaman tidak dilakukan secara rutin. Jika penyiraman dilakukan secara teratur dan sesuai kebutuhan tanaman, tanaman akan lebih terawat.
    3. Abstraksi: Masalah utama yang perlu diselesaikan adalah tanaman sering lupa disiram sehingga menjadi layu. Hal yang paling penting adalah mengetahui kondisi tanah, kebutuhan air tanaman, dan waktu penyiraman. Dengan membuat jadwal penyiraman yang teratur, tanaman dapat dirawat dengan lebih mudah tanpa harus mengingatnya setiap saat.
    4. Algoritma:
    Periksa semua tanaman yang ada di rumah.
    Periksa kondisi tanah pada setiap tanaman.
    Jika tanah terlihat atau terasa kering, siapkan air.
    Siram tanaman secukupnya sesuai kebutuhannya.
    Jangan menyiram terlalu banyak agar tanaman tidak kelebihan air.
    Jika tanah masih lembap, tanaman tidak perlu disiram lagi.
    Catat waktu setelah selesai menyiram.
    Buat jadwal penyiraman untuk hari berikutnya.
    Periksa kembali kondisi tanaman secara rutin.
    Ulangi langkah tersebut agar tanaman tetap sehat dan terawat.

    BalasHapus
  14. Tsaqifa Quinsha Insyira / 30

    Masalah: Tugas Sekolah/Kuliah Sering Menumpuk dan Terlambat Dikumpulkan

    1. Dekomposisi:
    - Setiap tugas memiliki tingkat kesulitan dan batas waktu (deadline) yang berbeda.
    - Banyaknya kegiatan harian membuat waktu pengerjaan tugas sering terabaikan.
    - Penundaan terjadi karena merasa tugas terlalu sulit atau waktunya masih lama.
    - Menjelang deadline, rasa panik muncul sehingga hasil pengerjaan tidak maksimal.
    - Tidak adanya urutan prioritas membuat kebingungan menentukan tugas mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu.
    - Lupa mencatat detail atau instruksi tugas dari pengajar.

    2. Pengenalan Pola:
    - Penundaan biasanya terjadi pada tugas yang rumit atau memiliki rentang waktu pengerjaan yang panjang.
    - Penumpukan tugas selalu terjadi di akhir pekan atau mendekati masa ujian.
    - Jika tugas dicicil sedikit demi sedikit setiap hari, beban pengerjaan terasa lebih ringan dan selesai tepat waktu.

    3. Abstraksi:
    - Masalah utama yang perlu diselesaikan adalah manajemen waktu pengerjaan tugas agar tidak menumpuk di akhir.
    - Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah tanggal tenggat (deadline), tingkat kesulitan, dan durasi waktu yang dibutuhkan.
    - Hal-hal yang tidak penting seperti kekhawatiran berlebih atau gangguan media sosial saat belajar dapat diabaikan terlebih dahulu.

    4. Algoritma:
    - Catat semua daftar tugas yang diterima beserta tanggal tenggat (deadline)-nya.
    - Urutkan tugas berdasarkan skala prioritas (tenggat terdekat dan tingkat kesulitan terhitung).
    - Bagi tugas yang besar/rumit menjadi beberapa bagian kecil yang lebih mudah dikerjakan.
    - Tentukan alokasi waktu khusus setiap hari (misal: 1–2 jam setelah makan malam) untuk fokus mengerjakan tugas.
    - Matikan atau jauhkan gangguan (seperti notifikasi ponsel) selama sesi pengerjaan.
    - Kerjakan bagian tugas sesuai rencana yang dibuat.
    - Berikan tanda centang/selesai pada daftar tugas yang sudah dikerjakan.
    - Periksa kembali daftar tugas harian untuk persiapan hari berikutnya.
    - Ulangi langkah tersebut secara konsisten setiap hari.

    BalasHapus
  15. Masalah : mengerjakan tugas sekolah

    1. dekomposisi
    dekomposisi adalah memecah masalah besar menjadi beberapa bagian kecil agar lebih mudah diselesaikan.
    contoh: masalah: mengerjakan tugas sekolah.
    memahami soal
    mencari informasi yang dibutuhkan
    menulis jawaban
    memeriksa kembali jawaban
    mengumpulkan tugas

    2. pengenalan pola
    pengenalan pola adalah mencari kesamaan atau pola dari masalah yang pernah ditemui.
    contoh: ketika mendapat tugas yang mirip dengan tugas sebelumnya, kita menyadari bahwa langkah pengerjaannya hampir sama, yaitu membaca soal, mencari informasi, mengerjakan, lalu memeriksa jawaban.

    3. abstraksi
    abstraksi adalah mengambil informasi yang penting dan mengabaikan hal yang tidak diperlukan.
    contoh: saat mengerjakan tugas matematika, kita hanya fokus pada angka, rumus, dan informasi yang diperlukan untuk mendapatkan jawaban, tanpa memperhatikan hal-hal yang tidak berhubungan dengan soal.

    4. algoritma
    algoritma adalah urutan langkah-langkah yang sistematis untuk menyelesaikan suatu masalah.
    contoh algoritma mengerjakan tugas:
    membaca dan memahami soal.
    menentukan informasi yang dibutuhkan.
    mencari rumus atau materi yang sesuai.
    mengerjakan soal sesuai langkah.
    memeriksa jawaban.
    mengumpulkan tugas.

    BalasHapus
  16. Safira Abelia Az-Zahra/X.TKI-2/27

    Permasalahan: Dapur kotor dan berantakan setelah selesai memasak.

    1. Dekomposisi
    * Piring, wajan, dan peralatan masak kotor menumpuk di wastafel.
    * Sisa bahan makanan (kulit bawang, potongan sayur, bungkus bumbu) berserakan di atas meja dapur.
    * Bumbu-bumbu dapur tidak dikembalikan ke raknya.
    * Permukaan meja dapur dan kompor berminyak atau terkena cipratan makanan.

    2. Pengenalan Pola
    Setelah diperhatikan, dapur biasanya berantakan karena:
    * Langsung menyantap makanan setelah memasak tanpa merapikan bahan baku terlebih dahulu.
    * Bumbu dapur ditinggalkan begitu saja di dekat kompor setelah dipakai.
    * Sampah sisa bahan masak dibiarkan menumpuk di meja, bukan langsung dibuang ke tempat sampah.
    * Peralatan masak dibiarkan di wastafel hingga mengering dan jadi lebih sulit dicuci.

    3. Abstraksi
    Dari semua masalah tersebut, masalah utamanya adalah sisa bahan masak dan wadah kotor yang tidak langsung dibersihkan secara berurutan.
    Solusinya: Menerapkan alur membersihkan dapur secara bertahap, mulai dari membuang sampah, mengembalikan bumbu, hingga mencuci peralatan masak

    4. Algoritma
    Langkah-langkah untuk mengatasi dapur yang berantakan:
    * Kumpulkan semua sampah sisa bahan masak dan bungkus bumbu, lalu buang ke tempat sampah.

    * Ambil wadah bumbu dapur dan kembalikan ke rak penyimpanannya masing-masing.

    * Ambil sisa makanan yang belum habis, tutup rapat, dan simpan di lemari makan atau kulkas.

    * Bersihkan meja dapur dan permukaan kompor dari minyak atau cipratan menggunakan kain lap basah

    * Bawa semua piring, gelas, dan wajan kotor ke wastafel.

    * Cuci semua peralatan makan dan masak menggunakan sabun pencuci piring hingga bersih.

    * Tiriskan peralatan yang sudah dicuci pada rak piring.

    * Cek kembali apakah area meja dapur, kompor, dan wastafel sudah bersih dan kering.

    BalasHapus
  17. M DANIS WAFI ZAKWAN SYAIFULLAH (absen 5) X TKI-2

    Permasalahan : Berangkat Sekolah

    1. Dekomposisi (Memecah Masalah)Memecah masalah besar "berangkat sekolah" menjadi tugas-tugas kecil yang lebih mudah dikelola:

    -Persiapan malam sebelumnya (seragam, tas, buku).
    -Persiapan bangun tidur (mandi, pakaian).
    -Sarapan dan persiapan fisik.
    -Perjalanan ke sekolah.

    2. Pengenalan Pola (Mencari Kebiasaan/Pola)Melihat kebiasaan atau kendala yang sering terjadi berdasarkan pengalaman sebelumnya:

    -Jika bangun jam 05.30, waktu persiapan mepet dan sering tertinggal barang.
    -Jika menyiapkan tas di malam hari, waktu pagi menjadi lebih santai.
    -Jalanan depan rumah macet total pada pukul 06.30, sehingga harus berangkat sebelum jam tersebut.

    3. Abstraksi (Menyaring Informasi Penting)Mengabaikan hal-hal yang tidak penting dan fokus pada prioritas utama:

    Mengabaikan menonton TV atau memilih baju terlalu lama di pagi hari.Fokus hanya pada tiga hal inti: kebersihan diri, sarapan, dan kelengkapan buku sesuai jadwal hari itu.

    4. Algoritma (Menyusun Langkah Berurutan)Membuat urutan instruksi yang logis, rinci, dan sistematis dari bangun tidur hingga sampai di sekolah: -Bangun tidur, merapikan tempat tidur, dan mandi.
    -Pukul 05.30: Memakai seragam lengkap dengan atributnya.
    -Pukul 05.45: Sarapan dan minum air putih.
    -Pukul 06.00: Mengecek kembali tas sekolah (buku, PR, dan alat tulis) yang sudah disiapkan sejak malam.
    -Pukul 06.10: Berpamitan kepada orang tua dan berangkat ke sekolah.
    -Pukul 06.30: Tiba di gerbang sekolah sebelum bel berbunyi.

    BalasHapus
  18. Messi Andreansyah X.TKI-2/07
    Permasalahan: tugas sekolah
    1. dekomposisi:
    -menentukan tugas sekolah
    -membagi tugas sekolah berdasarkan tingkat kesulitannya
    -mengerjakan tugas berdasarkan tingkat kesulitan terendah
    2.Pengenalan pola:
    Saat mengerjakan tugas matematika atau fisika dan menyadari bahwa beberapa soal cerita memiliki rumus penyelesaian yang mirip, meskipun angka atau ceritanya berbeda.
    3.Abstraksi:
    memprioritaskan tugas berdasarkan tenggat waktu (deadline) terdekat dan tingkat kesulitan, serta menunda aktivitas lain seperti bermain game.
    4.Algoritma:
    Membuat checklist atau rencana kerja harian (SOP belajar pribadi):
    -Siapkan semua buku pelajaran dan alat tulis yang dibutuhkan di meja kerja.
    -Matikan notifikasi ponsel atau gunakan mode Focus/Do Not Disturb.
    -Kerjakan tugas yang paling sulit terlebih dahulu selama 45 menit.
    -Istirahat selama 5-10 menit.
    -Lanjutkan ke tugas berikutnya hingga semua daftar checklist selesai

    BalasHapus
  19. Muhammad Irsyadi Satriya/13

    Permasalahan: Saya lapar ingin memasak nasi goreng

    Dekomposisi: Membagi proses menjadi persiapan bahan, penyiapan bumbu, teknik memasak, dan penyajian
    ​Pengenalan Pola: Menerapkan urutan tumis bumbu terlebih dahulu, penggunaan protein, serta pengaturan besar kecilnya api.

    ​Abstraksi: Berfokus pada karakteristik nasi yang dingin/kering dan fungsi bahan, mengabaikan detail merk atau jenis beras spesifik.

    ​Algoritma: Menjalankan urutan sistematis:
    -panaskan minyak
    -tumis bumbu
    -orak-arik telur
    -masukkan protein
    -masukkan nasi
    -tambahkan bumbu/kecap
    -aduk rata
    -sajikan.

    BalasHapus
  20. mishelaurelia X KI-2
    Masalah Kehidupan Sehari-hari: Lupa Mengerjakan Tugas

    Masalah:
    Saya sering lupa mengerjakan tugas sekolah karena tidak mencatat tugas dan tidak mengingat batas waktu pengumpulannya.

    1. Dekomposisi
    Masalah dipecah menjadi beberapa bagian:
    ~Tidak mencatat tugas yang diberikan.
    ~Lupa batas waktu pengumpulan.
    ~Terlalu banyak kegiatan.
    ~Tidak membuat jadwal belajar.
    ~Menunda-nunda mengerjakan tugas.

    2. Pengenalan Pola

    Dari masalah tersebut, dapat ditemukan pola bahwa saya lebih sering lupa mengerjakan tugas ketika tidak mencatat tugas dan tidak membuat pengingat.

    3. Abstraksi

    Hal yang paling penting dari masalah ini adalah mencatat tugas, mengetahui deadline, dan mengatur waktu. Hal-hal yang tidak berhubungan dengan tugas tidak perlu diperhatikan.

    4. Algoritma

    Langkah-langkah penyelesaiannya:

    1. Mencatat setiap tugas yang diberikan guru.
    2. Menulis batas waktu pengumpulan.
    3. Membuat daftar tugas berdasarkan prioritas.
    4. Menentukan waktu untuk mengerjakan tugas.
    5. Mengerjakan tugas sebelum batas waktu.
    6. Memeriksa kembali tugas yang sudah selesai.
    7.Mengumpulkan tugas tepat waktu.

    Kesimpulan:
    Dengan menggunakan berpikir komputasional, masalah lupa mengerjakan tugas dapat diselesaikan secara teratur dengan cara memecah masalah, menemukan pola, menentukan hal penting, dan membuat langkah-langkah penyelesaian.

    BalasHapus
  21. Mohamad Andika Atmaja Permana/10

    Cara membuat kopi:

    1. Dekomposisi
    • ​Bahan yang disiapkan: Bubuk kopi murni, air mineral, gula.
    • ​Alat yang digunakan: Cangkir, sendok pengaduk, teko pemanas air.
    • ​Proses utama: Memanaskan air, menakar kopi dan gula, menyeduh, dan menunggu proses pengendapan ampas.

    2. Pengenalan Pola
    • ​Pola Suhu Air: Air yang terlalu mendidih akan membuat kopi terasa gosong dan sangat pahit.
    • ​Pola Takaran: Rasa kopi paling seimbang didapat dengan rasio 1:15, yaitu 1 gram kopi untuk setiap 15 ml air.
    • ​Pola Waktu: Ampas kopi butuh waktu beberapa menit untuk turun ke dasar gelas secara alami agar tidak terminum.

    ​3. Abstraksi
    • ​Masalah
    Aku gagal membuat kopi karena terlalu pusing mencari "cangkir keramik putih" dan "sendok kayu" seperti yang tertulis di resep. Aku sibuk memikirkan detail alat yang tidak penting, sampai air rebusanmu keburu dingin dan kopi jadi tidak enak.
    ​• Solusi
    Saring informasinya. Abaikan warna cangkir atau jenis sendok karena sama sekali tidak memengaruhi rasa. Fokus saja pada inti utamanya: bubuk kopi, air panas, dan takaran yang pas. Kopi pun sukses dibuat dengan alat seadanya.

    ​4. Algoritma
    1. ​Rebus air: Panaskan air hingga mendidih, lalu matikan api dan diamkan selama 1-2 menit agar suhunya turun sedikit.
    2. ​Siapkan takaran: Masukkan 1 sendok makan bubuk kopi ke dalam cangkir. Tambahkan gula jika suka.
    3. ​Tuang air: Tuangkan sekitar 150 ml air panas ke dalam cangkir dengan gerakan memutar agar semua bubuk kopi terkena air.
    4. ​Aduk: Aduk perlahan hingga putaran merata.
    5. ​Diamkan: Tunggu selama 3 hingga 4 menit tanpa diaduk lagi. Biarkan kopi berekstraksi dan ampasnya turun perlahan ke dasar cangkir.
    6. ​Sajikan: Kopi siap dinikmati secara perlahan agar ampas di dasar cangkir tidak ikut terminum.

    BalasHapus
  22. Risma Putri Apriliasari/24
    Masalah: Penumpukan Piring dan Alat Makan Kotor di Dapur

    1. Dekomposisi
    Memecah masalah cuci piring menjadi bagian yang lebih kecil:
    • Sisa makanan di atas piring/mangkuk.
    • Piring dan gelas yang berminyak atau berbau amis.
    • Alat masak berukuran besar (wajan, panci) yang berkerak.


    2. Pengenalan Pola
    Mengenali pola dari tumpukan piring kotor:
    • Cucian piring paling banyak menumpuk setelah makan malam.
    • Alat masak bertumpuk saat proses memasak selesai, bukan saat makan.
    • Piring berminyak lebih sulit dicuci kalau dibiarkan mengering terlalu lama.

    3. Abstraksi
    Fokus pada hal penting dan mengabaikan hal yang tidak relevan:
    • Fokus utama: Memisahkan jenis cucian dan membuang sisa makanan terlebih dahulu agar air cuci tetap bersih dan proses mencuci lebih cepat.

    • Diabaikan sementara: membersihkan area kompor (bisa dilakukan setelah piring selesai dicuci).

    4. Algoritma
    Langkah-langkah berurutan untuk menyelesaikan cuci piring secara efisien:
    • Buang semua sisa makanan dari piring ke tempat sampah.
    • Pisahkan cucian menjadi tiga kelompok: gelas/cangkir, piring/sendok, dan wajan/panci.
    • Siram semua wadah dengan air bersih untuk meluruhkan kotoran ringan.
    • Cuci menggunakan sabun dan spons mulai dari urutan yang paling bersih:
    * Gelas dan cangkir
    * Sendok, garpu, dan piring
    * Wajan dan panci
    • Bilas semua peralatan dengan air mengalir sampai tidak terasa licin.
    • Tata piring dan alat makan di rak pengering hingga kering sebelum disimpan ke lemari.

    BalasHapus
  23. Raka Galih Evandra / 22
    Menjahit baju yang robek

    1. Dekomposisi
    Memecah masalah menjadi bagian-bagian kecil:
    - Menentukan bagian baju yang robek.
    - Menyiapkan alat dan bahan: jarum, benang, gunting, dan baju yang robek.
    - Membersihkan atau merapikan bagian robekan.
    - Menjahit bagian yang robek.
    - Memeriksa hasil jahitan.

    2. Pengenalan Pola
    Mencari pola atau kesamaan dari masalah:
    - Robekan biasanya memiliki bagian kain yang terpisah.
    - Jahitan dilakukan dengan pola berulang agar robekan - tertutup dan kuat.
    - Semakin rapat dan rapi jahitannya, semakin kuat hasilnya.
    - Teknik jahit dapat disesuaikan dengan ukuran dan posisi robekan.

    3. Abstraksi
    Memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting:
    - Masalah utama: kain baju robek.
    - Tujuan: menyatukan kembali kain agar baju dapat digunakan.
    - Tidak perlu memperhatikan hal yang tidak berkaitan, seperti warna atau model baju, kecuali jika berpengaruh pada pemilihan benang.

    4. Algoritma
    Langkah-langkah penyelesaiannya:
    - Siapkan baju yang robek, jarum, benang, dan gunting.
    - Pilih benang yang sesuai dengan warna baju.
    - Masukkan benang ke jarum dan buat simpul di ujung benang.
    - Satukan kedua sisi kain yang robek.
    - Mulai menjahit dari salah satu ujung robekan.
    - Jahit secara berulang dan rapi mengikuti garis robekan.
    - Pastikan seluruh bagian robekan sudah tertutup.
    - Buat simpul pada ujung jahitan agar tidak mudah lepas.
    - Potong sisa benang menggunakan gunting.
    - Periksa kembali jahitan dan pastikan baju sudah dapat digunakan.

    BalasHapus
  24. Nama: Maulida Ramadani
    No. Absen: 06

    Masalah: Kamar sering berantakan

    1. Dekomposisi:

    - Baju tidak dirapikan.
    - Buku dan alat tulis berserakan.
    - Sampah belum dibuang.
    - Tempat tidur belum dirapikan.

    2. Pengenalan Pola:
    Kamar menjadi berantakan karena barang sering diletakkan sembarangan dan tidak langsung dirapikan setelah digunakan.

    3. Abstraksi:
    Masalah utama adalah kurangnya kebiasaan merapikan dan mengembalikan barang ke tempatnya.

    4. Algoritma:

    1. Merapikan tempat tidur.
    2. Mengumpulkan dan melipat baju.
    3. Mengembalikan buku dan alat tulis ke tempatnya.
    4. Membuang sampah ke tempat sampah.
    5. Menyapu dan memastikan kamar tetap rapi.

    BalasHapus
  25. Nama: [Vika hikmayanti] - No Absen: [31]

    1. Dekomposisi
    Memecah masalah besar jadi bagian-bagian kecil:
    - Mengumpulkan cucian kotor dari kamar dan kamar mandi
    - Memisahkan baju berdasarkan warna dan jenis kain
    - Mencuci, mengucek, dan membilas
    - Menjemur
    - Mengangkat dan melipat baju

    2. Pengenalan Pola / Pattern Recognition
    Dari kebiasaan sehari-hari:
    - Cucian paling banyak menumpuk setiap 3 hari sekali, yaitu hari Rabu dan Minggu
    - Baju sekolah, baju rumah, dan handuk selalu dipisah
    - Jika dicuci sore hari, baju tidak kering karena kurang matahari

    3. Abstraksi
    Mengambil bagian penting dan mengabaikan yang tidak perlu:
    - Yang penting: jadwal rutin, pemisahan warna, waktu menjemur yang tepat
    - Yang tidak perlu: merek deterjen, bentuk ember, urutan baju siapa dulu
    Jadi intinya: "Buat jadwal + pisahkan + cuci saat ada matahari"

    4. Algoritma / Langkah-langkah Solusi
    Berikut langkah sistematisnya:
    Langkah 1: Setiap hari Minggu dan Rabu pagi, kumpulkan semua cucian kotor
    Langkah 2: Pisahkan cucian menjadi 3: Baju Putih, Baju Berwarna, Handuk
    Langkah 3: Cuci per kelompok menggunakan mesin cuci selama 30 menit
    Langkah 4: Jemur sebelum jam 10.00 agar terkena matahari
    Langkah 5: Angkat jam 15.00 dan langsung lipat agar tidak kusut

    BalasHapus
  26. Zlatan Hidayat Virmansyah7 September 2026 pukul 14.01

    Masalah: Kulkas Berantakan

    1. Dekomposisi
    Memecah masalah menjadi beberapa bagian:
    -Makanan dan minuman tidak tertata.
    -Barang yang sudah kedaluwarsa masih tersimpan.
    -Sayur dan buah tercampur dengan bahan makanan lain.
    -Rak kulkas terlalu penuh.

    2. Pengenalan Pola
    Menemukan pola dari masalah:
    -Barang sering diletakkan sembarangan setelah digunakan.
    -Makanan yang baru dibeli diletakkan di depan tanpa mengecek makanan lama.
    -Tidak ada pembagian tempat untuk setiap jenis makanan.

    3. Abstraksi
    Mengambil hal-hal yang penting dan mengabaikan hal yang tidak diperlukan.
    Hal yang penting dalam merapikan kulkas adalah makanan dan minuman, tanggal kedaluwarsa, pengelompokan makanan, kebersihan kulkas, dan penataan barang.

    4. Algoritma
    Langkah-langkah untuk mengatasi masalah:
    -Keluarkan semua isi kulkas.
    -Periksa tanggal kedaluwarsa setiap makanan.
    -Buang makanan yang sudah basi atau kedaluwarsa.
    -Kelompokkan makanan dan minuman berdasarkan jenisnya.
    -Bersihkan rak dan bagian dalam kulkas.
    Masukkan kembali barang sesuai kelompok dan tempatnya.
    -Letakkan makanan yang masa kedaluwarsanya lebih dekat di bagian depan.
    -Biasakan mengembalikan barang ke tempatnya setelah digunakan.

    BalasHapus