Secara spesifik, tujuan diadakannya seminar ini antara lain:
- Menganalisis Format dan Kisi-Kisi Soal: Membedah struktur ujian, indikator pencapaian, serta distribusi materi kejuruan agar peserta memahami pemetaan kompetensi yang diuji.
- Meningkatkan Strategi dan Efisiensi Pengerjaan Soal: Memberikan trik, metode pemecahan masalah (seperti analisis studi kasus/soal berbasis HOTS), dan manajemen waktu yang tepat saat menghadapi ujian.
- Memahami Standar Evaluasi dan Asesmen: Bagi tenaga pendidik atau penyusun soal, seminar ini bertujuan menyelaraskan pemahaman mengenai standar capaian pembelajaran kejuruan sesuai kurikulum yang berlaku.
- Menyiapkan Mental dan Validasi Kesiapan Peserta: Membantu peserta didik mengukur tingkat kesiapan diri serta mengidentifikasi area materi kejuruan yang masih perlu dipelajari lebih lanjut.
- Penyelarasan Kompetensi dengan Kebutuhan Industri/Akademik: Memastikan bahwa materi kejuruan yang diujikan relevan dengan standar kualifikasi teknis yang dibutuhkan di dunia kerja maupun jenjang pendidikan berikutnya.
Apa itu TKA SMK.........?
Tes Kemampuan Akademik (TKA) Teknik Kimia Industri merupakan instrumen penilaian untuk mengukur penguasaan keilmuan dasar murid dalam memahami menerapkan dan menganalisis konsep dasar Teknik Kimia Industri
Perbandingan antara TKA (Tes Kemampuan Akademik) Kejuruan dan UKK (Uji Kompetensi Keahlian) pada SMK:
1.) TKA Kejuruan (Tes Kemampuan Akademik Kejuruan)
- Fokus Utama: Mengukur penguasaan teori dan konsep akademik kejuruan (pengetahuan dasar & penerapan logika keilmuan bidang keahlian).
- Bentuk Ujian: Tes tertulis (pilihan ganda, pilihan ganda kompleks/PGK, MCMA, atau essay penalaran) yang menguji pemahaman konsep, rumus, prinsip kerja, dan analisis kasus industri.
- Penyelenggara: Umumnya diselenggarakan di tingkat satuan pendidikan/pemerintah sebagai bagian dari asesmen akademik standar nasional atau sekolah.
- Output: Nilai angka akademik yang mencerminkan tingkat pemahaman teori kejuruan peserta didik.
2.) UKK (Uji Kompetensi Keahlian)
- Fokus Utama: Mengukur keterampilan praktis, psikomotorik, dan kesiapan kerja sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) atau standar dunia kerja/industri.
- Bentuk Ujian: Praktik unjuk kerja (hands-on) di laboratorium/bengkel, pembuatan produk, demonstrasi SOP, uji instrumen, hingga wawancara teknis.
- Penyelenggara: Diselenggarakan oleh sekolah yang bekerjasama dengan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) atau LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) dengan mengikutsertakan penguji internal dan penguji eksternal dari industri.
- Output: Sertifikat Kompetensi (Sertifikat Garuda/LSP atau Sertifikat Industri) yang menyatakan peserta didik "Kompeten" atau "Belum Kompeten" pada skema keahlian tertentu.
Kedua ujian ini saling melengkapi: TKA Kejuruan memastikan siswa memahami dasar teori dan logika keilmuannya, sedangkan UKK membuktikan bahwa siswa mampu menerapkan teori tersebut dalam wujud keterampilan kerja nyata di dunia industri.
Dasar TKA :
- Permendiknas no. 9 tahun 2025
- Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menegah BKPDM (No. 14 hal 57)
- Pusmendik
Point Of View...........
Penguatan materi fase E- Wawasan kerja bidang teknik kimia industri
- Proses produksi pada industri kimia
- Kesehatan dan keselamatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH)
- Penguasaan ilmu kimia dan
- Mikrobiologi
Materi :
Kategori Opsi (Columns): Dua atau lebih pilihan kategori mutlak, misalnya:
- Benar / Salah (paling umum)
Sesuai / Tidak Sesuai
Ya / Tidak
Kategori Prosedural (misal: Langkah Sterilisasi / Langkah Inokulasi / Langkah Analisis)
- Pilihan Jawaban: Peserta didik harus memilih atau mencentang semua opsi yang dianggap benar (bisa dua, tiga, atau lebih dari total opsi yang tersedia).
- Jumlah Opsi: Biasanya terdiri dari 5 pilihan jawaban per soal.
- Perbedaan dengan Pilihan Ganda Biasa: Pilihan ganda biasa atau Pilihan Ganda Sederhana (PGS) hanya memiliki satu jawaban benar mutlak, sementara MCMA menuntut ketelitian lebih karena kunci jawaban tidak hanya satu.
- A (Audience): Siapa yang belajar? (Contoh: Peserta didik / Siswa)
- B (Behavior): Perilaku/kemampuan apa yang diukur? (Contoh: Mengidentifikasi komponen ekosistem)
- C (Condition): Dalam kondisi/aktivitas apa kemampuan itu ditunjukkan? (Contoh: Setelah mengamati video pembelajaran)
- D (Degree): Seberapa baik atau akurat siswa melakukannya? (Contoh: Dengan benar / Minimal 3 komponen)
- Disajikan narasi mengenai suatu reaksi kimia di industri (condition)
- Peserta didik (Audiens)
- Mampu mengidentifikasi penulisan persamaan reaksi yang setara sesuai dengan hukum kekekalan massa (Behaviour)
- Dengan benar (Degree)
Kesimpulan
Saran
- Penyusunan internal contoh soal
- Workshop Nasional menyusun bank soal
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar