Selasa, 29 September 2026

Webinar MGMP Teknik Kimia


Secara spesifik, tujuan diadakannya seminar ini antara lain:

  1. Menganalisis Format dan Kisi-Kisi Soal: Membedah struktur ujian, indikator pencapaian, serta distribusi materi kejuruan agar peserta memahami pemetaan kompetensi yang diuji.
  2. Meningkatkan Strategi dan Efisiensi Pengerjaan Soal: Memberikan trik, metode pemecahan masalah (seperti analisis studi kasus/soal berbasis HOTS), dan manajemen waktu yang tepat saat menghadapi ujian.
  3. Memahami Standar Evaluasi dan Asesmen: Bagi tenaga pendidik atau penyusun soal, seminar ini bertujuan menyelaraskan pemahaman mengenai standar capaian pembelajaran kejuruan sesuai kurikulum yang berlaku.
  4. Menyiapkan Mental dan Validasi Kesiapan Peserta: Membantu peserta didik mengukur tingkat kesiapan diri serta mengidentifikasi area materi kejuruan yang masih perlu dipelajari lebih lanjut.
  5. Penyelarasan Kompetensi dengan Kebutuhan Industri/Akademik: Memastikan bahwa materi kejuruan yang diujikan relevan dengan standar kualifikasi teknis yang dibutuhkan di dunia kerja maupun jenjang pendidikan berikutnya.

Apa itu TKA SMK.........?

Tes Kemampuan Akademik (TKA) Teknik Kimia Industri merupakan instrumen penilaian untuk mengukur penguasaan keilmuan dasar murid dalam memahami menerapkan dan menganalisis konsep dasar Teknik Kimia Industri

Perbandingan antara TKA (Tes Kemampuan Akademik) Kejuruan dan UKK (Uji Kompetensi Keahlian) pada SMK:

1.) TKA Kejuruan (Tes Kemampuan Akademik Kejuruan)

  • Fokus Utama: Mengukur penguasaan teori dan konsep akademik kejuruan (pengetahuan dasar & penerapan logika keilmuan bidang keahlian).
  • Bentuk Ujian: Tes tertulis (pilihan ganda, pilihan ganda kompleks/PGK, MCMA, atau essay penalaran) yang menguji pemahaman konsep, rumus, prinsip kerja, dan analisis kasus industri.
  • Penyelenggara: Umumnya diselenggarakan di tingkat satuan pendidikan/pemerintah sebagai bagian dari asesmen akademik standar nasional atau sekolah.
  • Output: Nilai angka akademik yang mencerminkan tingkat pemahaman teori kejuruan peserta didik.

2.) UKK (Uji Kompetensi Keahlian)

  • Fokus Utama: Mengukur keterampilan praktis, psikomotorik, dan kesiapan kerja sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) atau standar dunia kerja/industri.
  • Bentuk Ujian: Praktik unjuk kerja (hands-on) di laboratorium/bengkel, pembuatan produk, demonstrasi SOP, uji instrumen, hingga wawancara teknis.
  • Penyelenggara: Diselenggarakan oleh sekolah yang bekerjasama dengan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) atau LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) dengan mengikutsertakan penguji internal dan penguji eksternal dari industri.
  • Output: Sertifikat Kompetensi (Sertifikat Garuda/LSP atau Sertifikat Industri) yang menyatakan peserta didik "Kompeten" atau "Belum Kompeten" pada skema keahlian tertentu.

Kedua ujian ini saling melengkapi: TKA Kejuruan memastikan siswa memahami dasar teori dan logika keilmuannya, sedangkan UKK membuktikan bahwa siswa mampu menerapkan teori tersebut dalam wujud keterampilan kerja nyata di dunia industri.

Dasar TKA :

  1. Permendiknas no. 9 tahun 2025
  2. Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menegah BKPDM  (No. 14 hal 57) 
  3. Pusmendik

Point Of View...........

Penguatan materi fase E


Konsep dasar teknik kimia industri
  1. Wawasan kerja bidang teknik kimia industri
  2. Proses produksi pada industri kimia
  3. Kesehatan dan keselamatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH)
  4. Penguasaan ilmu kimia dan 
  5. Mikrobiologi

Materi :

https://pusmendik.kemendikdasmen.go.id/tka/tka/view/mata-pelajaran-pilihan/sma/teknik-kimia-industri-smk-mak


Prototype Soal

Elemen :  
(Terlampir laman pusmendik)

Sub Elemen : 
(Terlampir laman Pusmendik)

Kompetensi :
(Terlampir laman Pusmendik)

Level Kognitif :
(Terlampir laman Pusmendik)

Bentuk Soal :

1.) Pilihan Ganda Biasa
Soal pilihan ganda (multiple choice) adalah salah satu bentuk tes objektif yang menyajikan suatu pernyataan atau pertanyaan (disebut pokok soal/stem) yang diikuti oleh beberapa pilihan jawaban (disebut pilihan/options). Dari opsi tersebut, peserta tes diminta memilih satu jawaban yang paling tepat atau benar.

Pilihan Ganda Biasa (Biasa/Standard): Mengisi satu jawaban benar dari 5 opsi (A–E untuk SMA/SMK/Perguruan Tinggi).

2.) PGK Kategori
Pilihan Ganda Kompleks (PGK) Kategori (sering juga disebut sebagai PGK Tabel atau PGK Matriks) adalah bentuk soal pilihan ganda kompleks yang menyajikan suatu stimulus/deskripsi, diikuti oleh beberapa pernyataan dan pilihan kategori yang harus ditentukan oleh siswa untuk setiap pernyataan tersebut

Format umum PGK Kategori disajikan dalam bentuk matriks/tabel:

Stimulus: Berupa deskripsi, data hasil laboratorium, grafik, studi kasus, atau prosedur teknis.

Pernyataan (Rows): Beberapa butir pernyataan yang berhubungan dengan stimulus.

Kategori Opsi (Columns): Dua atau lebih pilihan kategori mutlak, misalnya:

  • Benar / Salah (paling umum)
  • Sesuai / Tidak Sesuai

  • Ya / Tidak

  • Kategori Prosedural (misal: Langkah Sterilisasi / Langkah Inokulasi / Langkah Analisis)

3.) PGK MCMA 
adalah singkatan dari pilihan ganda Kompleks dengan Model Multiple Choice Multiple Answer.

yaitu jenis soal TKA (Tes Kemampuan Akademik) yang memiliki lebih dari satu jawaban benar.

Karakteristiknya :
  • Pilihan Jawaban: Peserta didik harus memilih atau mencentang semua opsi yang dianggap benar (bisa dua, tiga, atau lebih dari total opsi yang tersedia). 
  • Jumlah Opsi: Biasanya terdiri dari 5 pilihan jawaban per soal. 
  • Perbedaan dengan Pilihan Ganda Biasa: Pilihan ganda biasa atau Pilihan Ganda Sederhana (PGS) hanya memiliki satu jawaban benar mutlak, sementara MCMA menuntut ketelitian lebih karena kunci jawaban tidak hanya satu.

Indikator :
Penulisan indikator yang benar harus menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang dapat diukur, bersifat spesifik, dan hanya memuat satu tindakan dalam satu rumusan
Indikator Soal (Mengikuti pola ABCD: Audience, Behavior, Condition, Degree)
  • A (Audience): Siapa yang belajar? (Contoh: Peserta didik / Siswa)
  • B (Behavior): Perilaku/kemampuan apa yang diukur? (Contoh: Mengidentifikasi komponen ekosistem)
  • C (Condition): Dalam kondisi/aktivitas apa kemampuan itu ditunjukkan? (Contoh: Setelah mengamati video pembelajaran)
  • D (Degree): Seberapa baik atau akurat siswa melakukannya? (Contoh: Dengan benar / Minimal 3 komponen)
contoh :
Disajikan narasi mengenai suatu reaksi kimia di industri, peserta didik mampu mengidentifikasi penulisan persamaan reaksi yang setara sesuai dengan hukum kekekalan massa dengan benar.

Telaah :
  • Disajikan narasi mengenai suatu reaksi kimia di industri (condition) 
  • Peserta didik  (Audiens) 
  • Mampu mengidentifikasi penulisan persamaan reaksi yang setara sesuai dengan hukum kekekalan massa (Behaviour) 
  • Dengan benar (Degree) 

Kesimpulan 

Saran 

  1. Penyusunan internal contoh soal
  2. Workshop Nasional menyusun bank soal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar