Selasa, 11 Oktober 2022

Mengukur Volume Air menggunakan gelas ukur, labu ukur, pipet volume, dan pipet ukur

Tujuan :

  1. Untuk mengetahui cara mengukur volume menggunakan gelas ukur, labu ukur, pipet volume, dan pipet ukur 
  2. Untuk mengetahui volume air yang diukur dalam gelas ukur, labu ukur, pipet volume, dan pipet ukur
Teori Dasar : 

Volume merupakan jumlah ruang yang ditempati oleh suatu benda dan zat atau yang tertutup di dalam suatu objek wadah

Satuan SI dari volume adalah M^3. Satuan lain yang banyak digunakan adalah (liter = dm^3) dan mililiter (ml)

Untuk menentukan banyaknya zat cair dalam suatu wadah dapat dinyatakan melalui liter atau satuan lain yang sejenis meliputi kiloliter (Kl), hektoliter (hl), dekaliter (dal), liter (l), desiliter (dl), centiliter (cl), mililiter (ml)

Gelas ukur yaitu silinder gelas berskala untuk mengukur volume larutan atau zat cair. Standard deviasinya kira-kira 1% dari volume yang diukur sebenarnya.

Gelas ukur adalah alat ukur volume cairan yang tidak memerlukan ketelitian yang tinggi. Gelas ini memiliki mulut lebar dan bercucuk, lebar mulut sama dengan lebar alasnya dengan ukuran 1 ml sampai dengan 1 liter atau lebih. Gelas ukur memiliki banyak ukuran. Penggunaan ukuran ini disesuaikan dengan kebutuhan

Labu ukur merupakan gelas laboratorium yang berbentuk seperti pear. Memiliki bagian bawah yang rata dan bundar dengan leher yang panjang. Labu ini biasanya terbuat dari gelas atau plastik. Dimaksudkan agar isi dari labu bisa terlihat (transparan). Terdapat berbagai ukuran labu ukur yang bisa digunakan untuk mencampurkan cairan.

Pipet volume adalah alat yang digunakan apabila ingin mengukur volume cairan yang lebih tinggi tingkat akurasinya. Pipet volume juga kerap disebut pipet gondok karena bentuknya menggembung seperti eceng gondok 

Pipet ukur merupakan salah satu perlatan laboratorium kima yang termasuk dalam kategori alat gelas, pipet ukur juga terdiri dari berbagai macam ukuran mulai dari 1 ml sampai ukuran paling besar adalah 50 ml, dengan skala pada dinding pipet 0,001 – 0,5 ml. Untuk prinsip kerja dari pipet ukur adalah memipet cairan atau larutan secara kurang teliti, serta tidak masuk dalam perhitungan pada penetapan kadar.

Alat dan Bahan :
  1. Gelas ukur 50 ml
  2. Labu ukur 100 ml
  3. Pipet volume 10 ml dan pipet pump
  4. Beaker glass 200 ml
  5. Pipet tetes
  6. Air
Prosedur percobaan

Gelas ukur :
  1. Ambil dan siapkan air di beaker glass
  2. Siapkan gelas ukur, tuangkan air yang ada di beaker glass ke gelas ukur
  3. Pastikan dengan teliti apakah air yang dituang sudah sesuai dengan volume yang diinginkan
  4. Foto untuk dokumentasi
  5. Tuangkan kembali air ke beaker glass lalu bersihkan gelas ukur 
Labu ukur :
  1. Ambil dan siapkan beaker glass yang terisi air
  2. Siapkan labu ukur, tuangkan air secara perlahan ke labu ukur
  3. Pastikan air sudah tepat dengan garis pembatas yang ada pada labu ukur
  4. Foto sebagai dokumentasi
  5. Tuang kembali air ke beaker glass, lalu bersihkan labu ukur
Pipet Volume :
  1. Ambil dan siapkan beaker glass yang terisi air
  2. Siapkan pipet volume dan pipet pump
  3. Pasang pipet pump pada pipet volume dengan hati-hati
  4. Masukan ujung bawah pipet volume ke dalam beaker glass yang berisi air
  5. Putar roda knurled yang ada pipet pump hingga air mencapai batas garis
  6. Foto sebagai dokumentasi
  7. Keluarkan air ke dalam beaker glass dan kembalikan semua alat-alat yang telah digunakan 
Pipet ukur :
  1. Ambil dan siapkan beaker glass yang terisi air
  2. Siapkan pipet ukur dan pipet pump 
  3. Pasang pipet pump pada pipet ukur dengan hati-hati
  4. Masukan ujung bawah pipet ukur ke dalam beaker glass yang berisi air
  5. Putar roda knurled yang ada pipet pump hingga air mencapai batas garis
  6. Foto sebagai dokumentasi
  7. Keluarkan air ke dalam beaker glass dan kembalikan semua alat-alat yang telah digunakan 
Soal wawasan  :
  1. Jelaskan pengertian meniskus cekung dan meniskus cembung disertai dengan contohnya
  2. Sebuah gelas ukur diisi air sampai 30 ml, benda dengan massa 20 g dimasukkan kedalam gelas ukur sehingga permukaan air naik menjadi 35 ml. kesimpulan dari eksperimen tersebut adalah…
  3. Mengapa bagian bawah labu ukur berbentuk seperti bola ?
  4. Apa perbedaan pipet volume dengan pipet ukur ?
Quis 1 :

Hasilnya kirimkan pada postingan di komentar ini disertai nama, kelas, no absen

Integrasi aplikasi perkantoran



  1. Integrasi adalah menyatukan beberapa komponen berupa data atau objek menjadi satu kesatuan untuk tujuan tertentu. Aplikasi perkantoran atau aplikasi office adalah kumpulan aplikasi siap pakai yang berfungsi membantu pekerjaan perkantoran, seperti mengolah data, membuat laporan dan presentasi.
  2. Aplikasi perkantoran menurut kegunaan dan fungsinya terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya aplikasi pengolah kata, pengolah data, dan pengolah lembar kerja.
  3. Terdapat beberapa cara mengintegrasikan data, teks ataupun gambar antar aplikasi perkantoran yaitu dengan cara cut, copy, dan paste, menu pada aplikasi, dan teknik object linking dan embedding.
  4. Banyak fitur aplikasi perkantoran yang dapat mempermudah aktivitas, seperti membuat laporan, menyajikan data, administrasi atau surat menyurat. Pada bab ini, kalian akan mempelajari dua fitur lanjut aplikasi perkantoran, yaitu fitur mail merge pada MS Word dan data validation MS Excel.


Integrasi aplikasi perkantoran, fitur lanjut aplikasi perkantoran :

  1. Microsoft Word,
  2. Microsoft Excel, 
  3. Microsoft PowerPoint, 
  4. Mail Merge, 
  5. Object Linking & Embedding, 
  6. Video Presentasi
Jawablah pertanyaan di bawah ini :
  1. Tahukah kalian, mengapa potongan teks, tabel atau gambar dapat dicopy/paste dan dibawa antaraplikasi? 
  2. Dalam Object Linking, jika sumber diedit, otomatis semua objek yang terhubung akan berubah. Menurut kalian, mengapa ini terjadi? Mana yang lebih menguntungkan, melakukan copy/paste atau object Linking? 
  3. Kelak, konsep ini akan kalian pelajari dalam pemrograman! Kedua konsep ini, yaitu (1) menyalin dan membawa salinannya, atau (2) hanya mengacu tanpa membawa objek yang disalin merupakan dua konsep yang penting dalam informatika. Konsep yang kedua akan menjadi dasar untuk belajar “pointer”
  4. Buatlah Riwayat hidup dengan menampilkan pula foto pribadi pada Ms. Word, link-nya pada google drive dimunculkan pada kolom komentar di bawah ini

Jumat, 07 Oktober 2022

HUJAN DAN FUNGSI LAIN DARI LANGIT


Allah SWT berfirman:

والسماء ذات الرجع -

"Demi langit yang mengandung hujan”. (QS. at-Thaariq: 11)

Kata yang ditafsirkan oleh sebagian ahli tafsir sebagai "mengandung hujan" dalam terjemahan al-Qur'an ini dapat juga bermakna "mengirim kembali" atau mengembalikan.

Seperti telah diketahui bersama, atmosfer yang melingkupi bumi terdiri atas sejumlah lapisan. Pada setiap lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Beberapa hasil penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi.

Jika dicermati ternyata terdapat sejumlah contoh fungsi pengembalian dari lapisan-lapisan yang menyelimuti bumi tersebut.

  • Lapisan troposfir, lapisan ini berada pada ketinggian 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, serta memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.
  • Lapisan ozon, berada pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya, termasuk didalamnya sinar kosmik akibat pancaran sinar dari benda-benda dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.
  • Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio yang berasal dari bumi keberbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi yang bersifat pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh. 

Dari beberapa penjelasan tentang sifat lapisan-lapisan langit yang hanya dapat ditemukan secara ilmiah di masa kini tersebut, membuktikan bahwa al-Qur'an adalah firman Allah yang berlaku sepanjang zaman.

Terkait dengan hujan, terdapat sebuah ayat al-Qur'an yang menyebutkan sifat angin yang berfungsi mengawinkan hingga terbentuknya hujan. Allah SWT berfirman, dalam hal ini, berfirman:

"Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan, dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya". (Al-Hijr: 22)

Dalam ayat ini, ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. Hingga awal abad ke-20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin menggerakkan awan. Namun, penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan adanya peran "mengawinkan" dari angin dalam pembentukan hujan.

Fungsi "mengawinkan" dari angin ini terjadi sebagaimana berikut. Di atas permukaan laut dan Hujan & Fungsi Lain Dari Langit samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil, dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin, dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfir.

Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin, dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekeliling partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan, dan kemudian jatuh ke bumi dalam bentuk hujan.

Sebagaimana terlihat, angin "mengawinkan" uap air yang melayang, di udara dengan partikel-partikel yang dibawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan. Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfir bagian atas tidak akan pernah terbentuk, dan hujan pun tidak akan terjadi.

Hal terpenting di sini adalah, bahwa peran utama dari angin dalam pembentukan hujan, ternyata telah dinyatakan berabad-abad yang lalu dalam sebuah ayat al-Qur'an, pada saat orang hanya mengetahui sedikit saja tentang, fenomena alam.

Fakta lain yang diberikan dalam al-Qur'an mengenai hujan adalah, bahwa hujan diturunkan ke bumi dalam kadar tertentu. Hal ini disebutkan dalam Surat az-Zukhruf sebagai berikut:

"Dan Kami yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)."

Kadar dalam hujan ini pun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 triliun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut ukuran atau kadar tertentu. Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini.

Bahkan satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar-benar sama seperti dinyatakan dalam al-Qur'an.




Matahari


Matahari merupakan salah satu bintang, yang ada di jagad raya ini. Matahari adalah bintang yang paling dekat dengan bumi, sehingga penelitian tentang bintang ini lebih mudah dilakukan dari pada bintang, lainnya. 

Matahari memilki jarak 150 juta km dari bumi, dan dia menyediakan energi yang dibutuhkan oleh kehidupan di bumi ini secara terus-menerus,

Pada pusat benda angkasa yang berenergi sangat besar ini, atom hidrogen terus-menerus berubah menjadi helium. Setiap detik 616 miliar ton hidrogen berubah menjadi 612 miliar ton helium. Selama sedetik itu, energi yang dihasilkan sebanding dengan ledakan 500 juta bom atom.

Selain itu matahari dianggap benda hitam yang berpijar pada temperatur 6000 kelvin dan energi yang dipancarkannya berupa gelombang elektromagnetik yang menyebar ke segala arah.

Karena benda hitam pada temperatur tertentu dapat mengemisikan radiasi dalam jumlah maksimum dan mencakup semua panjang gelombang, maka spektrum sinar Matahari merupakan spektrum yang komplit. Sesuai dengan kaidah Hukum Wien energi maksimum untuk temperatur 6000 kelvin adalah 0,483 mikrometer, sehingga spektrum panjang gelombang energinya masuk pada katagori cahaya tampak.

Kehidupan di bumi dimungkinkan oleh adanya energi dari matahari ini. Keseimbangan di bumi yang tetap dan 99% energi yang dibutuhkan untuk kehidupan disediakan oleh matahari.

Setengah energi ini kasatmata dan berbentuk cahaya, sedangkan sisanya berbentuk sinar ultra-violet yang tidak kasatmata dan berbentuk panas.

Sifat lain dari matahari adalah memuai secara berkala seperti lonceng. Hal ini berulang setiap lima menit dan permukaan matahari bergerak mendekat dan menjauh 3 km dari bumi dengan kecepatan 1.080 km/jam.

Matahari hanyalah salah satu dari 200 juta bintang dalam Bimasakti. Meskipun 325.599 kali lebih besar dari bumi, matahari merupakan salah satu bintang kecil yang terdapat di alam semesta.

Matahari berjarak 30.000 tahun cahaya dari pusat Bimasakti, yang berdiameter 125.000 tahun cahaya, (1 tahun cahaya = 9.460.800.000.000 km.)

Sementara itu terkait dengan perjalanan matahari Allah SWT berfirman dalam Surat Yasin ayat : 38 sebagai berikut:

والشمس تجرى لمستقر لها ذلك تقدير العزيز العليم

"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui."

Berdasarkan perhitungan para astronom, akibat aktivitas galaksi kita, matahari berjalan dengan kecepatan 720.000 km/jam menuju Solar Apex, suatu tempat pada bidang angkasa yang dekat dengan bintang Vega. (Ini berarti matahari bergerak sejauh kira-kira 720.000 x 24 = 17.280.000 km dalam sehari, begitu pula bumi yang bergantung padanya.) []

Referensi :

Agus Mulyono

Ahmad Abtokhi

Fisika dan al-Quran

Rabu, 05 Oktober 2022

Cara menggunakan hidrometer


Tujuan : mengetahui pembagian ukur berat jenis atau kepadatan relatif dari cairan, yaitu rasio densitas cairan kepadatan air

TEORI DASAR :

Hidrometer adalah Sebuah alat yang digunakan untuk mengukur massa jenis suatu zat cair. 

Nilai massa jenis suatu zat cair dapat diketahui dengan membaca skala pada aoerometer yang ditempatka mengapung pada zat cair. Aerometer terbuat dari kaca. Agar tabung kaca terapung tegak di dalam zat cair, bagian bawah tabung dibebani dengan butiran timbal

Bagian bawah tabung kaca dibuat lebih besar supaya volume zat cair yang dipindahkan hidrometer lebih besar. Dengan demikian dihasilkan gaya ke atas yang lebih besar dan aoerometer dapat mengapung di dalam zat cair

Tangkai kaca didesain supaya ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut didasarkan pada prinsip sedimentasi (pengendapan) butir-butir tanah dalam air

Bila suatu contoh dalam cairan dengan kepadatan rendah seperti bensin akan mengharapkan hidrometer tenggelam lebih dalam. Sedangkan cairan dengan kepadatan tinggi seperti air garam, hidrometer akan mengapung lebih tinggi

Alat dan Bahan :

  1. Tabung hidrometer
  2. Hidrometer
  3. Spatula lab
  4. Air
Prosedur kerja :
  1. Untuk menghindari pembentukan gelembung udara dalam toples, tuangkan sampel cairan perlahan ke sisi toples
  2. Aduk cairan dengan lembut untuk menghilangkan gelembung yang terbentuk
  3. Perlahan-lahan pegang hidrometer dibagian atas batang, karena sidik jari dibagian bawah dapat mempengaruhi akurasi
  4. Kemudian turunkan hidrometer ke dalam cairan dan lepaskan ketika pada posisi keseimbangan
  5. Letakkan batang diantara jari telunjuk dan ibu jari. Dorong hidrometer ke bawah beberapa milimeter di bawah keseimbangan
  6. Lepaskan hidrometer dan itu akan naik dengan mantap dan mengendap pada posisi keseimbangan

Baume Degree :



Jawab pertanyaan di bawah ini pada laporan sementara dan resmi 

  1. Apa yang dimaksud hidrometer 
  2. Jelaskan bagian-bagian dari hidrometer 
  3. Bagaimana cara kerja hidrometer
  4. Jelaskan pengertian skala baume
  5. Jelaskan rumus interpolasi

Kerjakan quis di bawah ini, sekaligus laporkan hasilnya pada postingan di kolom komentar

https://quizizz.com/join?gc=21107555

Selasa, 04 Oktober 2022

INFORMATIKA : Tumpukan (Stack) dan Antrean (Queue)

Tumpukan (Stack) dan Antrean (Queue) 

Kita akan mempelajari dua buah konsep cara penyimpanan data/ objek dalam sebuah struktur yang akan menentukan urutan pemrosesan data/objek tersebut, yaitu tumpukan (stack) dan antrean (queue). Kedua konsep ini memiliki prosedur yang berbeda dalam menyimpan dan mengeluarkan data. Kedua konsep tersebut masing-masing memiliki peranan yang berbeda dan digunakan pada situasi yang berbeda pula.

Bayangkan sebuah loket di sebuah rumah sakit, di mana para pasien yang akan berobat diminta untuk mendaftar lebih dahulu di loket penerimaan serta mengisi formulir pendaftaran. Setelah formulir tersebut diisi, para pasien akan mengembalikan formulir ke loket dan menunggu dipanggil oleh petugas. Kebetulan, di pagi hari, dokter yang bertugas belum datang sehingga para pasien harus menunggu. 

Ketika sang dokter tiba, petugas loket akan memanggil para pasien satu per satu untuk mendapat layanan. Perhatikan sekarang bagaimana urutan pasien itu dipanggil oleh petugas loket. 

  1. Misalkan, petugas loket menumpuk formulir-formulir tersebut di mana formulir yang baru diterima diletakkan di atas formulir yang sudah diterima sebelumnya, kemudian ketika ketika memanggil pasien, petugas tersebut memanggil dengan urutan mulai dari formulir yang berada di atas tumpukan. Menurut kalian, apakah urutan tersebut adil/sesuai dengan yang diharapkan para pasien? Mengapa? 
  2. Bagaimana cara petugas menyusun tumpukan formulir dan/atau cara urutan memanggil para pasien dari tumpukan formulir sedemikian rupa sehingga pasien yang datang dan mengisi formulir lebih dulu, akan dipanggil lebih dulu juga (dan sebaliknya)? 
Dalam dunia komputasi/informatika, terkadang, kita perlu untuk menyimpan data/objek dalam suatu urutan tertentu, untuk kemudian/sewaktu-waktu diambil/ dikeluarkan kembali, mungkin untuk diproses lebih lanjut atau untuk tujuantujuan lain. Ada dua cara utama kita dapat melakukan penyimpanan ini. 

  1. Antrean (queue): pada metode ini, objek-objek disimpan dalam metode penyimpanan yang berupa sebuah antrean sehingga objek yang pertama/ lebih dulu datang, juga akan lebih dulu keluar/selesai, layaknya sebuah antrean di loket, pintu masuk, dll. Prinsip ini disebut prinsip First In First Out (FIFO). Dalam sebuah antrean orang, misalnya, jelas orang yang pertama datang akan berada di depan antrean, dan harus menjadi yang pertama yang mendapat pelayanan. 
  2. Tumpukan (stack): pada metode ini, objek-objek disimpan dalam metode penyimpanan yang menyerupai sebuah tumpukan (misal: tumpukan piring). Dengan demikian, objek yang pertama/lebih dulu disimpan justru akan menjadi yang terakhir keluar. Prinsip ini disebut juga Last In First Out (LIFO). Dalam tumpukan piring, misalnya, piring pertama yang diletakkan akan berada di posisi paling bawah, dan jika kita ambil piring satu per satu dari tumpukan itu, tentunya piring yang berada di posisi paling bawah tersebut akan menjadi yang terakhir diambil.

Baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia informatika, kedua konsep urutan penyimpanan data tersebut memiliki peran dan kegunaan masing-masing. 

Ada permasalahan-permasalahan/situasi di mana antrean (FIFO) lebih cocok digunakan. Sebaliknya, ada juga permasalahan-permasalahan di mana tumpukan (LIFO) lebih tepat diterapkan. 

Untuk lebih memahami kedua konsep ini dan bagaimana mereka digunakan, mari, kita lakukan beberapa aktivitas di bawah ini.

Pada aktivitas ini, kalian akan membaca beberapa skenario kondisi, baik dalam dunia sehari-hari maupun dalam dunia informatika. 

Tugas kalian ialah memikirkan, pada setiap kondisi/skenario tersebut, manakah yang lebih tepat digunakan/lebih relevan menggambarkan situasi tersebut, apakah stack ataukah queue. Berikan penjelasan mengapa kalian memilih jawaban tersebut !

  1. Di persimpangan jalan, terdapat lampu merah. Apabila lampu merah menyala, mobil-mobil yang datang ke persimpangan tersebut harus berhenti dulu. Ketika lampu berubah menjadi hijau, semua mobil perlahan-lahan berjalan kembali dalam urutan tertentu. Manakah yang lebih tepat menggambarkan situasi tersebut?
  2. Ketika menjelajah web/internet, kita menggunakan sebuah browser (misal Firefox, Chrome dll). Terdapat sebuah fitur yang memungkinkan kita untuk bergerak dari satu halaman yang sudah kita kunjungi ke halaman lainnya, yaitu dengan menekan tombol Back dan Forward. Misalnya, kita mengunjungi halaman A, kemudian B, lalu C. Jika kita kemudian menekan tombol Back, dari halaman C kita akan kembali ke halaman B. Jika kita tekan lagi tombol Back (pada saat ada di B), kita akan kembali ke A. Jika kemudian kita tekan tombol Forward, kita akan kembali halaman B, dan jika kita tekan sekali lagi tombol Forward, kita akan kembali ke halaman C. Oleh karena itu, aplikasi browser tersebut harus menyimpan (dan mengingat) semua halaman yang sudah pernah kita kunjungi sebelumnya (biasa disebut Riwayat atau History). Bentuk penyimpanan yang manakah (stack atau queue) yang paling tepat digunakan untuk menyimpan Riwayat pada browser ?
  3. Mesin printer bertugas untuk mencetak dokumen yang dikirimkan dari sebuah komputer. Satu buah printer dapat terhubung ke beberapa buah komputer sekaligus, dan semuanya dapat mengirim perintah kepada printer tersebut untuk mencetak dokumen yang berbeda-beda. Printer tersebut tentunya hanya bisa mencetak satu buah dokumen dalam satu waktu tertentu, dan mungkin membutuhkan beberapa detik/menit untuk menyelesaikan proses cetak satu dokumen. Oleh karena itu, ketika printer sedang sibuk mencetak sebuah dokumen dari sebuah komputer, kemudian datang permintaan mencetak dari beberapa komputer yang lain (yang berbeda). Printer tersebut harus menyimpan dokumen-dokumen yang baru datang tersebut agar nanti dapat dicetak ketika proses pencetakan yang sedang berjalan saat ini sudah selesai. Manakah yang lebih tepat digunakan, stack atau queue untuk penyimpanan dokumen-dokumen yang sedang “menunggu giliran” untuk dicetak tadi?
  4. Pada sebuah aplikasi pengolah dokumen, biasanya terdapat fasilitas untuk melakukan Undo dan Redo. Operasi Undo akan membatalkan langkah/tindakan terakhir yang kita lakukan saat mengedit dokumen (misal, jika kita menyadari ada kesalahan pada langkah terakhir kita), sedangkan Redo digunakan untuk mengulang kembali operasi yang baru saja dibatalkan dengan sebuah Undo. Proses Undo dan Redo ini dapat dilakukan sampai dengan operasi pertama setelah sebuah dokumen dibuka/disimpan. Misalnya, terjadi rangkaian kejadian berikut : 
  • a.) Budi membuka dokumen A
  • b.) Budi menambahkan judul pada dokumen A
  • c.) Budi menulis sebuah paragraf pada dokumen A
  • d.) Budi menambahkan sebuah tabel pada dokumen A
  • e.) Budi menyisipkan sebuah gambar pada dokumen A
Apabila kemudian Budi menekan tombol Undo, operasi terakhir (yaitu penambahan gambar) akan dibatalkan sehingga gambar tersebut akan hilang dari dokumen. Jika kemudian Budi menekan tombol Undo sekali lagi, operasi terakhir sebelum itu (yaitu menambahkan tabel) juga akan dibatalkan sehingga tabel tersebut akan hilang dari dokumen. 

Jika kemudian Budi menekan tombol Redo, operasi Undo yang terakhir (yaitu yang menghilangkan tabel) akan dibatalkan sehingga tabel tersebut akan muncul kembali. Jelas bahwa aplikasi perlu untuk menyimpan data-data berupa tindakan/operasi apa saja yang dilakukan oleh penggunanya dari awal sampai akhir, serta efeknya terhadap dokumen agar dapat memberikan fungsionalitas Undo dan Redo tersebut. Manakah di antara stack dan queue yang lebih tepat digunakan untuk menyimpan operasi-operasi tersebut ?



REFERENSI :

Mushthofa, dkk.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM PERBUKUAN 


Kerjakan quis di bawah ini :


Hasilnya ditulis pada kolom komentar 

Jumat, 30 September 2022

Oksidimetri - Permanganometri

OKSIDIMETRI

Oksidimetri adalah suatu titrasi yang berlangsung karena adanya perubahan bilangan oksidasi dari zat yang bereaksi, yaitu suatu oksidator dan reductor. Jadi pada oksidimetri selalu terjadi reaksi oksidasi dan reaksi reduksi (redoks).

Reaksi oksidasi dan reaksi reduksi.

1.) Reaksi oksidasi adalah reaksi yang terjadi karena adanya pelepasan elektron atau reaksi yang terjadi karena adanya penaikan bilangan oksidasi dari suatu zat

Contoh : Na -----> Na+  +  1e

2.) Reaksi reduksi adalah reaksi yang terjadi karena adanya pengikatan elektron atau reaksi yang terjadi karena adanya penurunan bilangan oksidasi

Contoh : Cl₂ + 2e ------> 2Cl-


Oksidator dan reduktor.

  1. Oksidator adalah : suatu zat yang dapat mengoksidasi zat lain
  2. Reduktor adalah : suatu zat yang dapat mereduksi zat lain


Pada reaksi tersebut Fe++ bertindak sebagai reduktor karena Fe++ mereduksi MnO4- dan MnO4- bertindak sebagai oksidator karena MnO, mengoksidasi Fe++

Sehingga dapat disimpulkan bahwa, oksidator mengalami reaksi reduksi

sedangkan reduktor mengalami reaksi oksidasi.

Sama dengan pada acidi alkalimetri, pada oksidimetri untuk mengetahui titik akhir titrasi juga digunakan indicator. 

Pada titrasi ini ekivalen oksidator sama dengan ekivalen reduktor, sehingga berlaku Rumus :

V oksidator X N oksidator = V reduktor x N reduktor


Jika pada acidi alakalimetri cara perhitungannya didasarkan pada mek asam = mek basa, maka pada oksidimetri ini perhitungannya didasarkan pada mek oksidator = mek reduktor.

Analisa kuantitatif yang termasuk dalam oksidimetri adalah :

  1. Permanganometri
  2. lodometri
  3. lodimetri

PERMANGANOMETRI

Permananometri adalah analisa oksidimetri, dimana yang digunakan sebagai larutan standarnya adalah larutan kalium permanganate (KMnO4), dimana larutan ini bertindak sebagai oksidator, sehingga zat yang akan ditentukan bertindak sebagai reduktor, Titrasi ini dilakukan dalam suasana asam encer.


Pada titrasi ini MnO4- bertindak sebagai oksidator, sedangkan H2O2 sebagai reduktor.

Beberapa reduktor yang dapat ditentukan secara permanganometri adalah :

1. Senyawa Besi:

Fe²+ -----> Fe³+  + e


2. Senyawa Oksalat :

C2O4²- -------> 2 CO2 + 2e


3. Senyawa Sulfit :

SO3²- + H₂O ------> SO²-  + 2H+  + 2 e


4. Senyawa Asam Oksalat :

H₂C2O4  ----> 2 CO₂ + 2H+  + 2 e


Untuk mengetahui jumlah mek oksidator dan jumlah mek reduktor ditentukan oleh banyaknya elektron yang dilepas oleh reduktor atau banyaknya elektron yang diikat oleh oksidator.

Contoh Pada reaksi diatas :

1 mol MnO4 = 5 mek

1 mol H₂O2 = 2 mek

Pada analisa secara permanganometri ini tidak diperlukan indicator, karena larutan Kalium Permanganat disamping sebagai larutan standar juga bertindak sebagai indicator (self indicator).

Kelaksanaan Titrasi Redoks


Indikator Redoks

Ada beberapa macam indikator yang dapat digunakan dalam titrasi redoks :

  1. Suatu zat berwarna dapat bekerja sebagai indikator sendiri. Misalnya larutan kalium permanganat demikian tua warnanya, hingga suatu kelebihan yang kecil pereaksi ini dalam suatu titrasi dengan mudah dapat diketahui.
  2. Sebuah indikator spesifik adalah suatu zat yang bereaksi dengan cara yang khusus dengan salah satu pereaksi dalam suatu reaksi untuk menghasilkan suatu warna. Contoh-contoh adalah kanji yang membentuk warna biru tua dengan iodium, dan ion tiosianat yang membentuk warna merah dengan ion besi (III).
  3. Indikator luar, atau uji noda, suatu waktu dipergunakan, apabila tidak dapat diperoleh indikator dalam. Ion feri sianida digunakan untuk meneliti adanya ion besi (II) dengan pembentukan besi (II) feri sianida (biru Turnbull) di atas sebuah piring noda di luar bejana titrasi.
  4. Potensial redoks dapat diikuti selama titrasi dan titik ekivalennya ditemukan dari perubahan yang besar dari potensial pada kurva titrasi. Prosedur demikian disebut titrasi secara potensiometrik, dan kurva titrasi dapat digambarkan dengan tangan atau dicatat secara otomatik.
  5. Akhirnya suatu indikator yang sendirinya mengalami oksidasi-reduksi dapat digunakan. Kita akan menunjuk zat demikian sebagai suatu indikator indeks yang benar, dan dengan pereaksi demikianlah sisa pembicaraan kita akan berurusan

Kamis, 29 September 2022

Perkembangan Teknologi Dunia Kerja dan Isu Global Industri Kimia Analisis


Capaian Pembelajaran :

Memahami perkembangan teknologi kimia analisis dan isu-isu global seputar laboratorium kimia analisis dan industri yang melibatkan kimia analisis dari teknologi konvensional sampai dengan teknologi modern, Revolusi Industri 4.0, teknik digitalisasi, perubahan iklim, dan aspek-aspek ketenagakerjaan.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan mampu

  1. memahami Revolusi Industri 4.0;
  2. memahami perkembangan teknologi:
  3. memahami aspek-aspek ketenagakerjaan;
  4. menjelaskan teknik digitalisasi;
  5. menjelaskan limbah dalam industri kimia; serta
  6. Menjelaskan limbah dalam industri kimia
  7. Menjelaskan perubahan iklim


Soal :

  1. Jelaskan pengertian teknologi biogas.
  2. Jelaskan yang dimaksud dengan program langit biru serta sebutkan program-program yang terdapat di dalamnya.
  3. Uraikan menggunakan bahasamu sendiri yang dimaksud dengan Revolusi Industri 4.0 dan sebutkan perbedaannya dengan revolusi industri sebelumnya.
  4. Uraikan yang dimaksud dengan digitalisasi di PT Kimia Farma.
  5. Jelaskan yang dimaksud dengan pengendalian limbah dan perubahan iklim.

Tugas Praktik

  1. Uraikan perbedaan antara organik dengan anorganik.
  2. Amatilah limbah di sekitar tempatmu.
  3. Jelaskan masing-masing limbah tersebut dengan rinci.
  4. Jelaskan cara pengendalian yang tepat pada limbah tersebut.
  5. Buatlah hasil analisis tersebut dalam bentuk makalah.
  6. Presentasikan hasil makalahmu di depan kelas.

Rabu, 28 September 2022

Metode Titrasi Asam - Basa

Analisa acidi alkalimetri dibagi menjadi dua bagian :

Acidimetri adalah suatu titrasi yang berlangsung antara asam dengan basa, dimana sebagai larutan standarnya adalah asam, yang digunakan untuk menentukan atau menghitung titer yang bersifat basa

Reaksi Pokok : OH-  +  H+ ........H₂O

Alkalimetri adalah suatu titrasi yang berlangsung antara asam dengan basa, dimana sebagai larutan standamya adalah basa, yang digunakan untuk menentukan atau menghitung titer yang bersifat asam.

Reaksi Pokok : H+ + OH-  ........H₂O


Cara penghitungan analisa acidi alkalimetri.

Untuk menentukan kadar suatu zat secara acidi alkalimetri digunakan rumus :

V₁ x N₁ = V₂ x N₂

V₁ = Volume asam

N₁ = Normalitas asam

V₂  = Volume Basa

N₂ = Normalitas Basa


INDIKATOR ASAM DAN BASA.

Indikator asam basa adalah zat yang berubah wamanya pada range (trayek) pH tertentu. 

Dasar reaksi analisa kuantitatif secara acidi alkalimetri adalah reaksi antara asam dan basa atau dikenal dengan reaksi netralisasi. 

Selama titrasi berlangsung, yaitu reaksi antara asam dan basa, selalu terjadi perubahan harga pH dari larutan yang dititrasi. Oleh karena itu sebagai indicator dalam acidi alkalimetri harus dipakai indicator yang dapat menunjukkan perubahan harga pH, yaitu indicator netralisasi.

Pada umumnya zat-zat yang berfungsi sebagai indicator adalah senyawa-senyawa asam atau basa organic yang lemah, yang mempunyai perubahan warna pada suasana asan atau basa. Perubahan ini terjadi pada daerah pH tertentu.

Di bawah ini daftar beberapa indicator yang sering digunakan pada analisa acidi alkalimetri.


INDIKATOR PENETRALAN

Tujuan titrasi, misalnya dari suatu larutan basa dengan larutan standar suatu asam, adalah untuk menetapkan jumlah asam yang secara kimiawi adalah tepat ekuivalen dengan jumlah basa yang ada. 

Keadaan (atau saat) pada mana ini dicapai, adalah titik-ekuivalen, titik-stoikiometri, atau titik-akhir teoretis; hasilnya adalah larutan air dari garam bersangkutan. Jika baik asamnya, maupun basanya, merupakan elektrolit kuat, larutan yang dihasilkan akan netral dan mempunyai Ph 7 

tetapi jika atau asamnya, atau basanya, adalah elektrolit lemah, garam itu akan terhidrolisis sampai derajat tertentu, dan larutan pada titik-ekuivalen itu akan entah sedikit basa, atau sedikit asam. pH tepat dari larutan pada titik ekuivalen, dapat mudah dihitung dari tetapan ionisasi dari asam lemah atau basa lemah itu, dan konsentrasi larutan. 

Untuk setiap titrasi yang sesungguhnya, titik-akhir yang benar akan ditandai oleh suatu nilai tertentu dari konsentrasi ion-hidrogen larutan itu, di mana nilai tersebut bergantung pada sifat asam dan basa, dan konsentrasi larutan.

Ada tersedia sejumlah zat yang disebut indikator penetralan atau indikator asam-basa, yang memiliki warna-warna yang berbeda bergantung pada konsentrasi ion-hidrogen dari larutan. 

Ciri-ciri khas utama dari indikator ini adalah bahwa perubahan dari warna yang dominan 'asam' menjadi warna yang dominan 'basa' tidaklah mendadak dan sekaligus, tetapi berjalan di dalam suatu selang (interval) pH yang (biasanya kira-kira dua satuan pH) yang dinamakan selang perubahan warna indikator. 

Kedudukan selang perubahan-warna pada skala pH berbeda-beda jauh untuk indikator-indikator yang berbeda-beda. Maka, untuk kebanyakan titrasi asam-basa, kita dapat memilih suatu indikator, yang memperlihatkan perubahan warna yang jelas pada pH yang dekat dengan pH pada titik-ekuivalen.

Teori pertama yang berfaedah tentang aksi indikator, telah diusulkan oleh W. Ostwald. Semua indikator yang umum digunakan adalah asam-asam atau basa-basa yang organik yang sangat lemah. 

Ostwald berpendapat bahwa asam indikator yang tak berdisosiasi (HIn) atau basa indikator yang tak berdisosiasi (InOH), mempunyai warna yang berbeda dari warna ionnya. 


Selasa, 27 September 2022

INFORMATIKA : Pengurutan (Sorting)


Saat merapikan sesuatu, misalnya koleksi buku, kita menyusun buku tersebut dengan menggunakan suatu aturan. Misalnya, jika kita memiliki koleksi buku cerita berseri, kemungkinan besar kita akan menyusunnya secara berurut dari volume pertama hingga volume yang terbaru. 

Atau, ketika sedang berbaris, kita diminta untuk membentuk barisan berdasarkan tinggi badan. Hal-hal tersebut merupakan sebuah proses pengurutan atau sorting. 

Proses pengurutan akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program komputer atau aplikasi yang sering kita gunakan. 

Pada aktivitas ini, kita akan melihat bagaimana proses pengurutan dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi. 

Pelajarilah strateginya! Pengurutan merupakan suatu permasalahan klasik pada komputasi yang dilakukan untuk mengatur agar suatu kelompok benda, objek, atau entitas diletakkan mengikuti aturan tertentu. 

Urutan yang paling sederhana misalnya mengurutkan angka secara terurut menaik atau menurun. Biasanya, masalah pengurutan terdiri atas sekumpulan objek yang disusun secara acak yang harus diurutkan. Setelah itu, secara sistematis, posisi objek diperbaiki dengan melakukan pertukaran posisi dua buah objek. Hal ini dilakukan secara terus-menerus hingga semua posisi objek benar.

Kita dapat membuat angka tersebut terurut menaik dengan melakukan satu kali pertukaran, yaitu dengan menukar nilai 4 dengan nilai 3. Terdapat 2 langkah penting dalam melakukan sebuah pengurutan. 

Langkah pertama ialah melakukan pembandingan. Untuk melakukan pengurutan, dipastikan ada dua buah nilai yang dibandingkan. Pembandingan ini akan menghasilkan bilangan yang lebih besar dari, lebih kecil dari, atau memiliki nilai sama dengan sebuah bilangan lainnya. 

Langkah kedua ialah melakukan penempatan bilangan setelah melakukan pembandingan. Penempatan bilangan ini dilakukan setelah didapatkan bilangan lebih besar atau lebih kecil (bergantung pada pengurutan yang digunakan). 

Terdapat beberapa teknik (algoritma) untuk melakukan pengurutan seperti bubble sort, insertion sort, quick sort, merge sort, dan selection sort. 

Pada unit ini, hanya akan diberikan penjelasan untuk setiap tiga teknik ialah sebagai berikut. Teknik lainnya dapat kalian pelajari dari referensi yang diberikan. 

1. Insertion Sort Insertion Sort adalah salah satu algoritma yang digunakan untuk permasalahan pengurutan dalam list (daftar objek). 

Sesuai namanya, insertion sort mengurutkan sebuah list dengan cara menyisipkan elemen satu per satu sesuai dengan urutan besar kecilnya elemen hingga semua elemen menjadi list yang terurut. Misalnya, dalam kasus mengurutkan elemen list dari yang terkecil hingga terbesar (ascending), tahap pertama ialah kita akan membaca suatu elemen dengan elemen yang berdekatan. 

Apabila elemen yang berdekatan dengan elemen saat ini lebih kecil, elemen yang lebih kecil akan ditukar dengan elemen yang lebih besar dan dibandingkan kembali dengan elemen-elemen sebelumnya yang sudah terurut. Apabila elemen saat ini sudah lebih besar dari elemen sebelumnya, iterasi berhenti. 

Hal ini dijalankan satu per satu hingga semua list menjadi terurut. 

Ilustrasi Insertion Sort 

Terdapat sebuah deret bilangan seperti berikut: 2, 3, 7, 6, 5 yang direpresentasikan dengan menggunakan kartu. Urutkan bilangan tersebut secara menaik dengan menggunakan algoritma insertion sort.

Proses Iterasi Pertama Langkah pertama, tinjau bilangan kedua, bandingkan bilangan pertama dan kedua, yaitu 2 dan 3. Didapatkan 2 lebih kecil dari 3, maka urutan bilangan tersebut tetap (2,3). 

 (2, 3, 7, 6, 5) menjadi (2, 3, 7, 6, 5)

Proses Iterasi Kedua Pada iterasi selanjutnya, kita mengambil bilangan ketiga, yaitu 7. Lalu bandingkan dengan bilangan sebelumnya. Karena 3 lebih kecil dari 7, urutan tetap. (2, 3, 7, 6, 5) menjadi (2, 3, 7, 6, 5)


Proses Iterasi Ketiga 

Pada iterasi selanjutnya, kita mengambil bilangan keempat, yaitu 6. Lalu, bandingkan dengan bilangan sebelumnya. Didapatkan bahwa 7 lebih besar dari 6. Oleh karena itu, selanjutnya, kita akan membandingkan dengan bilangan-bilangan sebelumnya, lalu menukarnya apabila bilangan tersebut lebih besar. 

Pertama, kita akan membandingkan 6 dan 7. Apakah 6 lebih kecil dari 7? Karena iya, kita akan menukar 6 dengan 7. Lalu, kita akan membandingkan lagi dengan bilangan sebelumnya, yaitu 3. Apakah 6 lebih kecil dari 3? Karena 6 tidak lebih kecil dari 3, maka 6 sudah berada pada posisi yang benar, yaitu sebelum 7 dan setelah 3

Proses memindahkan 6 di antara 3 dan 7 ini biasa disebut penyisipan (insertion) sehingga nama algoritma ini disebut insertion sort. 

(2, 3, 7, 6, 5) menjadi (2, 3, 6, 7, 5)

Proses Iterasi Keempat 

Pada iterasi selanjutnya, kita mengambil bilangan kelima, yaitu 5. Didapatkan bahwa 7 lebih besar dari 5. Oleh karena itu, selanjutnya, kita akan membandingkan dengan bilangan-bilangan sebelumnya, lalu menukarnya apabila bilangan tersebut lebih besar. Pertama, kita akan membandingkan 5 dan 6. Apakah 5 lebih kecil dari 6? Karena iya, kita akan menukar 5 dengan 6. Setelah itu, kita akan mengecek dengan bilangan sebelumnya lagi, yaitu 3. Apakah 5 lebih kecil dari 3? Karena 5 tidak lebih kecil dari 3, maka 5 sudah pada posisi seharusnya, yaitu setelah 3 dan sebelum 6. Terjadi lagi proses penyisipan kartu 5 di antara 3 dan 6. 

(2, 3, 6, 7, 5) menjadi (2, 3, 5, 6, 7) 



Apa yang kalian diskusikan? 

Setelah bermain, saatnya memikirkan permainan tersebut dan cara kalian bermain. Beberapa poin yang penting untuk didiskusikan seperti berikut. 

    1. Apakah permainan tadi merupakan masalah pengurutan? 
    2. Strategi pengurutan seperti apa yang kalian lakukan untuk melakukan pengecekan dan pertukaran sesedikit mungkin? 
    3. Apakah strategi kalian berbeda dengan strategi yang dilakukan oleh teman kalian? Jika berbeda, apa perbedaannya? 
    4. Strategi paling bagus apa yang dapat kalian temukan untuk mengurutkan dengan banyaknya pertukaran paling sedikit? 
    5. Adakah kondisi yang membuat kalian melakukan banyak sekali pertukaran untuk mengurutkan kartu secara menaik?
REFERENSI :
Mushthofa, dkk.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM PERBUKUAN 

Kuis :

Kirimkan pada kolom komentar :
Nama
Kelas
No. Absen
Nilai 


Selasa, 20 September 2022

INFORMATIKA : Berpikir Komputasional (BK)

REFERENSI :
Mushthofa, dkk.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM PERBUKUAN 

Ada 4 fondasi berpikir komputasional yang dikenal dalam ilmu Informatika, yaitu Abstraksi, Algoritma, Dekomposisi, dan Pola, yang sangat mendasar dan secara garis besar dijelaskan sebagai berikut :

  1. Abstraksi, yaitu menyarikan bagian penting dari suatu permasalahan dan mengabaikan yang tidak penting sehingga memudahkan fokus kepada solusi. 
  2. Algoritma, yaitu menuliskan otomasi solusi melalui berpikir algoritmik (langkah-langkah yang terurut) untuk mencapai suatu tujuan (solusi). Jika langkah yang runtut ini diberikan ke komputer dalam bahasa yang dipahami oleh komputer, kalian akan dapat “memerintah” komputer mengerjakan langkah tersebut. 
  3. Dekomposisi dan formulasi persoalan sedemikian rupa sehingga dapat diselesaikan dengan cepat dan efisien serta optimal dengan menggunakan komputer sebagai alat bantu. Persoalan yang sulit apalagi besar akan menjadi mudah jika diselesaikan sebagian-sebagian secara sistematis. 
  4. Pengenalan pola persoalan, generalisasi serta mentransfer proses penyelesaian persoalan ke persoalan lain yang sejenis. 
A. Pencarian (Searching
Hidup adalah pencarian yang tiada henti. Mari, kita berpikir ke pengalaman “mencari” dalam kehidupan sehari-hari. Perhatikan contoh berikut. 
  1. Pernahkah kalian merasa kebingungan saat mencari sebuah buku di lemari buku kalian? Atau bahkan di perpustakaan? Saat kalian meminta bantuan kepada petugas perpustakaan, mengapa dia dapat menemukan buku yang kalian cari dengan waktu yang lebih singkat?
  2. Suatu hari, kalian kehilangan baju seragam yang harus dipakai pada hari itu dan kalian mencarinya. Apa strategi kalian supaya baju tersebut cepat ditemukan? 
  3. Kalian mengingat sebuah potongan lirik lagu, tetapi tidak ingat judul lagu tersebut. Bagaimana kalian bisa menemukan lagu tersebut dengan cepat? Apa itu mencari?
Mencari adalah menemukan “sesuatu” yang bisa berupa benda, angka, konsep, informasi yang memenuhi kriteria tertentu dalam suatu ruang pencarian. Masalah pencarian sangat umum ditemukan di dalam kehidupan, termasuk dalam dunia komputasi. 

Ketika melakukan suatu pencarian, kalian harus menemukan suatu benda atau objek yang memenuhi kriteria tertentu dari sekumpulan benda atau objek lain. Beberapa contoh dari masalah pencarian yang sering kalian temui ialah sebagai berikut. 
  1. Mencari buku dengan judul tertentu di rak buku perpustakaan. 
  2. Mencari pakaian batik seragam kalian di lemari yang berisi semua pakaian yang kalian miliki. 
  3. Mencari dokumen atau web tertentu dengan mesin pencari seperti Google. Mencari benda nyata gampang, tinggal kita lihat dan kita cocokkan dengan mata. Namun, mencari informasi atau konsep yang tidak kelihatan? Hmmmmm… Tidak mudah!

Aktivitas Berpasangan Aktivitas Bk-K10-01-U: Tebak Angka 

Untuk memahami masalah pencarian, kalian akan bermain tebak angka. Pada saat bermain, cobalah untuk memahami permainan tersebut dan identifikasi aspek-aspek masalah pencarian pada permainan tersebut. Carilah strategi terbaik untuk menemukan angka yang dimiliki oleh teman kalian dengan jumlah pengecekan sesedikit mungkin. 

Skenario Permainan Pada permainan ini, kalian harus berpasangan dengan salah seorang teman. Teman kalian akan memilih sebuah angka bilangan bulat antara 1 – 100 (inklusif, angka 1 dan 100 juga boleh dipilih), dan angka tersebut akan ia rahasiakan. Tugas kalian ialah menemukan angka tersebut. 

Untuk menemukan angka tersebut, kalian harus mengecek apakah angka tebakan kalian ialah angka yang dimiliki oleh teman kalian. Kalian hanya bisa mengecek angka satu per satu dengan menyebutkan angka tebakan kalian tersebut. 

Setiap kali kalian menebak, teman kalian harus menjawab satu dari tiga kemungkinan berikut. 
  1. “Benar” apabila angka yang kalian tebak sama dengan angka yang dimiliki teman kalian. 
  2. “Angka milikku lebih kecil” apabila angka yang dimiliki teman kalian lebih kecil dari tebakan kalian. 
  3. “Angka milikku lebih besar” apabila angka yang dimiliki teman kalian lebih besar dari tebakan kalian.
Tentu saja, kalian dapat menebak angka apa pun, tetapi carilah strategi yang membuat kalian dapat dengan cepat (atau dengan kata lain jumlah tebakan sesedikit mungkin) menemukan angka yang dipilih oleh teman kalian. 

Catatlah angka-angka yang kalian tebak dan jumlah tebakan yang kalian lakukan di lembar kerja yang disediakan. Lakukan permainan ini minimal sebanyak dua kali. Pada permainan berikutnya, kalian bisa bertukar peran. 

Ilustrasi 
Berikut ini ilustrasi dari permainan di atas. Pada permainan ini, Andi dan Binti bermain secara berpasangan. Andi memilih angka, sedangkan Binti harus menebak angka tersebut.

Mula-mula, Andi memilih sebuah angka antara 1 s.d. 100 (inklusif) dan Binti mencatat tebakannya di lembar kerjanya. 

Binti: “50?” 
Andi: “Angka milikku lebih kecil.” 

Binti: “30?” 
Andi: “Angka milikku lebih besar.” 

Binti: “40?” 
Andi: “Angka milikku lebih kecil.” 

Binti: “35?” 
Andi: “Benar!” 

Pada percakapan di atas, terlihat bahwa Binti dapat menebak angka yang dipilih Andi dalam empat kali penebakkan. Percakapan tersebut dicatat dalam lembar kerja, pada permainan ke-0. 

Kalian dapat memanfaatkan tabel berikut yang digunakan untuk mencatat angka yang ditebak dan berapa kali penebakan dilakukan. Pada permainan ke-0, diberikan contoh isian dari ilustrasi yang diberikan di atas. Terlihat bahwa Andi memilih angka 49. Binti memerlukan sebanyak 4 kali penebakan untuk menebak dengan benar angka yang dipilih oleh Andi, yaitu menebak secara berurutan 50, 40, 35, dan 35. 

Jawabannya tentu bergantung pada tebakan berikutnya. 
Siapa Andi? ....................................................

Siapa Binti? ....................................................



TUGAS RABU, 21 SEPTEMBER 2022
  1. Buatlah kelompok terdiri dari dua siswa (bisa rekan sebangku)
  2. Praktekan permainan tebak angka di atas dan tuliskan hasilnya pada tabel seperti contoh di atas
  3. hasil tabel difoto lalu kirim melalui google drive ke komentar postingan ini
  4. kerjakan pula pertanyaan di bawah ini
  5. hasil tugas dikirim persiswa, bukan perkelompok

Apa yang kalian diskusikan? Setelah bermain, saatnya kalian memikirkan makna permainan tersebut dan cara kalian bermain. Beberapa poin diskusi yang akan kalian lakukan seperti berikut. 
  1. Apakah permainan ini merupakan masalah pencarian? 
  2. Apabila Binti menjalankan strategi yang tepat, berapa kali jumlah maksimal tebakan yang benar-benar ia perlukan? 
  3. Strategi pencarian seperti apa yang kalian lakukan untuk menebak sesedikit mungkin? 
  4. Apakah strategi kalian berbeda dengan strategi yang dilakukan teman kalian? Jika berbeda, apa perbedaannya? 
  5. Strategi paling bagus apa yang dapat kalian temukan untuk menemukan angka dengan jumlah tebakan paling sedikit? 
  6. Adakah cara lain untuk “mencari” angka yang ditebak?
Rabu, 28 September 2022
Kerjakan kuis di bawah ini :

Hasilnya dikirim pada kolom komentar di bawah ini

Jumat, 16 September 2022

DPK : Proses Bisnis Bidang Industri Kimia


Capaian Pembelajaran

Memahami proses bisnis bidang kimia analisis secara menyeluruh termasuk laboratorium kimia analisis, industri yang melibatkan kimia analisis, perawatan peralatan kimia analisis, dan pengelolaan sumber daya manusia dengan memperhatikan potensi dan kearifan lokal.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan mampu :

  1. Memahami karakteristik industri kimia;
  2. Memahami bahan kimia komoditas;
  3. Memahami bahan kimia adi (fine chemicals);
  4. Memahami bahan kimia khusus; 
  5. Memahami perawatan peralatan kimia analisis;
  6. Memahami penelitian dan pengembangan bahan kimia;
  7. Menjelaskan sumber daya manusia lokal dalam bidang industri kimia;
  8. Menjelaskan potensi yang dimiliki dalam bidang industri kimia;
  9. Menjelaskan kearifan lokal dalam bidang industri kimia; serta
  10. Merancang bisnis industri kimia.


A. Soal Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat.

1.) Berikut daerah yang berpotensi sebagai kawasan industri kimia adalah ....

A. sepanjang jalur aliran sungai, dekat pemukiman, dan jalan raya

B. daerah pesisir, dekat pemukiman, dan jalan raya

C. dekat pemukiman, jalan raya, dan jalur kereta api

D. dekat pasar, jalan raya, dan aliran sungai

E. daerah pesisir, jalan raya, dan aliran sungai

2.) Berikut beberapa bahan yang memiliki pengaruh besar terhadap industri kimia adalah ...

A. air, minyak bumi, dan gas

B. batu bara, air, dan asam asetat

C. air, minyak bumi, dan asetilena

D. besi, batu bara, dan asam sulfat

E. besi, minyak bumi, dan gas


3.) Berikut ciri-ciri bahan kimia adi adalah ...

A. bahan murni dengan kapasitas produksi yang sangat besar

B. merupakan bahan yang diproduksi untuk pewarna

C. bahan murni dan merupakan produk dari bahan komoditas

D. bahan yang bisa digunakan untuk banyak aplikasi

E. harganya murah

4.) Berikut produk intermediate (produk lanjutan) dari bahan kimia komoditas adalah....

A. bahan kimia khusus

B. bahan kimia adi

C. bahan kimia komoditas

D. bahan kimia spesialis

E. bahan kimia curah

5. Berikut salah satu alasan R&D melakukan penelitian kecuali....

A. membuat produk untuk bersaing dengan kompetitor

B. memiliki dana untuk penelitian

C. membantu marketing dengan memberikan produk unggul

D. melakukan penelitian terhadap suatu produk

E. melakukan pengembangan terhadap produk yang sudah ada


6.) Berikut produk dengan potensi volume penjualan lebih dari US$ 1 miliar adalah....

A. blockbuster

B. fine chemicals

C. obat-obatan

D. flavor and fragrance

E. vitamin


7.) Berikut produk-produk agrokimia adalah....

A. pestisida, fungisida, dan antasida

B. fungisida, herbisida, dan pestisida

C. herbisida, antasida, dan pestisida

D. herbisidafungisida, dan antasida

E. insektisida, antasida, dan fungisida


8.) Berikut produk kimia yang diproduksi dalam jumlah terbatas adalah ....

А. blockbuster

B. fine chemicals

C. obat-obatan

D. flavor and fragrance

E vitamin


9.) Berikut beberapa faktor yang dapat mengubah produktivitas tenaga kerja karena revolusi industri 4.0 kecuali ....

A. otomatisasi

B. robotik

C. Teknologi tepat guna

D. internet of things

E. nanoteknologi


10.) Bahan kimia hasil formulasi dari beberapa bahan kimia adi adalah ....

A. bahan kimia spesialis

B. bahan kimia komoditas

C. agrochemicals

D. fine chemicals

E. polimer


B. Soal Esai Uraian

Jawablah dengan tepat dan benar.

  1. Jelaskan alasan pola geografis industri kimia berkembang di sepanjang jalur transportasi, baik aliran sungai, jalan, daerah pesisir, maupun di sepanjang jalur kereta api.
  2. Jelaskan yang dimaksud dengan blockbuster.
  3. Jelaskan alasan bioteknologi dan genomik umum menjadi pertentangan dan polemik di antara ilmuwan dan masyarakat.
  4. Jelaskan perbedaan antara bahan kimia komoditas, bahan kimia adi, dan bahan kimia khusus.
  5. Jelaskan pengaruh R&D terhadap marketing dan pasar produk.


REFERENSI : 

Devy Agustyaningsih, Dasar-Dasar Kimia Analisis Kelas X, Liniswara

Titrimetri

Titrimetri, dikenal juga sebagai titrasi, adalah metode analisis kimia kuantitatif yang umum digunakan untuk menentukan konsentrasi dari suatu analit yang telah diketahui.

Oleh karena pengukuran volume memainkan peran kunci dalam titrasi, metode ini dikenal juga dengan analisis volumetri. 

Pereaksi, disebut juga sebagai titer atau titrator adalah larutan standar yang telah dipersiapkan. Titer dengan konsentrasi dan volume yang telah diketahui bereaksi dengan larutan analit atau titran untuk menentukan konsentrasinya. Volume titer yang bereaksi disebut volume titrasi.

Sebutan "titrasi" berasal dari bahasa Latin titulus, yang berarti prasasti atau gelar. Istilah Prancis titre, berarti rangking atau peringkat.

Analisis volumetri pertama kali ditemukan pada akhir abad ke-18 di Prancis.

François Antoine - Henri Descroizilles mengembangkan buret pertama (yang mirip dengan gelas ukur) pada tahun 1791.

Joseph Louis Gay-Lussac mengembangkan versi perbaikan buret dengan menambahkan lengan samping, dan memberikan nama "pipet" dan "buret" dalam makalah tahun 1824 pada standardisasi larutan indigo. 

Terobosan penting dalam metodologi dan popularisasi analisis volumetri dilakukan oleh Karl Friedrich Mohr, yang merancang ulang buret dengan memasang klem dan tip pada bagian bawah, dan menulis buku teks pertamanya dengan judul, Lehrbuch der chemisch-analytischen Titrirmethode (Buku teks metode titrasi kimia analitik), dipublikasikan tahun 1855.

Titrasi dimulai dengan gelas piala (beaker) atau labu Erlenmeyer yang berisi analit dengan volume yang sangat tepat dan sejumlah kecil indikator (misalnya: fenolftalein) yang diletakkan di bawah buret atau pipet semprit kimia yang berisi titer dan telah dikalibrasi. 

Sejumlah kecil titer kemudian ditambahkan ke dalam analit dan indikator hingga indikator berubah warna karena bereaksi dengan kelebihan titer, menunjukkan titrasi telah mencapai titik akhir. 

Bergantung pada titik akhir yang diinginkan, setetes titer atau kurang dapat membuat perbedaan permanen atau temporer dari indikator. 

Ketika titik akhir reaksi dicapai, volume reaktan yang dikonsumsi diukur dan digunakan untuk menghitung konsentrasi analit dengan persamaan :

di mana :

Ca adalah konsentrasi analit, biasanya dalam molaritas; 

Ct adalah konsentrasi titer, biasanya dalam molaritas; 

Vt adalah volume titer yang digunakan, biasanya dalam liter; 

M adalah rasio mol analit dan pereaksi dari persamaan kesetimbangan kimia; dan,

Va adalah volume analit yang digunakan, biasanya dalam liter.


PENGGOLONGAN REAKSI DALAM ANALISIS TITRIMETRI

Reaksi yang digunakan dalam analisis titrimetri dapat dibagi dalam dua golongan utama :

(a) Reaksi dalam mana tak terjadi perubahan keadaan-oksidasi; reaksi ini bergantung pada bersenyawanya ion-ion.

(b) Reaksi oksidasi-reduksi; ini melibatkan suatu perubahan keadaan-oksidasi, atau dengan kata lain, pemindahan elektron.

Namun, demi kemudahan, kedua tipe reaksi ini dibagi dalam empat golongan utama :

  1. Reaksi penetralan, atau asidimetri dan alkalimetri: Ini melibatkan titrasi basa bebas, atau basa yang terbentuk karena hidrolisis garam yang berasal dari asam lemah, dengan suatu asam standar (asidimetri), dan titrasi asam bebas, atau asam yang terbentuk dari hidrolisis garam yang berasal dari basa lemah, dengan suatu basa standar (alkalimetri). Reaksi-reaksi ini melibatkan bersenyawanya ion hidrogen dan ion hidroksida untuk membentuk air.
  2.  Reaksi pembentukan kompleks. Reaksi ini bergantung pada bersenyawanya ion-ion, yang bukan ion hidrogen atau ion hidroksida, untuk membentuk suatu ion atau senyawa yang dapat- larut, dan sedikit terdisosiasi, seperti pada titrasi larutan suatu sianida dengan perak nitrat (2CN + Ag* = [Ag(CN)2]) atau titrasi ion klorida dengan larutan merkurium(II) nitrat (2CI+ Hg2+ = HgCl2). Asam etilenadiaminatetraasetat, sebagian besar garam dinatriumnya, EDTA, merupakan reagensia yang sangat penting untuk titrasi pembentukan kompleks, dan sesungguhnya, EDTA telah menjadi salah satu reagensia yang paling penting yang digunakan dalam analisis titrimetri. Penggunaan indikator ion logam sangat meningkatkan nilainya dalam titrimetri. 
  3. Reaksi pengendapan. Reaksi bergantung pada bersenyawanya ion-ion untuk membentuk sebuah endapan sederhana seperti pada ion perak dengan suatu larutan klorida Tak terjadi perubahan keadaan-oksidasi.
  4. Reaksi oksidasi-reduksi. Dalam golongan ini termasuk semua reaksi yang melibatkan perubahan bilangan-oksidasi atau pemindahan elektron (Bagian X.3) antara zat-zat yang bereaksi. Larutan standarnya adalah zat pengoksid ataupun zat pereduksi. Zat pengoksid yang utama adalah kalium permanganat, kalium dikromat, serium(IV) sulfat, iod, kalium iodat, dan kalium bromat. Zat pereduksi yang sering digunakan adalah senyawa besi(II) dan timah(II), natrium tiosulfat, arsen(III) oksida, merkurium(I) nitrat, vanadium(II) klorida atau sulfat, kromium(II) klorida atau sulfat, dan titanium(III) klorida atau sulfat.


Kimia Analisa 2 ; Pendahuluan



PENDAHULUAN

Kimia Analisa kuantitatif adalah salah satu cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang identifikasi suatu zat

Analisa dibagi menjadi 2 bagian, yaitu : 

  1. Analisa kualitatif.
  2. Analisa kuantitatif.

ANALISA KUALITATIF.

Pada analisa ini bertujuan untuk menentukan ada tidaknya unsur yang terkandung dalam suatu zat

ANALISA KUANTITATIF.

Pada analisa ini bertujuan untuk menentukan atau menghitung jumlah atau kadar suatu zat dalam suatu persenyawaan atau campuran.

Analisa kuantitatif dapat dilakukan dalam berbagai cara, yaitu :

  •  Analisa volumetric. 
  • Analisa gravimetric.
  • Analisa gasometri dan lain-lain.

Buku ini akan membahas analisa kuantitatif secara volumetric.

VOLUMETRI.

Analisa volumetric disebut juga dengan analisa titrimetri, yaitu analisa suatu zat dimana zat yang akan dianalisa (dalam bentuk larutan) direaksikan dengan zat lain yang telah diketahui konsentrasinya.

Klasifikasi Analisa metode volumetric.

Analisa metode volumetric secara garis besar dapat diklasifikasi dalam 4 kategori, yaitu :

a.) Titrasi asam dan basa yang meliputi reaksi asam basa baik kuat atau lemah. Titrasi ini dikenal dengan metode acidi alkalimetri.

b.) Titrasi redoks adalah titrasi yang meliputi hampir semua reaksi oksidasi reduksi. Titrasi ini dikenal dengan metode oksidimetri. Yang termasuk metode oksidimetri adalah :

  1. Permanganometri.
  2. lodometri.
  3. lodimetri.

c.) Titrasi pengendapan adalah titrasi yang meliputi pembentukan endapan. Yang termasuk titrasi pengendapan adalah titrasi dengan metode argentometri.

d.) Titrasi kompleksometri adalah titrasi yang meliputi pembentukan senyawa kompleks.

Alat alat yang digunakan pada analisa volumetri. Sebagian besar alat alat yang digunakan pada analisa volumetric adalah ;

  1. Neraca analitik
  2. Labu ukur 
  3. Buret 
  4. Pipet volume
  5. Pipet tetes 
  6. Erlenmeyer
  7. Gelas arloji
  8. Mat pipet

Hal hal yang perlu diperhatikan pada analisa volumetric:

A. Titik Ekivalen

Yaitu, titik dimana zat yang akan ditentukan kadarnya tepat habis bereaksi dengan zat yang telah diketahui konsentrasinya dengan tepat.

B. Titik Akhir Titrasi

Yaitu titik dimana suatu titrasi harus dihentikan. Hal ini biasanya dapat diketahui dengan adanya perubahan warna indicator.

C. Indikator

Yaitu suatu zat yang dapat menunjukkan bahwa reaksi kimia telah berlangsung tetapi zat itu tidak ikut bereaksi,

D. Larutan Standar

Yaitu suatu larutan yang telah diketahui konsentrasinya dengan tepat

E. Larutan Baku,

Yaitu suatu larutan yang digunakan untuk menstandarisasi larutan standar


KEGUNAAN ANALISA VOLUMETRI.

Analisa volumetric dapat digunakan untuk :

  1. Menentukan kadar atau konsentrasi suatu zat.
  2. Menghitung berat molekul suatu zat
  3. Menentukan susunan dari suatu campuran.
  4. Menghitung jumlah molekul air kristal

QUIS :

boleh diulang, hasil terbaik ditulis pada kolom komentar postingan ini disertai nama dan npm mahasiswa

misal, 
nama :
npm : 
nilai :