Senin, 30 Desember 2019

Energi

Prof. Dr. Ir. Soeprijanto, M. Sc.

Baca pula : Materi Power Point

Jenis - jenis energi
  1. Energi potensial, terkait dengan ketinggian
  2. Energi kinetik, kecepatan aliran Fluida
  3. Internal energi, gerakan molekul dalam sistem






















Kamis, 26 Desember 2019

Gerhana Matahari Cincin


Bersama Ais dan Abil melihat Gerhana Matahari Cincin di Masjid Al-Akbar Surabaya


Kamis, 26/12/2019 jam 11.00 sampai di lokasi yang sudah ramai dipenuhi oleh orang-orang yang ingin melihat proses terjadinya gerhana matahari




Dengan kacamata dan teropong yang telah disediakan oleh Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur




Setelah sholat dhuhur dirangkai dzikir dan sholat Bakdiyah. Dilanjutkan istighotsah.

Videotron di dalam masjid

Sholat Gerhana Matahari dimulai pukul 12.30 wib dengan Imam dan Khotib oleh : Ustadz H. A. Muzakky,. S.THi. Al-Hafidz.

Berfoto bersama sang Imam & Khotib

Materi Khotbah :
Saat terjadi Gerhana, Rasulullah memperintahkan untuk memperbanyak istighfar, agar terhindar dari berbagai bencana

Rasulullah melaksanakan sholat gerhana matahari yang terakhir tanggal 5 Dzulqo'dah tahun 10 Hijriyah, kurang empat bulan sebelum beliau wafat.

Gerhana merupakan tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang Ulul Albab

Semoga aktivitas yang dilaksanakan dengan sholat gerhana, dapat menghapus dosa, mengangkat derajat dan diwafatkan dalam keadaan Chusnul Khotimah

Serba-serbi :
Kehadiran Bu. Khofifah (Gubenur Jatim) menambah antusias masyarakat untuk melihat gerhana matahari


Hikmah yang bisa disimpulkan :
  1. Mengisi liburan dengan kegiatan positif
  2. Menjelaskan fenomena gerhana dengan pemahaman sederhana kepada anak-anak
  3. Menyandarkan ilmiah dengan ilmu agama
  4. Mengikatkan jiwa sang anak untuk mencintai masjid sebagai sarana ibadah dan edukasi
  5. Memperkenalkan pejabat publik dan tokoh agama, diantaranya : Gubernur, Imam dan Khotib
  6. Memanfaatkan "kualitas waktu" kebersamaan anak-anak, dengan mengisi fikiran dan nuraninya dengan nutrisi ilmiah, religi dan karakter
  7. Rokaat Pertama Imam membaca Surat Al-Haqqah
  8. Rokaat Kedua Imam membaca Surat Al-Maarij
Mengutip Al-Qur'anulkarim Miracle The Reference, tentang dua Surah tersebut :

TAFSIR IBNU KAŠIR
QS Al-Haqqah, 69 : 1

Al-Hāqqah merupakan salah satu nama dari hari Kiamat. Sebab di dalamnya menjadi terealisasilah segala janji dan ancaman. Karena itu, Allah mengagungkan segala urusan yang ada di dalamnya sehingga berfirman dalam ayat berikutnya, "Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu ?"

Kemudian, pada ayat-ayat selanjutnya Allah Swt. mengemukakan tentang hancurnya umat-umat yang mendustakan hari Kiamat serta keadaan ketika mereka disiksa, ada kaum Tsamud yang disiksa dengan suara Pekikan dan gempa Bumi. Ada kaum 'Ad, dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin, bahkan diterangkan kaum 'Ad mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).

Demikianlah Allah memberikan gambaran sebagai bahan peringatan bagi umat-umat yang datang kemudian, juga termasuk sebagai peringatan akan datangnya Al-Haqqah ini. (Al Mişbāh Al Munir fi Tahzib Tafsir Ibnu Kasir, 1999: 1135)

ASBABUNNUZUL
QS Al-Ma'ārij, 70 : 1-2

Diriwayatkan Ibnu Abi Hatim, dari As-Saddi, berkenaan dengan sikap Nadhir bin Harits yang memohon kepada Allah untuk menyegerakan azab-Nya jika Al-Qur'an itu adalah wahyu dari-Nya, "Maka, hujanilah kami dengan batu dari langit."

Sebagaimana yang dikisahkan dalam surah Al-Anfāl ayat ke-32, dan siksa-nya menimpa dia pada saat Perang Badar. (HR An Nasa'i dan Abu Hatim)

Ada riwayat lain juga yang menjelaskan, ketika turun ayat 1 ini, orang-orang bertanya, "Kepada siapakah siksaan itu turun?" Kemudian, Allah menurunkan ayat 2 sebagai jawabannya. (Asbabun Nuzul; Studi Pendalaman A/-Qur'an: 835).

TAFSIR IBNU KAŠIR
Firman Allah Swt. "Seseorang bertanya tentang azab yang pasti terjadi"

dalam ayat tersebut, terdapat peluluhan yang ditunjukan oleh huruf ba'. Seolah-olah ayat tersebut menyatakan kalimat berikut, seorang penanya yang tergesa-gesa menanyakan tentang azab yang pasti terjadi.

Hal ini seperti firman Allah, "Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. (QS Al-Hajj, 22: 47).

Maksudnya adalah azab Allah yang pasti terjadi dan tak dapat dielakkan. Mengenai firman Allah, Seseorang bertanya tentang azab yang pasti terjadi Al-Aufi mengatakan bahwa Ibnu Abbas berkata, "Itu adalah pertanyaan orang kafir tentang azab Allah. Dan azab itu pasti menimpa diri mereka."

Mengenai firman Allah, Seseorang bertanya. Ibnu Abi Najih mengatakan bahwa Mujahid berkata, "Seseorang menghendaki datangnya azab yang pasti terjadi di akhirat. Dia berkata, 'Itu adalah perkataan mereka,"Ya Allah, jika betul (Al-Qur an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, Maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih." (QS Al-Anfal, 8: 32).

Maksud firman Allah, Yang pasti terjadi, Bagi orang-orang kafir, adalah disediakan bagi orang-orang kafir.

Maksud firman Allah Swt., Yang tidak seorang pun dapat menolaknya adalah tidak ada yang bisa menolaknya jika Allah sudah menghendaki keberadaannya. (AI Mişbāh Al Munir fi Tahżib Tafsir Ibnu Kašir, 1999: 1139)



Senin, 23 Desember 2019

Shalat Bahagia


Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, Recuali bagi orang-orang yang khusyu'. (Al-Baqarah 2 : 45)

Ibnu Rajab, mengatakan dalam kitabnya Al-Khusu' fish shalah, "Sekiranya kalian melihat salah seorang di antara salaf telah berdiri untuk mengerjakan shalat, ketika dia berdiri di mihrabnya lalu mulai membaca kalamullah (Al-Qur'an), maka terdetiklah dalam hatinya bahwa tempat berdirinya itu merupakan tempat berdirinya seluruh manusia dihadapan Rabb semesta alam. Jantungnya pun merasa copot dan akalnya hilang.

Hatim Al-Asham, Rahimahullah
menuturkan "Jika tiba waktu sholat, aku sempurnakan wudhuku dan segera pergi ke masjid yang ingin aku sholat di dalamnya. kemudian aku duduk di dalamnya sampai anggota badanku dalam keadaan tenang."

"Kemudian aku berdiri untuk sholat, aku bayangkan Ka'bah ada dihadapanku, surga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku. Aku bayangkan seakan-akan shalatku ini adalah yang terakhir bagiku. sikapku ketika berdiri dalam sholat antara berharap dan takut." Yakni, khawatir atas balasan dosa-dosa, namun juga sangat berharap akan Rahmad Allah.

"....aku merenungi diri dengan perasaan cemas, khawatir jika Allah tidak menerima sholatku."

Abdullah bin Zubair, Radhiyallahuanhu.
Jika sedang sholat, Ibnu Zubair  ibarat tongkat yang tegak berdiri karena demikian khusyuknya. sampai-sampai ketika ada burung yang hinggap di kepalanya, burung tersebut mengira dirinya sebuah batang pohon

Pernah ketika Ibnu Zubair sedang sholat di Ka'bah, dia di kepung pasukan Abdul Malik bin Marwan. Mereka menyerangnya dengan manjaniq (alat pelempar batu) dari gunung Abu Qubays. mereka ingin membunuhnya dan para pengikutnya. Sebuah peluru manjaniq berupa sebongkah batu besar sempat lewat antar janggut dan tenggorokannya, akan tetapi Ibnu Zubair tetap berdiri kokoh di dalam sholatnya. Dia tidak takut dan memperdulikannya, juga tidak memutus bacaan sholatnya. Dia juga tidak mempercepat rukuknya sampai ia menyelesaikan sholatnya dengan khusyuk.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib, RA.
Apabila tiba waktu sholat, dia gemeteran dan wajahnya berubah pucat, Dia pun ditanya, "Apa yang terjadi dengan anda ?
Dia menjawab, "Demi Allah, telah datang waktu dipikulkan amanah, Allah pernah menawarkannya kepada langit, bumi dan gunung-gunung untuk membawanya, akan tetapi mereka menolaknya. Sedangkan sekarang, aku akan memikulnya."

Amir bin Qais Rahimahullah
orang-orang pernah bertanya kepadanya, "Apakah engkau lalai dalam sholatmu ? Dia menjawab, "Adakah ucapan yang lebih aku cintai daripada membaca Al-Qur'an dan khusyuk dalam sholat ? Sangatlah jauh sikap lalai itu dariku. Sebab, bermunajat kepada Allah itu cukup menyita segenap perasaan!"

Muslim bin Yassar, Rahimahullah
Suatu hari, ketika dia sholat di Masjid Jami' Bashra, tiba-tiba sebagian bangunan masjid runtuh. Manusia pun panik dan berkumpul untuk menangani kejadian tersebut. Sementara itu, dia tidak merasakan sesuatu pun hingga selesai sholatnya

Sebenarnya kita mempunyai kemampuan psikis secara bathiniah sebagai bekal untuk menghadapi berbagai tantangan dalam menjalani kehidupan ini, akan tetapi kita tidak pernah serius untuk menggali dan mengembangkannya. Akibatnya kita masih saja sering kebingungan di saat sebuah persoalan mempengaruhi perasaan kita.

Kegelisahan dan kecemasan dibiarkan mendera sampai akhirnya menyebabkan kita sakit dan depresi.

Kemampuan dan potensi yang ada itu sebenarnya dapat diatur dan dikembangkan dengan mudah melalui sebuah teknik shalat yang sederhana.

Selama ini shalat dianggap sebagai sesuatu yang memberatkan bagi pelakunya, karena kebanyakan dari kita tidak mengetahui dan merasakan ketinggian nilai spiritual yang ada di dalamnya. Seringkali terbersit di dalam perasaan kita dimana shalat terasa menjemukan, tidak membuat hati lebih enak di saat kita butuhkan untuk menolong menyelesaikan perasaan yang gelisah. Atau shalat tidak memiliki gereget yang mampu mempengaruhi mental kita untuk menjadi lebih baik dan menyenangkan.

Sejak mulai belajar shalat di masa kecil, kita tidak diajarkan bagaimana meraih rasa khusyu', Karena sang guru telah menetapkan itu sebagai hal yang tidak mungkin. Kita hanya disuruh menghafal bacaan dan gerakan-gerakan raka'at tanpa ruh. Sampai-sampai di saat bulan Ramadhan, berlangsung perlombaan adu cepat dalam melaksanakan shalat tarawih. Kita akan mencari imam eksekutif
(ibarat sopir ekspres) yang mampu menempuh target lebih cepat.

Mengubah doktrin yang sudah menjadi budaya masyarakat memang tidak mudah. sering mendapatkan kesulitan untuk meyakinkan mereka bahwa shalat khusyu' itu mudah. Bahwa shalat merupakan ruangan tempat kita beristirahat, tempat kita meraih kedamaian, dan sebuah klinik pengobatan bagi bathin kita.

Nabi mengatakan bahwa shalat adalah pemandangan yang menyejukkan hatinya, suatu amalan yang paling disukainya. Tetapi masyarakat terlanjur menilai shalat sebagai sebuah perintah, sebuah kewajiban yang tidak terelakkan. Akibatnya shalat tidak menjadi sebuah kebutuhan (aksioma)
untuk pribadinya, apalagi untuk meraih rasa khusyu'.

Banyak orang salah faham, khusyu' dianggap sebuah kemesraan hubungan semata kepada Allah. Seolah tidak menyentuh kepentingan hidup sehari-sehari. Padahal, khusyu' pasti membuahkan kebahagiaan. Jadi, tidak ada salahnya disebut shalat bahagia.

Di saat jumlah orang stres meningkat, mereka lebih tertarik kepada buku bertema kiat bahagia, diharapkan mendapatkan dua keuntungan : shalat yang lebih berkualitas dan hidup yang lebih gairah dan bahagia.

Banyak muslim tidak mengerti makna doa yang dibaca dalam shalatnya. Padahal mereka wajib memahaminya. Jika kursus bahasa Arab, tentu butuh waktu yang lama. Di satu sidi shalat seharusnya menjadi solusi problem hidup, sehingga pelaku shalat berbahagia setelah melakukannya.

Panggilan hayyaalas sholah (ayo shalat) dijamin mengantarkan bahagia (hayya alal falah). Tapi, realitasnya tidak demikian. Orang marah tetap melanjutkan marahnya setelah shalat. Orang sedih tetap murung, orang minder tetap tidak percaya diri walaupun telah melakukan shalat.  kiat bagaimana menjadikan shalat sebagai problem solver yang mengantarkan manusia kepada kebahagiaan.

Terapi sholat bahagia berupa cara takbir, rukuk, sujud dan gerakan-gerakan shalat lainnya yang menghasilkan T2Q (Tawakal, Tumakninah dan Qona'ah) yang bisa dikerjakan secara mandiri.

Dengan T2Q itu, pelaku shalat bisa menghapus penyakit D3 (Dengki, Dendam dan Dongkol) atau S2 (Serakah dan Sombong) yang menjadi sumber penderitaan hidup.

Diharapkan juga pemraktek Terapi Shalat Bahagia (TSB) menjadi lebih optimis, percaya diri, sabar, ikhlas, ridla dan tidak mengeluh pada cobaan, penuh keyakinan akan pertolongan Allah dan pasrah kepada-Nya. Inilah kunci kebahagiaan.

Semua poin di rumuskan dalam kalimat singkat, yaitu SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL

SUBHAN adalah inti surat Al Fatihah, yaitu Syukur, Bimbingan dan Ketahanan Iman.

TURUT: ini adalah inti doa rukuk yaitu Tunduk kepada kemauan Allah dan Menurut semua perintah-Nya.

HADIR: (inti doa i’tidal) yaitu: Hak Pujian hanya bagi Allah dan semua yang kita alami terjadi atas takdir-Nya.

MASJID: (inti doa sujud), yaitu Maaf Allah untuk kita dan keluarga, Sinar Allah untuk semua indra kita, serta Jiwa dan raga diserahkan sepenuhnya kepada Allah.

AKSI: (inti doa duduk antara dua sujud), yaitu Ampunan, Kasih, Sejahtera dan Iman.

SOSIAL: (inti doa tasyahud) yaitu : Sholawat, Persaksian, dan Tawakal.

Adapun dari pemraktek, testimoni terapi sholat bahagia amat beragam. Antara lain dari sejumlah wanita yang berhenti selingkuh dan lesbi setelah mengikuti PTSB (Pendalaman Terapi Shalat Bahagia), suami yang memaafkan istri yang semula akan dicerai, Ibu yang mengurangi secara drastis marah kepada anak-anaknya, berhenti dari ketergantungan obat penenang, sembuh dari sakit kelumpuhan kaki; bisa BAB dengan lancar setelah tiga tahun ketergantungan obat melalui anus, hubungan harmonis antara menantu dan mertua setelah tegang lebih dari lima tahun.

Ada yang lucu, bisa menyapih anak dengan terapi shalat. Ada juga membeli tanah untuk usaha bengkel setelah sebulan praktek terapi ini.

Shalat bisa memiliki power sedahsyat itu memang tidak bisa menjelaskan secara medis proses kesembuhan setelah menjalankan terapi shalat bahagia. Namun dengan T2Q dengan pesan-pesan sebagai berikut: “Curhatlah dalam hati kepada Allah dalam setiap shalat sepuas-puasnya seperti Anda menulis sebuah novel”.

“Bersumpahlah di hadapan Allah untuk menyatakan ikhlas, ridla, tanpa keluhan sedikitpun terhadap cobaan yang Anda terima dari-Nya”. “Yakinlah bahwa Allah pasti Maha Kuasa menolong Anda”.

Kuatkan keyakinan itu sampai berkali kali. Terakhir, katakan "pasrah kepada Allah” Semua itu dinyatakan dalam semua gerakan shalat, khususnya dalam rukuk dan sujud, masing-masing selama 30 detik minimal.

DASAR KEGIATAN
  1. Buku 60 menit sholat bahagia, karangan Prof. DR. Ali Azis, Guru Besar Uinsa Surabaya
  2. Program Kerja Pengurus Takmir Masjid Darul Ilmi SMK Negeri 5 Surabaya dalam meningkatkan Iman dan Taqwa Kepada Allah SWT.
  3. Hasil Rapat pembentukan Panitia Terapi Sholat Bahagia, pada tanggal.........

NAMA & TEMA KEGIATAN
Nama Kegiatan ini adalah “Pelatihan Terapi Sholat Bahagia" bagi guru dan karyawan SMK Negeri 5 Surabaya.

Tema "Dengan Sholat,  Kita Membangun Kebahagiaan Hidup Dunia dan Akhirat"

TUJUAN
A. Tujuan Umum
Meningkatkan Kualitas Sholat bagi setiap Insan yang beriman

B. Tujuan Khusus
  1. Upaya pemantapan dalam menunaikan  kwajiban sholat 
  2. Mengenalkan dan mempraktekkan Terapi Sholat Bahagia kepada Civitas Akademika SMK Negeri 5 Surabaya.
  3. Meneguhkan Mental, Karakter, dan Spiritual bagi Civitas Akademika SMK Negeri 5 Surabaya

PELAKSANA
Yang menjadi pelaksana kegiatan ini adalah panitia pelaksana yang telah dibentuk pada tanggal.............(Susunan panitia sebagaimana terlampir pada lampiran 1).

WAKTU DAN TEMPAT
Pelatihan Sholat Bahagia, Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal                :
Februari 2020
Waktu                            :
12.30 WIB– Selesai
Tempat                           :
Masjid Darul Ilmi, SMK Negeri 5 Surabaya
Pemateri : Prof. DR. Ali Azis, MA (Guru Besar UINSA Surabaya)

TARGET & SASARAN :
Kegiatan mentargetkan yang mengikuti pelatihan sebanyak 200 orang.

Sedangkan yang diharapkan hadir meliputi :
  1. Tenaga Pendidikan
  2. Tenaga Non Kependidikan
  3. Perwakilan pengurus OSIS & Ekskul

ANGGARAN DANA
Estimasi dana yang dibutuhkan dalam kegiatan ini sebesar Rp ........??.????. (Rincian anggaran dana sebagaimana terlampir pada lampiran 2).

PENUTUP
Demikian Proposal ini dibuat, dengan ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang berkenan membantu terlaksananya kegiatan ini.


Surabaya, Januari 2020
Panitia Pelaksana
.................................................................................
SUSUNAN PANITIA


.................................................................................
RENCANA ANGGARAN DANA


.................................................................................
SUSUNAN ACARA

Pendidikan Karakter


Definisi Karakter

Karakter berasal dari bahasa latin "charassein", "kharax", dalam bahasa Inggris "character". Yunani "charactere" dari kata "charassein" yang artinya mengukir, membuat tajam, atau membuat dalam. 

Menurut Abdul Majid, dalam bukunya Pendidikan Karakter Perspektif Islam karakter adalah sifat, watak, tabiat, budi pekerti atau akhlak yang dimiliki oleh seseorang yang merupakan ciri khas yang dapat membedakan perilaku, tindakan dan perbuatan antara yang satu dengan yang lain. 

Sedangkan, Prof. Dr. Djaali, dalam bukunya yang berjudul Psikologi Pendidikan mendefinisikan karakter sebagai kecenderungan tingkah laku yang konsisten secara lahiriah dan batiniah.

Imam Al-Ghazali berpendapat bahwa karakter lebih dekat dengan akhlak, yaitu spontanitas manusia dalam bersikap atau perbuatan yang telah menyatu dalam diri manusia sehingga ketika muncul tanpa perlu dipikirkan atau direncanakan sebelumnya.

Dalam tata bahasa Indonesia "karakter" berarti bawaan, hati, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, tabiat, temperamen atau watak.

Tadkiroatun Musfiroh berpendapat bahwa karakter merupakan sikap (attitudes), perilaku (behaviours), motivasi (motivation) dan keterampilan (skills).

Karakter bukan merupakan bakat atau bawaan lahir seorang anak, melainkan hasil dari tempaan atau didikan orang tua yang dilakukan secara konsisten dan terus-menerus. Sehingga penting bagi orang tua untuk menerapkan pola asuh yang sesuai dengan masing-masing anak, karena setiap anak berbeda.

Setiap anak diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Seperti halnya fondasi bangunan, sebuah fondasi yang bagus dibangun sesuai karakteristik tanah tempatnya berpijak. Demikian pula dengan pembentukan karakter pada masing-masing-masing anak.

Unsur utama dari karakter adalah pikiran. Pikiran sangat berperan dalam mengatur dan mengontrol setiap tindakan kita. Baik itu saat kita berbicara, bertindak atau berbuat.

Joseph Murphy dalam artikelnya berjudul Pengembangan Karakter mengatakan bahwa dalam diri manusia terdapat satu pikiran yang memiliki ciri yang berbeda. Berdasarkan ciri tersebut, pikiran dibedakan atas dua macam, yaitu pikiran sadar (objektif) dan pikiran bawah sadar (subjektif).

Pikiran sadar (objektif) berhubungan dengan objek luar yang menggunakan panca indra sebagai medianya. Sifat pikiran sadar ini adalah menggunakan nalar.

Sementara pikiran bawah sadar (subjektif) bersifat irasional. Penuh dengan emosi dan memori, kebalikan dari sifat objektif.

Selanjutnya kita berusaha agar pikiran sadar dan bawah sadar dapat berinteraksi secara benar. Sebab, dilihat dari fungsinya pikiran bawah sadar akan menjalankan perintah yang diisyaratkan padanya melalui kesimpulan dan nalar dari pikiran sadar.

Pustaka :
Hairuddin, Erni K. 2014. Membentuk Karakter Anak dari Rumah. Jakarta. PT Elex Media Komputindo

Minggu, 22 Desember 2019

BEROPINI MELALUI SASTRA: Kritik dan Review



Denny JA

“Jika saja sejarah disampaikan dan diajarkan dalam bentuk kisah dan cerita, maka sejarah itu akan selalu diingat.” Demikianlah seorang penerima Nobel Satra di tahun 1907, Ruyard Kupling, berpandangan.

Sejarah akan lebih mudah dikenang, diambil hikmah, jika ia sampai pada kita dalam bentuk drama, dengan plot, karakter, kuat sisi human interestnya. Sejarah bahkan aneka peristiwa apa saja memang lebih mudah menyentuh hati jika ia datang dalam bentuk film, teater, sastra, baik puisi ataupun novel.

Ilmu sejarah acapkali menyampaikan sejarah lewat kronologi peristiwa, nama tempat, nama tokoh, riwayat pelaku, dan konteks sosialnya. Sisi batin dan psikologis masyarakat, dan kesadaran kolektif kurang tergambarkan melalui pendekatan keilmuan yang kering. Sisi batin dan pergolakan kesadaran lebih bisa didapatkan intisarinya lewat kisah dan cerita.

Kutipan ini yang saya ingat selama tiga bulan terakhir saya menghabiskan waktu membaca sejarah melalui serial docu-drama Neflix. Mulai dari drama politik Inggris melalui film the Crown (sudah ditayangkan 30 episode @ 50 menit). Saya terkesan pula dengan tragedi politik Rusia melalui kisah punahnya kerajaan terakhir dengan datangnya komunisme lewat Vladimir Lenin (The Last Czars, 6 season).

Kerajaan Roma begitu perkasa dan megah. Begitu banyak asal muasal perkara politik terjadi di sana, di awal masehi. Lima belas episode docu-drama Roman Empire membawa saya seolah olah hidup di masa itu. Seolah saya menyaksikan dari dekat sekali kegilaan kekuasaan, dan kearifan para raja.

Saya lama pula terpana merenungkan lahirnya peradaban dari kacamata pertarungan dan inovasi para jenius. Itu mulai dari lahirnya jurnalisme koran, televisi, senjata, listrik, pesawat udara, hingga komputer. Bill Gates, Steve Jobs, Thomas Alfa Edison, Nikola Tesla, Pulitzer hingga The Wright Brothers, hadir di sana sebagai sosok yang hidup. Tak hanya tergambar sisu jeniusnya sang tokoh, determinasi dan kehendak diri yang kuat. Namun tergambar  juga suasana ketika mereka sedih, putus asa dan marah.

Saya membaca buku sejarah dan biografi tentang sebagian peristiwa dan tokoh di atas. Namun ketika kisah sejarah itu disampaikan melalui cerita, drama, dan kadang disertai bumbu fiksi untuk menegaskan peristiwa, hikmah dan learning to learn lebih mudah sampai dan tertinggal lebih lama.

Lima tahun saya menghabiskan waktu mempelajari ilmu politik hingga tingkat Ph.D di Amerika Serikat. Namun hikmah dari peristiwa politik lebih saya dapat bukan dari sekolah itu, tapi dari  dramatisasi sejarah dalam serial film dan buku sastra.

Sejarah memang lebih cepat sampai pada kita jika dikatakan lewat sastra. Bahkan lebih jauh lagi, opini tentang gagasan besar, bisa lebih masuk hingga ke tulang sumsum kita jika disampaikan lewat sastra. 

-000-

Saya selalu teringat satu Raja Roma yang disampaikan lewat kisah dan cerita.

Commodus namanya. Ia Raja Roma hidup di abad kedua masehi (177-192). Ketika menjadi raja, ia ditasbih dengan hati yang luka dan hidup dalam kebesaran sang Ayah. Iapun menjadi raja yang linglung.

Marcus Aerelius nama sang Ayah. Ia bukan saja dikenang sebagai raja Roma yang sukses. Sang Ayah juga seorang filsuf, mengarang buku penting: Meditations. Sang Ayah tipe Philosopher King yang diidealkan Plato.

Ayahnya ikut membangun tradisi filsafat moral (Stoic Philisophy). Bahwa yang utama dalam hidup, bahkan satu satunya yang menjadi fondasi moral, adalah kebajikan. Semua hal lain, menjadi baik atau buruk, tergantung efeknya para kebajikan. Ilmu pengetahuan, kekuasaan, kekayaan, dan aneka sumber daya, ia hanya menjadi terpuji jika membawa kebajikan. Ia menjadi buruk jika menjauhkan diri dari kebajikan.

Sang Ibu bernama Faustina The Younger. Ibu adalah anak Raja sebelum ayahnya (kakeknya): Antonius Pius. Sang Ibu tumbuh dengan sangat mengenal budaya kerajaan Roma: membunuh atau dibunuh.

Commodus saat itu masih remaja. Ayahnya sedang berperang di tempat yang sangat jauh dari kerajaan. Sampai pada ibu sebuah pesan duka. Ayah sang Raja diberitakan sakit keras dan wafat. Raja tiada!

Cepat sekali sang ibu berpikir. Kerajaan dalam situasi bahaya. Commodus waktu itu masih remaja. Ia tak akan cepat diterima jika langsung ditasbih sebagai raja. Sang Ibu merasa terancam. Akan segera datang orang kuat lain, merebut kerajaan. Lebih dari itu, sang raja baru akan membunuh dirinya dan Commodus calon raja.

Sang Ibu, Faustina, mengambil tindakan cepat. Ia Segera menghubungi tokoh kuat lain,  Avudius Cassius, gubernur Syria. Ibupun melibatkan diri menjadi kekasih Cassius. Mereka berencana menikah. Asmara yang awalnya hanya sampingan, kini hidup dan menjadi utama.

Sang ibu membisikan pesan yang kuat. Cassius bisa menjadi raja baru Roma. Dan Ibu mendukung Cassius dan bersedia menjadi permaisuri. Dengan syarat, Cassius harus pula mengiklaskan diri pada waktunya akan diganti oleh anaknya Commodus jika ia sudah siap. 

Rencana awal menjadi raja dimulai. Cassius mulai menaklukkan bagian perbagian wilayah kerajaan Roma. Cepat sekali isu menyebar. Cassius dikabarkan memberontak hendak merebut kerajaan. Dikabarkan pula Cassius didukung oleh permaisuri, Ibu Commodus, yang juga kini menjadi calon istri Cassius.

Peristiwa tak terduga terjadi. Ternyata sang raja, Ayah Commodus, suami sah dari Ibu, hanya sakit keras. Ia tidak wafat. Kini sang Ayah hendak kembali ke Roma, memimpin Roma melawan pemberontakan Cassius.

Sang Ibu kaget alang kepalang. Suaminya ternyata tidak wafat. Kini suami berperang dengan Cassius, yang juga menjadi kekasihnya. Commodus terpana di tengah. Ia menyaksikan Ayahnya, Ibunya, dan kekasih Ibu dalam konflik maha hebat.

Suatu ketika, Commodus mendapati ibunya mati di kamar. Segelas anggur beracun jatuh di lantai. Commodus selalu bertanya. Apakah ibunya bunuh diri karena merasa bersalah. Ataukah ia dibunuh Ayahnya? Bayangan ibu dibunuh ayah sungguh sangat mengganggunya.

Cassius  akhirnya dikalahkan. Ayahnya tetap menjadi Raja yang dihormati. Ketika Commodus menjadi raja berikutnya, pengetahuan dan skill Commodus tak sekuat sang Ayah. 

Iapun menghadapi plot musuh yang ingin membunuhnya. Bertambah luka Commodus ketika ia tahu dibalik rencana pembunuhan dirinya ternyata kakak perempuannya sendiri.

Lama ia terlunta lunta dalam luka. Kerajaan tak banyak ia urus. Ekonomi porak poranda. Senat gelisah. Pemberontakan terjadi di saja dan di sini.

Tibalah keputusan gila. Commodus tak ingin dikenang sebagai raja yang gagal. Ia ingin dihormati sebagaimana Sang Ayah. Tapi sulit baginya untuk cepat menumbuhkan ekonomi masyarakat. Beresiko pula jika ia harus menaklukkan wilayah lain yang belum berhasil dikuasai Ayah. 

Rakyat harus dipuaskan. Commodus tahu persis. Rakyatnya teramat menyukai menonton pertarungan Gladiator. Di sana banyak sekali gladiator yang bertarung hingga mati.

Tak nanggung- nanggung, Commodus mengumumkan, ia akan ikut pertarungan gladiator. Ia sendiri yang menjadi gladiator. Ia rela dan ikhlas jika terbunuh dalam pertandingan itu.

Kerajaan heboh. Senat heboh. Rakyat heboh. Semua mencegah. Mereka tak rela masa depan kerajaan dipertaruhkan di lapangan gladiator. Tak sampai hati mereka melihat raja mati terbunuh dalam sebuah tontonan.

Tapi commodus sudah berkehendak. Iapun latihan diri keras sekali. Ia minta gladiator terbaik melatihnya. Tak ada yang bisa menghalangi.

Waktu pertandingan tiba. Ketika raja Commodus masuk gelanggang akan bertarung, suasana senyap. Raja bertarung dengan gladiator profesional. Penonton siap siap melihat hal yang belum pernah terjadi: raja terbunuh di dalam gelanggang.

Dengan susah payah, Commodus bertarung. Ternyata, ua menang. Ia bunuh lawannya di tengah gelanggang. Rakyat bersorak. Satu stadium di Colosseum itu meledak.

Commodus histeris senang sekali. Baru pertama ia rasakan rakyat memujanya. Ia teringat di masa kecil. Ketika rakyat memuja Ayahnya. Astaga, ujarnya. Kini ia yang dipuja.

Commodus bertarung kembali hidup dan mati melawan gladiator lainnya. Bertarung berkali- kali. Hingga akhirnya, Commodus dikenal sebagai gladiator yang kuat.

Dari diri yang awalnya inferior, Commodus tumbuh menjadi raja yang megalomania. Ia merasa sehebat hercules dalam mitologi itu. Ia minta para seniman membuat patung tentang dirinya. Ia harus digambarkan sebagai reinkarnase Hercules.

Di sisi lain, kesejahteraan rakyat banyak luput dari perhatiannya. Ia semakin self- centered. Semakin banyak ia membunuh orang orang sekitar yang tak bersetuju dengannya.

Senat akhirnya berkomplot dengan lingkaran pertama Raja Commodus. Sang Raja harus disingkirkan. Tak ada cara lain agar kerajaan dapat ditata kembali. Commodus harus dibunuh. 

Yang ditugaskan tak nangung. Ia adalah Marcia, kekasih Commodus. Ia kekasih yang lebih dicintai Commodus ketimbang istrinya sendiri.

Marcia seketika menolak. Tapi ia diyakinkan. Jika ia tidak membunuh Commodus, ia yang akhirnya dibunuh oleh Commodus yang semakin hari semakin berperangai megalomania.

Marcia akhirnya patuh. Ia sisipkan racun dalam gelas minuman untuk Commodus. Namun sang Raja tak kunjung mati. Ia jatuh lemas tapi sempat ia muntahkan racun itu.

Para senat dan lingkaran kerajaan yang berkomplot tak kehilangan daya. Mereka kini menugaskan gladiator yang melatih Commodus untuk menuntaskan tugas. Bagaimanapun Commodus harus mati.

Sang pelatih, bernama Narcissus, sudah lama memendan kemarahan kepada Commodus. Narcissus tak tega melihat kawan satu profesi sesama gladiator dibunuh dengan buas oleh Commodus di gelanggang. Satu persatu mereka dibunuh dengan sadis.

Masalahnya Commodus tidak bertarung dengan jantan. Lawan Gladiatornya hanya diberikan senjata palsu. Pedang tapi pedang palsu yang tak bisa bisa melukai. Tombak tapi tombak palsu yang tak bisa menancap. Itu sebabnya Commodus selalu menang.

Kini tiba saatnya, Narcissus memiliki kesempatan bertarung dengan senjata asli dengan Commodus. Merekapun bertarung selayakanya dua gladiator. Sang Raja mati di tangan pelatihnya sendiri.

Sengaja kisah Commodus ini saya ceritakan agak lengkap. Saya pernah membaca buku sejarah soal Commodus: The Emperor Commodus: God and Gladiator, ditulis oleh John S Mchugh, tahun 2015. Namun sebagaimana layaknya buku sejarah, ia penuh data, dan peristiwa, yang kering. Namun tak muncul drama dan pergolakan emosi di sana.

Berbeda dengan serial Rome Empire di Neflix. Betapa kisah sejarah itu menjadi menarik, tetap diingat, karena disampaikan lewat drama, dengan karakter, konflik, dan kisah cinta.

-000-

Berkisah lewat film, bercerita lewat sastra, beropini lewat puisi, itu pula yang menjadi awal langkah saya. Di tahun 2012, saya sudah menulis lebih dari seribu kolam di aneka media massa. Saya sudah pula menuliskan puluhan makalah riset melalui lembaga Lingkaran Survei Indonesia.

Selaku aktivis, saya disentuh oleh banyak problem diskriminasi yang masih hadir. Padahal reformasi politik tahun 1998 sudah mengubah wajah politik Indonesia. Namun reformasi, sebagaimana semua perubahan politik, memang lebih mudah mengubah wacana. Kultur politik yang sudah mengakar tetap di sana. Perubahan kultur politik selalu sangat lambat.

Diskriminasi terhadap etnis, paham agama, wanita, juga orientasi seksual terjadi di saja dan di sini. Begitu banyak etnis Tionghoa yang berlari ke luar negeri. Mereka menjadi korban amuk massa. Fang Yin (bukan nama sebenarnya), menjadi korban perkosaan massal hanya karena ia Tionghoa. 

Saya angkat kisah itu dalam puisi panjang, Sapu Tangan Fang Yin. Diselipkan kisah cinta di dalamnya.

Sebagian penduduk Indonesia berpaham Ahmadiyah. Sejak zaman pergerakkan, paham Ahmadiyah itu sudah tumbuh. Selama ini mereka nyaman saja karena dilindungi konstitusi. 

Namun setelah reformasi suasana berbeda. Terjadi hura hara di Cikeusik, Jawa Barat. Mesjid mereka dirusak. Pemukiman mereka dihancurkan. Korban jatuh. Mati. Itu semata hanya karena mereka berpaham Ahmadiyah.

Saya ekspresikan kisah itu dibalik drama cinta, dalam puisi panjang: Romi dan Yuleha dari Cikeusik.

Juga di era setelah reformasi. Begitu banyak tenaga kerja yang tak terserap. Sebagian wanita mengadu nasib menjadi TKW. Di antara mereka, dengan senang hati bekerja di Arab Saudi, negeri Nabi besar Muhammad. Di sana umat Islam melabuhkan batin, untuk haji dan umroh.

Namun kultur di Arab Saudi agak berbeda. Tradisi budak  masih kuat tertanam pada sebagian keluarga. Tak jarang terjadi kasus. TKW indonesia diperkosa berkali- kali oleh majikan pria. Sang majikan merasa itu dibolehkan.

Tapi banyak TKW melawan. Itu yang terjadi pada diri Minah (bukan nama sebenarnya). Minah diperkosa berkali- kali. Hingga akhirnya, ia membela diri dan membunuh majikan pria.

Hukum di sana tak memihak sang korban. TKW itu pun dihukum mati, dipancung. Saya lukiskan pula itu dalam puisi panjang: Minah Tetap Dipancung.

Juga setelah reformasi, masih banyak keluarga yang hilang. Diduga mereka korban penghilangan paksa rezim Orde Baru. Di tahun 2019 ini, sudah lebih dari sepuluh tahun keluarga dari aktivis yang hilang, berdemo.

Setiap hari kamis, di seberang istana, dalam diam mereka berdiri di bawah payung hitam. Mereka menunggu pemerintah menuntaskan keluarga mereka yang hilang paksa.

Saya angkat kisah itu dalam puisi panjang: Kutunggu Di Setiap Kamisan. Saya selipkan pula drama asmara.

Di atas adalah contoh beberapa puisi esai yang beropini. Berbeda dengan umumnya puisi lain, puisi esai sangat panjang dan berbabak. Ia mencatumkan banyak catatan kaki di dalam puisi.

Saya memilih satu jenis puisi yang berbasis pada kisah yang sebenarnya. Ini semacam historical fiction. Atau lebih tepat lagi Fictionalized True Story. Yaitu dramatisasi dari kisah sebenarnya. Ada fakta keras yang tercantum pada catatan kaki. Ada pula fiksi yang muncul pada teks puisi.

Awalnya puisi esai panjang dan berbabak. Namun kemudian muncul pula puisi esai versi pendek yang disebut puisi esai mini. Keduanya tetap dengan catatan kaki.

Pada mulanya, puisi esai murni dramatisasi dari true story. Namun muncul pula varian lain: isinya prinsip hidup, renungan, yang dituangkan dalam bentuk puisi esai.

Empat buku puisi esai saya sudah diterbitkan: Atas Nama Cinta, Roti untuk Hati, Kutunggu Di Setiap Kamisan, dan Hati yang berzikir. Keempat buku itu menggambarkan puisi esai awal dan variannya kemudian.

-000-

Munculnya puisi esai menimbulkan kontroversi yang lumayan heboh dalam jagad sastra Indonesia di tahun 2014- 2018. Kehebohan itu sebagian besar dipicu oleh klaim puisi esai sebagai genre baru. Juga karena terbitnya buku “33 Tokoh Yang Paling Berpengaruh dalam Sastra Indonesia.”

Buku itu diterbitkan Gramedia untuk PDS HB Jassin, di tahun 2004. Tebal buku itu lebih dari 700 halaman. Ia disusun oleh 8 sastrawan dan kritikus sastra, antara lain: Jamal D Rahman, Agus Sarjono, Berthold Damhauser, Joni Ariadinata, Acep Zamzam Noer, Ahmad Gaus, Maman S Mahayana dan Nenden Lilis Aisyah.

Buku itu memasukkan Denny JA sebagai satu dari 33 tokoh sastra paling berpengaruh. Denny JA dianggap masuk dalam kategori tokoh berpengaruh karena Ia membawa tradisi baru, dan ikut membuat gelombang lahirnya puluhan buku puisi esai.

Lahirlah aneka demonstrasi di aneka kota, malam seni, bahkan komunitas facebook, termasuk acara bakar buku, menentang puisi esai dan Denny JA, dan  buku itu.

Kini di tahun 2018, banyak sudah ulasan yang dibuat mengenai puisi esai. Atas Nama Cinta dianggap buku pertama yang membawa tradisi puisi esai itu.

Aneka pakar dalam dan luar negeri mengulas soal puisi esai, terutama yang tertulis dalam buku Atas Nama Cinta dan Roti untuk Hati. Bahkan pernah diselenggarakan seminar sehari di Malaysia, pada tahun 2016, dengan pembicara pakar sastra dari Negara Asean.

Di tahun 2019, AGBSI (Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia) berinisiatif menyelenggarakan lomba kritik sastra untuk para guru, murid dan umum. Empat buku puisi esai saya dijadikan bahan untuk dikritik dan direview.

Yang unik dari lomba itu, para siswa SMA menampilkan reviewnya dalam bentuk Vlog, Video Blog. Menurut panitia, ini lomba kritik sastra pertama yang perserta diberi ruang pula menyampaikan reviewnya dalam bentuk oral yang direkam video.

Buku ini mewadahi aneka review dan kritik tentang puisi esai yang tercantum dalam empat buku puisi esai saya di atas. Tak hanya sastrawan dan kritikus Indonesia seperti Sapardi Djoko Damono, Sutardji Calzoum Bachry, Igned Kleden, Jakob Sumardjo, Leon Agusta, Ashadi Siregar, Jamal D Rahman, Agus Sarjono. Tapi juga kritikus negara lain seperti Jasni Matlani dari Malysia, Bertholad Damhauser dari Jerman. 

Juga tercantum di buku ini review dan kritik pemenang lomba yang diselenggarakan Asosiasi Guru dan Bahasa Indonesia (AGBSI).

Puisi esai terus tumbuh berkembang. Telah terbit 34 buku puisi esai dari 34 provinsi, satu provinsi satu buku, yang mengkisahkan masing masing lima local wisdom. Telah terjadi anak anak SMA di lima pulau juga menuliskan dunia mereka dalam puisi esai.  Telah berlangsung para guru menuliskan buku soal puisi esai untuk masuk kampus.

Kini 35 puisi esai dari 34 provinsi tengah disusun menjadi naskah film. Ini akan menjadi serial film pertama yang semua skenarionya berasal dari puisi. 

Puisi esai memang mudah diubah menjadi skenario film karena puisi itu panjang, berbabak, dengan drama. Apalagi untuk kasus 35 naskah itu, ia berangkat dari true story, local wisdom naskah  skenario itu.

Hanung Bramantyo sudah memulainya dengan memfilmkan lima puisi esai saya menjadi lima film durasi 50 menit. Puisi esai menjadi film adalah tahap berikutnya yang sangat menantang.

Tapi bagaimana masa depan puisi esai? Di dalam kebun bunga sastra, puisi esai akan terus hadir, menjadi salah satu bunga. Ia tidak mengambil lahan bunga lain. Ia hanya agak berbeda, karena  ingin beropini lewat sastra.***

Desember 2019

Link: https://www.facebook.com/322283467867809/posts/2549188665177267?d=n&sfns=mo

Kamis, 19 Desember 2019

Studi Tiru dari Palembang dan Malang


Kamis, 19/12/2019 pukul 09.30 menerima kedatangan tamu dari SMK Negeri 2 Palembang dan SMK Negeri 5 Malang.



Sambutan-sambutan :

Drs. Rusdi Aswan, SMK Negeri 2 Palembang, selaku waka SDM
  1. SMK semua hebat, dan memiliki keunggulan.
  2. Semoga ilmu yang ditimba dapat bermanfaat di Palembang
  3. Atas nama kepala sekolah dan rekan-rekan mengucapkan Terimakasih atas sambutan dari SMK Negeri 5 Surabaya
  4. Mempererat persaudaraan dan bertukar fikiran

DR. Sumarno, M.Hum dari SMK Negeri 5 Malang, Selaku Manajemen Keuangan
  1. Sudah lama berencana berkunjung ke SMKN 5 Surabaya, dan baru sekarang terlaksana.
  2. Kepsek tidak dapat ikut karena kondisinya sakit
  3. Bersama hadir pula Waka SDM dan LSP.
  4. Harapannya mendapatkan info tentang BLUD agar tidak salah melangkah saat menerapkannya di SMK Negeri 5 Malang.

Drs. Heru Mursanyoto, MM selaku Kepala SMK Negeri 5 Surabaya.
  1. Selamat datang  dan terimakasih kehadiran para tamu
  2. SMK Negeri 5 Surabaya. Merupakan sekolah revitalisasi bersama 309 sekolah yang telah dihadirkan di Jakarta. 
  3. Bpk Heru Mursanyoto merupakan Ketua MKKS Jawa Timur
  4. Skema untuk pelayanan BLUD 
  5. Empat kebijakan menteri untuk disikapi dan dijalankan di daerah, misalnya USBN dengan soal HOTS dibuat oleh gurunya dan dilaksanakan di sekolah tersebut
  6. UN tidak dihapus, perbedaannya untuk bisa melihat asesment literasi dan lainnya. Sehingga siswa mampu analisis dan melakukan problem solving
  7. RPP satu lembar dibuat dengan sederhana, sehingga tiga komponen : tujuan, strategi, penilaian, dan boleh ditambah bila ada indikator. Namun guru tetap menyampaikan sumber-sumber lain
  8. PPDB SMK tidak ada Zonasi
  9. Luasan sekolah 4.7 hektar, dengan delapan jurusan kompetensi keahlian
  10. Untuk sekolah 4 tahun tidak mengalami permasalahan kurikulumnya, siswanya menyelesaikan progres evaluasi dan diuji oleh guru-gurunya
  11. Mapel Bahasa Ingggris, kewirausahaan dan C3 untuk di tahun ke-empat.
  12. SMK Negeri 5 Surabaya Ada 90 rombel, dengan siswa 3065.
  13. Kegiatan kewirausahasn fokus pada siswa bisa start up dengan inkubator dari Pens - ITS
  14. Kegiatan BLUD sejak 2017 karena progres dinas pendidikan Jatim setelah mengevaluasi 20 sekolah, dasarnya karena SMK selalu resah saat monitoring kejaksaan, inspektorat yang menuntut anak harus kompetensi bagus dan laku di masyarakat, dengan harapan mendapatkan imbalan. Nah, Imbalannya itulah yang menjadi masalah oleh kejaksaan
  15. Karena uang imbalan tersebut harus masuk kas negara, lalu pemerintah membuat aturan tentang balikan ke sekolah. Tetapi biasanya kas negara untuk pembuatan jalan.
  16. Atas saran Gubernur Soekarwo, maka SMK dibuat BLUD seperti Rumah sakit. Ada 20 SMKN di Jatim atas dasar evaluasi dari Kepala Dinas Pendidikan Jatim.
  17. Dengan adanya BLUD silakan uangnya dipakai, asalkan ada perencanaan dan target
  18. Pengelolaan oleh sekolah. Pelaporaan BPKAD sifatnya administratif, hingga ke PAD nya propinsi
  19. Untuk Rekan-rekan SMKN di Jawa Tengah sudah siap, tapi Pemprov-nya belum bisa memahaminya
  20. Untuk omzetnya, bisa mendapatkan dana murni. Misalnya : Tefa, auditorium untuk pernikahan dan khitan, lapangan outdoor indoor, kantor, atm. dsb.
  21. Kebijakan Ibu Gubernur bahwa biaya SPP gratis
  22. Indeks penghasilan masyarakat dan UMK sehingga mempengaruhi SPP di masing-masing sekolah
  23. Penerimaan SPP tidak boleh dimasukan dalam BLUD
  24. Susunan organisasi BLUD, Direktur, Penjabat administrasi keuangan, bendahara penerimaan dan pengeluaran.
  25. Dengan adanya BLUD sekolah lebih tertolong lagi untuk kegiatan dan pelayanan kepada siswa.
Doa dipimpin oleh Bp. Mochammad Sofyan Hadi, M.Pd.I



Pemaparan BLUD oleh Bp. Muhajirin, MM.


  1. Potensi SMK bisa memiliki potensi menghasilkan produk dan jasa
  2. Pilot Project BLUD sejak Oktober 2018 ditetapkan oleh Gubernur
  3. Dasar hukum nasional Permendagri 79 tahun 2018 tentang BLUD, untuk yang SMK sejak tahun 2018
  4. Kepala sekolah boleh non ASN, Bendahara wajib ASN
  5. Persyaratan : Substantif, Teknis, Administrasi
  6. Substantif : Kepala Daerah menganggap SMK memiliki potensi menghasilkan dan meningkatkan dirinya. Misalnya : tefa, hotel, minimarket, mikrobanking.
  7. Teknis : berdasarkan tim penilaian tentang objektif dan subjektif. Contoh : Sekolah diusulkan Kepala Dinas Pendidikan  ke Sekretariat Daerah. Lalu ada tim teknis memberikan penilaian kelayakannya.
  8. Administratif : sekolah membentuk pokja untuk mempersiapkan : rencana strategi bisnis turunan dari renstra sekolah dengan tambahan potensi. Standar pelayanan minimal, Tata kelola, SOP, Proyeksi Laporan Keuangan, Surat Pernyataan.
  9. Perubahan tata kelola setelah BLUD : Organisasi, Keuangan, SDM, Sistem Manajemen. 
  10. Fleksibiltas : sisa anggaran bisa langsung digunakan per tanggal 1 Januari, boleh didepositokan jangka pendek, bahkan dibelikan aset tanah tapi kepemilikan menjadi aset daerah, boleh dipinjamkan sesama BLUD.
  11. Sumber penerimaan : optimalisasi aset, kerjasama (misalnya mobil listrik), hibah, APBD & APBN, Penerimaan lain-lain yang sah.
  12. Tantangan baru : pengelolaan keuangan, pengelolaan aset, pengelolaan SDM, Pertanggungjawaban, Audit.
  13. Nawacita Gubernur Jawa Timur, tujuan Gubernur menjadi tujuan akhir SMK Negeri 5 Surabaya : Peningkatan pelayanan masyarakat, siswa dan guru harus berprestasi, sekolah harus berprestasi.
  14. Slogan Semboyan : Transparan (misal sewa gedung 6 juta, sewa kantin 10 juta), Akuntabel, Responsibilitynya harus ada kepedulian. Independen/ tidak ada campur tangan dari Dinas terkait penganggaran.

Sesi tanya jawab : 



  1. Komitmen sekolah dalam menjual diri, yang bersumber dari pendapatan di luar APBD dan APBN. Setahun mendapatkan hampir 1 milyar. Sehingga peruntukannya bisa peningkatan THR guru dan karyawan
  2. Dengan BLUD bisa kontribusi : meninggikan jalan dalam dari banjir, membuat taman.
  3. Bagi guru yang tidak cocok dengan program sekolah, maka dengan pendekatan dari hati-hati.
  4. Kegiatan BLUD melibatkan pihak lain diperbolehkan sepanjang tidak memberatkan dalam pembayaran
  5. BLUD tidak diperbolehkan memperkerjalan siswa, siswa diperbolehkan untuk sekedar praktek saja.
  6. Tidak boleh ada badan hukum dalam BLUD, misalnya koperasi ingin buka toko maka harus sewa tempat.

Saling bertukar cenderamata :
















Jumat, 13 Desember 2019

Mempererat Tali Silaturahim Ke Jogja


Jumat (13/12/2019) dalam upaya mempererat tali silaturahim warga SMK Negeri 5 Surabaya mengadakan gathering ke Jogjakarta



Tepat pukul 14.00 wib dengan mengendarai empat bus rombongan mulai berangkat untuk menyesuaikan agenda yang telah direncanakan.


Denah tempat duduk di dalam bus :






Sholat Ashar dilaksanakan di rest area daerah Saradan, dan disampaikan pula untuk Room Hotel Abadi di Jogja, yaitu 449.




Pukul 16.30 perjalanan dilanjutkan. Saat maghrib tiba di atas perjalanan dengan meniatkan sholat jamak qoshor Maghrib dan Isya secara Ta'khir.

Makan malam pukul 20.45 di Rumah Makan Bu Tini - Umbul Harjo, Jogjakarta.


Pukul 22.30 sampai di Abadi Hotel, yang letaknya sebelah timur dari stasiun Yogyakarta


Setelah bersih-bersih badan, Menikmati malam dengan berjalan-jalan di ruas Malioboro, melihat orang yang hilir mudik dan juga pedagang kaki lima mengemasi dagangannya karena waktu sudah menunjukan pukul 23.30



Menjelang shubuh bergegas ke masjid terdekat, walaupun tidak terdengar bunyi tarkhim tapi mudah mendapati masjid untuk mengikuti sholat berjamaah.


Yang menarik dari aturan di dalam masjid tersebut, ada kalimat yang sederhana tapi dalam maknanya



Makan pagi di lantai 1 dengan dengan aneka menu, dari nasi goreng, gudeg sarkem, bubur hingga desert serta minuman beras kencur dan kunir asem



Sebelum kegiatan pagi, foto di depan papan Abadi Hotel Malioboro.


Perjalanan pagi, Sabtu (14/12/2019) menuju Lava Tour.



BaseCamp Jeep Wisata Merapi
MJAK Adventure



Ayo, berangkat...



Museum Sisa Hartaku : Museum Sisa Hartaku merupakan sebuah rumah pribadi milik penduduk Desa Kinahrejo yang bernama Bapak Riyanto yang rusak terkena terjangan awan panas akibat erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada 5 November 2010 pada pukul 12.04.49. 



Waktu terjadinya bencana tersebut bisa dilihat pada sebuah jam yang masih tertempel pada dinding rumah tersebut. 




Didalam Museum Sisa Hartaku ini kita juga bisa melihat benda-benda lain yang ikut rusak dan meleleh seperti sepeda motor, televisi, perabotan rumah tangaa sampai dengan rangka hewan peliharaan sang pemilik rumah. 


Melalui benda-benda tersebut bisa dibayangkan betapa dahsyatnya serangan awan panas pada saat kejadian.





Bunker Merapi : Bunker ini terletak di kawasan Kaliadem. Bunker ini biasa digunakan sebagai tempat berlindung jika erupsi terjadi. Bunker ini sudah ada sejak jaman Belanda.


Pada erupsi yang terjadi pada tahun 2006, bungker ini menjadi saksi meninggalnya 2 relawan yang berlindung di dalam bungker tersebut.

Mereka berdua meninggal di antara pintu masuk dengan ruang toilet yang ada di sebelah kanannya, saat muntahan lava menutupi semua bungker dengan suhu 800 derajad celsius.

Relawan tersebut bertugas memantau status gunung merapi, namun tiba-tiba sang gunung mengalami erupsi.

"Merapi memang tidak pernah ingkar janji"



Bunker ini berada persis 4 km di bawah Gunung Merapi. Jika cuaca sedang cerah, dari tempat ini kecantikan puncak Gunung Merapi bisa terlihat dengan sempurna.

Kali Kuning : Kali Kuning merupakan salah satu sungai yang dilalui oleh aliran lahar dingin dari Gunung Merapi. Di Kali Kuning ini terdapat dam yang berfungsi untuk memecah aliran lahar dingin. Sensasi berbeda akan kembali dirasakan pada saat Jeep melintas diatas aliran air.



Momen-momen indah :








Pukul 14.30 perjalanan dilanjutkan untuk belanja bakpia di depan Lanud Adisucipto.
Sampai lokasi pukul 15.45 dan diberi waktu belanja 1 jam.

Parkir di Bakpia Pathok 25, ternyata beli ke Bakpia Kukus Tugu Jogja di sebelahnya


Pukul 15.45 perjalanan dilanjutkan ke Resto Jogja Airport yang hanya membutuhkan waktu tempuh 15 menit


Menikmati makan seperti di dalam pesawat terbang lengkap dengan interior, pilot dan pramugarinya




Koleksi mobil antik di sekitar resto





Setelah menikmati makan malam, berlanjut di hotel tiba pukul 19.00 diiringi dengan hujan gerimis

Jeda tiga puluh menit setelah mandi dan sholat, ternyata di luar hotel kondisi hujan sudah terang, maka lanjut kembali jalan-jalan malam di Malioboro


Kali ini berkelililng dengan menaiki andong bertarif Rp. 100K.



Melewati Malioboro, Istana Negara, Benteng Vredeburg, Monumen Serangan Umum 1 Maret, Rumah Sakit, Pabrik pembuatan Bakpia Pathok, hingga Stasiun Yogyakarta. Tak lupa bercerita sekilas tentang "sarkem" dari sang kusir yang telah sepuh.

Untuk oleh-oleh pakaian, terbeli kaos, hem batik, serta celana batik. Tak lupa souvenir berbentuk tugu dan juga brevet garuda pancasila magnetik yang bisa ditempel di pintu kulkas.

Jam menunjukan pukul 00.30 bergegas kembali ke hotel. Namun masih menyempatkan berfoto di kedai lokomotif yang memajang tulisan Yogyakarta.



Dan juga berpose di lokomotif kereta api di dalam Stasiun Yogyakarta



Masih menyempatkankan pula foto bersama dengan penjaga hotel yang memakai kostum prajurit keraton


Ahad pagi, 15/12/2019 setelah makan pagi mengagendakan untuk ke pasar Bringharjo dengan menaiki taksi online yang hanya berbayar 13K dari hotel.


Setelah membeli tambahan oleh-oleh. hem batik, dilanjutkan berjalan kaki ke Benteng Vredeburg. Tiket masuk benteng Rp. 3K.


Selain berfoto di dalam benteng, mengeksploitasi tentang cerita benteng merupakan menu sejarah yang tidak boleh dilewatkan.


Benteng ini dibangun sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan residen Belanda kala itu, dengan dikelilingi oleh sebuah parit (jagang) yang sebagian bekas-bekasnya telah direkonstruksi dan dapat dilihat hingga sekarang. Benteng berbentuk persegi ini mempunyai bastion (menara pantau) di keempat sudutnya.



Baca pula : Museum Benteng Vredeburg

Agenda setelah makan siang, adalah de mata. Bekas terminal yang disulap menjadi destinasi berfoto ria, memanjakan bagi yang suka berfoto dan selfi












Lihat pula : Video ke Jogja

Dari perjalanan seluruh agenda ke Jogja, menguraikan hikmah :
  1. Mempererat silaturahmi sesama warga stemba, dengan saling bertemu dan berkumpul bersama dalam satu momentum
  2. Mengambil hikmah dari bencana yang telah melanda, bahwa sesungguhnya manusia sangat kecil di hadapan Allah
  3. Dalam Lava Tour, dapat melihat keindahan alam sekaligus sosial kemasyarakatan warga di lereng gunung merapi, dengan karakter alamnya yang terjal dan tidak ada sungai mengisyaratkan begitu kuatnya mereka mampu beradaptasi di lingkungan tersebut
  4. De mata, menginspirasi untuk menjadikan lahan yang tidak bermanfaat menjadi objek produktif dengan membidik milenial yang identik dengan selfi dan update status
  5. Ide kreatif resto Jogja Airport memberikan sensasi tersendiri dalam desain jamuan makanan berkelas executif.