"Ruang digital aman, anak nyaman "
Peran orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam perlindungan anak di ruang digital
oleh Prof. Martadi - Unesa
- Mengapa anak perlu perlindungan di ruang digital
- Bagaimana bentuk perlindungan
- Bagaimana berbagi peran
Tantangan bangsa Indonesia ke depan, Yaitu Megatren 2025 :
- Laju inovasi teknologi
- Masyarakat terdiri dari kelompok masyarakat modern, terbuka, dan hiperinovatif, dan masyarakat yang konservatif (kolot) dan masih percaya dukun
- Larut dalam religius dan kearifan lokal
Digital seperti dua sisi mata uang, ada sisi positif dan negatif. Maka akan lebih bermakna bila mampu menyeimbangkan negatif-positif.
sisi positif :
- Jualan anime game roblox, pengusaha jual beli game online
- Siswa SMA memiliki omzet penjualan online 1 milyar per bulan
- Penulis novel di wattpad
- Menyanyikan lagu Mandarin di medsos
- Aksi bersih-bersih lingkungan hingga viral
sisi negatif :
- Pengeboman sekolah sendiri di Jakarta
- Cyber Bullying
- kecanduan game online hingga meninggal
Alasan orang tua memberikan gadget kepada anak :
- Pendidikan dan pembelajaran
- Hiburan dan penenang anak yang aktif
- Faktor kesibukan orang tua
- Komunikasi dan koneksi
- Ketertarikan terhadap teknologi
Kapan usia boleh pegang gawai :
- Sebelum usia 14 tahun (menurut Bill Gates)
- SD kelas atas (kids & tech)
- Untuk Ponsel minimum 14 tahun, Medsos 16 tahun (the anxious generation zach)
Catur Pusat Pendidikan berperan dalam mendidik anak :
- Orang tua sebagai madrasah pertama dan utama
- Satuan Pendidikan
- Masyarakat
- Media (anak bisa "misuh" walaupun guru dan orang tua tidak mengajarinya.
"Anak adalah cermin orang tua", anak cenderung meniru perilaku, akhlak, aqidah dari induk terdekatnya
Dari Hadits Rasulullah SAW :
Anak belajar melalui 4N :
Metode membatasi penggunaan gadget :
Bagaimana melindungi anak, sesuai permenkomdigi No. 09 tahun 2026 :
- Batas usia sebelum 18 tahun (harus dibatasi penggunaannya)
- pertimbangan aspek usia
- Ekosistem aman dari Industri pembuat aplikasi, Pemerintah dan orang tua
- Areal untuk anak usia 3 tahun : harus aktif dalam pengembangan motorik, pembuat aplikasi menilai sendiri kelayakan sebelum dirilis
Tujuh ancaman utama yang wajib dicegah, yaitu Platform :
- Kontak asing
- Konten berbahaya
- Ekplorasi belanja
- Pencurian data
- Penyebab kecanduan adiksi
- Pennyebab gangguan mental
- Penyebab gangguan fisik
Langkah antisipasi :
- Mematuhi batasan penggunaan
- Jangan "royal" terhadap update status
- Mengaktifkan fitur pengamanan (cek, blokir)
- Pengawasan aktivitas anak
- Mengatur waktu hanya dua jam perhari
- Mengaktifkan gerakan Surabaya tanpa gawai
Untuk Guru dan Kasek :
- Penggunaan Platform yang aman untuk pembelajaran
- Melindungi data pribadi
- Kebijakan minim gawai (sama sekali tidak boleh murid bawa gawai di sekolah). pastikan ada Pokja yang menangani
- Melindungi diri resiko digital (gelisah bila tidak pegang gawai)
- Literasi digital
- Pakta Integritas
- Siswa dilibatkan sebagai agen perubahan
- Budaya sekolah aman, nyaman, dengan minim gawai (anak mempunyai aktivitas lain yang menyenangkan selain gawai)
Peran Masyarakat :
Terbentuknya kampung pancasila yang mendampingi penggunaan gawai dengan aman, melibatkan PKK, Posyandu, Karang Taruna dan Tokoh Masyarakat
Materi : Ekploitasi anak di ruang digital
oleh Kombespol Ganis Sedyaningrum
Direktorat PPA dan PPP Polda Jatim
Tingkat penetrasi internet di Indonesia tahun 2025 mencapai 85 ℅ dari jumlah warga Indonesia
Kerentanan anak di dunia digital :
- Konten ilegal (bisa jadi korban maupun pelaku)
- Grooming yaitu video bugil dengan membuka gadget dikamarnya lalu difoto/video kemudian dijual
- Kasus pemboman SMA 72 Jakarta, berawal dari problem orang tua, anak tidak punya tempat untuk curhat
- Kasus pembunuhan orang tua oleh anaknya yang berusia 12 tahun
- Bullying sehingga menjadi depresi bagi korbannya
- Game Online
- Mi-Chat
- Pornografi
Bila ada kejahatan digital, segera laporkan ke pihak yang berwajib
 |
| Deklarasi Digital Aman, Anak Nyaman |
Sambutan Walikota Surabaya
Dr. Eri Cahyadi, ST.,MT.
- Ujian terbesar yang baru disadari yang bisa merusak generasi muda adalah gawai, karena orang tua kalah pinter dengan anaknya
- Kesibukan orang tua dalam pekerjaan lupa dengan anaknya, sehingga untuk menenangkan anaknya diberi HP
- Hari ini, history HP anak banyak isinya mesum dan porno
- Ospek siswa baru, juga melibatkan ospek orang tuanya
- Kenakalan Gangster yang pegang HP, bawa sajam, sangat berbahaya, tapi tidak bisa ditangkap karena di bawah umur dan orang tuanya hanya bisa menangis
- Ada walikota ingin viral, pakai medsos. Maka tunggu kehancuran sistem pengelolaan pemerintahan
- Pembatasan gawai bukan perjuangan yang mudah, maka butuh niat dan perjuangan bersama