Halaman

▼

Sabtu, 26 September 2026

Ziaroh Wali Ponorogo - Kediri

Sabtu, 26 September 2026 bersama satu bus rombongan kemasjidan Darul Ilmi dan manajemen SMK Negeri 5 Surabaya berziaroh ke makam waliyullah :

  1. Batara Katong
  2. Kyai Ageng Muhammad Besari
  3. Gus Miek

Kegiatan Ziaroh Wali memiliki tujuan : 

1.) Dzikir mayyit, mengingat kematian sekaligus wahana untuk selalu mempebanyak perbuatan kebaikan. Para wali telah wafat ratusan tahun yang lalu, namun masih diziarahi hingga sekarang karena jasanya dalam menyebarkan islam

2.) Tasyakur, sebagai media rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan berupa iman dan islam, tak lepas dari perjuangan wali Allah. Rasa syukur dengan  keberadaan para wali merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT

3.) Tabaruk dan wasilah dengan hajat yang dimunajahkan, semoga Allah memgabulkan 

Makam Batara Katong

Pukul 10.30 bus telah sampai di jalan raya Niken Gandini, Ponorogo. Peziarah turun dan selanjutnya berjalan memasuki gang dengan jarak kurang lebih 400 meter. 

Sebelum memasuki kompleks makam, terdapat pendopo dan toilet serta tempat wudlu bagi peziarah yang ingin istirahat sebentar

Kisah

Batara Katong yang masih keturunan dari Brawijaya V merupakan penyebar agama islam di daerah Plampitan, Sedino, Jenangan Ponorogo.

Selanjutnya ke makam Kyai Ageng Muhammad Besari - Tegalsari, Ponorogo.

Makam Kyai Ageng Muhammad Besari

Kyai Ageng Muhammad Besari mengalir dalam tubuhnya keturunan dari Prabu Brawijaya Majapahit dan Kanjeng Nabi Muhammad SAW


Gapura ini menjadi pintu masuk utama menuju Kompleks Makam Agung Kiai Ageng Muhammad Besari yang bergaya klasik kuno abad ke-18, mencerminkan perpaduan kuat antara budaya Islam Nusantara dan arsitektur tradisional Jawa (mirip langgam candi bentar pembagi halaman)

Arsitektur Klasik: Gapura ini tersusun dari susunan bata merah kuno tanpa plester yang tebal, menciptakan nuansa spiritual dan historis yang sangat kental begitu peziarah melangkah masuk. 

Simbol Akulturasi: Struktur gapura menyerupai bangunan gerbang era peralihan Hindu-Buddha ke Islam di tanah Jawa, yang sering menjadi spot foto favorit para peziarah sebelum memasuki area makam dzuriyah (keturunan). 

Gerbang Utama Peziarah: Terletak di sebelah kompleks masjid, gapura ini menjadi titik transisi bagi pengunjung yang ingin berziarah ke makam sang mahaguru ulama kharismatik penyebar Islam di Ponorogo

Berikutnya ke makam Gus Miek - Kediri, dari lokasi bus menuju lokasi menggunakan shuttle odong-odong dengan sekali berangkat Rp. 5.000,-

Makam Gus Miek - Tambak Ploso Kediri

Gus Miek merupakan putra dari Kyai Ahmad Jazuli Utsman dengan Bu. Nyai Rodiyah, dengan cerita karomah yang telah banyak diketahui oleh orang 


Sebelum pulang ke Surabaya, makan malam ke warung sate bu. Binti dekat dengan pesantren Queen Ploso Kediri.


Menu yang disajikan berupa sate kambing, ayam, dan gule kambing dengan minum jeruk hangat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar